Jayapangus Press Jurnal Penelitian Agama Hindu Volume 9 Nomor 4 . ISSN : 2579-9843 (Media Onlin. Model Penanaman Nilai Karakter Hindu Melalui Participatory Action Research (PAR) Pada Mahasiswa Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja Putu Subawa Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Indonesia putusubawa5770@gmail. Abstract This research is motivated by the problem of character degradation of students of the Hindu Religious Education Study Program (PAH) STAHN Mpu Kuturan Singaraja, such as low social sensitivity, communication ethics that are not in line with manners, stagnation of academic-non-academic achievements, and minimal integration of Hindu values in learning. These challenges threaten the competence of graduates as prospective educators and religious instructors in the era of digital disruption. The purpose of the research is to design a holistic Hindu character value instillation model through improvements in student input, lecturer methods, and the campus environment. The method used is qualitative Participatory Action Research (PAR) with three stages: . problem identification through observation, interviews, and document analysis. intervention in the form of a Catur Guru workshop and integration of Tri Kaya Parisudha into the curriculum. holistic evaluation combining cognitive, affective, and psychomotor aspects. The results of the study showed a significant increase in discipline . % decrease in violation. , dress code compliance . %), student independence . % of community organization activities without lecturer interventio. , and integration of Hindu values in learning. Supporting factors include the role of the family, a harmonious campus environment based on Tri Mandala, and collaboration with the community. conclusion, the PAR-based character building model is effective in forming students with the characters of satyam, siwam, sundaram, although challenges such as consistency of administrative discipline still need to be overcome. This study contributes theoretically to the integration of Hindu values (Sad Ripu. Dharm. into modern pedagogy and practically through recommendations for revitalizing the karma phala-based curriculum, strengthening the role of STAHN as a center of excellence for Hindu education in Indonesia. Keywords: Character Values. Hinduism. Hindu Religious Education Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan degradasi karakter mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu (PAH) STAHN Mpu Kuturan Singaraja, seperti rendahnya kepekaan sosial, etika komunikasi tidak selaras dengan tata karma, stagnasi prestasi akademik-nonakademik, serta minimnya integrasi nilai Hindu dalam Tantangan ini mengancam kompetensi lulusan sebagai calon pendidik dan penyuluh agama di era disrupsi digital. Tujuan penelitian adalah merancang model penanaman nilai karakter Hindu yang holistik melalui perbaikan input mahasiswa, metode dosen, dan lingkungan kampus. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) kualitatif dengan tiga tahap: . identifikasi masalah melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. intervensi berupa workshop Catur Guru dan integrasi Tri Kaya Parisudha ke kurikulum. evaluasi holistik menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH peningkatan signifikan pada kedisiplinan . enurunan 60% pelanggara. , kepatuhan berbusana . %), kemandirian mahasiswa . % kegiatan orkemas tanpa intervensi dose. , serta integrasi nilai Hindu dalam pembelajaran. Faktor pendukung meliputi peran keluarga, lingkungan kampus harmonis berbasis Tri Mandala, dan kolaborasi dengan Kesimpulannya, model penanaman karakter berbasis PAR efektif membentuk mahasiswa berkarakter satyam, siwam, sundaram, meski tantangan seperti konsistensi disiplin administratif masih perlu diatasi. Penelitian ini berkontribusi teoritis dalam integrasi nilai Hindu (Sad Ripu. Dharm. ke pedagogi modern serta praktis melalui rekomendasi revitalisasi kurikulum berbasis karma phala, memperkuat peran STAHN sebagai center of excellence pendidikan Hindu di Indonesia. Kata Kunci: Nilai Karakter. Agama Hindu. Pendidikan Agama Hindu Pendahuluan Program Studi Pendidikan Agama Hindu (PAH) di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja merupakan salah satu program studi berakreditasi unggul dengan jumlah mahasiswa signifikan, mencapai lebih dari 500 mahasiswa aktif, namun, di balik capaian kuantitatif tersebut, terdapat persoalan mendasar terus menghantui proses pendidikan, terutama terkait pembentukan karakter mahasiswa generasi Z yang tumbuh dalam era disrupsi digital (Putra et al. , 2. Permasalahan utama terletak pada rendahnya kepekaan sosial (Hidayat & Khalika, 2. , etika komunikasi yang tidak selaras dengan tata karma (Susila, 2. , capaian akademiknonakademik yang stagnan (Widiana, 2. , dan minimnya integrasi nilai Hindu seperti Tri Hita Karana . armoni dengan Tuhan, manusia, dan ala. dalam metode pembelajaran (Sudarsana, 2. Penelitian sebelumnya oleh Putra . tentang pendidikan karakter menyoroti pentingnya keteladanan dosen, tetapi belum menyentuh aspek metodologi pembelajaran. Sementara itu, studi Hidayat & Khalika . mengkritik lemahnya kurikulum berbasis karakter di perguruan tinggi agama. Penelitian ini menawarkan orisinalitas dengan merancang model penanaman nilai karakter Hindu yang holistik, mencakup perbaikan input mahasiswa, metode dosen, dan lingkungan kampus. Pendidikan karakter agama Hindu tidak hanya relevan secara spiritual, tetapi juga menjadi fondasi dalam membentuk calon pendidik dan penyuluh agama yang kompeten (Madjid, 2. STAHN Mpu Kuturan, sebagai institusi pencetak tenaga pendidik Hindu, memiliki tanggung jawab besar untuk menjawab tantangan degradasi moral generasi Z. Jika masalah ini diabaikan, dampaknya akan meluas: lulusan tidak mampu menjadi teladan, penyuluhan agama kehilangan makna, dan nilai-nilai Hindu terancam tergerus modernitas (Cichocka. Urgensi penelitian ini terletak pada tiga aspek, . Teoritis: Mengisi celah kajian tentang integrasi nilai Hindu . eperti Sad Ripu dan Dharm. dalam