403 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 STRATEGI PENGEMBANGAN KEBUN RAYA LEMOR SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Oleh : Yuda Jaya1. I Wayan Nuada2 & Ajuar Abdullah3 1,2,3 SEKOLAH TINGGI PARIWISATA MATARAM E-mail: 1yudhamounchell93@gmail. com, 2iwyannuada@gmail. 3ajuarabdullah@gmail. Article History: Abstract: Lemor Botanical Garden which has an RReceived: 08-01-2025 altitude of 450 meters above sea level. In addition to Revised: 10-01-2025 enjoying the beautiful garden, visitors can also enjoy Accepted: 11-0-2025 the beauty of the baths whose water comes from the local mountains, and enjoy the beauty of the baths surrounded by natural forests. This research is a Keywords: qualitative study with survey and descriptive Potential. Lemor Botanical Data for this study was collected through Garden. Ecotourism interviews, observations, and documentation. While Development Strategy. the data will be analyzed using SWOT analysis to further formulate the right strategy for the development of ecotourism potential. The purpose of this research is to identify the ecotourism potential of Lemor Botanical Garden and analyze the ecotourism development strategy of Lemor Botanical Garden in Suela Village. Suela District. East Lombok Regency. The strategy from the results of this analysis is to develop all existing potential, both the potential of natural resources such as biodiversity . and the beauty of the landscape, as well as the natural topographic potential of the earth and surrounding culture. This location is also used as a place of research and education. Ecotourism acts as a regional tourism development and development strategy, which relies on nature conservation or conservation efforts. Human Resources, improving facilities and infrastructure and increasing empowerment in community PENDAHULUAN Kebun Raya Lemor (KRL) merupakan salah satu Kebun Raya yang terletak di Desa Suela. Kecamatan Suela. Kabupaten Lombok Timur. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kawasan yang merupakan kawasan Hutan Lindung Petandakan dan Komplek Kebun Dinas milik Pemda. Lokasi Kebun Raya Lemor (KRL) memang sangat strategis berada di Jalan Wisata Gunung Rinjani dengan waktu tempuh dari Pusat Kota Provinsi yakni Kota Mataram sekitar 2 Jam atau jaraknya 70,8 km sehingga mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 maupun kendaraan umum. Sedangkan waktu tempuh dari pusat Kota Lombok Timur sendiri sekitar 35 menit. Dengan kawasan seluas 124,9 hektar di ketinggian 450 m, areal yang terdiri dari area hutan untuk konservasi seluas 82,9 hektar dan hutan dengan tujuan khusus seluas 48 hektar. (Rafsanjani. Kebun Raya Lemor ini mempunyai banyak potensi mulai dari pemandangan yang indah dengan latar belakang Gunung Rinjani. Kolam renang Lemor mempunyai tempat parkir yang luas, alam sangat asri, air jernih, dan memiliki fasilitas kamar kecil yang memadai, juga banyak tempat menarik yang bisa dijadikan spot foto di Kebun Raya Lemor dan dapat dimanfaatkan oleh wisatawan untuk mengabadikan momen saat berkunjung ke Kebun Raya Lemor (KRL). Ada beberapa replika buah-buahan yang dibuat dalam bentuk besar. samping itu terdapat ribuan pohon mangga yang ditanam berjejer rapi ditambah sejumlah bangunan hiasan taman juga dipercantik, jalan-jalan menuju taman juga dengan rapi. Sehingga sangat cocok bila dijadikan sebagai spot foto bagi wisatawan yang suka mengabadikan momen berwisatanya. Selain untuk konservasi, wisata dan rekreasi, keberadaan hutan ini juga ditujukan untuk penelitian dan pendidikan atau edukasi. Suasana alami cocok untuk dijadikan tempat camping dalam kegiatan Pramuka dan banyaknya jenis anggrek yang dikembang biakkan serta ribuan pohon kakao dan kopi yang dapat dijadikan sebagai bahan penelitian akademis, (Rinaldi & Rita, 2. Kawasan ekowisata Kebun Raya Lemor (KRL) sejauh ini. Minimnya tingkat pengetahuan masyarakat yang berada disekitarnya mengenai pengembangan dan pengelolaan kepariwisataan dan belum terpupuknya rasa peduli dan ingin mencoba untuk turut serta berpartisipasi dalam pengembangan ataupun untuk pengelolaan pariwisata di