JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 Penataan Arsip Pada Kantor Desa Jembatan Basah,Kecamatan Bula Barat Kabupaten Seram Bagian Barat Putri Andini Dameani. Vera Paulin Kay. Leonora Ferdinandus. Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Ambon Verapaulin088@gmail. ABSTRACT The Jembatan Basah Administrative Village Office uses an alphabetical system for archiving, which the author observed was not yet effective. Although incoming and outgoing letters were recorded in an alphabetical order book, archive storage practices were not yet carried out neatly and orderly. The files are not labeled or alphabetically coded, making document searches inefficient, sometimes taking up to ten minutes, compared to the ideal time of less than one minute. Furthermore, storage facilities are very limited, as the files are placed in plain folders and stored in wooden cabinets that are also used for other items, creating a disorganized impression. This situation is exacerbated by the piles of mail scattered on the work desk, which impacts neatness and work effectiveness. Furthermore. The officers who handle archives still have limited competence because they only have a high school education background and have never received special training in the field of The method used in this research was qualitative data analysis. Data were collected through direct observation at the research location and interviews with the village head and village officials involved in archives management. The data were then analyzed descriptively to illustrate the actual state of archives management at the Jembatan Basah Administrative Village Office and to identify the challenges encountered. The conclusion of this paper is that the archival management at the Jembatan Basah Administrative Village Office has not been implemented properly. The main problems identified include the absence of labels or alphabetical codes on archives, limited storage facilities, and a lack of competence among archivists. Therefore, it is necessary to improve the archive storage system, provide adequate facilities, and enhance the competence of human resources so that archive management can be more orderly, effective, and efficient. Keywords: Archive Arrangement. Alphabetical System e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 PENDAHULUAN Arsip adalah catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi dengan berbagai bentuk yang dibuat dalam rencana pelaksanaan kegitan oleh lembaga, organisasi maupun perseorangan. Arsip dapat berupa surat, warkat, akta, piagam, buku, dan sebagainya yang dapat dijadikan bukti sah untuk suatu tindakan dan keputusan. Arsip mempunyai fungsi sebagai pusat ingatan, sumber informasi dan alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam berbagai kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksaan hingga evaluasi suatu kegiatan. Oleh karena itu, arsip tidak hanya sekadar disimpan, tetapi perlu dikelola secara sistematis agar dapat diakses kembali dengan cepat dan tepat. Kearsipan sendiri merupakan suatu proses kegiatan pengaturan arsip mulai dari penciptaan, penerimaan, pencatatan, penyimpanan. Sistem kearsipan yang baik membantu dalam menemukan kembali arsip secara cepat, sekaligus memudahkan proses pemusnahan arsip berdasarkan kriteria tertentu. Kearsipan merupakan bagian penting dari pekerjaan kantor karena menyangkut penyimpanan informasi tertulis yang mendukung kelancaran administrasi dan pelayanan. Tanpa sistem kearsipan yang baik, sebuah organisasi akan mengalami kesulitan dalam menemukan dokumen yang dibutuhkan, yang akhirnya bisa menurunkan