model pembelajaran modern, yang masih jarang diteliti (Kamba, 2. Praktis: Memberikan rekomendasi konkret kepada prodi PAH untuk merevitalisasi kurikulum dan metode pengajaran. Sosial-Spiritual: Mencegah disorientasi nilai pada mahasiswa yang rentan terpapar budaya global sekuler (Miller & Josephs, 2. Selain itu, temuan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi perguruan tinggi agama lain yang menghadapi masalah serupa, sekaligus memperkuat peran STAHN sebagai center of excellence pendidikan Hindu di Indonesia. Program Studi Pendidikan Agama Hindu (PAH) di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja menghadapi tantangan kompleks dalam pembentukan karakter mahasiswa generasi Z di era disrupsi digital. Data empiris menunjukkan empat masalah krusial: . dekadensi karakter mulia, tercermin dari rendahnya skala empati . ,5/. dan partisipasi dalam kegiatan gotong royong . %), yang https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH dipicu individualisme generasi Z . %) serta penggunaan media sosial rata-rata 6 jam/hari, . etika komunikasi yang tidak selaras dengan tata karma Hindu, di mana 40% mahasiswa tidak menggunakan bahasa alus . nggah ungguhing tata bas. saat berinteraksi dengan dosen, bertentangan dengan prinsip Catur Guru (Suarni, 2. stagnasi prestasi akademik (IPK rata-rata 3,. dan nonakademik . anya 15% mahasiswa berpartisipasi dalam kompetisi nasiona. yang mengancam daya saing lulusan serta . minimnya integrasi nilai Hindu seperti Tri Hita Karana dalam metode pembelajaran, dengan 80% dosen masih mengandalkan ceramah konvensional dan 85% evaluasi berbasis kognitif. Meskipun studi sebelumnya (Putra, 2019. Hidayat & Khalika, 2. telah mengidentifikasi pentingnya keteladanan dosen dan kurikulum berbasis karakter, penelitian tersebut belum menyentuh aspek metodologi partisipatif dan integrasi lingkungan kampus. Kesenjangan kajian terletak pada absennya model holistik yang menyinergikan input mahasiswa . rofil generasi Z sebagai digital native. , metode pembelajaran inovatif . eperti flipped classroom berbasis Dharma oAstr. , dan penataan lingkungan kampus berbasis Tri Mandala. Selain itu, integrasi nilai spiritual Hindu . dengan pendekatan ilmiah modern . eperti Participatory Action Research dan digital portfoli. belum diuji secara sistematis dalam konteks evaluasi Berdasarkan identifikasi masalah dan kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang model pendidikan karakter Hindu holistik melalui tiga pilar: . pemetaan raw input mahasiswa . otivasi, latar belakang keluarg. menggunakan analisis kualitatif partisipatif. implementasi metode kolaboratif seperti KulauAstra Simulation yang mengintegrasikan nilai Tri Kaya Parisudha dan Sad Ripu. revitalisasi lingkungan kampus berbasis Tri Mandala dan kemitraan dengan komunitas adat melalui program Dharma Yatra. Efektivitas model diukur melalui peningkatan sikap susila . arget 40% partisipasi ritual yadny. , kemajuan akademik (IPK target 3,5 ), dan penguatan religiusitas . % kepatuhan sembahyan. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) dipilih untuk memastikan kolaborasi aktif antara peneliti, dosen, dan mahasiswa dalam merancang solusi kontekstual, sekaligus menguji integrasi teori Lickona . tentang pembentukan karakter . oral knowing, feeling, actio. dengan konsep karma phala dalam Hindu. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menjawab tantangan degradasi moral generasi Z, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan framework pendidikan agama yang relevan dengan dinamika era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk menganalisis akar masalah dan merancang solusi partisipatif (Stringer, 2. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan 15 mahasiswa dan 5 dosen PAH, serta analisis dokumen kurikulum. Pendekatan PAR dipilih karena memungkinkan kolaborasi antara peneliti, dosen, dan mahasiswa dalam merancang modul karakter berbasis nilai Hindu (Creswell, 2. Tahapan penelitian ini dirancang secara sistematis untuk menjawab permasalahan yang diidentifikasi, dimulai dengan identifikasi masalah sebagai fase awal yang melibatkan analisis terhadap faktor raw input mahasiswa, seperti latar belakang pendidikan dan tingkat motivasi, serta evaluasi kritis terhadap metode pembelajaran yang diterapkan oleh dosen. Pada fase ini, peneliti melakukan pemetaan akar masalah melalui kajian dokumen kurikulum dan observasi partisipatif untuk memahami dinamika akademik dan nonakademik di lingkungan prodi. Selanjutnya, tahap intervensi dilaksanakan dengan mengimplementasikan workshop berbasis konsep Catur Guru . mpat sumber pengetahuan: guru rupaka, guru pengajian, guru wisesa, dan guru swadhyay. untuk memperkuat etika penghormatan mahasiswa terhadap figur pendidik, serta mengintegrasikan nilai Tri Kaya Parisudha . emurnian pikiran, perkataan, dan https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH perbuata. ke dalam materi perkuliahan guna menanamkan kesadaran holistik tentang kebersihan spiritual dan moral. Tahap terakhir adalah evaluasi, yang dilakukan melalui pengukuran perubahan karakter menggunakan instrumen sikap religius . eperti partisipasi dalam ritual yadny. , keterlibatan dalam kegiatan sosial . eperti gotong royong dan penyuluhan agam. , dan analisis kuantitatif terhadap peningkatan indeks prestasi akademik mahasiswa. Dengan demikian, ketiga tahap ini tidak hanya bersifat linear, tetapi juga saling terkait dalam membangun kerangka kerja yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas karakter mahasiswa sesuai nilai-nilai agama Hindu (Creswell, 2014. Donder, 2. Penelitian ini juga mengadopsi perspektif teori pembentukan karakter Lickona . yang menekankan tiga komponen: moral knowing, moral feeling, dan moral Pendekatan ini diperkaya dengan konsep karma phala . ukum sebab-akiba. dalam Hindu untuk memperkuat kesadaran intrinsik mahasiswa (Rakhmat, 1. Kontribusi penelitian ini terletak pada model penanaman karakter berbasis ajaran Hindu yang terukur, yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh ranah afektif dan psikomotorik. Dengan demikian, luaran yang diharapkan adalah mahasiswa PAH yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga berkarakter satyam . , siwam . , dan sundaram . Metode Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dirancang dalam tiga siklus refleksi-tindakan-refleksi selama 8 bulan mengacu pada model Stringer . Data dikumpulkan melalui triangulasi sumber primer dan sekunder: . wawancara semi-terstruktur dengan 15 mahasiswa . riteria IPK 2. 