Devi Putri Oktavia1. Sudarman2. Indah Permatasari3. Kadori Haidar4 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH MODEL PEMEBELAJARAN KOOPERATIF KOLABORASI THINK TALK WRITE DAN TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IX SMPN 01 SAMARINDA Devi Putri Oktavia1. Sudarman2. Indah Permatasari3. Kadori Haidar4 Universitas Mulawarman1. Universitas Mulawarman2. Universitas Mulawarman3. Universitas Mulawarman4 pos-el: oktaviadevi990@gmail. com1 , sudarman@fkip. permatasari@fkip. id3, kadori. haidar@fkip. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75, meskipun berbagai upaya pembelajaran konvensional telah diterapkan. Dengan model pembelajaran kooperatif, yaitu think talk write dan talking stick. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif think talk write dan talking stick terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IX di SMP Negeri 1 Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan pretest-posttest. Dengan subjek penelitian sebagai kelas IX G sebagai kelas eksperimen dan kelas IX F sebagai kelas kontrol,masing-masing berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif think talk write dengan talking stick. Pada kelas eksperimen, ketuntasan belajar meningkat dari 3,33% pada pretest menjadi 76,67% pada posttest, dengan peningkatan sebesar 73,34%. Sedangkan pada kelas kontrol, presentase tuntas pretest sebanyak 6,67% dan presentase tuntas posttest sebanyak 63,33%, yang artinya bahwa kenaikan presentase ketuntasan sebanyak 56,66% sehingga terjadi kenaikan sebanyak 16,68%. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif think talk write dengan talking stick berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IX di SMP Negeri 1 Samarinda. Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif. Think Talk Write. Talking Stick. Hasil Belajar. IPS ABSTRACT This research is motivated by the low learning outcomes of students in social studies subjects that have not reached the Minimum Completion Criteria (KKM) of 75, despite various conventional learning efforts have been applied. Using cooperative learning models, namely think talk write and talking stick. This study aims to determine the effect of cooperative learning model think talk write and talking stick on student learning outcomes in social studies subjects for grade IX at SMP Negeri 1 Samarinda. This type of research is quantitative research with a quasi-experimental design using pretest-posttest. The research subjects were class IX G as the experimental class and class IX F as the control class, each consisting of 30 students. The results showed that there was a significant improvement in the learning outcomes of students who used the cooperative learning model think talk write with talking stick. In the experimental class, learning completeness increased from 3. 33% in the pretest to 76. 67% in the posttest, with an increase of 73. Meanwhile, in the control class, the pretest completion percentage was 67% and the posttest completion percentage was 63. 33%, which means that the increase in completion percentage was only 56. 66% so that there was an increase of 16. It can be concluded that the cooperative learning model think talk write with talking stick has a positive and significant effect on student learning outcomes in social studies subjects for grade IX at SMP Negeri 1 Samarinda. Keywords: Cooperative Learning Model. Think Talk Write. Talking Stick. Learning Outcomes. Social Studies Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Devi Putri Oktavia1. Sudarman2. Indah Permatasari3. Kadori Haidar4 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan saat ini, kualitas pembelajaran baik dalam penguasaan materi maupun model pembelajaran selalu diupayakan. Salah satu yang dapat dilakukan oleh guru yaitu dengan mengikuti pembaharuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan berbagai sistem pembelajaran di Peningkatan mutu pendidikan diharapkan dapat tercipta melalui suatu proses pembelajaran yang interaktif antara guru dan peserta didik. Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung sepanjang hayat dalam segala lingkungan dan situasi yang memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan setiap individu (Pristiwanti. Proses belajar dapat dikatakan efektif apabila siswa aktif mengikuti kegiatan belajar, berani mengemukakan pendapat, bersemangat, kritis dan Tujuan pengajaran yaitu diperolehnya bentuk perubahan tingkah laku siswa ke arah yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan pendapat (Herawati, 2. belajar dan latihan dapat menyebabkan perubahan dalam tingkah laku, sikap dan pengetahuan. Adapun tujuan dari penelitian yaitu Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif kolaborasi tipe think talk write dan talking stick. Hasil IPS pembelajaran kooperatif kolaborasi tipe think talk write dan talking stick. Serta mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif kolaborasi tipe think talk write dan talking stick terhadap hasil belajar siswa SMP Negeri 01 Samarinda. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada 01 Agustus 2024 di SMP Negeri 1 Samarinda kelas IX pada mata pelajaran IPS. Peneliti menemukan permasalahan pada hasil mata pelajaran IPS di kelas IX F dan di kelas IX G, di mana hasil ulangan harian IPS siswa kelas IX masih belum mencapai kriteria yang ditentukan, yaitu nilai KKM 75. Padahal guru selalu memberikan penjelasan, memberikan kisi-kisi sebelum ujian agar memudahkan siswa, tapi ternyata masih jauh dari KKM yang diharapkan. Berdasarkan latar belakang, kajian teori, dan kerangka berfikir maka hipotesis sebagai berikut Ha: Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IX yang menggunakan model kooperatif think talk write dengan talking stick lebih tinggi daripada siswa yang tidak menggunakan model tersebut. H0: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan anatara hasil belajar IPS siswa kelas IX yang menggunakan model kooperatif think talk write dengan talking stick dan siswa yang tidak menggunakan model Keadaan inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian di kelas IX. SMPN 01 Samarinda dalam upaya mencari pemecahan masalahnya agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Salah mengembangkan model pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai alternatif guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, yaitu model pembelajaran kooperatif Think Talk Write (TTW) dan Talking Stick. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode eksperimen quasi. Penelitian quasi, peneliti tidak mempunyai keleluasaan untuk memanipulasi subjek, artinya random kelompok biasanya di pakai sebagai dasar untuk menetapkan sebagai (Abraham & Supriyati, 2. Penelitian eksperimen quasi merupakan desain Devi Putri Oktavia1. Sudarman2. Indah Permatasari3. Kadori Haidar4 identifikasi masalah dan perumusan hipotesis mengenai hubungan kausal antara variabel. Peneliti kemudian menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan kelompok yang telah ada secara natural, tanpa melakukan randomisasi subjek. Tahap selanjutnya adalah melaksanakan pretest pada kedua kelompok untuk mengukur kondisi awal, memberikan perlakuan pada kelompok eksperimen, lalu melakukan posttest menggunakan instrumen yang sama. Data hasil pengukuran dianalisis secara statistik untuk membandingkan perubahan antara kelompok eksperimen dan kontrol guna menentukan signifikansi efek perlakuan. Dalam penelitian ini populasi adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 01 Samarinda, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling, dimana kelas menggunakan kelas kontrol dan kelas eksperimen, kelas IX F sebagai kelas kontrol sebanyak 30 siswa dan kelas IX G sebagai kelas eksperimen sebanyak 30 siswa. Jenis penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan Menurut (Irfan Syahroni, 2. Penelitian kuantitatif berisi unsurunsur kuantitatif . ngka, frekuensi. Analisis ini dilakukan dengan perhitungan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang dilakukan menunjukkan Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen sebagaimana pada diagram berikut. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Gambar 1 Hasil Prettest Kelas Kontrol dan Eksperimen Sumber: Diolah Peneliti . Pada diagram kelas kontrol menunjukkan bahwa rentang skor pretest berkisar antara 20-79 dengan rentang 59 poin, sedangkan pada posttest rentang skor sedikit meluas menjadi 20-87 dengan rentang 67 poin. Distribusi frekuensi pada kedua pengukuran menunjukkan pola yang relatif merata dengan peningkatan yang minimal dari pretest ke posttest. Sebagian besar siswa tetap berada pada rentang skor yang sama atau hanya mengalami peningkatan kecil, dengan peningkatan yang paling terlihat pada interval 70-79. Secara keseluruhan, perubahan yang terjadi tidak dramatis dan mengindikasikan bahwa kelas kontrol mengalami peningkatan yang terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran konvensional atau tanpa intervensi khusus memberikan dampak yang minimal terhadap peningkatan kemampuan siswa. Gambar 2 Hasil Posttest Kelas Kontrol dan Eksperimen Sumber: Diolah Peneliti . Pada diagram kelas eksperimen menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dari pretest ke posttest. Devi Putri Oktavia1. Sudarman2. Indah Permatasari3. Kadori Haidar4 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Meskipun rentang skor pretest sama dengan kelas kontrol yaitu 20-79, pada posttest rentang skor meluas secara dramatis menjadi 20-102 dengan rentang 82 poin. Yang paling mencolok adalah munculnya kategori skor baru pada interval 90-102 yang tidak ada pada saat pretest, serta peningkatan frekuensi siswa yang drastis pada interval skor tinggi seperti 70-79, 80-87, dan 90-102. Distribusi pergeseran yang jelas ke arah kanan . ight-skewe. , menandakan peningkatan kemampuan yang signifikan. Pola ini pembelajaran atau intervensi yang diterapkan pada kelas eksperimen sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan Berdasarkan perbandingan antara kedua diagram menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok dalam efektivitas Kelas menunjukkan peningkatan yang jauh lebih besar dibandingkan kelas kontrol, dengan kemampuan mencapai skor maksimal yang lebih tinggi . Distribusi perubahan pada kelas eksperimen menunjukkan pergeseran yang lebih jelas ke arah skor tinggi, sementara kelas kontrol hampir tidak menunjukkan perubahan yang Hasil ini memberikan bukti kuat bahwa metode atau intervensi yang diterapkan pada kelas eksperimen terbukti efektif dan terdapat perbedaan signifikan dalam pencapaian pembelajaran antara kedua kelompok. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa treatment atau intervensi yang diberikan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan Berdasarkan hasil perbandingan ini, metode yang diterapkan pada kelas diimplementasikan secara lebih luas karena menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan prestasi akademik siswa. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data hasil penelitian berdistribusi normal atau atau tidak dalam penelitian model pembelajaran kooperatif think talk write dengan talking stick pada mata pelajaran IPS siswa kelas IX smp negeri 01 samarinda berdistribusi normal atau tidak. Data hasil dari uji normalitas hasil niali pretest dan posttest kelas kontrol serta hasil ujian pretest dan posttest kelas eksperimen sebagai berikut. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Tabel 1 Uji Normalitas Hasil Belajar Kelas Kontrol dan Eksperimen Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar pada kelas IX F sebagai kelas kontrol dan kelas IX G sebagai kelas eksperimen. Pada pretest kelas kontrol yaitu kelas IX F diperoleh nilai kolmogorov smirnov = 0. 155 dengan nilai probabilitas berdasarkan koreksi liliefors nilai p = 0. 065 dan nilai shapiro wilk 943 dengan probabilitas . Pada posttest kelas kontrol yaitu kelas IX F diperoleh nilai kolmogorov smirnov = 0. 107 dengan nilai probabilitas berdasarkan koreksi lilierfors nilai p 200 dan nilai shapiro wilk adalah 0. dengan probabilitas . Serta hasil pretest kelas eksperimen yaitu kelas IX G diperoleh nilai smirnov = 0. 