Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 Analisis Komunikasi Konten TikTok Nufa Azzahra sebagai Platform Pembelajaran Daring SDN 131 Kota Jambi Anggie Oktavia 1 . Samia Elviria 2 anggie@gmail. com, elviriasamia@gmail. 1 Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Nurdin Hamzah 2 Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Nurdin Hamzah ABSTRACT The Large-Scale Social Restrictions (PSBB) by the government and the closure of schools due to the Covid-19 pandemic which requires students to study at home, forced Nufa Azzahra, a teacher at SDN 131 Jambi City, to use TikTok as a learning medium during the Covid-19 pandemic. This study aimed to ascertain the communication process in Nufa's instructional content on the TikTok platform during the COVID-19 pandemic and whether or not her pandemic-related educational messages persisted in her TikTok content after the epidemic ended. This study uses a descriptive qualitative method with data collection through content analysis, interviews, and observation. Data analysis involves reduction, presentation, and conclusion drawing. The study is guided by Pierre Levy's new media theory, which examines the shift from traditional media to digital media, demonstrated by NufaAos use of TikTok as a teaching tool. The theory highlights two perspectives: social interaction, which involves student-teach er and peer interactions, and social integration, which explores how communities form groups on social media. The results found in this study indicate that with Nufa Azzahra's TikTok learning content, there is interaction between teachers and their students and between students through the comments column. So that through her TikTok learning content. Nufa managed to carry out activities as usual, her educational messages include children's creativity and self-expression. While after the pandemic, her content transformed into content that shows more of her teaching activities in class. Article History Received, 2024-12-29 Revised, 2025-01-02 Accepted, 2025-01-03 Published, 2025-01-15 Keywords: Educational Messages. New Media. Online Learning. TikTok ABSTRAK Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah karena pandemi Covid-19 yang mengharuskan siswa untuk belajar di rumah, memaksa Nufa Azzahra, seorang guru di SDN 131 Kota Jambi, menggunakan TikTok sebagai media pembelajarannya di masa pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi pada konten pengajaran Nufa di platform TikTok masa pandemi Covid-19, serta apakah pesan edukasinya selama masa pandemi di konten TikToknya tetap berlanjut di paska pandemi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi wawancara dan konten analisis. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori new media dari Pierre Levy yang membahas mengenai perkembangan media dari media konvensional ke era digital. Hal tersebut direfleksikan melalui penggunaan platform TikTok sebagai media pembelajaran daring oleh Nufa. Teori ini terbagi menjadi dua perspektif, yaitu Koresponden: Anggie Oktavia @gmail. Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 interaksi sosial dan integrasi sosial. Interaksi yang dimaksud merupakan interaksi antara siswa satu dengan lainnya, juga interaksi kepada guru saat Sedangkan integrasi yang dimaksud juga tentang bagaimana masyarakat dalam membentuk kelompok di media sosial. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dengan konten pembelajaran TikTok Nufa Azzahra terjadi interaksi guru dengan siswanya dan antarsiswa melalui kolom komentar. Sehingga melalui konten pembelajaran TikToknya. Nufa berhasil melakukan kegiatan seperti biasa, pesan edukasinya meliputi kreatifitas anak dan mengekpresikan diri. Sedangkan paska pandemi, kontennya bertransformasi menjadi konten yang lebih menunjukkan kegiatan pengajarannya di kelas. Kata Kunci: New Media. Pembelajaran Daring. Pesan Edukasi. TikTok PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Peristiwa tersebut telah membuat semua kegiatan di luar rumah dibatasi dikarenakan penyebaran covid-19 yang semakin masiv. Bukan hanya pekerja yang harus melakukan pekerjaan dari rumah (Work from Hom. , melainkan juga siswa sekolah juga harus melakukan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ (Rosdina & Nurnazmi, 2. Kebijakan ini membuat pembelajaran yang tidak pernah dilakukan secara langsung di kelas akan dilakukan secara online atau daring. Dalam surat edaran Nomor 4 tahun 2020 dari laman Kementrian dan Kebudayaan RI. Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan bahwa upaya untuk memungkinkan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna telah dilakukan untuk memungkinkan siswa belajar dari rumah . Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa babak baru dalam peradaban manusia, jangkauan yang luas membuat interaksi manusia dalam dimensi ruang dan waktu semakin tidak terbatas (Aliah & Nurfazri, 2. Sehingga dalam situasi seperti ini, media sosial menjadi platform alternatif yang menarik untuk menghadirkan konten pembelajaran menggantikan pengajaran di ruang kelas secara tatap muka, salah satunya adalah TikTok yang merupakan platform media sosial popular untuk generasi muda. Selain karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah dan penutupan sekolah yang memaksa siswa untuk belajar di rumah, juga terdapat penetrasi internet yang tinggi, serta kebutuhan adaptasi pengajar atau guru yang membutuhkan media pembelajaran agar interaksi antara guru dan siswa dan proses belajar mengajar dapat terjadi di masa pandemi, merupakan beberapa faktor yang juga mendorong terciptanya konten pembelajaran secara online di platform Tikok. Penelitian yang relevan dengan konteks yang sama adalah "Penggunaan Media Sosial Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa", ditulis oleh Yolanda Intan Sari dan Elida pada tahun 2024. Hasil studinya menunjukkan bahwa media sosial digunakan untuk mempermudah komunikasi, meningkatkan dorongan untuk belajar, dan mempermudah akses ke bahan pelajaran. Media sosial sangat penting untuk interaksi antara Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 guru dan siswa karena hadir dalam kehidupan masyarakat (Sari et al. , 2. Pertumbuhan TikTok di Indonesiapun sangat pesat, bahkan Indonesia merupakan negara pertama pengguna Tiktok terbanyak saat ini (DataIndonesia. id, 22 November 2. Dilansir juga dari DataIndonesia. id yang menyatakan bahwa pengguna TikTok Indonesia mencapai 109,9 juta per Januari 2023 (Aliah & Nurfazri, 2. dan 157,56 juta orang per Juli 2024. Sedangkan pada tahun 2020 terdapat 30,7 juta pengguna aktif TikTok di Indonesia terhitung pada bulan Juli 2020 (Adnan, 2. Hal tersebut mengindikasi terjadinya kenaikan pengguna TikTok yang pesat dari masa pra-pandemi, masa pandemi dan masa paska-pandemi. Platform TikTok yang sebelumnya identik dengan konten negatif yang dianggap tidak layak karena banyak menampilkan hal yang tidak sesuai dengan norma (Rosdina & Nurnazmi, 2. bertransformasi menjadi sebuah platform yang bermanfaat untuk pembelajaran di masa Keberadaan aplikasi TikTok berperan pada kebiasaan baru yang dilakukan masyarakat pada masa pandemi, terutama sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran bisa juga disebut sebagai alat bantu yang berfungsi untuk menjelaskan sebagian ataupun keseluruhan program pembelajaran yang sulit dijelaskan secara verbal (Fanaqi et al. , 2. Hal tersebut tentunya memiliki beberapa alasan seperti. TikTok memiliki format video singkat yang mudah dicerna, kemudahan akses dengan smartphone yang hampir dimiliki oleh semua orang, dikenal dengan tren-tren yang muncul dan berkembang cepat. Untuk para pembuat konten, khususnya guru atau pengajar. TikTok menawarkan fitur-fitur kreatif sehingga mereka dapat membuat konten yang kreatif unik, menarik dan tidak monoton. Pemanfaatan media edukasi berbasis video saat ini menjadi andalan dalam penyampaian informasi dan lebih Penelitian yang