kualitas layanan dan kinerja. Oleh sebab itu, sistem kearsipan harus disusun mengikuti prosedur yang sesuai dengan struktur dan kebutuhan organisasi. Dalam konteks pemerintahan desa, arsip memiliki peran penting sebagai alat pertanggungjawaban kinerja, dasar perencanaan, dan media pelayanan publik. Penataan arsip yang teratur dan sistematis akan menghemat waktu, tenaga, dan biaya, serta membantu melindungi arsip dari resiko kehilangan atau Menurut The Liang Gie . , waktu idel untuk menemukan kembali sebuah arsip yang tertata dengan baik adalah tidak dari satu menit. Kantor Desa Negeri Administratif Jembatan Basah yang terletak Kecamatan Bula Barat Kabupaten Seram Bagian Timur merupakan pusat pelayanan dan pusat kendali dari berbagai kegiatan pemerintah, pembangunan, dan kemasyarakatan yang berlangsung di Dusun Wani Makmur. Dusun Maitabulik dan Dusun Rantau Makmur. Kantor ini berperan penting dalam mendukung administrasi desa dan menjadi tempat masyarakat mengakses berbagai layanan, seperti pengurusan surat, keterangan domisili, surat keterangan lahir, perubahan data kependudukan, pengurusan surat kematian, dan layanan administrasi Keberadaan kantor desa sangat menentukan citra dan efektivitas pemerintah desa dalam melayani masyarakat. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan kepala desa, ditemukan bahwa penataan arsip di Kantor Desa Negeri Administratif Jembatan Basah belum berjalan secara efektif. Meskipun surat masuk dan surat keluar sudah dicatat dalam buku agenda, praktiknya penyimpanan arsip belum dilakukan dengan rapih dan teratur. Sistem penyimpanan arsip pada Kantor Desa Negeri Administratif Jembatan Basah menggunakan sistem abjad. Cara penyimpanan sistem abjad yang benar diberi kode abjad pada setiap arsip. Namun pada Kantor Desa Negeri Administratif Jembatan Basah tidak diberi label atau kode abjad pada arsip-arsip tersebut, sehingga saat atasan meminta surat dengan menyebutkan nama orang atau instansi tertentu, proses pencarian tidak efesien. Hal ini mengakibatkan waktu pencarian arsip membutuhkan waktu hingga 10 menit, padahal menurut standar ideal seharusnya tidak lebih dari satu menit. Fasilitas penyimpanan yang tersedia pun terbatas, dimana surat-surat hanya disimpan dalam map biasa dan diletakkan dalam dua lemari kayu yang juga digunakan untuk menyimpan buku bacaan serta barang-barang lain yang tidak berkaitan dengan kearsipan, dan bahkan masih ditemukan tumpukan surat-surat yang berserakan diatas meja pojok. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan dalam hal kerapihan tetapi juga berdampak pada pekerjaan. Selain itu, petugas yang menangani arsip di kantor desa Jembatan Basah adalah seorang wanita yang berumur 27 tahun dan merangkap jabatan sebagai kaur umum dengan latar belakang pendidikan SMA dan belum pernah mengikuti pelatihan khusus di bidang kearsipan. Kurangnya fasilitas dalam kegiatan melakukan penyimpanan arsip dan sumber daya manusia yang terbatas bagi seorang arsiparis di kantor desa tersebut menyebabkan arsip sering disimpan tidak sesuai tempatnya, sehingga meningkatkan risiko kerusakan dan kehilangan dokumen. Permasalahan ini menunjukkan pentingnya perbaikan dalam sistem pengelolaan arsip, baik dari segi fasilitas, sumber daya manusia, maupun penerapan prosedur yang lebih tertata, agar pelayanan administrasi di kantor desa dapat berjalan lebih efisien, tertib, dan profesional. Dari latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penilitian dengan judul Au Penataan Arsip Pada Kantor Desa Negeri Jembatan Basah Kecamatan Bula Barat Kabupaten Seram Bagian Timur Au. TINJAUAN PUSTAKA