Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 April 2025. Hal. BPPMSTAKTerpaduPesat Strategi Pendampingan Remaja Kristen terhadap Pengunaan Gadget di Era Society 5. Yuni Sartika1. Kariani Giawa2* Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga karianigiawa29@gmail. Article History Submitted: 22 Agustus 2024 Accepted: 15 April 2025 Published: April 2025 Keywords: Construction Strategy. Christian Teenagers. Gadget. Society 5. Kata-kata kunci: Strategi Pembinaan. Remaja Kristen. Gadget. Society 5. Abstract The purpose of this study is to examine the mentoring strategies for Christian adolescents in relation to gadget use in the Society 5. 0 era, as well as to describe the challenges encountered in implementing these discipleship strategies. Utilizing a qualitative method with instruments such as observation, interviews, and documentation, the study involved Christian adolescents as participants. The findings reveal that mentors conducted discipleship using sermon-based methods and carried out monthly evaluations. However. Christian adolescents were still unable to use gadgets effectively, as evidenced by their tendency to play games during worship services and their lack of attention to the Word of God. These findings indicate that the current discipleship strategies are not yet Based on these results, a new strategy is recommended for guiding Christian adolescents in their use of gadgets in the Society 5. 0 era. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pendampingan remaja Kristen terhadap penggunaan gadget di era society 5. 0, serta mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam penerapan strategi pembinaan tersebut. Melalui metode kualitatif dengan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian melibatkan Remaja Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembina melakukan pembinaan terhadap remaja menggunakan metode khotbah, dan melakukan evaluasi setiap bulan meskipun remaja Kristen masih belum mampu memanfaatkan gadget dengan efektif, terutama terlihat dari kecenderungan remaja untuk bermain game saat ibadah dan kurangnya perhatian pada firman Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembinaan yang diterapkan masih belum optimal. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan strategi baru dalam membimbing remaja Kristen dalam penggunaan gadget di era Society 5. Copyright: @2025. Authors. 16 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga PENDAHULUAN Teknologi berkembangan begitu cepat dan transformasi yang terus maju sudah membawa dunia ke dalam era baru yang dimaksud dengan era society 5. Era Society 5. 0 adalah suatu rancangan yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat Jepang. Memiliki perbedaan dengan era 0 dimana lebih menekankan pada digitalisasi, sebab era Society 5. 0 konsepnya adalah bagaimana memanusiakan manusia dengan teknologi (Haqqi, 2019, p. Fokus era Society 5. 0 ini lebih kepada peningkatan kualitas hidup jauh lebih efisien serta menemukan sasaran yang tepat dan inovasi baru. Bila dibandingkan dengan fokus era Industri 4. 0 dimana lebih kepada proses produksi upaya transformasi menuju perbaikan dengan mengintegrasikan dunia online, pekerjaan manusia dialihkan ke teknologi. Konsep society 5. 0 menjadikan masyarakat sebagai sumber inovasi yang dapat menyelesaikan berbagai situasi dan permasalahan sosial dengan bantuan integrasi ruang fisik dan virtual (Usmaedi, 2. Berkembangnya teknologi kehidupan di era society 5. 