Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Kunjungan Pasien Sebelum dan Semasa Pandemi di Puskesmas Penajam dan Puskesmas Babulu Aulia Nanda Fadia Usman1. Lilies Anggarwati Astuti Gauk 2. Sinar Yani3. Indriana Dwi Kuntari4. Cicih Bhakti Purnamasari5 Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia Laboratorium Profesi Dokter Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia Laboratorium Biologi Oral. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia Laboratorium Kedokteran Gigi Klinik RSUD AWS. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia Laboratorium Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia nandausman2000@gmail. ABSTRAK World Health Organization (WHO) pada awal tahun 2020 mengejutkan dunia dengan laporan mengenai kejadian infeksi berat yang saat ini diketahui penyebabnya adalah corona Infeksi ini pertama kali terjadi di suatu wilayah di Cina. Sejak kasus pertamannya, virus ini menyebar dengan cepat hingga terjadi pandemi di seluruh dunia. Indonesia adalah salah satu negara yang pernah menduduki peringkat tinggi sebagai negara dengan salah satu kasus infeksi paling banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kunjungan pasien sebelum dan semasa pandemi di Puskesmas Penajam dan Puskesmas Babulu. Penajam Paser Utara. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif, dengan mengumpulkan data sekunder yaitu data rekam medis bulan maret-desember tahun 2019 Data rekam medis didapatkan dari Puskesmas Penajam dan Puskesmas Babulu. Penajam Paser Utara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat penurunan jumlah kunjungan pasien di kedua puskesmas didominasi oleh kategori jenis kelamin perempuan dan kategori usia 5-11 tahun baik sebelum dan saat pandemi. Perbedaan signifikan yang didapatkan pada kedua waktu dan keadaan yang berbeda tersebut adalah penurunan jumlah dari kunjungan pasien. Penurunan jumlah kunjungan pasien yang signifikan menunjukkan adanya dampak nyata pandemi terhadap akses pelayanan kesehatan dasar di tingkat Kata kunci: Kunjungan pasien. Pandemi. Covid-19 ABSTRACT The World Health Organization (WHO) in early 2020 reports severe infections, which are now known to be caused by the coronavirus. Since its first case, the virus has spread rapidly to a worldwide pandemic. Indonesia is one of the countries that once ranked high as a country with the most cases of infection. This study aims to determine the comparison of patient visits before and during the pandemic at Penajam Health Care and Babulu Health Care. Penajam Paser Utara. This study is descriptive observational, by collecting secondary data, namely medical record data for March-December 2019 and 2020. Medical record data was obtained from the Penajam Health Center and Babulu Health Center. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Penajam Paser Utara. Based on the results of the study, it is known that there is a decrease in the number of patient visits at both puskesmas dominated by the female sex category and the 5-11 years age category both before and during the pandemic. The significant difference obtained at the two different times and conditions was a decrease in the number of patient visits. A significant decrease in the number of patient visits indicates a real impact of the pandemic on access to basic health services. Keywords: Patient visit. Pandemic. COVID-19 PENDAHULUAN Awal tahun 2020 dunia dihebohkan dengan laporan dari China kepada organisasi kesehatan dunia WHO mengenai insiden infeksi parah di salah satu wilatyah di China yaitu Wuhan. Sekarang, penyebab dari infeksi tersebut telah diketaui yaitu virus corona. pandemi global pecah, dengan Indonesia menduduki peringkat teratas negaranegara dengan jumlah kasus terinfeksi tertinggi (Levani dkk. , 2. Sejak dikonfirmasinya kasus pertama virus tersebut, diketahui penyebarannya luar biasa cepat, hingga terjadi pandemi di seluruh dunia. Menurut data yang telah dipublikasi oleh WHO saat