KEANEKARAGAMAN PARIWISATA INDONESIA Gaura Mancacaritadipura Pertama-tama terima kasih kepada ISBI Bandung atas kesempatan bertukar pikiran tentang Keanekaragaman Pariwsiata Indonesia, terutama terkait warisan budaya Indonesia Adapun maksud dan tujuan paparan ini, antara lain, adalah: Pengenalan Dasar Pariwisata dan Keanekaragaman Pariwisata Indonesia Pengenalan Keanekaragaman Kebudayaan Indonesia dan manfaat Kebudayaan Pariwisata Membantu Kebudayaan dan Kebudayaan Membantu Parwisata Definisi pariwisata sebagai berikut: Auyang berhubungan dengan perjalanan untuk rekreasi. Ay1 Pariwisata diurai lagi menjadi . ntara lai. Parwisata bahari. Pariwisata Pariwisata Pariwisata Pariwisata remaja, agrowisata, pariwisata budaya. Pariwisata wana, dll. Tambahan: Pariwisata Edukasi/Pendidikan dan Pariwisata Religi/Keagamaan. Sedangkan definisi kebudayaan menutur dua tokoh besar di bidang kebudayaan sebagai berikut: 1 Kamus Besar Bahasa Indonesia Kebudayaan Koentjaraningrat Aumerupakan AobudayaAo, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Ay Clifford Geertz mengatakan bahwa kebudayaan Aumerupakan sistem mengenai konsepsi-konsepsi yang diwariskan dalam bentuk simbolik, yang dengan cara ini manusia dapat berkomunikasi, melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan dan sikapnya terhadap kehidupanAy. Indonesia atau Nusantara, sekurang-kurangnya terdiri dari: 000 pulau. 516 suku bangsa. 746 bahasa. dan ribuan unsur 3 Ini semua sangat penting untuk jati diri bangsa Indonesia. Kebudayaan beradaptasi dengan zaman, agar tidak punah. Pariwisata dianalisa Akses . ngkutan seperti pesawat, mobil, kereta ap. Ameniti . komodasi, kuline. dan Atraksi (Warisan budaya alam dan kebudayaan, warisan budaya tak bend. lalu MICE dan lain-lain, misalnya wisata keagamaa. Jadi titik singgung antara pariwisata dan kebudayaan adalah kenyataan bahwa kebudayaan merupakan atraksi utama bagi pariwisata di Indonesia. 2 Abdullah 2006:1 3 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mencatat 8000 unsur Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. 400 di antaranya sudah ditetapkan melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Mengenai sebelumnya, fokus pariwisata Indonesia pada beberapa destinasi wisata saja, misalnya. Bali. Yogyakarta dan Jakarta. Belakangan terlebih-lebih di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata Arief Yahya, destinasi unggulan pariwisata diperbanyak. Adapun struktur Kementerian Pariwisata direvisi supaya lebih efisien dalam menggarap wisatawan dari berbagai kawasan dunia. Sepuluh Destinasi Unggulan Pariwisata Indonesia pada saat ini adalah 1. Borobudur, 2. Danau Toba, 3. Mandalika. Lombok, 4. Labuan Bajo. Flores, 5. Tanjung Lesung. Banten, 6. Tanjung Kalengana. Beltung, 7. Wakatobi. Sulawesi Tenggara, 8. Kota Tua Jakarta dan Kepulauan Seribu, 9. Bromo. Tengger dan Sumeru, dan Morotai. Maluku Utara. Adapun wisata religi/keagamaan semakin popular di Indonesia. Jemaah datang ke masjid, gereja atau tempat ibadah lain, sembahyang, dan disemangatkan oleh kiyai/ustad atau rohaniwan Konvensi Internasional yang mengatur warisan budaya dan sudah diratifikasi oleh Indonesia adalah Konvensi 1972 tentang Perlindungan Warisan Budaya dan Alam. Konvensi 2003 tentang pelindungan warisan budaya tak benda, dan konvensi 2005 tentang proteksi dan promosi keanekaragaman ekspresi budaya. 4 Kementerian Pariwisata RI Dalam hal keanekaragaman budaya, terdapat dua jenis warisan budaya. yakni, budaya benda dan budaya tak benda. budaya benda terdiri dari: situs, kawasan, bangunan, struktur dan 5 sementara, budaya tak benda atau budaya hidup terdiri dari: budaya lisan, termasuk bahasa. seni pentas. adat istiadat, ritus dan perayaan. kearifan tentang alam dan semesta, dan kemahiran kerajinan tradisi. Terdapat delapan situs warisan budaya yang sudah ditetapkan oleh UNESCO di bawah konvensi 1972 tentang warisan budaya dan alam dunia. Empat situs Warisan Budaya Indonesia yang telah ditetapkan adalah: Candi Borobudur . Kompleks Candi Prambanan . Situs Prasejarah Sangiran . , dan Lanskap Budaya Provinsi Bali . Empat Situs Warisan Alam Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO adalah: Taman Nasional Ujung Kulon . Taman Nasional Komodo Taman Nasional Tropical Rain Forest Heritage of Sumatra (TRHS) pada tahun Kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya pelestarian warisan budaya dan alam mulai bangkit sesudah Perang Dunia II, yaitu dengan diadopsinya Konvensi 1954 untuk Perlindungan harta budaya dalam keadaan konflik bersenjata di Hague. Konvensi Hague mengakui warisan budaya yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Konsep pelindungan warisan 5 UU No. 10 Tahun 2011, tentang Cagar Budaya budaya berkembang selama tahun 1960-an melalui sejumlah rekomendasi internasional. Akhirnya pada 16 Nopember 1972, para negara anggota UNESCO mengadopsi Konvensi Pelindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia. Indonesia meratifikasi Konvensi 1972 melalui Keputusan Presiden RI No. 26 tahun 1989 tentang Pengesahan Convention Concerning the Protection of the World Cultural & Natural Heritage. Perkembangan pemikiran yang akhirnya menghasilkan Konvensi 2003 untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda diuraikan sebagai berikut. AuMasyarakat dunia semakin menyadari bahwa Konvensi 1972 hanya melindungi situs budaya dan alam, tetapi kurang melindungi budaya tak benda atau budaya hidup. Perdebatan tentang warisan budaya berkembang terus melalui berbagai konferensi dan seminar internasional, yang menghasilkan sejumlah rekomendasi, program dan Konvensi serta sistem pelestarian misalnya sistem AyLiving Human TreasuresAy (Maestr. , dan program Masterpieces of the Oral and Intangible Cultural Heritage . Program Masterpieces terlaksana 3 kali, yakni pada tahun 2001, 2003 dan 2005. Indonesia berhasil menominasikan 2 unsur budayanya untuk Masterpieces. yakni Wayang Indonesia Keris Indonesia . Selanjutnya Program Masterpieces berakhir pada tahun 2006 dan dileburkan ke dalam Konvensi 2003. AuPada bulan Oktober 2003, negara anggota UNESCO mengadopsi Konvensi UNESCO 2003 mengenai pelindungan warisan budaya tak benda. Indonesia telah meratifikasi konvensi 2003 dengan Peraturan Presiden RI No. 78 tahun 2007 tentang Pengesahan Konvensi 2003 UNESCO tentang pelindungan warisan budaya tak benda (Lembaran Negara 1997. No. , dan menjadi negara pihak konvensi 2003 sejak 15 Januari 2008. Wayang Indonesia dan Keris Indonesia bersama 90 Masterpieces terinskripsi pada daftar representatif di bawah konvensi 2003 melalui COM. 1 Komite Antar-Pemerintah Konvensi 2003 pada pertemuan Komite ICH ke-3 di Istanbul pada bulan Nopember Sesudah itu Indonesia berhasil menominasikan Batik Indonesia, yang terinskripsi pada daftar representatif melalui COM. 44 pada pertemuan Komite ICH ke-4 bulan Oktober 2009 di Abu Dhabi, dan Diklat Warisan Budaya Batik untuk siswa sekolah dalam kerja sama dengan Museum Batik di Pekalongan terinksripsi pada register cara-cara terbaik untuk melestarikan warisan budaya tak benda melalui keputusan 4. COM 15 B juga pada pertemuan Komite ICH ke-4 bulan Oktober 2009 di Abu Dhabi. Uni Emirat Arab. Angklung Indonesia terinskripsi pada daftar representatif para pertemuan Komite ICH ke-5 pada bulan Nopember 2010 di Nairobi melalui keputusan 5. COM. Sesudah itu, saman terinskripsi pada daftar yang memerlukan pelindungan mendesak pada sidang IGC ke-6 di Bali tahun 2011. Noken tas rajutan dan anyaman kerajinan rakyat Papua ditetapkan masuk daftar yang memerlukan pelindungan mendesak pada tahun 2012 dalam sidang IGC ke-7 di Paris. Nominasi Tari Tradisi Bali ditetapkan masuk daftar representatif pada tahun 2015 dalam Sidang IGC ke-10 di Windhoek. Namibia. Masih banyak unsur budaya Indonesia yang direncanakan akan dinominasikan kepada UNESCO di bawah Konvensi 2003Ay. Sudah sembilan warisan budaya tak benda atau budaya hidup Indonesia yang ditetapkan UNESCO di bawah Konvensi 2003 tentang pelindungan warisan budaya tak benda sebagai berikut: Wayang Indonesia . 3, 2. Keris Indonesia . 