TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Pengaruh Pelatihan Peace and Love terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Penanganan Cedera Ankle Sprain pada Anggota Knc-Emergency Raditya Sohan Harizega1*. Wahyu Rima Agustin2. Anissa Cindy Nurul Afni3 1*,2, 3Program Studi Sarjana Keperawatan. Universitas Kusuma Husada Surakarta Email: sohanraditya@gmail. com1*, wra. wahyurimaagustin@gmail. com2, cindy_anissa@ukh. Abstract Ankle sprain is a musculoskeletal injury due to excessive tension or tearing of the ankle ligaments. Ankle sprain injuries can be managed with the PEACE and LOVE approach, which is an injury management method that not only focuses on the improvement but also considers aspects of injury recovery to increase knowledge and awareness of injury and recovery of psychological trauma post-injury. KNC-Emergency is an organization that plays an active role in handling medical teams, therefore it is important to develop medical knowledge and skills in first aid for injuries. Purpose to find out the application effect of the PEACE and LOVE training on the knowledge and skills of ankle sprain management in KNC-Emergency members. The research method used the quasi-experiment, the sampling technique used purposive sampling using the Slovin formula for 38 KNCEmergency members. The PEACE and LOVE training was conducted over two meetings using the measurement tool of a questionnaire sheet to measure knowledge and an observation sheet to measure ankle sprain injury management skills using the PEACE and LOVE approach. The bivariate result using the Wilcoxon test pre and post training showed a p-value of 0. -value < 0. The PEACE and LOVE training is effective to improve knowledge and skills of ankle sprain management in KNC-Emergency members. Keyword: Training. Peace and Love. Knowledge and Skills. Ankle Injury Abstrak Ankle sprain merupakan cedera musculoskeletal yang terjadi karena regangan berlebih ataupun robekan pada ligamen ankle. Manajemen cedera ankle sprain dapat menggunakan prinsip PEACE and LOVE yaitu metode penanganan cedera yang tidak hanya fokus pada tahap perbaikan, tetapi juga mempertimbangkan aspek pemulihan cedera sehingga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang cedera serta pemulihan trauma psikologis setelah cedera. KNC-Emergency merupakan salah satu organisasi yang berperan aktif dalam penanganan menjadi tim medis, maka dari itu perlu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan medis pada pertolongan pertama cedera. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pelatihan PEACE and LOVE pada pengetahuan dan keterampilan penanganan cedera ankle sprain pada anggota KNC-Emergency. Metode penelitian menggunakan Quasi Experiment. Pengambilan sampel Purposive Sampling dengan rumus Slovin sebanyak 38 anggota KNC-Emergency. Pelatihan PEACE and LOVE dilakukan selama 2 kali pertemuan dengan menggunakan alat ukur lembar kuisioner untuk mengukur pengetahuan dan lembar observasi untuk mengukur keterampilan penanganan cedera ankle sprain dengan PEACE and LOVE. Hasil bivariat dengan Uji Wilcoxon antara sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan p value sebesar 0,000 . value < 0,. Pelatihan PEACE and LOVE berpengaruh meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penanganan cedera ankle sprain pada anggota KNC-Emergency. Kata Kunci: Pelatihan. Peace and Love. Pengetahuan Keterampilan. Ankle Pendahuluan Cedera ankle sprain atau yang sering dikenal keseleo pergelangan kaki merupakan cedera musculoskeletal yang terjadi karena regangan berlebih ataupun robekan pada ligamen ankle . Cedera ankle sprain pada umumnya disebabkan oleh kurangnya pemanasan sebelum berolahraga, memaksa keadaan tubuh melampaui batas kapasitas tubuh, salah posisi saat melakukan pendaratan, olahraga yang didominasi kekuatan dan kecepatan dalam waktu singkat dan olahraga yang banyak menggunakan kaki seperti sepak bola dan futsal, akan tetapi semua olahraga juga bisa beresiko mengalami cedera ankle sprain. Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekitar 1,71 miliar orang di seluruh dunia mengalami cedera muskuloskeletal meliputi nyeri leher, nyeri punggung, patah tulang, osteoarthritis, dan rheumatoid arthritis . Setiap hari, hampir satu keseleo pergelangan kaki terjadi per 10. 