Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PIUTANG USAHA TERHADAP RESIKO PIUTANG TAK TERTAGIH PADA PT. SARANA YEOMAN SEMBADA Ira Pasira1 Bambang Satriawan2 Nona Jane Onoyi3 1,2,3 Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Batam irapasira31@gmail. Abstrak Piutang merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan suatu perusahaan, karena piutang merupakan bagian terbesar dari aktiva lancar dan merupakan bagian yang cukup besar dari total aktiva perusahaan. Oleh karena itu diperlukan pengendalian internal yang bertujuan agar segala sesuatunya berjalan sesuai dengan yang seharusnya sehingga dalam hal ini dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan. Penelitian ini dilakukan di PT. Sarana Yeoman Sembada pada bulan Maret sampai dengan Juli 2018. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu terlebih dahulu mengumpulkan data-data yang ada kemudian diklarifikasi, dianalisis, kemudian disajikan sehingga memberikan gambaran. yang jelas tentang situasi yang diteliti. Jenis sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa pengendalian internal yang ditetapkan pada PT. Sarana Yeoman Sembada belum sesuai dengan unsur pengendalian internal yang baik. Kata kunci : Pengendalian intern. Piutang Dagang Abstract Receivables are a measure of success for a company, because accounts receivable is the largest part of current assets and a substantial portion of the total assets of the company. For that reason, internal control is needed which aims to make things run according to them should so that in this case they can improve the effectiveness and efficiency of the company's operations. This research was conducted at PT. Sarana Yeoman Sembada from March to July 2018. Analysis of the data used in this study was to use descriptive analysis method, which first collected the existing data and then clarified, analyzed, then presented so as to provide an overview clear about the situation under study. Types of data sources used are primary data and secondary data. The results of research conducted by the researchers indicate that internal control set in PT. Sarana Yeoman Sembada is not in accordance with the elements of good internal control. Keywords: Internal Control. Trade receivables PENDAHULUAN Perusahaan secara umum sangat menginginkan pencapaian laba yang maksimal atas setiap akitivitas usahanya. Laba yang ingin dicapai tentunya harus dengan cara yang benar dan sesuai dengan prosedur perusahaan. Maksimal tidaknya pencapaian laba yang diterima oleh perusahaan, sangatlah penting apabila perusahaan tersebut memperhatikan Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 salah satu unsur yang dapat memperbesar laba yaitu volume penjualan. Penjualan merupakan unsur utama dalam memperbesar laba disamping pendapatan bunga, kebijakan kredit dan lain sebagainya. Penjualan secara kredit akan sangat menguntungkan perusahaan, para konsumen umumnya lebih menyukai bila perusahaan dapat melakukan penjualan kredit, karena pembayaran dapat ditunda. Dalam kenyataannya, penjualan kredit pada kebanyakan perusahaan biasanya jauh lebih besar dari penjualan tunai. Dari penjualan kredit tersebut maka akan timbul akun piutang. Dalam perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan, fokus utama perusahaan adalah melakukan penjualan secara kredit. Penjualan kredit tidak akan segera menghasilkan penerimaan kas. Tapi menimbulkan piutang kepada konsumen, atau yang biasa disebut dengan piutang usaha, dan barulah kemudian pada hari jatuh temponya, terjadi aliran kas masuk yang berasal dari pengumpulan piutang usaha tersebut. Piutang usaha sebuah perusahaan pembiayaan merupakan bagian terbesar