relevan dengan tema tersebut adalah penelitian yang berjudul Pemanfaatan TikTok sebagai Media Edukasi di Masa Pandemi Covid-19 oleh (Fanaqi et al. , 2. Di tengah pandemi COVID-19, penggunaan aplikasi Tiktok cukup efektif karena aktivitas sehari-hari sebagian besar dilakukan di rumah dan orang menghindari kerumunan dan kontak langsung dengan orang lain. TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan yang membantu meningkatkan imunitas . ood booste. para penggunanya, tetapi juga digunakan sebagai media edukasi untuk mengajar orang tentang hal-hal tertentu. Ada beberapa keuntungan dari fungsinya sebagai media edukasi. Fenomena menggunakan TikTok sebagai media atau platform pengajaran di masa pandemi meluas hingga ke seluruh Indonesia, juga di Jambi. Provinsi Jambi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diikuti oleh seluruh sekolah di Jambi. Pembatasan ini mengharuskan siswa belajar daring di rumah, dan guru menyiapkan kelas online dan materi pengajaran yang dapat diakses secara online. Di salah satu sekolah di Kota Jambi terdapat seorang guru yang mengajar daring menggunakan TikTok sebagai inovasi baru a gar anak-anak tidak bosan. Nurfaidah atau yang biasa dikenal dengan nama Nufa Azzahra merupakan salah seorang guru di SDN 131 Kota Jambi yang melakukan pembelajaran daring dengan menggunakan TikTok. Beliau merupakan wali kelas di sekolah tersebut sehingga tidak hanya satu mata Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 pelajaran yang diajarkannya melainkan ada beberapa seperti. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Bahasa Indonesia. Pendidikan Jasmani (Penja. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Pendidikan Agama. Nufa Azzahra mengajar menggunakan aplikasi TikTok dengan mengunduh video yang menjelaskan tentang materi pembelajaran. Selain materi pembelajaran beliau juga mengunduh video tentang hiburan pendidikan yang dimana siswa akan melakukan permainan tetapi tetap ada unsur pembelajarannya agar anak-anak tetap belajar walaupun sambil bermain. Selain itu ada pesan motivasi yang diberikan olehnya yang dimana video tersebut tidak hanya ditujukan untuk siswa SD saja, tetapi juga orang tua, mahasiswa, bahkan sesama guru. Respon para peserta didik sendiri positif, karena mereka pun bisa belajar walaupun dengan menggunakan aplikasi TikTok. Menurut mereka, belajar menggunakan aplikasi TikTok memudahkan dalam memahami materi yang disampaikan, karena sebagian besar peserta didik sulit memahami materi jika hanya dengan membaca buku atau mengerjakan tugas di rumah. Tidak hanya siswa SDN 131 Kota Jambi yang bisa belajar melalui akun tersebut melainkan pelajar umum juga bisa ikut belajar melalui akun ini. Akun TikTok @nufa masih tetap aktif hingga sekarang, pasca pandemi. Penelitian mengenai fenomena yang selaras dengan tema ini, yaitu dari Subria Mamis (Mamis, 2. yang berjudul Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Baru dalam Komponen Pembelajaran. Metode New Media digunakan untuk menyelidiki penelitian ini. mempertimbangkan media evaluasi belajar siswa yang ditandai dengan penggunaan jaringan Hasil studinya menunjukkan bahwa kehadiran media baru mengubah perilaku dalam satu aspek pembelajaran. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnnya dan fenomena platform TikTok sebagai media pembelajaran di masa pandemi Covid-19, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi antara guru (Nufa Azzahr. dengan siswa di SDN 131 Kota Jambi menggunakan platform TikTok sebagai media pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 dan kemudian transformasi konten-kontennya paska pandemi. Kerangka utama yang digunakan oleh Nufa adalah dengan menggunakan platform TikTok sebagai media pembelajaran daring pada siswa SDN 131 Kota Jambi menggunakan pendekatan Teori New Media Pierre Lyvy (Darajad dan Yulianti, 2. Teori ini merupakan sebuah konsep yang membahas tentang perkembangan media yang sangat pesat, terutama dengan adanya