Jurnal JAPS Volume 4. Nomor 3 Desember 2023 P-ISSN: 2722-161X E-ISSN: 2722-1601 DOI: 10. 46730/japs. Dampak Globalisasi dalam Perkembangan serta Kemajuan Hubungan Kerjasama Antara Indonesia dan Jepang Alvin Pratama1. Della Fazera2. Iin Arsenna Br Sembiring3. Kiki Zakiah4. Lisna Anggia Fortunata5. Rayhan Fadilah6. Setyari Pambudi7 Prodi Pendidikan Geografi. Universitas Negeri Medan. Indonesia Prodi Pendidikan Geografi. Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia Email: alvnprtm21@gmail. Kata kunci Abstrak Globalisasi, kerjasama, politik. Globalisasi menunjukkan proses peningkatan keterhubungan dan ketergantungan budaya dan perekonomian dunia. Globalisasi menyasar seluruh aspek kehidupan, termasuk hubungan kerjasama antarnegara di dunia. Indonesia dan Jepang memiliki hubungan kerjasama yang erat dalam beberapa dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak globalisasi terhadap dinamika hubungan kerjasama antara Indonesia dan Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dampak globalisasi sangat berperan dalam hubungan kerjasama Indonesia dan Jepang. Kedua negara bekerjasama melalui beragam sektor, seperti ekonomi, ketenagakerjaan, politik, pendidikan. IPTEK, pariwisata, budaya, mitigasi bencana, dan militer. Keywords Globalization, cooperation, politics. Abstract Globalization shows the process of increasing interconnectedness and interdependence of world cultures and economies. Globalization targets all aspects of life, including cooperative relations between countries in the world. Indonesia and Japan have had close cooperative relations in recent decades. This research aims to identify the impact of globalization on the dynamics of cooperative relations between Indonesia and Japan. The research method used is a qualitative descriptive method through literature study. Based on the research results, it was concluded that the impact of globalization plays a significant role in the cooperative relations between Indonesia and Japan. The two countries collaborate through various sectors, such as economics, employment, politics, education, science and technology, tourism, culture, disaster mitigation and Pendahuluan Globalisasi merupakan sebuah kosakata yang familier dalam beberapa dekade National Geographic, di dalam sebuah artikelnya, menyebut bahwa globalisasi merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peningkatan keterhubungan dan saling ketergantungan budaya dan perekonomian dunia. Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain (Faiz & Kurniawaty, 2. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan (Nahak, 2. Secara sederhana, globalisasi adalah proses keterbukaan budaya-budaya luar yang dapat dilihat dengan mudahnya oleh seluruh penjuru dunia. Dampak yang ditimbulkan dalam proses globalisasi tersebut cukup berpengaruh terhadap kehidupan manusia, seperti dalam bidang ekonomi, teknologi, ilmu pengetahuan, dan sebagainya (Veronika et al. , 2. Dalam era globalisasi, informasi juga menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dalam mempengaruhi pola pikir manusia (Listiana, 2. Globalisasi menjadi fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan serta menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab dan dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan (Regiani & Dewi, 2. Bagi Indonesia, proses globalisasi telah begitu terasa sekali sejak awal dilaksanakan Proses globalisasi yang berupa pemikiran atau sistem nilai kehidupan mulai diadopsi dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di Indonesia. Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota dunia (Dewi, 2. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan- perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya. Jadi globalisasi adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia (Budiarto, 2. Adanya globalisasi mempengaruhi berbagai hal, termasuk hubungan internasional antarnegara. Hubungan internasional merupakan praktik dari hubungan lintas batas negara antar bangsa yang sudah ada sejak saat dimana terdapat interaksi antara aktor dengan aktor lainnya ataupun juga anggota masyarakat dengan anggota masyarakat lainnya. Hubungan internasional sudah menjadi suatu keharusan bagi suatu negara dan ia sangat dinamis karena mengikuti dan menyesuaikan dengan zaman (Syahira Azima et al. , 2. Hal ini tercermin dari interaksi atau praktik hubungan yang semulanya tidak sedemikian kompleks, kemudian sekarang berkembang modern yang beriringan dengan kompleksitas kehidupan manusia dalam masayarakat internasional. Faktor ketergantungan yang muncul dalam masyarakat internasional juga menjadi alasan hubungan internasional menjadi suatu keharusan dan sehingga tidak memungkinkan suatu negara berdiri tanpa adanya bantuan dari negara lain. Peran teknologi informasi dalam berkembangnya hubungan internasional tidak dapat dipungkiri sehingga akan sulit jika suatu negara ingin menutup diri dari hubungan internasional (Perwita & Yani, 2005:3-. Hubungan internasional selalu berkaitan dengan interaksi, interaksi yang beragam yang melintasi batas-batas nasional atau batas yuridis, baik interaksi yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh negara antar bangsa. Pola interaksi dalam hubungan internasional dapat berupa kerja sama. Hubungan internasional adalah aspek penting negara atau dasar-dasar negara sebagai bagian dari sistem internasional yang saling berinteraksi, dimana negara adalah aktor utamanya (Hasim, 2. Interaksi antar negara ini terjadi akibat dari ketidakmampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga diperlukan negara lain atau adanya keadaan saling membutuhkan antar negara. Dengan adanya interaksi ini maka muncul suatu hubungan yang melintasi batas negara disebut hubungan internasional. Dewasa ini, hubungan internasional adalah salah satu kajian yang perlu didalami mengingat banyaknya interaksi dalam hubungan internasional dan kompleksnya fenomena yang timbul akibat dari hubungan internasional (Darajati, 2. Tujuan utama dalam studi hubungan internasional adalah untuk mempelajari bagaimana fenomena internasional terjadi, baik perilaku para aktor negara maupun aktor non negara dalam sistem internasional. Fenomena yang terjadi dapat berwujud perang, konflik, kerjasama, pembentukan aliansi, interaksi dalam organisasi internasional dan sebagainya (Aji & Indrawan, 2. Hubungan internasional memiliki dampak bagi para pelakunya baik berupa keuntungan maupun kerugian, karena hal ini mengenai tentang sifat dan konsekuensi dari hubungan tersebut. Indonesia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, juga melakukan hubungan kerjasama dengan berbagai negara di seluruh dunia. Dari keseluruhan hubungan kerjasama itu. Indonesia memiliki kontak yang kuat dengan Jepang. Meski memiliki sejarah yang kelam pada masanya, kedua negara makin erat dalam melakukan kerjasama dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini juga dipengaruhi oleh globalisasi yang memberikan beragam kemudahan, khususnya melalui aplikasi teknologi yang makin Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan studi literatur. Studi literatur merupakan suatu teknik pengumpulan data yang mengkaji literatur yang berasal dari buku-buku fisik maupun non fisik berdasarkan tema dengan kasus tertentu atau berdasarkan kronologi kejadian secara detail. Menurut Zed . alam Eka Diah Kartiningrum, 2015:. , studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelola bahan penelitian. Sumber data yang diperoleh dari peneliti merupakan data sekunder yang berasal dari jurnal, artikel ilmiah, buku, dan sumber lain yang di dalamnya mengenai konsep yang diteliti. Dengan teknik ini, peneliti dapat mengumpukan berbagai referensi teori tentang kajian globalisasi, hubungan kerja sama Indonesia dan Jepang, dan teori-teori lainnya yang berhubungan dengan permasalahan dan penelitian ini. Pada proses penelitian ini, peneliti mengumpukan berbagai referensi teori tentang kajian yang sudah disebutkan dengan mempelajari berbagai sumber seperti buku-buku, majalah, artikel, jurnal, dan penelitian terdahulu. Selain itu, peneliti juga melakukan pencatatan, pemahaman dan pengklasifikasian dari analisis yang sudah dilakukan tersebut. Hasil dan Pembahasan . Perkembangan Hubungan Kerjasama Indonesia dan Jepang Indonesia adalah negara yang dahulu pernah dijajah oleh Jepang selama 3,5 