Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 1 Januari 2024 Hal 33-40 e-ISSN: 2809-8234. p-ISSN : 2809-8374 Received 25 September 2023 / Revised 14 Desember 2023 / Accepted 04 Januari 2024 Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan https://jurnal. id/index. php/MAHSEER Keanekaragaman jenis kerapu (Serranida. dan sembilang (Plotosida. di perairan estuaria Langsa [Diversity of grouper (Serranida. and sembilang (Plotosida. in Langsa estuar. Ela Lusiana1. Agus Puta AS1A. Hanisah2. Muslimatus Sakdiah3 Program Studi Akuakultur. Fakultas Pertanian. Universitas Samudra. Jl. Prof. Syarief Thayeb. Langsa. Aceh, 24416 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Samudra. Jl. Prof. Syarief Thayeb. Langsa. Aceh, 24416 Dinas Pangan. Pertanian. Kelautan dan Perikanan. Jl. Lilawangsa. Langsa. Aceh, 24415 e-mail: agus. samad@gmail. ABSTRAK Kerapu (Serranida. dan sembilang (Plotosida. merupakan jenis ikan yang mudah ditemukan di perairan Langsa Aceh. Ikan-ikan ini umumnya hidup di perairan dangkal di kawasan estuari dengan dasar perairan berpasir dan berlumpur. Kerapu dan sembilang merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis yang sangat digemari masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keanekaragaman jenis kerapu dan sembilang di perairan Langsa dan untuk menginventarisasi sumberdaya kerapu dan ikan sembilang yang ada di perairan Langsa. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mendapatkan nilai keanekaragaman, keseragaman dan dominansi jenis kerapu dan sembilang. Hasil penelitian mendapatkan 5 spesies kerapu dan 1 spesies sembilang. Adapun sampel yang tertangkap meliputi: Epinephelus heniochus . %). Epinephhelus coioides . %). Epinephelus sexfasciatus . %). Epinepheus fuscoguttatus . %). Epinephelus malabaricus . %), dan Plotosus canius . %). Nilai indeks keanekaragaman dikategorikan sedang. Indeks keseragaman dikategorikan tinggi dan indeks dominansi termasuk kedalam kategori rendah. Kata Penting: Dominansi, keanekaragaman, kerapu, keseragaman, sembilang ABSTRACT Grouper (Serranida. and sembilang (Plotosida. are types of fish that easily found in Langsa Aceh waters. These fishes generally live in shallow waters in estuary areas with sandy and muddy Grouper and sembilang are fishes that have good economic value and popular as fish This present study conducted to analyse the diversity of grouper and sembilang in Langsa waters and to inventory the resources of grouper and sembilang in Langsa waters. This research was conducted using survey methods to collect data on diversity, uniformity and dominance of grouper and The results of the study obtained 5 species of grouper and 1 species of sembilang. Those are: Epinephelus heniochus . %). Epinephhelus coioides . %). Epinephelus sexfasciatus . %). Epinepheus fuscoguttatus . %). Epinephelus malabaricus . %), and Plotosus canius . %). The diversity index is categorized as moderate. The uniformity index is high and the dominance index is low. Keywords: Dominance, diversity, grouper, uniformity, sembilang Ela Lusiana, et al. Keanekaragaman jenis kerapu (Serranida. dan sembilang (Plotosida. di perairan estuaria Langsa PENDAHULUAN Indonesia termasuk diantara negara dengan tingkat keanekaragaman jenis ikan yang tinggi di dunia. Bahkan menduduki posisi kedua setelah Brazil. Hingga saat ini, spesies ikan yang telah teridentifikasi di Indonesia mencapai 4. 