JURNAL SOEROPATI JurnalPenelitian&PengabdianKepadaMasyarakat ISSN : 2621-0762 (Onlin. ISSN : 2620-8113 (Prin. Universitas Yudharta Pasuruan an Warul Ulum )( 71 http://jurnal. id/v2/index. php/soeropati Volume 1 Nomor 1 November 2018 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAWASAN MARITIM MELALUI OPTIMALISASI POTENSI SUMBER DAYA LOKAL DI DESA SEMARE PASURUAN AAoan Warul Ulum Universitas Yudharta Pasuruan aan@yudharta. Abstract: This activity generally aims to empower the community through the optimization of the local resource potential of the maritime area in Desa Semare. Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, which is carried out in collaboration involving the university through Kuliah Kerja Nyata Tematik Kemaritiman in 2018. This activity uses Participatory Rural Appraisal ( PRA) to establish a synergic relationship between unity with the community in terms of efforts to solve problems that occur in the field. During this activity, there were two programs implemented, namely priority programs and supporting programs. The priority program is a program that is considered an urgent need to be carried out in accordance with the capacity of the KKN-T Kemaritiman participant Support programs are carried out as an effort to socialize with the lives of the surrounding community. It is hoped that this activity can run sustainably as part of an effort to optimize local potential with the use of appropriate technology which leads to improved community Keyword: PRA. Optimization. Local Potential PENDAHULUAN Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan dengan wilayah pesisir terpanjang ke-2 di dunia, hal ini berarti bahwa potensi sumber daya alam wilayah pesisir . awasan mariti. sangat melimpah bagi kelangsungan hidup penduduk sekitar. Kondisi geografis yang demikian dalam hal dan batas tertentu tentu sangat menguntungkan secara ekonomi bagi sebagian besar masyarakat karena menjadi sumber mata pencaharian mereka. Namun, kondisi tersebut bukan tanpa tantangan karena sumber mata pencaharian semacam ini bersifat open access, artinya mereka yang berprofesi sebagai nelayan yang mata pencaharian utamanya bersumber dari sumber daya laut Volume 1. Number 1. November 2018 72 )( Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Maritim dan perikanan seringkali harus berpindah lokasi untuk memperoleh hasil yang Karena, pola mata pencaharian nelayan semacam ini masih bergantung pada faktor musim dan cuaca yang cenderung tidak menentu sehingga berpotensi memiliki resiko yang sangat besar. Pola dan cara mata pencaharian masyarakat secara demikian dalam jangka panjang ternyata berpengaruh terhadap pandangan hidup dan perilaku sosial-budaya masyarakat nelayan Indonesia. Pandangan hidup dan perilaku sosial masyarakat maritim yang sama sekali berbeda dengan masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan menjadi sebuah kearifan lokal yang khas karena di sepanjang pantai dan pesisir kepulauan Indonesia terdapat sejumlah tradisi, kelembagaan dan kearifan lokal yang berbedabeda. Hal merupakan khasanah yang harus dikembangkan dalam rangka kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan maupun pembangunan sumberdaya lokal pesisir dan laut . awasan mariti. , mengingat kawasan maritim merupakan sebuah kawasan dinamis yang strategis dengan peluang yang masih terbuka lebar bagi pengembangan berbagai sektor usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Tetapi, rendahnya kualitas sumber daya manusia di kawasan maritim seringkali menjadi hambatan tersendiri bagi perkembangan sektor usaha tersebut. Kawasan maritim masih identik dengan daerah yang kumuh, tingkat pendidikan dan kesehatan yang rendah serta kondisi masyarakat yang cenderung menolak perubahan sehingga upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah lebih sering mengalami kemandhekan bila tidak mau dikatakan gagal, sehingga