0 dapat memudahkan setiap orang untuk mengerjakan aktivitas sehari-hari. Saat ini, diantaranya adalah gadget yang semakin banyak digunakan oleh semua kalangan, baik dari tua hingga muda. (Mayori & Muanah, 2. Pengguna gadget di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, ditandai dengan peningkatan jumlah pengguna gadget dari tahun 2017 hingga 2020, dimana pada tahun 2017 pengguna gadget di Indonesia sebanyak 117,61 juta pengguna, dan pada tahun 2020 jumlahnya meningkat secara eksponensial menjadi 183,68 juta, bahkan diproyeksikan pada tahun 2026 dimana pengguna smartphone di Indonesia akan berjumlah 238,79 juta pengguna (Bambang N. Prastowo, 2022, hal. Kehadiran gadget sudah diterima dengan baik karena diyakini mempunyai dampak yang sangat positif. Pengguna gadget tidak hanya kalangan pekerjaan saja namun saat ini hampir semua orang menggunakan gadget dalam aktivitas sehari-hari, tidak hanya digunakan oleh para profesional dan orang tua saja, namun saat ini remaja sudah menggunakan gadget bahkan lebih mahir menggunakannya dibandingkan orang tua (Nelyahardi Gutji, 2. Fenomena yang muncul sekarang di remaja Kristen adalah kebanyakan remaja sudah memiliki gadget dan menghabiskan waktu di dalamnya kurang lebih empat jam dalam sehari dengan gadget. Peran gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan remaja, seperti ruang lingkup pendidikan, baik secara akademis maupun sebagai bahan obrolan para remaja. Remaja biasanya menggunakan gadget untuk mengatasi kesepian yang dialami akibat kurangnya komunikasi langsung dengan orang lain (Ezrananta, 2016 hal . Selain memberikan dampak positif penggunaan gadget juga mempengaruhi perilaku sosial Remaja akan sulit berinteraksi sehingga sikap peduli terhadap orang lain akan menurun. Hal ini sesuai dengan penelitian menurut Sulistyorini ketika remaja terlalu lama menggunakan gadget maka dapat timbul sikap sosial baru yaitu ketidakpedulian terhadap lingkungan sosial Baik interaksi dengan teman atau guru, malas belajar dan dapat menimbulkan perilaku anarkis . indakan yang dilakukan dengan sengaja yang menentang norma huku. Seperti 17 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga berkelahi dengan teman-temannya. Karena perilaku sosial mempengaruhi prestasi siswa. Maka perilaku sosial mempengaruhi kinerja remaja Kristen. Program pembinaan remaja yang berkualitas dapat membantu remaja kristen mengidentifikasi kesenjangan dalam kegiatan gadget anak saat ini dan memberi langkah selanjutnya yang berharga untuk membangun program yang lebih baik. Alkitab penuh dengan contoh dimana Tuhan menggunakan individu-individu muda untuk melaksanakan pekerjaan-Nya. Remaja membutuhkan orang-orang Kristen yang dewasa dalam kehidupannya untuk berkarya secara teratur. Penting untuk mengidentifikasi potensi remaja dan membantunya menggunakan gadget dengan baik dan benar. Sehingga strategi pembinaan dalam bentuk keteladanan yang baik akan menghasilkan remaja Kristen yang dapat memanfaatkan gadget dengan baik di era society 0 (Lumi. D, & Ledoh, 2021 hal . Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi pembinaan remaja Kristen dalam pemanfaatan gadget pada era society 5. Tujuannya adalah untuk menolong para remaja Kristen lebih bijak dalam penggunaan gadget dan memberikan orang tua saran dalam mengingat tanggungjawabnya sebagai orang Kristen dalam mendidik orang METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Menurut ungkapan Erwin Widiaswowo mengutip tulisan Miles and Huberman berpendapat bahwa penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang dapat dikerjakan dalam kondisi secara alamiah, dimana penelitian ini menekankan untuk aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah yang Erwin Widiasworo. Mahir Penelitian Pendidikan Modern (Yogyakarta,Araska:Atma Sasmita, 2018 Hal. Metode ini juga dapat