Kebun Raya Lemor. Untuk itu, perlu adanya keterlibatan secara aktif dari masyarakat sekitar destinasi serta memperhatikan fasilitas dan ketersediaan komponen-komponen produk Upaya-upaya yang seharusnya dilakukan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berdampak positif bagi kawasan ekowisata Kebun Raya Lemor. Pengelolaan serta pengembangan Kawasan ekowisata di Desa Suela yang baik tentunya sangat membantu dalam menjaga kelestarian serta keberlangsungan dari kawasan ekowisata Kebun Raya Lemor, dengan harapan kedepannya mampu berkembang dan bersaing dengan daya tarik ekowisata serupa ataupun objek wisata lainnya yang ada di Pulau Lombok. Berdasarkan hal tersebut, kawasan ekowisata Kebun Raya Lemor di Desa Suela sangat membutuhkan strategi yang intensif dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan ekowisata Kebun Raya Lemor mengingat saat ini objek wisata berbasis lingkungan mulai berkembang di setiap tempat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun domestik. Dari penjelasan yang telah dipaparkan menjadi dasar penelitian mengenai strategi pengembangan Kebun Raya Lemor sebagai kawasan ekowisata di Desa suela. Kecamatan suela. Kabupaten Lombok Timur. LANDASAN TEORI Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori The Father Of Ecotourism yang dirumuskan oleh Kenton Miller pada tahun 1978, menyatakan bahwa ekowisata mengandung pengertian perjalanan wisata alam ke kawasan yang relatif masih asri dengan titik berat pada aspek pendidikan. Rumusan ecotourism sudah ada sejak tahun 1987 yang dikemukakan oleh Hector Ceballos-Lascurain yang menyatakan bahwa Ceballos-Lascurain a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 . Aunature or ecotourism can be defined as tourism that consist in travelling to relatively undisturbed or uncontaminated natural areas with the specific objectives of studying, admiring, and enjoying the scenery and its wild plantas and animal, as well as any existing cultural manifestation . oth past and presen. found in the areasAy. Dalam teori ini Miller merumuskan bahwa dalam strategi pengembangan ekowisata harus memfokuskan pada tiga tahapan utama pengembangan ekowisata yaitu: Konservasi Konservasi artinya memiliki kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan alam dan budaya, melaksanakan kaidah-kaidah usaha yang bertanggung jawab dan ekonomi berkelanjutan. Konservasi alam memiliki kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap pelestarian alam serta pembangunan yang mengikuti kaidah ekologis, sedangkan konservasi budaya adalah kepekaan dan penghormatan kepada nilai-nilai sosial budaya dan tradisi keagamaan masyarakat setempat, (Lelloltery. HItipeuw, & Sahureka, 2. Edukasi Dalam pelaksanaan ekowisata harus mengedepankan nilai edukasi . mengenai alam atau lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal kepada para wisatawan. Dalam menyampaikan nilai edukasi tersebut, para wisatawan bisa diberikan sosialisasi mengenai kawasan konservasi yang dikunjungi, baik itu dilihat dari segi budaya, sejarah, kultur, atau adat-istiadat masyarakat setempat. Ekonomi Berkelanjutan Pengembangan ekowisata dilaksanakan secara efisien, dimana dilakukan pengaturan sumber daya alam sehingga pemanfaatannya yang berkelanjutan dapat mendukung generasi masa depan, (Wardhani & Mayo, 2. Berdasarkan pengertian tersebut, peneliti menggunakan teori The Father Of Ecototourism untuk menganalisis Kebun Raya Lemor, bahwa Kebun Raya Lemor harus di kembangkan dengan tiga tahapan yaitu konservasi, edukasi, dan ekonomi berkelanjutan sehingga capaian Kebun Raya Lemor sebagai kawasan ekowisata bisa terwujud sesuai dengan perencanaan. Ekowisata merupakan salah satu bentuk kegiatan wisata khusus. Bentuknya yang khusus itu menjadikan ekowisata sering diposisikan sebagai lawan dari wisata massal. Sebenarnya yang lebih membedakannya dari wisata massal adalah karakteristik produk dan pasar. Perbedaan ini tentu berimplikasi pada kebutuhan perencanaan dan pengelolaan yang tipikal, (Ikhsanto. Menurut (Kissenger . Fithria, & Nisa, 2. menyebutkan bahwa ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang mengadopsi prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yang membedakannya dengan bentuk wisata lain. Di dalam praktek hal itu terlihat dalam bentuk wisata yang: Secara aktif menyumbang kegiatan konservasi alam dan budaya. Melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan, pengembangan, dan pengelolaan wisata serta memberikan sumbangan positif terhadap kesejahteraan mereka. Dilakukan dalam bentuk wisata independen atau diorganisasi dalam bentuk kelompok kecil. Dengan kata lain, ekowisata adalah bentuk industri pariwisata berbasis lingkungan yang memberikan dampak kecil bagi kerusakan alam dan budaya lokal sekaligus a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 menciptakan peluang kerja dan pendapatan serta membantu kegiatan konservasi alam itu Kebun Raya adalah suatu area lahan yang ditanami dengan berbagai jenis koleksi tumbuhan dengan tujuan utama untuk keperluan penelitian ilmiah dan konservasi eksitu. Konservasi eksitu adalah upaya pelestarian alam di luar habitat aslinya. Dalam bahasa Inggris. Kebun Raya disebut dengan istilah botanical garden. Kebun Raya memiliki fungsi penting bagi kehidupan kita. Terlebih, aktivitas manusia dan pembangunan berdampak pada perubahan lingkungan, terutama di wilayah perkotaan. Karena itu, dibutuhkan ruang hijau terbuka seperti Kebun Raya yang berfungsi sebagai paruparu kota. Selain memberikan dampak bagi lingkungan. Kebun Raya juga berfungsi sebagai pusat penelitian dan konservasi tumbuhan langka. Ini penting dilakukan untuk mencegah kepunahan tanaman langka. Kebun Raya juga memiliki fungsi penting dalam pendidikan, yaitu digunakan sebagai sarana pendidikan. Fungsi penting lain dari Kebun Raya adalah obyek pariwisata dan jasa lingkungan bagi pengunjung Kebun Raya. Menurut ensiklopedia Encarta. Kebun Raya . otanical garde. merupakan tempat dimana tumbuhan tumbuh dan dipertunjukkan terutama untuk tujuan ilmiah dan Kebun raya memiliki koleksi tumbuhan hidup di alam terbuka dan di dalam rumah kaca, juga terdapat koleksi tumbuhan yang dikeringkan atau herbarium, serta ada fasilitas ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, museum dan lahan percobaan. Strategi pengembangan ekowisata menurut (M. Rasyid, & Armansyah, 2. selain dari unsur-unsur dasar dalam pengembangan pariwisata, karakteristik dari destinasi itu sendiri tentulah menjadi 406actor penting yang menjadikan strategi pengembangan untuk setiap destinasi itu menjadi berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kondisi dari destinasi Perlu dilakukannya analisis SWOT untuk mengetahui terlebih dahulu kelebihan, kekurangan, peluang dan tantangan dari destinasi tersebut tidak bisa melakukan perumusan strategi pengembangan secara tiba-tiba, harus adanya proses identifikasi potensi terlebih Konsep dan unsur-unsur pengembangan yang sudah ada hingga saat ini masih dapat digunakan karena masih relevan dengan keadaan lapangan. Sehingga untuk pembaruan belum begitu diperlukan namun karena cakupan pariwisata yang luas maka perlu adanya sebuah model atau kerangka berfikir yang disusun dengan mempertimbangkan aspek-aspek lain yang berelasi. Selain itu dalam melakukan penyusunan strategi pengembangan khususnya destinasi, keberlanjutan tentulah harus menjadi salah satu concern utama. Aspek keberlanjutan tersebut adalah sebagai berikut: Sosial Pengembangan sebuah destinasi haruslah membawa kebermanfaatan pada masyarakat dan lingkungan sosial. Pengembangan yang dilakukan haruslah dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut berkembang . erbukanya peluang usaha dan lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan sosia. tanpa menyebabkan konflik. Lingkungan Segala pemanfaatan, 406embangunan dan pengembangan yang dilakukan untuk kegiatan pariwisata khususnya destinasi tidak merusak ekosistem lingkungan yang ada. Sumber daya khususnya alam yang ada harus tetap terjaga ketersediaan dan kelestariannya sebagai dasar agar dapat tetap ada. Budaya Pengembangan yang dilakukan tidak merubah kebiasaan atau kebudayaan asli yang a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 ada di sekitar destinasi tersebut malah semakin memperkaya