TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 GAMBARAN PENGETAHUAN BAHAYA MINUMAN KERAS PADA REMAJA Endang Sawitri1*. Chory Elsera2 ,Esri Rusminingsih3. Alvina Hafidiati4 1,2 . 4 Fakultas Kesehatan Dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Klaten Email:endangsawitri02@gmail. com, chorielsera@gmail. com, esrirusminingsih@yahoo. hafidiatialvina@gmail. Abstract Alcoholic Beverages is a drink that contains ethanol . in high concentrations. Alcohol in liquor is a psychoactive substance that can affect the central nervous system, causing changes in consciousness, mood and behavior. Alcohol abuse causes 1. 8 million deaths worldwide. According to the World Health Organization (WHO) in 2019, alcohol consumption was responsible for more than 55,000 deaths in people aged 15-29 years in Europe. Alcohol and health are recognized globally as many as 320,00 people aged 15-29 years die every year due to alcohol. Research objective: To determine the knowledge of the dangers of alcoholic beverages among adolescents. Method: The research design uses quantitative descriptive research methods. The research population was teenagers in Tegal Hamlet. Tirto Village. Salam District. Magelang Regency. Central Java Province. totaling 54 respondents. The sampling technique uses total sampling, namely the entire number of Data analysis was carried out using frequency distribution. Results: The characteristics of the teenagers who were respondents were an average of 17. 87 years old. The majority of respondents were female, namely 33 . 1%). The majority of teenagers with junior high school education were 22 people . 7%). The results of this research obtained a good level of knowledge with a total of 42 respondents . 8%). Conclusion: shows that of the 54 teenagers respondents, the average age was 16-17 . 67%), the majority gender was female . 1%). Most education is in junior high school . 7%), teenagers' knowledge about the dangers of drinking is in the good category . 8%). Keyword: Alcoholic Beverages. Knowledge. Adolescent Abstrak Minuman keras merupakan minuman yang mengandung etanol dalam konsentrasi tinggi. Alkohol dalam minuman keras adalah zat psikoaktif yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat, yang berdampak perubahan pada kesadaran, suasana hati, dan perilaku. Penyalahgunaan alkohol berefek 5% meninggal hampIr di dunia. Konsumsi alkohol menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2019 menyatakan lebih dari 55. 000 kematian pada orang berusia 15-29 tahun di Eropa. Minuman yang mengandung alcohol 000 orang per usia 15-29 tahun meninggal setiap tahun. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang bahaya minuman keras l pada remaja. Metode: Desain penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah remaja di Dusun Tegal. Desa Tirto. Kecamatan Salam. Kabupaten. Magelang,Provensi Jawa Tengah yang berjumlah 54 remaja Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu seluruh jumlah responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Karakteristik remaja yang menjadi responden rata-rata berusia 17,87 tahun. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu 33 . ,1%). Mayoritas pendidikan SMP sebanyak 22 remaja . ,7%). Hasil penelitian ini diperoleh tingkat pengetahuan yang baik dengan jumlah responden sebanyak 42 orang . ,8%). Kesimpulan : menunjukan bahwa dari responden sebanyak 54 remaja,Rerata berusia 16-17 . 67%), jenis kelamin paling banyak perempuan . ,1%). pendidikan paling banyak pada SMP . 7%), pengetahuan remaja tentang bahaya minuman keras dengan katagori baik . 8%). Keyword: Minuman keras. Pengetahuan. Remaja Pendahuluan Perkembangan psikologi remaja merupakan transisi perkembangan dari masa perkembangan anak dan dewasa. Terjadi proses kematangan kognitif berupa kematangan dalam interaksi dan struktur dalam otak yang sempurna. Interaksi pada lingkungan sosial akan bertambah baik. Proses perkembangan sosisla berupa perkembangan : karakter, sikap, dan perilaku da nada kecenderungan untul mencoba sesuatu, sehingga perlu ada arahan dari pihak lain sehingga tidak berdampak negative . Pada tahap ini Remaja mencari role model untuk membentuk kepribadian. Perilaku menyimpang bisa berupa perilaku mengkonsumsi minuman TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 keras, narkoba, seks bebas, tawuran, dan merokok. Pergaulan semakin bebas membawa dampak negatif, mengonsumsi minuman keras disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pada remaja . WHO 2019, bahwa di dunia ada 61,7 % remaja usia 15 tahun atau lebih pernah mengkonsumsi alkohol dalam 1 tahun terakhir , 6. 