5, 2. Batik Indonesia . Diklat warisan budaya batik untuk siswa dalam kerja sama dengan Museum Batik Pekalongan. Angklung Indonesia . Saman . Noken: tas serbaguna rajutan atau anyaman kerajinan rakyat Papua . , 3 genre tari tradisi Bali . , dan kerajinan pembuatan kapal pinisi . Beberapa manfaat warisan budaya sebagai berikut: 1. Jati diri Meneruskan warisan leluhur 3. Pembangunan karakter Ketahanan bangsa 5. Pariwisata budaya dan alam 6. Ekonomi kreatif berbasis budaya 7. Mengenang sejarah 8. Membuat wilayah lebih menarik 9. Meningkatkan kualitas hidup. Beberapa contoh tindakan pelindungan warisan budaya tak benda yang telah diterapkan di Indonesia. sebagai berikut: Inventarisasi warisan budaya. Penyusunan bahan ajar warisan Memasukkan warisan budaya kedalam kurikulum 6 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Naskah Pedoman Nominasi dan Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda. Naskah oleh penulis yang belum diteribitkan. sekolah atau perguruan tinggi. Revitalisasi sanggar warisan Pementasan/Pameran warisan budaya dalam hajatan Festival/Perayaan warisan budaya. Bantuan untuk Maestro/Guru warisan budaya. Sementara Konvensi UNESCO, didefinisikan sebagai AupelindunganAy warisan budaya tak benda sebagai berikut: AuPelindunganAy berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, termasuk identifikasi, dokumentasi, penelitian, perawatan, pelindungan, pemajuan, pemanfaatan, transmisi, khususnya melalui pendidikan, baik formal maupun nonformal, serta revitalisasi berbagai aspek warisan budaya tersebut 7. Jelaslah bahwa ISBI Bandung memainkan peran yang sangat besar dalam pelindungan, pengembangan dan pemanfaatan warisan budaya Indonesia, khususnya di Bandung Jawa Barat dan Banten, dan ini dapat memperkaya atraksi pariwisata. Istilah yang sering terdengar terkait pelindungan warisan budaya tak benda adalah Visibilitas dan Peningkatan Kesadaran umum tentang warisan budaya tak benda. Sementara, istilah yang sering terdengar terkait pariwisata adalah Branding, promosi dan destinasi wisata. Kebudayaan sesungguhnya dapat membantu pariwisata. Indonesia kaya akan berbagai pusaka atau warisan budaya, baik 7 Konvensi 2003 UNESCO tentang Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda. Pasal 2. Ayat 3 benda . itus, bangunan kuna, artefa. maupun tak benda . udaya hidup, misalnya wayang, keris, batik, angklung, dl. Semua warisan budaya ini dapat dimanfaatkan untuk pariwisata, ini dapat memberi manfaat ekonomi kepada rakyat. Ini terbukti dari data mengenai AukueAy pariwisata Indonesia yang dibagi sebagai berikut: 60%. pariwisata Indonesia berbasis 30% berbagis alam. Dan sisa 10% berbasis Meetings Incentives Conferences and Exhibitions (MICE). Beberapa warisan budaya benda Kota Bandung yang berpotensi menjadi atraksi pariwisata adalah: Mesjid Agung. Gedung Sate. Museum Asia-Afrika, dan Gunung Tangkuban Perahu. Sementara beberapa warisan budaya tak benda atau warisan hidup Kota Bandung yang menjadi atraksi pariwisata adalah Angklung (Saung Anklung Udj. Aneka Tarian Sunda. Aneka Kerajinan Sunda, misalnya lukisan jerami, seruling Sunda, dan Kuliner khas Sunda, misalnya Karedok. Tahu Lontong dan lain-lain. Sementara itu sumbangsih pariwisata terhadap pelindungan warisan budaya, antara lain sebagai berikut. Kegiatan Pariwisata meningkatkan visibilitas dan perhatian terhadap warisan budaya benda maupun tak benda. Pariwisata juga membawa penghasilan untuk para pelaku budaya. Pariwisata menyemangatkan para pelaku budaya untuk mementaskan dan memasarkan karya 8 Taufik Rahzen. Staf Ahli Menteri Pariwisata RI. Wawancara, 14 Desember budayanya. Pariwisata memperkenalkan warisan budaya kepada wisatawan dalam dan luar negeri. KESIMPULAN Bahwa di Indonesia terdapat keanekaragaman pariwisata dan juga banyak tujuan wisata. Terdapat pula beraneka jenis kebudayaan, beberapa di antaranya sudah diakui oleh dunia (UNESCO) Contoh: Angklung yang ditetapkan masuk daftar budaya tak bend warisan manusia pada tahun 2010. Bahwa pariwisata dan kebudayaan dapat saling mendukung dan memberikan manfaat ekonomi kepada rakyat, terutama pelaku HATUR NUHUN / TERIMA KASIH Kata Kunci: Keanekaragaman Pariwisata Indonesia. Keanekaragaman Kebudayaan.