e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 Pengertian Arsip Menurut Sedarmayanti . , menyatakan bahwa penataan arsip merupakan kegiatan mengatur dan menyusun arsip dalam susunan yang sistematis dan logis, serta penyimpanan dengan cara yang aman dan efesien agar mudah digunakan kembali. Menurut The Liang Gie . , arsip merupakan kumpulan warkat atau dokumen yang disimpan secara sistematis karena memiliki kegunaan tertentu, sehingga dapat dengan mudah dipergunakan kembali setiap kali dibutuhkan. Menurut Sularso S. Mulyono . , arsip adalah penempatan berbagai dokumen atau kertas dalam suatu tempat penyimpanan yang baik dan teratur menurut sistem yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga setiap dokumen tersebut dapat ditemukan kembali dengan cepat dan mudah saat dibutuhkan. Agus Sugiarto . mendefinisikan arsip sebagai dokumen yang disimpan secara teratur dan berencana karena memiliki fungsi tertentu, serta dapat diakses dengan cepat jika diperlukan. Sistem Penyimpanan Arsip Sistem Nomor (Numerical Filing Syste. Sistem penyimpanan arsip ini biasanya digunakan oleh arsiparis yang melakukan indexing atau klasifikasi dokumen atau arsip berdasarkan nomor atau numerik sebagai pengganti dari nama orang atau badan. Penggantian tersebut dikenal pula dengan sebutan indirect filing system, karena penentuan nomor pada arsip akan dilakukan berdasarkan pengelompokan masalahnya terlebih Sistem Abjad (Alphabetical Filing Syste. Sistem penyimpanan arsip berdasarkan abjad biasanya menggunakan metode penyusunan dokumen yang dilakukan secara berurutan, mulai dari arsip berawalan huruf A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan indexing. Sistem Tanggal (Chronological Filing Syste. Sistem tanggal . istem kronologi. adalah metode penyimpanan arsip berdasarkan urutan waktu Sistem Subjek (Subjectical Filing Syste. Sistem penyimpanan arsip ini digunakan untuk menyimpan arsip yang dikelompokkan berdasarkan jenis masalah yang sering terjadi. Oleh karena itu, sistem ini dapat diterapkan bagi instansi pemerintahan atau perusahaan yang sering berhubungan dengan keluhan pelanggan Sistem Wilayah (Geographical Filing Syste. Sistem penyimpanan arsip atau geographical filing system, biasanya arsip akan dikelompokkan berdasarkan daerah atau wilayah yang tertera pada alamat surat atau dokumen. Fasilitas Map gantung adalah map yang digunakan untuk menyimpan berkas pada filling cabinet atau tempat penyimpanan khusus lain Berkas-berkas berisi data akan ditempatkan pada map gantung, kemudian dimasukan kedalam filling cabinet atau alat lain secara vertikal. Map ordner adalah map yang terbuat dari karton ataupun plastik dan memiliki ruang yang besar. Map ordner biasanya diletakkan di rak arsip. Rak arsip adalah alat pengarsipan dengan menyusun dokumen secara lateral atau menyamping. Dokumen-dokumen ini bisa dikelompokkan dulu, lalu dimasukkan ke ordner atau kardus arsip sesuai pengelompokan. Masing-masing kelompok bisa ditempelkan dengan label namanya untuk mempermudah pengelolaannya. Filling Cabinet. Filling cabinet merupakan lemari dengan laci-laci kotak besar yang tersusun secara vertikal dan dapat digunakan untuk mengelompokkan dokumen. Petugas Kearsipan Petugas kearsipan adalah seseorang yang bertanggung jawab mengelola arsip mulai dari penciptaan, pengurusan, pemeliharaan, hingga penemuan kembali arsip dengan sistem yang teratur (Yuniarti, 2. Syarat Pengetahuan Seorang Petugas Kearsipan : Telah mengikuti pelatihan atau kursus administrasi dan kearsipan. Mampu mengoperasikan komputer dan perangkat lunak perkantoran. Memahami manajemen arsip konvensional dan elektronik Mengetahui istilah dan singkatan yang umum digunakan dalam organisasi. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 Memahami struktur organisasi dan fungsi-fungsi bagian di dalamnya. Mampu membaca dan memahami isi surat dengan cepat. Menguasai dasar-dasar korespondensi dan tata naskah dinas. METODOLOGI Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah teknik analisis data kualitatif, yang tidak berdasarkan angka-angka atau bilangan tetapi berupa penjelasan menggunakan kata-kata penjelasan teoritis menurut penjelasan teoritis menurut Sedarmayanti . yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Personalia Kantor Desa Administratif Jembatan Basah. Berikut keadaan personalia Kantor Desa Negeri Administratif Jembatan Basah. Kecamatan Bula Barat. Kabupaten Seram Bagian Timur: Tabel 4. Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan Pendidikan Jumlah Pegawai SMA SMP Jumlah Sumber: data diolah, 2025 Tabel 4. Responden berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-Laki Perempuan Jumlah Sumber: data diolah, 2025 Hasil Penelitian Permasalahan yang terjadi pada Kantor Desa Negeri Administratif Jembatan Basah penataan arsip belum efektif. Karena diketahui penataan arsip disana menggunakan sistem penyimpanan abjad, namun tidak disertai dengan pemberian label atau kode abjad pada map atau folder arsip. Akibatnya, saat atasan meminta surat atau sdokumen tertentu berdasarkan nama individu atau instansi, proses pencarian menjadi tidak efisien dan memakan waktu yang cukup lama. Dalam beberapa kasus, waktu pencarian arsip bisa mencapai 10 menit, padahal standar ideal waktu pencarian arsip seharusnya tidak lebih dari satu menit. Fasilitas penyimpanan arsip pun terbilang sangat terbatas karena surat-surat hanya disimpan dalam map biasa yang kemudian diletakkan dalam dua buah lemari kayu. Lemari tersebut juga digunakan untuk menyimpan buku bacaan dan barang-barang lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan kearsipan. Selain itu, ditemukan pula adanya tumpukan suratsurat yang berserakan di atas meja pojok, menandakan kurangnya penataan dan pengelolaan arsip yang efektif. Petugas yang menangani arsip merupakan seorang wanita berusia 27 tahun yang juga merangkap jabatan sebagai kaur umum. Dengan latar belakang pendidikan SMA dan belum pernah mengikuti pelatihan kearsipan secara khusus. Pembahasan Berdasarkan masalah yang terjadi pada Kantor Desa Negeri Administratif Jembatan Basah khususnya terkait penataan arsip yang menggunakan sistem abjad namun belum efektif, ditambah dengan keterbatasan sumber daya manusia serta minimnya fasilitas, maka diperlukan solusi yang e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 Urut Solusi ini diharapkan dapat meningkatkan kerapihan, mempermudah proses pencarian, serta mempercepat penemuan kembali arsip yang dibutuhkan. Sistem Penyimpanan Abjad Untuk mempermudah petugas dalam menangani penataan arsip di Kantor Desa Negeri Administratif Jembatan Basah, dapat digunakan sistem penyimpanan arsip berdasarkan abjad. Dalam sistem ini, dokumen atau surat disusun menurut urutan huruf awal nama pengirim atau instansi yang Penerapan sistem abjad dilakukan dengan mencatat nama file pada buku agenda serta melampirkan keterangan pokok surat, sehingga petugas lebih mudah memahami dan menemukan arsip yang diperlukan. Dengan adanya sistem ini, pimpinan juga akan terbantu saat membutuhkan surat masuk maupun surat keluar yang telah disimpan, karena arsip tersusun rapih berdasarkan urutan abjad, sehingga proses pencarian menjadi lebih cepat dan efisien. Langkah penyimpanan arsip dengan sistem abjad di Kantor Desa: Mengklasifikasi dokumen Setiap