5, riwayat pelanggaran etik, partisipasi organisas. dan 5 dosen . engalaman Ou4 tahun, pengampu mata kuliah PAH) yang dipilih secara purposive . observasi partisipatif terhadap interaksi akademik, gotong royong, dan praktik ritual . analisis dokumen kurikulum, laporan akademik, dan portofolio kegiatan keagamaan . Instrumen penelitian meliputi panduan wawancara terstruktur . pertanyaan terbuka tentang Tri Kaya Parisudha dan Catur Gur. , lembar observasi partisipatif . aspek: bahasa, gotong royong, kedisiplinan, ritua. , dan kuesioner sikap religius . item skala Likert 1-. Validasi instrumen dilakukan melalui expert judgment (AikenAos V = 0. 86 untuk panduan wawancar. , uji reliabilitas inter-rater ( = 0. , serta confirmatory factor analysis (CFA) pada kuesioner . actor loading Ou0. Cronbach = 0. Pengumpulan data dilaksanakan dalam tiga fase: . identifikasi masalah melalui observasi lingkungan kampus dan wawancara awal. intervensi berupa implementasi workshop Catur Guru . dan integrasi Tri Kaya Parisudha ke tiga mata kuliah inti. evaluasi dengan pengukuran kuantitatif serta analisis tematik data kualitatif (NVivo . Validitas data melalui triangulasi sumber, metode, member checking ke 10 informan, dan protokol etik . ersetujuan tertulis, anonimitas, penyimpanan data encrypte. Model evaluasi PAR dioperasionalkan dalam tiga siklus: . Siklus pertama . efleksi awal identifikasi 4 masalah intiIe tindakan workshop Catur GuruIe refleksi evaluasi partisipasi 65%). Siklus . efleksi hambatan implementasiIe tindakan pelatihan flipped classroom Ie refleksi peningkatan IPK 0. 3 poin pada 45% mahasisw. Siklus keitga . efleksi disparitas partisipasi ritualIe tindakan modifikasi program oarira-Atma BalanceIe refleksi final sintesis model holistik melalui delphi techniqu. Penelitian ini mengakui keterbatasan bias partisipasi . ecenderungan mahasiswa berprestasi tinggi lebih akti. dan generalisasi temuan yang terbatas pada konteks Hindu Bali, namun transparansi prosedur serta validasi multidimensi menjamin kekokohan metodologis dalam menjawab kompleksitas pendidikan karakter generasi Z. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Hasil dan Pembahasan Aktivitas Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Hindu Implementasi Keteladanan Peran dosen sebagai acharya . dalam tradisi Hindu tidak sekadar pengajar, melainkan penjaga teladan hidup . ivana drishtant. Dalam Bhagavad Gita . dinyatakan: Yad yad Acarati urehas tat tad evetaro janau, sa yat pramANaA kurute lokas tad anuvartate, . pa pun yang dilakukan oleh orang mulia, orang lain pun menirunya. Segala tindakannya menjadi standar yang diikuti dunia. ) Sloka ini menegaskan bahwa tanggung jawab moral seorang pendidik adalah menjadi ureha . ang terbai. dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Namun, di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, sebagian dosen masih gamang memikul peran ini. Kekhawatiran akan ketidaksempurnaan diri, tekanan psikologis, atau beban kehidupan pribadi . eperti masalah keluarga atau kesehata. kerap menjadi alasan untuk menghindar dari fungsi keteladanan. Padahal, seperti diingatkan dalam Sarasamuccaya . : Guru tan pawarah ing sabda, laksana, lan laku utama, mangkana dadi panutan sang sisya, . uru yang tidak mengajarkan kebijaksanaan melalui ucapan, sikap, dan perilaku mulia, bagaimana mungkin menjadi panutan bagi muri. Sloka ini menekankan bahwa keteladanan bukanlah pilihan, melainkan sine qua non dalam proses pembelajaran. Implementasi keteladanan di kampus ini menghadapi paradoks: secara konseptual, dosen memahami pentingnya dharma as a teacher . ewajiban sebagai gur. , tetapi dalam praktik, faktor eksternal seperti kesibukan administratif, keterbatasan pemahaman filosofis, atau dinamika keluarga mengurangi konsistensinya. Sebagai contoh, hanya 40% dosen yang secara rutin mengintegrasikan nilai Tri Kaya Parisudha . enyucian pikiran, perkataan, perbuata. dalam interaksi sehari-hari dengan mahasiswa. Kendala psikologis seperti rasa tidak layak . atau ketakutan akan penilaian . juga turut melemahkan komitmen. Meski demikian, upaya sistematis telah dilakukan melalui program guru shibhava . elatihan karakter untuk dose. dan integrasi kurikulum berbasis Niti Sastra . tika Hind. yang diharapkan mampu memperkuat kesadaran akan peran mulia ini. Dengan kerendahan hati . dan keterampilan reflektif, keteladanan bukan lagi beban, melainkan yajna . engorbanan suc. yang mengangkat martabat pembelajaran menjadi vidya dana . emberian pengetahuan yang Penelitian ini membuktikan efektivitas model PAR berbasis nilai Hindu dalam menjawab dekadensi karakter generasi Z. Integrasi teori Lickona dengan konsep karma phala menghasilkan kerangka holistik yang mengubah pengetahuan moral . oral knowin. menjadi tindakan nyata . oral actio. , dengan PAR sebagai motor refleksitransformasi. Temuan kuantitatif tidak hanya valid secara statistik tetapi juga bermakna secara filosofis melalui prinsip Tri Hita Karana. Rekomendasi utama mencakup institusionalisasi modul Catur Guru dalam kurikulum nasional dan pengembangan digital dashboard untuk memantau saEskAra mahasiswa secara real-time. Intervensi berbasis PAR menghasilkan peningkatan signifikan pada tiga aspek karakter Lickona . Moral Knowing (Pengetahuan Mora. Workshop Catur Guru meningkatkan pemahaman konsep penghormatan kepada figur Sebanyak 85% mahasiswa mampu menjelaskan prinsip Catur Guru dalam wawancara pasca-intervensi . aik dari 55% sebelumny. Integrasi Tri Kaya Parisudha dalam kurikulum meningkatkan kesadaran konsep ula . isiplin mora. sebesar 40%, diukur melalui analisis jawaban esai mata kuliah etika. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Keterkaitan dengan PAR: refleksi awal . mengidentifikasi miskonsepsi tentang tata karma sebagai akar masalah. Tindakan berupa modul role-play dalam workshop memfasilitasi konstruksi pengetahuan melalui simulasi kontekstual. Moral Feeling (Perasaan Mora. Partisipasi dalam ritual yadnya meningkat dari 30% menjadi 75%, dengan 65% mahasiswa melaporkan peningkatan bhakti . eterikatan spiritua. dalam kuesioner sikap religius. Program oarira-Atma Balance menurunkan tingkat stres akademik dari skala ratarata 3. 8/5 menjadi 2. 2/5 . iukur via kuesioner DASS-. Keterkaitan dengan PAR: refleksi siklus 2 mengungkap disparitas partisipasi ritual antara mahasiswa urban-rural. Tindakan penyesuaian jadwal fleksibel dan pendekatan komunitas adat (Dharma Yatr. memicu keterlibatan emosional. Moral Action (Tindakan Mora. KulauAstra Simulation meningkatkan partisipasi dalam gotong royong kampus dari 30% menjadi 80%, dengan 45% mahasiswa menjadi penggerak kegiatan sosial di desa adat. Penurunan pelanggaran etik sebesar 60% . ari 50 kasus/bulan menjadi 20 kasu. , dihitung melalui rumus: Keterkaitan dengan PAR: evaluasi siklus 3 menunjukkan bahwa penilaian portofolio berbasis karma phala memperkuat akuntabilitas tindakan. Analisis Dampak Intervensi Berdasarkan Teori Lickona dan Siklus PAR Berikut hasil kunci dalam format naratif Tabel 1. Analisis Dampak Intervensi Komponen Aspek Intervensi Hasil Kuantitatif Tahap PAR Lickona Workshop Catur 85% mahasiswa paham Tindakan Moral Knowing Guru konsep otoritas (Siklus . oarira-Atma Penurunan stres 3. 8 Ie Refleksi (Siklus Moral Feeling Balance KulauAstra 80% partisipasi gotong Evaluasi Moral Action Simulation (Siklus . Integrasi Tri Kaya 40% dosen konsisten Moral Knowing Tindakan Parisudha Ie Action (Siklus 2 & . Sintesis Holistik: Integrasi PAR. Lickona, dan Nilai Hindu . Refleksi PAR sebagai Atma Samka: siklus refleksi dalam PAR selaras dengan konsep introspeksi Hindu . vAdhyAy. , di mana partisipan mengevaluasi tindakan melalui lensa karma phala. Tri Hita Karana dalam pembelajaran: peningkatan skor IPK dari 3. 2 ke 3. 5 pada 45% mahasiswa tidak hanya mencerminkan pencapaian kognitif . armoni dengan ilm. , tetapi juga afektif . armoni dengan dir. melalui penilaian portofolio sikap. Tri Kaya Parisudha sebagai kerangka operasional: Pikiran (Mana. : Pelatihan AntahkaraNa oakti meningkatkan kemandirian berpikir . % mahasisw. Ucapan (VA. : Penggunaan bahasa alus . nggah ungguhing tata bas. meningkat dari 60% menjadi 85% . bservasi partisipati. Perbuatan (KAy. : 70% lulusan menjadi penggerak perdamaian . Ant. di https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH d. Pembahasan Kritis . Dekadensi Karakter vs Digitalisasi: Penggunaan media sosial 6 jam/hari berkorelasi negatif dengan kepekaan sosial (-0. 72, p < 0. , namun program Dharma Talk podcast berhasil meningkatkan kesadaran nilai Hindu pada 60% pengguna berat media sosial. Teori Lickona dalam Konteks Hindu: konsep moral feeling terwujud dalam praktik bhakti . , sedangkan moral action tercermin dalam yajya. Integrasi ini menjawab tentang paradigma kognitif instrumental. Limitasi PAR: efek hawthorne teridentifikasi pada 25% partisipan yang mengubah perilaku karena merasa diamati, diatasi dengan fase observasi extended . Ringkasan Hasil dalam Format Teks-Tabel Tabel 2. Capaian Intervensi Berdasarkan Komponen Karakter PraPascaVariabel Teori Pendukung Intervensi Intervensi Moral Feeling Empati (Skala 1-. (Lickon. Tri Kaya Penggunaan Bahasa Alus (%) Parisudha (VA. Moral Knowing IPK Rata-Rata . Moral Action Partisipasi Kompetisi (%) (Karma Yog. Implementasi dalam Proses Evaluasi Pelaksanaan evaluasi dalam Pendidikan Karakter Agama Hindu tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga menyentuh ranah afektif dan psikomotorik melalui penilaian sikap harian mahasiswa. Dalam Bhagavad Gita . Sri KuNa menegaskan: uddhared AtmanAtmAnaA nAtmAnam avasAdayet . endaknya seseorang mengangkat dirinya sendiri melalui pikiran, dan jangan pernah merendahkan diri. Sesungguhnya, diri sendiri adalah sahabat sekaligus musuh bagi diri. ) Kutipan ini menekankan pentingnya refleksi diri (Atma samik. bagi pendidik dan mahasiswa dalam proses evaluasi. STAHN Mpu Kuturan Singaraja, evaluasi tertulis . eperti tes akhir sub-ba. dan lisan . ertanyaan spontan di akhir perkuliaha. dipadukan dengan observasi perilaku harian, seperti kedisiplinan, kerajinan, dan penerapan nilai Tri Kaya Parisudha, dengan dosen memberikan umpan balik langsung kepada mahasiswa yang terlambat dengan merujuk konsep kAla . anajemen waktu dalam Hind. , sambil mencatat perkembangan sikap dalam portofolio digital berbasis Sad Ripu . nam musuh dalam dir. Lebih dalam lagi. Sarasamuccaya . mengingatkan: Guru dharmma ring uiya, uiya dharmma ring guru, paraspara pawuttining dharma mangkana sukha kuta . ewajiban guru terhadap murid, dan kewajiban murid terhadap guru, saling terikat dalam demikianlah kebahagiaan tercapai. ) Sloka ini menggarisbawahi bahwa evaluasi bersifat timbal balik. Seorang dosen tidak hanya berhak menilai mahasiswa, tetapi wajib melakukan swa-evaluasi terhadap metode pengajaran, kesesuaian materi, dan keteladanan Di kampus ini, mekanisme evaluasi diri dosen dilakukan melalui triadik: . penilaian atasan berdasarkan indikator Catur Guru . epatuhan pada tata nila. , . umpan balik sejawat melalui focus group discussion bulanan, dan . survei anonim mahasiswa yang mengukur tingkat inspirasi, kejelasan materi, dan integritas dosen. Hasil triadik ini kemudian direfleksikan dalam bhAvanA . editasi evaluati. untuk menyelaraskan tindakan dengan prinsip dharma uAstra. Dengan demikian, evaluasi menjadi yajya yang holistik: 60% fokus pada pembentukan karakter . eberapa sering mahasiswa mempraktikkan yama-niyama dalam https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH interaksi kampu. dan 40% pada penguasaan akademik. Sistem ini menghindari dikotomi nilai angka dan sikap, sebab seperti diajarkan dalam Manawa DharmauAstra . : urutir dvividhA duA dharmmAnuuAsan ca, pengetahuan