dan mendukung kemajuan dari kebudayaan tersebut menjadi usaha kreatif atau budaya yang lestari. Pengembangan pariwisata merupakan suatu rangkaian upaya yang dilakukan dengan tujuan mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata dalam mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung guna kelangsungan pengembangan pariwisata yaitu memajukan, memperbaiki, dan meningkatkan kondisi kepariwisataan suatu obyek dan daya tarik wisata sehingga mampu menjadi mapan dan ramai untuk dikunjungi oleh wisatawan serta mampu memberikan suatu manfaat baik bagi masyarakat di sekitar obyek dan daya tarik dan lebih lanjut akan menjadi sumber pemasukan bagi pemerintah. Menurut Sastrayuda . 0:6-. dalam perencanaan pengembanganmeliputi: Pendekatan Participatory Planning, dimana seluruh unsur yang terlibat dalam perencanaan dan pengembangan kawasan objek wisata diikut sertakan baik secara teoritis maupun praktis. Pendekatan potensi dan karakteristik ketersediaan produk budaya yang dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan kawasan objek wisata. Pendekatan pemberdayaan masyarakat, adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan kemampuannya agar tercapai kemampuan baik yang bersifat pribadi maupun kelompok. Pendekatan kewilayahan, faktor keterkaitan antar wilayah merupakan kegiatan penting yang dapat memberikan potensinya sebagai bagian yang harus dimiliki dan diseimbangkan secara berencana. Pendekatan optimalisasi potensi, dalam optimalisasi potensi yang ada di suatu desa seperti perkembangan potensi kebudayaan masih jarang disentuh atau digunakan sebagai bagian dari indikator keberhasilan pengembangan. Berdasarkan potensi dan peluang yang ada, maka pengembangan pariwisata perlu dilakukan secara berkelanjutan guna kepentingan masa yang akan 407eknik untuk melindungi sumber daya dari efek-efek pengembangan yang mungkin menyebabkan gangguan kultural dan 407eknik karena tujuan dari pengembangan adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan pemberdayaan sumber daya yang telah ada. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti akan melakukan penelitian di Kebun Raya Lemor. Kebun Raya Lemor terletak di Kecamatan Suela. Kabupaten Lombok Timur. Pemilihan 407eknik tersebut dilandasi beberapa pertimbangan yaitu: karena adanya potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi Kawasan ekowisata. Jarak dari tempat tinggal peneliti dengan 407eknik ini berjarak kurang lebih 650 M. Pemilihan informan dilakukan dengan 407eknik purposive sampling atau pemilihan secara sengaja dengan beberapa pertimbangan. Informan yang dimaksud adalah informan yang terlibat langsung atau informan yang dianggap mempunyai kemampuan dan mengerti permasalahan terkait pengembang ekowisata Desa Suela. Kecamatan Suela. Kabupaten Lombok Timur. Pemilihan informan dalam penelitian ini, diperoleh dengan melakukan kegiatan wawancara yang dilakukan terhadap beberapa informan kunci diantaranya Kepala Desa Suela, pengelola Kebun Raya Lemor. Masyarakat Desa Suela. Selanjutnya peneliti akan diarahkan ke informan pendukung lainnya yang dianggap dapat memberikan informasi tambahan tentang pengembangan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Alasan menggunakan sumber ini adalah untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman guna untuk mendukung penelitian agar hasilnya tidak subjektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Edu-ekowisata merupakan pengembangan dari ekowisata yang pertama sekali diperkenalkan oleh organisasi The Ecotourism society pada tahun 1990, yakni suatu bentuk pariwisata yang bertanggung jawab dengan memperhatikan konservasi lingkungan, melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat (Alamsyah, 2. Adapun edu-ekowisata sendiri pada hakikatnya ada pada faktor dimana intensitas pengenalan dan pembelajaran budaya sejak dini mulai terjadi, melalui disain pembelajaran yang sengaja dihadirkan sesuai materi lingkungan dalam format objek wisata. Hal ini dikembangkan dikarenakan sejauh ini konsep edu-ekowisata hanya terhenti pada kegiatan kampanye konservasi lingkungan semata. Penerapan Edu-Ekowisata Sebagai