surat atau arsip dikelompokkan berdasarkan nama pengirim atau penerim . isalnya nama instansi, organisasi, maupun peroranga. Menentukan kata tangkap . ata uatam. Jika pengirim atau penerima adalah peroranganIegunakan nama belakang kemudian diikuti nama awal dan tengah. Jika pengirim atau penerima adalah instansiIegunakan nama instansi. Mengurutkan sesuai abjad Arsip dimasukkan ke dalam map yang sudah ditandai berdasarkan huruf. Contoh: Map A. Map B. Map C, dst. Mencatat dalam buku agenda Setiap surat masuk dan keluar yang disimpan dicatat pada buku agenda dengan mencantumkan nomor urut, tanggal, alamat pengirim/penerima, tanggal surat, nomor surat, perihal, nama file, dan paraf. Berikut ini merupakan cara pengagendaan surat masuk dan keluar yang dapat mempermudahkan cara menyimpanan arsip pada Kantor Desa Negeri Administratif Jembatan Basah yang baik dan benar: Tabel 4. Contoh Pencatatan Buku Agenda Surat Masuk Yang Benar Tanggal Alamat Pengagendaa Tgl Surat No Surat Perihal Nama File Paraf Pengirim Kantor Keputusan Bula Barat 16 Juni 1/SK/KKBB/ 19 Juni 2025 Kecamatan Camat Bula Kecamatan VI/2025 Bula Barat Barat (Kanto. Pemberitahu Dinas Pengendali Pengendalian 16 Juni 13/69/202 Pelaksanaan 19 Juni 2025 Penduduk dan Verifikasi Penduduk KB (Dina. dan Validasi dan KB KRS 2025 Kantor Undangan Bula Barat 13 Agustus 10 Agustus 401. 12/20/KK Kecamatan Musrenbang Kecamatan BB/Vi/2025 Bula Barat RKPD 2025 (Kanto. Panitia Bula Barat HUT RI 18 Agustus 15 Agustus 02/KKB/VII/2 Pemberitahu Kecamatan Ke-80 an Lomba (Panitia HUT Kecamatan RI Ke-. Bula Barat Panitia Bula Barat HUT RI Permintaan 18 Agustus 15 Agustus 20/KKB/VII/2 Kecamatan Ke-80 Peserta (Panitia HUT Kecamatan Upacara RI Ke-. Bula Barat Tabel 4. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 Urut No Surat Contoh Pencatatan Buku Agenda Surat Keluar Yang Benar Alamat Tanggal Perihal Nama File Paraf Tujuan Surat 26/NA. JB/VI /2025 Jurusan Administra si Niaga 04 Juni Persetujuan Ijin Penelitian 32/SR/NAJB/VI/2025 Eli 21 Juni 34/SKU/NA. JB/VI/2025 Wan Ngadihu 21 Juni Surat Rekomendasi Surat Keterangan Usaha Heri Sigit Upuolat 19 Agustus Surat Ijin Usaha Upuolat Heri Sigit Andira Rahakbauw 22 Agustus Surat Keterangan Tidak Mampu Rahakbauw Andira 51/SKUIU/N JB/Vi/20 55/NA. JB/S KTM/Vi/20 Administrasi Niaga (Jurusa. Eli Ngadihu Wan Pentingnya Peningkatan Profesionalisme Petugas Kearsipan Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di Kantor Desa Jembatan Basah, perlu diadakan pelatihan atau bimbingan teknis yang difasilitasi oleh pemerintah daerah. Hal ini bertujuan agar petugas arsip, yang juga merangkap jabatan sebagai kaur umum yang memiliki latar belakang pendidikan SMA, dapat memahami tata cara penataan pengarsipan yang baik. Selain itu, diperlukan penambahan tenaga yang memiliki kompetensi di bidang kearsipan agar proses pengelolaan arsip dapat berjalan lebih optimal. Hal ini menjadi penting mengingat petugas kearsipan saat ini masih merangkap jabatan sebagai kaur umum, sehingga beban pekerjaan yang ganda dapat menghambat fokus dan kualitas pengelolaan arsip. Dengan adanya petugas khusus yang menangani arsip, kinerja pengelolaan arsip di kantor desa dapat lebih terarah dan tertata rapih sesuai prosedur. Fasilitas Yang Digunakan dalam Penyimpanan Arsip Fasilitas yang tersedia pada Kantor Fasilitas yang tersedia untuk menyimpan arsip di Kantor Administrasi Desa Negeri Jembatan Basah adalah dua buah lemari arsip dari kayu dan map biasa. Penyimpanan catatan yang tepat dan benar menggunakan sistem abjad pada fasilitas dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut: Map Proses penyimpanan catatan