155 dengan nilai probabilitas berdasarkan koreksi liliefors nilai p = 063 dan nilai shapiro wilk adalah 0. dengan probabilitas . Pada posttest kelas eksperimen yaitu kelas IX G diperoleh nilai kolmogorov smirnov = berdasarkan koreksi lilierfors nilai p 016 dan nilai shapiro wilk adalah 0. dengan probabilitas . Maka Devi Putri Oktavia1. Sudarman2. Indah Permatasari3. Kadori Haidar4 berdistribusi normal karena probabilitas lebih besar dari 0. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui sebaran data dari setiap variabel tidak menyimpang dari ciri-ciri data yang homogen. Untuk melakukan uji ini menggunakan uji leveneAos untuk test homogeneity of varience. Kriteria homogenitas menurut levene adalah probability . >0,05 maka mempunyai varian yang homogen atau berasal dari populasi yang homogen. Berikut data hasil uji homogenitas. Tabel 1 Uji Homogenitas Hasil Belajar Kelas Kontrol dan Eksperimen Berdasarkan hasil perhitungan pengujian homogenitas variansi hasil belajar pada test of homogenity of variances dengan menggunakan uji SPSS didapatkan output tes probabilitas on mean = 0,985 , probabilitas on median = 0,800 dan probabilitas on median and with adjustes df = 0,800, oleh karena probabilitas >0,05 maka dapat diketahui bahwa hasil belajar mempunyai varian yang homogen atau data berasal dari populasi dengan varian sama. Uji Hipotesis Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui apakah hipotesis yang diungkapkan dalam penelitian ini dapat diterima atau ditolak. Berdasarkan uji prasyaratan yang untuk pengujian hipotesis dengan beberapa prasyaratan seperti normalitas dan homogenitas dapat Dalam penelitian ini diajukan hipotesis penelitian yaitu : Ha :Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IX yang menggunakan model kooperatif Think talk write dengan Talking Stick lebih tinggi daripada siswa yang tidak menggunakan model tersebut. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan H0 :Tidak terdapat pengaruh yang signifikan anatara hasil belajar IPS siswa kelas IX yang menggunakan model kooperatif Think talk write dengan Talking stick dan siswa yang tidak menggunakan model tersebut. Tabel 2 Uji Hipotesis Hasil Belajar Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think Talk Write dengan Talking Stick terhadap Siswa SMP Negeri 01 Samarinda. Pada pertemuan pertama peneliti memberikan tes awal . bertujuan untuk melihat kemampuan awal siswa di kedua kelas. Kelas kontrol dan kelas eksperimen diberikan perlakuan yang berbeda, kelas kontrol menggunakan metode konvensional sedangkan kelas kooperatif think talk write dengan talking stick , setelah diberikan perlakuan yang berbeda pada akhir pertemuan siswa diberikan tes akhir . sebanyak 20 butir soal pilihan ganda. Postest ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan akhir siswa setelah diberikan perlakuan. Pada saat proses pembelajaran siswa diberikan model pembelajaran kooperatif think talk write dengan talking stick siswa dibagi menjadi 6 kelompok untuk belajar. Kemudian pendidik pembelajaran kooperatif think Talk Write (TTW) dan Talking Stick. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan materi pembelajaran setelah ini siswa diberikan waktu untuk belajar dan berdiskusi dengan kelompok, tampak siswa sangat bersemangat saat belajar, dengan tetap dibimbing peneliti. Setelah waktu yang ditentukan selesai kemudian peneliti mulai permainan talking stick agar interaksi siswa dengan peneliti terjalin dan menguji pengetahuan Devi Putri Oktavia1. Sudarman2. Indah Permatasari3. Kadori Haidar4 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan siswa dari yang mereka pelajari. Peneliti mulai memutar musik dan mengajak siswa sambil membawa tongkat yang dijadikan sebagai alat musik kemudian ketika musik dihentikan peneliti meminta tongkat kepada salah satu anggota kelompok dan memberikan pertanyaan yang diambil dari sub materi yang telah mereka pelajari tadi, ketika anggota dari kelompok tidak bisa menjawab maka di oper keanggota yang lainnya. Kemudian memberikan penjelasan dari sub materi yang telah diberikan agar siswa lebih mudah lagi untuk memahami apa yang Selama pembelajaran think talk write dengan talking stick siswa sangat antusias, situasi kelas berjalan dalam kendali yang baik. Berdasarkan situasi kelas eksperimen pada