Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik. Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/konstruksi. Tersedia: https://journal. id/index. php/Konstruksi Analisis Pola Persebaran Permukiman Berdasarkan Faktor Penduduk di Kelurahan Wai Mhorock Distrik Abepura (Studi Kasus: Kelurahan Wai Mhorock. Distrik Abepur. Kezia E Kaiba1*. Sudiro2. Tommi3 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Fakultas Teknik. Universitas Cenderawasih. Indonesia *Penulis Korespondensi: sandrikaiba827@gmail. Abstract. Settlements are an important aspect in regional development, where settlements reflct human activities in fulfilling basic needs for housing. Wai Mhorock Village is one of the administrative villages located in Abepura District. Jayapura City. Based on Regional Regulation No. 18 of 2006 this study aims to analyze and examine the settlement patterns developing in this village and to identify whether population factors are the main influence on settlement distribution, or whether other factors play a role. The research method used is descriptive quantitative. Data collection was carried out through comprehensive field observation, documentation, in-depth interviews and data processing using applications such as ArcGIS. SPSS, or Excel. The results of this study show that the settlement distribution in Wai Mhorock Village is categorized as dispersed. This pattern occurs due to various factors, and based on regression results, it was found that population variablesAisuch as those not yet working and those already employedAisignificantly influence the Y coefficient. From these findings, it is expected that policies can be formulated to enhance regional development and to address issues within Wai Mhorock Village. Keywords: Population. Regional Development. Settlement Pattern. Spatial Analysis. Wai Mhorock Village. Abstrak. Permukiman merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan wilayah yang dimana permukiman mencerminkan aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan dasar akan tempat tinggal. Kelurahan Wai Mhorock merupakan salah satu kelurahan di Distrik Abepura kota Jayapura. Berdasarkan peraturan daerah nomor 18 tahun 2006Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan melihat pola permukiman yang tumbuh di kelurahan ini dan mengidentifikasi apakah faktor penduduk merupakan faktor pengaruh dari penyebaran permukiman ini atau faktor lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi secara menyeluruh di tempat penelitian, dokumentasi, wawancara dan pengolahan data di aplikasi seperti arcgis, spss atau excel. Hasil dari penelitian ini bahwa penyebaran permukiman di kelurahan Wai Mhorock tergolong Tersebar atau dispersed hal ini tentu saja dapat terjadi berdasarkan karena faktor dan faktor yang didapatkan berdasarkan hasil regresion bahwa faktor variabel kependudukan, belum bekerja dan sudah bekerja memiliki pengaruh yang signifikan atau mempengaruhi koefisien Dengan adanya hasil penelitian ini dapat diharapkan adanya kebijakan dalam meningkatkan dalam pembangunan wilayah serta kebijakan yang bisa memperbaiki masalah-masalah di kelurahan wai mhorock. Kata Kunci: Analisis Spasial. Kelurahan Wai Mhorock. Kependudukan. Pengembangan Wilayah. Pola Permukiman. LATAR BELAKANG Permukiman mencerminkan interaksi manusia dengan lingkungan serta perkembangan sosial, ekonomi dan budaya suatu wilayah. Pola persebaran permukiman dipengaruhi oleh faktor fisik dan sosial, terutama pertumbuhan serta distribusi penduduk. Menurut penelitian terdahulu Kelurahan Wai Mhorock di Distrik Abepura merupakan salah satu kelurahan dengan kepadatan penduduk tertinggi kedua, yaitu 3. 