000 orang di negara-negara barat dan lebih dari dua juta keseleo pergelangan kaki dirawat setiap tahunnya di unit gawat darurat di Amerika Serikat dan Inggris Raya. Dalam TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 olahraga insidennya bahkan lebih tinggi, yaitu 16%-40% dari semua kasus trauma terkait olahraga . Di Indonesia, persentase cedera yang mengganggu aktivitas sehari-hari telah meningkat hingga 9,2%, dengan cedera anggota gerak bawah menyumbang persentase cedera terbesar . ,9%) . Jenis cedera terkilir atau keseleo di Provinsi Jawa Tengah sebesar 32,8%. Kota Surakarta memaparkan cedera paling banyak yaitu bagian tubuh anggota gerak bawah sebesar 70,18% . Cedera ankle sprain dapat mengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik sehingga menggangu aktifitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan benar dan cepat. Manajemen cedera ankle sprain dapat menggunakan prinsip PEACE and LOVE. Metode PEACE and LOVE ini pertama kali dikemukakan oleh Blaise Dubois dan Jean-Francois Esculier yang menjelaskan penanganan cedera akut pada jaringan lunak seperti ligamen dan otot. Metode PEACE and LOVE berbeda dengan metode RICE. PEACE and LOVE tidak hanya fokus pada tahap perbaikan, tetapi juga mempertimbangkan aspek pemulihan cedera sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran seseorang tentang cedera olahraga serta pemulihan trauma psikologis setelah cedera . , sedangkan metode RICE hanya mengatasi pada tahap perbaikan. Metode PEACE and LOVE terdiri dari. P (Protection : melindung. E (Elevation : meninggika. A (Avoid Anti Inflamatory : menghindari modalitas anti inflamas. C (Compression : kompre. E (Education : , dan L (Load : pembebana. O (Optimism : optimism. V (Vascularisation : E (Exercise : latiha. KNC-Emergency merupakan unit kegiatan mahasiswa Universitas Kusuma Husada Surakarta yang memiliki fungsi utama yaitu turut memajukan ilmu keperawatan dibidang kegawatdaruratan, manajemen bencana dan memberikan pelayanan medis keperawatan kepada yang membutuhkan . Dalam melaksanakan tugasnya terkait tim kesehatan maka perlu melakukan pelatihan dan pembinaan terhadap anggotanya, supaya anggota dapat mengembangkan bakat, kepribadian, dan kemampuan dibidang akademik maupun non Pelatihan PEACE and LOVE sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menciptakan kerja tim yang harmonis dan responsif terhadap siatuasi darurat, tanpa pelatihan ini anggota beresiko tidak mampu mengelola dinamika sosial dan emosional di lapangan, yang dapat menyebabkan konflik internal, komunikasi yang buruk, dan penurunan efektifitas dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. Pelatihan adalah jenis instruksi yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi tertentu dan dilakukan melalui jalur pendidikan nonformal. Secara umum, pelatihan mengacu pada persiapan seseorang untuk melaksanakan fungsi atau tugas, pelatihan juga dapat dilihat sebagai komponen atau hasil unik dari proses pendidikan yang lebih luas . Berdasarkan hasil survey wawancara dengan beberapa anggota KNC-Emergency pada tanggal 11 November 2024, penanganan cedera ankle sprain masih menggunakan metode RICE. Metode RICE dinilai kurang efektif karena hanya berfokus pada penanganan akut, tanpa memperhatikan tahap subakut dan kronis dari penyembuhan jaringan . Sebagai salah satu organisasi yang berperan aktif sebagai tim medis, maka dari itu perlu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan medis. Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan PEACE and LOVE terhadap pengetahuan dan keterampilan penanganan cedera ankle sprain pada anggota KNC-Emergency Metode Penelitian dilakukan pada Februari 2025 di Universitas Kusuma Husada Surakarta, pengambilan sampling dengan teknik purposive sampling didapatkan 38 responden. Metode yang digunakan Quasi Experiment rancangan one-group pretest-postest without control group design. Penelitian ini dilakukan selama 2 kali pertemuan, pertemuan pertama pre-test dilanjut pematerian dengan menggunakan buku saku yang dijelaskan oleh asisten peneliti, pada pertemuan kedua dilakukan demonstrasi penanganan cedera ankle sprain kemudian post-test. Penelitian ini menggunakan alat lembar inform consent yaitu lembar persetujuan responden, lembar standar operasional prosedur (SOP) PEACE and LOVE, lembar kuisioner untuk mengukur tingkat pengetahuan yang sudah diuji validitas . hitung >0,. dan reliabilitas (Cronbach Alpha: 0,. , lembar observasi untuk mengukur tingkat keterampilan yang berbentuk checklist TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 tools penanganan metode PEACE and LOVE yang telah dilakukan uji validitas dengan meminta pendapat pakar. Analisa univariat penelitian ini untuk mendiskripsikan variabel yang diteliti meliputi umur, jenis kelamin, dan pengalaman menangani cedera ankle sprain. Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxson Signed Rank Test, dasar pengambilan keputusan adalah apabila nilai p value <0,05 maka ada pengaruh pelatihan PEACE and LOVE terhadap pengetahuan dan keterampilan penanganan cedera ankle sprain pada anggota KNC-Emergency. Hasil dan Pembahasan Hasil Diperoleh beberapa data pada Tabel 1, berdasarkan karakteristik usia responden paling banyak yaitu usia 19 tahun sebanyak 14 responden . ,8%) dan yang paling sedikit yaitu usia 21 tahun sebanyak 6 responden . ,8%). Tabel 1. Karakteristik responden berdasarkan usia Usia Responden 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun 21 Tahun Total Frekuensi Persentase (%) Berdasarkan hasil analisis Tabel 2, karakteristik responden menurut jenis kelamin sebagian besar responden adalah perempuan berjumlah 33 responden . ,8%), sedangkan laki-laki berjumlah 5 responden . ,2%). Tabel 2. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Frekuensi Persentase (%) Berdasarkan hasil analisis Tabel 3, karakteristik responden menurut pengalaman menangani cedera ankle sprain didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden belum pernah menangani cedera ankle sprain dengan jumlah 35 responden . ,1%). Sedangkan yang pernah berjumlah 3 responden . ,9%). Tabel 3. Karakteristik responden berdasarkan pengalaman Pengalaman Belum Pernah Pernah Total Frekuensi Persentase (%) Berdasarkan hasil analisis Tabel 4, menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penanganan cedera ankle sprain sebelum diberikan pelatihan, kategori baik berjumlah 3 responden . ,9%), kategori cukup berjumlah 20 responden . ,6%), kategori kurang berjumlah 15 responden . ,5%). Sedangkan tingkat keterampilan penanganan cedera ankle sprain sebelum diberikan pelatihan, kategori cukup terampil berjumlah 19 responden . %), kategori kurang terampil berjumlah 19 responden . %), dan kategori terampil berjumlah 0 responden . %). Tabel 4. Pengetahuan dan keterampilan sebelum diberikan pelatihan peace and love Pengetahuan Kurang Sebelum Pelatihan Frekuensi Persentase Cukup Baik Total Keterampilan Sebelum Pelatihan Frekuensi Persentase Kurang Terampil Cukup Terampil Total Terampil Berdasarkan hasil analisis Tabel 5, menunjukkan tingkat pengetahuan penanganan cedera ankle sprain sesudah diberikan pelatihan, kategori baik berjumlah 36 responden . ,7%), kategori cukup berjumlah 2 responden . ,3%), dan kategori kurang berjumlah 0 responden . %). Sedangkan tingkat keterampilan penanganan cedera ankle sprain sesudah diberikan pelatihan. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 kategori terampil berjumlah 21 responden . ,3%), kategori cukup terampil berjumlah 17 responden . ,7%), dan kategori kurang terampil berjumlah 0 responden . %). Tabel 5. Pengetahuan dan keterampilan sesudah diberikan pelatihan peace and love Pengetahuan Kurang Sesudah Pelatihan Frekuensi Persentase Cukup Baik Total Keterampilan Kurang Sesudah Pelatihan Terampil Frekuensi Persentase Cukup Terampil Total Terampil Berdasarkan hasil Uji Wilcoxson Tabel 6, menunjukkan Asymp. Sig. -taile. atau p-value pengetahuan dan keterampilan yaitu sebesar 0,000. Karena p-value < 0,05 yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Tabel 6. Uji wilcoxson signed rank test Asymp. Sig. -taile. Post Test Pengetahuan Pre Test Pengetahuan Post Test Keterampilan Pre Test