saat proses pembelajaran di atas sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh (Kurniati, 2. talking stick adalah kelompok dimana guru menggunakan tongkat sebagai media agar mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Talking stick membuat siswa dapat lebih memahami materi karena ia mempelajarinya kembali melalui buku paket yang tersedia, daya ingat siswa lebih baik sebabakan ditanya kembali tentang materi yang sudah dijelaskan oleh guru, siswa mungkin tidak merasa jenuh karena ada tongkat sebagai pengikat daya tarik pada siswa (Irwan Banjarnahor et , 2. Berdasarkan hasil teori diatas dapat disimpulkan bahwa adanya model pembelajaran kooperatif think talk write dengan talking stick dapat mempengaruhi kondisi belajar IPS siswa agar lebih menarik,menyenangkan dan efektif yang tentunya siswa dapat lebih memahami materi perkembangan kerjasama dunia, saat dilakukan uji coba penerapanya pada siswa SMP Negeri 01 Samarinda menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap perlakuan yang diberikan saat proses pembelajaran berlangsung. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Hasil Belajar IPS Siswa kelas IX Model Kooperatif Think Talk Write dengan Talking Stick Berdasarkan hasil yang telah dilakukan peneliti pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Samarinda, pencapaian hasil belajar IPS pada materi perkembangan kerjasama Pada kelompok kontrol dari 30 siswa kelas IX F memperoleh nilai ratarata pretest 44,47, nilai tertinggi yang didapatkan siswa adalah 80, nilai terendah yang didapatkan siswa adalah 20 dan siswa yang mendapatkan nilai tuntas sebanyak 2 siswa dan siswa yang mendapatkan nilai tidak tuntas sebanyak 28 siswa. Kemudian untuk nilai posttest kelompok kontrol dari 30 siswa kelas IX F SMP Negeri 1 Samarinda nilai rata-rata posttest kelas kontrol adalah 72,83, nilai tertinggi yang didapatkan siswa adalah 90, nilai terendah yang didapatkan siswa adalah 40, siswa yang mendapatkan nilai tuntas sebanyak 19 siswa dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 11 siswa dimana presentase tuntas pretest sebanyak 6,67% serta presentase tuntas posttest sebanyak 63,33% yang artinya bahwa terdapat kenaikan presentase ketuntasan sebanyak 56,66%. Pada presentase tidak tuntas pretest sebanyak 93,33% serta presetase tidak tuntas posttest sebanyak 36,67% yang artinya bahwa terdapat penurunan presentase tidak tuntas sebanyak 56,66%. Pada kelompok eksperimen dari 30 siswa kelas IX G SMP Negeri 1 Samarinda pada materi perkembangan kerjasama dunia memperoleh nilai ratarata pretest 48,33, nilai tertinggi yang didapatkan siswa adalah 80, nilai terendah yang didapatkan siswa 20, siswa yang mendapatkan nilai tuntas sebanyak 1 siswa, sedangkan siswa yang mendapat nilai tidak tuntas sebanyak 29 siswa. Kemudian hasil nilai posttest dari 30 Devi Putri Oktavia1. Sudarman2. Indah Permatasari3. Kadori Haidar4 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan siswa kelas IX G Negeri 1 Samarinda pada materi perkembangan kerjasama dunia nilai rata rata posttest kelompok eksperimen adalah 79,67, nilai tertinggi yang didapatkan siswa adalah 100, nilai terendah yang didapatkan siswa adalah 55, siswa yang mendapatkan nilai tuntas sebanyak 23 siswa, dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 7 siswa dimana presentase tuntas pretest sebanyak 3,33% serta presentase tuntas posttest sebanyak 76,67% yang artinya bahwa terdapat kenaikan presentase ketuntasan sebanyak 73,34%. Pada presentase tidak tuntas pretest sebanyak 96,67% serta presentase tidak tuntas posttest sebanyak 23,33% yang artinya terdapat penurunan tidak tuntas sebanyak 73,34%. Berdasarkan tuntas kelas kontrol dan kelas eskperimen pada pretest sebanyak 3,34%, pada presentase tuntas kelas kontrol dan kelas eskperimen pada posttest sebanyak 13,34% sehingga terjadi kenaikan sebanyak 16,68%. Pada nilai presentase tidak tuntas kelas kontrol dan kelas eskperimen pada pretest sebanyak 3,34%, pada presentase tidak tuntas kelas kontrol dan kelas eksperimen pada posttest sebanyak 13,34% sehingga terjadi penurunan sebanyak 16,68%. Hal tersebut peningkatan yang