dari aktiva lancar serta menjadi salah satu bagian yang cukup besar dari total aktiva perusahaan. Oleh karena itu, pengendalian intern ini sangat penting diterapkan. Kecurangan dalam siklus kerja sangat mungkin terjadi sehingga dapat merugikan perusahaan. Sistem pengendalian intern merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengantisipasi kecurangan. Kecurangan atau kemungkinan adanya kerugian yang dialami sebuah perusahaan akibat tingginya Piutang tak tertagih dapat diantisipasi dengan cara pengendalian intern. Pengendalian intern perusahaan merupakan suatu rencana organisasi dan metode bisnis yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, menjaga aset, memberikan informasi yang akurat, mendorong mematuhi peraturan dan ketentuan manajemen yang telah ditetapkan. PT. Sarana Yeoman Sembada memiliki jumlah piutang perusahaan cenderung terus mengalami peningkatan. Untuk Customer Klm. Sejahtera Indah di tahun 2015 mempunyai piutang sebesar Rp 95. 000,- kemudian di tahun 2016 meningkat menjadi Rp 500,- dan di tahun 2017 menjadi Rp 171. 000,- selanjutnya Km. Nurmadina di tahun 2015 mempunyai piutang sebesar Rp 76. 0000,- kemudian di tahun 2016 meningkat menjadi Rp 130. 800,- dan di tahun 2017 menjadi Rp 118. 000,- begitu juga Km. Berlian 01 di tahun 2015 mempunyai piutang Rp 50. 332 kemudian di tahun 2016 Rp 101. 500,- dan di tahun 2017 menjadi Rp 206. 600,- Peningkatan tersebut bisa disebabkan karena piutang periode sebelumnya belum tertagih, namun perusahaan tetap menerima order dari customer tersebut. Berdasarkan Kondisi di atas menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern piutang tidak berjalan dengan baik. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis sistem pengendalian intern piutang usaha terhadap resiko piutang tak tertagih pada PT. Sarana Yeoman SembadaAy. KAJIAN LITERATUR Sistem Pengendalian Internal Menurut Romney dan Steinbert . 9 : . , pengendalian intern . ntern contro. adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga asset, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Menurut Mulyadi, bahwa meliputi struktur organisasi dan seluruh cara-cara serta alat-alat yang di koordinasikan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta . milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mengoptimalkan efisiensi didalam operasi dan membantu mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan lebih Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Pengendalian Intern Pengertian pengendalian intern menurut COSO . adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan direksi, manajemen dan karyawan yang dirancang untuk memberikan jaminan yang meyakinkan bahwa tujuan organisasi akan dapat dicapai melalui: efisiensi dan efektifitas operasi, penyajian laporan keuangan uang dapat dipercaya, ketaatan terhadap undang-undang dan aturan yang berlaku. Unsur-unsur pengendalian internal terdiri dari : Lingkungan Pengendalian (Control Invironmen. Penentuan Risiko (Risk Assessmen. Aktivitas Pengendalian (Control Activitie. Informasi Dan Komunikasi (Information And Communicatio. Aktivitas Pemantauan (Monitoring Activitie. Mulyadi . 