Training Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadar. Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Di SMKN 3 Kota Bengkulu Tahun 2024 Murwati 1. Tita Septi Handayani 2. Sulastri 3. Kartika Murya Ningrum 4. Tiara Syifa Anabella 5. Ena Purnama Putri 6 1,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 murstikes@yahoo. id ,2 handayani_tita@yahoo. id ,3 sulastry2007@gmail. 4 muryaningrumkartika@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Juni 2. Revised . Juli 2. Accepted . Juli 2. KEYWORDS Examination. Detection. Cancer. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Di Indonesia kanker payudara lebih banyak menyerang wanita dari pada pria (KPKN, 2. , dan sekitar 70% penderita kanker payudara datang ke Rumah Sakit dengan kondisi sudah dalam stadium lanjut (Despitasari, 2. Prognosis dari kanker payudara erat kaitannya dengan pada stadium berapa kanker tersebut ditegakkan. Diagnosis yang lebih awal akan membantu mengurangi mortalitas akibat kanker payudara, oleh karena itu beberapa program skrining dan diagnostik awal dikembangkan untuk mendeteksi kanker payudara di stadium awal (Rukmi. Breast self examination atau pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), clinical breast examination (CBE) atau pemeriksaan payudara klinis (SADANIS), dan mammografi dijadikan acuan untuk skrining kanker payudara (KPKN, 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka deteksi dini kanker payudara yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), yang merupakan pemeriksaan yang dilakukan oleh seseorang untuk mendeteksi kondisi payudara. ABSTRACT In Indonesia, breast cancer attacks more women than men (KPKN, 2. , and around 70% of breast cancer patients come to the hospital in an advanced stage (Despitasari, 2. The prognosis of breast cancer is closely related to the stage at which the cancer is diagnosed. earlier diagnosis will help reduce mortality from breast cancer, therefore several screening and early diagnostic programs have been developed to detect breast cancer in the early stages (Rukmi, 2. Breast self-examination (SADARI), clinical breast examination (CBE), and mammography are used as references for breast cancer screening (KPKN, 2. One of the efforts that can be made in the context of early detection of breast cancer is breast selfexamination (SADARI), which is an examination carried out by a person to detect breast PENDAHULUAN World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kanker merupakan problem kesehatan yang sangat serius karena jumlah penderita meningkat sekitar 20% per tahun. Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. , mendapatkan prevalensi penderita kanker pada penduduk semua umur di Indonesia sebesar 1,4 per 1000 penduduk pada tahun 2013 dan 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Data Global Burden Cancer. International Agency for Research on Cancer tahun 2012, terdapat 14. kasus baru kanker dan 8. 575 kematian akibat kanker di seluruh dunia (Riskesdas, 2. Di Indonesia kanker payudara lebih banyak menyerang wanita dari pada pria (KPKN, 2. , dan sekitar 70% penderita kanker payudara datang ke Rumah Sakit dengan kondisi sudah dalam stadium lanjut (Despitasari, 2. Prognosis dari kanker payudara erat kaitannya dengan pada stadium berapa kanker tersebut ditegakkan. Diagnosis yang lebih awal akan membantu mengurangi mortalitas akibat kanker payudara, oleh karena itu beberapa program skrining dan diagnostik awal dikembangkan untuk mendeteksi kanker payudara di stadium awal (Rukmi, 2. Di Indonesia, breast self examination atau pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), clinical breast examination (CBE) atau pemeriksaan payudara klinis (SADANIS), dan mammografi dijadikan acuan untuk skrining kanker payudara (KPKN, 2. Penting bagi wanita untuk mengetahui seluk beluk dan melakukan deteksi dini kanker payudara dengan tujuan supaya lebih paham dan lebih waspada dalam mengenal dan mendeteksi kanker payudara sedini mungkin agar lebih mudah ditangani. Karena walaupun metode skrining kanker payudara sudah lama disosialisasikan, namun pada kenyataannya angka kejadian kanker payudara di Indonesia masih tetap tinggi (KPKN, 2. Diperkirakan 95% wanita yang terdiagnosis kanker payudara pada tahap awal dapat bertahan hidup lebih dari 5 tahun. Deteksi dini dilakukan sebelum munculnya tanda atau gejala yang mencurigakan adanya kanker payudara. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan pengobatan maupun pencegahan kanker payudara (Sari, 2. Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 70% dari penderita kanker payudara berkunjung ke dokter atau rumah sakit pada keadaan stadium lanjut dan hasil penelitian menyebutkan sebanyak 77% kasus kanker payudara muncul di usia di atas 50 tahun (Kemenkes, 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka deteksi dini kanker payudara yang dapat dilakukan Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 225 Ae 228 | 225 adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), yang merupakan pemeriksaan yang dilakukan oleh seseorang untuk mendeteksi kondisi payudara. METODE Kegiatan pengukuran dengan tema Training Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebagai upaya Deteksi Dini Kanker Payudara di SMKN 3 Kota Bengkulu dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan deteksi dini penyakit Kanker Payudara. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dipandang sangat penting sehingga masyarakat dapat mengetahui dan mendeteksi dini penyakit kanker payudara serta mendapatkan pengobatan dengan segera. Persiapan Kegiatan . Bula. A Penjajakan lokasi A Identifikasi pengetahuan A Persiapan alat dan bahan Pelaksanaan . A Koordinasi dengan pihak Nara sumber A Mempersiapkan materi pembelajaran A Pelaksanaan edukasi penyakit kanker payudara A Pemeriksaan penyakit kanker payudara Evaluasi Kegiatan . A Monitoring kegiatan para peserta A Identifikasi mitra kerja sama HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian pada masyarakat dilaksanakan mulai bulan Oktober 2024. Khalayak sasaran yang strategis dalam kegiatan ini adalah siswi yang bersekolah di SMKN 3 Kota Bengkulu yang akan dilakukan Training Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Penentuan khalayak sasaran dilakukan berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah dan guru yang mengajar di SMKN 3 Kota Bengkulu. Dalam pelaksanaan Pengabdian pada masyarakat ini digunakan beberapa dokumen diantaranya : Instrumen Penuntun kegiatan Intrumen berupa penuntun pembelajaran untuk mengetahui tentang penyakit kanker payudara, dimulai dari pengertian sampai dengan penanganan dan tentang cara Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), mulai dari pengertian sampai dengan cara melakukannya. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan selama A enam hari, dua hari persiapan. Satu hari dilakukan pertemuan dengan pihak Kepala Sekolah dan guru di SMKN 3 Kota Bengkulu dan persiapan training Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Dua hari melakukan edukasi dan training Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan satu hari evaluasi. Adapun rincian hasil kegiatan berdasarkan metoda pengabdian pada masyarakat adalah sebagai Karakteritik Khalayak Sasaran Khalayak sasaran sebanyak 20 orang. Semua khalayak sasaran bersekolah di SMKN 3 Kota Bengkulu. Selama pelaksanaan kegiatan seluruh peserta wajib hadir di ruangan yang berada di SMKN 3 Kota Bengkulu dan berpartisipasi aktif untuk terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan baik dan lancar. Pengetahuan Khalayak Sasaran Tentang Training Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Setelah dilakukan evaluasi melalui training Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) untuk mendeteksi secara dini terjadinya penyakit kanker payudara. Khalayak sasaran siswi yang bersekolah di SMKN 3 Kota Bengkulu dapat melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) secara mandiri untuk mendeteksi secara dini penyakit kanker payudara. Pembahasan Kegiatan training Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dilaksanakan di SMKN 3 Kota Bengkulu dengan jumlah peserta A 20 orang yang diberikan training Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Sebelum diberikan training, peseta kita evaluasi terlebih dahulu untuk mengetahui pengetahuan peserta tentang penyakit kanker payudara dan cara mendeteksinya sebatas mana. Didapatkan 45% atau cukup baik pengetahuan peserta tentang penyakit tersebut, kemudian baru kita berikan edukasi tentang penyakit kanker payudara. Selanjutnya kita evaluasi kembali, pengentahuan 226 | Murwati . Tita Septi Handayani. Sulastri. Kartika Murya Ningrum. Tiara Syifa Anabella. Ena Purnama Putri. Training Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadar. peserta sudah 90% atau sudah sangat baik. Kegiatan berjalan dengan baik tanpa ada hambatan apapun, peserta antusias dalam kegiatan tersebut. Training Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dilakukan setelah dilaksanakannya edukasi, demonstrasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di ikuti oleh 20 siswi. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di lakukan selama 30 menit yang di arahkan oleh instruktur tim pengabdian dan mahasiswi untuk memberikan arahan kepada siswi pada saat Adapun gerakan dari Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) itu terdiri dari atas 5 tahap yang dilakukan sendiri. Evaluasi digunakan dengan cara menceklist lembar observasi standar operasional prosedur pelaksanaan sadari yang di adaptasi dari buku Penatalaksanaan Kanker Payudara Terkini. Hasil yang dicapai Keterampilan siswi SMKN 3 Kota Bengkulu tentang tehnik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) meningkat 80 % memiliki tingkat keterampilan baik yang sebelum di berikan pelatihan keterampilan siswi hanya 40 %, evaluasi ini dilakukan dengan menguji keterampilan siswi tentang gerakan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan mengevaluasi langsung dari gerakan yang telah dilakukan. Gambar 1. Dokumentasi KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Para peserta pengabdian masyarakat mampu menjelaskan secara singkat cara deteksi dini kanker Para peserta pengabdian masyarakat berantusias dengan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dalam bentuk training Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Para peserta sangat senang mengikuti training Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Para peserta mampu melakukan deteksi dini kanker payudara secara mandiri. Saran Secara teoritis Agar dapat memberikan sumbangan kajian berbagai disiplin ilmu dalam membantu meningkatkan pengetahuan tentang kanker payudara. Secara praktis Para peserta pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan mendeteksi secara dini penyakit kanker payudara sehingga mendapat penanganan serta pengobatan yang tepat. DAFTAR PUSTAKA