JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Analisis Persepsi Penggunaan Aplikasi Mobile JKN di Puskesmas Jatiwarna dengan Pendekatan Teori Technology Acceptance Model (TAM) Ilma Aulia Rahma1*. Daniel Happy Putra1. Bangga Agung Satrya1. Laela Indawati1 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Esa Unggul * ilmauliarahma@student. Keywords: ABSTRACT Behavioral Intention to Use. JKN. Perceived Ease of Use. Perceived Usefulness. TAM. The Mobile JKN application is an innovation by BPJS Kesehatan to facilitate access to health services. This study aims to analyze perceptions of the use of the Mobile JKN application at the Jatiwarna Community Health Center using the Technology Acceptance Model (TAM) approach, which includes Perceived Usefulness (PU). Perceived Ease of Use (PEOU), and Behavioral Intention to Use (BIU). The research method used was quantitative descriptive with a survey technique, involving 96 respondents. The data collection instrument was a questionnaire with a Likert scale. The results showed that most respondents had good perceptions of the usefulness and ease of use of the Mobile JKN app. Spearman's correlation test indicated a significant positive relationship between PU and BIU, as well as between PEOU and BIU. In conclusion, the higher the perception of the app's usefulness and ease of use, the higher the behavioral intention to use it. These findings are important in supporting the digitalization of healthcare services and improving the effectiveness of the Mobile JKN implementation. Kata Kunci ABSTRAK Behavioral Intention to Use. JKN. Perceived Ease of Use. Perceived Usefulness. TAM. Aplikasi Mobile JKN merupakan inovasi BPJS Kesehatan untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi penggunaan aplikasi Mobile JKN di Puskesmas Jatiwarna dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang mencakup Perceived Usefulness (PU). Perceived Ease of Use (PEOU), dan Behavioral Intention to Use (BIU). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei, melibatkan 96 responden. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan yang baik terhadap aplikasi Mobile JKN. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara PU dan BIU serta PEOU dan BIU. Kesimpulannya, semakin tinggi persepsi terhadap kegunaan dan kemudahan penggunaan aplikasi, semakin tinggi pula minat perilaku untuk menggunakannya. Temuan ini penting dalam mendukung digitalisasi layanan kesehatan dan peningkatan efektivitas implementasi Mobile JKN. Korespondensi Penulis: Ilma Aulia Rahma. Universitas Esa Unggul. Jl. Arjuna Utara No. Duri Kepa. Kebon Jeruk. Kota Jakarta Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11510 Telepon : 0895336127945 Email: ilmauliarahma@student. Submitted : 04-12-2025 . Accepted : 27-01-2026 . Published : 01-06-2026 Copyright . 2024 The Author . This article is distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ PENDAHULUAN Fasilitas kesehatan memainkan peran penting dalam meningkatkan standar hidup masyarakat. Namun, akses yang adil terhadap layanan kesehatan tetap menjadi salah satu tantangan utama dalam sistem kesehatan Indonesia . Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah meluncurkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan sebagai langkah strategis menuju pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua warga negara Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas secara adil dan merata . Pada tahun 2021, jumlah peserta JKN telah mencapai 235 juta orang, atau sekitar 86,55% dari total populasi nasional . Sebagai bagian dari pengembangan sistem kesehatan digital. BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi Mobile JKN, yang dirancang untuk memudahkan peserta dalam mengakses berbagai layanan, seperti pendaftaran online, pembayaran premi, dan antrean elektronik . Aplikasi ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi layanan . Namun, studi sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi ini masih rendah, disebabkan oleh berbagai tantangan seperti hambatan teknis, kurangnya pemahaman pengguna, atau preferensi terhadap metode konvensional . Situasi serupa ditemukan di Puskesmas Jatiwarna, tempat penelitian ini dilakukan. Dari total sekitar 100 hingga 120 pasien per hari, hanya 10 hingga 20 orang yang memilih untuk mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN. Mayoritas lainnya masih lebih memilih untuk mendaftar langsung di lokasi. Fakta ini menyoroti kebutuhan akan penelitian lebih lanjut mengenai persepsi masyarakat terhadap penggunaan aplikasi ini. Studi ini merujuk pada teori Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Fred D. Davis, yang menyatakan bahwa penerimaan teknologi oleh individu dipengaruhi oleh dua faktor utama: kegunaan yang dirasakan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan, keduanya mempengaruhi niat perilaku untuk menggunakan teknologi kinerja . Model ini menjadi dasar untuk menganalisis persepsi penggunaan aplikasi Mobile JKN di Puskesmas Jatiwarna. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis terhadap persepsi penggunaan aplikasi Mobile JKN di Puskesmas Jatiwarna. Fokus penelitian meliputi karakteristik penggunaan aplikasi Mobile JKN, tingkat pengetahuan penggunaan aplikasi Mobile JKN, dan mengetahui persepsi disetiap variabel pada teori Technology Acceptance Model (TAM). Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan pengetahuan di bidang teknologi informasi kesehatan, memberikan masukan bagi pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan digitalisasi layanan JKN, serta membantu Puskesmas dalam meningkatkan efektivitas penggunaan aplikasi melalui pendidikan dan perbaikan sistem. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Jatiwarna. Kota Bekasi, pada JanuariAeJuli 2025 dengan subjek pasien pengguna aplikasi Mobile JKN. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei berbasis teori Technology Acceptance Model (TAM). Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang melakukan pendaftaran pelayanan kesehatan di Puskesmas Jatiwarna, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus estimasi proporsi dan diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner . adopsi yang disusun berdasarkan konstruk TAM (Perceived Usefulness. Perceived Ease of Use, dan Behavioral Intention to Us. , merujuk pada instrumen penelitian Ariningsih et al. , menggunakan skala Likert, serta diuji validitasnya dengan korelasi item total dan reliabilitasnya dengan CronbachAos Alpha. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner secara mandiri oleh responden . elf-administered questionnair. Variabel yang diteliti meliputi Perceived Usefulness (XCA). Perceived Ease of Use (XCC) sebagai variabel independen dan Behavioral Intention to Use (Y) sebagai variabel dependen. Analisis data meliputi uji normalitas untuk menentukan penggunaan mean atau median sebagai cut-off point, statistik deskriptif, serta uji korelasi bivariat Spearman . on-parametri. untuk menganalisis hubungan antarvariabel dengan interpretasi berdasarkan nilai p . , nilai r . ekuatan korelas. , dan arah hubungan . ositif/negati. 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ HASIL DAN ANALISIS Berdasarkan Tabel 1, karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa 36,5% adalah laki-laki . , sedangkan 63,5% adalah perempuan . Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir menunjukkan bahwa 2,1% adalah SMP . , 35,4% adalah SMA/SMK/SLTA . , dan 62,5% adalah Perguruan Tinggi (D3/S1/S2/S. karakteristik reponden berdasarkan pekerjaan menunjukkan bahwa 1,0% adalah PNS . , 32,3% adalah pegawai swasta ( 31 responde. , 22,% adalah wiraswasta . , 18,8% adalah IRT . , 18,8% adalah pelajar atau mahasiswa . , dan 6,3% adalah buruh atau pekerja harian . karakteristik responden berdasarkan lama penggunaan aplikasi Mobile JKN menunjukkan bahwa 22,9% adalah jarang . , 44,8% adalah kadang-kadang . , dan 32,3% adalah sering . Tabel 1. Gambaran Responden Variabel Jenis Kelamin Laki - Laki Perempuan Pendidikan SMP SMA/SMK/SLTA Perguruan Tinggi (D3/S1/S2/S. Pekerjaan PNS Pegawai Swasta Wiraswasta IRT Pelajar/Mahasiswa Buruh/Pekerja Harian Lama Penggunaan MJKN Jarang Kadang - Kadang Sering N . % . Berdasarkan Tabel 2, hasil analisis deskriptif variabel Perceived Usefulness (PU) yang disajikan, diketahui bahwa dari total 96 responden, 56 orang . ,3%) menganggap aplikasi Mobile JKN berguna dalam membantu proses pendaftaran online di Puskesmas Jatiwarna. Sementara itu, 40 responden . ,7%) menganggap aplikasi Mobile JKN kurang bermanfaat atau Autidak bergunaAy. Hasil ini sejalan dengan temuan . , yang menunjukkan bahwa hanya 25,19% responden merasa bahwa aplikasi Mobile JKN benar-benar menyederhanakan proses pendaftaran. Sebagian besar pengguna masih lebih memilih metode manual karena dianggap lebih aman, lebih mudah dipahami, dan sesuai dengan kebiasaan lama mereka. Berdasarkan Tabel 2, hasil analisis deskriptif terhadap variabel Perceived Ease of Use (PEOU) diketahui bahwa dari total 96 responden, terdapat 49 orang . ,0%) yang menilai aplikasi Mobile JKN cukup mudah digunakan dalam proses pendaftaran online di Puskesmas Jatiwarna. Sementara itu, sebanyak 47 responden . ,0%) memiliki persepsi bahwa aplikasi Mobile JKN sulit untuk digunakan. Temuan ini sejalan dengan penelitian . , yang menunjukkan bahwa hanya 20,32% pengguna benar-benar memahami fitur yang tersedia di aplikasi Mobile JKN. 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Berdasarkan Tabel 2, hasil analisis deskriptif pada variabel Behavioral Intention to Use (BIU) diketahui bahwa dari 96 responden, sebanyak 52 responden . ,2%) yang memiliki minat yang tinggi dalam menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mendukung proses pendaftaran online di Puskesmas Jatiwarna. Sementara itu, 44 responden . ,8%), tergolong dalam kategori kemungkinan menggunakan. Temuan ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh . , yang menunjukkan bahwa minat perilaku secara signifikan dipengaruhi oleh pengalaman dan hasil yang diperoleh selama penggunaan teknologi. Dalam banyak situasi, meskipun teknologi tersedia dan dapat diakses, pengguna cenderung enggan mengadopsinya jika kepercayaan dan kebiasaan dalam penggunaannya belum terbentuk. Tabel 2. Analisis Deskriptif Hasil Ukur Perceived Usefulness (PU) Tidak Berguna (< 11 AuMedianA. Berguna (Ou 11 AuMedianA. Perceived Ease Of Use (PEOU) Sulit digunakan (< 14 AuMedianA. Mudah digunakan (Ou 14 AuMedianA. Behavioral Intention to Use (BIU) Kemungkinan Menggunakan (< 9 AuMedianA. Minat menggunakan (Ou 9 AuMedianA. Berdasarkan tabel 5, hasil uji korelasi menggunakan metode Spearman's rho, diketahui bahwa terdapat hubungan antara variabel Perceived Usefulness dan Behavioral Intention to Use dengan koefisien korelasi Semakin tinggi persepsi seseorang terhadap manfaat penggunaan aplikasi Mobile JKN, semakin besar keinginan mereka untuk menggunakan aplikasi tersebut. Nilai signifikansi . -valu. yang diperoleh adalah 0. 000, yang lebih kecil dari 0. 01, menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut secara statistik signifikan pada tingkat kepercayaan 99% ( = 0. Oleh karena itu, hipotesis nol (HCA) ditolak, dan hipotesis alternatif (HCA) yang menyatakan adanya hubungan diterima. Tabel 3. Hasil Analisis Bivariat Variabel Independen Variabel Dependen Perceived Usefulness (PU) BIU Perceived Ease of Use (PEOU) BIU Correlation Spearman's p-value 0,537 0,437 0,000 0,000 0,01 0,01 Hubungan ini memperkuat teori Technology Acceptance Model (TAM), yang menyatakan bahwa keyakinan individu terhadap kegunaan suatu teknologi merupakan pendorong utama niat untuk penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh . , juga menunjukkan bahwa kegunaan yang dirasakan rendah disebabkan oleh integrasi yang tidak memadai antara aplikasi dengan sistem layanan yang ada di fasilitas kesehatan. Ini berarti meskipun pengguna telah mendaftar melalui aplikasi, jika sistem internal Puskesmas belum menyesuaikan alur kerjanya, manfaat aplikasi tidak akan dirasakan. Berdasarkan tabel 5, hasil uji korelasi menggunakan metode SpearmanAos rho, diketahui bahwa terdapat hubungan antara variabel Perceived Ease of Use dan Behavioral Intention to Use dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,437. Semakin tinggi persepsi seseorang terhadap kemudahan penggunaan aplikasi Mobile JKN, maka semakin besar pula keinginannya untuk menggunakan aplikasi tersebut. Nilai signifikansi . -valu. yang diperoleh sebesar 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,01, mengindikasikan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut bermakna secara statistik pada tingkat 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ kepercayaan 99% ( = 0,. Oleh karena itu, hipotesis nol (HCA) ditolak, dan hipotesis alternatif (HCA) yang menyatakan adanya hubungan dapat diterima. Temuan ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh . , yang menyimpulkan bahwa faktor teknis seperti kompleksitas desain antarmuka dan ketidakhadiran panduan yang memadai dapat secara signifikan mempengaruhi persepsi kemudahan penggunaan. Dalam konteks sistem layanan publik, kesuksesan implementasi teknologi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fitur yang ditawarkan, tetapi juga oleh kesederhanaan pengalaman pengguna. KESIMPULAN Gambaran karakteristik berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa 36,5% adalah laki-laki . , sedangkan 63,5% adalah perempuan . berdasarkan pendidikan terakhir menunjukkan bahwa 2,1% adalah SMP . , 35,4% adalah SMA/SMK/SLTA . , dan 62,5% adalah Perguruan Tinggi (D3/S1/S2/S. Berdasarkan pekerjaan menunjukkan bahwa 1,0% adalah PNS . , 32,3% adalah pegawai swasta ( 31 responde. , 22,% adalah wiraswasta . , 18,8% adalah IRT . , 18,8% adalah pelajar atau mahasiswa . , dan 6,3% adalah buruh atau pekerja harian . berdasarkan lama penggunaan aplikasi Mobile JKN menunjukkan bahwa 22,9% adalah jarang . , 44,8% adalah kadangkadang . , dan 32,3% adalah sering . Persepsi mengenai kegunaan (Perceived Usefulnes. aplikasi Mobile JKN tidak jauh berbeda hasil nya. Sebanyak 58,3% responden yang menyatakan bahwa aplikasi tersebut membantu dalam proses pendaftaran layanan kesehatan. Sementara itu, 41,7%, berada dalam kategori Autidak bergunaAy. Persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Us. aplikasi Mobile JKN juga menunjukkan hasil yang sedikit perbedaannya. Sebanyak 51,0% responden yang menyatakan bahwa aplikasi tersebut mudah untuk dipergunakan dalam proses pendaftaran layanan Sementara itu, 49,0% responden berada dalam kategori Ausulit digunakanAy. Niat perilaku untuk menggunakan aplikasi (Behavioral Intention to Us. memiliki minat perilaku yang cukup baik. Sebanyak 54,2% responden menunjukkan kemungkinan untuk menggunakan aplikasi dan 45,8% yang kemungkinan akan terus menggunakan. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan antara persepsi kegunaan dan niat perilaku untuk menggunakan aplikasi, dengan koefisien korelasi sebesar 0,537. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan antara persepsi kemudahan penggunaan dan niat perilaku untuk menggunakan aplikasi, dengan koefisien korelasi sebesar 0,437. SARAN Disarankan kepada Puskesmas untuk meningkatkan edukasi mengenai penggunaan aplikasi Mobile JKN, misalnya melalui media visual dan bimbingan langsung. BPJS Kesehatan juga perlu memperhatikan stabilitas sistem dan memperluas fitur yang user-friendly. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperluas wilayah penelitian dan mempertimbangkan faktor eksternal seperti sosial ekonomi dan budaya REFERENSI