PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 Pengaruh Harga Emas Dunia. Harga Minyak Dunia Dan Indeks Dow Jones (DJIA) Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Di Indonesia Pada Periode Perang Dagang AS-Tiongkok Siti Sopiyah. Lia Safitri. Ainur Rodiyah. Endang Noer Anisah. Hari Sundana. Akhmad Afandi. Sriyono7*) sitisopiyah2002@gmail. liasftr7@gmail. arodiyah20@gmail. endangnoera@gmail. harsun66@gmail. akhmadaffandi33@gmail. sriyono@umsida. Program Studi Magister Manajemen. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Indonesia . Abstrak Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang memuncak pada tahun 2025 memberikan dampak signifikan terhadap pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga emas dunia (XAUUSD), harga minyak dunia (XTIUSD), dan Indeks Dow Jones (DJIA) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia selama periode tersebut. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan data harian selama Februari hingga Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga emas dunia dan Indeks Dow Jones berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG, sedangkan harga minyak dunia berpengaruh negatif signifikan terhadap IHSG. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam kondisi ketidakpastian global seperti perang dagang, aset safe haven dan indeks saham utama dunia memainkan peran penting dalam menentukan arah pasar modal Indonesia. Penelitian ini memberikan implikasi bagi investor dan pengambil kebijakan untuk mempertimbangkan faktor eksternal dalam strategi investasi dan pengelolaan risiko. Kata Kunci: IHSG. harga emas dunia. harga minyak dunia. Indeks Dow Jones. perang dagang. modal Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License . Pendahuluan Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok merupakan salah satu peristiwa ekonomi global paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Eskalasi ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia ini tidak hanya berdampak langsung pada kedua negara, tetapi juga menimbulkan efek domino yang kompleks terhadap stabilitas dan dinamika pasar keuangan internasional, termasuk Indonesia. Dimulai secara intensif sejak tahun 2018, perang dagang ini dengan cepat menciptakan gelombang ketidakpastian di pasar global. Kebijakan tarif yang saling diberlakukan oleh kedua negara menjadi instrumen utama dalam konflik ini. Sebagai contoh, pada awal tahun 2025, terjadi eskalasi yang dramatis dimana AS di bawah pemerintahan Trump memberlakukan serangkaian tarif yang tinggi terhadap barang-barang Tiongkok, yang kemudian dibalas setimpal oleh Tiongkok. Pada Februari 2025. AS memberlakukan tarif 10% untuk semua impor dari Tiongkok, yang segera dibalas Tiongkok dengan bea masuk untuk batu bara, gas alam cair, dan mesin pertanian AS. Eskalasi berlanjut dengan cepat, dimana pada April 2025, tarif AS terhadap barang Tiongkok sempat mencapai 145%, dan Tiongkok membalas dengan tarif 125% untuk barang-barang AS. Rentetan aksi saling balas tarif ini menyebabkan gangguan signifikan pada rantai pasok internasional yang sudah mapan, memicu fluktuasi tajam pada nilai tukar mata uang utama, serta secara keseluruhan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 234 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 menurunkan sentimen investor global yang khawatir akan dampak lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Banyak ekonom memperingatkan bahwa perang tarif ini dapat memicu resesi global dan menyebabkan kelangkaan barang. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan tingkat keterbukaan ekonomi yang cukup tinggi, tidak luput dari dampak dinamika global ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sebagai barometer utama kinerja pasar modal Indonesia, menunjukkan sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan sentimen global, terutama yang dipicu oleh ketegangan dagang AS-Tiongkok (Laily et al, 2. Pergerakan Indeks saham menjadi salah satu indikator yang digunakan investor dalam membuat keputusan investasi (Sri Rahayu & Diatmika, 2. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar,artinya pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada saat pasar sedang aktif maupun sedang dalam kondisi lesu (BASIT, 2. Pergerakan nilai indeks akan menunjukkan perubahan situasi pasar yang terjadi, dimana pasar yang positif atau terjadi transaksi yang aktif ditunjukkan oleh indeks harga saham yang mengalami kenaikan (BASIT, 2. Sedangkan kondisi yang lesu ditunjukkan dengan indeks harga saham yang menurun. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diantaranya adalah emas dan minyak, serta dinamika indeks saham global seperti Dow Jones Industrial Average (DJIA). Ketiga variabel ini secara historis menunjukkan korelasi kompleks dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di mana harga minyak dunia berkontribusi positif sebesar 75% terhadap pergerakan IHSG (Basit, 2. , sementara harga emas cenderung berbanding terbalik akibat pergeseran preferensi investor ke instrumen safe-haven(Fajriah et al. , 2. Basit . melakukan penelitian dengan variabel bebas berupa harga emas dunia dan harga minyak dunia , serta variabel dependen indeks harga saham gabungan (IHSG), menggunakan data sekunder berupa harga emas, harga minyak dunia dan IHSG periode 2016-2019 dengan metode regresi linier berganda. Penelitian oleh (Utha, 2. variabel penelitian harga emas dunia, harga minyak dunia dengan varibel dependen indeks harga saham gabungan, menggunakan data time series periode 2010-2014 dengan metode analisis regresi linier berganda. (Khairunnisa