dipertanggungjawabkan secara alamiah selain mengungkapkan berbagai keunikan dari individu, ataupun kelompok dalam kehidupan sehari-hari. metode ini juga menggunakan Teknik Analisa mendalam dengan mengkaji masalah secara kasus per kasus (Widiasworo, 2018, hal . Adapun instrumen dalam penelitian ini dengan pendekatan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi merupakan pengamatan atau pencatatan yang dilakukan secara sistematika terhadap gejala yang terlihat pada objek penelitian(Surjarweni, 2. Sugiyono menyatakan bahwa observasi adalah suatu pengamatan dan pencatatan yang secara sistematik terhadap gejala yang terlihat pada objek yang diteliti di lapangan (Surjarweni, 2014, hal . Observasi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan segala informasi dari peristiwa yang diamati secara langsung dilapangan yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan yang cermat dan sistematis terhadap objek, fenomena, atau perilaku remaja untuk mendapat data yang dan informasi yang valid dan objektif. PEMBAHASAN Strategi Pembinaan Remaja Kristen Kata strategi berasal dari kata Strategos dalam Bahasa Yunani adalah gabungan dari Stratos atau tentara dan ego atau pemimpin. Suatu strategi mempunyai fondasi atau skema untuk 18 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga mencapai target yang dituju. Jadi pada dasarnya strategi adalah alat untuk mencapai tujuan. Strategi ialah suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya suatu organisasi untuk mencapai suatu sasarannya melalui hubungannya yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan(S, 2019, hal . Strategi dalam Bahasa Yunani adalah AustrategiaAy yang memiliki arti ilmu perang atau panglima perang. Menurut Iskandarwassid & Sunendar menyatakan strategi sebagai keterampilan untuk mengatur suatu kejadian atau peristiwa (Iskandarwassid dan Dadang Sunendar, 2015, hal. 3Ae. Sementara MacDonald mengutip pendapat Iskandarwassid mendefinisikan strategi sebagai AuThe art of carring out a plan skillfullyAy yaitu strategi adalah suatu seni untuk melaksanakan sesuatu secara baik dan terampil (Iskandarwassid dan Dadang Sunendar, 2015, hal. Menurut pendapat tuti mendefinisikan startegi pembinaan adalah rencana tindakan atau rangkaian kegiatan dalam penggunaan metode yang dimanfaatkan dari berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. (Iskandarwassid dan Dadang Sunendar, 2015, hal. Jadi berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan suatu usaha yang dirancang dan direncanakan dengan tujuan untuk memperoleh hasil atau goals yang diinginkan. Pembinaan berasal dari kata bina, dari kata imbuhan pe-an, berarti pembinaan adalah suatu usaha, tindakan, atau kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk mendapatkan hasil yang lebih baik (Buana Sari dan Santi Eka Ambayani, 2021, hal 30Ae. Menurut pendapat Poerwadarmita mendefinisikan pembinaan yaitu suatu usaha, atau tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna berhasil untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Mitha Thoha menyatakan pembinaan adalah suatu tindakan, proses, hasil, atau pernyataan yang lebih baik. Sedangkan Hendiyat Soetopo dan Westy Soetopo mengemukakan pembinaan merupakan petunjuk suatu kegiatan untuk mempertahankan dan menyempurnakan apa yang telah ada. Alwi juga mengemukakan pembinaan merupakan usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Berdasarkan kedua pendapat di atas dapat diambil kesimpulan yaitu pembinaan adalah suatu usaha, tindakan, proses, dari suatu kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna, untuk memperoleh hasil atau pernyataan yang lebih baik. Maolani menyatakan