JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 DETERMINAN KUALITAS AUDIT MENURUT TEORI ATRIBUSI Ery Wibowo A Santosa. Ida Kristiana,Sendifida Faturochmah Universitas Muhammadiyah Semarang ery@unimus. ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh Independensi. Due Professional Care dan Time Budget Pressure terhadap kualitas audit. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 64 auditor dari 13 Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel denganlcara mengambil sampelldari populasi berdasarkan kriteria tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan metode analisis data pendekatan Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan software WarpPLS 7. Teknik analisis yang digunakan adalah outer model dan inner model. Hasil penelitian ini menunjukkan independensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, due professional care berpengaruh positif terhadap kualitas serta time budget pressure berpengaruh negatif terhadap kualitas Kata Kunci : Independensi. Due Professional Care. Time Budget Pressure on Audit Quality and work experience. ABSTRACT: This study aims to empirically prove the effect of Independence. Due Professional Care, and Time Budget Pressure on Audit Quality and work experience. The number of samples used in this study was 64 auditors from 13 Public Accounting Firms in Semarang City. Sampling in this study was carried out using the purposive sampling technique, namely determining the sample by taking samples from the population based on specific criteria. This research uses quantitative data analysis techniques and data analysis methods with Partial Least Square (PLS) approach using WarpPLS 7. 0 software. The analysis technique used is the outer model and the inner The results of this study indicate that independence has a positive effect on audit quality, due professional care has a positive impact on quality, time budget pressure has a negative effect on audit quality, and work experience does not affect audit quality. Keywords: Independence. Due Professional Care. Time Budget Pressure on Audit Quality and work experience. PENDAHULUAN Laporan berkala pK (Pusat Pembinaan Profesi Keuanga. tahun 2019-2022 menunjukkan masih terjadi sanksi terhadap akuntan publik di Indonesia. Sanksi yang diberikan terutama terkait dengan kesalahan dalam melaksanakan prosedur audit. Hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi penurunan kualitas audit. Standar Audit (SA), khususnya pelanggaran terhadap AS 500 tentang Bukti Audit. AS 315 tentang Identifikasi dan Penilaian Risiko AKUNBISNIS | 105 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Kesalahan Penyajian Material, dan AS 530 tentang Sampling Audit. Sanksi AP di Indonesia Jumlah AP (Akuntan Publi. Image 1. Increase in Sanctions for Public Accountants in Indonesia Source: Center for Financial Professional Development, 2019, 2020, 2021,2022 Kualitas indikator seorang auditor dalam praktik akuntansi (DeAngelo, 1. Kualitas audit sangat penting bagi kelangsungan bisnis karena dapat membuat laporan keuangan yang dapat diandalkan, menjadi dasar mendorong peningkatan profitabilitas Sebaliknya, kualitas audit juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan bisnis jika auditor gagal memberikan hasil audit yang berkualitas (Cameran et al. , 2. Kualitas audit merupakan kesempatan mengungkapkan ketidaksesuaian yang signifikan dalam laporan keuangan Penelitian Study Ocak, et al . menjelaskan bahwa kualitas audit adalah prosedur pemeriksaan yang kritis dan terstruktur yang dilakukan oleh pihak yang independen terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan dan buktibukti pendukungnya untuk dapat menyatakan pendapat yang wajar. atas laporan keuangan tersebut. Para mengharapkan bahwa auditor akan AKUNBISNIS | 106 Kualitas audit sangat penting dalam penyajian laporan audit atas perusahaan yang dilakukan oleh auditor independen. Auditor dituntut untuk menghasilkan laporan audit yang berkualitas. Penelitian Suun, et al . , menyatakan bahwa kualitas membuat laporan audit sebagai dasar Banyak prediktor yang mempengaruhi kualitas audit antara lain independensi, due professional care, pengalaman kerja, dan time budget pressure. Independensi perilaku yang tidak mudah memihak kepada siapapun, dan independensi diartikan sebagai keterbukaan seorang auditor dengan meninjau realitas