tidak sedikit masyarakat pesisir yang masih dalam kondisi pra-sejahtera secara ekonomi. Perangkap kemiskinan di wilayah pesisir disebabkan oleh faktor yang sangat kompleks, keterikatan pola pekerjaan, karena pada kenyataannya nelayan membatasi jenis pekerjaan lain, fluktuasi musim ikan, keterbatasan SDM, modal serta akses, jaringan perdagangan ikan yang mengeksploitasi nelayan sebagai produsen sehingga memiliki daya tawar yang sangat rendah, serta yang paling utama, semakin menurunnya tingkat pendapatan dan terus melambungnya jumlah Volume 1. Number 1. November 2018 an Warul Ulum )( 73 kebutuhan rumah tangga. Dalam rangka pengembangan masyarakat ini diperlukan adanya keterpaduan dan koordiansi para pelaksana pembangunan pada masyarakat pesisir itu sendiri. Secara spesifik permasalahan yang dihadapai masyarakat pesisir adalah di bidang pengetahuan, ketrampilan, permodalan, penguasaan teknologi dan manajemen serta peranan lembaga pemerintah dan non pemerintah yang ada. Kebijakan sosial ekonomi . endidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur dan kelembagaa. dalam pengembangan masyarakat pesisir yang AutertinggalAy perlu direkayasa ulang . e-engineerin. terutama yang berkaitan dengan bidang teknologi tepat guna karena perkembangan kehidupan nelayan di wilayah pesisir sangat lambat dan didominasi oleh penduduk miskin dengan karateristik dan permasalahan yang cukup kompleks, antara lain: Budaya terbuka dan infrastruktur yang terbatas. Sumber kehidupan tergantung pada sumberdaya alam. Aktivitas ekonominya sangat dipengaruhi oleh cuaca dan musim. Peran pasar sangat menentukan dalam berkembangnya aktivitas masyarakat. Faktor-faktor diatas membawa masyarakat pesisir tidak memperoleh pendapatan yang memadai, di sisi lain kebijakan sosial ekonomi tidak memberikan solusi nyata, yang akhirnya berdampak pada kemiskinan. Rekayasa pengembangan masyarakat pesisir harus berlandaskan pada tiga pilar, yaitu: Kekuatan kelembagaan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir serta kemampuan pengelolaan sumberdaya yang berkelanjutan. Pemerintah memberikan kesempatan dan jaminan legal formal. Pihak ketiga termasuk perguruan tinggi yang terkait dalam wadah kerjasama yang menguntungkan nelayan yang didukung dengan infrastruktur yang Oleh karena itu kegiatan pemberdayaan masyarakat maritim harus melibatkan banyak pihak . agar program pemberdayaan tersebut memiliki dampak yang positif bagi masyarakat secara langsung. Salah satu stakeholder tersebut adalah perguruan tinggi, dengan menggandeng perguruan Volume 1. Number 1. November 2018 74 )( Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Maritim tinggi dalam upaya pengembangan daerah maritim akan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi. Bila demikian, hal ini tentu akan memberikan manfaat yang positif bagi kedua belah pihak, sebab disatu sisi masyarakat akan mendapatkan metode atau cara-cara yang baru dalam penyelesaian suatu masalah yang bersifat praktis dan bagi perguruan tinggi kegiatan ini sebagai bagian dari wujud pengabdian kepada masyarakat. Bentuk dari keterlibatan perguruan tinggi dalam hal ini dapat berupa kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menempatkan mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat. Dengan kegiatan KKN, mahasiswa diharapkan dapat mengaktualisasikan disiplin ilmu yang masih dalam tataran teoritis praktis dengan bentuk pengabdian kepada masyarakat secara Selain itu, dengan kegiatan KKN mahasiswa diharapkan mampu untuk membantu mengatasi dan meminimalisir masalah-masalah yang terjadi di tengah masyarakat sebagai media untuk belajar membangun hubungan yang integral dalam komunitas masyarakat. Mengingat Kabupaten Pasuruan juga memiliki wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Selat Madura dengan garis pantai yang cukup panjang terbentang mulai dari Kecamatan Beji hingga Kecamatan Nguling, maka Universitas Yudharta Pasuruan juga berkontrbusi aktif dalam pemberdayaan masyarakat kawasan maritim salah satunya di Desa Semare Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Secara Topografi ketinggian desa ini adalah berupa dataran rendah yaitu sekitar 1 hingga 7 mdpl . eter di atas permukaan lau. , terletak di Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan memiliki luas wilayah 434. 