873 jiwa/ kmA kondisi ini menyebabkan perluasan permukiman yang cepat dan mempengaruhi pola persebarannya. Naskah Masuk: 19 September, 2025. Revisi: 01 Oktober 2025. Diterima: 17 Oktober, 2025. Terbit: 20 Oktober Analisis Pola Persebaran Permukiman Berdasarkan Faktor Penduduk di Kelurahan Wai Mhorock Distrik Abepura Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara faktor kependudukan dan pola persebaran permukiman di kelurahan Wai Mhorock sebagai dasar perencanaan pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Gambar 1. Lokasi Penelitian Sumber: Peneliti, 2025 KAJIAN TEORITIS Permukiman Menurut Savy . Permukiman merupakan satuan wilayah yang dimana suatu perumahan-perumahan yang berada sehinggah lingkungan dan lokasi nya tidak akan pernah lepas dari permasalahan yang terjadi di lingkup suatu permukiman sedangkan menurut Ilhami . faktor perkembangan permukiman juga bisa terjadi dikarenakan faktor alam, lokasi, aksesbilitas dan transportasi. Pola Permukiman Pola permukiman adalah suatu bentuk atau shape sebaran tempat tinggal atau permukiman yang dihasilkan berdasarkan suatu kondisi topografi dan dari aktivitas manusia (Sumiyati, 2. sedangkan menurut Sulistyowati . pola permukiman diberbagai daerah tidak sama karena adanya perbedaan dalam setiap susunan bangunan dan jalan-jalan dikarenakan keadaan geografis setiap daerah berbeda. Kependudukan Penduduk adalah orang yang tinggal dan mendiami suatu tempat atau kota dalam jangka waktu tertentu atau jangka waktu panjang (Kartomo, 1. Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. METODE PENELITIAN Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini merupakan metode yang bertujuan untuk menjelaskan sesuatu yang berdasarkan hal nyata serta menarik kesimpulan dari fenomena menggunakan statistik angka. Dengan dua teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis Tetangga terdekat atau Nearets Neighbor Analysis (NNA) dan Regresi Linear Berganda Nearest Neighor Analysis Merupakan suatu metode di mana jarak seberang ke tetangga terdekat dalam suatu pola acak M titik dan menghitung besar parameter tetangga terdekat atau T T adalah ukuran dari pola jarak yang mempresentasikan tingkat keteraturan jarak antar titik dibandingkan dengan distribusi acak. Rentang nilai T berada antara 0 hingga 2,15. Nilai T memiliki kategori indeks persebaran yaitu : Nilai T mulai dari 0 hinggah 0,7 merupakan pola menggelompok . II, nilai T mulai dari 0,8 hinggah 1,4 merupakan pola acak atau . i, nilai T mulai dari 1,5 hinggah > 2,15 adalah pola seragam atau tersebar merata (Dispersed pattern/unifor. Gambar 2. Pola Sebaran Analisis Tetangga Terdekat Analisis Regresi Linear Berganda Adalah analisis yang digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas dan variabel terikat dengan rumus sebagai berikut: Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 e Keterangan: Y = Variabel Dependen . ariabel terika. X = Variabel Independent . ariabel beba. a = Konstanta . ilai dari Y apabila X = . b = Koefisien regresi . engaruh positif atau negati. Dengan variabel yang akan diuji Keterangan: Analisis Pola Persebaran Permukiman Berdasarkan Faktor Penduduk di Kelurahan Wai Mhorock Distrik Abepura Y = Luasan Permukiman . ariabel depende. Titik 1 = 3. Titik 2 = 7. 