dan pendapatnya (Soares et al. , 2. Auditor harus secara konsisten mempertahankan perilaku independen ketika memberikan jasa ahli sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang dilegalkan oleh IAPI. Auditor independen melakukan penilaian atas laporan keuangan perusahaan yang diaudit. Laporan JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 audit diterbitkan sebagai informasi pihak-pihak Hasil tersebut dapat menjamin keandalan laporan tersebut (Asiriuwa et al. Menurut Purba, et al . , hubungan antara independensi dengan Berdasarkan penelitian Anggraini . Sarah Yasser . Carp terhadap kualitas audit, sedangkan penelitian Riswan, et al . Noordin, et al . Ebo . berpengaruh positif terhadap kualitas Due Professional Care merupakan kemahiran profesional yang cermat dan seksama yang melaksanakan pekerjaannya, seperti bersikap kritis, penuh perhatian, dan tidak mudah percaya kepada pihak manapun (Cheng & Crumbley, 2. Menurut Atmojo dan Sukirman . , auditor bersikap profesional dan kehati-hatian. Kehati-hatian meliputi pertimbangan keakuratan laporan audit. Auditor yang berpengalaman harus bekerja secara profesional sesuai dengan Menurut (SPAP, 2. , auditor keyakinan memadai atas laporan keuangan yang bebas dari salah saji Berdasarkan Noordin, et al . Ukoma, et al . Lisic . menjelaskan bahwa due professional care berpengaruh positif terhadap kualitas audit, sedangkan Zwageri, at al . Suun, et al . menyatakan bahwa due professional care berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. Time Budget Pressure disebut juga dengan tekanan anggaran waktu. Tekanan anggaran waktu merupakan suatu keadaan dimana auditor harus menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan, dan auditor harus meskipun sumber daya yang diberikan terbatas (Eltweri, 2. Tekanan waktu ini mendesak auditor untuk menyelesaikan tugasnya sesegera Ketika auditor menghadapi tekanan waktu, maka akan cenderung menimbulkan berbagai reaksi, dan ada yang bereaksi dengan melakukan perilaku yang fungsional maupun disfungsional (Sumiadji et al. , 2. Berdasarkan penelitian Hasan, et al . Lisic, et al . Mendiratta . menjelaskan bahwa time budget pressure berpengaruh positif terhadap kualitas audit, sedangkan penelitian Sarah Yasser . Carp . , and Ramadhan . menjelaskan bahwa time budget pressure berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. Penelitian-penelitian menunjukkan adanya gap pada beberapa penelitian sehingga perlu mengenai pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit. Pengalaman audit ditunjukkan dengan lamanya bekerja di kantor akuntan publik. Pengalaman seorang auditor merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi auditor yang profesional karena auditor yang lebih berpengalaman dapat mendeteksi salah saji dalam laporan keuangan (Lai et al. , 2. Pengalaman juga berdampak pada setiap keputusan yang diambil dalam pelaksanaan audit, sehingga diharapkan setiap keputusan yang diambil merupakan keputusan yang tepat. Berdasarkan penelitian Sarah Yasse . Carp, at al . dan Saidu et, al . menjelaskan bahwa pengalaman audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Persellin, et al . AKUNBISNIS | 107 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Hoang, at al . , dan Thu, et al pengalaman audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Literature review Landasan teori yang digunakan dikembangkan oleh Fritz Heider pada Teori atribusi merupakan suatu proses yang meneliti bagaimana seseorang bereaksi terhadap suatu peristiwa dan menjelaskan pemicu seseorang dapat dilihat dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berkembang dalam diri individu, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang muncul dari lingkungan (Supriadi et al. , 2. Teori atribusi menjadi hal yang mendasar karena dapat menampilkan faktor-faktor menghasilkan kualitas audit yang mempengaruhi hasil internal dan eksternal (Zaenal Fanani, 2. Penggunaan teori atribusi ini bertujuan untuk melakukan studi empiris untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal independensi dan due professional care, sedangkan faktor eksternal adalah pengalaman kerja dan time budget pressure. Menggambarkan sikap yang tidak memihak dan tidak mudah dipengaruhi oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengeluarkan laporan sehingga hasil audit dapat dipercaya oleh para pemakai