Keterampilan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian responden terbanyak berusia 19 tahun yaitu sebanyak 14 responden . ,8%) dan persentase terkecil berusia 21 tahun yaitu sebanyak 6 responden . ,8%), usia tersebut merupakan masa remaja akhir. Remaja akhir merupakan perkembangan dimana seseorang berada pada usia 17/18 tahun sampai dengan 20/21 tahun, terdapat beberapa tugas dalam perkembangan remaja akhir diantaranya adalah pencapaian dan persiapan dari semua hal yang memiliki hubungan dengan kehidupan dimasa dewasa, memiliki kemampuan dalam menjalin komunikasi yang baik serta sudah dapat menyesuaikan dan menerima kondisinya sendiri tanpa membandingkan dengan orang lain. Usia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan individu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya karena pemahaman dan pola mentalnya terus berkembang . Berdasarkan uraian tersebut, peneliti berasumsi bahwa usia dapat mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan seseorang, melalui pelatihan PEACE and LOVE responden memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang baru dalam menangani cedera ankle sprain. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden adalah perempuan sebanyak 33 responden . ,8%), sedangkan laki-laki sebanyak 5 responden . ,2%). Hal tersebut dikarenakan responden merupakan mahasiswa keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta yang mayoritas berjenis kelamin perempuan. Akses terhadap pendidikan dan pengetahuan tidak hanya menjadi prioritas bagi laki-laki tetapi juga bagi perempuan, maka semua laki-laki dan perempuan memiliki peluang yang sama dalam memperoleh pengetahuan. Oleh karena itu, laki-laki dan perempuan akan memiliki tingkat pengetahuan yang hampir sama jika informasi dan pengetahuan yang diperoleh berkualitas tinggi. Karena pengetahuan dan kemampuan saling terkait, kapasitas seseorang untuk melakukan suatu tindakan akan terpengaruh jika pengetahuannya tidak memadai . Berdasarkan hasil uraian tersebut, peneliti berasumsi bahwa responden laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan, kapasitas pelatihan, dan kemampuan yang sama untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik responden menurut pengalaman menangani cedera ankle sprain didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden belum pernah menangani cedera ankle sprain dengan jumlah 35 responden . ,1%). Sedangkan yang pernah berjumlah 3 responden . ,9%). Responden yang pernah menolong orang cedera ankle sprain dapat dikategorikan memiliki kualitas dan kemampuan yang lebih unggul dibandingkan dengan responden belum pernah menolong orang yang mengalami cedera ankle, hal ini diperkuat menurut hasil jawaban kuisioner responden penelitian bahwa responden yang pernah menolong orang cedera ankle lebih mengerti cara penanganannya meskipun kurang tepat. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Dibandingkan dengan individu yang tidak memiliki pengalaman, mereka yang telah membantu orang lain mengalami cedera pergelangan kaki memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih besar. Kemampuan seseorang untuk melakukan tindakan . diperkuat oleh pengalaman, yang memungkinkan untuk melakukan aktivitas yang sudah diketahui cara melakukannya, hal ini juga berlaku untuk pengembangan diri melalui pendidikan formal dan informal . Pengalaman merupakan sumber ilmu pengetahuan atau cara penerapan ilmu pengetahuan, apabila terus menerus ditingkatkan akan menjadi suatu Berdasarkan hasil uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa responden antara yang sudah berpengalaman dengan yang belum punya pengalaman dapat mempengaruhi kemampuan yang berbeda. Berdasarkan data yang diperoleh saat penelitian pada anggota KNC-Emergency dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan penanganan cedera ankle sprain dengan metode PEACE and LOVE sebelum diberikan pelatihan, kategori baik berjumlah 3 responden . ,9%), kategori cukup berjumlah 20 responden . ,6%), kategori kurang berjumlah 15 responden . ,5%). Sedangkan tingkat keterampilan penanganan cedera ankle sprain dengan metode PEACE and LOVE sebelum diberikan pelatihan, kategori cukup terampil berjumlah 19 