2: . menyatakan pengendalian internal setiap entitas memiliki keterbatasan bawaan sebagai berikut: Kesalahan dalan pertimbangan Gangguan Kolusi Pengabaian oleh manajemen Biaya lawan manfaat Piutang Usaha Menurut Hery . Piutang adalah sejumlah tagihan yang akan diterima oleh perusahaan dri pihak lain, baik sebagai akibat penyerahan barang dan jasa secara kredit maupun sebagai akibat kelebihan pembayaran kas kepada pihak lain. Dari pengertianpengertian diatas dapat disimpulkan bahwa piutang merupakan hak untuk menagih sejumlah uang kepada pihak lain atas pemberian barang, jasa atau fasilitas lainnya yang dilakukan secara kredit. Piutang Usaha yang Tidak Dapat Ditagih Menurut Wahyuni . piutang tak tertagih adalah hak untuk menagih sejumlah uang dari penjual kepada pembeli karena adanya transaksi penjualan secara kredit yang belum atau tidak bisa dibayarkan tepat pada waktunya. Resiko Piutang Berikut ini merupakan resiko-resiko yang berkaitan dengan piutang, adalah : Kegagalan untuk menagih pelanggan Kesalahan dalam penagihan Kesalahan dalam memasukan data ketika memperbarui piutang usaha Pencurian kas Kehilangan data Kinerja yang buruk METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sugiyono . 0 : . menyatakan , metode deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk menggambarkan sistem pengendalian intern terhadap piutang usaha pada PT. Sarana Yeoman Sembada dengan memperhatikan pengendalian intern, informasi dan komunikasi, serta pengawasan atau pemantauan. Sehingga akan diketahui apakah pelaksanaan sistem pengendalian internnya sudah efektif atau belum. Dalam penelitian ini, jenis data yang penulis kumpulkan untuk mendukung variable yang diteliti adalah data dokumentasi yaitu mempelajari dokumen Ae dokumen. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Metode Pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Teknik Analisis Data Berdasarkan pernyataan wawancara dan observasi maka bisa dihitung rata Ae rata dengan perhitungan sebagai berikut : Ket : = Mean Oc = Jumlah Jawaban Responden = Jumlah Pertanyaan Rentang = Data Terbesar Ae Data Terkecil Jumlah Kode Interval Variabel Sistem Pengendalian Intern Tabel 1 Kisi AeKisi Operasional Variabel Definisi Indikator Pertanyaan Suatu Organisasi terdiri Lingkungan kebijakan-kebijakan Pengendalian dan prosedur yang dapat Penentuan untuk Resiko memberikan jaminan yang Aktivitas tujuan Pengendalian organisasi dapat tercapai Informasi dan Komunikasi Pemantauan Butir Pertanyaan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian PT. Sarana Yeoman Sembada dimulai sejak tahun 1981 di Batam. PT. Sarana Yeoman Sembada (PT. SYS) berdiri Akte Notaris No: 8 Tanggal 23 November 1995. Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Menteri HUKUM dan HAM RI Nomor C-23925 HT. TH. Nomor NPWP 01. PT. Sarana Yeoman Sembada beralamat di Jl. Patimura RT 002 RW 002 Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa. Telaga Punggur Batam. PT. Sarana Yeoman Sembada adalah perusahaan jasa yang berkembang dalam bidang industri perbaikan kapal, perubahan / renovasi bangunan / fungsi kapal jenis kayu, tugboat dan kapal besi, yang dilakukan melalui dua cara yaitu: Perbaikan kapal tanpa docking yaitu perbaikan kapal khusus kapal yang memiliki kerusakan ingan. Perbaikan kapal menggunakan docking yaitu perbaikan kapal tanpa menggunakan sistem floating dock atau lift dock dan dry dock. Sistem ini dilakukan khususnya untuk kapal yang mengalami kerusakan berat atau perbaikan di sekitar lambung kapal. Flowchart Penjualan Kredit Penjualan kredit menimbulkan adanya piutang. Adapun arus penjualan kredit dapat digambarkan Flowchart adalah sebagai berikut : Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Gambar 1. Flow Chart Penjualan Kredit Keterangan Bagian Alur Dokumen dari Sistem Penjualan Kredit Bagian Customer Menerima Penawaran (Quotatio. Penawaran yang diterima dari Bagian Marketing atau Commercial di cek, jika harga tidak sesuai quotation dikirim kembali ke Bagian Commercial, selanjutya harga yang telah sesuai di terima kembali customer. Setelah itu customer menerima SO dari Bagian Commercial Bagian Commercial Menerbitkan Penawaran (Quotatio. yang akan dikirim ke Bagian