Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vo. 2 No. 3 Agustus 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jepi. Konsep Transformasi Struktural Pada Sektor Industri Adela Wafiq Azizah Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Muhammad Yasin Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Address: Jl. Nginden Semolo No. Corresponding author: adelawafiqazizah@gmail. Abstract: This study discusses the structural transformation of the industrial sector in Indonesia, which has undergone significant changes in the past two decades. This transformation is characterized by a decline in employment in primary sectors such as agriculture, and an increase in secondary and tertiary sectors, such as manufacturing and trade. This study aims to analyze the impact of structural transformation in industry on employment, the influence of structural transformation in industry, and the role of government in industrial The research method involves secondary data analysis from various sources and case studies. The results show that government intervention, improvement of labor skills, collaboration between sectors, and strict environmental protection are the keys to successful sustainable industrial transformation. The implications of this research lead to more integrated and sustainable policy recommendations to support optimal structural transformation. Keywords: Structural Transformation. Industrial Sector. Government Abstrak: Penelitian ini membahas transformasi struktural pada sektor industri di Indonesia, yang telah mengalami perubahan signifikan dalam dua dekade terakhir. Transformasi ini ditandai dengan penurunan tenaga kerja di sektor primer seperti pertanian, dan peningkatan di sektor sekunder dan tersier, seperti manufaktur dan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak transformasi struktural dalam bidang industri terhadap tenaga kerja, pengaruh transformasi struktural bidang industri, serta peran pemerintah dalam transformasi industri. Metode penelitian melibatkan analisis data sekunder dari berbagai sumber dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi pemerintah, peningkatan keterampilan tenaga kerja, kolaborasi antar sektor, dan perlindungan lingkungan yang ketat adalah kunci sukses transformasi industri yang Implikasi dari penelitian ini mengarah pada rekomendasi kebijakan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan untuk mendukung transformasi struktural yang optimal Kata kunci: Transformasi struktural, sektor industri, pemerintah PENDAHULUAN Struktur pekerjaan di Indonesia sudah berganti secara dramatis selama 2 dekade Pada tahun 1988, sektor primer seperti pertanian mempunyai pangsa tenaga kerja sebesar 55% dan menjadi andalan perekonomian Indonesia. Namun kontribusi sektor pertanian menurun menjadi 30,5% pada tahun 2018. Penurunan ini dibarengi dengan peningkatan pangsa tenaga kerja pada industri sekunder dan tersier, seperti manufaktur dan Transformasi struktural diartikan sebagai peralihan dari industri konvensional yang produktivitasnya rendah ke sektor ekonomi yang produktivitasnya lebih baik. Chenery mendefinisikan transformasi struktural sebagai proses transisi dari perekonomian konvensional ke perekonomian modern, dengan perubahan yang terjadi di setiap sektor. Received: Mei 31, 2024. Accepted: Juni 26,2024. Published: Agustus 31,2024 * Adela Wafiq Azizah, adelawafiqazizah@gmail. e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. Todaro dan Smith . mendefinisikan model perubahan struktural sebagai mekanisme yang memungkinkan negara-negara berkembang melakukan transisi dari perekonomian pertanian subsisten tradisional dengan produktivitas rendah ke perekonomian kontemporer dengan produktivitas tinggi. Transformasi Struktural di sektor industri juga mencakup berbagai teori ekonomi, seperti . Teori Pertumbuhan Ekonomi. Menurut hipotesis ini, transformasi struktural disebabkan oleh pergerakan produktivitas antar sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan biasanya dicapai ketika suatu negara atau wilayah dapat mengalihkan sumber daya dari industri yang kurang produktif ke industri yang lebih produktif. Transformasi Struktural di sektor industri juga mencakup berbagai teori ekonomi, seperti . Teori Pertumbuhan Ekonomi. Menurut hipotesis ini, transformasi