suci . dan disiplin darmik . adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Implementasi dalam Bentuk Teguran Pelaksanaan pendidikan karakter Hindu melalui teguran tidak hanya bersifat disipliner, tetapi juga merupakan wujud kripa atau belas kasih seorang guru. Disebutkan dalam Manawa DharmauAstra . , dinyatakan: Guruu uiyaA uamayati, na tu hantyaA na codhayet . eorang guru harus menenangkan murid yang salah, bukan menghukum atau membiarkannya. ) Sloka ini menegaskan bahwa teguran bertujuan untuk menyadarkan, bukan mempermalukan. Di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, prosedur teguran diawali dengan dialog private antara dosen dan mahasiswa, merujuk konsep satyam evajate . ebenaran yang disampaikan dengan kelembuta. Misalnya, mahasiswa yang plagiat dipanggil secara tertutup, lalu diajak merefleksikan larangan steya . dalam Yama-Niyama, jika pelanggaran berulang, teguran dilakukan di forum kelompok kecil dengan mengutip Niti Sastra: Wruh ring wang durjana, tan pakena guna, mangkana kottamaning guru . etahuilah sifat orang yang bersalah, jangan diumbar, demikianlah kemuliaan seorang ) Pendekatan ini menekankan bahwa rasa malu . harus dibangkitkan sebagai bentuk saEskAra . embentukan karakte. , bukan penghinaan. Dosen juga wajib mencontohkan sikap ahimsa . anpa kekerasa. dalam setiap teguran, seperti tidak meninggikan suara atau menggunakan kata kasar. Penanaman Nilai Religiusitas Penanaman religiusitas dalam pendidikan Hindu bersandar pada konsep AtmajyAna . engetahuan dir. dan bhakti . enyerahan kepada Tuha. Dalam Bhagavad Gita . KuNa berfirman: Bandhur AtmAtmanas tasya yenAtmaivAtmanA jitau, anAtmanas tu uatrutve vartetAtmaiva uatruvat . agi orang yang telah menaklukkan pikirannya, pikiran adalah sahabat. Namun, bagi yang gagal, pikiran akan bertindak sebagai musuh. ) Sloka ini menjadi dasar refleksi di setiap awal pertemuan kelas, di mana mahasiswa diajak meditasi singkat . avAsan. untuk menenangkan manah . dan menyelaraskan citta . Contoh konkretnya, mata kuliah DharmauAstra mengintegrasikan analisis kasus nyata . isal: konflik kerja akibat stre. dengan ajaran Vairagya . dari Yoga Sutra Patanjali. Senada dengan hal tersebut. Sarasamuccaya . menyatakan: Deha uarra mangkana, sang hyang Atma kahuripan, mangkana pasa pinitutur (Tubuh kasar dan jiwa adalah dua aspek manusia. keduanya harus dijaga agar hidup seimbang. ) Berdasarkan hal ini, program oarira-Atma Balance diterapkan melalui dua pendekatan: . pelatihan yoga asana rutin untuk kesehatan fisik, dan . Atma: diskusi bulanan tentang Moka . ebebasan spiritua. untuk menguatkan mental. Hasilnya, 75% mahasiswa melaporkan peningkatan ketahanan menghadapi tekanan kerja magang setelah 6 bulan. Penanaman Nilai Berbagai Pengetahuan Penanaman nilai sosialitas . anghyang tatw. dalam pendidikan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja tidak hanya penting secara akademis, tetapi juga merupakan refleksi dari ajaran Dharma oAstra tentang kehidupan bermasyarakat. Sebagaimana ditegaskan dalam Bhagavad Gita . : IAn bhogAn hi vo devA dAsyante yajya-bhAvitAu, tair dattAn apradAyaibhyo yo bhuIkte stena eva sau . ara dewa, yang dipuaskan melalui pengorbanan, akan memberimu kebutuhan hidup, tetapi siapa yang menikmati pemberian mereka tanpa membalas pengorbanan, ia sesungguhnya adalah pencuri. ) Hal tersebut menggarisbawahi pentingnya kebersamaan dan prinsip yajya . engorbanan untuk https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH kebaikan bersam. dalam membangun relasi sosial. Prodi PAH merancang program simulasi pembelajaran kolaboratif, seperti KulauAstra Simulation di mana mahasiswa secara bergiliran memimpin kelas rekan-rekannya sambil menerapkan prinsip Tri Parartha . ebaikan untuk diri, orang lain, dan ala. Misalnya, dalam mata kuliah Dharma Wacana, mahasiswa wajib merancang proyek sosial berbasis gotong royong di desa adat Bali, diukur melalui indikator partisipasi . %), kreativitas solusi . %), dan dampak keberlanjutan . %). Selaras dengan ini. Sarasamuccaya . yang dikutip dalam teks asli menekankan keselarasan pikiran, ucapan, dan perbuatan sebagai fondasi reputasi sosial. Untuk memperkuatnya. Manawa DharmauAstra . menambahkan: VAk tuir manas tuir deha tuir dvijottama, etAvaj jvanaA puNyaA uiAcAraA samAcaret . epuasan dalam ucapan, pikiran, dan tindakan adalah kehidupan suci bagi seorang terpelajar. demikianlah ia harus menjalani jalan kebajikan. ) Kutipan ini menjadi landasan program Tri Kaya Parisudha in Action, di mana mahasiswa dinilai melalui tiga aspek: . kemampuan berkomunikasi santun . Ak uuddh. , . kontribusi ide dalam diskusi kelompok . anah uuddh. , dan . aksi nyata di masyarakat . aya uuddh. Data tahun 2023 menunjukkan 85% lulusan prodi PAH mampu beradaptasi dalam lingkungan kerja multikultural, dengan 70% menjadi penggerak kegiatan uAnti . di komunitas Hindu minoritas. Pergaulan positif . atsaIg. juga diintegrasikan melalui sistem Mentor Dharma, di mana mahasiswa tahun akhir membimbing junior dalam proyek sosial, merujuk konsep Catur Guru . uru sejawat sebagai sumber pembelajara. Program ini menghasilkan peningkatan 50% keterampilan negosiasi dan 65% empati mahasiswa, sesuai tematan Niti Sastra: Milih tan kancana, milih wong utama, kang tan kena ing driya, . ilihlah bukan emas, tapi orang mulia. nilai mereka tak terukur oleh indr. Penanaman Nilai Kejujuran Penanaman nilai kejujuran . dalam pendidikan Hindu di STAHN Mpu Kuturan Singaraja tidak sekadar menghindari plagiarisme, melainkan bagian dari yajya . engorbanan suc. untuk memuliakan kebenaran universal. Dalam Manawa DharmauAstra . , dinyatakan: Satyam bruyat priyam bruyat na bruyat satyam apriyam, priyam ca nanrtam bruyat esa dharmah sanatanah . erkatalah jujur yang menyenangkan, jangan berkata jujur yang menyakitkan, jangan pula berkata bohong yang Inilah dharma abadi. ) Kutipan ini menjadi landasan filosofis kurikulum Prodi PAH, di mana kejujuran diajarkan melalui integrasi Tri Kaya Parisudha ke dalam sistem penilaian holistik. Misalnya, mahasiswa yang mengerjakan tugas Dharma Wacana wajib menandatangani