Customer, selanjutnya penyesuain harga yang dilakukan oleh Bagian Commercial, jika harga sudah sesuai dikirim kembali ke customer. Kemudian bagian Commercial mengirim Service Order (SO) ke Bagian Customer, selanjutnya penerimaan Service Order tadi dicek dan disesuikan dengan penawaran yang telah disepakati. Selanjutnya bagian Commercial mengirim SO ke bagian Project untuk dilakukan pengerjaan. Setelah pengerjaan selesai Commercial menerima Docking Report dari Bagian Project. Hasil Docking Report tersebut dicek apakah sudah sesuai dengan SO, jika Docking Report masih belum sesuai maka Docking Report dikembalikan ke Bagian Project. Selanjutnya Docking Report yang sudah sesuai diserahkan ke bagian Accounting. Bagian Project / Operation Project terima Work Order dari Bagian commercial, setelah itu memerintahkan bagian operation melakukan pekerjaan, selama pekerjaan berlangsung project bertugas mengawasi bagian operation untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan permintaan Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Customer. Setelah pekerjaan selesai project memeriksa hasil kerja dari operation, jika sudah selesai, project membuat Docking Report dan diserahkan kebagian commercial. Bagian Accounting Accounting menerima laporan pekerjaan dari Bagian Commercial, selanjutnya membuat invoice beserta lampiran dibuat 3 rangkap masing Ae masing untuk customer . nvoice 2 dikirim Bagian Custome. dan invoice 1 dan invoice 3 di arsip Bagian Accounting. Kemudian jika customer telah melakukan pelunasan invoice original diserahkan ke Bagian Customer. Invoice ke 3 diarsip di Paid File ( Folder pelunasa. Invoie pelunasan terdiri dari kwitansi pelunasan bermatrai 6,000, payment voucher, invoice lembar ke 3 beserta lampiran, foto copy cheque pembayaran. Hasil Observasi Dalam membahas pengendalian intern terhadap piutang usaha maka peneliti membuat daftar pertanyaan yang berjumlah 15 pertanyaan dengan 4 orang observer yang berhubungan langsung didalam bagian piutang yaitu Manager Finance. Manager Accounting. Assisten Accounting. Accounting Staf. Berikut adalah hasil observasi yang telah dilakukan: Tabel 2 Hasil Observasi Score Total Kriteria Jawaban Sangat Setuju Sesuai Kurang Sesuai Tidak Sesuai Jawaban Observaser Total Presentase hasil jawaban : X = = 2,43 Tabel 3 Kriteria Penilaian Interval Keterangan Score 1 - 7. Tidak Sesuai 76 - 2. Kurang Sesuai 51 - 3. Sesuai 26 - 4. Sangat Sesuai Sumber: Skripsi Elfi Yelmitila 2014 Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Berdasarkan hasil jawaban observaser dalam penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai sebesar 2,43 yang mana hal ini menunjukkan bahwa pengendalian intern yang ditetapkan PT. Sarana Yeoman Sembada berarti kurang sesuai dengan unsur Ae unsur pengendalian intern yang baik. Adapun unsur Ae unsur pengendalian yang masih kurang sesuai yaitu aktivitas pengendalian dan pengawasan atau pemantauan yang telah berjalan namun kurang sesuai dalam pelaksanaannya. Dalam aktivitas pengendalian kurang efektivitasnya dalam pemisahan tugas hal ini terlihat dari adanya rangkap tugas sehingga memungkinkan terjadinya kecurangan, selain itu juga, fungsi penagihan tidak dilakukan oleh satu bagian saja, bagian marketing tidak terpisah dengan fungsi terpisah dengan fungsi bagian piutang, bagian akuntansi tidak terpisah dengan fungsi penjualan, dan pemegang kartu piutang merangkap sebagai pemegang kartu piutang. Sehingga adanya fungsi lain yang memiliki wewenang dan tanggung jawab lebih dari satu. Pengendalian intern pengawasan atau pemantauan yang berjalan masih kurang sesuai, hal ini terlihat dari tidak adanya aktivitas audit intern dalam perusahaan, sehingga peningkatan kearah perbaikan pada bagian Ae bagian fungsi penagihan tidak megalami perubahan yang sesuai dengan tujuan pengendalian intern piutang, hal ini terlihat adanya rangkap jabatan dan fungsi tugas dalam perusahaan. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang sistem pengendalian intern piutang usaha terhadap resiko piutang tak tertagih pada PT Sarana Yeoman Sembada maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Sistem Pengendalian Intern PT. Sarana Yeoman Sembada Sistem pengendalian intern piutang usaha pada PT Sarana Yeoman Sembada dapat dikatakan kurang baik dan kurang sesuai dalam pemisahan tugas, hal ini terlihat adanya rangkap tugas sehingga memungkinkan kecurangan, dan fungsi penagihan tidak dilakukan oleh satu bagian saja. Sehingga adanya fungsi lain yang memiliki wewenang dan tanggung jawab lebih dari satu. Sedangkan menurut teori yang ada untuk menciptakan sistem pengendalian yang baik dalam perusahaan maka harus di penuhi struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. Adapun Unsur Ae unsur Sistem pengendalian intern pada PT. Sarana Yeoman Sembada dijelaskan sebagai berikut : Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian menciptakan suasana pengendalian dalam suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian dari para anggotanya. Lingkungan pengendalian merupakan landasan untuk semua komponen pengendalian internal yang membentuk disiplin dan struktur. Lingkungan pengendalian intern sangat membantu dalam kerapihan dan kelancaran dalam perusahaan dan juga dapat mempengaruhi kesadaran pengendalian dari para anggotanya. Lingkungan pengendalian PT. Sarana Yeoman Sembada kurang sesuai dengan unsur Ae unsur pengendalian intern, hal ini terlihat pada PT. Sarana Yeoman Sembada sudah memilki SOP (Standard Operating Procedure. tertulis untuk menentukan wewenang dan tanggung jawab masing Ae masing. Akan Tetapi SOP (Standard Operating Procedure. tersebut tidak berjalan dengan baik sesuai SOP (Standard Operating Procedure. PT. Sarana Yeoman Sembada. dikarenakan adanya rangkap jabatan karyawan pada PT. Sarana Yeoman Sembada. Penentuan Resiko Seluruh entitas menghadapi berbagai macam resiko dari luar dan dalam yang harus Prasyarat dari penentuan resiko adalah konsisten secara internal. Penentuan resiko adalah proses mengidentifikasi dan menganalisis resiko yang relevan dalam pencapaian Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 tujuan, membentuk sebuah basis untuk menentukan bagaimana resiko dapat diatur. Karena kondisi ekonomi, industri, regulasi, dan operasi selalu berubah, maka diperlukan mekanisme untuk mengidentifikasi dan menghadapi resiko Ae resiko spesial terkait dengan perubahan tersebut. Penentuan resiko terhadap piutang usaha dalam PT. Sarana Yeoman Sembada sudah berjalan cukup baik karena sudah sesuai dengan unsur Ae unsur sistem pengendalian intern piutang yaitu, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya resiko yang diakibatkan karyawan sendiri dari costumer yang terkait dengan piutang usaha maka perusahaan membuat kebijakan mengenai jumlah piutang yang tak tertagih adapun resiko Ae resiko yang mungkin akan terjadi seperti kredit yang diberikan melewati batas yang ditentukan ini berarti tugas bagian kredit untuk mengawasi kesalahan memasukkan data Ae data ke komputer sebelum data Ae data tersebut disimpan maka karyawan yang bertugas memasukkan data harus diverifikasi oleh atasan masing Aemasing. Kolektor yang tidak menyetor hasil penagihan piutang resiko ini di antisipasi dengan laporan hasil tagihan dan secara berkala bagian pengontrolan piutang akan melakukan konfirmasi melalui telepon langsung kepada