laporan keuangan yang digunakan dalam Hubungan teori atribusi dengan AKUNBISNIS | 108 variabel independen berpengaruh terhadap auditor, dimana auditor independen dapat mempertimbangkan fakta dan melihatnya secara objektif ketika memberikan opini. Auditor independen juga akan mengeluarkan opini atas laporan keuangan sesuai dengan Standar Pemeriksaan Akuntan Publik (SPAP), dan mempertahankan terhadap kualitas audit (Noordin et al. Pengalaman kerja merupakan keterampilan yang dapat membuat seseorang menguasai pekerjaan dan banyaknya penugasan atau jenis perusahaan yang pernah diaudit, dan penghargaan yang diperoleh (ElDyasty & Elamer, 2. Pengalaman dapat membangun keahlian seseorang, baik secara teknis maupun psikologis. Teori atribusi mendukung pengalaman kerja sebagai faktor dari dalam diri auditor yang dapat mempengaruhi kualitas audit. Hal ini dapat diartikan semakin lama akan memberikan pengetahuan yang lebih komprehensif kepada auditor mengenai kualitas audit untuk bekerja secara efisien dan efektif (Vu et al. , 2. Teori perilaku yang berasal dari dalam diri individu karena adanya kecermatan profesional (Ukoma, 2. Auditor harus memiliki kecermatan dan keseksamaan profesional agar tidak mudah melanggar aturan atau standar audit yang berlaku dan selalu mengumpulkan bukti audit dengan cermat, teliti dan hati-hati, sehingga sikap profesional yang tinggi akan menunjukkan perilaku yang positif dan menciptakan kualitas audit yang dapat diandalkan (Sultana et al. Tekanan merupakan faktor eksternal yang berasal dari lingkungan sekitar. Dalam melaksanakan kewajiban auditnya. JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 auditor akan sering dihadapkan pada anggaran waktu yang telah ditentukan secara ketat (Lisic et al. , 2. Ketika auditor mengalami tekanan anggaran respon yang berbeda-beda. Ada yang merespon dengan perilaku fungsional atau bahkan perilaku disfungsional. Perilaku fungsional adalah perilaku auditor dalam menjalankan prosedur audit dengan baik dan memanfaatkan waktu dengan baik. Berbeda dengan perilaku disfungsional yang dapat merusak kualitas audit, seperti pengumpulan bukti yang kurang maksimal, dengan adanya tekanan anggaran waktu yang semakin tinggi dikhawatirkan akan menunjukkan perilaku yang negatif, yang nantinya dapat menurunkan kualitas audit (Sumiadji et al. , 2. Begitu juga dengan pengalaman juga berdampak pada setiap keputusan yang diambil dalam pelaksanaan audit, sehingga diharapkan setiap keputusan yang diambil merupakan keputusan yang Pengembangan Hipotesis Pengaruh Independensi Kualitas Audit Independensi merupakan sikap yang tidak mudah berpihak pada siapapun dan sulit dipengaruhi oleh Seorang auditor harus memiliki sikap independen karena independensi sama pentingnya dengan kewajiban seorang auditor dengan keahlian dalam praktik akuntansi dan prosedur audit (El-Dyasty & Elamer. Auditor yang independen akan menilai laporan keuangan perusahaan yang direview sehingga independensi yang tinggi akan menunjukkan menghasilkan kualitas audit yang baik sesuai dengan teori atribusi. Ketika auditor memiliki tingkat otonomi yang tinggi, maka kualitas audit yang dihasilkan akan semakin Pernyataan ini didukung oleh penelitian Anggraini, et al . Sarah Yasser . , dan Carp, et al . , yang menyatakan bahwa positif terhadap kualitas audit. Berdasarkan penelitian terdahulu, maka hipotesis H1: Independensi berpengaruh positif terhadap Kualitas Audit. Pengaruh Due Professional terhadap Kualitas Audit Care Due merupakan kemahiran profesional yang cermat dan seksama yang bersikap kritis, penuh perhatian, dan tidak mudah percaya dengan pihak (Sitohang & Wulandari, 2. Seorang kecermatan dan kesungguhan untuk melaksanakan audit dan memberikan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji Teori atribusi menjelaskan bahwa seorang auditor dengan sikap memeriksa laporan keuangan akan menunjukkan perilaku yang positif, yang juga akan menghasilkan kualitas audit yang baik. Pernyataan ini didukung oleh Noordin, et al . Ukoma, et al . , dan Lisic, et al . yang menyatakan bahwa due professional terhadap kualitas audit. Hal ini membuktikan bahwa ketika due professional care auditor meningkat, maka kualitas audit yang dihasilkan juga meningkat. Berdasarkan teori atribusi dan penelitian terdahulu. AKUNBISNIS | 109 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 maka hipotesis penelitian