AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1297-1301 Basic Engine Training Of Gasoline Injection System Pada Guru Produktif SMK Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Farid Majedi1. Achmad Aminudin1. Muhammad Taali2. Nanang Romandoni1* 1Jurusan Teknik. Teknologi Rekayasa Otomotif. Politkenik Negeri Madiun. Kota Madiun. Indonesia 2Jurusan Administrasi Bisnis. Administrasi Bisnis. Politkenik Negeri Madiun. Kota Madiun. Indonesia Email: 1farid@pnm. id , 2 udin2@pnm. id , 3 muhammad_taali@pnm. id, 4* nanang@pnm. (* : coressponding autho. AbstrakOe Perkembangan teknologi bidang otomotif khususnya kendaraan roda empat semakin meningkat. Ini ditunjukkan dengan penggunaan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI) untuk sistem pemasukan bahan Oleh karena itu, guru harus continue untuk meng-upgrade skill dan keahliannya guna meningkatkan kualitas lulusan. SMK Teknik Bakti Persada merupakan sekolah yang memiliki salah satu program keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Ditinjau dari alat dan mesin yang ada dibengkel, rata-rata adalah mesin berteknologi EFI. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan kompetensi guru berkaitan dengan gasoline injection system. Pelatihan gasoline injection system merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru produktif di SMK Teknik Bakti Persada. Metode pelatihan yang diterapkan adalah teori dan praktik yang dilaksanakan selama 4 hari. Hasilnya menunjukkan peserta pelatihan mampu melakukan bongkar pasang motor stater, alternator, tune up engine EFI, dan penggunaan scanner untuk streaming data engine. Peningkatan keahlian guru SMK diharapkan berdampak terhadap kualitas lulusan dengan cepat terserapnya di dunia industri. Kata Kunci: SMK. Teknik Kendaraan Ringan, dan gasoline injection system AbstractOe The development of technology in the automotive sector, especially four-wheeled vehicles is This is shown by the use of Electronic Fuel Injection (EFI) technology for the fuel intake system. Therefore, teachers must continue to upgrade their skills and expertise in order to improve the quality of SMK Teknik Bakti Persada is a school that has one of the light vehicle engineering expertise Judging from the tools and machines that are in the workshop, the average is a machine with EFI There needs to be an effort to improve teacher competence related to the gasoline injection system. Gasoline injection system training is a community service program that aims to improve the competence of productive teachers at SMK Teknik Bakti Persada. The training method applied is theory and practice which is carried out for 4 days. The results showed that the trainees were able to disassemble the starter motor, alternator, tune up the EFI engine, and use a scanner to stream engine data. Improving the skills of vocational school teachers is expected to have an impact on the quality of graduates who are quickly absorbed in the industrial world. Keywords: vocational high school, light vehicle engineering, gasoline injection system PENDAHULUAN SMK Teknik Bakti Persada merupakan sebuah usaha pelayanan pendidikan yang terletak di Jalan Semangu Desa Kasugengan Lor Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Sekolah ini memiliki 2 kompetensi keahlian yaitu Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dan Teknik Komputer dan Jaringan. Akreditasi sekolah adalah B dengan jumlah total siswa sebanyak 247 anak. Teknologi Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) merupakan kompetensi keahlian yang berfokus pada jasa layanan servis, penggantian spare part di bengkel khususnya roda 4, dan assembling kendaraan bermotor. Akan tetapi karena keterbatasan alat dan SDM menjadikan beberapa sub kompetensi keahlian di TKRO belum diajarkan secara detail. Ini meliputi gasoline injection system, diesel injection system, gasoline diesel management system, dan electronic control unit. Oleh karena itu, sekolah perlu meng-upgrade kompetensi keahlian guru produktif TKRO dengan pelatihan yang Adapun masalah yang dihadapi oleh SMK khususnya di kompetensi keahlian TKRO dituliskan sebagai berikut: . Rasio alat praktik yang cukup besar yaitu 1:10 khususnya engine berteknologi injeksi untuk gasoline dan diesel. Guru produktif belum memiliki sertifikat kompetensi berkaitan dengan keahlian TKRO. Guru produktif belum pernah mengikuti pelatihan berkaitan dengan upgrading skill di bidang gasoline dan diesel injection system. Farid Majedi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1297 