et al. , 2. dalam penelitiannya menggunakan variabel indeks Dow Jones. BI Rate dan Indeks harga saham gabungan, dengan data sekunder mulai 2010 - 2019 periode data bulanan menggunakan analisa regresi semiparametrik. Sedangkan pada penelitian ini, menggunakan 3 variabel independen berupa harga emas dunia, harga minyak dunia, dan Indeks Dow Jones, serta variabel dependen Indeks harga saham gabungan (IHSG). Data yang digunkaan adalah data harian mulai Februari 2025 - Mei 2025, dengan metode regresi linier sederhana. Emas sebagai salah satu variabel yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG memberikan informasi yang signifikan untuk memprediksi pergerakan IHSG (Fajriah et al. Emas adalah global currency yang nilainya diakui secara universal dan memiliki sifat yang tidak terpengaruh oleh inflasi . ero inflatio. sehingga harga emas selalu mengikuti pergerakan inflasi (BASIT, 2. Berdasarkan teori portofolio, harga emas dianggap sebagai investasi aman. Saat harga emas naik, investor cenderung beralih ke emas untuk menghindari risiko, sehingga investasi di pasar saham menurun dan menyebabkan IHSG Penelitian ini menunjukkan bahwa harga emas berpengaruh negatif terhadap IHSG (Dwiati dan Ambarwati, 2. (Fathimiyah & Fianto, 2. Penelitian lain juga menemukan bahwa secara parsial harga emas memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap IHSG dalam periode tertentu . , walaupun secara simultan bersama variabel lain seperti harga minyak dunia, harga emas berkontribusi signifikan terhadap pergerakan IHSG (BASIT, 2. Berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh (Purnama et al. menyatakan bahwa harga emas berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 235 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 Saham Gabungan. Penelitian ini sejalan dengan (Murhadi et al. , 2. menyatakan bahwa harga emas dunia berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG. Selain harga emas, harga minyak dunia memegang peran penting dalam perekonomian Indonesia, dimana kebutuhan masyarakat akan minyak sangat tinggi terhitung pada analisa data penggunaan masyarakat mulai dari minyak goreng sampai dengan bahan bakar minyak (BBM)(Prayogi et al. , 2. Kenaikan harga minyak dunia akan mendorong kenaikan harga saham perusahaan tambang(Istamar et al. , 2. Harga minyak dunia selama perang dagang AS-Tiongkok tahun 2025 mengalami fluktuasi signifikan yang berdampak langsung pada kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. Ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia ini menciptakan ketidakpastian pasar, menekan permintaan global, dan memicu volatilitas harga minyak. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa fluktuasi harga minyak global memiliki dampak langsung dan positif pada IHSG, menunjukkan bahwa seiring kenaikan harga minyak, indeks saham cenderung meningkat, dan sebaliknya. Hubungan ini dikaitkan dengan peran harga minyak sebagai indikator utama permintaan ekonomi global, yang pada gilirannya mempengaruhi sentimen investor dan kondisi ekonomi di Indonesia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa secara parsial minyak mentah berpengaruh positif signifikan terhadap Indeks Harga Saham Sektor Energy(Prayogi et al. Sejalan dengan penelitian sebelumnya mengkonfirmasi hubungan positif dan signifikan antara harga minyak dunia dan IHSG. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak umumnya dikaitkan dengan kenaikan indeks saham, yang mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi dan kepercayaan investor di pasar (Dientri et al. (JMBK_YOHANES_IGNATIUS_29-40. Pdf, n. )(Yohanes & Setyawan, 2. Sementara beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan harga minyak umumnya tidak secara signifikan mempengaruhi pengembalian saham industri di Indonesia, menunjukkan pengaruh langsung yang terbatas pada IHSG (Agusman & Deriantino, 2. (Tuisan & Jacobs, 2. Variabel lain yang berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) di Indonesia adalah Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA). Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) sebagai salah satu indeks saham utama di Amerika Serikat yang sering dijadikan acuan pergerakan pasar global, termasuk pasar saham di Indonesia. IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) kerap dipengaruhi oleh dinamika pasar global, terutama dari bursa saham besar seperti Amerika Serikat. Penelitian menunjukkan bahwa DJIA memiliki efek positif yang signifikan pada JKSE dan IHSG. Hal ini ditunjukkan melalui analisis regresi linier berganda yang menunjukkan bahwa peningkatan DJIA dikaitkan dengan peningkatan indeks Indonesia ini (Syarifuddin & Yusroni, 2024. Wahyu Suprapti & Hafizh. Darmawan et al. , 2. Berbanding terbalik dengan penelitian sebelumnya menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan dari Dow Jones Industrial Average terhadap Indeks Komposit Jakarta, khususnya selama pandemi COVID-19, di mana pelemahan DJIA berkorelasi dengan penurunan IHSG, menyoroti keterkaitan pasar global (Setiawan et al. Penelitian lain menyebutkan variabel indeks saham negara lain, yaitu DJIA, berpengaruh negatif terhadap JCI atau Indeks harga saham gabungan (IHSG) baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang (Pasaribu & Ismail, 2. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG pertama kali diperkenalkan pada tahun 1983 oleh Bursa Efek Jakarta . ekarang BEI) sebagai upaya untuk menyediakan indikator yang mewakili seluruh saham yang diperdagangkan di bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan nilai yang berfungsi untuk mengukur kinerja gabungan dari seluruh saham yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia(Beureukat & Andriani, 2. Lebih lanjut IHSG adalah rangkaian informasi Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 236 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 historis mengenai pergerakan harga saham gabungan, sampai tanggal tertentu dan mencerminkan suatu nilai yang berfungsi sebagai pengukuran kinerja suatu saham gabungan di bursa efek(Suryanto, 2. IHSG berfungsi sebagai barometer utama pasar modal Indonesia, memberikan gambaran umum tentang kondisi pasar, dan digunakan sebagai acuan utama dalam pengambilan keputusan investasi oleh investor. Kenaikan IHSG umumnya diartikan sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar, sedangkan penurunan IHSG sering dikaitkan dengan ketidakpastian ekonomi atau sentimen negatif pasar. Harga Emas Dunia Harga emas dunia adalah nilai pasar emas yang biasanya diukur dalam mata uang dolar Amerika Serikat per ons troy. Harga emas dunia ditetapkan secara resmi dua kali sehari pada pukul 10. 30 GMT dan 15. 00 GMT oleh London Bullion Market Association (LBMA), yang dikenal sebagai harga gold fix atau harga tetap, serta harga spot price yang merupakan harga real-time di pasar. Emas dianggap sebagai aset yang dipercaya dapat melindungi nilai yang efektif terhadap inflasi dan bentuk lain dari ketidakpastian(Fathimiyah & Fianto, 2. Dan sangat jarang sekali harga emas mengalami penurunan. Harga emas dipengaruhi oleh hubungan antara penawaran dan permintaan. Semakin besarnya permintaan maka semakin tinggi pula harganya (Adi & Ismawati, 2. Kenaikan harga emas mendorong investor untuk memilih berinvestasi pada emas dibandingkan dengan pasar modal, hal ini dikarenakan memiliki risiko yang relatif lebih rendah dan memberikan imbal balik dengan kenaikan harganya (BASIT, 2. Emas berperan penting sebagai aset lindung nilai dan safe haven, sehingga pergerakan harganya menjadi indikator penting dalam pasar keuangan global dan nasional. Harga Minyak Dunia Harga minyak dunia adalah nilai pasar minyak mentah yang ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran global. Harga ini menjadi acuan utama dalam perdagangan minyak internasional dan biasanya diukur dalam dolar Amerika Serikat per Dua jenis minyak mentah yang paling sering digunakan sebagai patokan harga minyak dunia adalah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent Crude Oil. West Texas Intermediate (WTI) adalah minyak mentah yang berkualitas tinggi berjenis light-weight dan memiliki kadar belerang yang rendah (Dientri et al. , 2. Brent Crude tergolong minyak mentah ringan karena kepadatannya yang relatif rendah dan manis karena kandungan sulfurnya yang rendah, sekitar 0,37%, sehingga mudah disuling menjadi produk seperti bensin dan bahan bakar jet. Harga minyak dunia berfungsi sebagai indikator utama dalam pasar energi global dan mempengaruhi berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri manufaktur, transportasi, hingga kebijakan fiskal dan moneter negara-negara penghasil maupun konsumen minyak. Harga minyak juga menjadi tolok ukur dalam pengambilan keputusan investasi di sektor energi dan berdampak pada inflasi serta pertumbuhan ekonomi global. Kenaikan harga minyak akan mendorong kenaikan harga saham sektor pertambangan, hal ini dikarenakan secara umum peningkatan harga minyak akan memicu kenaikan harga bahan tambang(Beureukat & Andriani, 2. Lonjakan harga minyak dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, memicu inflasi, dan mempengaruhi kebijakan moneter. Sebaliknya, penurunan harga minyak dapat menekan pendapatan negara penghasil minyak dan mempengaruhi investasi di sektor energi. Indeks Dow Jones Dow Jones Industrial Average (DJIA) didefinisikan sebagai salah satu indeks pasar saham tertua dan paling terkenal di dunia yang mencerminkan kinerja 30 perusahaan publik terbesar dan paling berpengaruh di Amerika Serikat. DJIA berfungsi sebagai indikator utama kesehatan ekonomi Amerika Serikat dan sering dijadikan barometer sentimen pasar Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 237 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 global karena peran AS sebagai ekonomi terbesar dunia. Indeks Dow Jones adalah salah satu indeks pasar saham yang didirikan oleh editor The Wall Street Journal dan pendiri Dow Jones & Company. Charles Dow sebagai suatu cara untuk mengukur kinerja komponen industri di pasar saham Amerika Serikat(Beureukat & Andriani, 2. Indeks ini tidak hanya menjadi fokus bagi yang melakukan transaksi di Wall Street, akan tetapi berlaku juga bagi semua individu yang terlibat dalam kegiatan di bursa saham di seluruh dunia((Narisa Fakhrani Saputri & Zulfa Irawati, 2. Sehingga. Indeks Dow Jones sering digunakan sebagai bahan acuan dalam proses pengambilan keputusan dan informasi bagi investor yang masih berjalan hingga saat ini(Juni et al. , 2. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Harga Emas Dunia Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Harga emas dunia memiliki hubungan yang erat dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. Emas sering dianggap sebagai safe haven atau aset perlindungan nilai, terutama saat terjadi ketidakpastian ekonomi atau gejolak di pasar Ketika harga emas naik, biasanya hal ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko di pasar saham. Ketika harga emas naik, biasanya hal ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko di pasar saham. Dalam berinvestasi, investor akan memilih berinvestasi yang memiliki keuntungan yang lebih tinggi dan risiko yang rendah(Ambarwati et al. , 2. Akibatnya, sebagian investor mengalihkan dananya dari saham ke emas, sehingga permintaan saham menurun dan IHSG cenderung Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Ambarwati et al. , 2. , (Rotinsulu et al. , dan (Mahendra et al. , 2. menunjukkan bahwa harga emas dunia berpengaruh positif signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). H1 : Harga emas dunia berpengaruh positif signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Pengaruh Harga Minyak Dunia Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Harga minyak dunia merupakan salah satu faktor eksternal yang sering diperhatikan oleh pelaku pasar modal di Indonesia karena dapat mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Harga minyak dunia yang fluktuatif memberikan pengaruh pada pasar modal suatu negara(Darmawan & Saiful Haq, 2. Kenaikan harga minyak biasanya diartikan sebagai tanda meningkatnya permintaan global, yang bisa diinterpretasikan sebagai pemulihan ekonomi dunia. Hal ini kadang mendorong optimisme investor dan berdampak positif pada IHSG(Mahendra et al. , 2. Namun, kenaikan harga minyak juga bisa meningkatkan biaya produksi dan inflasi, menekan daya beli, serta menurunkan laba perusahaan non-energi, sehingga berpotensi menekan IHSG(Priyana et al. , 2. Beberapa penelitian menemukan bahwa harga minyak dunia berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG. Kenaikan harga minyak dunia dapat meningkatkan harga saham sektor energi dan mendorong IHSG secara keseluruhan, terutama ketika kenaikan harga minyak dikaitkan dengan pemulihan ekonomi global(Nabila & Wikantari, 2. , (Beureukat & Andriani, 2. , (Sri Rahayu & Diatmika. H2 : Harga minyak dunia berpengaruh positif signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Pengaruh Indeks Dow Jones Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks Dow Jones (DJI) merupakan salah satu indeks saham utama di Amerika Serikat yang sering dijadikan acuan oleh pelaku pasar global, termasuk Indonesia. Pengaruh Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 238 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 Amerika Serikat sangat besar bagi negara-negara lain termasuk Indonesia. Indeks Dow Jones yang bergerak naik, menandakan kinerja perekonomian Amerika Serikat secara umum berada pada posisi yang baik(Khairunnisa et al. , 2. Pergerakan Indeks Dow Jones akan mempengaruhi pergerakan IHSG juga. Karena sebagai salah satu negara tujuan ekspor Indonesia, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui kegiatan ekspor maupun aliran modal masuk baik investasi langsung maupun melalui pasar modal(Herlianto & Hafizh, 2. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Indeks Dow Jones berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG. Kenaikan DJI umumnya mendorong kenaikan IHSG, sedangkan penurunan DJI dapat menyebabkan penurunan IHSG. Hubungan ini diperkuat oleh integrasi pasar modal global, arus modal asing, dan kecenderungan investor domestik untuk mengikuti sentimen pasar dunia(Lestari, 2. (Kingkin, 2. , (Ainanur & Pertiwi, 2. H3: Indeks Dow Jones berpengaruh positif signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Gambar 1. Model Penelitian Metode Analisis Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh variabel harga emas dunia, harga minyak dunia, dan Indeks Dow Jones terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data harian dari masing-masing variabel, yaitu IHSG, harga emas dunia (XAUUSD), harga minyak dunia (XTIUSD), dan Indeks Dow Jones (DJIA), yang diambil untuk periode Februari hingga Mei 2025. Periode ini dipilih secara purposive karena mencerminkan kondisi ekstrem ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang ditandai dengan penerapan tarif resiprokal dan kebijakan saling membalas yang memengaruhi dinamika pasar global. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, yang digunakan untuk menguji pengaruh simultan maupun parsial dari ketiga variabel independen terhadap variabel dependen IHSG. Model regresi linier berganda dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Y= 1X1 2 X2 3 X3 A : Indeks Harga Saham Gabungan : Konstanta : Koefisien Harga Emas Dunia : Harga Emas Dunia : Koefisien Harga Minyak Dunia : Harga minyak dunia Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 239 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 : Koefisien Indeks Dow Jones : Indeks Dow Jones : Error. Hasil dan Pembahasan Analisis Statistik Deskriptif Untuk memberikan gambaran awal mengenai karakteristik data yang digunakan dalam penelitian ini, dilakukan analisis statistik deskriptif terhadap masing-masing variabel. Statistik deskriptif bertujuan untuk mengetahui nilai minimum, maksimum, rata-rata . , dan standar deviasi dari setiap variabel yang diteliti. Adapun variabel yang dianalisis meliputi harga emas dunia (XAUUSD) dalam satuan USD/troy ounce, harga minyak dunia (XTIUSD) dalam satuan USD/barel, indeks saham Dow Jones (DJIA), dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hasil analisis deskriptif dari masing-masing variabel disajikan pada Tabel berikut: Table 1. Statistik Deskriptif XAUUSD XTIUSD DJIA IHSG Valid . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Source: SPSS Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif terhadap empat variabel, yaitu XAUUSD . arga emas dunia dalam USD/troy ounc. XTIUSD . arga minyak dunia dalam USD/bare. DJIA . ndeks saham Dow Jone. , dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabunga. , masing-masing memiliki jumlah data sebanyak 74 observasi. Variabel XAUUSD menunjukkan nilai minimum sebesar 2. 848,50 dan maksimum 3. 