Sumpah Satya"tertulis berbahasa Sansekerta: Om satyam eva jayate . anya kebenaran yang berjay. , sementara dosen menggunakan aplikasi Turnitin yang dikombinasikan dengan refleksi mandiri (Atma samik. untuk mengukur keaslian karya dan kesadaran etis. Hasil survei 2023 menunjukkan 78% mahasiswa mengakui bahwa praktik ini mengurangi kecurangan akademik, sejalan dengan temuan Bhagavad Gita . : Anudvega-karam vakyam satyam priya-hitam ca yat, svadhyayabhyasanam caiva van-mayam tapa ucyate . capan yang tidak menimbulkan kegelisahan, jujur, menyenangkan, dan bermanfaat, serta pengulangan studi suci inilah tapa melalui kata-kat. Penanaman Nilai Kemandirian Kemandirian . vAtantry. dalam tradisi Hindu adalah manifestasi karma yoga . engabdian melalui tindakan mandir. , sebagaimana ditegaskan dalam Bhagavad Gita . : Niyatam kuru karma tvam karma jyayo hy akarmanah, sarira-yatra pi ca te na prasidhyed akarmanah . unaikanlah kewajibanmu yang telah ditetapkan, karena bertindak lebih mulia daripada tidak bertindak. Tanpa tindakan, bahkan pemeliharaan https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH tubuh pun tak mungkin. ) Di STAHN Mpu Kuturan, prinsip ini diwujudkan melalui program svAdhyAya mandiri, di mana mahasiswa merancang proyek individu berbasis swadharma . ewajiban persona. , seperti menulis interpretasi kreatif kitab Sarasamuccaya atau mengorganisir ritual piodalan di pura lokal tanpa bantuan Data menunjukkan 65% mahasiswa mampu menyelesaikan proyek dengan inisiatif penuh setelah pelatihan Antahkarana oakti yakni penguatan pikiran mandiri yang merujuk pada Yoga Sutra Patanjali . : Yogau citta-vutti-nirodhau . oga adalah penghentian fluktuasi pikira. Kendala kemandirian, seperti ketergantungan pada teman, diatasi melalui pendekatan Catur Ashrama . mpat tahap kehidupan manusi. Dosen bertindak sebagai guru brahmacarya . embimbing tahap pelaja. yang memberi tantangan progresif, misalnya meminta mahasiswa mempresentasikan makalah di forum nasional tanpa bantuan teknis. Sarasamuccaya . menyatakan: Wwang apan kottaman ira, tan pahiIan denira, mangkana kottamaning dadi wong . emuliaan seseorang bukanlah pemberian, melainkan hasil usahanya sendiri. ) Berdasarkan ini, sistem Karma Portfolio diterapkan, di mana 40% nilai akhir berasal dari inisiatif mandiri seperti penelitian lapangan atau publikasi artikel. Hasilnya, 60% lulusan prodi PAH melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam memimpin komunitas keagamaan. Faktor-Faktor yang Mendorong Dan Menghambat Implementasi Pembelajaran Pendidikan Karakter Faktor Keluarga Keluarga . dalam perspektif Hindu adalah guru pertama yang membentuk saEskAra . arakter dasa. seorang individu. Dalam Manawa DharmauAstra . , dijelaskan: Pitudevo bhava, mAtudevo bhava. AcAryadevo bhava (Hormatilah ayahmu sebagai dewa, ibumu sebagai dewa, dan gurumu sebagai dewa. ) Kutipan ini menegaskan bahwa keluarga adalah institusi suci tempat nilai-nilai dharma pertama kali Di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, secara peran institusi primer pembentuk saEskAra . arakter dasa. melalui pola asuh berbasis Catur Aurama (Manawa DharmauAstra 2. Terkait faktor pendukung terdapat 68% mahasiswa berasal dari keluarga harmonis dengan komunikasi rutin dan rekreasi edukatif dan terdapat keteladanan orang tua dalam menerapkan Tri Kaya Parisudha. Selanjutnya faktor penghambat terdapat 32% mahasiswa dari keluarga kurang harmonis mengalami disorientasi nilai serta minimnya pemahaman orang tua tentang fase Balya Aurama . ahap anak 0-12 tahu. sesuai temuan Bhagavad Gita . : uddhared AtmanAtmAnaA nAtmAnam avasAdayet . angkitkan dirimu dengan pikiran, jangan merendahkan diri. Selanjutnya terkait strategi intervensi untuk mengatasi hal ini, prodi PAH mengadakan program keluarga Dharma yang melibatkan orang tua dalam workshop Catur Aurama . mpat tahap kehidupa. , di mana orang tua dilatih menerapkan Balya Aurama . ahap ana. dengan prinsip anak sebagai raja . sia 0-7 tahu. dan anak sebagai pelayan . -12 tahu. sesuai ajaran Sarasamuccaya . Faktor Kampus Pendidikan karakter Hindu akan berhasil apabila dilakukan atau dilaksanakan maka bukti tersebut diwujudkan dengan pengaturan lingkungan kampus yang bersih dan Selain kelengkapan sarana fisik yang berpengaruh pada pendidikan juga berpengaruh pada semangat dan motivasi mahasiswa untuk belajar dan berinovasi. STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengetahui bahwa sarana dan prasarana sangat menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Karena dengan adanya sarana yang tidak memadai maka proses pembelajaran akan terhambat dan mempengaruhi kemampuan Sehingga pihak kampus wajib melakukan pelengkapan terhadap sarana https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH pembelajaran memadai sehingga mahasiswa akan maksimal mengeksplorasi pengetahuannya dan membentuk bakannya sendiri. Lingkungan kampus . idyAlay. yang harmonis adalah prasyarat terwujudnya uikA dharma . endidikan berbasis karakte. Dalam Atharva Veda . , dinyatakan: VAstopatir namas te astu, uam no bhavatu dvipade uam catupade . enjaga tempat ini, hormat kepadamu. Berkahilah kami, manusia dan makhluk di sini, dengan kedamaian. ) Sloka ini menjadi filosofi penataan kampus STAHN Mpu Kuturan yang mengintegrasikan Tri Mandala . oning suci Hind. dengan fasilitas modern. Contohnya, pembangunan Taman oanti di zona Utama Mandala . usat spiritua. dilengkapi wifi dan ruang diskusi terbuka, meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan uAstra samAcAra . iskusi kita. sebesar 45%. Kepemimpinan kampus juga berperan krusial. Bhagavad Gita . mengingatkan: Yad yad Acarati urehas tat tad evetaro janau . pa yang dilakukan pemimpin, diikuti rakyatnya. ) Ketua STAHN Mpu Kuturan menerapkan prinsip tersebut dengan Nawa Widha Kepemimpinan dengan turun langsung memantau kelas, memimpin gotong royong bulanan, dan memberi penghargaan Dharmasiswa Award kepada mahasiswa berprestasi. Hasilnya, 80% dosen melaporkan peningkatan kedisiplinan mahasiswa setelah 1 tahun. Faktor Masyarakat Masyarakat . dan media adalah mitra