internet. Lyvy melihat media baru sebagai sebuah lingkungan informasi yang terbuka, dinamis, dan fleksibel. Pierre Lyvy mengemukakan dua sudut pandang dalam memahami media baru. Pandangan pertama menekankan aspek interaksi sosial yang memperlihatkan perbedaan antara media dengan komunikasi tatap muka, dimana World Wide Web . menjadi contoh lingkungan informasi yang memiliki karakteristik terbuka, adaptif, dan dinamis. Sementara itu, pandangan kedua berfokus pada integrasi sosial yang tidak sekadar melihat media sebagai sarana informasi, interaksi, atau distribusi, melainkan sebagai bentuk representasi cara hidup Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang merupakan metode penelitian dengan fokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena secara natural. Dalam metode ini, pengumpulan data bersifat non-numerik dengan penekanan pada interpretasi dan makna dari sudut pandang partisipan penelitian. Sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono . , pengambilan sampel dilakukan secara purposive, di mana peneliti memilih sampel berdasarkan kriteria yang relevan dengan tujuan penelitian dan topik yang sedang diteliti. Kemudian dilakukan triangulasi data, di mana peneliti dapat memverifikasi kebenaran data yang dikumpulkan, serta meminimalisir bias yang mungkin muncul dari satu sumber atau teknik Penelitian mengambil guru dan siswa kelas 5 SDN 131 Kota Jambi sebagai subjek, dengan objek penelitian berupa proses komunikasi konten pengajaran pada akun TikTok Nufa Azzahra. Untuk memperoleh data yang komprehensif, akurat, dan valid tentang objek penelitian, digunakan dua jenis sumber data yaitu data primer dan sekunder. Adapun metode pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini mencakup teknik wawancara dan observasi langsung. HASIL DAN PEMBAHASAN @en_edu . ekarang @Nuf. merupakan akun TikTok milik Nufa Azzahra atau yang bernama lengkap Nurfaidah yang awalnya digunakan sebagai akun pribadi. Akun TikTok ini dibuat sekitar tahun 2019 atau 2020. Akun ini sempat diprivasi karena belum digunakan untuk umum dan sempat mengganti nama sebanyak 3 kali dalam beberapa bulan. Jumlah pengikut pada akun pertama sebanyak 1705 pengikut dengan 120 video didalamnya. Akun keduanya sempat mengalami turunnya pengikut yang cukup besar, tetapi sekarang sudah pulih kembali dengan pengikut yang lebih banyak, yaitu 2280 pengikut. Semenjak COVID-19 akun ini digunakan sebagai media pembelajaran Nufa terkhususnya untuk anak kelas 5 SDN 131 Kota Jambi. Gambar 1. Akun Nufa Azzahra Sumber: Akun TiTok @Nufa Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 Nufa Azzahra merupakan salah seorang guru di SDN 131 Kota Jambi yang melakukan pembelajaran daring dengan menggunakan TikTok. Beliau juga merupakan wali kelas di sekolah Nufa Azzahra mengajar menggunakan aplikasi TikTok dengan mengunduh video yang menjelaskan tentang materi pembelajaran dimulai sejak masa pandemi-Covid-19. Ada juga pesan motivasi dan edukasi yang diberikan melalui akun TikTok miliknya. Kerangka utama yang digunakan oleh peneliti adalah Teori New Media yang menekankan pada perubahan mendasar dalam cara manusia berinteraksi akibat perkembangan teknologi Piere Levy (Feroza & Misnawati, 2. melihat New Media dengan dua perspektif, yaitu yang pertama interaksi sosial. Pengguna tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga bisa berinteraksi dan menciptakan konten sendiri. Interkasi sosial dalam konteks ini menjadi lebih dinamis, kolaboratif, dan meluas melampaui batasan geografis. Contohnya adalah penggunaan media sosial atau platform yang memfasilitasi interaksi melalui berbagai status, foto, video, dan komentar. Penelitian ini ingin membuktikan bahwa proses interaksi sosial terjadi pada pengajaran Nufa dan bagaimana Nufa melakukan proses interaksi sosial tersebut. Perspektif kedua Teori New Media adalah integrasi sosial. Jika interaksi sosial berfokus pada bagaimana Nufa berinteraksi secara langsung dalam ruang