5% dalam katagori premium berat yang ditandai dengan adanya perilaku adiksi atau kecanduan. Remaja yang berjenis kelamin laki-laki yang mengkonsumsi alkohol lebih besar daripada wanita. yaitu laki-laki 6. 1% dan perempuan . Kematian merupakan efek dari mengkonsumsi minuman keras, sekitar 320. 00 orang meninggal di usia 15-29 tahun atau 5,1% kematian di dunia akibat konsumsi alkohol. Remaja di Indonesia yang mengkonsumsi minuman keras mencapai 4. 9% pada umur antara 15-24 tahun dan mengalami penurunan sesuai dengan bertambahnya usia . Berdasarkan hasil studi pedahuluan yang dilaksanakan pad 11 Desember 2022 di Dusun Tegal. Desa Tirto peneliti melakukan pertanyaan singkat terhadap 10 remaja didapatkan 7 remaja mengatakan masih kurang mengetahui bahaya minuman keras, dampak mengkonsumsi miras bagi kesehatan, penyebab mengkonsumsi miras dan 3 remaja mengetahui bahaya mengkonsumsi miras, damapak dari mengkonsumsi miras, jenis-jenis miras. Remaja mengatakan mengetahui dampak dari miras bisa membuat pusing, untuk jenis miras kebanyakan remaja mengetahui anggur . Tujuan dalam penelitian ini mengetahui gambaran pengetahuan tentang bahaya minuman keraspada remaja. Masalah dalam penelitian ini adalah sejauh mana pengetahuan remaja tentang bahaya minuman keras. Metode Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara Total Sampling. Populasi adalah remaja di Dusun Tegal. Desa Tirto. Kecamatan Salam. Kab. Magelang. Provensi Jawa Tengah. Sebanyak 54 remaja. Teknik pengambilan sampel denga teknik total sampling , jumlah sampel yang menjadi responden dalam penelitian sebanyak 54 Peneliti mengambil sampel dengan cara peneliti menetapkan kriteria ekslusi yaitu, remaja yang bekerja atau kuliah di luar kota. Penelitian ini merupakan penelitian univariatdengan satu variabel yaitu pengetahuan remaja tentang bahaya minuman keras. Pengukuran pengetahuan dengan menggunakan kuesioner dengan indikator, definisi miras, jenis miras, dampak penyalahgunan miras Alat ukur yang dengan kuesioner. Uji validitas di Dusun Nglempong Desa Tirto Kec. Salam Kab. Magelang dengan sampel 30 remaja. Nilai r tabel pada uji validitas di dapatkan hasil >0. engan tingkat signifikasi uji satu arah 0. Hasil Uji Reliabilitas nilai alpa > 0. 7 reabilitas mencukupi . ufficient reabialit. sedangkan nilai alpa >0. 80 menujukan seluruh item reliable atau memiliki reliabilitas Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Juni 2023sampai tanggal 3 Juli 2023 di Dusun Tegal. Tirto. Kecamatan Salam. Kab. Magelang. Analisa data dengan distribusi frekuensi. Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Tabel 1. Rerata Usia Responden di Dusun Tegal Tirto Kec. Salam Magelang Tahun 2023 . Variabel Min Max Mean Standar Deviasi Usia Tabel 2. Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin di Dusun Tegal Tirto Kec. Salam Magelang Tahun 2023 . Jenis Kelamin Frekuensi . Presentase (%) Laki-Laki Perempuan Total TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 Tabel 3. Karakteristik responden menurut Tingkat Pendidikan di Dusun Tegal Tirto Kec. Salam Magelang Pendidikan Frekuensi . Presentase (%) SMP SMK/SMA Perguruan Tinggi Lainnya Total Tabel 4. Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Bahaya Minuman Keras di Dusun Tegal Tirto Kec. Salam Magelang Tahun 2023 . Pengetahuann Frekuensi . Presentase (%) Baik Cukup Kurang Total Pembahasan Usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 orang dari 30 remaja berusia 14-15 tahun . 67%), 17 orang berusia 16-17 tahun . 67%), dan 8 orang berusia 18-19 tahun . 67%). Usia responden rata-rata 17. 87 tahun. Masa remaja awal . ntara dua belas dan dua belas tahu. adalah ketika remaja mulai menunjukkan rasa ingin tahu yang besar dan sering mencoba hal-hal Dalam masa remaja tengah . -17 tahu. , eksperimen dengan minuman keras dapat menjadi bagian dari proses ini. Tekanan dari teman sebaya sering mempengaruhi keinginan remaja untuk mencoba hal-hal baru. Remaja di usia ini lebih rentan terhadap eksperimen dengan minuman keras dan lebih terpengaruh oleh kelompok sosial. Masa remaja akhir . -21 tahu. Saat mereka mulai kuliah atau bekerja, remaja merasa lebih bebas. Pada titik ini, mungkin lebih mudah untuk mendapatkan minuman keras, terutama di negara atau wilayah di mana usia legal untuk minum alkohol adalah 18 tahun. Untuk memberikan citra yang diinginkan, remaja akan mulai berperilaku seperti orang dewasa, seperti minum keras atau meroko. Tingkat kematangan seseorang meningkat seiring bertambahnya usia. Pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh umur mereka. Konsumsi minuman keras dapat berdampak buruk pada orang-orang di usia remaja . Jenis Kelamin. Hasilnya menunjukkan bahwa 33 responden . 1%) berjenis kelamin perempuan, sedangkan 21 responden . 9%) berjenis kelamin laki-laki. Ada 2 responden lakilaki dan 1 responden perempuan yang tidak tahu banyak. Orang dapat dilihat dan dibedakan dari karakter, fisik, perilaku, dan kebiasaan hidup mereka berdasarkan jenis kelamin mereka. Jenis kelamin berdampak pada konsumsi minuman keras karena pola konsumsi, motivasi, dan variabel seperti biologis, psikologis, sosial, dan budaya. Laki-laki lebih sering mengonsumsi alkohol daripada wanita. Jenis kelamin seseorang juga dapat memengaruhi pola konsumsi alkohol Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan tingkat pendidikan paling rendah berada di SMP sebanyak 22 orang . 7%), 13 orang di SMK/SMA sebanyak 24. 1%, 7 orang di perguruan tinggi sebanyak 13. 0%, dan yang lainnya sebanyak 12 orang . 2%). Sesuai dengan penelitian yang dilakukan berdasarkan tingkat pendidikan hampir setengahnya lulusan SMP, yaitu 48. 6% . Pendidikan remaja tidak sekolah di BTN Darusa Redensi RT 03 RW 06 terdiri dari 3 orang. Penelitian ini tidak sejalan dengan temuan saya sendiri. Pendidikan yang paling tinggi diberikan kepada 22 orang di SMP . 7%) dan yang paling rendah diberikan kepada 7 orang di perguruan tinggi . 0%). Pendidikan dapat memengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku seseorang terhadap alkohol. Remaja yang menerima pendidikan lebih tinggi cenderung mencari informasi tentang bahaya minuman keras dari berbagai sumber, menjadi lebih sadar akan efek negatif alkohol pada kesehatan fisik dan mental dan mencari cara untuk menghindarinya . TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 Tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja paling memahami bahaya minuman keras, dengan 42 responden . 8%) menyatakan pengetahuan yang baik, 9 responden . 7%) menyatakan pengetahuan yang cukup, dan 3 responden . 6%) menyatakan pengetahuan yang kurang. Informasi tentang risiko minuman keras dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti media elektronik dan cetak, serta langsung dari teman sebaya. Penelitian ini menunjukan bahwa distribusi informasi pengetahuan tentang mengkonsumsi minuman keras diperoleh responden dari media elektronik dan dari teman sebayanya. Perkembangan pengetahuan bisa diperoleh dari hasil pengalaman dimanna suatu peristiwa yang dialami seseorang terhadap berbagai masalah entah itu hal yang baik maupun yang kurang baik. Salah satu faktor yang menentukan perilaku seseorang ialah faktor predisposisi, diantaranya adalah Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia atau seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya. Kualitas pengetahuan seseorang akan dipengaruhi oleh data yang diperoleh dari berbagai sumber. Di dusun Tegal Tirto. Kecamatan Salam. Magelang, tingkat pengetahuan tentang bahaya minuman keras relatif tinggi. Di Dusun Tegal, sebagian besar orang sudah tahu bahaya minuman keras, tetapi banyak orang masih belajar tentang bahayanya. Beberapa hal yang mungkin menyebabkan tingkat pengetahuan ini adalah kurangnya perhatian keluarga dan tingkat pendidikan . Kesimpulan Penelitian menunjukan bahwa dari responden sebanyak 30 remaja usia rerata, berusia 16-17 . 67%), jenis kelamin paling banyak perempuan . ,1%). pendidikan paling banyak pada SMP . 7%), pengetahuan remaja tentang bahaya minuman keras dengan katagori baik . 8%). Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada remaja di Dusun Tegal. Desa Tirto. Kecamatan Salam. Kab. Magelang, yang telah banyak bersedia menjadi responden dalam penelitian. DAFTAR PUSTAKA