responden . %), kategori kurang terampil berjumlah 19 responden . %), dan kategori terampil berjumlah 0 responden . %). Berdasarkan data yang didapat menunjukan bahwa pengetahuan responden dalam mengerjakan soal kusioner penanganan cedera ankle sprain metode PEACE and LOVE kurang memuaskan sebab pada waktu pengerjaan kuisioner banyak yang salah yaitu pada item 8, 14, 17, 21. Data butir soal menunjukkan bahwa pengetahuan siswa masih relatif rendah. Pengetahuan dapat dipengaruhi oleh faktor internal meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan faktor eksternal meliputi lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, dan paparan informasi . Pengetahuan merupakan hasil pemahaman seseorang terhadap suatu objek menggunakan inderanya. Pengetahuan mereka akan berbeda-beda bergantung pada bagaimana setiap individu memandang subjek atau objek tertentu . Data yang didapat dari keterampilan penanganan ankle sprain pada poin-poin observasi penanganan cedera ankle sprain metode PEACE and LOVE menunjukkan bahwa kemampuan tindakan seseorang tidak sempurna dan kurang tepat seperti masih menggunakan es, tidak mengedukasi korban, tidak memotifasi korban agar selalu optimis, serta tidak diajarkan latihan yang dapat membantu proses penyembuhan cedera ankle. Faktor yang mempengaruhi keterampilan seseorang meliputi pengetahuan, keinginan atau motivasi, dan pengalaman . Kemampuan menerapkan pengetahuan dalam bentuk keterampilan merupakan indikator kemajuan pengetahuan yang baik. Berdasarkan uraian tersebut peneliti berpendapat bahwa anggota KNC-Emergency kurang tepat dalam melakukan penanganan cedera ankle, makan perlu diberikan pelatihan metode PEACE and LOVE pada semua anggota. Demonstrasi pelatihan dapat memberikan pengetahuan dan kemampuan tertentu pada anggota. Diharapkan bahwa responden yang diberikan pelatihan mampu menangani ankle sprain menggunakan metode PEACE and LOVE untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka. Berdasarkan data yang diperoleh saat penelitian pada anggota KNC-Emergency dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan penanganan cedera ankle sprain dengan metode PEACE and LOVE sesudah diberikan pelatihan, kategori baik berjumlah 36 responden . ,7%), kategori cukup berjumlah 2 responden . ,3%), dan kategori kurang berjumlah 0 responden . %). Sedangkan tingkat keterampilan penanganan cedera ankle sprain dengan metode PEACE and LOVE sesudah diberikan pelatihan, kategori terampil berjumlah 21 responden . ,3%), kategori cukup terampil berjumlah 17 responden . ,7%), dan kategori kurang terampil berjumlah 0 responden . %). Berdasarkan hasil sesudah diberikan pelatihan sebagian besar responden mengalami peningkatan, dibuktikan dengan hasil kuisioner yaitu dari 3 responden dengan kategori baik menjadi 36 responden dengan kategori baik. Sedangkan pada keterampilan melakukan penanganan cedera ankle sprain mengalami peningkatan dalam kategori terampil dan sudah sesuai SOP penanganan cedera ankle sprain. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan anggota KNC-Emergency dalam penanganan cedera ankle sprain setelah pelatihan PEACE and LOVE. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Penggunaan metode PEACE and LOVE dinilai lebih efektif daripada metode RICE, sebab metode PEACE and LOVE tidak hanya mengutamakan perlindungan fisik seperti Protection dan Elevation, tetapi juga memprioritaskan aspek psikososial seperti optimism dan edukasi yang berkelanjutan, memberikan dampak positif yang lebih menyeluruh sedangkan RICE yang umumnya hanya fokus pada fase akut cedera tanpa memasukkan aspek edukasi dan motivasi psikologis . Pelatihan penanganan cedera ankle sprain memberikan dampak perubahan pada pengetahuan dan keterampilan karena terdapat pemberian informasi dan proses belajar. Perubahan pada pengetahuan, pemahaman, sikap, perilaku, kemampuan, teknik, kebiasaan, dan aspek lain dari kepribadian dapat dianggap sebagai manifestasi dari proses belajar . Terdapat banyak sekali cara dalam memperoleh pengetahuan salah satunya yaitu dengan mengikuti Pendidikan nonformal mencakup pelatihan untuk memperoleh pengetahuan. Ketika seseorang menerima pelatihan, maka akan memperoleh pengalaman yang relevan dengan pengetahuan yang telah dipelajarinya. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan berpengaruh terhadap tingkat tingkat pengetahuan dan keterampilan responden, sehingga mampu memahami dan mengatasi cedera ankle sprain secara mandiri. Penting untuk memberikan perawatan yang tepat dan benar bagi seseorang yang memerlukan bantuan dalam penanganan cedera ankle sprain, sehingga kondisi pasien tidak semakin buruk. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon untuk menguji perbedaan pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Berdasarkan analisa dengan uji statistik wilcoxon pre-test dan post-test pada pengetahuan dan keterampilan penanganan cedera ankle sprain pada anggota KNC-Emergency menunjukkan p value sebesar . < a . Karena nilai . lebih kecil dari nilai . , maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh pelatihan PEACE and LOVE terhadap pengetahuan dan keterampilan penanganan cedera ankle sprain pada anggota KNC-Emergency. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian . yang menyatakan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Pelatihan diberikan melalui pematerian dan demonstrasi dengan melakukan praktik secara langsung menggunakan alat peraga. Metode demonstrasi merupakan suatu struktur interaksi belajar mengajar di mana seorang guru atau salah satu siswa secara sadar memperagakan atau mempraktikkan suatu proses, kegiatan, atau teknik demi kepentingan siswa lain . Materialisasi melalui demonstrasi pada penelitian ini juga penting karena metode yang digunakan menjelaskan dan memperagakan suatu proses berlangsungnya kegiatan. Demonstrasi merupakan metode pengajaran yang sangat efektif karena memfasilitasi penerapan langsung, yang mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan dengan menunjukkan peningkatan sesuai instruksi. Penelitian ini menggunakan asisten peneliti yang bersertifikasi BTCLS, karena asisten peneliti harus kompeten untuk memberikan materi, sehingga materi dapat dipertanggungjawabkan, dan 3 orang observer berupa mahasiswa keperawatan yang sudah diberikan persamaan persepsi terlebih dahulu. Penelitian ini berlangsung selama 2 jam selama 2x pertemuan dengan menggunakan alat-alat penunjang berupa verban elastis dan bantal. Penelitian ini menggunakan probandus untuk mempermudah visualisasi tindakan dan mempermudah responden dalam menyerap materi. Berdasarkan penelitian . didapatkan adanya perbedaan nilai pengetahuan sebelum dan sesudah mendapat pendidikan berupa media buku saku, dengan peningkatan pengetahuan sebesar 59,9%. Penelitian ini menggunakan media buku saku karena merupakan salah satu media yang praktis dan dapat mempengaruhi peningkatan kemampuan menerima suatu materi. Buku saku memberikan beberapa manfaat, seperti materi yang lebih lengkap, tampilan yang menarik, mudah dibawa, serta dapat membantu responden berkonsentrasi pada pembelajaran sehingga memudahkan dalam menyerap informasi. Berdasarkan uraian diatas peneliti meyimpulkan bahwa latar belakang yang menyebabkan kurangnya nilai pre-test disebabkan karena responden belum mengetahui penganan cedera ankle metode PEACE and LOVE dan belum pernah mendapatkan materi tentang PEACE and LOVE TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Setelah diberikan pelatihan mengalami peningkatan nilai post-test pengetahuan dan keterampilan, hal tersebut dikarenakan responden sudah paham penanganan cedera ankle sprain menggunakan PEACE and LOVE karena mudah diingat dan lebih efisien sehingga dapat dikuasai dengan sebaik-baiknya oleh responden. Kesimpulan Pelatihan PEACE and LOVE menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan dan keterampilan pada anggota KNC-Emergency setelah diberi intervensi dengan hasil p value 0,000<0,05. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pelatihan PEACE and LOVE terhadap pengetahuan dan keterampilan penanganan cedera ankle sprain pada anggota KNCEmergency. Diharapkan dapat menjadi satu sumber informasi untuk dipraktikkan oleh tim keperawatan dalam melakukan penanganan cedera ankle sprain dengan PEACE and LOVE baik dirumah sakit maupun dimasyarakat. Daftar Pustaka