signifikan terhadap kelas eksperimen yang menggunakan kolaboratif tipe think talk write dan talking stick. Berdasarkan proses pembelajaran yang terjadi dikelas eskperimen sejalan dengan pendapat (Irwan Banjarnahor et , 2. Pembelajaran dengan model talking stick diawali oleh penjelasan guru mengenai materi pokok yang akan Peserta kesempatan membaca dan mempelajari materi tersebut, diberikan waktu yang cukup untuk aktivitas ini. Kelompok yang memegang tongkat terlebih dahulu wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah mereka mempelajari materi pokoknya. Kegiatan ini diulang terus menerus sampai semua kelompok mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan dari guru. Berdasarkan disimpulkan bahwa perlunya model pembelajaran yang bervariasi agar pembelajaran tidak monoton, bukan hanya berpengaruh pada hasil belajar siswa tetapi dapat juga memperbaiki halhal yang bermasalah saat pelaksaan proses pembelajaran. Dengan dibuktikan data dari hasil belajar kelompok kontrol yang menggunakan model konvensional dan kelompok ekseperimen menggunakan model pembelajaran think talk write dengan talking stick untuk melihat pengaruh model pembelajaran yang diberikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IX di SMP Negeri 01 Samarinda. Hasilnya model pembelajaran kooperatif pembelajaran think talk write dengan talking stick dapat berpengaruh membuat siswa lebih mudah memahami disampaikan dan membuat siswa lebih aktif sehingga berpengaruh pada hasil belajar yang lebih baik dan sikap dari siswa saat dilaksanakan pembelajaran konvensional yang diterapkan pada kelompok kontrol. Kemudian diperkuat oleh (Agusti & Aslam, 2. hasil belajar ialah kemampuan yang diperoleh oleh siswa setelaah menerima pengalaman pembelajaran dari guru atau pendidik. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh oleh siswa setelah menerima pengalaman pembelajaran dari guru atau Kemampuan ini merupakan manifestasi dari penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dicapai siswa melalui interaksi aktif dengan materi pelajaran dan bimbingan dari Hasil belajar mencakup perubahan perilaku yang relatif permanen pada diri siswa, tidak hanya terbatas pada aspek kognitif seperti pemahaman konsep dan penguasaan informasi, tetapi juga meliputi aspek afektif . ikap, nilai, mina. dan psikomotorik . eterampilan fisik dan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Devi Putri Oktavia1. Sudarman2. Indah Permatasari3. Kadori Haidar4 Pengukuran hasil belajar umumnya dilakukan melalui berbagai bentuk evaluasi untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi siswa, dan hasil yang baik mencerminkan efektivitas proses pembelajaran serta partisipasi aktif Oleh karena itu, hasil belajar menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pendidikan dan peningkatan hasil belajar merupakan tujuan utama dalam setiap kegiatan pembelajaran. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Kolaborasi Tipe Think Talk Write dengan Talking Stick terhadap Hasil Belajar IPS SiswaKelas IX di SMP Negeri 01 Samarinda Pengaruh model pembelajaran kooperatif Think Talk Write dengan Talking Stick terhadap hasil belajar IPS di SMP Negeri 01 Samarinda pada mata pelajaran IPS materi perkembangan kerjasama dunia telah di uji dan Berdasarkan uji hipotesis independent sample test diperoleh thitung > ttabel pada bagian equel variances assumes adalah 12. 703 dan p . ign faile. = 0. Oleh karena Ho ditolak atau pembuktian kedua dapat dilakukan dengan membandingkan nilai thitung > ttabel dalam tabel distribusi taraf kepercayaan 95% atau a = 0. 05 dan derajat bebas . = 58 yang artinya H0 ditolak atau Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kooperatif think talk write dengan talking stick terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IX materi perkembangan kerjasama Hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemukan bahwa pengaruh model pembelajaran kooperatif kooperatif think talk write dengan talking stick yang digunakan pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa hasil belajar IPS dapat lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang dimana kelas IX F sebagai kelompok kontrol dan IX G sebagai kelompok Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif kooperatif think talk write dengan talking stick terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Samarinda pada materi perkembangan kerjasama dunia. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif think talk write dengan talking stick memiliki keunggulan dalam meningkatkan hasil belajar IPS kelas IX di SMP Negeri 01 Samarinda. Sesuai dengan (Irwan Banjarnahor et al. , 2. Pembelajaran dengan model talking stick diawali oleh penjelasan guru mengenai materi pokok yang akan Peserta kesempatan membaca dan mempelajari materi tersebut, diberikan waktu yang cukup untuk aktivitas ini. Kelompok yang memegang tongkat terlebih dahulu wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah mereka mempelajari materi pokoknya. Kegiatan ini diulang terus menerus sampai semua kelompok mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan dari guru. Kemudian diperkuat oleh (Agusti & Aslam, 2. hasil belajar ialah kemampuan yang diperoleh oleh siswa pembelajaran dari guru atau pendidik. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh oleh siswa setelah menerima pengalaman pembelajaran dari guru atau Kemampuan ini merupakan manifestasi dari penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dicapai siswa melalui interaksi aktif dengan materi pelajaran dan bimbingan dari Hasil belajar mencakup perubahan perilaku yang relatif permanen pada diri siswa, tidak hanya terbatas pada aspek kognitif seperti pemahaman konsep dan penguasaan informasi, tetapi juga meliputi aspek afektif . ikap, nilai, mina. dan psikomotorik . eterampilan fisik dan Pengukuran umumnya dilakukan melalui berbagai bentuk evaluasi untuk mengetahui tingkat Devi Putri Oktavia1. Sudarman2. Indah Permatasari3. Kadori Haidar4 pencapaian kompetensi siswa, dan hasil yang baik mencerminkan efektivitas proses pembelajaran serta partisipasi aktif Oleh karena itu, hasil belajar menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pendidikan dan peningkatan hasil belajar merupakan tujuan utama dalam setiap kegiatan pembelajaran. KESIMPULAN Penerapan kooperatif kolaborasi tipe Think Talk Write dan Talking Stick pada siswa kelas IX SMP Negeri 01 Samarinda berjalan efektif dengan membagi siswa menjadi 6 kelompok dan menggunakan permainan tongkat serta musik. Model ini menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, membuat siswa lebih antusias dan berani mengemukakan Hasil belajar IPS siswa mengalami peningkatan signifikan dari nilai rata-rata pretest 48,33 menjadi 79,67 pada posttest. Persentase ketuntasan meningkat dari 3,33% menjadi 76,67%, 73,34% sehingga terjadi kenaikan sebanyak 16,68%. Model pembelajaran ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi dan mempermudah proses mengingat. Hal ini signifikan model pembelajaran kooperatif Think Talk Write dengan Talking Stick terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IX, dan model ini lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti memberikan beberapa saran. Bagi pihak sekolah diharapkan mampu menyediakan dan pembelajaran seperti LCD, proyektor, dan sarana pendukung lainnya yang dapat mendorong variasi metode pembelajaran Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan serta memberikan dukungan kepada guru untuk mengajar secara lebih bervariasi di dalam kelas. Bagi guru disarankan untuk menggunakan berbagai sumber belajar yang dapat meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa sehingga tercipta pembelajaran yang tidak monoton, seperti penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write dan Talking Stick yang memungkinkan siswa berinteraksi lebih intensif dengan teman sekelas dalam berbagi pemahaman terkait materi pembelajaran, sehingga hasil belajar yang diperoleh menjadi lebih optimal. Bagi siswa diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran secara kondusif dan aktif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan variabel, sampel, maupun lokasi penelitian yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA