JURNAL BASICEDU Volume 7 Nomor 5 Tahun 2023 Halaman 3337 - 3346 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Systematic Literature Review: Revolusi Pancasila dalam Globalisasi di Era Industri Nabilla Suci Ramadhani1A. Usiono2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia1,2 E-mail: nabilla0801231029@uinsu. id1, usiono@uinsu. Abstrak Globalisasi merupakan kemajuan dan perkembangan terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk nilai Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh globalisasi dalam revolusi industri yang berdampak buruk bagi nasionalisme negara yang sebagian besar rasa nasionalisme negara berkurang pada era ini melalui penerapan nilai pancasila generasi muda diharapkan dapat memperkuat nilai moral. Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Systematic Literature Review digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan menafsirkan penelitian tertentu atau fenomena yang menarik, untuk meneliti dan menelaah beberapa sumber materi dari jurnal terakreditasi yang teori pembahasannya dianalisis dan hasil akhirnya dijadikan simpulan. Hasil penelitian ini guna menghadapi era globalisasi melalui nilai Pancasila sebagai upaya menghadapi era sekarang baik dampak negatif maupun positif yang meliputi segala aspek kehidupan salah satunya dengan cara memilah atau mengelola dampak budaya luar melalui penerapan nilai Pancasila yang diterapkan dalam aspek kehidupan. Melalui inilah generasi mampu menjadikan pegangan paling mendasar sebagai arahan yang bernilai positif dalam usaha menghadapi arus globalisasi yang terjadi saat ini. Kesimpulannya pada era globalisasi generasi muda diharapkan dapat meningkatkan rasa nasionalisme dengan cara menerapkan nilai pancasila dalam kehidupan agar generasi muda tidak terbawa arus globalisasi juga menyikapi era ini sebagai acuan dalam menciptakan aspirasi serta inovasi untuk mencapai Negara maju diera yang akan datang. Kata Kunci: Pancasila. Globalisasi. Era revolusi industri. Abstract Globalisation is the progress and development of various aspects of life including the value of Pancasila. The research aims to find out the influence of globalization in the Industrial Revolution which had a negative impact on the country's nationalism, most of which the country's sense of nationalism was reduced in this era through the application of the Pancasila values of the younger generation is expected to strengthen moral values. The author in this study uses the Systematic Literature Review research method to identify, evaluate, and interpret certain research or interesting phenomena, to examine and examine several sources of material from accredited journals whose discussion theory is analyzed, and the final results are made into conclusions. The results of this study are to face the era of globalization through the value of Pancasila as an effort to face the current era of both negative and positive impacts covering all aspects of life, one of which is by sorting or managing the impact of outside culture through the application of Pancasila values applied in aspects of life. Through this, the generation can make the most basic grip as a positive direction to face the current globalization. conclusion, in the era of globalization, the younger generation is expected to increase their sense of nationalism by applying the value of Pancasila in life so that the younger generation is not carried away by globalization and also responds to this era as a reference in creating aspiration. Keywords: Pancasila. Globalization. Industrial revolution. Copyright . 2023 Nabilla Suci Ramadhani. Usiono A Corresponding author : Email : nabilla0801231029@uinsu. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3338 Systematic Literature Review: Revolusi Pancasila dalam Globalisasi di Era Industri Ae Nabilla Suci Ramadhani. Usiono DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Pancasila ialah dasar Negara bagi Negara Indonesia. Pancasila sebagai dasar Negara yang lahir berlandaskan nilai-nilai budaya yang terkandung sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Lahir dan melekatnnya nilai-nilai tersebut terjadi tanpa sengaja oleh leluhur. Pancasila itu terdiri dari Panca dan Sila. Kata Panca diusulkan oleh Ir. Soekarno sedangkan kata Sila diusulkan oleh salah seorang ahli bahasa. Pancasila telah disempurnakan serta mencakup aspek-aspek pada negara kita. Setelah bertahun-tahun pancasila lahir dimulai dari tahun 1945 hingga masa kini, berbagai Negara di dunia telah melalui perkembangan yang besar dalam berbagai bidang ataupun aspek kehidupan. Lahirnya era globalisasi menjadikan bangsa dunia hampir tidak mempunyai batas. Pengaruh positif dan negatifnya globalisasi tentunya akan kita kaji bersama dengan melandaskan pedoman hidup yaitu pancasila pada masyarakat Indonesia dalam menghadapi perkembangan zaman dari segala permasalahan. Yang terjadi pada bangsa saat ini mencerminkan adanya pancasila yang menyimpang artinya tidak sesuai dengan nilai aslinya. Meski demikian, pancasila memiliki pelurusan terhadap nilai-nilai Pancasila. Kehidupan negara dan bangsa Indonesia pada era globlalisasi, pentingnya dalam penekanan untuk mempertahankan nilai-nilai Pancasila, supaya masyarakat khususnya generasi penerus bangsa tetap dapat merasakan dan menjalankan pokok-pokok nilai leluhur kita agar tetap terjaga dan terlestarikan serta sepanjang masa bisa menjadi pedoman bangsa Indonesia (Nuraeni et al. , 2. Jika tidak menekankan nilainilai pancasila akibatnya dapat merusak karakter pancasila, juga dapat merusak moral ataupun etika pada generasi muda. Hal utama yang dapat kita lakukan dan cara paling efektif adalah dengan mengingatkan dan menanamkan kembali nilai-nilai pancasila dalam diri generasi sekarang. Dengan membiasakan kembali nilainilai luhur dari Negara kita, menanamkan sikap cinta tanah air, dan membudayakan nilai pancasila ini dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, niscaya generasi muda dapat lebih mencintai bangsa dan negaranya yang juga berkepribadian pancasila (Sakinah et al. , 2. (Sulianti et al. , 2. Pancasila menjadi pandangan hidup bangsa yang fungsinya bagi masyarakat indonesia sebagai alat pemegang atau senter dan acuan. Di era yang sekarang ini tepatnya globalisasi pada era revolusi industri 4. 0, masyarakat Indonesia banyak yang belum mengerti dan mengetahui apa makna ideologi kita yakni Pancasila, jika ditinjau dari segi sejarah dalam perumusan Pancasila ini dapat terbentuk pada jangka waktu yang sangat panjang dan juga tentunya penuh akan pengorbanan dalam melalui kehidupannya, maka perlunya nilai-nilai penerapan luhur khususnya nilai yang tercantum dalam Pancasila yang fungsinya menjadi pandangan kepribadian bangsa. Sebagai masyarakat Indonesia sangat perlu kita ketahui bahwasannya di dalam Menurut (Margono, 2. Pancasila memiliki nilai leluhur yang bernilai positif yang mampu menjadi cerminan ataupun petunjuk dalam hidup bermasyarakat agar nilai yang termasuk dalam Pancasila dapat menjadikan warga negara menjadi warga yang baik dan tentunya memiliki sikap nasionalisme, patriotisme, cinta tanah air serta tertanam sifat yang Pancasilaisme. Sudah jelas bahwasannya Pancasila dijadikan pedoman hidup bangsa yang baik karena tidak sedikit nilai yang sangat bermakna bagi kehidupan bangsa dan negara. Maka tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui berbagai pengaruh globalisasi dan Revolusi Industri 4. 0 yang kemungkinan akan berefek buruk pada nasionalisme suatu negara di era modern ini dimana tidak menutup kemungkinan sebagian besar rasa nasionalisme negara tersebut berkurang bahkan tidak terkendali (Vania et al. , 2. Berbagai aspek nasionalisme merupakan elemen terpenting dari Nasionalisme itu sendiri. Aspek-aspek tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan implementasi nyata dari Nasionalisme yang dimiliki oleh seorang individu. Unsur-unsur Nasionalisme tersebut adalah kesetiaan tertinggi dari individu harus diberikan kepada negara dan bangsanya, ikatan yang erat dengan garis keturunannya, dengan tradisi dan penguasa di daerahnya (Sundara, 2. Sekarang kita berada pada era revolusi industri 4. 0 yang memposisikan segala nya dengan teknologi, semua masyarakat berada pada sesuatu yang lebih besar yaitu revolusi teknologi yang berkepanjangan. Hal ini akan merubah pola kehidupan masyarakat, mulai dari segi pencaharian dan cara kita bersosialisasi satu dengan Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3339 Systematic Literature Review: Revolusi Pancasila dalam Globalisasi di Era Industri Ae Nabilla Suci Ramadhani. Usiono DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. yang lain. Tidak henti-hentinya globalisasi memasuki Negara kita. Perkembangan teknologi seiring berjalannya waktu semakin bertambah maju, era revolusi ini lebih menekankan pada ekonomi digital, kecerdasan buatan yang sering di sebut dengan AI, pemprosesan data besar, manusia mesin atau robot, dan lainnya. Pada Era ini pengaruh yang di timbulkan sangat serius yaitu adanya transfigurasi guna pekerjaan di masyarakat. Saat ini, lagi ramai pekerjaan yang telah dihilangkan atau digantikan oleh robot atau sistem otomatis. Dapat dipastikan untuk kedepannya perkembangan pada teknologi digital atau modern ini akan mempunyai berbagai hal yang lebih luar biasa lagi dibandingkan pada masa sekarang ini. Masa globalisasi ini dapat dilihat lebih jelas, contohnya dapat di buktikan yakni terjadi pada anak-anak yang biasanya bermain di alam terbuka tanpa peduli dunia luar sekarang malah lebih menyukai bermain dengan gadget mau itu game online ataupun media sosial. Jika dilihat lebih spesifik lagi, penyebab turunnya nasionalisme juga patriotisme pada generasi penerus bangsa yakni salah satunya faktor utamanya adalah era globalisasi atau modern, yang menyimpan dampak negatif dan ada juga dampak positif yang diperoleh. Menurut (Oktari & Dewi, 2. Generasi muda lebih memilih budaya luar dibandingkan dengan budaya Negara sendiri, dapat dibuktikan dari hal berikut. Misalnya seperti sekarang ini generasi penerus bangsa beranggapan bahwa produk dari luar Negara Indonesia lebih baik dan berkualitas daripada produk negeri sendiri bahkan generasi modern ini lebih menyukai pakaian minim dibandingkan memakai baju batik yang jelas-jelas wujud nyata dari warisan leluhur dari Negara kita. (Sakinah et al. , 2. meneliti bahwa generasi muda sekarang lebih memilih meniru pola pikir idealis dan radikalis, sekarang generasi milenial menganggap hal yang biasa di negara lain, biasa pula di Indonesia yang terkadang hal-hal tersebut yang dulunya dilarang sekarang malah menjadi tabu di indonesia. Seperti kasus pembullyan, cara berpakaiannya minim atau terbuka, bahkan sampai pada tahap yang lebih serius seperti narkoba. Bukan hanya itu (Hasanah, 2. mengemukakan bahwa kebudayaan Negara kita sudah mulai memudar seiring berjalan waktu, menjadikan manusia yang individualis, rasa Nasionalisme dan Patriotisme kurang dikarenakan generasi muda cenderung menirukan gaya hidup luar negeri yang dilihat dari cara berpakaian maupun hal lainnya yang sangat berbeda dengan kebudayaan kita. Dampak-dampak seperti inilah yang sangat mengkhawatirkan untuk kelangsungan hidup para generasi penerus bangsa yang akhir-akhir ini sedikit demi sedikit meghancurkan moral, pola sikap, serta pola laku yang terjerat oleh aliran globalisasi. Oleh karena itu. Pentingnya nilai-nilai pancasila sebagai pengembangan karakter yang sangat penting untuk kemajuan suatu Negara dalam era sekarang ini agar generasi muda tidak terjerat lebih jauh lagi pada arus globalisasi. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian menggunakan metode Systematic Literatur Review. Menurut (Wahyudin & Rahayu, 2. Systematic Literature Review merujuk pada istilah metodologi penelitian atau riset tertentu, fungsinya untuk mengembangkan berbagai pengumpulan dan evaluasi terkait penelitian yang fokus pada topik tertentu. (Triandini et al. , 2. SLR digunakan untuk berbagai tujuan, di antaranya untuk mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia dengan bidang topik fenomena yang menarik, dengan pertanyaan penelitian tertentu yang relevan. SLR juga sering dibutuhkan untuk penentuan agenda riset, sebagai bagian dari disertasi atau tesis, serta merupakan bagian yang melengkapi pengajuan hibah riset. Data primer adalah informasi yang dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan. Pada penelitian ini data primer yang diambil adalah jurnal-jurnal yang berasal dari https://scholar. id/schhp?hl=id. Data sekunder digunakan untuk melengkapi data primer, apabila pada data primer hanya terdapat abstrak, maka diperlukan data sekunder untuk melengkapi data primer. Data sekunder diperoleh dengan menggunakan bantuan google. Pengumpulan data dalam penelitian diperoleh melalui beberapa tahap, meliputi: Observasi (Pengamata. Merupakan tahap pengumpulan data melalui pengamatan langsung ke sumber yaitu https://scholar. id/schhp?hl=id. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3340 Systematic Literature Review: Revolusi Pancasila dalam Globalisasi di Era Industri Ae Nabilla Suci Ramadhani. Usiono DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Studi Pustaka Merupakan tahap untuk melakukan studi pengkajian data terkait dengan Metode SLR pada jurnal yang diperoleh dari https://scholar. id/schhp?hl=id. Dokumentasi merupakan tahap di mana data yang telah dikumpulkan disimpan ke dalam perangkat lunak Mendeley. Tahapan penelitian mulai dari observasi hingga dokumentasi melalui https://scholar. id/schhp?hl=id. Mengunjungi situs https://scholar. id/schhp?hl=id Memasukkan kata kunci AuRevolusi Pancasila dalam globalisasi di era revolusi industriAy pada form Pada Filter by Year pilih Range, memilih tahun 2012-2021 untuk menentukan sumber tahun dalam menemukan isu sistem informasi. Kemudian pilih opsi Filter, demikian akan ditampilkan judul, tahun publikasi, dan nama penulis. Hasil dari pengumpulan data tersebut akan dianalisa dan diproses apa saja halhal yang berkaitan dengan penelitian yakni pengaruh dari perubahan revolusi pancasila dalam globalisasi pada era revolusi yang terjadi saat ini. Jika dirasa penelitian tersebut berhubungan atau berkaitan maka dapat digunakan dalam prosedur pengumpulan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Pancasila. Globalisasi, dan Industri Arti pancasila di mulai dari kata panca artinya lima dan sila sendiri berarti dasar, sendi, asas, atau peraturan tingkah laku yang penting bagi dasar Negara. Demikian pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang mengarah pada hal kebaikan. Pancasila juga bisa diartikan sebagai lima dasar yang menjadi dasar dari suatu negara serta pandangan hidup bagi bangsa. Sebuah bangsa tidak akan mampu berdiri dengan kuat tanpa dasar negara yang jelas dan sulit mengetahui kemana arah tujuan yang akan dicapai tanpa pandangan hidup atau pedoman. Suatu bangsa tidak akan terombang ambing dalam menghadapi permasalahan baik dari dalam maupun dari luar jika terdapat pandangan atau pedoman dasar dalam Negara (Pancasila, 2. Menurut pemikiran saya globalisasi merupakan fase dimana adanya pertukaran dari segala aspek-aspek kehidupan yang berkaitan dengan suatu perkembangan. Terdapat pengaruh besar dalam globalisasi pada sebuah Di sisi pertama, guna globalisasi memajukan suatu negara, namun pada sisi kedua, mampu memindahkan warisan kebudayaan asli yang ada pada negara tersebut. Di Indonesia telah terjadi globalisasi sedikit banyaknya Negara kita memiliki dampak pada kedua sisi yang telah disebutkan (Aisy, 2. Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya. Pengertian lain dari bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita. Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi. Yang akirnya merupakan penggerak globalisasi. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lainlain. Di belahan bumi manapun akan dapat mengakses informasi dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini akan terjadi interaksi antar masyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu sama lain (Pendahuluan, 2. Jika dilihat dari teknologinya Revolusi industri 4. 0 mempunyai tantangan yaitu jika penggunaan teknologi disalah gunakan oleh siswa sekolah dasar contohnya pada media sosial akan banyaknya siswa yang kecanduan bermain komputer ataupun gadget dapat menimbulkan siswa menjadi malas belajar ataupun melakukan aktivitas social, selain itu para siswa kecanduan gadget lebih spesifiknya yaitu game digital akan menimbulkan Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3341 Systematic Literature Review: Revolusi Pancasila dalam Globalisasi di Era Industri Ae Nabilla Suci Ramadhani. Usiono DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. kecanduan pada penggunaannya. Dan jika penggunanya tidak dapat mengendalikan diri terhadap game maka akan menimbulkan dampak-dampak buruk yang dapat merugikan penggunanya (WARUWU et al. , 2. Pengaruh Globalisasi dalam Revolusi Industri Globalisasi mempunyai arti yang dalam jika dikaji lebih lanjut, globalisasi sendiri terjadi pada segala aspek kehidupan mulai dari ekonomi, sosial budaya, poilitik, ilmu pengetahuan, teknologi, hukum dan lainnya. Sebagai makhluk hidup, manusia memiliki akal dan pikiran yang terkadang