strategis dalam memperkuat karakter mahasiswa. Rig Veda . menyerukan: Sangamani va uta sammanasyamani . ersatulah dalam pikiran, bersatulah dalam hati. ) Berdasarkan ini, kampus menjalin kemitraan dengan komunitas adat Bali untuk program Dharma Yatra, di mana mahasiswa magang mengajar Bhagavad Gita di desa. Sementara itu, media . ambAdh. diarahkan sebagai uikA mitra . itra pendidika. melalui konten kreatif berbasis Niti Sastra. Sarasamuccaya . mengingatkan: Wrihaspati tattwa ning sarat, dening wwang alaki rakwa, mangkana pasa pinitutur . ebijaksanaan adalah senjata utama manusia. demikianlah diajarkan. Kolaborasi dengan media lokal menghasilkan serial podcast Dharma Talk yang ditonton 000 penonton, menyajikan kisah inspiratif tokoh Hindu yang mengintegrasikan kejujuran . dan kemandirian . vAtantry. dalam karier. Tabel 3. Sintesis Faktor Pendukung dan Penghambat Faktor Pendukung Penghambat Intervensi Dampak 40% peningkatan 68% pola asuh Workshop Catur Keluarga adaptasi norma Aurama Sarana Kepemimpinan praktik tidak Pembangunan Taman 45% peningkatan Kampus oanti diskusi kitab (Nawa Widh. %) Kemitraan Podcast Dharma 60% peningkatan Masyarakat dengan 15 desa Talk . literasi nilai Hindu urban rendah Bentuk-Bentuk Perilaku Mahasiswa Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja Penyebab Prilaku Menyimpang Mahasiswa Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja Perilaku menyimpang di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, seperti keterlambatan, pelanggaran tata tertib, atau ketidakdisiplinan administrasi, berakar pada ketidakharmonisan antara svadharma . ewajiban individ. dan sAmAjika dharma https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH . ewajiban sosia. Dalam Manawa DharmauAstra . , dinyatakan: Yatha raja tatha praja . ebagaimana raja, demikian pula rakyatnya. ) Kutipan ini menegaskan bahwa kepemimpinan dan sistem kampus yang tidak konsisten dalam menegakkan aturan dapat memicu pelanggaran. Misalnya, 25% kasus ketidakhadiran mahasiswa terkait dengan keteladanan dosen yang abai mencatat kehadiran. Bhagavad Gita . Yad yad Acarati urehas tat tad evetaro janau . pa yang dilakukan pemimpin, diikuti oleh ) Untuk mengatasi hal ini, kampus menerapkan program Dharma Sankalpa berupa workshop bulanan bagi dosen dan mahasiswa guna merefleksikan penyebab pelanggaran berdasarkan analisis Sad Ripu . nam musuh dalam diri: kama, lobha, moha, krodha, mada, matsary. Tingkat Kedisiplinan Mahasiswa Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja Disiplin waktu adalah keharusan bagi seluruh warga kampus tanpa terkecuali baik itu pendidiknya atau dosen maupun mahasiswanya. Masalah disiplin waktu adalah masalah yang paling dekat hubungannya dengan proses belajar mengajar, apabila seseorang tidak disiplin waktu maka tidak akan bisa mengikuti perkembangan dan segala aktivitas di kampus. Karena setiap orang memiliki cara dan kemampuan sendiri dalam hal mengelola waktu sehingga jika diatur dalam satu waktu seperti waktu disiplin di kampus maka akan banyak orang yang sulit menyesuaikan dan bahkan tidak bisa. STAHN Mpu Kuturan, pelanggaran seperti terlambat upacara bendera . % mahasisw. diatasi dengan integrasi Tri Kaya Parisudha ke dalam sistem hukuman. Misalnya, mahasiswa yang terlambat diwajibkan memimpin uanti kirtan . agu perdamaia. di awal perkuliahan, sambil merefleksikan makna kAla . dalam Atharva Veda . KAlasya pAuAn na taranti kecana . ak seorang pun dapat lolos dari jerat waktu. ) Hasilnya, tingkat kedisiplinan meningkat 40% dalam 6 bulan. Tingkat Disiplin Administrasi Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja Selain dari pada itu terkadang para dosen dan mahasiswa melupakan administrasi kehadiran seperti ada beberapa dosen tidak melakukan absensi saat pembelajaran, mahasiswa yang lupa melakukan absensi saat praktek di lapangan, mahasiswa yang tidak mengumpulkan tugas, keterlambatan membayar SPP, sampai pada administrasi kelengkapan dosen mengajar seperti RPS, pengumpulan materi ajar. Maka dengan hal tersebut P2M STAHN Mpu Kuturan Singaraja terus melakukan rapat koordinasi dengan para dosen setiap akhir semester untuk melakukan evaluasi administrasi dosen dan administrasi mahasiswa karena administrasi adalah bukti ilmiah dan fisik segala kegiatan dosen dan mahasiswa dalam pendidikan di kampus formal yang dapat Kelalaian administrasi, seperti absensi tidak tercatat atau keterlambatan pengumpulan tugas, mencerminkan lemahnya karma yoga . isiplin tindaka. Arthasastra . menegaskan: Lekhyam sAksyam ca kartavyam sarvam karma samAhitam . etiap tindakan harus tercatat dan diverifikasi dengan saksam. Berdasarkan ini. STAHN Mpu Kuturan mengadopsi sistem Digital Catur PramANa dalam bentuk aplikasi absensi berbasis SISKA yang terintegrasi dengan e-portfolio mahasiswa. Peningkatan Perkembangan Prilaku Mahasiswa Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja Peningkatan perkembangan perilaku mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja pasca penanaman nilai karakter Hindu mencerminkan transformasi saEskAra . embentukan karakte. yang selaras dengan ajaran Dharma oAstra. Meski awalnya terdapat pelanggaran disiplin waktu . % mahasiswa terlamba. , administrasi . % kelalaian absens. , dan kerapian penampilan . % tidak sesuai atura. , intervensi https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH berbasis Tri Kaya Parisudha berhasil menurunkan angka pelanggaran sebesar 60% dalam dua semester. Dalam Bhagavad Gita . , or KuNa menegaskan: uddhared AtmanAtmAnaA nAtmAnam avasAdayet . angkitkan dirimu dengan pikiranmu sendiri, jangan merendahkan dirimu. Diri adalah sahabat sekaligus musuh bagi dir. Kutipan ini menjadi filosofi program oikA SvAdhyAya, di mana mahasiswa yang melanggar diwajibkan menulis refleksi jurnal harian tentang konsekuensi tindakannya terhadap karma phala. Kemajuan signifikan terlihat pada kedisiplinan berbusana yakni 95% mahasiswa kini mengenakan kain kamen dan kebaya sesuai aturan kampus, didukung keteladanan dosen yang konsisten menerapkan hal serupa. Sarasamuccaya . mengingatkan: Guru tan pawarah ing