Penguatan Literasi Budaya melalui Pengenalan Arsitektur Rumah Tradisional Indonesia 158 Penguatan Literasi Budaya melalui Pengenalan Arsitektur Rumah Tradisional Indonesia Pada Sanggar Bimbingan di Kuala Lumpur. Malaysia Rahmansah1. Bakhrani A. Rauf2. Agussalim Djirong3. Mithen Lullulangi4. Zainuddin5 Universitas Negeri Makassar1,2,3,4,5 Email: rahmansah@unm. Abstrak. Penguatan literasi budaya merupakan upaya strategis untuk menjaga identitas bangsa di tengah tantangan globalisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang makna dan nilai budaya di balik desain rumah tradisional Indonesia, sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap identitas budaya sendiri. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada Sanggar Bimbingan Indonesia di Kuala Lumpur. Malaysia. Fokus utama kegiatan adalah mengenalkan makna dan nilai budaya yang terkandung dalam arsitektur rumah tradisional Indonesia. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait pentingnya literasi budaya dalam mempertahankan identitas bangsa. Kendala yang dihadapi di dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya perbedaan bahasa dan waktu yang terbatas, diatasi dengan adaptasi pendekatan interaktif dan kolaborasi dengan pengelola dan guru pada Sanggar Bimbingan. Kata Kunci: Literasi budaya, rumah tradisional, sanggar bimbingan. PENDAHULUAN Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi, termasuk dalam aspek Salah satu warisan budaya yang paling mencolok adalah rumah tradisional, yang tidak hanya mencerminkan keindahan seni dan kearifan lokal, tetapi juga mengandung makna yang erat kaitannya dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat. Rumah tradisional di Indonesia seperti Rumah Gadang. Joglo. Tongkonan, dan lainnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai representasi identitas dan karakter masyarakat yang Di tengah arus globalisasi, migrasi masyarakat Indonesia ke luar negeri menjadi salah satu fenomena yang tidak dapat dihindari. Sebagai bagian dari diaspora, para pekerja migran Indonesia di negara-negara seperti Malaysia menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas budaya mereka. Di Kuala Lumpur. Malaysia, sejumlah besar masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda, memiliki keterbatasan akses untuk memahami dan mengenali warisan budaya nenek moyang mereka. Ketidaktahuan ini dapat menyebabkan terkikisnya nilainilai budaya yang seharusnya diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema Penguatan Literasi Budaya Melalui Pengenalan Arsitektur Rumah Tradisional Indonesia, kami berupaya untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda yang berada di sanggar bimbingan di Kuala Lumpur. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan arsitektur tradisional Indonesia sebagai bagian dari literasi budaya, dengan harapan 159 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2024 dapat membangun kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya di tengah kehidupan di luar negeri. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif peserta dalam memahami elemen-elemen desain, fungsi, dan makna dari berbagai rumah Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi mereka terhadap warisan budaya Indonesia serta membangun rasa bangga terhadap identitas budaya mereka. Dengan adanya program ini, kami berharap dapat memperkuat literasi budaya masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur, sehingga mereka dapat menjadi duta budaya yang mampu menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan ini dirancang secara terstruktur dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif. Kegiatan diawali dengan tahap persiapan yang meliputi identifikasi mitra kegiatan, yaitu sanggar bimbingan di Kuala Lumpur, serta koordinasi awal untuk menyusun jadwal, kebutuhan, dan target peserta. Materi edukasi terkait arsitektur rumah tradisional Indonesia disusun dalam bentuk presentasi visual yang menarik, mencakup elemen desain, fungsi ruang, makna, dan kearifan lokal, serta didukung oleh bahan penunjang seperti replika miniatur rumah tradisional, alat peraga visual, dan alat tulis untuk kegiatan Pada tahap pelaksanaan, metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif menggunakan media presentasi untuk mengenalkan berbagai jenis rumah tradisional Indonesia seperti Boyang Mandar. Joglo. Tongkonan, dan Rumah Panggung Bugis, yang dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab guna memperkuat pemahaman peserta. Selain itu, workshop interaktif menjadi bagian penting, di mana peserta diajak membuat miniatur rumah tradisional dengan bahan sederhana untuk meningkatkan keterlibatan praktis sekaligus memahami desain dan nilai budayanya. Hasil