782 spesies (Helentina dan Khairul 2020. Lenny, 2. Kondisi ini diduga karena letak geografisnya yang strategis diantara dua samudera: Hindia dan Pasifik. Diantara berbagai jenis ikan tersebut, kerapu dan sembilang adalah jenis ikan ekonomis yang habitatnya tersebar di perairan Indonesia dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat (WWF, 2. Menurut Habibi et al. , . kerapu tergolong kedalam famili Serranidae dengan jumlah 159 spesies di dunia, dimana 39 spesiesnya tercatat di perairan Indonesia. Kerapu umumnya dapat hidup di perairan tropis dan subtropis dan mendiami kawasan terumbu karang, estuaria, serta daerah payau lainnya yang memiliki dasar berlumpur dan berpasir (Jamil et al. , 2022. Samad et al. Nuraini dan Hartati . mengatakan bahwa kerapu ikan primadona yang bernilai ekonomis tinggi dan menjadi komoditas Kondisi ini telah memicu tingginya aktivitas penangkapan, sehingga dapat berdampak buruk terhadap keberadaan spesies kerapu di Indonesia, termasuk di perairan Langsa. Selain kerapu, sembilang juga termasuk ikan yang sangat digemari oleh masyarakat pesisir (Suransyah et al. , 2022. Samad et al. Ikan ini tergolong dalam famili Plotosidae yang berhabitat di perairan muara sungai, dan kawasan estuaria (Prithiviraj et , 2. Sembilang termasuk komoditas komersial penting air payau (Fazillah et al. dan berpotensi dibudidayakan dalam sistem akuakultur. Namun upaya untuk mengelola sumber daya ikan belum dilaksanakan (Amornsakun et al. , 2. Meningkatnya minat konsumen terhadap sembilang telah menyebabkan lebih banyak hasil tangkapan nelayan, sehingga menyebabkan penurunan populasi ikan di alam (Samad et al. , 2. Kajian sembilang di perairan Langsa menjadi hal esensial yang harus dilakukan bagi kepentingan pelestarian jenis ikan tersebut. Selain itu, juga berguna sebagai informasi berkelanjutan, serta melengkapi database mengenai jenis-jenis kerapu dan sembilang yang ada di perairan Langsa. Metode Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan selama bulan September 2022, pengambilan sampel dilakukan sebanyak 9 kali di Kawasan Perairan Langsa. Pengambilan sampel ditetapkan pada 3 stasiun, yaitu: stasiun I di Perairan Kuala Langsa. Stasiun II di Perairan Alue dua dan stasiun i di Perairan Kapa. Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan adalah menentukan titik lokasi pengambilan Selanjutnya, semua ikan di identifikasi berdasarkan referensi berikut: buku market fishes of Indonesia, website. Fisbase. Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 1 Januari 2024 hal 33-40 Prosedur penelitian Observasi awal dilakukan untuk menentukan stasiun pengambilan sampel, selanjutnya ditetapkan 3 lokasi yaitu: stasiun I di Kuala Langsa, stasiun II di Alue dua dan stasiun i di Kapa. Alat tangkap yang digunakan adalah bubu yang dipasang pada kedalaman 2-5 m. Pengukuran kualitas air dilakukan langsung di lokasi penangkapan ikan. Analisis Data Perhitungan indeks keanekaragaman jenis kerapu dan sembilang dianalisis menggunakan persamaan: Dimana: HAo: indeks keanekaragaman, ni: jumlah individu, s: jumlah total individu. Indeks keseragaman dihitung menggunakan Selama penelitian, jumlah total sampel yang tertangkap adalah 306 ekor, yang terdiri atas 5 spesies kerapu dan 1 spesies sembilang (Tabel . Hasil analisa terbanyak terdapat pada stasiun I yakni 118 Sedangkan jumlah tangkapan terkecil diperoleh pada stasiun i sebanyak 90 Hal ini diduga karena jumlah populasi kerapu di lokasi ini sudah berkurang akibat adanya overfishing sehingga para nelayan sudah tidak menargetkan penangkapan jenis ikan Berdasarkan jumlah total ikan hasil Epinephelus coioides merupakan spesies kerapu yang paling sering dijumpai . , dan jumlah terkecil pada Epinepheus sexfaciatus . Sedangkan Plotosus canius yang tertangkap selama penelitian adalah 58 ekor. Table 1. Jenis dan jumlah ikan Dimana: E: indeks keseragaman. HAo: indeks keanekaragaman. H max: In S. S: jumlah Indeks menggunakan persamaan: Spesies Stasiun i Jumlah Ikan Dimana: C: indeks dominansi, ni: jumlah total individu. N: jumlah seluruh individu. Hasil Identifikasi Kerapu dan Sembilang Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies ikan kerapu yang tertangkap di seluruh lokasi adalah terdiri atas 5 spesies yaitu: Epinephelus heniochus. Epinephelus Epinephelus Epinephelus fuscoguttatus, dan Epinephelus Sedangkan ikan sembilang hanya diperoleh 1 spesies yakni Plotosus Komposisi Hasil Tangkapan Tabel bahwa sembilang P. canius merupakan spesies tertinggi ditinjau dari jumlah hasil tangkapan