data ini dibuat, di Indonesia sendiri telah tercatat 890 kasus terkonfirmasi Covid-19 dengan laporan kematian Provinsi Kalimantan Timur sendiri melalui website pemantauan kasus Covid-19 provinsi telah melaporkan sebanyak 657 kasus, diantaranya adalah kasus terkonfirmasi pada Kabupaten Penajam Paser Utara Banyaknya kasus serta kecepatan dari penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia menimbulkan perasaan cemas dan takut pada masyarakat untuk berkunjung ke tempat pelayanan Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan terhadap tingkat kecemasan masyarakat untuk berkunjung ke tempat pelayanan kesehatan semasa pandemi Covid-19 didapatkan hasil bahwa 89% dari 272 responden merasa cemas untuk berkunjung ke tempat pelayanan kesehatan disebabkan oleh kecemasan subjektif dan kekhawatiran masyarakat terhadap penularan virus Covid-19 (PH dkk. , 2. Selain itu berkurangnya jumlah pasien yang berkunjung ke pusat pelayanan kesehatan dimasa pandemi dapat juga disebabkan oleh pembatasan yang dilakukan terutama pada pelayanan gigi dan mulut. Pembatasan ini dilakukan karena pada profesi kesehatan gigi rentan terhadap penularan Covid-19, hal ini disebabkan oleh infeksi silang yang dapat terjadi karena adanya paparan virus melalui saliva dan darah pada area kerja (Liasari , 2. Virus ini dapat bertransmisi melalui droplet saat batuk, dan bersin. Ada mikroorganisme pada instrumen dental (Ashshiddiiqq dkk. , 2. Kabupaten Penajam Paser Utara adalah salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Timur, dibentuk pada tahun 2002 kabupaten ini terdiri atas 4 kecamatan dan telah memiliki 11 Puskesmas. Selain itu, di kabupaten ini sendiri telah memiliki 15 dokter gigi yang aktif baik di pusat kesehatan masyarakat maupun praktik sendiri. Berdasarkan hal tersebut, peneliti merasa Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki perkembangan yang cukup baik dalam bidang kesehatan, sehingga timbul ketertarikan untuk meneliti keinginan pasien untuk berkunjung ke tempat pelayanan kesehatan terutama poli gigi baik sebelum dan semasa pandemi dan membandingkan apakah ada perbedaan kunjungan pasien pada keadaan yang berbeda tersebut terutama berdasarkan usia dan jenis kelamin. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan secara deskriptif yaitu dengan mengambil data Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) sekunder berupa rekam medis untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tentang kunjungan pasien di Puskesmas Penajam dan Puskesmas Babulu. Penajam Paser Utara. Hal yang diperhatikan selain dari jumlah kunjungan pasien di tahun 2019 dan 2020 adalah dengan memperhatikan kelompok usia dan jenis kelamin pasien yang berkunjung. Untuk kelompok usia dibagi berdasarkan klasifikasi usia menurut Kementerian Kesehatan, yaitu masa balita . Ae5 tahu. , masa kanakkanak . Ae11 tahu. , masa remaja awal . Ae16 tahu. , masa remaja akhir . Ae25 tahu. , masa dewasa awal . Ae35 tahu. , masa dewasa akhir . Ae45 tahu. , masa lansia awal . Ae55 tahu. , masa lansia akhir . Ae65 tahu. , masa manula (Hakim, 2. Lalu, untuk kategori jenis kelamin dibagi menjadi perempuan dan laki-laki. HASIL Jumlah seluruh kunjungan pasien di bulan Maret Ae Desember 2019 di Puskesmas Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara adalah sebanyak 2443 Kunjungan tersebut lalu mengalami penurunan menjadi sebanyak 1068 kunjungan di tahun 2020. Penurunan jumlah kunjungan pasien ini juga di temui di Puskesmas Babulu. Penajam Paser Utara. Kunjungan pasien di bulan Maret Ae Desember 2019 adalah sebanyak 883 kunjungan dan mengalami penurunan menjadi sebanyak 431 kunjungan di tahun 2020. Jumlah kunjungan berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Profil kunjungan pasien di Puskesmas Penajam dan Puskesmas Babulu berdasarkan usia Kelomok 0-5 tahun >65 tahun Total Puskesmas penajam Persentase 52,1% Kunjungan pasien perempuan pada tahun 2019 di Puskesmas Penajam sebesar 1561 pasien dan pada