digital, maka integrasi sosial lebih menekankan pada bagaimana media baru . onten pembelajaran Nufa di TikTo. membentuk dan menyatukan masyarakat (Siswa SDN 131 Kota Jamb. dalam skala yang lebih luas . engguna TikTok lain yan. Dalam penelitian ini integrasi sosial dapat terjadi melalui konten pembelajaran berbagai materi yang kemudian mendapat umpan balik dari audiensnya, pemberian hashtag untuk komunitas-komunitas tertentu, dan personal branding sebagai guru atau ahli di bidangnya. Seperti video yang diunduh pada tanggal 16 Februari 2021 dengan judul konten AuBagianBagian JantungAy. Video tersebut berdurasi 12 detik dan menampilkan sosok Nufa AuSang GuruAy yang berbeda-beda dengan teks menjelaskan bagian-bagian jantung. Pada konten ini. Nufa menjelaskan bagian-bagian jantung secara sistematis dengan penomeran. Tampilan grafik yang sederhana tetapi ditunjang oleh lagu yang tren. Konten ini cukup berhasil mendapatkan viewers sejumlah 194 orang. Konten ini tidak hanya berbentuk pemaparan saja, tetapi juga memberikan pesan agar siswa yang menonton tidak perlu bersusah payah memikirkan apa saja bagian-bagian jantung dengan teks: AuMikirin iniA. Buat Pusing???Ay dan foto Nufa yang memegang kepala seperti sedang AupusingAy. Bentuk interaksi yang terjadi pada vlog ini walaupun hanya terlihat satu sisi, yaitu dari si Guru saja, karena tidak adanya dialog, tetapi tetap bisa tetap terlihat proses interaksinya dari pose foto dan teks yang mengikutinya. Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 Gambar 2. Konten Pengajaran Bagian-Bagian Jantung Sumber: https://vt. com/ZSjxawVNj/ Pada konsep New Media, interaksi sosial terjadi ketika Nufa mengunduh kontennya melalui sebuah video singkat di akun TikToknya. Makna interaksi sebenarnya bukanlah sekedar pertukaran informasi satu arah, melainkan sebuah proses dialogis yang dinamis dan melibatkan aktifitas pengguna. Akan tetapi konten di atas memiliki proses integrasi sosial yang lebih AuluasAy yang terjadi pada pemberian Like, kolaborasi terjadi pada menu Repost, sehingga memperluas penerimaan konten, dan Hyperlink berupa pemberian hashtag #educationtiktok dan #education untuk menjangkau komunitas yang lebih luas tetapi terarah. Konten Nufa tersebut tidak hanya untuk siswa-siswa kelasnya saja, tetapi bisa dinikmati oleh siswa-siswa pengguna TikTok Materi pembelajaran menggunakan TikTok yang dilakukan oleh Nufa Azzahra ini tidak hanya dengan berbagi video yang berisikan materi-materi mata pelajaran di sekolahnya saja seperti konten sebelumnya, terkadang kegiatan anak-anak yang sedang belajar juga sering ditampilkan dalam konten-kontenya. Seperti salah satu video yang diunduh pada tanggal 30 November 2021 dengan judul konten AuMenemukan komponen-komponen ekosistem, memilih mana individu, populasi dan komunikasiAy. Konten tersebut menampilkan siswa yang sedang bekerja kelompok di luar ruangan dengan metode MIKIR (Mengalami Interaksi Komunikasi Refleks. , dimana siswa melakukan, mengamati, menyimak, membuat, dan berdiskusi. Diskusi menggunakan gagasan bersama kelompok, membuat laporan pengamatan dan menyimpulkan hasil dari pengamatan. Mempresentasikan hasil pengamatan secara kelompok, lalu membuat kesimpulan, penguat materi dan menanyakan perasaan anak-anak tentang pembelajaran hari ini. Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 Gambar 3. Konten TikTok Tentang Interaksi Anak Sumber: https://vt. com/ZSjx5wHFh/ Video ini berdurasi 52 detik dan juga menggunakan lagu yang tren, tanpa subtitle. Dari video di atas bisa dilihat proses interaksi sosial yang terjadi pada video itu ketika para siswa SDN 131 Kota Jambi melakukan kerja kelompok dan berdiskusi tentang tugas yang diberikan. Walaupun sedang maraknya COVID-19, tetapi siswa-siswa ini tetap bisa berinteraksi satu sama lain secara langsung dengan kegiatan belajar di luar kelas yang membuat mereka berbaur dengan lingkungan sekolah. Sedangkan integrasi sosial dapat dilihat pada proses kolaborasi yang