struktural disebabkan oleh pergerakan produktivitas antar sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan biasanya dicapai ketika suatu negara atau wilayah dapat mengalihkan sumber daya dari industri yang kurang produktif ke industri yang lebih produktif. Selain itu, ada . Teori Inovasi dan Teknologi yang menyatakan bahwa perubahan struktur industri seringkali didorong oleh kemajuan teknologi baru. Inovasi teknologi berpotensi mengubah cara sektor industri memproduksi, mendistribusikan, dan mengonsumsi Transformasi struktural mungkin memerlukan peralihan dari sektor berteknologi rendah ke sektor berteknologi tinggi. Teori Pembangunan Ekonomi, serupa dengan negaranegara yang berhasil melakukan transformasi struktural sehingga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pengurangan kemiskinan. Dalam konteks pembangunan ekonomi, istilah transformasi struktural mengacu pada perubahan struktur perekonomian sebagai bagian dari upaya mencapai perbaikan ekonomi dan sosial jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak transformasi struktural di sektor industri terhadap tenaga kerja, pengaruh transformasi struktural di sektor industri, dan peran pemerintah dalam mendorong atau menghambat transformasi struktural di sektor industri. KAJIAN TEORITIS Sejarah Awal Industri Industri ini berawal dari pekerjaan seorang perajin atau tukang. Pengrajin dan perajin muncul karena adanya kebutuhan akan alat-alat untuk memanen, berburu, memancing, bertani, berkebun, pertambangan, bahkan untuk keperluan militer dan ekonomi. Masyarakat dahulu menjalani kehidupan nomaden sebagai pengumpul, pemburu, dan nelayan sebelum Konsep Transformasi Struktural pada Sektor Industri menetap secara permanen untuk membangun tempat tinggal dan mengolah tanah melalui pertanian, berkebun, dan beternak. Penambangan besi dan baja berkembang pada Abad Pertengahan, diiringi dengan peningkatan eksploitasi batu bara, minyak, dan gas. Hal ini mempercepat perkembangan teknologi mekanik, dimulai dengan penemuan mesin uap. Mesin uap memungkinkan produksi dan perdagangan massal di kota-kota seperti Lille dan Manchester pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, serta pengembangan perkeretaapian. Industri baja berkembang di Essen, diikuti oleh industri pembuatan kapal, otomotif di Detroit, dan pabrik aluminium. Permintaan warna di pabrik tekstil mendorong pertumbuhan industri kimia dan farmasi. Inilah yang memicu revolusi industri. Pengertian Industri Industri adalah proses mengubah bahan mentah atau setengah jadi menjadi barang jadi siap konsumsi. Kegiatan ini berupaya memberikan nilai tambah ekonomi kepada produsen. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984, industri mencakup kegiatan ekonomi yang meningkatkan nilai bahan mentah, barang setengah jadi, atau barang jadi, termasuk desain industri dan rekayasa. Pembangunan industri wajib mengutamakan upaya guna meningkatkan ekspor produk industri yang sesuai dengan permintaan dalam negeri. Selain membuka lapangan kerja demi membantu pengembangan industri, penggunaan produksi dalam negeri semakin digalakkan (Djojohadikoesoemo, 2004: . Satu-satunya cara untuk meningkatkan kesempatan kerja adalah dengan meningkatkan aktivitas ekonomi. Hal ini harus dicapai melalui inisiatif untuk meningkatkan produksi baik di wilayah operasi baru maupun konvensional. Salah satu permasalahan yang sering menghambat output di negara berkembang adalah minimnya tingkat penghasilan serta standar hidup kelompok berpendapatan minim, yang diikuti dengan kegagalan memanfaatkan angkatan kerja secara penuh. Transformasi Struktural Transformasi struktural adalah proses perubahan mendasar struktur perekonomian suatu negara atau wilayah dengan melakukan peralihan dari satu sektor ekonomi ke sektor ekonomi lainnya. Transformasi ini dapat disebabkan oleh sejumlah variabel, termasuk kemajuan teknis, perubahan permintaan pelanggan, kebijakan pemerintah, dan kekhawatiran ekonomi global. Di sektor industri, transformasi struktural mengacu pada perubahan industri dominan, teknologi, pola investasi, dan struktur pasar. Misalnya, perubahan struktural dapat melibatkan peralihan dari sektor manufaktur ke sektor jasa, atau dari pertanian ke industri. JEPI - VOLUME 2. NO. AGUSTUS 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. Transformasi struktural pada umumnya merupakan komponen yang tak bisa dihindari dalam pembangunan ekonomi suatu negara atau daerah, meskipun hal ini juga menimbulkan banyak permasalahan dan peluang. Misalnya, perubahan struktural dapat membuka potensi baru untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga dapat menyebabkan kesenjangan pembangunan, pengangguran struktural, serta konsekuensi sosial dan lingkungan yang harus ditangani secara hati-hati. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif guna memahami transformasi struktural di sektor industri Indonesia. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari berbagai referensi seperti buku, jurnal, dan laporan resmi yang sesuai dengan topik transformasi struktural dan perkembangan ekonomi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan studi literatur dan analisa dokumen. Teknik analisa data menggunakan analisa konten dengan melibatkan pengkodean data untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan transformasi struktural dan dampaknya terhadap sektor industri dan tenaga kerja. dan analisis komparatif untuk melihat perubahan struktur ekonomi dari waktu ke waktu dan membandingkan dampak transformasi di berbagai sektor Proses validasi data menggunakan triangulasi sumber data untuk meningkatkan validitas temuan. Informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber dibandingkan dan diverifikasi untuk memastikan konsistensi dan akurasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Dampak Transformasi Struktural dalam Bidang Industri terhadap Tenaga Kerja Transformasi struktural dalam bidang industri memiliki dampak yang signifikan terhadap tenaga kerja, baik dalam hal jumlah pekerjaan yang tersedia, jenis pekerjaan yang Pekerja adalah orang-orang yang mempunyai bakat dalam menghasilkan suatu barang atau jasa, sehingga dunia usaha dapat mempekerjakannya dan memberikan imbalan sesuai dengan kemampuannya. Permintaan barang dan jasa tidak sama dengan permintaan tenaga kerja. Meskipun pengusaha mempekerjakan orang untuk membantu memproduksi barang atau jasa, konsumen membeli produk untuk keuntungan mereka sendiri. Permintaan tenaga kerja meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap suatu barang. Hubungan antara tingkat gaji dan jumlah pekerjaan yang dibutuhkan disebut permintaan tenaga kerja. Kebutuhan akan tenaga kerja di dalam perusahaan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat permintaan masyarakat terhadap barang dan Konsep Transformasi Struktural pada Sektor Industri Agar bisnis dapat menghasilkan barang dan jasa, diperlukan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan total energi yang digunakan oleh bisnis saling berkorelasi. Variabel-variabel berikut ini menurut Haryani . mempengaruhi permintaan di pasar tenaga kerja. Tingkat Upah Biaya produksi suatu perusahaan dipengaruhi oleh tingkat upah. Menaikkan upah akan mengakibatkan biaya produksi lebih tinggi, yang akan meningkatkan harga pokok produksi per unit. Teknologi Mesin yang dapat memproduksi barang dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan manusia dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap kebutuhan tenaga kerja dibandingkan manusia. Kualitas Pekerja Produktivitas akan meningkat dengan adanya tenaga kerja terampil. Kematangan, pendidikan, pengalaman, dan keahlian di tempat kerja semuanya menunjukkan kualitas Aset Modal Dalam suatu industri, kebutuhan tenaga kerja meningkat seiring dengan meningkatnya belanja modal, dengan asumsi parameter produksi lainnya tetap konstan. Pengaruh Transformasi Struktural Bidang Industri Pertumbuhan Ekonomi: Perubahan pertumbuhan ekonomi dengan membangun dan mengembangkan sektor industri baru. Peralihan dari pertanian ke industri atau jasa yang lebih maju secara teknologi dan efisien dapat meningkatkan produktivitas dan kekayaan nasional. Penciptaan Lapangan Kerja: Restrukturisasi struktural dapat dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja baru di sektor-sektor industri yang sedang berkembang. Hal ini dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Peningkatan Kualitas Hidup: Melalui penciptaan produk dan layanan yang lebih inovatif dan efektif, serta kemajuan infrastruktur dan teknologi, perbaikan struktural dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Inovasi