366 Ha. Secara administratif. Desa Semare terletak di wilayah Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, dengan pusat pemerintahan berada pada titik koordinat 7A37'04. 6"LS dan 112A53'07. 9"BT, dengan batas-batas sebagai berikut: Sebelah utara berbatasan dengan Selat Madura. Sebelah barat berbatasan dengan Desa Pulokerto. Sebelah selatan berbatas dengan Desa Kraton. Volume 1. Number 1. November 2018 an Warul Ulum )( 75 Sebelah timur berbatasan dengan Desa Kalirejo. Jarak tempuh Desa Semare ke ibu kota kecamatan adalah 2 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibukota kabupaten adalah 10 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit perjalanan darat. Garis pantai yang dimiliki oleh Desa Semare mencapai 4,8 km merupakan lahan mata pencaharian utama masyarakat karena sebagian besar mereka berprofesi sebagai nelayan. Namun, panjangnya garis pantai ini tidak serta merta dapat Semare keterbatasan peralatan yang digunakan dalam pekerjaan mereka dan hal ini pun didukung dengan kemempuan sumber daya manusia yang masih rendah sehingga potensi sumber daya alam Semare tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Berikut gambaran persebaran potensi alam yang terdapat di Desa Semare: Lahan pertambakan . ertanian tambak, dan budidaya ika. seluas 345 ha atau hampir 80% dari luas total wilayah Desa Semare pada saat ini mengalami penurunan cukup drastis dari segi kualitas maupun kuantitas hasil panen. Hal ini disebabkan faktor alam, yaitu limbah industri yang tidak terkendali, ditambah cuaca yang tidak selalu bersahabat dengan kondisi fisik ikan yang Lahan pertanian . seluas 70 Ha yang masih dapat ditingkatkan produktifitasnya karena saat ini belum dikerjakan secara optimal. Adanya kawasan hutan mangrove yang masih belum merata, yang bisa dikelola bersama masyarakat. METODE Pemahaman kondisi pedesaan atau yang lebih sering dikenal dengan Participatory Rural Appraisal (PRA) adalah sekelompok pendekatan atau metode yang memungkinkan masyarakat desa untuk saling berbagi, meningkatkan, dan Volume 1. Number 1. November 2018 76 )( Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Maritim menganalisis pengetahuan mereka tentang kondisi dan kehidupan desa, serta membuat rencana dan tindakan nyata (Chambers, 1. Beberapa prinsip dasar yang harus dipenuhi dalam metode PRA antara lain adalah. saling belajar dan berbagi pengalaman, keterlibatan semua anggota kelompok dan informasi, orang luar sebagai fasilitator, konsep triangulasi, serta optimalisasi hasil, orientasi praktis dan keberlanjutan program (Rochdyanto, 2. Partisipasi pengembangan sosial dan ekonomi desa mereka sendiri. Masyarakat diharapkan mampu menjadi peneliti, perencana dan pelaksana pembangunan dan bukan sekedar obyek pembangunan. Sementara pihak luar hanya berperan sebagai fasilitator dalam menunjang keberlanjutan seluruh kegiatan yang dilaksanakan Dalam kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan KKN-T Kemaritiman Kelompok 11 di Desa Semare Kecamatan Kraton, jalinan kerja sama dilakukan dengan berbagai pihak mulai dari LSM hingga pihak Pemerintah Desa Semare. Agar tercapai luaran yang terukur dari pelaksanaan KKN-T Kemaritiman di Desa Semare, kelompok 11 membagi kegiatan yang dilakukan selama pelaksanaan KKN-T ini dalam dua program, program prioritas dan program pendukung. Program PRIORITAS PENDUKUNG Nama Kegiatan Seminar dan Pelatihan Hidroponik Workshop Pemasaran media online Pembuatan Website desa Partisipasi