6 ,Titik 3 = 2,85. Titik 4 = 5,69. Titik 5 =5,21. Titik 6 = 6. Titik 7 = 8,65. Titik 8 = 7,83. Titik 9 = 6,93. Titik 10 = 7,01 X1 = Kepadatan penduduk Titik 1 = 152 . Titik 2 = 485 ,Titik 3 = 398. Titik 4 = 320. Titik 5 = 156. Titik 6 = 121. Titik 7 = 238. Titik 8 = 170. Titik 9 = 152. Titik 10 = 171 X2 = Kematian Titik 1 = 6 . Titik 2 = 9 ,Titik 3 = 1. Titik 4 = 3. Titik 5 =7. Titik 6 = 4. Titik 7 = 9. Titik 8 = 3. Titik 9 = 5. Titik 10 = 2 X3 = Kelahiran Titik 1 = 1 . Titik 2 = 1 ,Titik 3 = 3. Titik 4 = 4. Titik 5 =1. Titik 6 = 1. Titik 7 = 3. Titik 8 = 1. Titik 9 = 1. Titik 10 = 3 X4 = belum bekerja Titik 1 = 17 . Titik 2 = 97 ,Titik 3 = 72. Titik 4 = 20. Titik 5 =90. Titik 6 = 17. Titik 7 = 44. Titik 8 = 42. Titik 9 = 44. Titik 10 = 14 X5 = sudah bekerja Titik 1 = 20 . Titik 2 = 24 ,Titik 3 = 122. Titik 4 = 46. Titik 5 =34. Titik 6 = 109. Titik 7 = 61. Titik 8 = 143. Titik 9 = 82. Titik 10 = 115 HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut ini tabel titik koordinat di Kelurahan Wai Mhorock yang akan dianalisis menggunakan tetangga terdekat Tabel 1. Titik Koordinat Permukiman di Kelurahan Wai Mhorock Permukiman Titik Titik Koordinat Titik Permukiman 1 2A36A33AS 140A41A07AE Titik Permukiman 2 2A36A32AS 140A40A34AE Titik Permukiman 3 2A36A15AS 140A40A55AE Titik Permukiman 4 2A36A11AS 140A40A54AE Titik Permukiman 5 2A36A09AS 140A40A48AE Titik Permukiman 6 2A36A06AS 140A40A45AE Sumber:Google Earth Setelah menentukan titik koordinat dan melakukan analisis tetangga terdekat maka hasil yang didapat di tunjukkan dengan dua gambar di bawah ini Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Gambar 3. Diagram Hasil Report File Nearest Neighbor Analysis Sumber: Peneliti,2025 Gambar 4. Hasil Report File Nearest Neighbor Analysis Sumber: Peneliti,2025 Dari gambar 3 menjelaskan bahwa hasil analisis menunjukkan bahwa permukimanpermukiman yang berada di kelurahan Wai Mhorock adalah permukiman yang tersebar atau dispersed hal ini ditunjukkan dari diagram yang diatas berada di warna merah yang artinya berada pada kategori >2,58 dan pada gambar 4 menunjukkan bahwa nilai Nearest neighbor Ratio kelurahan Wai Mhorock yaitu sebesar 1,8 dan Z-score nya sebesar 4,0 yang artinya angka ini masuk dalam kategori permukiman yang tersebar atau kategori T = i berikut ini gambar Peta titik penyebaran permukiman di kelurahan Wai Mhorock (Gambar . Analisis Pola Persebaran Permukiman Berdasarkan Faktor Penduduk di Kelurahan Wai Mhorock Distrik Abepura Gambar 5. Peta Titik Persebaran Permukiman Kelurahan Wai Mhorock Sumber : Peneliti, 2025 Kelurahan Wai Mhorock merupakan salah satu kelurahan yang persentase penduduk nya terbesar kedua setelah kelurahan Vim (Sumber : Badan Pusat Statistik Kecamatan Abepura 2. oleh sebab itu lahan permukiman yang ada di kelurahan Wai Mhorock sangatlah luas hal ini dapat dilihat pada peta di bawah ini (Gambar . Gambar 6. Peta Tutupan Lahan Kelurahan Wai Mhorock Sumber : Peneliti, 2025 Dan dari hasil Analisis Regresi Linear Berganda untuk melihat faktor pengaruh penyebaran menunjukkan Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Tabel 2. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficients Standard Error t Stat P-value Intercept 76,58631187 601,8400734 0,127253593 0,904880423 Kependudukan 5,144972214 1,236538382 4,160786507 0,014136172 Kematian -129,5794716 59,20546094 -2,188640534 0,093834383 112,5073268 117,6883524 0,955976734 0,393219609 Belum bekerja -19,90794935 4,968475566 -4,006852623 0,016038466 sudah bekerja 12,66644443 3,475962869 3,64401028 0,021886937 Sumber : Microsotf Excel 2010 Berdasarkan tabel di atas maka diperoleh persamaan analisis regresi linear berganda sebagai berikut: Y = 76,58 5,14X1 Ae 129,57X2 112,50X3 Ae 19,90X4 12,66X5 601,8 Keterangan: Nilai konstanta Luas permukiman (Y) sebesar 601,8 yang menyatakan jika variabel X1 sampai X5 adalah nol maka nilai luas wilayah adalah sebesar 76,58 . Nilai 5,14 pada variabel Kependudukan (X. adalah bernilai positif serta signifikan karena nilai p-value nya kurang dari 0,05 atau 0,01 dan menunjukkan bahwa setiap penambahan 1% jumlah penduduk maka lahan permukiman akan bertambah sekitar 5,14 . Nilai -129,57 pada variabel kematian (X. adalah bernilai negatif dan tidak signifikan dengan variabel Y karena nilai p-value nya 0,09 atau >0,05 yang artinya bahwa kematian tidak memiliki pengaruh terhadap penyebaran dan perkembangan permukiman, karena setiap kenaikan 1 satuan kematian akan menurunkan variabel dependen Y atau luas permukiman sebesar 129 dan karena nilai nya negatif maka pengaruhnya berlawanan arah. Nilai 112,50 pada variabel kelahiran (X. adalah bernilai positif dan tidak signifikan dengan variabel Y karena nilai p nya 0,39 atau >0,05 yang artinya bahwa faktor kelahiran tidak mempengaruhi penyebaran dan pertumbuhan permukiman di kelurahan Wai Mhorock. Walaupun secara koefisien variabel kelahiran searah dengan variabel Y karena semakin tinggi kelahiran maka semakin luas permukiman tetapi pengaruh nya tidak signifikan secara statistik yang artinya angka kelahiran tidak terbukti berpengaruh nyata terhadap variabel Y. Nilai -19,90 pada variabel belum bekerja (X. adalah bernilai negatif serta bersignifikan dengan variabel Y karena memiliki nilai p = 0,01 (<0,. Dapat diartikan setiap kenaikan 1% jumlah penduduk yang belum bekerja maka akan menurunkan variabel dependen Y atau luas permukiman secara signifikan sebesar 19. 90, meskipun koefisien negatif menunjukkan hubungannya berlawanan arah akan tetapi p value nya menunjukkan kekuatan bukti kuat bahwa hubungan itu memang ada dan terbukti dalam data bukan kebetulan. Analisis Pola Persebaran Permukiman Berdasarkan Faktor Penduduk di Kelurahan Wai Mhorock Distrik Abepura . Nilai 12,66 pada variabel sudah bekerja (X. adalah bernilai positif serta signifikan dengan variabel Y karena memiliki nilai p = 0,02 yang artinya bahwa semakin banyak penduduk yang bekerja atau penambahan 1% penduduk yang bekerja maka akan meningkatkan variabel Y atau luas permukiman sebesar 12,66. Berdasarkan uraian dan penjelasan di atas dapat dilihat bahwa dari 5 faktor dominan yaitu kependudukan, kematian, kelahiran, belum bekerja dan sudah bekerja hanya tiga faktor yang mempengaruhi variabel dependen atau Y yaitu faktor Kependudukan, belum bekerja dan sudah bekerja serta ketiga faktor independet ini menjadi pengaruh adanya penyebaran permukiman atau lebih dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kelurahan Wai Mhorock memiliki pola permukiman yang tersebar atau dispersed hal ini ditandai dengan Z-score nya >2,58 dan ratio nya 1,8 serta faktor pengaruh penyebaran permukiman di kelurahan Wai Mhorock berdasarkan hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa faktor kependudukan, belum bekerja dan sudah bekerja memiliki pengaruh terhadap penyebaran permukiman di kelurahan Wai Mhorock hal ini ditunjukkan dengan koefisien dan p-value yang bersignifikan dengan Y atau <0,05 karena p value faktor kependudukan 0,01, faktor belum bekerja 0,01 dan faktor sudah bekerja 0,02. Saran