pembinaan adalah upaya pendidikan formal ataupun nonformal yang dilakukan secara sadar, terencana, terarah, teratur, dan bertanggung jawab untuk memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing, dan mengembangkan suatu dasar-dasar kepribadian remaja secara seimbang, utuh, selaras (B. Simajuntak. L Pasaribu, 1990, hal . Berdasarkan Amsal 22:6 maka menerapkan strategi pembinaan pada remaja Kristen menjadi perhatian penting pada era society 0 dalam pemanfaatan gadget. Jadi pembinaan adalah proses atau cara membina dan penyempurnaan, usaha tindakan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Pembinaan pada dasarnya adalah aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara sadar, terencana, terarah, dan teratur secara bertanggung jawab agar mencapai tujuan yang diinginkan. Secara umum pembinaan dapat diartikan sebagai usaha dalam memberi pengarahan atau bimbingan yang baik untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kata pembinaan juga berasal dari Bahasa Arab yaitu AubanaAy yang mempunyai arti membina, membangun, mendirikan dan mengembangkan kepribadian sesuai dengan kepribadian dan keterampilan. Maolani menyatakan pembinaan yaitu merupakan suatu 19 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga usaha pendidikan formal maupun nonformal yang dilaksanakan secara sadar, terencana, terarah, teratur, dan bertanggung jawab untuk memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing, dan mengembangkan suatu dasar-dasar kepribadian remaja secara seimbang, utuh, selaras (B. Simajuntak. L Pasaribu, 1990, hal . Berdasarkan Amsal 22:6 maka menerapkan strategi pembinaan pada remaja Kristen menjadi perhatian penting pada era society 5. 0 dalam pemanfaatan Jadi strategi pembinaan merupakan kerangka yang dibuat untuk melakukan suatu kegiatan pembinaan bertujuan untuk membentuk karakter atau akal budi langkah untuk mengerjakannya yaitu menggunakan metode pembinaan ataupun kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan itu sendiri. Ahmad Kosasih berpendapat bahwa strategi pembinaan yang dilakukan dalam pembinaan akhlak ataupun karakter dengan menerapkan pendidikan secara langsung ialah teladan, anjuran, latihan, kompetensi, dan pembiasaan, yang tidak langsung ialah larangan, pengawasan, hukuman (Saskia Nabila, 2. Pertumbuhan Spiritual/ Rohani Remaja Selalu ada kesulitan ketika Pembina remaja menjelaskan spiritualitas remaja. (Suprihatin & Simorangkir, 2023, hal . Karena banyak teori yang berusaha menjelaskan spiritualitas remaja namun masih tetap membingungkan. Memahami spiritualitas remaja tidak lepas dari perkembangan fisik dan emosi remaja yang sedang masa transisi. Sebenarnya remaja sudah memiliki iman sejak usia dini, tetapi dalam usia remaja iman itu hendak dikembangkan agar menjadi lebih dewasa, masalahnya kini bagaimana Pembina dapat mengukur iman seorang remaja dan apa yang harus dilakukan, beberapa masalah spiritual remaja sebagai berikut (Farida, n. , hal. Masalah Relasi Remaja dengan Tuhan Beberapa remaja mengatakan bahwa hubungan relasi dirinya dengan Tuhan kurang baik, karena lebih mengutamakan gadget daripada mengambil waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, saat membaca Alkitab dan berdoa remaja tidak fokus serta mengantuk. Ketika mendengarkan ungkapan remaja tentang Tuhan. Pembina dapat melihat kualitas relasinya dengan Tuhan apa yang dikatakan remaja tentang Tuhan, bagaimana perasaannya terhadap Tuhan, dan Tuhan itu berperan sebagai apa dalam hidupnya. Hal itu terlihat ketika remaja mengikuti kegiatan ibadah di gereja beberapa masih fokus dengan gadget. Namun sebagian besar remaja mengatakan ketika fokus dengan