tahun. Tetapi Indonesia telah merdeka dari masa penjajahan dan melakukan hubungan diplomatik dengan negara penjajah. Indonesia salah satunya melakukan hubungan diplomatik dengan Jepang. Dimulainya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Jepang pada bulan April 1958 dengan penandatanganan Perjanjian Perdamaian antara Jepang dan Republik Indonesia dan juga perjanjian pampasan perang yang ditandatangani oleh Ir. Soekarno di kementerian luar negeri. Perjanjian pampasan perang merupakan bentuk penggantian kerugian yang diakibatkan oleh Jepang di Indonesia pada masa perang dahulu. Perjanjian tersebut bertujuan untuk menciptakan citra baik Jepang di mata Indonesia. Sejak saat itu pula jalinan hubungan pemerintahan indonesia dengan pemerintahan jepang berlangsung tanpa hambatan. Setelah perjanjian tersebut hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang hingga saat ini berjalan dengan baik (Seniwati et al. , 2. Pada awal hubungan di kedua negara. Jepang menerapkan politik soft power untuk mendekati Indonesia. Hal itu lantaran soft power sebagai alat untuk mencapai tujuan dengan tindakan atraktif dan menjauhi tindakan koersif. Di tataran hubungan internasional, soft power diawali dengan membangun hubungan kepentingan, asistensi ekonomi, sampai tukar menukar budaya dengan negara lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk lebih mengambil hati Indonesia dengan cara yang lebih halus tanpa adanya konflik fisik diantara kedua negara. Indonesia menyadari bahwa negara Jepang merupakan salah satu mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Jepang juga berpikir bahwasanya Indonesia sebagai mitra dagangnya (Avivi & Siagian, 2. Berbagai sektor kerjasama telah dijalankan oleh Indonesia dan Jepang baik di bidang ekonomi, pendidikan, perdagangan bahkan kultural Hal tersebut dilakukan untuk saling memenuhi kebutuhan masing-masing negara (Seniwati et al. , 2. Kesepakatan Indonesia dan Jepang dibuat dalam upaya untuk meningkatkan arus barang lintas batas serta investasi antara kedua negara. Perdagangan semacam ini termasuk penghilangan bea masuk untuk sebagian besar produk ekspor, hal ini dirancang untuk menguntungkan kedua negara. Perjanjian tersebut juga menyediakan ruang untuk memperlancar Foreign Direct Investment (FDI) atau bisa disebut dengan investasi langsung asing Jepang di Indonesia (Jepang telah menjadi salah satu investor terbesar di Indonesi. Sektor Kerjasama Indonesia dan Jepang Indonesia termasuk dalam negara berdaulat yang berhak untuk melaksanakan kerjasama dengan negara lain. Banyak hubungan bilateral yang dilakukan Indonesia dengan dengan negara lain terhitung hingga April 2019 Indonesia berhasil menjalin 162 hubungan bilateral dengan negara lain, salah satunya yaitu hubungan bilateral dengan negara Jepang. Bagi Indonesia. Jepang merupakan salah satu negara dengan kategori negara maju di Benua Asia. Sehingga hal ini mendorong Indonesia untuk melakukan suatu kerjasama dengan Jepang dalam upaya untuk memenuhi kepentingan nasional Indonesia. Kerjasama antara Indonesia dan Jepang mencakup berbagai sektor, diantaranya yaitu: Sektor Ekonomi Kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang ekonomi salah satunya yaitu IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreemen. yang disepakati pada tanggal 20 Agustus 2007. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang (IJEPA) bertujuan untuk meningkatkan impor, ekspor, dan investasi di kedua negara. Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk menghasilkan manfaat yang adil dan seimbang bagi kedua negara melalui langkah-langkah liberalisasi pasar, fasilitasi dan kerja sama peningkatan kapasitas yang diidentifikasi sebagai bidang prioritas. Perjanjian tersebut menghasilkan kerjasama ekonomi antara kedua negara di bidang perdagangan, investasi, barang dan jasa, hak intelektual di bidang energi dan sumber daya mineral. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Jepang adalah mangsa pasar terbesar bagi produk Indonesia, menyumbang 20% dari total ekspor Indonesia, sedangkan Jepang adalah sumber impor terbesar kedua bagi Indonesia, menyumbang 13%. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat impor dan ekspor antara Indonesia-Jepang. Indonesia berpeluang untuk mengirim pekerja semi-terampil ke Jepang. Hingga sekarang ini. Jepang telah merekrut pekerja Indonesia yang bergerak dibidang farmasi, keperawatan, otomotif, dan tenaga kerja. Sektor Ketenagakerjaan Kerjasama bidang ketenagakerjaan antara Jepang dan Indonesia salah satunya yaitu Tokutei Ginou. Kerja sama ini memberikan keuntungan dan manfaat yang dihasilkan yakni meningkatkan kesejahteraan Jepang dan Indonesia, memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif di Jepang dan kesempatan lapangan pekerjaan bagi Indonesia, mempertahankan kelancaran produktivitas ekonomi bagi Jepang dan Indonesia, meningkatkan hubungan kerjasama Jepang dan Indonesia merupakan suatu perwujudan kerjasama antara kedua negara. Jepang yang dikenal sebagai negara yang menutup diri, dengan tegas membuka jalan masuk bagi negara luar khusunya negara Indonesia dengan melakukan berbagai bentuk kesepakatan dan Keunggulan-keunggulan Indonesia sebagai negara pengirim tenaga kerja yakni adanya bonus demografi . sia mud. atau usia produktif yang sangat dibutuhkan oleh Jepang, angka perkawinan serta kelahiran yang tinggi dibanding Jepang, serta citra positif dan sikap pekerja keras yang melekat pada Indonesia yang telah lebih dulu dipegang erat oleh Jepang. Kerjasama yang dilakukan Jepang dan Indonesia dalam program Tokutei Ginou merupakan langkah yang baik yang diambil oleh Pemerintah Jepang, karena juga dapat mendorong potensi-potensi negara berkembang khusunya negara Indonesia yang meneriwa tawaran kerjasama dalam program Tokutei Ginou. Sektor Politik Kesepakatan politik antara Indonesia dan Jepang telah dibangun melalui berbagai forum, seperti Forum Dialog Politik (FDP) dan Forum Strategis Politik (FSP). FDP adalah forum yang dimulai pada tahun 1982, yang menyelenggarakan dialog antara politisi Indonesia dan Jepang untuk meningkatkan komunikasi dan kooperasi politik. FSP adalah forum yang dimulai pada tahun 1996, yang menyelenggarakan dialog antara politisi Indonesia dan Jepang untuk meningkatkan koordinasi dan kesepakatan politik. Kesepakatan ekonomi antara Indonesia dan Jepang telah dibangun melalui berbagai perjanjian politik, seperti Perjanjian Ekonomi Bebas dan Perjalanan (EEB) dan Perjanjian Pengurusan Sumber Daya Laut (PKSL). EEB adalah perjanjian yang dimulai pada tahun 1966, yang menyelenggarakan bebas perdagangan antara kedua PKSL adalah perjanjian yang dimulai pada tahun 1971, yang menyelenggarakan pengurusan sumber daya laut antara kedua negara. Pengaturan kerjasama politik antara Indonesia dan Jepang telah menjadi sebuah komitmen yang menjadi dasar bagi kesepakatan strategis, politik, dan ekonomi antara kedua negara. Sektor Pendidikan Bentuk kerjasama Indonesia dengan Jepang di bidang pendidikan yaitu dengan membangun kemitraan pendidikan, pertukaran pelajar dan tenaga pendidik, bantuan dan dukungan dalam pengembangan infrastruktur pendidikan, serta pengembangan kurikulum dan metode pengajaran. Kerjasama pendidikan antara Indonesia dan Jepang dimulai sejak lama, setelah kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada Pemerintah Jepang berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor pendidikan di Indonesia melalui program-program kemitraan yang saling Jepang juga memberikan bantuan dan dukungan dalam pengembangan infrastruktur pendidikan di Indonesia. Berbagai proyek pembangunan sekolah, universitas, dan fasilitas pendidikan lainnya telah didanai oleh pemerintah Jepang. Hal ini membantu meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan di berbagai daerah di Indonesia. Kerja sama lainnya yaitu mencakup pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang inovatif. Pendidik Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan workshop di Jepang, yang membawa inspirasi dan pengetahuan baru dalam mendesain kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik. Sektor IPTEK Salah satu contoh kerjasama Indonesia dan Jepang dalam bidang IPT Ek (Ilmu Pengetahuan Tingkatan Tingg. adalah proyek "Joint Research Project on Innovative Materials for Sustainable Society" yang dimulai pada tahun 2017. Proyek