teknis: Transformasi struktural sering kali didorong oleh inovasi teknis, yang memungkinkan manufaktur lebih efisien, harga lebih murah, dan penciptaan barang baru. Hal ini dapat mendorong pengembangan teknologi baru dan meningkatkan daya saing JEPI - VOLUME 2. NO. AGUSTUS 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. Ketimpangan Sosial: Jika restrukturisasi struktural tidak memberikan manfaat yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat, maka berpotensi memperburuk kesenjangan sosial. Hal ini dapat menyebabkan kesenjangan pendapatan, hambatan lapangan kerja, dan kesenjangan infrastruktur antara masyarakat perkotaan dan pedesaan. Peran Pemerintah dalam Transformasi Industri Dalam konsep struktural transformasi industri, peran pemerintah sangat penting. Transformasi industri adalah proses perubahan struktural yang terjadi dalam suatu perekonomian, dimana sektor pertanian digantikan oleh sektor industri, yang pada gilirannya digantikan oleh sektor jasa yang lebih maju. Peran pemerintah dalam proses ini mencakup beberapa aspek: Kebijakan Industri: Pemerintah memiliki peran penting dalam merancang kebijakan industri yang mendukung transformasi struktural. Ini dapat meliputi kebijakan tentang investasi, subsidi, regulasi, dan insentif fiskal untuk mendorong pertumbuhan sektorsektor industri yang dianggap kunci bagi transformasi struktural. Infrastruktur: Pemerintah bertanggung jawab untuk membangun infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan sektor industri. Ini termasuk infrastruktur fisik seperti jaringan transportasi dan energi, serta infrastruktur digital seperti jaringan internet yang cepat dan handal. Pendidikan dan Pelatihan: Pemerintah harus menginvestasikan dalam sistem pendidikan dan pelatihan yang mendukung kebutuhan industri masa depan. Ini termasuk memberikan pelatihan keterampilan yang diperlukan bagi tenaga kerja untuk bekerja di sektor-sektor industri yang berkembang. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dan saran untuk konsep transformasi struktural industri dapat dirangkum sebagai berikut: Pentingnya Peran Pemerintah: Peran pemerintah dalam memfasilitasi transformasi struktural industri sangat penting. Pemerintah harus memainkan peran aktif dalam merancang kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor industri, membangun infrastruktur yang dibutuhkan, dan mendorong inovasi serta pengembangan pasar. Fokus pada Keterampilan dan Pendidikan: Transformasi industri memerlukan tenaga kerja yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan sektor industri yang Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk menginvestasikan dalam Konsep Transformasi Struktural pada Sektor Industri pendidikan dan pelatihan yang relevan agar tenaga kerja siap menghadapi perubahan Kemitraan Antar-Sektor: Transformasi struktural industri sering melibatkan kerjasama antara sektor publik, bisnis, akademik, dan masyarakat sipil. Kemitraan ini penting untuk mengintegrasikan kebijakan, riset, inovasi, dan pengembangan pasar agar proses transformasi berjalan lancar. Perlindungan Lingkungan dan Sosial: Transformasi industri harus dijalankan dengan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Pemerintah perlu mengatur industri secara ketat untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak merusak lingkungan dan tidak meninggalkan masyarakat tertinggal. DAFTAR REFERENSI Anugrah. , et al. Perubahan Struktural di Industri Manufaktur dan Ketenagakerjaan. Bank Indonesia, 1-34. Bank OCBC NISP. Apa itu Industri? Ini Pengertian. Contoh, dan Jenisnya. Dipetik 06 25, 2024, dari OCBC: https://w. id/id/article/2023/11/22/industri-adalah Fauziah. Pengertian Industri. Jenis. Contoh, dan Tujuannya. Dipetik 06 25, 2024, dari Gramedia Blog: https://w. com/literasi/pengertian-industri/ Nasution. Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pekerja pada Industri Rotan di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Universitas Islam Riau, 8-13. Rinaldi. Erfit. , & Rosmeli. Transformasi Struktural Perekonomian Indonesia. Jurnal Ekonomi Aktual, 117-126. Setiawan. Kemenperin Siapkan Langkah Percepat Transformasi Industri 4. Dipetik Bisnis Tempo Co: https://bisnis. co/read/1257498/kemenperin-siapkan-langkah-percepattransformasi-industri-4-0 JEPI - VOLUME 2. NO. AGUSTUS 2024