Media Belajar Berbasis Lingkungan Bagi Siswa Sekolah Dasar. Sekolah Menengah Pertama. Sekolah Menengah Atas dan Universitas Penerapan konsep edu-ekowistaa dapat memberikan wacana baru untuk meningkatkan kesadaran pendidikan untuk mengetahui lingkungan yang bersih sejak dini. Penerapan Edu Ekowisata juga memberikan pelajaran tentang wisata ditambahkan dengan unsur pendidikan. Edu-ekowisata bukan sekedar berperan sebagai media Belajar berbasis lingkungan saja, namun lebih jauh penerapannya memegang peranan dalam mengembalikan pendidikan sebagai upaya dalam mengentaskan kebodohan sekaligus kemiskinan. Kebun Raya Lemor memiliki potensi hutan. Jenis-jenis pohon dan tanaman yang beranekaragaman sekaligus sejarah yang cukup menjanjikan bagi terciptanya pengembangan wisata dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Eduekowisata dengan begitu berperan sebagai salah satu strategi implemantasi dalam pembangunan kawasan Kebun raya Lemor menuju Kebun Raya Lemor yang berkelanjutan. Perlunya sebuah terobosan teknik dengan sentuhan pendidikan berbasis wisata dalam merealisasikan pembangunan daerah. Sehingga disinilah pendidikan memegang peran yang strategis dalam menjawab tantangan zaman. Bagaiamana kemudian memandang kelemahan sebagai kekuatan. Penerapan konsep Edu-ekowisata ini dapat kita wujudkan mercusuarnya melalui pendidikan sebagai sarana edukasi outdoor bagi peserta didik baik tingkat SD. SMP dan seterusnya dalam mengenal langsung aspek-aspek lingkungan, yang kita yakini sebgaai unsur utama penunjang kehidupan manusia. Sehingga hal ini jelas mengembangkan pendidikan dengan pendekatan filsafat alam, filsafat budaya yang akan membantu terbangunnya konsep pengetahuan peserta didik yang benar terhadap lingkungan. Pola Edu-Ekowisata Sebagai Media Belajar Berbasis Lingkungan Hidup Konsep Edu-Ecowisata disini berupa disain pembelajaran lingkungan merupakan ruang belajar materi alam sebagai instrumen pendidikan berbasis lingkungan hidup. Melalui aplikasi ruang pembelajaran yang santai di alam terbuka. Hasil riset terkait konsep eduekowisata sejauh ini terhenti hanya sebatas kampanye konservasi alam. Belum sampai pada memunculkan pola atau disain seperti apa yang akan menjadi langkah strategi pengimplemantasian wisata berbasis lingkungan. Adapun pola edu-ekowisata sebagai disain pendidikan karakter melalui wisata berbasis lingkungan hidup: https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Lingkungan Belajar Mandiri Perpustakaan Alam Tempat Ngobrol Produktif Learning Cafe Small Office Tempat Membangun Komunitas Tempat Pengembangan Bakat Trend Setter Gambar 1. Pola Edu-Ekowisata Pola edu-ekowisata sebagai media pendidikan karakter berbasis lingkungan terdiri dari beberapa tahapan Fitrah base education. Dimulai dari Lingkungan, lingkungan disini penulis menawarkan sebagai perpustakaan alam menyediakan materi belajar yang meliputi, air, udara, energi serta tanah atau lahan. Dilengkapi mentor pemandu . alam hal ini bisa dilakukan oleh seorang gur. Peserta didik atau wisatawan umum dapat langsung memilih tema materi, manusia dan energi, manusia dan udara, manusia dan air, atau manusia dan tanah atau lahan. Masing-masing tema materi menentukan arah lorong-lorong kepustakaan yang berbeda . mall offic. Dalam perjalanan lorong materi ini peserta maupun wisatawan umum mendapatkan informasi materi secara menarik, baik melalui media langsung, seperti pohon, sungai, bebatuan, satwa, atmosfeer. Media permainan seperti puzzle, bersepeda, papan cerita, minicraf, papan petunjuk arah, papan id di beberapa item alam, dan lain-lain. Akhir dari kegiatan perpustakaan alam ini adalah ruang diskusi, para pengunjung telah disediakan leaning cafe, dalam format lesehan, ruang meeting, dll . ilihan disesuaikan dengan kapasitas Objek wisata ini dilengkapi pula oleh kantin karena akhir dari kegiatan belajar di lorong kepustakaan ini adalah kongkow . gemil santai di tempat ngobrol produkti. Small office yang disediakan merupakan area uji coba lebih lanjut. Peserta didik ketika berada pada tempat ini mendapatkan akses untuk dapat belajar mandiri menggali sumber informasi ilmu pengetahuan