Tuhan kehidupannya mengalami perubahan dengan baik. Masalah Perkembangan Diri Remaja Tantangan spiritual kedua adalah ketika Pembina berupaya keras mendampingi dalam mencapai prestasi maksimal remaja, mengukur keberhasilan dengan menghitung berapa kali berdoa kepada Tuhan dan membaca Alkitab (Farida, n. ,hal . Namun seringkali remaja mengabaikan hal tersebut karena dengan adanya perkembangan gadget membuat remaja malas untuk membaca Alkitab dan hal tersebut sangat memengaruhi perkembangan spiritual remaja 20 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga untuk lebih dekat kepada Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan remaja. Oleh sebab itu, untuk melayani remaja, diperlukan para pendidik/ Pembina Kristen yang memberikan perhatian terhadap beberapa hal sebagai berikut ini: (Farida, n. , hal . Keraguan dan ketidakpercayaan. Masalah menyatakan iman di tengah-tengah dunia. Kegagalan dan penyerahan diri. Idealisme remaja. Pentingnya panutan. Kemajuan kehidupan rohani remaja Kristen tidak terlepaskan oleh pembinaan kepribadian secara keseluruhan. Sebab kehidupan spiritual remaja Kristen merupakan bagian dari kehidupan pembinaan dalam sikap, atau tindakan seseorang untuk membawa hidupnya kearah yang lebih baik. Jenis-Jenis Gadget Menurut Sunarto gadget merupakan media modern yang dapat diartikan sebagai suatu benda/alat yang sangat penting, yang dapat digunakan untuk segala bidang kehidupan Seperti halnya alat elektronik gadget lainnya, gadget dapat digunakan secara positif maupun negatif, banyaknya dikalangan anak merupakan indikasi kemewahan yang spesifik, banyaknya anak yang ditinggal oleh orang tuanya karena kesibukan orang tua dan orang tua yang lupa akan kehidupan masa depan. dari anak-anaknya(Sunarto, 2016, p. Gadget merupakan perangkat elektronik yang memiliki banyak fungsi. Gadget menyediakan berbagai fasilitas seperti media komunikasi, berita, dapat mengakses ilmu pengetahuan, tidak hanya itu gadget menyediakan game dan Dengan adanya fasilitas ini dapat menarik perhatian orang tua, remaja dan anak-anak. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa, gadget merupakan perangkat elektronik yang mempunyai fitur dan aplikasi terkini yang dapat membantu mempermudah kehidupan manusia. Ada banyak sekali jenis gadget yang akhir-akhir ini digunakan oleh para pelajar. Alat yang paling populer adalah ponsel pintar, komputer, laptop, tablet, pemutar mp3, dan kamera digital. Setiap jenis gadget tentunya mempunyai persamaan dan perbedaan ciri khasnya. Yaitu Smartphone Saat ini, smartphone atau yang juga dikenal dengan sebutan telepon seluler . menjadi gadget yang paling digemari. Selanjutnya terjadi perkembangan dan evolusi pada telepon seluler dasar, yang menghasilkan telepon pintar dan gagasan inilah yang menjadi alasan mengapa orang mulai menyebutnya sebagai 'smartphone' Oleh karena itu, dalam hal ini smartphone lebih canggih dibandingkan dengan ponsel. Menurut Litchfield, smartphone adalah telepon seluler modern yang memberikan kemampuan komputasi dan konektivitas lebih maju dibandingkan telepon seluler dasar. Ponsel cerdas memiliki sistem operasi untuk menjalankan perangkat lunak dan mengunduh banyak aplikasi. Biasanya fitur-fitur smartphone akan lebih berguna jika terhubung dengan internet. Becher. Freiling. Hoffmann. Holz. Uellenbeck, dan Wolf mendefinisikan smartphone sebagai perangkat yang berisi kartu pintar sebagai koneksi jaringan seluler. Senada dengan Becher dkk. Litchfield menyatakan bahwa smartphone merupakan sistem operasi terbuka yang berjalan secara permanen dan terhubung dengan internet. Laptop telah menjadi salah satu alat favorit di dunia pendidikan Laptop