menggunakan sistem abjad melibatkan pengumpulan dokumen yang akan disimpan, meninjau dan menyortir huruf yang akan diarsipkan, kemudian mengindeks dengan menentukan nama yang akan menjadi penanda, disusun dalam urutan abjad. Kemudian diletakkan secara horizontal ke dalam lemari arsip. Lemari Arsip Proses penyimpanan catatan menggunakan sistem abjad di dalam lemari arsip dilakukan dengan memasukkan dokumen ke dalam map terlebih dahulu, kemudian menyusunnya di dalam lemari. Penyusunan dilakukan dengan cara meletakkan map secara horizontal dan ditata berderet rapi di dalam lemari arsip. Fasilitas yang direkomendasi Untuk meningkatkan efektivitas sistem penyimpanan arsip di Kantor Administrasi Desa Negeri Jembatan Basah, perlu adanya penambahan fasilitas yang lebih memadai. Fasilitas yang direkomendasikan antara Lemari Arsip Khusus (Filing Cabinet/lemari bes. Lemari arsip yang dibuat dari bahan besi atau logam sangat dianjurkan karena lebih tahan lama, kokoh, serta aman untuk menyimpan dokumen penting. Lemari arsip khusus biasanya dilengkapi dengan kunci pengaman, sehingga dokumen lebih terjaga kerahasiaannya dan terhindar dari kerusakan akibat serangga maupun kelembapan. Map Arsip Berkualitas e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 Map arsip yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang lebih kuat . ap gantung, map folder, atau ordne. sehingga tidak mudah rusak. Map khusus arsip biasanya dilengkapi dengan label yang memudahkan proses identifikasi, pencarian, dan penataan dokumen. Rak Arsip Rak arsip terbuka dapat digunakan untuk penyimpanan map atau kotak arsip yang tidak bersifat rahasia. Rak arsip membantu memaksimalkan ruang dan memudahkan pegawai dalam menemukan arsip yang sering digunakan. Kotak Arsip (Box Fil. Kotak arsip sangat bermanfaat untuk menyimpan dokumen yang jarang digunakan, namun tetap perlu Dengan adanya kotak arsip, dokumen dapat lebih rapih, terlindungi dari debu, dan mudah dipindahkan apabila dibutuhkan. Peralatan Pendukung (Label. Barcode/Scanner, dan Kompute. Label Arsip: untuk memberikan tanda identitas pada map atau kotak arsip sehingga lebih mudah Barcode/Scanner: mempermudah sistem pencatatan dan penemuan kembali arsip dengan lebih cepat dan efisien. Komputer dengan Aplikasi Kearsipan: digunakan untuk pencatatan arsip digital, basis data arsip, serta mendukung sistem pengelolaan arsip berbasis teknologi informasi. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitia dan pembahasan yang ditemukan sebelumnya maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut: Sistem kearsipan yang digunakan belum efektif, sehingga menyulitkan proses penemuan kembali Pegawai yang menangani arsip belum pernah mengikuti pelatihan khusus di bidang kearsipan,serta pegawai masih merangkap dengan tugas lainnya. Fasilitas arsip yang dipakai masih terbatas, sehingga kurang mendukung proses pengelolaan arsip secara optimal. Saran Berdasarkan yang telah penulis kemukakan diatas maka dapat disarankan beberapa hal sebagai Sistem penyimpanan arsip sebaiknya tetap menggunakan sistem abjad, namun perlu ditingkatkan efektivitasnya melalui penerapan prosedur yang lebih teratur serta dilengkapi dengan kode atau label yang jelas agar mempermudah penemuan kembali arsip. Pegawai yang bertugas menangani arsip perlu diberikan pelatihan khusus mengenai pengelolaan arsip, sehingga memiliki kompetensi yang memadai dalam bidang kearsipan. Fasilitas penyimpanan arsip perlu ditambah dan diperbaiki, misalnya dengan menyediakan lemari arsip, map khusus, serta ruang penyimpanan yang lebih memadai agar arsip dapat tersusun dengan baik dan aman. DAFTAR PUSTAKA