secara langsung, dapat berupa materi limbah, pengelolaannya maupun Melalui bantuan mentor peserta didik distimulus dengan diskusi dan dilanjutkan explorasi . objek belajar, kemudian mengenal objek dengan mengamati karakteristik, mengenal permasalahan sampai pada mencari solusi dari permasalahan tiap objek. Proses ini membantu peserta didik belajar secara terstruktur. Objek wisata alam dengan pola edu-ekowisata merupakan tempat pengembangan bakat, pendidikan lingkungan hidup sedini mungkin bukan sekedar mengenalkan anak-anak terhadap permasalahan lingkungan, tetapi lebih kepada mengembangkan bakat baik anak, melalui penanaman cara pandang serta sikap yang benar terhadap alam. Sehingga diharapkan mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Alam dengan segala komponennya merupakan media belajar paling menjanjikan dalam memperantarai aspek kognitif dengan keterampilan proses anak. Sehingga sudah saatnya sistem pembelajaran hadir sebagai tempat dimana penghargaan terhadap keunikan masing-masing peserta didik Dengan begitu maka lahirlah peserta didik sebagai penentu life style . rend sette. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 sebagai konsekuensi logis dari program belajar yang mendorong peserta didik dalam skill Kebun Raya Lombok memegang peranan penting dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati di kawasan Kepulauan Sunda Kecil. Berdirinya Kebun Raya Lemor bertujuan untuk mengonservasi jenis tumbuhan Kepulauan Sunda Kecil, sebagai tempat penelitian, pendidikan serta sebagai laboratorium alam tumbuhan tropis dan menjadi objek wisata alam di Kabupaten Lombok Timur. Usaha menyelamatkan keanekaragaman tumbuhan sebagai salah satu aset negara yang berharga. Dibentuknya Kebun Raya diyakini mampu memberi dampak positif terhadap pelestarian lingkungan dan memberi jaminan lebih besar bagi pelestariannya. Sesuai dengan Pidato Presiden Tahun 2004 dan Surat Edaran Menteri Ristek No. 77/M/Vi/2004 perihal pembangunan Kebun Raya di setiap Provinsi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan PU dan Pemerintah Daerah sepakat membangun Kebun Raya di berbagai daerah di Indonesia menjadi skala prioritas nasional. Kearifan masyarakat lokal yang ada di Desa Suela pada umumnya tetap menerapkan kearifan lokal sehari-harinya dalam menjaga dan melestarikan Hutan Lemor. Upaya konservasi Hutan Lemor ini dilakukan karena dalam suatu ekosistem hutan ini terdapat berbagai jenis keanekaragaman tumbuhan dan sember mata air lemor yang menjadi penyangga ketersediaan air di Desa Suela, serta manfaat lainnya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat itu sendiri. Pembangunan berkelanjutan tidak hanya menitikberatkan sistem pendapatan ekonomi semata akan tetapi tetap mengedepankan sistem sosial budaya masyarakat dan upaya kelestarian lingkungan untuk masa depan. Kearifan lokal yang melekat pada masyarakat dalam menjaga lingkungan berdasarkan potensi hasil sumber daya alamnya, dapat menarik untuk di dalami lebih lanjut guna mempertahankan adat istiadat tanpa mengurangi upaya konservasi sehingga menjadi objek daya tarik tersendiri untuk dikembangkan sebagai produk atraksi ekowisata dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat lokal. Ekonomi berkelanjutan menekankan pada keseimbangan aspek 3P yakni profit . euntungan ekonom. , people . , dan planet . ingkungan hidu. sehingga terdapat win-win opportunities dalam ekonomi dan lingkungan pada proses produksi. Dalam prosesnya penggunaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak negatif terhadap Hal ini akan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dalam konteks meningkatkan lapangan kerja, kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup. Di Indonesia sendiri, ekonomi yang berkelanjutan didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi yang berfokus pada kesejahteraan bersama yang menguntungkan bagi produsen dan konsumen dengan tidak hanya mengejar pada pertumbuhan ekonomi saja. Merujuk pada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappena. tujuan dari berkelanjutan adalah pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berkelanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan dan menjamin keadilan serta terlaksananya tata kelola yang menjaga kualitas hidup. Ekonomi berkelanjutan dapat diamati melalui dua dampak utama yang dihasilkan oleh pertumbuhan ekonomi yang selama ini berkembang yakni penurunan kualitas lingkungan hidup yang menyebabkan maraknya bencana alam yang berdampak pula pada terganggunya aktivitas industri dan perekonomian secara masif. Kedua, kegiatan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 ekonomi yang hanya berfokus pada keuntungan berdampak pada tingkat kesenjangan sosial yang melebar karena pertumbuhan ekonomi tidak diiringi dengan aspek pemerataan Ekonomi berkelanjutan dapat dimanifestasikan melalui apa yang disebut sebagai ekonomi sirkular. Penerapan Ekonomi Sirkular Ekonomi sirkular dapat dilakukan melalui konsep 5R yakni reuse . enggunakan kembal. , reduce . , recycle . endaur ulan. , repair . emperbaiki kembal. , dan recovery . engolahan kembal. Konsep ini berupaya agar sampah atau limbah dapat diproduksi ulang menjadi sebuah produk baru atau sebagai bahan baku bagi produk lain sehingga tidak boros sumber daya. Dalam konteks peternak, kotoran ternak dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan lahan pertanian atau perkebunan sebagai kompos bagi nutrisi tanaman. Lebih lanjut, kulit nanas yang mengandung enzim bromelain yang kaya serat dapat diolah menjadi pakan sapi. Keterkaitan antara limbah para peternak dan petani yang dapat menguntungkan satu sama lain menunjukkan praktik nyata dari ekonomi sirkular yakni perputaran limbah yang tidak menjadi sampah. Sama halnya dengan UMKM dalam bidang makanan dan minuman, bahan-bahan sisa dapur yang kerap langsung dibuang misalnya seperti pengupasan kulit kentang maupun dagingnya dapat diolah menjadi alternatif pupuk untuk tumbuh-tumbuhan atau yang biasa disebut sebagai pupuk Mikro Organisme Lokal (MOL) maupun sebagai pakan ayam. Limbah dapur pun juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot yang kemudian maggot itu sendiri dapat dijadikan pakan untuk hewan unggas maupun ikan. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, mulailah terapkan minimalisasi sampah dan menyadari sekiranya barang yang sudah tidak terpakai apakah bisa diolah kembali menjadi produk baru atau dapat disumbangkan. Pada dasarnya, aspek berkelanjutan dalam ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perwujudan kehidupan yang lebih baik dalam jangka panjang. Aspek ini bertujuan untuk mewujudkan setidaknya 12 capaian yakni: Tanpa Kemiskinan Tanpa Kelaparan Kehidupan Sehat dan Sejahtera Pendidikan Berkualitas Kesetaraan Gender Air Bersih Energi Bersih dan Terjangkau Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Industri. Inovasi dan Infrastruktur Berkurangnya Kesenjangan Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan oleh peneliti maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Kawasan Kebun Raya Lemor yang memiliki banyak potensi didalamnya yang terdiri dari berbagai keanekaragaman jenis-jenis pohon dan keanekaragaman tanaman obat, taman konservasi anggrek, pusat penelitian, sehingga Kebun Raya Lemor memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ekowisata. Strategi pengembangan ekowisata ini dapat dilakukan dengan mengembangkan secara optimal potensi yang ada, baik pelestarian alam, peningkatan sumber daya manusia dan peningkatan ekonomi berkelanjutan dengan memanfaatkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat. Ekowisata berperan sebagai strategi pembangunan dan pengembangan pariwisata daerah, yang bertumpu pada usaha pelestarian alam atau konservasi. Sumber Daya Manusia peningkatan sarana dan prasana serta peningkatan pemberdayaan dalam pelibatan masyarakat. SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan oleh peneliti maka pada kesempatan ini peneliti dapat memberikan saran agar peningkatan sinergitas dari berbagai pihak dalam rangka pengembangan Ekowisata Kebun Raya Lemor di Desa Suela seperti pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat sangat diperlukan, agar seluruh pihak yang terlibat dapat menikmati hasil. DAFTAR PUSTAKA