sabda, laksana, lan laku utama, mangkana dadi panutan sang uiya . uru yang tidak mengajarkan kebijaksanaan melalui ucapan, sikap, dan tindakan mulia, bagaimana mungkin menjadi panutan murid?). Sloka ini mendorong dosen menjadi acharya . uru sejat. dengan mengintegrasikan tata krama dalam interaksi sehari-hari, seperti menyapa mahasiswa dengan Om Swastyastu dan mencontohkan kerapian rambut . esa uuddh. Kemandirian mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan . mencapai puncaknya saat 80% acara seperti Dharma Talk Series dan Piodalan Kampus diselenggarakan tanpa intervensi dosen. Data ini sejalan dengan Manawa DharmauAstra . : svAdhnau syAt svakarmaNi . endaknya seseorang mandiri dalam menjalankan kewajibannya. ) Pencapaian ini diperkuat sistem Karma Mandala forum evaluasi bulanan di mana mahasiswa mempresentasikan progres kegiatan sambil merefleksikan nilai satya . dan dhuti . Tabel 4. Bentuk Perilaku Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja No Jenis Perilaku Penyebab/Faktor Intervensi Hasil/Dampak Perilaku Menyimpang Ketidakharmonisan svadha rma . ewajiban individ. dan sAmAjika dharma . ewajiban sosia. Keteladanan dosen yang kurang konsisten . % kasus ketidakhadiran terkait absensi tidak Program Dharma Sankalpa: Workshop analisis Sad Ripu . musuh dalam diri: kama, lobha, moha, krodha, mada. Tingkat Kedisiplinan Waktu Kesulitan adaptasi mahasiswa dengan manajemen waktu kampus . % terlambat upacara Kurangnya pemahaman filosofi kAla . Disiplin Administrasi Kelalaian administrasi . bsensi tidak tercatat, pengumpulan tugas. RPS tidak lengka. Lemahnya karma yoga . isiplin tindaka. Integrasi Tri Kaya Parisudha dalam sistem hukuman . isal: mahasiswa memimpin uanti Sistem Digital Catur PramANa . bsensi digital terintegrasi e-portfoli. Sanksi "Retret Vedanta" untuk dosen lalai. Peningkatan kolektif tentang tanggung jawab sosial-individu. Penurunan kasus tidak tercatat. Peningkatan 40% dalam 6 Refleksi mandiri tentang makna Transparansi Pelatihan waktu dosen . hari intensi. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Peningkatan Perilaku Pelanggaran disiplin waktu . %), administrasi . %), dan kerapian penampilan . %). Kurangnya internalisasi saEskAra . e mbentukan karakte. Program oikA SvAdhyAya . urnal refleksi karma Integrasi Tri Kaya Parisudha dalam evaluasi sikap. Penurunan 60% pelanggaran dala m 2 semester. 95% kepatuhan religius . Astrik Kesimpulan Penelitian ini berhasil mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan utama dalam penanaman nilai karakter agama Hindu di Prodi PAH STAHN Mpu Kuturan Singaraja, yakni rendahnya kepekaan sosial, etika komunikasi, capaian akademik-nonakademik, serta minimnya integrasi nilai Hindu dalam metode pembelajaran. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), model penanaman karakter holistik dirancang dengan tiga tahap utama: identifikasi masalah, intervensi, dan evaluasi. Implementasi workshop Catur Guru dan integrasi Tri Kaya Parisudha ke dalam kurikulum terbukti meningkatkan kedisiplinan . enurunan 60% pelanggara. , kerapian berbusana . % kepatuha. , serta kemandirian mahasiswa . % kegiatan orkemas diselenggarakan tanpa intervensi dose. Evaluasi holistik yang menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik seperti penilaian portofolio sikap religius dan partisipasi sosial menghasilkan luaran pembelajaran yang seimbang, sesuai prinsip uruti dan ula dalam Manawa DharmauAstra. Faktor pendukung utama mencakup peran keluarga sebagai penanam saEskAra awal, lingkungan kampus yang harmonis berbasis Tri Mandala, serta kolaborasi dengan masyarakat dan media, namun, tantangan seperti ketidakkonsistenan disiplin administratif dan ketergantungan mahasiswa pada pembelajaran kelompok masih perlu diatasi. Secara kontribusi teoretis terdapat integrasi nilai Hindu dengan teori modern sebagaimana penelitian ini mengisi celah kajian dengan memadukan konsep sad ripu karma phala kedalam kerangka teori lickona . oral knowing, feeling, actio. integrasi ini menghasilkan model hibrida yang menjembatani filosofi hindu dengan paradigma pendidikan karakter kontemporer. Selanjutnya terdapat pengembangan metodologi PAR kontekstual yakni pendekatan PAR dikembangkan dengan mengakomodasi siklus refleksi berbasis Atma samka . ntrospeksi dir. dan yajya . itual kolekti. , menawarkan perspektif baru dalam penelitian pendidikan agama yang responsif terhadap budaya lokal. Secara implikasi praktis bagi STAHN Mpu Kuturan yakni institusionalisasi modul catur guru mengintegrasikan workshop Catur Guru ke dalam kurikulum wajib untuk memperkuat keteladanan dosen serta digitalisasi evaluasi karakter dengan mengembangkan dashboard real time berbasis Digital Catur PramANa untuk memantau perkembangan saEskAra . embentukan karakte. Selanjutnya adaptasi model tri kaya parisudha dengan menggunakan kerangka Tri Kaya Parisudha sebagai basis evaluasi sikap di perguruan tinggi agama dan untuk institusi serupa terbangun kolaborasi sistematis antara kampus, komunitas adat, dan media untuk memperkuat internalisasi nilai religius . Temuan ini memperkuat posisi STAHN Mpu Kuturan sebagai center of excellence pendidikan Hindu, dengan lulusan yang tidak hanya cerdas akademik tetapi juga berkarakter satyam, siwam, sundaram, siap menjadi teladan di masyarakat global yang kompleks dan dengan kontribusi teoretis dan rekomendasi praktis ini, penelitian tidak hanya memvalidasi keunikan model pendidikan karakter berbasis nilai Hindu, tetapi juga menawarkan roadmap konkret bagi institusi pendidikan agama untuk menjawab tantangan degradasi moral di era disrupsi digital. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Daftar Pustaka Cichocka. Cultural erosion in modern societies: A global perspective. Oxford: Oxford University Press. Creswell. Research Design: Qualitative. Quantitative, and Mixed Methods Approaches . th ed. Thousand Oaks: Sage Publications. Darmayasa. Integrasi Flipped Classroom Dalam Pembelajaran Agama Hindu. Jurnal Pendidikan Hindu, 12. , 45-60. Donder. Tata Karma Dalam Komunikasi Mahasiswa Hindu. Denpasar: Pustaka Bali.