di Bimbingan Belajar Waktu Ket. 13 Agustus 2018 25 Agustus 2018 Bisa dilihat di link: https://w. 7 hari/minggu Agustus Volume 1. Number 1. November 2018 an Warul Ulum )( 77 HASIL DAN DISKUSI Program Prioritas Seminar dan Pelatihan Hidroponik Kurangnya minat warga Desa Semare dalam bercocok tanam dikarenakan lahan pertanian di desa tersebut sangat minim sehingga hal ini menjadi hambatan tersendiri bagi mereka. Oleh karena itu, dengan program ini mahasiswa ingin mengenalkan kepada warga desa bahwa bercocok tanam masih dapat dilakukan meski dengan menggunakan lahan yang tidak luas, yakni dengan konsep/model bercocok tanam secara hidroponik. Sosialisasi Seminar dan pelatihan hidroponik dilaksanakan pada tanggal 13 agustus 2018 hari senin bertempat di ruang kelas MADIN Nurul Huda yang dihadiri oleh perangkat desa, dan warga sekitar, dengan pemateri Muh. Aniar Hariswasono SP. MP dan Wenny Mamilianti SP. MP, menggunakan sistem hidroponik serta pembuatan instalasinya. Setelah seminar, peserta diberi pelatihan langsung dimulai dari cara pembibitan hingga pembuatan instalasi. Tujuan dari diadakannya sosialisasi seminar dan pelatihan hidroponik sebagai berikut: Memperkenalkan sistem pertanian modern. Mengajak warga Desa Semare untuk bercocok tanam, khususnya yang tidak mempunyai lahan. Mengingatkan Desa Semare mengkonsumsi tanaman organic. Dengan diadakannya sosialisasi serta pelatihan ini semangat warga sedikit tergugah, meskipun tidak banyak warga yang minat dalam hal bercocok tanam Volume 1. Number 1. November 2018 78 )( Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Maritim Workshop Pemasaran Berbasis Media Online Desa Semare memiliki beberapa UKM yang rata-rata bergerak dalam bidang produk olahan potensi lokal, salah satunya ialah pengolahan Krupuk Tenggok yang berbahan dasar dari tenggorokan ikan sembilang. Namun, muncul kesulitan yaitu dari segi pemasaran. Maka dari itu, mahasiswa KKN kelompok XI melakukan inovasi berupa workshop pemasaran berbasis online dengan tujuan membantu para pelaku UKM agar tidak kesulitan dalam hal memasarkan produknya. Sosialisasi kegiatan workshop dilaksanakan pada hari sabtu, 25 Bertempat di balai desa Semare dengan narasumber Rendy Agus Setyawan yang menjelaskan bagaimana teknik pemasaran melalui media online. Selain itu, dihadiri oleh M. Lukman selaku anggota Satria Emas yang siap membantu UKM dalam segi hal perizinan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tujuan dari diadakannya seminar dan workshop ini yaitu: Membantu UKM yang ada di Desa Semare dala memasarkan produknya via online. Memperluas pemasaran produk. Selain itu, kegiatan ini memiliki tujuan utama yaitu mendampingi mengurusi hak paten produk warga Desa Semare yang akan didampingi langsung oleh Satria Emas. Sehingga menjadi produk khas desa tersebut. Pembuatan Website desa Untuk mendukung keterbukaan informasi publik, diperlukan sarana yang efektif sebagai media penghubung antara Pemerintah Desa Semare dengan masyarakatnya, seperti tersedianya website yang memuat informasi tentang desa, seperti: struktur pemerintahan desa, anggaran dana desa (ADD), dll. Volume 1. Number 1. November 2018 an Warul Ulum )( 79 Program Pendukung Partisipasi di lembaga pendidikan Pendidikan merupakan salah satu usaha yang dilakukan manusia untuk menghilangkan kebodohan. Maka dari itu, mahasiswa KKN kelompok XI juga berperan aktif di lembaga pendidikan yang tersebar di Desa Semare yang dilakukan secara terjadwal mulai Tanggal 03-29 Agustus Lembaga Pendidikan RA. MambaAul Huda PAUD Tunas Harapan MADIN Nurul Huda SD Semare Hari Kamis Senin-Kamis Sabtu-Kamis Kamis Waktu Tujuan dari kegiatan partisipasi di bidang pendidikan ialah : Untuk melaksanakan salah satu tujuan dari KKN yaitu pendekatan dengan cara prtisipasi . articipatories approac. Menambah variasi metode pembelajaran yang sudah ada. Untuk memanfaatkan waktu luang menjadi waktu