lupa akan hal yang lain. Jelas kita ketahui manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup dengan sendiri artinya manusia selalu Interaksi sosial antar individu cenderung lebih menipis karena adanya perkembangan teknologi, khususnya interksi secara luring. Diketahui dengan adanya kemajuan teknologi manusia lebih mudah melakukan interaksi secara jarak jauh, hal itulah yang menyebabkan hubungan antar individu satu dengan individu lainnya menjadi kurang akrab antar satu dengan yang lain. Dapat kita lihat dengan sekilas hal tersebut merupakan hal biasa, tetapi jika kita teliti lebih dalam hal tersebut sangat berdampak terhadap kehidupan kita khususnya masyarakat Indonesia. Dimana gotong royong sudah mulai memudar seiring berjalan waktu, padahal gotong royong adalah salah satu ciri khas Negara Indonesia yang semakin memudar di zaman sekarang. Maka Pancasila disini mampu dijadikan sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia serta sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Hasanah, 2. Menurut (Rulyansah et al. , 2. Pancasila juga bisa menjadi dasar moral atau norma dan tolak ukur tentang baik dan buruk, benar dan salah sikap, perbuatan dan tingkah laku bangsa Indonesia. Apalagi pada era revolusi industri kita sudah memasuki era revolusi ini, dimana semua hal yang kita lakukan akan bergantung pada kecanggihan teknologi dan budaya luar, ditambah masuknya melalui teknologi, apalagi anak-anak muda saat ini sangat cepat dalam menyerap berita maupun hal-hal mengenai kebudayaan, tradisi, maupun adat melalui perkembangan teknologi. Pengaruh dari internet akan mengarah pada perubahan yang pesat dalam beragam aspek ataupun bidang kehidupan. Mencari sumber informasi tidak perlu waktu yang lama semuanya mudah dengan menggunakan internet yang dapat melakukan pencarian dari beragam sumber dan hal ini sangat mempermudahkan masyarakat (Pekan et al. , 2. Ada beberapa dampak negatif dan positif pada revolusi industri. Ada beberapa dampak negatif dari berbagai perkembangan teknologi, yaitu: Menjadikan kita kecanduan terhadap gadget. Memudarnya sosialisasi antar individu karena terlalu fokus terhadap berinteraksi dengan teknologi. Lowongan kerja semakin rendah alasannya beberapa perusahaan lebih mengedepankan teknologi dibandingkan manusia, hal ini menyebabkan semakin tingginya pengangguran. Sekarang generasinya serba instan, mereka beranggapan semua hal dapat dilakukan dengan cara yang instan yaitu dengan tidak adanya suatu usaha. Makin memudarnya mencintai budaya Negara sendiri, dari budaya luar sudah banyak orang yang terpengaruh dan beranggapan bahwa hal yang tradisional dianggap telah ketinggalan dengan zaman. Semakin rendahnya etika khususnya pada generasi muda (Hanifa & Dewi, 2. Berbeda dengan kegunaan teknologi di era industri 4. 0 jika dijadikan sebagai alat bantu pada proses Contohnya menjadi media informasi guna agar lebih mudah dan lebih cepat dalam mengakses tujuan dari pendidikan dan bisa dijadikan pembaruan dalam pembelajaran yang langsung dihadapan pada elearning dapat lebih memudahkan proses pendidikan. Ringkasnya yakni perkembangan zaman boleh berkembang, sepositif apapun perkembangan zaman agar tetap melestarikan kekokohan nilai-nilai Pancasila dengan menanamkan kepada para siswa agar mereka dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika satu salah satu nilai dari Pancasila tidak terlaksana maka kepribadian siswa akan turun dan tambah rendah bahkan tidak lagi memiliki moral ataupun etika (WARUWU et al. , 2. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3342 Systematic Literature Review: Revolusi Pancasila dalam Globalisasi di Era Industri Ae Nabilla Suci Ramadhani. Usiono DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Selalu ada perbedaan generasi dalam perkembangan kehidupan dan pengaturan sumber daya Setiap generasi pun memiliki konsep yang berbeda dalam peerkembangannya dari waktu ke waktu. Karakteristik atau kepribadian generasi muda dapat diuraikan sebagai generasi yang berbasis teknologi, terdidik dan berilmu, sadar secara sosial, merangkul pengalaman dan pengeluaran etis, serta sadar secara kesehatan, keuangan, dan spiritual (J Sumardianta, 2. Pertiwi et al. , . melakukan beberapa pengamatan pada perilaku masyarakat saat ini berdasarkan pengamatannya, antara lain: Kecanduan