ini merupakan kerjasama antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Tsukuba. Objek utama dari proyek ini adalah untuk mengembangkan materialmaterial baru yang lebih ramah lingkungan dan lebih efisien untuk menghasilkan produk yang lebih baik dan lebih berkualitas. Kedua institusi bekerja sama untuk mengembangkan teknologi dan metode untuk mengolah material-material yang lebih ramah lingkungan, seperti menggunakan bahan baku yang lebih terbaik dan mengurangi penggunaan bahan Proyek ini juga mencakup pengembangan teknologi untuk mengurangi penggunaan energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Indonesia dan Jepang bekerja sama untuk mengembangkan teknologi yang dapat mengurangi penggunaan energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca dengan lebih efisien. Sektor Pariwisata Sektor pariwisata merupakan bagian yang sangat mendukung bagi kemajuan perekonomian negara Indonesia, dan juga dengan negara Jepang. Bentuk kerjasama kebudayaan Indonesia dan Jepang di bidang yaitu membuat kebijakan wisata ramah Indonesia sebagai negara yang mayoritas beragama muslim memiliki hak untuk beribadah termasuk saat sedang berwisata. Jepang mulai tertarik untuk mengembangkan wisata dengan berbasis halal, hal ini dilakukan agar negara yang mayoritas muslim tertarik untuk berkunjung. Promosi yang dilakukan pemerintahan Jepang melalui pariwisata juga melatarbelakangi berdirinya badan yang mengurus bidang wisata yaitu JNTO atau Japan National Tourizm Organization. Peran organisasi ini adalah mendukung kegiatan pariwisata dengan cara menyediakan fasilitas infomasi wisata dan pariwisata halal. Contohnya dengan memasukan daftar restoran berlisensi halal (Takumi Asatsuma, 2018, dalam Amalia Hanifa 2019:. Sektor Budaya Beberapa program Indonesia dan Jepang di dalam kerjasama dalam sektor budaya antara lain yaitu The Japan Foundation. Program Sister City, dan Pertukaran Budaya SD RI Tokyo dengan SD Koyamadai. The Japan Foundation adalah sebuah lembaga dan wadah media dalam mengenalkan dan mempromosikan pertukaran budaya Jepang pada dunia termasuk juga Indonesia. The Japan Foundation memiliki tujuan untuk menjadi penghubung antara Pihak Jepang dan Indonesia dalam hal kebudayaan dan informasi, menjalin kerjasama antar kedua negara maka mampu menciptakan keselarasan dan menghindari kesalahpahaman yang perlu diluruskan, serta memperbaiki citra yang buruk di masa lalu. Hal ini dapat mengundang ketertarikan negara lain untuk menjalin kerjasama, dan juga berdampak pada masyarakat di tingkat internasional dalam saling memahami antar kebudayaan. Peran dari The Japan Foundation adalah untuk menjaga keharmonisan hubungan kebijakan diplomasi, khususnya pada bidang kebudayaan. Program The Japan Foundation saat ini lebih pada sebagai media untuk melakukan pertukaran pelajar yang di Indonesia dan Jepang. Semisal dengan penyelenggaraan program kolaborasi antar Jepang-Indonesia. Program yang diselenggarakan anatara per tiga bulan sekali atau per tahun sekali yaitu antara lain: Program Seni Budaya. Bahasa Jepang. Program Studi Belajar dan Pertukaran Intelektual. Sektor Mitigasi Bencana Indonesia dan Jepang mengadakan pertemuan dalam bentuk Seminar On Mapping Out Strategies for Better SeismicDisaster Mitigation di Departemen PU pada Februari 2007 dan juga ditandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendukung pembentukan asosiasi ahli mitigasi bencana dan pendirian Disaster Prevention Research Institute di Indonesia. Indonesia dan Jepang melakukan pertukaran pengalaman dengan melakukan riset bersama oleh para peneliti dari Indonesia dan Jepang. Riset ini adalah melakukan kerjasama dalam bidang mitigasi gempa dan gunung api yang diwujudkan dalam proyek Multi-diciplinary Hazard Reduction from Earthquake and Volcanoes in Indonesia. Tujuan utama dari kerjasama risetini adalah untuk meningkatkan kemampuan peneliti dari kedua negara dalam mengurangi dampak bencana gempa dan gunung api, serta meningkatkan kesiap-siagaan Secara khusus, selain itu proyek ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara para peneliti kedua negara dalam pengurangan resiko bencana. Sektor Militer dan Pertahanan Indonesia