merupakan terbentuknya masyarakat dalam media. Integrasi ini terjadi ketika video pembelajaran mereka diunduh di akun TikTok Nufa Azzahra yang mendapat komentar dari positif dari beberapa orang, yaitu dengan 36 Likes, 2 Komentar, dan 3 Repost. Di konten ini. Nufa sebagai guru mengajak siswa-siswanya untuk praktek dan diskusi, kemudian siswa-siswanya dan juga orang tua siswa dapat melihat dokumentasi kegiatan mereka dari konten tersebut. Ha l ini menunjukkan bahwa terjadi umpan balik antara guru dengan siswa, antarsiswa dan juga orangtua atau penonton lain. Proses Hyperlink juga bisa dilihat pada pemberian hashtag yang lebih luas yaitu, #fyp:), #PulihkanPendidikan #tanotofoundation. Konten berikutnya merupakan video singkat berdurasi 1 menit dan diunduh pada tanggal 12 April 2022 dengan judul AuBelajar Proses Terjadinya Hujan dan Siklus AirAy. Konten ini berisi video cuplikan foto dan langkah-langkah percobaan dengan teks dan penomoran, disertai lagu yang sedang tren. Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 Gambar 4. Hasil Dari Keterampilam Siswa Sumber: https://vt. com/ZSjxafEew/ (Akun TikTok Nuf. Video di atas memiliki pesan edukatif untuk siswa yaitu mengembangkan kreatifitas anak dengan cara membuat keterampilan seperti yang dijelaskan di video sehingga paling tidak membuat anak mengerti bagaimana terjadinya hujan dan siklus air. Video tersebut j uga bisa menjadi panutan untuk siswa-siswa lain yang di sekolah berbeda untuk membuat keterampilan yang sama di rumah. Mengekspresikan diri di sebuah aplikasi juga membuat siswa-siswa menjadi lebih percaya diri, hal ini menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri karena bisa membuat keterampilan yang ditugaskan dengan baik dan benar. Konten di atas mendapatkan 27 Like dan 1 Favorit, menandakan bahwa proses interaksi dan integrasi sosial dalam akun TikTok Nufa telah terjadi. Sedangkan proses kolaborasi bisa dilihat dari 3 Repost, menandakan bahwa adanya perluasan audiensi penonton. Sama dengan konten-konten lainnya. Hyperteks dapat dilihat dari pemberian hasttag seperti #lifeattanotofoundation, #educationtiktok, #tiktokjambi, #fypdong, #praktikbaik, dan #BAGIHOKI. Dari video-video pengajaran tersebut terlihat jelas bahwa pembelajaran tidak hanya harus secara tatap muka, secara onlinepun bisa. Semua ini tergantung dari gurunya sendiri bagaimana cara mengatasi hambatan dalam belajar dan membuatnya menarik untuk siswa -siswanya. Sekolahpun tidak melarang adanya inovasi yang dilakukan oleh guru-guru agar siswa tetap bisa belajar walaupun dirumah. Tapi tidak sedikit guru dan bahkan orang tua murid yang masih mempercayai bahwa belajar hanya dapat dilakukan secara tatap muka di kelas . n sit. Seperti yang diungkapkan Nufa saat wawancara dengan peneliti, bahwa terdapat banyak pihak yang tidak menyetujui penggunaan platform TikTok sebagai media pembelajaran saat pandemi Covid-19, baik itu dari para guru maupun para orang tua siswa. Hal tersebut disebabkan karena citra TikTok sebagai platform hiburan saja dan bisa merusak siswa karena tayangannya yang tidak mendidik. Akan tetapi karena keterdesakan dan perlunya beradaptasi dengan situasi saat itu, maka Nufa mencoba merubah citra negatif TikTok menj adi positif. Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 Setelah Pembatasan Sosial Skala besar (PSSB) dihentikan, terjadi kembali transformasi proses pembelajaran di akun TikTok Nufa. Interaksi sosial yang semakin kompleks dan beragam ini telah memperkaya kehidupan sosial di semua lapisan masyarakat. Membuat konten, baik tujuannya untuk personal branding ataupun sebagai media pembelajaran, telah menjadi ritual dan merupakan hal yang biasa. Sebelumnya, pada masa pra pandemi, platform TikTok hanya untuk menghibur, bertransformasi pada saat pandemi menjadi platform media pembelajaran, dan paska pandemi, ketika tidak ada lagi larangan untuk berinteraksi secara tatap muka dan langsung, berubah menjadi rutinitas dan kebiasaan yang