dirumuskan sebagai berikut: H2: Due Professional Care berpengaruh positif terhadap Kualitas Audit. Pengaruh Time Budget terhadap Kualitas Audit Pressure Tekanan anggaran waktu adalah menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Auditor harus melakukan efisiensi waktu secara maksimal meskipun sumber daya yang diberikan terbatas (Eltweri, 2. Ketika auditor dihadapkan pada tekanan waktu, auditor cenderung mengurangi keakuratan dan efisiensi pengumpulan bukti (Sumiadji et al. Teori atribusi mengungkapkan anggaran waktu, maka akan semakin ditunjukkan, yang dapat menurunkan kualitas audit. Pernyataan ini didukung oleh penelitian Sarah Yasser . Carp, et al . , and Inayattulloh & Siswantoro . yang menyatakan berpengaruh negatif terhadap kualitas audit karena keterbatasan anggaran waktu seringkali menyebabkan auditor meninggalkan bagian-bagian penting menyebabkan penurunan kualitas Berdasarkan teori atribusi dan penelitian terdahulu, maka hipotesis H3: Time Budget Pressure berpengaruh negatif terhadap Kualitas Audit. Pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit Pengalaman AKUNBISNIS | 110 keterampilan yang dapat membuat seseorang menguasai pekerjaannya dan diukur dari lamanya bekerja, banyaknya penugasan atau jenis perusahaan yang pernah diaudit, dan (Hutabarat, 2. Pengalaman dapat membangun keahlian seseorang, baik secara teknis maupun psikologis. Teori atribusi mendukung pengalaman kerja sebagai faktor dari dalam diri auditor yang dapat mempengaruhi kualitas Hal ini dapat diartikan bahwa pengalaman kerja yang semakin lama akan memberikan pengetahuan yang lebih komprehensif kepada auditor mengenai kualitas audit untuk bekerja secara efisien dan efektif (Hutabarat. Pernyataan ini didukung oleh penelitian Riswa, el al . dan Noel, et al . menjelaskan bahwa pengalaman audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Pengalaman mempengaruhi perilaku auditor yang kualitas audit. Hal ini berarti semakin berpengalaman seorang auditor, maka kualitas audit akan semakin baik. Berdasarkan penelitian terdahulu, maka hipotesis H4: Pengalaman Kerja berpengaruh positif terhadap Kualitas Audit METODE Desain penelitian ini adalah Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Auditor yang menjadi populasi penelitian adalah mereka yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang dan terdaftar di Direktori Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) tahun 2020 dengan teknik pemilihan sampel berupa convenience sampling. Alasan menggunakan convenience sampling JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 karena adanya pembatasan sosial selama pandemi Covid-19, sehingga responden yang dijadikan sampel berdasarkan kebetulan yang sesuai dengan kriteria dan diperoleh 64 Teknik analisis data berupa analisis jalur . ath analysi. Pengukuran menggunakan indikator yang telah Ukuran penelitian ditunjukkan pada Tabel 1. Table 1. Measurement of Research Variables Variables Indicator Audit Quality Compliance with Auditing Standards Inspection Quality Report Independence Due professional care Length of relationship with the client. Pressure from clients. Review from peer auditors . eer revie. Non-audit services are provided. Professional skepticism. Enough confidence. Time budget pressure Work Experience Auditor's understanding of the time The auditor's responsibility for time Performance appraisal from superiors. Frequency of budget revision time. Length of service as auditor Number of audit assignments HASIL DAN PEMBAHASAN Structural Model Testing (Inner Mode. Uji struktural atau inner model dilakukan untuk melihat hubungan antar variabel dalam model penelitian. Inner model ini terdiri dari uji kecocokan model . ood of fi. , uji p-value . , koefisien determinasi (Rsquare. , dan effect size. Model Fit Test (Good of Fi. Secara umum, evaluasi ini digunakan untuk mengukur Syarat terpenuhinya uji kecocokan model adalah nilai p-value dari APC dan ARS harus lebih kecil dari 0,05, sedangkan AVIF harus lebih kecil dari 5. Berikut ini adalah hasil uji kecocokan model yang dapat dilihat pada hasil output AKUNBISNIS | 111 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Table 2. Output Model Fit Test Indicators Index P value Average path coefficient (APC) Average R-squared (ARS) <0. Average adjusted R-squared (AARS) <0. Average block VIF (AVIF) Source: Primary Data processed, 