425,30 dengan rata-rata 088,16 USD/troy ounce serta standar deviasi sebesar 173,10, yang mengindikasikan fluktuasi harga emas yang moderat selama periode observasi. XTIUSD memiliki rata-rata sebesar 66,11 USD/barel dengan standar deviasi terkecil yaitu 4,60, menunjukkan bahwa harga minyak dunia relatif stabil. Sementara itu, indeks DJIA memiliki rata-rata tertinggi 963,37 dengan standar deviasi sebesar 1. 816,89, mencerminkan adanya volatilitas yang cukup tinggi di pasar saham Amerika Serikat. Adapun IHSG memiliki nilai rata-rata 605,97 dan standar deviasi sebesar 243,96, menunjukkan fluktuasi yang moderat dalam indeks pasar saham Indonesia. Secara keseluruhan, data ini memberikan gambaran awal mengenai sebaran nilai dan tingkat volatilitas masing-masing variabel yang dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut dalam penelitian. Uji Normalitas Untuk memenuhi salah satu asumsi dalam analisis regresi linear, yaitu asumsi normalitas, dilakukan uji normalitas terhadap residual regresi. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah data residual terdistribusi secara normal, yang merupakan syarat penting agar hasil estimasi model regresi dapat diandalkan. Salah satu cara untuk menguji normalitas residual adalah dengan melihat histogram dari standardized residual disertai kurva normal. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 240 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 Gambar 2. Uji Normalitas Berdasarkan histogram standardized residual pada Gambar di atas, terlihat bahwa bentuk distribusi mendekati kurva normal . ell-shaped curv. , di mana sebagian besar residual berada di sekitar nilai nol. Hal ini menunjukkan bahwa residual tersebar secara simetris dan tidak terdapat penyimpangan ekstrem yang signifikan. Nilai mean residual mendekati nol . 62E-. dan standar deviasi sebesar 0. 979 juga mendukung asumsi Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data residual telah memenuhi asumsi normalitas, sehingga model regresi layak untuk digunakan dalam analisis lebih Selain histogram, uji normalitas juga dilakukan dengan menggunakan Normal Probability Plot (P-P Plo. dari standardized residual. Tujuan dari uji ini adalah untuk menilai apakah data residual menyebar secara normal, yang merupakan salah satu asumsi penting dalam regresi linear. Pada P-P Plot, data dikatakan berdistribusi normal jika titiktitik residual mengikuti garis diagonal secara konsisten. Gambar 3. Normal P-Plot Berdasarkan hasil P-P Plot pada Gambar di atas, terlihat bahwa sebagian besar titik Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 241 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 mengikuti garis diagonal, yang menunjukkan bahwa residual terdistribusi secara normal. Hal ini memperkuat kesimpulan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas. Selanjutnya, hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara variabel, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,642. Berdasarkan tabel interpretasi koefisien, nilai r yang berada dalam interval 0,60Ae0,799 termasuk dalam kategori AukuatAy. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hubungan antar variabel dalam penelitian ini tergolong kuat dan mendukung keberlanjutan analisis regresi. Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengidentifikasi apakah dalam model regresi terdapat korelasi yang tinggi atau sempurna antar variabel independen yang dapat memengaruhi kestabilan estimasi regresi. Pada tabel di atas, ditampilkan hasil korelasi dan covariansi antara variabel independen, yaitu harga emas dunia (XAUUSD) dalam satuan USD/troy ounce, harga minyak dunia (XTIUSD) dalam satuan USD/barel, dan indeks Dow Jones (DJIA). Tabel 2. Matriks Korelasi Model Correlations Covariances DJIA XAUUSD XTIUSD DJIA XAUUSD XTIUSD DJIA XAUUSD XTIUSD Dependent Variable: IHSG Berdasarkan hasil matriks korelasi, terlihat bahwa nilai pairwise correlation antar variabel independen berada di bawah 0,80. Nilai korelasi tertinggi yaitu antara XAUUSD dan XTIUSD sebesar 0,486, sedangkan antara XTIUSD dan DJIA menunjukkan korelasi negatif sebesar -0,524. Karena seluruh nilai korelasi berada di bawah ambang batas 0,80, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas tinggi antar variabel independen dalam model ini. Tabel 3. Nilai Tolerance dan VIF Collinearity Statistics Model Tolerance VIF XAUUSD XTIUSD DJIA (Constan. Dependent Variable: IHSG Lebih lanjut, berdasarkan nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF), seluruh variabel independen memiliki nilai tolerance di atas 0,1 dan nilai VIF di bawah 10. XAUUSD Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 242 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 memiliki tolerance sebesar 0,419 dan VIF sebesar 2,384. XTIUSD memiliki tolerance sebesar 0,324 dan VIF sebesar 3,086. sementara DJIA memiliki tolerance sebesar 0,398 dan VIF sebesar 2,510. Dengan demikian, baik berdasarkan korelasi antar variabel maupun uji VIF, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah multikolinearitas dalam model regresi yang digunakan. Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu observasi ke observasi lainnya. Salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi heteroskedastisitas adalah dengan melihat pola penyebaran titik-titik pada scatterplot antara nilai residual yang telah distandarkan dengan nilai prediksi standar dari regresi. Jika pola titik-titik tersebut menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan. Hasil dari uji heterokedastisitas tersebut disajikan pada gambar berikut: Gambar 4. Hasil Uji Heterokedastisitas Scatterplot Gambar scatterplot di atas menunjukkan hubungan antara nilai residual yang telah distandarkan (Regression Studentized Residua. dengan nilai prediksi hasil regresi (Regression Standardized Predicted Valu. Tujuan dari uji ini adalah untuk mendeteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan. Berdasarkan grafik, titik-titik data menyebar secara acak di sekitar garis horizontal nol tanpa membentuk pola tertentu yang jelas, baik pola mengerucut . one-shape. maupun melebar . an-shape. Penyebaran yang acak ini mengindikasikan bahwa varians residual bersifat konstan pada setiap tingkat nilai prediksi, yang berarti tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi. Dengan demikian, model regresi ini memenuhi salah satu asumsi klasik yaitu homoskedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Uji Koefisien Determinasi (RA) Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara dua atau lebih variabel independen (XAUUSD. XTIUSD. DJIA) terhadap variabel dependen (Y_IHSG) secara simultan. Nilai R berkisar antara 0 hingga 1. Jika nilai R Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 243 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 mendekati 1, maka hubungan antara variabel semakin kuat. Sebaliknya, jika mendekati 0, maka hubungan dianggap semakin lemah. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. Uji Koefisien Determinasi Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. DJIA. XAUUSD. XTIUSD Dependent Variable: IHSG Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai R Square adalah sebesar 0,412 atau 41,2%. Artinya, ketiga variabel independen secara simultan mampu menjelaskan variabilitas dari Y - IHSG sebesar 41,2%. Sisanya sebesar 58,8% . % - 41,2%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi ini. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara variabel XAUUSD. XTIUSD, dan DJIA terhadap Y - IHSG berada dalam kategori sedang atau moderat. Uji Hipotesis Parsial (Uji . UjiAeT digunakan utnuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (XAUUSD. XTIUSD. DJIA) yaitu harga emas dunia, harga minyak dunia, dan indeks dow jones mempengaruhi secara signifikan terhadap variabel dependen (Y_IHSG) yaitu indeks harga saham gabungan. Kriteria pengambilan keputusan dalam uji t adalah apabila nilai signifikansi (Sig. ) < 0,05, maka variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil pengolahan data untuk uji signifikasi simultan terdapat pada tabel berikut : Tabel 5. Signifikansi Uji t Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error Sig. Beta XAUUSD XTIUSD Standardized Coefficients DJIA Dependent Variable: IHSG Pengaruh Harga Emas Dunia Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Berdasarkan hasil analisis regresi yang dilakukan, diperoleh informasi bahwa variabel XAUUSD . arga emas duni. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meskipun pengaruhnya tidak sebesar variabel independen lainnya seperti XTIUSD . arga minyak duni. dan DJIA . ndeks Dow Jone. XAUUSD tetap memberikan kontribusi dalam menjelaskan variasi IHSG. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi yang positif sebesar 0,529, serta nilai signifikansi sebesar 0,010 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, hubungan antara harga emas dunia dan IHSG dapat dinyatakan signifikan secara statistik. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 244 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 Selain itu, nilai korelasi antara XAUUSD dan IHSG sebesar 0,246 menunjukkan adanya hubungan yang tergolong sedang. Meskipun korelasinya tidak terlalu kuat, angka ini tetap mencerminkan adanya keterkaitan antara pergerakan harga emas dunia dengan fluktuasi IHSG. Hubungan ini menjadi semakin relevan dalam konteks ketidakpastian global, seperti yang terjadi selama perang dagang tahun 2025. Ketegangan perdagangan antara negara-negara besar menyebabkan meningkatnya volatilitas pasar global dan mendorong investor untuk mengalihkan investasinya ke aset yang lebih aman seperti emas. Kenaikan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven berdampak pada kenaikan harganya, yang kemudian turut memengaruhi persepsi dan respons investor di pasar saham Indonesia. Berdasarkan hasil uji t, hipotesis H1 yang menyatakan bahwa harga emas dunia berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG dapat diterima. Hasil ini mengindikasikan bahwa kenaikan harga emas dunia secara signifikan cenderung diikuti oleh kenaikan nilai IHSG. Dengan kata lain, emas sebagai aset safe haven tetap memiliki peran penting dalam memengaruhi kinerja pasar saham nasional, terutama pada periode ketidakpastian seperti perang dagang global. Temuan ini juga sejalan dengan penelitian Prawirosaputro dan Hapsari . , yang menyatakan bahwa dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, harga emas yang lebih tinggi dapat meningkatkan kepercayaan di pasar saham dan secara positif memengaruhi IHSG. Pengaruh Harga Minyak Dunia Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Berdasarkan hasil analisis regresi yang dilakukan, variabel XTIUSD . arga minyak duni. menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Nilai koefisien regresi sebesar -0,274 menunjukkan arah pengaruh yang negatif. Selain itu, nilai signifikansi sebesar 0,003, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, mengindikasikan bahwa pengaruh tersebut signifikan secara statistik. Artinya, meskipun terdapat pengaruh yang signifikan, hubungan antara harga minyak dunia dan IHSG bersifat negatif, di mana kenaikan harga minyak dunia cenderung diikuti oleh penurunan nilai IHSG. Fenomena ini