Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-11-14 Accepted : 2025-12-25 Published : 2025-12-30 Pendidikan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal dan Implementasi P5 dalam Pengabdian Masyarakat Desa Sidogemah Amrin Ma'ruf . | Didi Pramono. | Fulia Aji Gustaman. | Eka Yuniati. | Ali Akbar Rizqi. | Riska Dwiyanti. Universitas Negeri Semarang1,2,3,4,5,6 maruf@mail. id | didipramono@mail. id | gustaman@mail. ekayuniati@mail. id | akbarzq9@students. id | riskadwy02@students. Abstrak: Isu lingkungan masih sering terjadi pada masyarakat terlebih pada masyarakat sekitar pesisir di kota Demak, termasuk di Desa Sidogemah. Kecamatan Sayung. Kabupaten Demak. Kurangnya sosialisasi terhadap kepedulian lingkungan menjadikan masih banyaknya sampah yang berserakan di lingkungan masyarakat desa Sidogemah. Kegiatan bernama AuHari Untuk NegeriAy ini dilaksanakan pada 11 hingga 13 Juli 2025, kegiatan dilakukan mulai dari pengajaran kepada siswa siswi sekolah dasar hingga penanaman pohon bersama, sekaligus kegiatan ini hadir sebagai upaya dalam pendampingan belajar dan pengembangan kompetensi siswa SD N 2 Sidogemah dalam permainan tradisional yang dihubungkan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila seperti eco fun games dan Egrang Bathok. Tim kegiatan ini berisikan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi UNNES, kegiatan ini menjadi bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dokumentasi kegiatan dilakukan dalam bentuk foto dan video sebagai arsip institusi. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan respons positif dari siswa-siswi SD N 2 Sidogemah terkait pembelajaran tentang kearifan lokal. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan rasa kepedulian masyarakat sekitar terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi tempat belajar antara lembaga pendidikan dan masyarakat secara langsung. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan sekolah dasar dalam upaya memberikan edukasi lebih awal kepada siswa-siswi sekolah dasar terhadap lingkungan maupun kearifan lokal. Kata Kunci: Kearifan Lokal. Pendidikan Lingkungan. Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. SDGAos. Tri Dharma Perguruan Tinggi Pendahuluan Di era globalisasi yang semakin pesat ini menjadikan sebuah tantangan dan peluang bagi berbagai bidang seperti bidang pendidikan dan lingkungan. Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik dan berkualitas yang dilakukan baik individu maupun kelompok (Sabaruddin, 2. Pendidikan bukan hanya sekedar pendidikan akademik melainkan juga perlu adanya pendidikan lingkungan di era isu permasalahan global mengenai lingkungan yang semakin marak adanya. Lingkungan sendiri menurut Otto Soemarwoto terbagi menjadi dua yaitu lingkungan alam dan lingkungan sosial, dimana keduanya merupakan bagian dari makhluk hidup dan berpengaruh pada kehidupan, sehingga saling memiliki hubungan dan keterkaitan (Efika et al. , 2. Lingkungan sendiri menjadi sebuah tantangan dan permasalahan global sehingga menjadi salah satu tujuan dari pembangunan berkelanjutan yang kini tengah banyak digaungkan oleh berbagai negara di dunia. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-11-14 Accepted : 2025-12-25 Published : 2025-12-30 Sumber: https://w. com/maps/place/Sidogemah Perubahan lingkungan yang menjadi sebuah masalah tidak hanya berdampak pada alam, akan tetapi juga berdampak pada komunitas lokal, salah satunya yaitu daerah pesisir. Desa Sidogemah merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sayung. Kabupaten Demak. Desa Sidogemah merupakan daerah pesisir yang berada diatas permukaan laut yang terletak kurang lebih 32 KM dari pusat Kota Demak. Mengutip data kependudukan dari situs resmi Desa Sidogemah tahun 2020, jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 3. 100 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 3. 