normal. Demikian juga dengan konten-konten pembelajaran Nufa, yang semula terbatas pada konten pembelajaran dengan materi-materi mata pelajaran sekolah, kini konten tersebut juga bertransformasi dan beradaptasi menyesuaikan dengan zamannya. Hal tersebut bisa dilih at pada konten pembelajaran Nufa yang diunduh tahun 2023 . aska pandem. yang juga mengalami perubahan. Yang semula kontennya terdapat penyampaian materi pembelajaran, maka saat ini lebih kepada konten mendokumentasikan pembelajaran di kelas bersama dengan siswa-siswanya. Nufa menampilkan cuplikan pembelajaran di kelas dan apa saja aktivitas belajar siswa-siswanya dengan teks. Gambar 5. Konten Pembelajaran Paska Pandemi Sumber: https://vt. com/ZSjQgYPTQ/ https://vt. com/ZSjQbTQee/ (Akun TikTok Nuf. Selain konten dokumentasi kegiatan belajar mengajar di kelas. Nufa juga melakukan Personal Branding sebagai guru atau pendidik. Konten-konten branding-nya berisikan Quote bertemakan Pendidikan atau guru, pesan untuk para siswanya, dan prestasi yang berhasil didapatkannya selama menjadi guru. Tidak lupa ciri khas yang konsisten di seluruh kontenkonten TikToknya adalah menggunakan lagu latar yang sedang tren. Nufa sama sekali tidak melakukan proses alih suara, melainkan hanya dengan subtitle atau teks singkat yang menjelaskan isi kontennya. Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 Gambar 6. Konten Personal Branding sebagai Guru Sumber: https://vt. com/ZSjQgrX2v/ https://vt. com/ZSjQpm3cq/ https://vt. com/ZSjQs1QDS/ (Akun TikTok Nuf. KESIMPULAN Penelitian ini menganalisis penggunaan TikTok pada akun Nufa Azzahra sebagai platform pembelajaran daring bagi siswa SDN 131 Kota Jambi dengan pendekatan teori New Media dari Pierre Lyvy. Dalam penelitian ini. TikTok diidentifikasi sebagai media baru yang memungkinkan pembelajaran lebih interaktif dan inovatif melalui konten video pendek yang menarik. Nufa Azzahra, sebagai contoh, memanfaatkan TikTok untuk menyampaikan materi pembelajaran secara kreatif dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Menurut perspektif New Media dari Pierre Lyvy. TikTok sebagai media baru tidak hanya berfungsi sebagai alat penyebaran informasi, tetapi juga sebagai ruang kolektif yang memungkinkan kolaborasi dan interaksi antara siswa dan pengajar. Penggunaan TikTok dalam pembelajaran daring di sekolah dasar berperan penting dalam memperkenalkan konsep pembelajaran yang lebih fleksibel, berbasis teknologi, dan partisipatif. Konten pengajaran Nufa Azzahra di Tiktok memiliki interaksi dan integrasi sosial seperti pandangan dari Teori New Media Pierre Levy. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa konten yang disajikan oleh Nufa Azzahra dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, dengan format yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa di era digital. Namun, penelitian ini juga menunjukkan perlunya pengawasan dan kurasi konten agar sesuai dengan standar pendidikan dan perkembangan siswa. Berdasarkan uraian yang telah dibahas, maka peneliti mengambil beberapa kesimpulan sebagai hasil penelitian yaitu platform media pembelajaran daring yang dilakukan oleh Nufa Azzahra dengan menggunakan TikTok dapat membuat siswa-siswa tetap belajar dan berinteraksi dengan semestinya walaupun dalam keadaan PSBB. Pesan edukasi pembelajaran TikTok terdapat pada pemanfaatan aplikasi tersebut, dimana siswa mengembangkan kreatifitas Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 50-62 yang mereka miliki dengan membuat keterampilan disekolah, juga mengeskpresikan diri yang membuat siswa lebih percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Secara keseluruhan, penggunaan TikTok sebagai platform pembelajaran daring di sekolah dasar dapat dilihat sebagai contoh penerapan media baru yang efektif untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun harus dilakukan dengan pendekatan yang hati-hati dan terencana untuk memastikan kualitas pendidikan yang optimal. DAFTAR PUSTAKA