dianggap sebagai alat standar yang digunakan oleh sebagian besar mahasiswa. Pada dasarnya laptop memiliki fungsi yang sama dengan komputer. Dari segi bentuk, laptop bahkan lebih kecil dari komputer dan laptop dapat dilipat serta mudah dibawa-bawa. Menurut Naik, laptop 21 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga adalah komputer portabel yang dijalankan dengan baterai dan memiliki kinerja yang sama baiknya dengan komputer pribadi. Personal Komputer pribadi atau disebut juga komputer desktop sudah tercipta sebelum adanya laptop. Secara fisik, personal computer lebih besar dari laptop, namun fungsi utamanya sama. Berdasarkan Barata dan Cain Aukomputer adalah mesin yang dapat diprogram yang dapat menerima dan menyimpan informasi serta mengubah atau memprosesnyaAy Selain itu. Rouse mendefinisikan bahwa komputer pribadi adalah komputer mikro yang dibuat untuk satu orang. Oleh karena itu, komputer pribadi adalah komputer mikro yang menjalankan mesin yang dapat diprogram untuk mengubah atau memproses informasi, dan dikembangkan untuk satu orang. Tablet Salah satu gadget familiar yang banyak digunakan oleh para pelajar sebagai alat belajar adalah tablet. Tablet hampir memiliki fungsi yang sama dengan smartphone dan laptop. Tapi, tablet lebih besar dari smartphone dan lebih sederhana dari laptop. Tablet dapat didefinisikan sebagai jenis komputer laptop atau notebook yang dilengkapi layar LCD, pengguna dapat mengoperasikannya menggunakan pena. Namun seiring berkembangnya teknologi, saat ini gadget lebih banyak menggunakan layar sentuh dibandingkan pena. Parsons dan Oja . ebagaimana dikutip dalam Huber,) mendefinisikan bahwa Autablet sebagai perangkat komputasi portabel yang dilengkapi layar peka sentuhan yang dapat digunakan sebagai papan tulis atau gambarAy. Pernyataan di atas juga didukung oleh Chen yang menyimpulkan bahwa tablet memiliki layar sentuh berukuran besar agar pengguna lebih nyaman dalam mengoperasikan aplikasi. Gadget juga dapat memberikan dapat positif dan negatif bagi anak remaja jika tidak dimanfaatkan dengan baik, adapun dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari gadget sebagai berikut. seperti remaja cenderung menjadi pribadi yang tidak tertip, bisa menyebabkan gangguan otak, kesehatan mata terganggu, gangguan tidur menjadi tidak teratur, lebih suka menyendiri, perilaku kesehatan, bahkan ancaman cyberbullyng(Derry Iswiharmanjaya & Beranda Agency, 2. Berdasarkan dampak yang ditimbulkan oleh gadget terhadap anak remaja maka pembinaan sangat diperlukan agar remaja lebih bijak dan taat memanfaatkan gadget. Era Society 5. Teknis dari era 4. 0 awal sekali diperkenalkan oleh professor Klaus Schwab yang adalah seorang ekonom terkenal yang berasal dari Jerman di dalam bukunya yang berjudul the fouth industry revolution pada tahun 2016. Dimana era 4. 0 dikenal dengan sebutan era information society dimana manusia akan lebih lancar mendapatkan informasi lewat saluran jaringan internet, seperti komputer, laptop, dan smartphone atau gadget yang diciptakan sebagai pembantu manusia(Suheman, 2. Kemudian muncul istilah Society 5. 0 yang merupakan suatu ide yang telah lama diharapkan oleh masyarakat Jepang(Suheman, 2020, p. Society 5. 0 lebih menekankan dan fokus untuk menaikkan kualitas hidup yang lebih berkembang dan menemukan setiap sasaran inovasi baru dibandingkan era Industri 4. 0 yang lebih fokus pada proses produksi yang merupakan suatu perubahan menuju modifikasi dengan mengintegrasikan dunia online, dimana manusia pekerjaan dialihkan ke teknologi(Suheman, 2020, p. Pendidikan di era 0 meminta setiap pribadi agar lebih kreatif, inovatif, produktif, adaptif dan juga 22 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga kompetitif. Selanjutnya pada abad 21 ini pendidikan tentang kecekatan hidup atau yang dikenal dengan 4C sangat dibutuhkan. Yang dimaksud dengan 4C disini adalah Kreativitas. Berpikir Kritis. Komunikasi. Kolaborasi. Konsep era society 5. 0 atau yang dikenal dengan superAe smart society, era ini dibentuk sedemikian rupa untuk menjadikan manusia sebagai fokus utama . uman centere. dan teknologi itu sendiri sebagai pegangan(Hani Subakti. Niimmasubhani,I Putu Yoga Laksana, 2022, p. Konsep society 5. 0 dibuat atau memiliki tujuan yaitu manusia dapat memecahkan permasalahan sosial dengan dukungan perpaduan ruang fisik dan virtual dimana manusia dapat dengan mudah mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam Sesuai dengan penjelasan diatas bahwa Manusia sebagai fokus utama di era society 0 harus mampu menumbuhkembangkan kemampuannya melalui Pendidikan. Society 5. 0 muncul setelah kita melalui revolusi industri 4. 0 yang dinilai berpotensi menurunkan peran manusia itu Dalam Society 5. 0, manusia menjadi pusat namun tetap berbasis teknologi. Society 5. memerlukan terobosan-terobosan yang dipatenkan dalam upaya menghadapi tantangan yang akan ditimbulkan oleh society 5. Di era society 5. 0, sekolah dan tenaga pengajar tentunya akan mempunyai peran yang sangat penting. Dimana pada era ini kegiatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada satu sumber yaitu buku. Namun tenaga pengajar harus siap dan terbuka menerima informasi dari berbagai sumber lain. Contohnya adalah internet atau media sosial. Meski begitu, tenaga pengajar harus mampu memilah informasi yang diperoleh dari internet atau media sosial. Hal ini harus dilakukan mengingat banyak sekali berita bohong atau hoax yang tersebar di media. Pada Era society 5. 0 dimana manusia akan menjadi objek utama . uman centered societ. dalam memajukan ilmu dan teknologi. Bukan objek yang terancam seperti pada Revolusi Industri Konsep AuMasyarakat 5. 0 atau Society 5. 0Ay ini menjadikan manusia sebagai pusat pengendali Dan manusia akan berperan lebih besar dengan men-transformasi big data dan teknologi bagi kemanusiaan supaya mencapai kehidupan yang lebih baik. Society 5. 0 ini merupakan sebuah cetak biru dan skema masa depan yang mendobrak negara-negara selain negara Jepang akan Revolusi Industri 4. banyak pekerjaan yang akan hilang karena otomatisasi, digitalisasi dan kapitalisme untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi industrialisasi, sehingga kehadiran Society 0 ini menjadi pandangan baru yang humanistis(Suheman, 2020, p. Menurut Tech Crunch mengemukakan masyarakat 5. 0 mengacu pada enam pilar utama yang meliputi yaitu infrastruktur, teknologi keuangan, perawatan kesehatan, logistik, dan AI. Dimana Teknologi dan inovasi perlu digunakan untuk membantu dan memajukan masyarakat, bukan untuk menggantikan kewajiban Tatkala itu, menurut gagasan Charle A Beard mengatakan bahwa revolusi industri sebenarnya fokus pada material . embuat sesuat. dan pada manusia . (Santoso, 2020, p. Berdasarkan pendapat diatas society 5. 0 dimanfaatkan hanya untuk membantu memajukan masyarakat dalam berkarya dan membuat sesuatu tetapi tidak menggantikan peran manusia itu Berdasarkan penjelasan yang di kutip di atas, tentunya para pembina perlu menyiapkan anak remaja matang secara mental dan keterampilan untuk menghadapi era society 5. 