debitur, karyawan yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi misalnya diturunkan jabatannya dan atau diberhentikan dari perusahaan, resiko penghapusan piutang dilakukan apabila piutang tidak dapat ditagih dalam tiga periode akuntansi berjalan dan keputusan penghapusan piutang tanpa persetujuan direktur utama perusahaan, untuk mencegah persekongkolan antara bagian penagihan dan costumer bagian pengontrolan piutang harus memastikan mengapa bagian penagihan tidak berhasil melakukan penagihan, untuk kasus Ae kasus khusus bagian piutang akan meminta bantuan pada pihak lain untuk menyelesaikan masalah dengan costumer yang bersangkutan. Maka dalam hal ini, pihak manajemen membuat kebijakan dengan memberkan discon untuk piutang yang telah dilunasi sebelum jatuh tempo dengan discon 20% sebelum tanggal jatuh tempo dan memberikan bonus kepada agen dari pihak debitur. Aktivitas Pengendalian Aktivitas pengendalian terhadap piutang usaha pada PT. Sarana Yeoman Sembada kurang berjalan dengan baik yaitu tidak adanya pemisahan tugas oleh masing Ae masing bagian atau fungsi yang berhubungan dengan piutang usaha yaitu bagian penerimaan merangkap menjadi bagian pecatatan, dan penagihan piutang, fungsi bagian penjualan tidak terpisah dari fungsi bagian piutang dan fungsi penagihan tidak dilakukan oleh satu bagian saja sehingga adanya fungsi lain yang memiliki lebih dari satu wewenang dan tanggung jawab, sehingga banyak pekerjaan yang tidak bisa di selesaikan dengan baik terutama dalam hal pencatatan, penerimaan dan penagihan piutang usaha perusahaan. Akan tetapi perusahaan memiliki karyawan yang kompeten membidangi pengelolaan piutang usaha, dapat dilihat dari kebijakan manajemen yaitu berupa perekrutan calon karyawan dengan selektif melalui tahap Ae tahap seleksi sesuai dengan bidangnya, pemberlakuan sistem kontrak bagi karyawan baru dengan tiga alternatif pertimbangan, yaitu jika kinerja dan kualitas karyawan tersebut diatas rata Ae rata maka apabilaa telah habis masa kontarknya akan diangkat menjadi karyawan tetap, alternatif kedua jika kinerja dan kualitas karyawan tersebut dibawah rata Ae rata tetapi tidak buruk maka kontraknya di perpanjang sampai waktu yang telah ditentukan, alternatif ketiga adalah jika kinerja dan kualitas karyawan tersebut buruk, maka kontrak kerja diputus. Informasi dan Komunikasi Informasi yang bersangkutan harus diidentifikasi, tergambar dan terkomunikasi dalam sebuah form dan timeframe yang memungkinkan orang menjalankan tanggung Informasi dan komunikasi tidak hanya menghadapi data Ae data yang dihasilkan Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 internal, tetapi juga kejadian eksternal, kegiatan dan kondisi yang diperlukan untuk memberikan informasi dalam rangka pembuatan keputusan bisnis dan laporan eksternal. Komunikasi yang efektif harus terjadi dalam hal yang lebih luas, mengalir ke bawah, ke samping dan ke atas organisasi. Seluruh personel harus meneriman dengan jelas pesan dari manajemen teratas bahwa pengendalian tanggung jawab diambil dengan serius. Personel harus memiliki niat untuk mengkomunikasikan informasi yang signifikan kepada Informasi dan komunikasi mengenai piutang usaha dalam PT. Sarana Yeoman Sembada kurang sesuai dengan unsur Ae unsur sistem pengendalian intern piutang usaha, yang terlihat dari informasi yang diterima dari setiap bagian yang membidangi piutang usaha, yaitu khususnya bagian piutang usaha tidak adanya penerbitan SOA (Statement of Accoun. kepada customer, sehingga laporan piutang yang diterima terkadang tidak signifikan dengan jumlah piutang usaha yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena kurangnya komunikasi antara pimpinan