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1297-1301 Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan mitra yang diperoleh dari interview dengan sekolah, maka dapat dirumuskan beberapa solusi yang dipaparkan sebagai berikut: . Pengadaan alat baru berupa engine berteknologi injeksi khusus gasoline dan diesel serta training-nya. Delegasi guru produktif TKRO untuk mengikuti sertifikasi kompetensi di bidang keahlian TKRO. Delegasi guru produktif TKRO untuk mengikuti pelatihan kompetensi dengan bidang keahlian TKRO. Adapun untuk mencapai solusi point 1 membutuhkan cost yang relatif lebih besar. Ini menjadi rencana jangka panjang dalam menambah kuantitas dari alat praktek yang ada di bengkel. Sedangkan untuk mencapai solusi point 2, diperlukan persiapan khusus agar guru produktif dapat lulus dan dinyatakan kompeten oleh lembaga sertifikasi profesi. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah point 3 yaitu pelatihan kompetensi dengan bidang keahlian TKRO. Adapun pelatihan tersebut disesuaikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) khususnya dibidang Teknik Kendaraan Ringan Otomotif Level 1-4. METODE PELAKSANAAN Adapun tahapan untuk menyelesaikan permasalahan mitra dituliskan sebagai berikut: . proses interview dengan mitra untuk menganalisa sumber masalah dan penentuan problem solving yang realistis. penyusunan timeline pelaksanaan kegiatan. pelaksanaan pelatihan . eori dan prakti. Selanjutnya flow chart pelaksaann kegiatan ditunjukkan pada gambar 1. Gambar 1. Flow chart kegiatan pelatihan Adapun materi pelatihan yang disampaikan meliputi basic gasoline injection system, sensor dan actuator, motor stater, alternator, dan tune up engine. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 2124 Juni 2022. Adapun materi pelatihan merujuk dari hasil penelitian Afnison. , dkk. Elistanto. , dkk. Handoyono. , dkk. Haryana. , dkk. Mansur. Saputro. , dkk. Sugiarto. , . Sugiarto. , dkk. Wagino, dkk. HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun hasil dari pelaksanaan kegiatan pelatihan basic engine of gasoline injection system pada guru produktif SMK Teknik Bakti Persada adalah sebagai berikut: . pelaksanaan pembukaan yang berisi tentang pemaparan rundown kegiatan pelatihan, pemaparan SKKNI yang sesuai dengan Farid Majedi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1298 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1297-1301 program keahlian Teknik Kendaraan Ringan, dan materi pelatihan. pelaksanaan training dengan metode hybrid . eori dan prakte. evaluasi pelaksanaan pelatihan. Adapun dokumentasi pelaksanaan pelatihan basic engine of gasoline injection system ditunjukkan pada Gambar 2-5. Gambar 2. Pembukanaan pelaksanaan pelatihan basic engine of gasoline injection system Gambar 3. Identifikasi Electronic Control Unit (ECU), sensor, dan actuator di engine berteknologi EFI Farid Majedi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1299 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1297-1301 Gambar 4. Praktek trouble shooting pada engine berteknologi EFI Gambar 5. Praktek penggunaan automotive scanner Materi pelatihan basic engine of gasoline injection system disesuaikan dengan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yaitu pemeliharaan kendaraan ringan sistem injeksi. Ini meliputi memelihara baterai, memperbaiki sistem manajeman engine, menggunakan alat ukur, memelihara sistem kontrol emisi, melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja, memperbaiki sistem pengapian, membaca gambar teknik, memelihara sistem bahan bakar bensin, softskill, dan produktivitas. Hasilnya menunjukkan peserta pelatihan mampu melakukan bongkar pasang motor stater, alternator, tune up engine EFI, dan penggunaan scanner untuk streaming data engine. Evaluasi kinerja peserta juga dilaksanakan dengan uji praktek per topik bahasan setelah diajarkan. Hasilnya menunjukkan 3 peserta pelatihan mampu memenuhi kriteria nilai praktek di masing-masing topik bahasan yang telah diajarkan. KESIMPULAN Simpulan dari pelaksanaan pelatihan basic engine of gasoline injection system adalah peserta pelatihan mampu melakukan overhoul motor stater dan alternator, tune up engine EFI, serta penggunaan scanner untuk streaming data engine. Selain itu, peserta pelatihan juga mampu memenuhi kriteria nilai praktek pada masing-masing topik pembahasan. Farid Majedi | https://journal. id/index. php/amma | Page 1300 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1297-1301 REFERENCES