2022 Berdasarkan tabel di atas, nilai p-value APC < 0,001 dan nilai p-value ARS < 0,001, sehingga APC dan ARS telah memenuhi kriteria dengan nilai p-value lebih kecil dari 0,05. Selanjutnya nilai AVIF 1,273 menunjukkan bahwa AVIF lebih kecil dari 5, maka dapat disimpulkan bahwa model struktural . nner mode. dapat Path Coefficient Significance Test melihat nilai , sedangkan uji signifikansi digunakan untuk signifikansi pada koefisien jalur dengan syarat nilai pvalue harus lebih kecil dari 0,05 yang dapat dilihat pada output koefisien jalur dan pvalue. Berikut ini adalah tabel output path coefficient dan pvalue: Uji digunakan untuk mengetahui seberapa besar nilai koefisien jalur yang diestimasi dengan Table 3. Output Path Coefficient Test and Significance Variable Path Coefficient P-Value R-Square Independence <0. Due professional care <0. Time budget pressure Work Experience Source: Primary Data processed, 2022 AKUNBISNIS | 112 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Berdasarkan output di atas diperoleh nilai IND sebesar 0. 394, dan p-value IND IND berpengaruh positif, nilai DPC sebesar 438, dan p-value DPC < 0. 001 yang DPC berpengaruh positif, nilai TBP sebesar - 0. 239 dan p- TBP sebesar 0. 021 yang berarti TBP berpengaruh negatif dan nilai LB sebesar 0. 035, dan p-value LB 389 yang berarti LB tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa nilai R-squared dari variabel kualitas audit adalah sebesar 0,648. Hasil kemampuan variabel independen, due pressure, dan lama bekerja, dalam menjelaskan variabel kualitas audit adalah sebesar 64,8%. Sedangkan sisanya sebesar 35,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Effect Size Test Effect size dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu lemah . , dan besar . Berikut ini adalah hasil effect size yang terdapat pada output standard error dan effect size untuk koefisien jalur: Table 6. Output Effect Size Test IND DPC TBP Source: Primary Data processed, 2022 Berdasarkan tabel di atas, nilai effect size independensi terhadap kualitas audit sebesar 0,270 yang berarti pengaruh independensi terhadap kualitas audit adalah sedang, effect size due professional care terhadap kualitas audit sebesar 0,295 yang berarti pengaruh due kualitas audit tergolong sedang, effect size time budget pressure terhadap kualitas audit sebesar 0,082 yang berarti pengaruh time budget pressure terhadap kualitas audit adalah lemah dan effect size pengalaman kerja terhadap kualitas audit sebesar 0,001 yang berarti tidak Uji Hipotesis Penelitian Penilaian hasil korelasi antar variabel dapat diukur dengan menggunakan koefisien jalur dan tingkat signifikansi, yang kemudian dibandingkan dengan rumusan hipotesis yang telah dibuat pada bab dua. Penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5%. Berdasarkan tabel 3, diperoleh hasil sebagai berikut: Penelitian menunjukkan bahwa independensi seorang semakin baik pula kualitas audit yang Variabel koefisien jalur sebesar 0,394 dan p-value < AKUNBISNIS | 113 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 0,001, Hal berarti independensi audit pada Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang. Penelitian menunjukkan bahwa kemahiran profesional semakin tinggi pula kualitas audit yang Dikarenakan variabel koefisien jalur sebesar 0,438 dan p-value < 0,001. Hal audit pada Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi time budget pressure maka Variabel time budget koefisien jalur sebesar -0,239 dan nilai pvalue sebesar 0,021, maka H3 diterima. Hal ini berarti time berpengaruh negatif audit pada Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang. Variabel AKUNBISNIS | 114 koefisien jalur sebesar 0,035 dan nilai p-value 0,389, ukuran KAP tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Pembahasan Pengaruh Independensi terhadap Kualitas Audit Hasil koefisien jalur dan uji variabel independen berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan nilai sebesar 0,394 dan p-value < 0,001 lebih kecil dari 0,05. Jika nilai independensi meningkat, maka kualitas audit akan meningkat sebesar 0,394. Oleh karena itu, semakin tinggi independensi seorang auditor, maka semakin baik pula kualitas audit yang dihasilkan sehingga hipotesis (H. Auditor dengan sikap independensi yang tinggi akan menciptakan kualitas audit yang baik karena auditor memiliki kebebasan dan ruang lingkup