dan bawahan. Seperti pihak pimpinan telah menerima pelunasan piutang dari customer tetapi tidak menginformasikan kepada bawahannya yang mengakibatkan laporan saldo piutang usaha berbeda. Pengawasan atau Pemantauan Sistem pengendalian internal perlu diawasi, sebuah proses untuk menentukan kualitas performa sistem dari waktu ke waktu. Proses ini terselesaikan melalui kegiatan pengawasan yang berkesinambungan, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari Kegiatan ini termasuk manajemen dan supervise yang regular, dan kegiatan lainnya yang dilakukan personel dalam menjalankan tugasnya. Pengawasan atau pemantauan dalam PT. Sarana Yeoman Sembada tidak berjalan dengan baik. Manajemen PT. Sarana Yeoman Sembada tidak memiliki audit internal untuk mengawasi pengendalian internal piutang agar lebih efektif, jika dalam perusahaan ada audit internal ada audit internal maka komite audit ini dapat menilai kinerja karyawan telah berjalan sesuai prosedur perusahaan atau tidak. Sehingga tidak terjadi rangkap jabatan, rangkap tugas, dan wewenang seperti yang telah terjadi dala unsur Ae unsur pengendalian intern piutang perusahaan saat ini, serta komite audit juga dapat mencegah terjadinya kecurangan karyawan jika dilakukan audit secara mendadak tanpa Dan kurang efektifnya kepala divisi memantau perkembangan saldo piutang usaha perdebitur setiap bulan akan menimbulkan banyak kecurangan karyawan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian mengenai analisis pengendalian intern piutang usaha pada PT. Sarana Yeoman Sembada dapat simpulkan sebagai berikut: Lingkungan pengendalian PT. Sarana Yeoman Sembada kurang sesuai dengan unsur Ae unsur pengendalian intern, hal ini terlihat pada SOP (Standard Operating Procedure. yang ada pada PT. Sarana Yeoman Sembada belum berjalan dengan baik, dikarenakan adanya rangkap jabatan karyawan pada PT. Sarana Yeoman Sembada. Aktivitas pengendalian yang dilakukan dalam prosedur pengendalian intern piutang usaha yaitu manajemen memilih karyawan yang ahli dalam pengelolaan piutang usaha, dapat dilihat dari kebijakan manajemen dalam merekrut karyawan dengan selektif melalui tahap seleksi. Pengawasan terhadap piutang usaha dilakukan oleh kepala bagian piutang setiap bulan. Dari pengawasan ini dapat diketahui kelemahan dan kekuatan perusahaan sehingga diusulkan pengendalian intern yang baik. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Saran Adapun beberapa saran yang dapat disampaikan oleh penulis diantaranya sebagai Pengendalian lingkungan yang telah berjalan dengan baik yang sudah sesuai dengan unsur Ae unsur sistem pengendalian intern piutang diharapkan untuk selalu dapat dipertahankan oleh perusahaan. Sebaiknya perusahaan menambah personil untuk setiap bagian agar alur proses kerja karyawan masing Ae masing sesuai dengan proses SOP perusahaan yang telah di tentukan perusahaan secara tertulis khususnya bagian piutang. Untuk mengurangi resiko piutang tak tertagih selain membuat kebijakan dengan memberikan bonus kepada pelanggan, sebaiknya manajemen perusahaan juga membuat kebijakan yaitu untuk seluruh pelanggan wajib membayar 50% dimuka dari tagihan yang tertera di invoice penjualan kredit sebelum kapal keluar dari dock dan persyaratan ini sudah tercantum dalam surat peawaran dock yang diterima pelanggan sebelum melakukan repair kapal di PT. Sarana Yeoman Sembada Aktivitas pengendalian perusahaan sebaiknya lebih ditingkatkan dengan melakukan rotasi kerja secara berkala untuk mengurangi kejenuhan dalam bekerja, selain itu juga merupakan tindakan penilaian apakah karyawan tersebut telah bekerja dengan peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan. DAFTAR PUSTAKA