tahun 2020 sebesar 669 pasien. Kunjungan pasien laki-laki pada tahun 2019 di Puskesmas Penajam sebesar 882 pasien dan pada 44,6% 60,7% 66,8% 60,3% 58,0% 60,5% 64,6% 50,0% 56,3% Puskesmas Babulu Persentase 23,39% 70,15% 42,37% 38,66% 69,78% 65,98% 37,84% 57,14% 44,39% tahun 2020 sebesar 399 pasien. Maka dapat disimpulkan kunjungan pasien Puskesmas Penajam pada tahun 2019 dan tahun 2020 lebih besar dari pada kunjungan pasien berjenis kelamin laki- Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Jumlah kunjungan pasien pada tahun 2019 lebih besar dari pada kunjungan pasien pada tahun 2020. Jumlah kunjungan berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 2. Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Puskesmas Penajam PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa jumlah kunjungan pasien poli gigi pada tahun 2019 di Puskesmas Penajam adalah 2443 pasien dan jumlah kunjungan di Puskesmas Babulu adalah 883 pasien. Pada tahun 2019 di Puskesmas Penajam dan Puskesmas Babulu pasien terbanyak adalah pasien berusia 5-11 tahun yaitu sejumlah 711 pasien dan di Puskesmas Babulu yaitu sejumlah 295 pasien. Pada tahun 2020 di Puskesmas Penajam kunjungan dan Puskesmas Babulu pasien terbanyak adalah pasien berusia 5-11 tahun yaitu sejumlah 294 pasien dan di Puskesmas Babulu yaitu sejumlah 226 pasien. Berdasarkan pada data-data tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa mengunjungi Poli Gigi Puskesmas Penajam dan Puskesmas Babulu baik sebelum dan semasa pandemi adalah kelompok usia 5-11 tahun yang diketahui rentan terhadap karies. Hal ini dapat terjadi karena kelompok anak sekolah dasar . sia 6-12 tahu. termasuk kelompok yang sering mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut dimana pada usia tersebut terjadi pergantian gigi. Gigi susu mulai tanggal, gigi permanen pertama mulai tumbuh . sia 6-8 tahu. Keadaan ini menunjukkan bahwa gigi anak berada pada tahap gigi campuran. Pada tahap ini, gigi permanen akan mudah rusak, karena kondisi gigi tersebut baru tumbuh belum Selain itu, di sekolah banyak jajanan yang bersifat kariogenik, yakni Tabel 2. Profil kunjungan pasien berdasarkan di Puskesmas Penajam dan Puskesmas Babulu berdasarkan jenis kelamin Puskesmas Babulu manis dan lengket yang dapat menyebabkan karies gigi, sehingga risiko terjadi karies juga makin tinggi. Keadaan rongga mulut pasien yang rentan inilah yang menyebabkan tingginya jumlah kunjungan pasien dengan kategori usia ini (Darwita, 2. Selain itu, hal ini dapat pula disebabkan karena anak-anak memiliki pengetahuan yang kurang dan belum mengerti dengan baik bagaimana pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Oleh karen itu, anak usia sekolah terutama yang pada periode gigi campuran perlu mendapat perhatian khusus sebab pada usia ini anak sedang menjalani proses tumbuh kembang (Listrianah dkk. , 2. Berdasar pada data yang didapatkan dari hasil penelitian didapati juga bahwa Puskesmas Babulu adalah puskesmas yang cukup aktif dalam melakukan Pelayanan UKGS sebelum Pandemi. Puskesmas tersebut bahkan menerima beberapa rujukan pasien dari unit kesehatan sekolah. Oleh karena itu,walaupun kebijakan yang ditetapkan mengutamakan pasien anak dan lansia, tidak terjadi perubahan kategori usia yang paling banyak mengunjungi Hal ini dikarenakan kunjungan pasien bahkan sebelum pandemi juga telah didominasi oleh pasien dengan kategori usia anak. Berdasarkan Tabel 2 kunjungan pasien perempuan pada tahun 2019 di Puskesmas Penajam sebesar 1561 pasien dan pada tahun 2020 sebesar 669 pasien. Kunjungan pasien laki-laki pada tahun 2019 di Puskesmas Penajam sebesar 882 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) pasien dan pada tahun 2020 sebesar 399 Maka dapat disimpulkan kunjungan pasien berjenis kelamin perempuan di Puskesmas Penajam pada tahun 2019 dan tahun 2020 lebih besar dari pada kunjungan pasien berjenis kelamin laki-laki. Jumlah kunjungan pasien pada tahun 2019 lebih besar dari pada