dengan jumlah 58 ekor atau 19% dari total ikan . Hasil tersebut mengindikasikan bahwa jumlah sembilang di kawasan Langsa masih banyak dan mendukung populasi P. Keadaan ini didukung oleh suburnya populasi mangrove yang berfungsi sebagai tempat mencari makanan, perlidungan maupun pemijahan sembilang (Fazillah et al. Harteman et al. , . juga menyatakan sembilang mendiami perairan estuari dan dangkal, serta mampu Ela Lusiana, et al. Keanekaragaman jenis kerapu (Serranida. dan sembilang (Plotosida. di perairan estuaria Langsa beradaptasi di perairan muara sungai. Selain itu, sembilang merupakan ikan yang kemunculannya selalu bergerombol sehingga penangkapannya (Jumiati et al. , 2. stasiun nilai parameter perairan : DO, salinitas, suhu, dan pH masih tergolong dalam kondisi baik berdasarkan baku mutu air pada PP Nomor 22 tahun 2021 khusus untuk biota laut. Berdasarkan pengukuran kualitas perairan pada penelitian ini dperoleh data kualitas perairan seperti pada table berikut ini Tabel 3. Parameter Kualitas Perairan Gambar 2. Persentase sampel Struktur Komunitas Sembilang Kerapu Struktur komunitas kerapu dan sembilang disajikan pada Tabel 2. Adapun (HA. , keseragaman (E), dan indeks dominansi (C) terlihat berbeda pada setiap stasiunnya. Indeks keanekaragaman tertinggi diperoleh pada stasiun I yakni 1,779, dan terendah terlihat di stasiun II . Indeks keseragaman tertinggi ditemukan pada stasiun I . dan terendah pada stasiun II . Indeks dominansi tertinggi pada stasiun I . dan terendah di stasiun II . Tabel Indeks keanekaragaman (HA. , keseragaman (E) dan dominansi (C). Indeks HAo Stasiun i 1,432 1,480 Kategori 1,779 0,993 0,799 0,826 Tinggi 0,171 0,136 0,137 Rendah Sedang Parameter Kualitas Perairan Kondisi umum kualitas perairan pada setiap stasiun pengambilan sampel tidak memiliki perbedaan kondisi yang secara Secara keseluruhan pada ketiga Parameter Satuan Salinitas Suhu Ae Stasiun i Pembahasan Adapun jumlah individu yang paling banyak tertangkap adalah E. %), diikuti E. %). %). %) dan E. %) (Gambar . Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa jumlah ikan yang tertangkap memiliki selisih persentase yang kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa keseragaman jenis kerapu di kawasan ini masih tinggi. Data kualitas air juga menunjukkan bahwa daerah mangrove tempat pengambilan sampel masih tergolong baik dan mendukung habitat kerapu (Tabel . Menurut Mariskha dan Abdulgani . , kerapu mudah ditemui dan hidup diperairan muara serta berlindung pada akar bakau. Kedalaman idealnya berkisar antara 5-6 m dan 10-11 m (Mujiyanto dan Syam, 2. Heyman et al. , . menambahkan bahwa kerapu sering berkumpul di tempat dengan pencahayaan rendah atau agak gelap. Nilai indeks keanekaragaman dari ketiga stasiun adalah masuk ke kategori sedang, dimana nilai ini disebabkan jumlah kemerataan spesies yang seimbang dan lingkungan perairan yang masih baik. Aprilia et al. , . menyebutkan bahwa Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 1 Januari 2024 hal 33-40 indeks keanekaragaman menyatakan jumlah spesies dalam komunitas dan menunjukkan keseimbangan dalam pembagian individu per Heyman et al. , . menambahkan dipengaruhi oleh kemampuan dan daya dukung lingkungan dalam mendukung kebutuhan kehidupannya. Berdasarkan keanekaragaman jenis yang hanya ditemukan 5 spesies kerapu dan 1 sembilang, mengindikasikan bahwa keberadaan ikan di perairan Langsa diprediksi sudah mulai mengalami tekanan ekologis. Irnawati et al. melaporkan adanya penurunan jumlah tangkapan nelayan. Demikian pula dengan ukuran ikan yang cenderung semakin kecil (Fazillah et al. , 2. Indeks keseragaman menunjukkan pemerataan komposisi spesies pada suatu badan air. Nilai indeks keseragaman pada stasiun I sebesar 0,993, pada stasiun II sebesar 0,779 dan pada stasiun i sebesar 0,826. Nilai tersebut menunjukkan tingkat keseragaman antar spesies yang tinggi, artinya jumlah individu tiap spesies masih sangat banyak dan kondisi perairan baik. Tingginya nilai indeks keseragaman antar stasiun disebabkan karena ikan kerapu merupakan ikan yang aktif berenang, mempunyai luas sebaran lebih dari 1,8 ha dan dapat berenang hingga 2 km, sehingga terdapat keseragaman yang besar antar stasiun (Mujiyanto dan Sugianti, 2. Menurut Aprilia et al . indeks homogenitas yang mendekati 1 menunjukkan adanya sejumlah individu yang terkonsentrasi pada satu atau bahkan beberapa jenis. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah setiap spesies yang ditemukan tersebar merata. Indeks dominasi menentukan sejauh mana suatu spesies atau genus dominan dalam suatu kelompok. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai indeks dominasi, tergolong rendah atau tidak ada jenis dominan pada setiap stasiun pengamatan, artinya setiap mempunyai peluang yang sama dan memanfaatkan sumber daya air secara Menurut Munandar et al. , keadaan ini menunjukkan bahwa masyarakat berada dalam keadaan stabil, tanpa tekanan ekologis yang menyebabkan perubahan lingkungan. Hal ini sesuai dengan penafsiran nilai indeks dominasi menurut Odum . jika nilai indeks dominasi 0,00 < C < 0,50 tergolong rendah artinya tidak ada spesies yang dominan terhadap spesies lainnya, jika nilai indeks dominasi 0,75 < C < 1,00 tergolong tinggi, mendominasi diantara spesies yang Nilai salinitas berkisar 15-20 ppm diperoleh dari masing-masing stasiun. Dimana nilai salinitas tersebut dapat dikategorikan baik untuk kehidupan ikan sembilang, sesuai dengan pernyataan Samad et al. , . dan Rouli et al, . dimana kandungan salinitas yang baik untuk kehidupan sembilang adalah >10 ppt, sedangkan kerapu 20-32 ppt (Jamil et al, 2. Kadar oksigen terlarut di setiap stasiun berkisar antara 6,2 hingga 7,9 ppm. Sumber oksigen terlarut adalah aktivitas fotosintesis fitoplankton serta proses difusi dari udara bebas. Laju difusi sendiri dipengaruhi oleh suhu, pergerakan massa air dan udara, misalnya melalui arus dan gelombang dan kedalaman perairan (KKP. Kandungan oksigen terlarut yang sesuai untuk menunjang kehidupan ikan kerapu dan sembilang adalah >5 ppm. Suhu perairan di masing-masing stasiun berkisar antara 31-33AeC. Suhu pada stasiun II yaitu perairan Kapa lebih tinggi dibanding stasiun lain. Hal ini disebabkan karena daerah penangkapan ikan ini merupakan tempat lintasan boat nelayan serta mendapatkan penetrasi cahaya matahari yang lebih Sehingga hal ini mempengaruhi hasil tangkapan nelayan dimana menurut (Tajuddah et al, 2. suhu perairan yang Ela Lusiana, et al. Keanekaragaman jenis kerapu (Serranida. dan sembilang (Plotosida. di perairan estuaria Langsa cocok untuk kehidupan kerapu berada pada kisaran 24-30AeC. Sedangkan untuk sembilang suhu berkisar antara 30,1-32,8 AeC (Samad et al, 2. Hasil pengukuran pH pada setiap stasiun menunjukkan nilai antara 7,90 dan 9,15. Nilai pH tertinggi diukur pada stasiun II yaitu pada perairan Kapa dengan nilai 9,15. hal ini disebabkan karena ketika tingginya intensitas matahari maka suhu pada permukaan air akan meningkat. Ketika suhu permukaan air meningkat, maka kelarutan karbon dioksida akan turun sehingga nilai pH akan meningkat dan air akan bersifat basa. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Munandar et al, 2. yang menyatakan bahwa pH air bergantung pada beberapa hal, diantaranya kandungan CO2, konsentrasi karbonat dan bikarbonat, serta proses penguraian bahan Kesimpulan Penelitian ini melaporkan bahwa di perairan Langsa teridentifikasi 5 spesies kerapu yaitu: Epinephelus heniochus. Epinephhelus Epinephelus Epinepheus Epinephelus malabaricus dan 1 spesies sembilang Plotosus canius. Nilai indeks dikategorikan sedang, dimana pada stasiun I mencapai 1,779, stasiun II 1,432, sedangkan stasiun i 1,480. Data menunjukkan bahwa indeks keseragaman dikategorikan sedang dengan nilai pada stasiun I: 0,993. II: 0,799 dan i: 0,826. Sedangkan indeks dominansi dikategorikan rendah dengan nilai: 0,171, 0,136 dan 0,137 pada masing-masing stasiun I. II, dan i. DAFTAR PUSTAKA