yang berguna. Bimbingan belajar Kegiatan Bimbingan belajar ditujukan kepada anak-anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Hal ini dilakukan karena para orang tua terutama mereka yang memiliki putra-putri usia sekolah dasar kurang memberikan perhatian terhadap pola belajar anak-anaknya. Maka, para mahasiswa juga berperan aktif dalam hal ini sebagai bagian dari wujud kepekaan sosial mereka terhadap lingkungan yang ada. Kegiatan Kemasyarakatan di Luar Program Partisipasi KKN kemasyarakatan merupakan salah satu cara untuk mengajak dan mendekati para pemuda desa agar turut serta dalam kegiatan yang diadakan di lingkungannya. Beberapa kegiatan yang diikuti yaitu: Volume 1. Number 1. November 2018 80 )( Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Maritim Berpartisipasi dalam lomba AAgustusanA, sebuah kegiatan tahunan yang diadakan di Desa Semare dalam rangka memeriahkan peringatan Kemerdekaan Indonesia, bahkan para mahasiswa ikut dalam susunan Berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian umum yang dilaksanakan setiap hari senin-rabu yang diselenggarakan di setiap musholla secara bergiliran, pembacaan dibaA rutinan setiap hari kamis. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu lansia dan posyandu balita. jumAat bersih menjadi salah satu program pendukung kami untuk menjalin keakraban kami dengan prangkat desa. JumAat bersih ini dilakukan setiap hari jumAat pagi dimulai pukul 07. 00-selesai, diikuti oleh semua peserta KKN kelompok 11 dengan semua perangkat desa. KESIMPULAN Ragam kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa kelompok KKN dibuat dan disusun berdasarkan keadaan empiris di lapangan sesuai dengan potensi dan problematika yang ada di Desa Semare Kraton mulai dari bidang pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengelolaan sumber daya alam berbasis pada teknologi tepat guna. Melalui pendekataan PRA, terjalin sebuah sinergi yang baik antara universitas dengan pemerintah desa dan warga sekitar yang dikemas dalam kegiatan KKN-T Kemaritiman untuk salang bertukar pengetahuan dalam menyelesaikan problematika yang dihadapi di lapangan. Tentu kegiatan ini harus bersifat sebagai sustainable development agar pemberdayaan masyarakat kawasan maritim melalui optimalisasi potensi sumber daya lokal dapat dilakukan secara maksimal dengan cara pendampingan sebagai desa binaan. Volume 1. Number 1. November 2018 an Warul Ulum )( 81 DAFTAR REFERENSI Abdullah. Participatory Rural Appraisal (PRA): An Analysis of Experience in Darmareja. Journal of Southeast Asia Social Sciences and Humanities. Vol 82. No 1 Lestari. Desi. Sururi. Analisis Program Diklat Participatory. Rural Appraisal (Perencanaan Partisipati. Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 23. No 1 Ai-Bugis Zubaidah, 2008. Ilustrasi Tentang Reengineering. Iqra. Volume 5 Januari-Juni 2008 Chambers. 1996 P. AiParticipatory Rural Appraisal. Memahami Desa Secara Partisipatif. Yogyakarta: Kanisius. Oxfam dan Yayasan Mitra Tani Masrukin, dkk. Model Pemberdayaan Masyarakat Pascaerupsi Gunung Merapi Di Jawa Tengah Dan Yogyakarta. Jurnal Komunitas 5 Rochdyanto. Saiful. Langkah-langkah Pelaksanaan Metode PRA. Makalah ToT PKPI. Yogyakarta. Sanusi. Herman. Hidayah. Abdul Kholik. Pengkajian Potensi Desa Dengan Pendekatan Partisipatif Di Desa Mawai Indah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kutai Timur. Jurnal AGRIFOR Volume XIV Nomor 2 Supriatna. Asep. Relevansi Metode Participatory Rural Appraisal Dalam Mendukung Implementasi Undang-Undang Pemerintahan Desa. Jurnal Lingkar Widyaiswara. Vol. 1 No. Tridoyo. Perencanaan dan Pengembangan Pulau-Pulau Kecil. Makalah Lokakarya Pendekatan Penataan Ruang Menunjang Pengembangan Wilayah Pesisir. Pantai dan Pulau-Pulau Kecil Volume 1. Number 1. November 2018 82 )( Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Maritim Volume 1. Number 1. November 2018