0 yaitu sebagai berikut. Keterampilan digital, . anusia dituntut untuk memiliki keterampilan dalam mengikuti kemajuan teknolog. Pemahaman teknologi dan inovasi . emiliki pemikiran yang terbuka dan pemahaman tren teknologi bar. Pendidikan yang relevan . ibutuhkan wawasan yang 23 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga luas termasuk akses informas. Sikap adaptif . isa berpikir kreatif, memecahkan masalah hingga team work, dan memiliki kemauan untuk mengembangkan keterampilan bar. Kesiapan mental . esiapan mental hal yang sangat penting dimana kita harus mampu mengelola emosi, mengatasi stress, dan menjaga kondisi fisik yang paling utam. HASIL Pembina sebagai teladan, pemberi pelatihan, pemberi anjuran/saran, kompetensi, dan pembiasaan memiliki peran yang sangat penting menjadikan remaja yang bijak dalam memanfaatkan gadget dengan baik. Pembina memberi teladan dalam bentuk ketika ibadah pembina berusaha untuk tidak menggunakan Handphone untuk membaca atau Berkhotbah, namun menggunakan Alkitab cetak, pembina juga sebagai pemberi latihan dalam memanfaatkan gadget dalam bentuk pembina mengajarkan remaja untuk mengambil foto-foto migro yang bagus, dan juga belajar pelatihan penginjilan melalui gadget . ia whatsapp, telpon atau video cal. Sebagai pemberi anjuran pembina dapat memberikan saran yang baik terhadap remaja dalam memanfaatkan gadget seperti memanfaatkan gadget mencari informasi yang baik, atau renunganrenungan Firman Tuhan sehingga remaja tidak hanya menggunakan gadget untuk bermain game dan melakukan hal-hal yang kurang baik. Remaja yang memiliki kesadaran yang baik dalam memanfaatkan gadget dengan baik dapat melihat teladan yang diberikan oleh pembina sehingga kedepannya remaja memanfaatkan gadget dengan bijaksana. Dengan adanya pembinaan yang diberikan di remaja Kristen dalam memanfaatkan gadget semakin menjadi lebih baik, remaja mulai menggunakan gadget untuk hal-hal yang baik, mulai memiliki pemikiran yang luas tentang gadget, bahwa mereka dapat melakukan suatu perubahan melalui gadget. Dari pernyataan tersebut disimpulkan bahwa pembina masih kurang dalam memberikan pembinaan yang tepat kepada remaja Kristen Karena pembina sendiri belum begitu memahami tentang strategi pembinaan yang KESIMPULAN Beberapa orang tua mengatakan remaja tersebut tidak tertib saat menggunakan gadget, sulit diajak berbicara karena lebih asik bermain gadget . ame onlin. Ketika diajak berbicara anak hanya sibuk dan tidak memberi respon yang baik. Akibat dari hal tersebut orang tua sering emosi bahkan marah sendiri ketika mengajar anak. Remaja di gereja juga kurang mendapatkan pembinaan yang baik. Kegiatan ibadah hanya menonton, dan membosankan. Pembinaan terhadap remaja Kristen menunjukkan bahwa meskipun ada upaya yang baik dalam memberikan teladan dan anjuran kepada remaja, namun masih terdapat kekurangan dalam memberikan pelatihan yang tepat mengenai pemanfaatan gadget. Meskipun ada sebagian remaja kristen telah menunjukkan kemajuan dalam memanfaatkan gadget secara bijaksana, masih ada yang mengalami kendala dalam mendengarkan nasehat pembina. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih efektif dalam membina remaja agar remaja dapat mengoptimalkan pemanfaatan gadget sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar, sejalan dengan era society 5. 0 dan ajaran yang terdapat dalam Amsal 22:6. Dalam hal memberikan himbauan kepada Pembina remaja Kristen, pendeta atau gembala 24 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga gereja supaya lebih memperhatikan dan melihat kebutuhan setiap remaja Kristen, sebab setiap remaja Kristen memiliki perbedaan dalam kebutuhan. Untuk itu yang perlu diperhatikan dalam penyusunan atau menerapkan strategi pembinaan yang tepat dalam memanfaatkan gadget dengan lebih bijak dan sebagai Pembina harus mampu menguasai setiap strategi yang akan diterapkan kepada remaja yang dibina. DAFTAR PUSTAKA