000 jiwa. Kondisi wilayah di daerah Sidogemah sendiri pada tahun 2022 karena adanya pembangunan jalan Tol, mengakibatkan adanya penggusuran wilayah yang berdampak pada berkurangnya 1 RT. Selain adanya pembangunan jalan tol Semarang-Demak, kondisi wilayah di Desa Sidogemah juga kerap mengalami banjir Rob, hal ini berdasarkan pernyataan dari pengamatan masyarakat desa. Meskipun begitu, pemerintah Desa Sidogemah memiliki upaya preventif untuk mengurangi resiko banjir rob melalui UPPKA Bank Sampah AuSido AsriAy. Hal ini menjadikan masyarakat yang tinggal di sekitar merasakan adanya dampak kerusakan lingkungan baik dari pembangunan maupun dari lingkungan alam itu sendiri, sehingga masyarakat perlu dibekali pendidikan lingkungan sedari dini yang dapat digunakan sebagai pondasi awal membangun kesadaran terhadap lingkungan. Pendidikan lingkungan sendiri sejalan dengan adanya Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan di sekolah-sekolah salah satunya di SD N 2 Sidogemah, melalui pengadaan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. Tujuan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter peduli lingkungan yang terintegrasi dengan tema isu-isu sosial seperti keberlanjutan lingkungan, selain itu juga membentuk karakter gotong royong sebagai sebuah kearifan lokal Masyarakat (Viora & Pebriana, 2024. Maruf. P5 juga relevan dengan tujuan SDGs, khususnya pada tujuan point 4 berupa pendidikan berkualitas dan point 13 yang memiliki tujuan penanganan perubahan iklim (Firdaus & Nugraheni. Relevansi pendidikan lingkungan sebagai upaya penyadaran terhadap kepedulian lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan menjadikan Himpunan Mahasiswa Sosiologi dan Antropologi UNNES turut menanamkan nilai-nilai tersebut dalam program pengabdian kepada masyarakat yang tertuang pada kegiatan AuHari Untuk Negeri (HUN)Ay. Hari Untuk Negeri merupakan program kerja tahunan dari Himpunan Mahasiswa Sosiologi dan Antropologi, berupa pengabdian kepada masyarakat yang dimana pada program ini mempunyai sasaran mahasiswa hingga masyarakat desa. Sehingga, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga para orang tua. Menurut penelitian yang dilakukan Yusuf Ali . kegiatan pengabdian kepada masyarakat salah satunya yakni HUN ini memiliki tujuan salah satunya Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-11-14 Accepted : 2025-12-25 Published : 2025-12-30 adalah sebagai wadah agar mahasiswa dapat memiliki rasa kepedulian lebih terhadap masyarakat , tak hanya itu tujuan lain dari HUN sendiri adalah sebagai wujud pengimplementasian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan. Penelitian, dan Pengabdian. Telah banyak pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa mengenai isu lingkungan baik sampah maupun banjir rob yang terjadi terhadap masyarakat di Kecamatan Sayung, salah satunya yaitu masyarakat Desa Sidogemah. Namun, sebagian besar pengabdian masyarakat hanya berfokus melihat bagaimana cara menangani abrasi akibat banjir rob melalui penanaman pohon mangrove (Renanda Hastuti & Mussadun, 2. HUN ini menjadi pembeda dari beberapa pengabdian yang telah dilakukan karena kegiatan ini tidak berfokus pada kondisi alam di Desa Sidogemah, melainkan fokus kepada rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta penanaman kesadaran sejak dini untuk siswa SD N 2 Sidogemah. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat sekaligus penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Sosiologi dan Antropologi melalui program Hari Untuk Negeri bertujuan mengisi celah dengan cara menanamkan kesadaran terhadap lingkungan melalui sosialisasi pengetahuan dasar mengenai sampah, dengan mensinergikan kearifan masyarakat lokal untuk mencapai pendidikan lingkungan yang mendorong tujuan pembangunan berkelanjutan. Realisasi Kegiatan Kegiatan edukasi lingkungan berbasis kearifan lokal dan implementasi P5 dilaksanakan selama 2 hari 3 malam pada tanggal 11 hingga 13 Juli 2025, tepatnya di Desa Sidogemah. Kecamatan Sayung. Kabupaten Demak. Kegiatan ini turut menyasar siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Demak, yang duduk dibangku kelas 1 hingga kelas 5, serta kelas 6 sendiri mengikuti program penanaman pohon bersama mahasiswa dan Guru. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung tatap muka di lapangan sekolah dan juga aula balai desa Sidogemah. Pelaksanaan rangkaian kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, komunikatif, implementasi langsung dan berbasis pengalaman siswa (Ayu et al. , 2. Pada pengabdian di hari kedua, kegiatan diawali dengan sambutan oleh kepala sekolah dan ketua pelaksana. Setelah sambutan, mahasiswa telah di ploting menjadi 2 yakni pengajaran dan penanaman pohon, jadi setelah adanya sambutan siswa-siswi SD N 2 Sidogemah kelas 1 hingga 5 kembali ke dalam ruang kelas untuk mendapatkan sesi pembelajaran yang berbasis pengalaman siswa melalui studi kasus lingkungan sekitar yang mengalami banjir rob dan diperparah dengan adanya pembangunan jalan