karya dipamerkan dan dipresentasikan oleh peserta sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Tahap evaluasi dilakukan melalui pengumpulan testimoni untuk menilai peningkatan pemahaman peserta selama kegiatan berlangsung. Metode ini memberikan pengalaman pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan bermakna, sehingga peserta dapat menginternalisasi nilai-nilai budaya secara mendalam. PELAKSANAAN DAN HASIL DAN KEGIATAN Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan Penguatan Literasi Budaya Melalui Pengenalan Arsitektur Rumah Tradisional Indonesia dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif. Tahap Persiapan Kegiatan pada tahap persiapan meliputi: . mengidentifikasi sanggar bimbingan di Kuala Lumpur sebagai mitra kegiatan dan melakukan koordinasi awal untuk menyusun jadwal, kebutuhan, dan target peserta, . menyusun materi edukasi terkait arsitektur rumah tradisional Indonesia, meliputi elemen desain, makna, fungsi ruang, dan kearifan lokal. Materi Penguatan Literasi Budaya melalui Pengenalan Arsitektur Rumah Tradisional Indonesia 160 disajikan dalam presentasi visual, . menyiapkan bahan penunjang seperti replika miniatur rumah tradisional, alat peraga visual, serta alat tulis untuk kegiatan interaktif. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan kegiatan terdiri dari kegiatan: Pengenalan arsitektur tradisional Indonesia Sesi ini dilakukan dalam bentuk ceramah interaktif menggunakan media presentasi. Peserta diperkenalkan pada beragam jenis rumah tradisional Indonesia seperti Boyang Mandar. Rumah Gadang. Joglo. Tongkonan, dan Rumah Panggung Bugis, serta makna yang terkandung di dalamnya. Gambar 1. Foto Bersama peserta Diskusi dan Tanya Jawab Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi aktif dan mengajukan pertanyaan mengenai materi yang disampaikan. Diskusi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta sekaligus mengaitkan materi dengan konteks kehidupan mereka di luar negeri. Gambar 2. Penjelasan tentang Arsitektur Tradisional Indonesia 161 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2024 Workshop Interaktif Pada sesi ini, peserta diajak untuk membuat miniatur rumah tradisional menggunakan bahan sederhana. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan peserta secara praktis, sekaligus memberikan pengalaman langsung tentang struktur dan desain rumah Hasil workshop peserta dipamerkan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Peserta diminta untuk mempresentasikan hasil karya mereka, menjelaskan konsep dan nilai budaya yang telah mereka pelajari. Gambar 3. Workshop tentang Arsitektur Tradisional Indonesia Tahap Evaluasi Evaluasi dilakukan melalui pengumpulan testimoni terkait pengalaman mereka selama kegiatan untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Penguatan Literasi Budaya Melalui Pengenalan Arsitektur Rumah Tradisional Indonesia dilaksanakan dengan sukses di sanggar bimbingan di Kuala Lumpur. Malaysia. Program ini diikuti oleh 27 peserta yang sebagian besar adalah anak-anak dan remaja dari sanggar bimbingan Klang. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam setiap sesi, mulai dari pengenalan materi hingga workshop interaktif. Melalui kegiatan ini, pemahaman peserta tentang arsitektur rumah tradisional Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta hanya memiliki pengetahuan dasar atau bahkan tidak mengenal sama sekali rumah tradisional seperti Rumah Bugis. Rumah Gadang. Joglo. Tongkonan, dan Rumah Panggung Mandar. Setelah kegiatan, peserta tidak hanya mampu mengenali jenis-jenis rumah tradisional tersebut, tetapi juga memahami filosofi, fungsi, dan kearifan lokal yang terkandung dalam desainnya. Sesi workshop interaktif menjadi momen yang sangat menarik bagi peserta. Mereka diajak membuat miniatur rumah tradisional menggunakan bahan sederhana. Hasil karya peserta tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga mencerminkan pemahaman yang mendalam Penguatan Literasi Budaya melalui Pengenalan Arsitektur Rumah Tradisional Indonesia 162 tentang elemen arsitektur tradisional. Selain itu, sesi refleksi memberikan gambaran bahwa kegiatan ini berhasil menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya Indonesia di kalangan peserta. Mereka menyatakan keinginan untuk mempelajari lebih lanjut tentang budaya Indonesia dan berharap dapat berbagi pengetahuan ini dengan orang lain. Pihak pengelola sanggar juga melihat potensi besar dari program ini untuk diintegrasikan ke dalam kegiatan reguler sanggar, guna memperkuat literasi budaya generasi muda Indonesia di luar Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peserta. Literasi budaya yang diperoleh tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta, tetapi