yang tidak terbatas dalam melakukan Dengan sikap independen, auditor dapat menyatakan pendapat, rekomendasi yang didasarkan secara objektif berdasarkan hasil (Dianova & Nahumury, 2019. Pradana et al. , 2. Berdasarkan nilai hasil pengujian tersebut, penelitian ini mendukung teori atribusi yang menyatakan bahwa semakin tinggi sikap independensi auditor dalam melaksanakan audit, ditunjukkan semakin banyak dan kualitas audit yang dihasilkan akan semakin baik dan bebas dari Sikap independensi dipengaruhi dalam diri seorang auditor yang ditunjukkan dengan sikap jujur, tidak mudah memihak, dan tidak mudah dipengaruhi oleh siapapun selama JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 proses audit berlangsung. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Anggraini, et al . Sarah Yaseer, et al . Carp et al . , yang menyatakan bahwa terhadap kualitas audit. Pengaruh Due Professional Care terhadap Kualitas Audit Hasil uji koefisien jalur dan berpengaruh positif terhadap kualitas Hal ini dibuktikan dengan nilai sebesar 0,438 dan p-value < 0,001 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti jika nilai due professional care meningkat maka kualitas audit akan meningkat 0,438. Semakin cermat dan seksama yang dimiliki oleh auditor, maka semakin tinggi pula kualitas audit yang dihasilkan, sehingga hipotesis (H. Seorang tanggung jawab auditnya selalu dituntut untuk bersikap cermat, kritis, teliti dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menghasilkan kualitas audit yang baik sehingga terbebas dari salah saji yang material, kecurangan, atau kelalaian dalam pelaksanaan dan pertimbangan audit untuk menjaga kualitas audit yang dihasilkan agar tetap baik (Noordin et al. , 2. Berdasarkan nilai hasil pengujian tersebut, penelitian ini mendukung teori atribusi yang menyatakan bahwa semakin tinggi due professional care maka semakin tinggi pula perilaku positif dan menghasilkan kualitas audit yang baik karena auditor berhati-hati, kritis, dan cermat dalam mengevaluasi bukti audit. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Noordin et al . Ukoma et al . , and Lisic et al . , yang menyatakan berpengaruh positif terhadap kualitas Pengaruh Time Pressure terhadap Audit Budget Kualitas Hasil koefisien jalur dan uji berpengaruh negatif terhadap kualitas Hal ini dibuktikan dengan nilai sebesar -0,239 dan nilai p-value sebesar 0,021 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti jika nilai time budget pressure meningkat, maka kualitas audit akan mengalami penurunan sebesar 0,239. Semakin tinggi time budget pressure maka kualitas audit akan semakin menurun, sehingga hipotesis (H. Ketika auditor dihadapkan pada tekanan anggaran waktu, terdapat menunjukkan reaksi yang merugikan, seperti mengurangi prosedur audit dan keakuratan dalam mengumpulkan bukti audit (Sumiadji et al. , 2. Berdasarkan nilai hasil pengujian tersebut, penelitian mendukung teori atribusi yang menyatakan bahwa semakin tinggi time budget pressure maka semakin banyak perilaku negatif yang dapat menurunkan kualitas Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Hutabarat et al . Zaenal and Fanani . , and Hoang et al . , yang menyatakan bahwa tekanan anggaran waktu berpengaruh negatif terhadap kualitas audit karena anggaran waktu yang ketat sering menyebabkan auditor meninggalkan tugas-tugas penting. Bagian dari program audit yang menyebabkan penurunan kualitas audit. AKUNBISNIS | 115 JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 7 NO. 1 MEI 2024 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit Hasil uji koefisien jalur dan berpengaruh terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan nilai sebesar 0,035 dan nilai p-value sebesar 0,389, lebih dari 0,05. Hal ini disebabkan karena proksi lama bekerja dengan ukuran. Figure 2 Path Analysis Model Diagram SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa Independensi berpengaruh positif Due Professional Care berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Time budget pressure berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. Pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang. Saran yang dapat diberikan terkait hasil penelitian ini agar penelitian lebih baik lagi adalah indikator variabel pengalaman kerja akan sangat efektif jika diukur dengan menggunakan banyaknya penugasan, bukan lamanya bekerja. REFERENCES