tol. Dari studi kasus itu, mahasiswa memberikan materi mengenai pembagian alam secara alami dan buatan serta cara untuk mengatasi permasalahan lingkungan akibat sampah yang masyarakat hasilkan. Sesi pengajaran juga diberikan contoh-contoh konkret yang relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka, serta berdiskusi secara terbuka melalui cerita pengalaman pribadi ketika mereka tidak bisa bersekolah karena banjir rob, kemudian sampah pada aliran sungai yang tersumbat karena sampah, serta adanya pembangunan jalan tol yang memperparah lingkungan. Pemberian contoh dan diskusi dirancang guna menumbuhkan rasa kepedulian, empati, meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan serta membangun pemahaman kritis terhadap dinamika adanya kerusakan lingkungan dan solusi yang dapat ditawarkan. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran ini juga dibarengi adanya implementasi penyelesaian masalah melalui adanya edukasi cara menanam pohon secara bersama-sama. Implementasi ini dilakukan untuk menunjukkan upaya yang dapat dilakukan dan juga bagaimana memaknai tanaman itu sendiri, sehingga memiliki kesadaran untuk merawat lingkungan. Sesi yang selanjutnya siswa-siswi diarahkan untuk menuju aula balai desa, untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang pemilihan jenis-jenis sampah dan kegiatan pembelajaran interaktif yang dikemas Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-11-14 Accepted : 2025-12-25 Published : 2025-12-30 Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. menjadi eco fun games yang diberi nama AuKuis Adu Cepat: Mana Organik?Ay dimana rangkaian permainan mengenai pemilihan jenis-jenis sampah organik dan non-organik (Ismail et al. , 2. Permainan ini merupakan tools dalam melakukan sosialisasi terhadap anak-anak sekolah dasar yang berlangsung dengan perwakilan mahasiswa yang memberikan pemahaman tentang jenis-jenis sampah (Lestari et al. , 2. Permainan ini tidak hanya berhenti dalam pemberian materi pemilihan jenis sampah, akan tetapi juga mengajak murid untuk berani maju kedepan untuk menunjukkan hasil dari pemahaman terhadap materi pengelompokkan jenis sampah yang telah diberikan (Windani & Meiliawati, 2. Sehingga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tanggung jawab atas dan kesadaran terhadap isu lingkungan. Permainan ini juga menciptakan adanya ruang interaksi sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Tidak hanya permainan edukasi berupa pemilihan jenis sampah, akan tetapi dalam serangkaian pengabdian ini juga mengusung permainan tradisional berupa Ayegrang batokAy. Permainan egrang batok, dapat menjadi sebuah media edukasi yang efektif dan interaktif tentang pemahaman daur ulang sampah. Tujuan diadakannya permainan ini merupakan sebuah usaha untuk mengenalkan permainan tradisional yang ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah batok kelapa kepada generasi muda masa kini. Sehingga, permainan engklek batok tidak hanya sekedar dikenalkan kembali kepada anak-anak di masa kini, akan tetapi juga menjadi sebuah media untuk edukasi lingkungan. Seluruh rangkaian turut melibatkan mahasiswa dalam kegiatan, baik dari segi teknis maupun edukatif terutama dalam memberikan pengajaran di kelas dan juga sosialisasi. Rangkaian kegiatan juga terdokumentasikan dengan baik melalui pengambilan foto dan video pada setiap kegiatan, mulai dari awal pembukaan, pembelajaran, implementasi, hingga sosialisasi. Kegiatan yang telah didokumentasikan akan menjadi sebuah arsip yang dapat digunakan untuk evaluasi dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang sejenis di tahun kedepannya. Pelaksanaan dalam konteks kegiatan pengabdian masyarakat ini, indikator keberhasilan yang dapat dicapai dilihat dari dampak jangka menengah dan panjang terhadap siswa-siswi. Beberapa indikator yang relevan antara lain adalah peningkatan pemahaman dan kesadaran akan lingkungan, perubahan sikap dan perilaku sehari-hari dalam membuang sampah, serta meningkatnya inisiatif siswasiswi untuk menjadi garda terdepan serta agen perubahan lingkungan. Selain itu, keberhasilan juga dapat diukur melalui keterlibatan aktif siswa dalam menjawab pertanyaan yang diajukan saat sosialisasi dan pembelajaran, implementasi langsung seperti membuang sampah dengan cara membedakan organik maupun anorganik, serta dukungan terhadap kearifan lokal berupa gotong royong dalam merawat lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah dan manfaat langsung bagi siswa-siswi , akan tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada dosen dan mahasiswa dalam memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi (Irwanto, 2. Hasil Hari Untuk Negeri merupakan sebuah komitmen dari Himpunan Mahasiswa Sosiologi dan Antropologi sebagai sarana belajar interaksi sosial dan upaya untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat (Ayuningtyas & Pramono, 2. Melalui program edukasi atau pendidikan ini, dengan adanya pengajaran kepada siswa dan siswi SD N 2 Sidogemah dengan jumlah peserta didik kisaran 314 Program pendidikan diberikan mengenai langkah awal untuk pembentukan karakter berbasis kearifan lokal dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan di SD N 2 Sidogemah tidak hanya sampai pada pengajaran kepada siswa-siswi, akan tetapi juga dibarengi dengan adanya pembagian dalam kegiatan penanaman pohon bagi siswa-siswi kelas enam. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-11-14 Accepted : 2025-12-25 Published : 2025-12-30 Pendidikan lingkungan yang diberikan dengan tujuan untuk menyasar P5 dalam Kurikulum Merdeka. P5 atau Profil Pelajar Pancasila sendiri memiliki beberapa dimensi yaitu . dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia. dimensi keberbhinekaan global. dimensi bergotong royong. dimensi mandiri. dimensi bernalar kritis. dimensi kreatif (Ngabiyanto et al. , 2. Pengabdian masyarakat Hari Untuk Negeri yang dilakukan memiliki program salah satunya pendidikan lingkungan yang menggunakan basis kearifan lokal ini mampu menguatkan dan tentunya juga sejalan dengan dimensi P5 atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu pada point gotong royong (Romanza et al. , 2. Penerapan karakter gotong royong di dalamnya mengandung beberapa nilai-nilai sosial seperti nilai kolaborasi, kerja sama, nilai kepedulian, nilai tanggung jawab dan juga nilai berbagi (Musdalifah et al. , 2. Nilai-nilai yang telah disebutkan tentunya dapat menguatkan karakter dari peserta didik itu sendiri tidak hanya sebatas pada gotong royong akan tetapi juga mengasah kemampuan peserta didik untuk berinteraksi sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat. Nilai kolaborasi dan kerja sama, hal tersebut dibangun melalui adanya kolaborasi dan kerja sama dengan teman, guru dan mahasiswa. Kemudian nilai kepedulian yang dapat diraih tidak hanya kepedulian dalam tindak sosial seperti rasa simpati dan tenggang rasa terhadap teman sekelas, akan tetapi juga meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan, sehingga juga dapat menciptakan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Gambar. 2 Peserta Penanaman Pohon Efektivitas kegiatan pengabdian terlihat dari hasil wawancara bersama dengan beberapa siswa kelas 6 mengenai cara membedakan sampah kemudian bagaimana kebiasaan sehari-hari yang dilakukan untuk menjaga lingkungan. Dari wawancara siswa tersebut menjawab Aucontoh sampah organik itu daun kak dan yang anorganik itu seperti bungkus jajanAy serta siswa kelas 6 ini juga memberikan contoh perilaku sederhana yang dilakukan sehari-hari dengan membuang sampah pada tempatnya saat jajan. Efektivitas keberhasilan program tidak hanya diukur melalui wawancara akan tetapi juga observasi langsung yaitu saat eco fun game. Siswa-siswi diminta maju kedepan untuk menebak mana sampah organik dan anorganik, saat maju dan memberikan jawaban siswa-siswi tersebut benar serta dapat membedakan bahwa botol plastik merupakan sampah anorganik. Selain itu, melalui hasil observasi nonpartisipan juga menunjukkan bahwa saat penanaman pohon mereka turut mengimplementasikan nilainilai dalam tanggung jawab dan gotong royong. Hal ini menjadi sebuah bukti bahwa siswa-siswi SD N Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-11-14 Accepted : 2025-12-25 Published : 2025-12-30 2 Sidogemah mampu memahami pembelajaran dan sosialisasi yang telah diberikan melalui identifikasi sampah, cara untuk menjaga lingkungan dan sikap untuk bergotong royong serta memiliki rasa tanggung jawab. Keterbatasan dari kegiatan pengabdian ini tentunya masih banyak celah yang dirasakan seperti adanya keterbatasan waktu dalam memberikan edukasi sebab sebagai dasar atau bekal pengetahuan perlu adanya sebuah pembiasaan yang perlu dilakukan guna mendukung implementasi dari apa yang telah diajarkan atau sosialisasikan. Tidak hanya dari segi waktu akan tetapi juga dari segi sumber daya manusia (SDM) yang masih minim pengetahuan untuk memberikan sosialisasi atau program pemberdayaan yang lebih aplikatif lainnya. Gambar. 3Peserta Sosialisasi dan Games AuKuis Adu Cepat: Mana Organik?Ay Implementasi Nilai-Nilai SDGs Melalui Gotong Royong dan Fun Games Hari Untuk Negeri memiliki program kerja yang hal tersebut tertuang di dalam rangkaian kegiatannya, dimana hal tersebut relevan dan menjadi langkah konkret mewujudkan SDGs poin 11 yakni sustainable cities and communities dengan sasaran utama untuk mengurangi dampak negatif lingkungan (Rohmawati et al. , 2. Program kerja ini juga menyasar SDGs poin 13 yaitu climate action dengan tujuan membangun kesadaran masyarakat. SDGs atau pembangunan berkelanjutan merupakan program pembangunan yang berjalan secara terus menerus dan konsisten dilakukan dengan menjaga sumber daya alam dan lingkungan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masa depan (Mahin, 2. Dengan demikian dalam menjalankan upaya tersebut perlu menerapkan adanya pemikiran awal sebagai pondasi dalam mewujudkan perilaku ramah lingkungan pada masyarakat Desa Sidogemah. Menurut Sudharta Hadi dalam bukunya menyebutkan bahwa pembangunan berkelanjutan merupakan sebuah konsep pembangunan yang sesuai dengan kepentingan pembangunan dan pengelolaan lingkungan. Dari program ini menyasar 2 poin penting dalam SDGAos yaitu poin 11 mengenai upaya mengurangi dampak negatif lingkungan dengan melalui partisipasi masyarakat. Dimana dalam rangkaian kegiatan masyarakat ikut mendukung dengan cara bergotong royong bersama Mahasiswa Sosiologi dan Antropologi. Selain itu, hal tersebut bertujuan menyasar SDGs ke- 13 pada poin peningkatan kesadaran Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-11-14 Accepted : 2025-12-25 Published : 2025-12-30 dan kapasitas individu serta masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, dimulai dari halhal kecil berupa sosialisasi melalui fun games pemilihan jenis-jenis sampah, kemudian pemanfaatan limbah kelapa dalam permainan egrang batok, dilanjutkan dengan adanya kegiatan pembersihan areaarea sungai sekitar yang tercemar oleh limbah sampah, hingga dilaksanakannya kegiatan penanaman pohon sebagai upaya untuk mengurangi abrasi akibat letak geografis wilayah dan pembangunan jalan Kesimpulan Program Hari Untuk Negeri ini dilaksanakan dengan tujuan mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk dapat menambah pengalaman dan wawasan dengan berinteraksi kepada masyarakat secara langsung, serta menumbuhkan rasa kepedulian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga memberitahukan bagaimana pentingnya sinergitas seluruh elemen masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua mengenai permasalahan lingkungan yang ada, tentunya dengan berbasis kearifan lokal masyarakat yaitu budaya gotong royong. Pengabdian ini juga meng highlight pentingnya pendidikan lingkungan sebagai pondasi awal membentuk karakter peduli lingkungan dan nilai gotong royong yang selaras dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dalam kurikulum merdeka, serta bertujuan untuk mengimplementasikan nilai SDGs yaitu Aysustainable cities and communitiesAy dan Ayclimate actionAy sebagai usaha menciptakan lingkungan sosial dan alam yang berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respons positif dari masyarakat, hal itu dibuktikan melalui keterlibatan masyarakat dalam serangkaian kegiatan yang dilakukan, sehingga mampu memberikan dukungan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta adanya kolaborasi dengan masyarakat yang dapat memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dengan masyarakat itu sendiri. Disamping dengan tujuan pelaksanaannya, pengabdian ini berperan sebagai sarana pengajaran lingkungan berbasis kearifan lokal, khususnya generasi muda untuk mendapatkan kesadaran sejak dini terhadap lingkungan sekitar. Meski menghadapi tantangan modernisasi, pengabdian ini berhasil mengemas permainan tradisional kedalam serangkaian kegiatan guna menunjukkan potensi permainan tradisional seperti "Egrang BathokAy bisa tetap lestari secara kontekstual dan adaptif. Pengabdian ini terbatas pada total waktu pelaksanaan, dimana untuk tercapainya tujuan dari kegiatan ini harus didukung dengan perhatian masyarakat yang lebih dan kesadaran terhadap lingkungan yang terus berlanjut bahkan setelah kegiatan ini selesai. Sehingga celah dari kegiatan ini dapat tertutupi dengan kerjasama yang dilakukan oleh elemen masyarakat. Daftar Pustaka