juga memperkuat rasa identitas dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia. Pembahasan Kegiatan Penguatan Literasi Budaya Melalui Pengenalan Arsitektur Rumah Tradisional Indonesia memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan literasi budaya di kalangan komunitas diaspora Indonesia, khususnya anak-anak dan remaja yang tinggal di Kuala Lumpur. Malaysia. Program ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan utama yang dihadapi masyarakat migran, yaitu risiko terkikisnya identitas budaya akibat keterbatasan akses terhadap warisan budaya Indonesia. Peningkatan Literasi Budaya Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemahaman peserta terhadap arsitektur rumah tradisional Indonesia meningkat secara signifikan. Sebelum kegiatan, hanya sedikit peserta yang mengenal berbagai jenis rumah tradisional beserta maknanyanya. Melalui metode interaktif seperti ceramah, diskusi, dan workshop, peserta tidak hanya mengenal jenis-jenis rumah tradisional seperti Rumah Bugis. Rumah Gadang. Joglo. Tongkonan, dan Rumah Panggung Mandar, tetapi juga memahami kaitannya dengan nilai-nilai budaya dan lingkungan. Peningkatan literasi budaya ini sejalan dengan pentingnya edukasi budaya bagi generasi muda diaspora. Literasi budaya tidak hanya membantu mereka memahami asal-usul mereka tetapi juga membangun identitas yang kuat, bahkan di tengah kehidupan di luar negeri. Pengaruh Kegiatan terhadap Identitas Budaya Salah satu dampak penting dari kegiatan ini adalah penguatan identitas budaya di kalangan Sebagai bagian dari komunitas diaspora, peserta sering kali menghadapi dilema identitas, terutama ketika berada di lingkungan multikultural seperti Kuala Lumpur. Kegiatan ini membantu mereka mengenali kembali akar budaya mereka dan menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Peserta menyatakan bahwa mereka merasa lebih termotivasi untuk mempelajari dan melestarikan budaya Indonesia, bahkan di luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan 163 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2024 literasi budaya memiliki dampak jangka panjang dalam membangun kesadaran dan rasa memiliki terhadap warisan budaya. Peluang Tindak Lanjut dan Keberlanjutan Program Kegiatan ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut. Pengelola sanggar menyatakan minat untuk menjadikan program ini sebagai bagian dari kegiatan reguler, dengan dukungan materi digital yang disediakan oleh tim pelaksana. Selain itu, kegiatan serupa dapat diperluas ke komunitas diaspora lainnya di berbagai negara, sehingga literasi budaya dapat menjadi jembatan penghubung bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Keberlanjutan program juga dapat didukung melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti KBRI, organisasi masyarakat, atau lembaga pendidikan di luar negeri. Dengan demikian, dampak kegiatan ini dapat diperluas, menciptakan generasi muda diaspora yang tidak hanya memahami tetapi juga mampu mempromosikan budaya Indonesia di tingkat global. Relevansi dengan Pembangunan Berkelanjutan Kegiatan ini juga relevan dengan upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Literasi budaya yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia. Selain itu, pengenalan nilai-nilai kearifan lokal dalam arsitektur tradisional juga dapat menginspirasi praktik ramah lingkungan di masa depan. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan literasi budaya sanggar bimbingan Indonesia di Kuala Lumpur. Pemahaman peserta terhadap makna dan nilai budaya rumah tradisional meningkat signifikan, memperkuat rasa bangga mereka terhadap identitas Miniatur rumah tradisional yang dihasilkan menjadi media edukasi sekaligus bukti nyata keberhasilan kegiatan. Program ini tidak hanya memperkenalkan jenis-jenis rumah tradisional Indonesia beserta filosofinya tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui workshop interaktif, yang menjadi sarana pembelajaran efektif bagi peserta. Melalui kegiatan ini, peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang arsitektur tradisional Indonesia dan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya mereka. Metode partisipatif yang diterapkan dalam kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan minat dan keterlibatan peserta, sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi budaya generasi muda Indonesia di luar negeri, sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Ucapan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia. Sekolah Indonesia Kuala Lumpur atas kerjasama sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terlaksana dengan Penguatan Literasi Budaya melalui Pengenalan Arsitektur Rumah Tradisional Indonesia 164 DAFTAR PUSTAKA