semakin terlihat jelas pada periode perang dagang global yang memanas pada tahun 2025, di mana ketegangan antara negaranegara besar memicu ketidakpastian pasar, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan pada sektor energi dan industri di negara berkembang, termasuk Indonesia. Dalam kondisi tersebut, kenaikan harga minyak dunia meningkatkan beban biaya produksi bagi perusahaan domestik, menurunkan ekspektasi profitabilitas, dan berdampak negatif terhadap kinerja pasar saham. Selain itu, depresiasi nilai tukar Rupiah memperbesar biaya impor, yang turut menekan kinerja emiten di pasar modal (Dientri et al. , 2. Dengan demikian, hipotesis H2, yang menyatakan bahwa harga minyak dunia berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG, tidak dapat diterima. Meskipun pengaruhnya signifikan, arah hubungan yang ditemukan justru negatif, terutama pada periode tekanan eksternal seperti perang dagang global pada tahun 2025. Pengaruh Indeks Dow Jones Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Berdasarkan hasil analisis regresi yang dilakukan, variabel DJIA (Dow Jones Industrial Averag. menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perubahan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Nilai koefisien regresi sebesar 0,339 yang bersifat positif, serta nilai signifikansi sebesar 0,000 . auh lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,. , menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pergerakan Indeks Dow Jones dan IHSG. Hasil ini mengindikasikan bahwa dinamika pasar saham Amerika Serikat, sebagai salah satu pusat keuangan global, memiliki peran penting dalam membentuk persepsi investor di pasar modal Indonesia. Ketika Indeks Dow Jones mengalami penguatan. IHSG cenderung merespons secara positif, karena hal tersebut dianggap mencerminkan optimisme terhadap kondisi ekonomi global. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 245 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sabatta et . serta Anggraini dan Nurhadi . , yang menyatakan bahwa fluktuasi DJIA berpengaruh signifikan terhadap IHSG dan dapat digunakan sebagai indikator dalam memprediksi arah pergerakan pasar saham di Indonesia. Selain itu. Wahyudi dan Ramani . juga menunjukkan bahwa pengaruh DJIA terhadap IHSG terjadi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sebagaimana dibuktikan melalui pendekatan Model Koreksi Kesalahan (Error Correction Model/ECM). Dengan demikian, hipotesis H3, yang menyatakan bahwa Indeks Dow Jones berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG, dapat Temuan ini semakin relevan dalam konteks ketidakpastian pasar global pada tahun 2025, di mana investor semakin mengandalkan kinerja bursa utama dunia sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Uji Hipotesis Simultan (Uji F / ANOVA) Untuk mengetahui apakah ketiga variabel independen, yaitu harga emas dunia (XAUUSD), harga minyak dunia (XTIUSD), dan Indeks Dow Jones (DJIA), secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), maka dilakukan uji ANOVA (Analysis of Varianc. atau uji F. Uji ini bertujuan untuk menguji signifikansi model regresi secara keseluruhan. Berikut merupakan tabel uji F : Tabel. Uji F (Simulta. Tabel 6. Uji Anova ANOVAa Model Mean Square Sig. Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: IHSG Predictors: (Constan. DJIA. XAUUSD. XTIUSD Berdasarkan hasil uji ANOVA yang ditunjukkan pada tabel di atas, diperoleh nilai F hitung sebesar 16,335 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dibangun signifikan secara statistik. Artinya, secara simultan ketiga variabel independen, yaitu harga emas (XAUUSD), harga minyak dunia (XTIUSD), dan Indeks Dow Jones (DJIA), berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hasil ini menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan layak dan dapat menjelaskan variasi yang terjadi pada IHSG berdasarkan ketiga variabel global tersebut. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa faktor-faktor eksternal seperti harga komoditas dan kinerja bursa utama dunia memiliki peran yang substansial dalam memengaruhi dinamika pasar saham di Indonesia. Efek simultan dari ketiga variabel tersebut mencerminkan interaksi kompleks berbagai faktor ekonomi global yang saling terhubung melalui mekanisme pasar keuangan Harga emas, sebagai aset safe-haven, menjadi pilihan investor dalam menghadapi ketidakpastian, yang menyebabkan kenaikan permintaan dan harga emas, sekaligus berdampak pada fluktuasi pasar saham seperti IHSG. Temuan ini sejalan dengan studi Lu et al. yang mengidentifikasi adanya perpindahan volatilitas dari pasar emas ke pasar saham. Sementara itu, harga minyak dunia memiliki hubungan dua arah dengan pasar saham, di mana kenaikannya dapat menekan profitabilitas perusahaan domestik Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 246 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 dan mengurangi ekspektasi pasar, terutama di negara pengimpor minyak seperti Indonesia. Dampak ini menjadi lebih menonjol dalam periode krisis global, seperti selama pandemi COVID-19, sebagaimana dijelaskan oleh Mensi et al. Di sisi lain. Indeks Dow Jones sebagai indikator utama kondisi pasar saham Amerika Serikat memiliki pengaruh signifikan terhadap IHSG melalui mekanisme transmisi sentimen dan ekspektasi investor lintas negara. Arfaoui dan Rejeb . menegaskan bahwa integrasi pasar global menyebabkan pergerakan indeks seperti Dow Jones menjadi acuan utama bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Hubungan ini menjadi semakin kuat pada tahun 2025, saat perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok memunculkan ketidakpastian global, menyebabkan fluktuasi harga komoditas, depresiasi mata uang negara berkembang, serta peningkatan arus modal keluar dari pasar saham. Dalam situasi tersebut, pergerakan harga emas, minyak dunia, dan Dow Jones secara bersamaan memainkan peran penting dalam menentukan arah pergerakan IHSG, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, khususnya di tengah tekanan eksternal seperti ketegangan geopolitik dan perang dagang. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh Harga Emas Dunia (XAUUSD). Harga Minyak Dunia (XTIUSD), dan Indeks Dow Jones (DJIA) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia selama periode perang dagang AS-Tiongkok tahun 2025, dapat disimpulkan bahwa harga emas dunia dan Indeks Dow Jones memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG di Indonesia selama periode penelitian. Harga emas dunia mengalami lonjakan tajam di tengah ketidakpastian global akibat perang dagang, karena investor global cenderung mencari aset aman . afe have. seperti emas. Kenaikan harga emas ini menandakan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko ekonomi, sehingga dana cenderung mengalir ke emas daripada ke aset berisiko seperti saham. Namun, dalam konteks IHSG, meskipun harga emas dunia melonjak, pengaruhnya terhadap IHSG cenderung tidak signifikan secara langsung. Hal ini karena kenaikan harga emas seringkali justru menandakan risk-off sentiment, di mana investor mengurangi eksposur di pasar saham dan beralih ke aset aman. Begitupun juga pergerakan indeks Dow Jones sangat memengaruhi IHSG, terutama karena pasar saham Indonesia sensitif terhadap sentimen global dan arus modal asing. Ketika Dow Jones melemah akibat eskalasi perang dagang. IHSG juga cenderung tertekan karena kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global dan potensi penurunan kinerja emiten di Indonesia. Sebaliknya, ketika Dow Jones menguat akibat adanya kabar positif seperti penundaan tarif atau kesepakatan dagang sementara. IHSG juga ikut menguat meski seringkali dengan jeda waktu . elay effec. Sedangkan harga minyak dunia tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG pada periode yang sama. Hal ini terjadi karena faktor-faktor lain seperti nilai tukar dan sentimen global lebih dominan dalam memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia pada masa ketidakpastian global. Akibat ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, harga minyak dunia mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi karena ekspektasi pertumbuhan permintaan global melemah, seiring meningkatnya risiko resesi ekonomi dunia akibat kebijakan tarif kedua negara tersebut. Hasil ini mengindikasikan bahwa pergerakan IHSG lebih sensitif terhadap dinamika pasar global, khususnya harga emas dan indeks saham utama dunia seperti DJIA, dibandingkan harga minyak dunia dalam konteks ketidakpastian global akibat perang dagang. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 247 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. MayAeJuly 2025 e-ISSN : 2622-6383 Penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel independen berupa harga emas dunia, harga minyak dunia dan Indeks Dow Jones, untuk selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi IHSG, seperti nilai tukar rupiah, inflasi, suku bunga, serta faktor politik dan kebijakan fiskal, agar analisis menjadi lebih komprehensif dan mampu menangkap pengaruh makroekonomi domestik dan global secara lebih menyeluruh. Selain itu agar memperpanjang periode penelitian atau menggunakan data dengan frekuensi yang lebih tinggi . isalnya harian atau minggua. untuk mengamati dinamika jangka pendek maupun jangka panjang, serta menguji kestabilan hubungan antar variabel selama berbagai kondisi ekonomi global, tidak hanya pada periode perang dagang saja. Metode analisis yang lebih kompleks seperti VAR. SVAR, atau model dinamis lainnya untuk menangkap hubungan kausalitas dan efek simultan antar variabel serta respon pasar saham terhadap kejutan harga komoditas dan indeks saham global dapat digunakan pada penelitian selanjutnya. Dan, fokus penelitian dapat dilakukan pada pengaruh variabel tersebut terhadap sektor-sektor tertentu di Bursa Efek Indonesia, misalnya sektor pertambangan atau energi, karena sensitivitas sektor terhadap harga minyak dan emas bisa berbeda-beda. Saran-saran ini diharapkan dapat membantu penelitian selanjutnya untuk menghasilkan temuan yang lebih mendalam dan aplikatif, serta memberikan manfaat praktis bagi pelaku pasar dan pembuat kebijakan. Ucapan Terimakasih Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik. Dengan penuh rasa hormat, penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. Drs. Sriyono. , dosen mata kuliah Global Business Management yang telah memberikan bimbingan, arahan serta masukan yang sangat berarti bagi penulis selama proses penyusunan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga penulis berikan kepada Prodi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian ini. Tak lupa, penulis juga berikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan Kelompok 4 Mata Kuliah Global Business Management atas kesediaan dan kerja sama dalam memberikan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Ungkapan terima kasih juga penulis berikan kepada segenap pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah membantu dan berkontribusi secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan penelitian ini. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca sangat penulis harapkan demi penyempurnaan di masa mendatang. Referensi