dan Jepang memiliki kerjasama dalam bidang militer dan pertahanan yang telah berkembang sejak beberapa tahun lalu. Contoh kerjasama antar kedua negara ini yaitu kerja sama dalam pengembangan sistem pengamanan dan pengendali radar, penjualan dan pengembangan sistem senjata, penjadwalan pelatihan, penjualan dan pengembangan sistem pengendali udara, laut, dan tanah. Dampak Globalisasi Terhadap Kerjasama Indonesia dan Jepang Globalisasi yang berkembang dari waktu ke waktu memberikan sumbangsih positif terhadap hubungan kerjasama antara Indonesia dan Jepang. Kedua negara makin memperluas hubungan kerjasama melalui berbagai sektor. Selain itu, kemajuan teknologi sebagai bagian dari produk terbesar globalisasi juga memberikan warna baru terhadap hubungan tersebut. Dampak globalisasi itu tercermin dari sejumlah kerjasama yang disepakati oleh kedua negara dalam beberapa tahun terakhir, di antaranya sebagai Pembangunan IKN Dengan globalisasi yang erat melalui beragam kecanggihan teknologi, maka proyek pembangunan IKN membuka peluang besar bagi investor Jepang. Peluang ini dapat diwujudkan melalui kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemangku kepentingan Jepang baik investor maupun pemerintah. Jepang dapat memberikan dukungan finansial, tenaga ahli, dan transfer teknologi untuk proyek pembangunan IKN ini. Pembangunan IKN yang sedang berjalan sangat masif ini dinilai sebagai mega project bagi investor Jepang setelah proyek MRT dan Pelabuhan Patimban yang juga bekerja sama dengan Jepang. Peluang kerja sama dalam mengembangkan IKN ini terbuka di sejumlah bidang di antaranya reforestasi, infrastruktur maupun pengelolaan perumahan. Jepang menunjukan ketertarikannya untuk melakukan investasi pada proyek IKN di Indonesia khususnya di bidang energi, terutama renewable yang berkaitan dengan komitmen net zero emission dari sisi karbon dan juga berbagai proyek infrastruktur (Arianto, 2. Dengan skema investasi. Indonesia menawarkan kepada Jepang untuk bekerjasama dalam proyek pembangunan IKN dengan skema Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau yang secara umum lebih dikenal dengan skema Public Private Partnership . Skema KPBU merupakan mekanisme kerjasama yang dibentuk antara pemerintah Indonesia dengan pihak swasta dalam penyediaan infrastruktur untuk kepentingan umum (Dafrin & Ichwani, 2. Indonesia bersama dengan Jepang telah melakukan beberapa kerjasama di bidang infrastruktur dengan menggunakan skema KPBU, salah satunya adalah proyek pembangkit listrik di Jawa Tengah, dimana proyek tersebut merupakan kerjasama antara Japan Bank for International Cooperation dengan Indonesia. Pengembangan Electric Vehicle (EV) Pemerintah Indonesia telah mempercepat pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Salah satu mitra yang sangat berperan dalam pengembangan EV di Indonesia adalah Jepang. Jepang telah lama menjadi pemimpin dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik. Negara ini memiliki beberapa produsen mobil terkemuka yang telah lama mengembangkan teknologi EV, seperti Nissan dan Toyota (Tulus Pangapoi Sidabutar, 2. Selain itu. Jepang juga memiliki infrastruktur yang kuat untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, termasuk jaringan pengisian baterai yang Kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam pengembangan EV telah terjalin cukup lama. Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan perusahaan Jepang untuk membangun infrastruktur pengisian baterai di beberapa kota besar, seperti Jakarta. Surabaya, dan Bandung. Selain itu, beberapa perusahaan otomotif Jepang juga telah berinvestasi dalam pabrik mobil listrik di Indonesia. Salah satu contoh kerja sama yang sukses antara Indonesia dan Jepang dalam pengembangan EV adalah proyek mobil listrik yang diluncurkan oleh Nissan. Pada tahun 2019. Nissan meluncurkan mobil listrik Nissan Leaf di Indonesia. Nissan Leaf merupakan mobil listrik yang telah terbukti di pasar global dan memiliki teknologi canggih untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah memberikan insentif bagi penggunaan kendaraan listrik, seperti pembebasan pajak dan subsidi untuk pembelian mobil listrik. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Jepang memiliki pengalaman dan teknologi yang dapat membantu Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur pengisian baterai yang lebih luas dan efisien. Selain itu, kerja sama dengan perusahaan otomotif Jepang juga dapat membantu dalam mengurangi harga kendaraan listrik melalui transfer teknologi dan investasi. Jepang juga memiliki pengalaman dalam pengembangan energi terbarukan, yang dapat digunakan untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia (Ramadhina & Ulfatun Najicha, 2. Dengan kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan. Indonesia dapat memastikan bahwa penggunaan kendaraan listrik tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan. Dengan kerja sama yang kuat antara Indonesia dan Jepang, pengembangan kendaraan listrik di Indonesia dapat dipercepat. Pemerintah Indonesia perlu terus mendorong kerja sama dengan Jepang dalam pengembangan EV, baik melalui investasi, transfer teknologi, maupun kerja sama dalam pengembangan infrastruktur dan energi terbarukan. Oleh sebab itu. Indonesia dapat menjadi salah satu pemimpin dalam penggunaan kendaraan listrik di Asia Tenggara dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Kerja Sama Indonesia-Jepang dalam Meningkatkan Kualitas Sumber daya Manusia Kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Indonesian-Japan Business Network (IJB-Ne. merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan kedua negara dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan. IJB-Net adalah inisiatif yang dilaksanakan oleh perusahaan riset Jepang, yaitu Lexer Research Inc dengan dukungan dana dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Melalui kerja sama ini, berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu contoh program yang telah dilaksanakan melalui IJB-Net adalah program pelatihan teknologi manufaktur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia dalam bidang manufaktur, sehingga mereka dapat lebih siap untuk menghadapi tuntutan pasar kerja yang semakin kompetitif. Melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan di Indonesia, serta dukungan teknis dari Lexer Research Inc, program pelatihan ini telah memberikan manfaat yang besar bagi para peserta dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam bidang manufaktur. Selain itu. IJB-Net juga telah menyelenggarakan program pertukaran pelajar antar universitas. Program ini memungkinkan mahasiswa Indonesia untuk belajar di universitas-universitas di Jepang dan memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dalam berbagai bidang Melalui program ini, mahasiswa Indonesia dapat memperluas wawasan mereka, meningkatkan keterampilan bahasa Jepang, dan memperoleh pengalaman yang berharga dalam lingkungan akademik Jepang. Selain program pendidikan dan pelatihan. IJB-Net juga telah mendukung pengembangan keterampilan melalui berbagai program sertifikasi. Simpulan Globalisasi menjadi fenomena khusus dalam peradaban manusia yang terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Ia menjamur ke berbagai sektor kehidupan, termasuk hubungan internasional yang mencakup hubungan antarnegara. Indonesia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, juga melakukan hubungan kerjasama, khususnya dengan Jepang. Globalisasi memberikan dampak signifikan terhadap hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Jepang. Meski memiliki sejarah yang kelam. Indonesia dan Jepang tak menyambutnya sebagai penghambat dari hubungan kerjasama yang disepakati. Kemajuan teknologi sebagai bagian dari efek globalisasi menjadikan hubungan kedua negara makin erat. Beberapa sektor menjadi fokus dari kerjasama Indonesia dan Jepang, yaitu ekonomi, ketenagakerjaan, politik, pendidikan. IPTEK, pariwisata, budaya, mitigasi bencana, dan militer. Dengan adanya hubungan kerjasama ini, relasi antara Indonesia dan Jepang membentuk suatu interaksi yang positif karena saling bergantung antara satu dengan yang lainnya. Melalui globalisasi yang kian pesat ke depannya, hubungan kerjasama antara Indonesia dan Jepang diperkirakan bakal terus berlanjut dan merambah ke berbagai sektor kehidupan lainnya. Referensi