kunjungan pasien pada tahun 2020. Tabel 2 juga menunjukkan bahwa kunjungan pasien berjenis kelamin lakilaki di Puskesmas Babulu pada tahun 2019 sebesar 356 pasien dan perempuan sebesar 526 pasien. Pada tahun 2020 kunjungan pasien laki-laki sebanyak 223 pasien dan perempuan sebanyak 268 Dapat dilihat bahwa kunjungan pasien di Puskesmas Babulu pada tahun 2019 lebih besar dari pada kunjungan pasien pada tahun 2020. Dari data yang telah didapatkan dapat mempengaruhi kunjungan pasien. Hal ini sejalan dengan penelitian yang di Puskesmas Jember, dimana pasien dengan jenis kelamin perempuan lebih kesehatan gigi. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini adalah karena perempuan cenderung lebih perduli terhadap kesehatan gigi dan mulutnya dibandingkan dengan laki-laki. Selain itu, disebutkan juga bahwa angka kesakitan atau toleransi terhadap sakit perempuan dibandingkan laki-laki adalah lebih rendah, ini menyebabkan seringkali perempuan merasakan sakit yang lebih dibandingkan yang dirasakan oleh lakilaki termasuk dalam hal penyakit gigi dan Karena perbedaan toleransi rasa sakit inilah, kebanyakan perempuan lebih merasakan urgensi untuk berobat atau melakukan tindakan pada sakit yang dirasakannya dibandingkan dengan lakilaki (Caresya dkk. , 2. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat juga mendukung hasil penelitian ini dimana dijelaskan bahwa kebersihan dan kesehatan rongga Disebutkan bahwa perempuan melakukan kunjungan gigi dibandingkan Dijelaskan kecendurungan ini berhubungan erat kebersihan dan kesehatan rongga mulut. Dalam hal ini, disebutkan pada penelitian tersebut bahwa perempuan cenderung untuk memiliki literasi kesehatan yang lebih besar dibandingan laki-laki (Lutfiyya dkk. , 2. Perempuan memiliki kesadaran yang lebih besar akan pentingnya kesehatan mulut. Selain itu, penelitian lain yang hasilnya sejalan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan di RSGM Universitas Jember yang menyatakan bahwa salah satu alasan kunjungan pasien perempuan ke Poli Gigi adalah selain karena perempuan memiliki lebih banyak waktu untuk berkunjung ke tempat tempat pelayanan kebanyakan perempuan terutama dalam penelitian ini yang RSGM Universitas Jember ditemukan bahwa pasien-pasien tersebut lebih bersiko untuk mengalami masalah gigi dan mulut dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang ada pada perempuan yang dapat mempengaruhi jaringan periodontal dimana peningkatan kadar hormonal hormon esterogen dan perubahan pada permeabilitas kapiler yang dapat mengakibatkan peningkatan aliran cairan gingiva yang dapat periodontal (Irawan, & Ainy. , 2. Selain kesehatan mulut secara keseluruhan ternyata berkaitan erat dengan gender kemungkinan perempuan menyikat gigi, pemeriksaan lebih tinggi daripada rekan laki-laki mereka. Sikap positif wanita terhadap kesehatan mulut mereka sejalan dengan penelitian di AS yang membandingkan perilaku kesehatan mulut dari perempuan dan laki-laki (Rajeh, 2. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) KESIMPULAN DAN SARAN Kunjungan pasien di Poli Gigi Puskesmas Penajam dan Puskesmas Babulu didominasi oleh kategori jenis kelamin perempuan dan kategori usia 511 tahun baik sebelum dan saat pandemi. Perbedaan signifikan yang didapatkan pada kedua waktu dan keadaan yang berbeda tersebut adalah penurunan kunjungan pasien, dimana untuk kategori jenis kelamin, jenis kelamin perempuan mengalami penurunan sebanyak 55,2% di Puskesmas Penajam dan penurunan sebanyak 49% di Puskesmas Babulu. Lalu, untuk kategori usia penurunan paling banyak ada pada usia 17-25 tahun yaitu penurunan sebanyak 66,8% di Puskesmas Penajam dan kategori usia 12-16 tahun dengan penurunan sebanyak 70,15% di Puskesmas Babulu. Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan segmentasi untuk memisahkan Analisa berdasarkan jenis layanan . awat jalan, rawat inap. IGD, layanan spesiali. untuk mengetahui lebih dalam dampak dari COVID-19 terhadap kunjungan pasien. REFERENSI