internet yang dapat ditinjau dari penggunaan serta tingkatan setiap hari dari kebutuhan internet di Indonesia yang semakin dan terus meningkat. Generasi zaman sekarang menggunakan internet tidak hanya sekedar mencari materi pelajaran tetapi juga internet digunakan untuk bermain game online yang membuat mereka kecanduan internet dan melupakan tugasnya yang lain. Sikap ini buruk untuk mencerminkan masa perkembangan anak khususnya anak usia muda karena akan membuat anak tersebut bergantung pada internet ataupun gadget. Memiliki pendirian yang lemah. Seperti dalam hal memilih produk yang kita disukai akan lebih mudah berganti produk hanya karena suatu dampak dari orang lain yang belum tentu jelas faktanya. Contoh lainnya dapat dilihat dari pemilihan minat dan bakat anak yang lebih mengarah pada kemauan orang tua atau pengaruh terhadap orang sekitar. Hal ini akan membuat kegagalan pada anak dalam menentukan minat dan bakat dalam dirinya. Ingin yang simple. Generasi sekarang ini cenderung menyukai hal praktis dan instan yang tidak membuat dirinya mengalami kesulitan. Seperti saat melakukan transaksi pembayaran, generasi milenial cenderung memilih melakukan pembayaran non tunai. Mereka lebih memilih non tunai karena kebiasaan atau bisa juga pengaruh lingkungan. Kerja cepat dan cerdas. Saat teknologi berkembang, generasi muda memiliki keunggulan tersendiri karena sudah menjadi bagian dari kebebasan. Dimana generasi muda ini cepat beradaptasi dan berkembang, tidak mudah menyerah dan juga diprediksi generasi ini lebih efesien dibandingkan dengan generasi yang terdulu. Tentunya banyak dari kita yang ingin generasi mudanya untuk bisa bergabung dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan budi pekerti luhur. Supaya terwujud, media yang dapat digunakan yaitu dengan penerapan Pendidikan Kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bersosialisasi di era revolusi pancasila yang sudah bertransformasi menjadi era globalisasi pada revolusi industri 4. 0 ini (Vania et al. , 2. Tantangan Nilai Pancasila Pada Era Revolusi Industri Menurut Rozak . , nilai-nilai karakter pancasila dalam penerapan dan kebiasaan ada beberapa rintangan yang akan dihadapi pendidik menurut Anggota BPIP Romo, 2019 yaitu . Pemahaman Pancasila, . eksklusivisme sosial berkaitan dengann derasnya aliran globalisasi sehingga menuju pada kecenderungan politisasi jati diri, dan semakin kokohnya penyebab polarisasi dan frgamentasi sosial dengan tingkatan SARA, . adanya kondisi dalam kehidupan bermasyarakat baik personal ataupun kelompok yang tidak seimbang, . menurunnya wewenang Pancasila institusionalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kelembagaan politik, ekonomi dan budaya serta pengetahuan ideologi Pancasila masih melemah di wilayah yang mengadakan Negara, . Pancasila menjadi salah satu keteladanan. Kesatuan ini merupakan pokok yang wajib dimiliki warga negara maupun penyelenggara Negara dalam menghadapi revolusi 4. Disini juga ada pendapat lain, yaitu menurut Arliman . , pengaksesan internet pada masa kini, dapat memberikan pengaruh yang mengarah pada kebaikan dengan memudahkan bagi pemakainya. Akan tetapi ada juga pengaruh buruk terutama bagi generasi Kenikmatan inilah yang dapat merugikan atau mencelakai bangsa dan negara kita. Banyak berita palsu tersebar kemana-kemana, banyaknya informasi cemooh atau ejekan, serta informasi yang tak jelas kenyataannya gampang menyebar. Masa sekarang perlukan dilakukan pembelajaran terkait upaya membedakan informasi palsu dan mana informasi yang benar harus ditekankan. Pengamatan dimasa ini pendidikan kewarganegaraan dikatakan pengefektifannya menurun dalam memposisikan generasi dalam upaya menghadapi aliran globalisasi Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3343 Systematic Literature Review: Revolusi Pancasila dalam Globalisasi di Era Industri Ae Nabilla Suci Ramadhani. Usiono DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Generasi sekarang banyal yang menjadi korban pembullyan sesame teman, lebih parahnya lagi terjadi pada orang yang tidak di kenal. Inilah yang menjadi tantangan dan rintangan terhadap dunia pendidikan bangsa Indonesia pada era globalisasi (Sakinah et al. , 2. Urgensi Globalisasi Pancasila dalam Era Revolusi Industri Banyak terdapat hal yang penting dalam era sekarang atau di sebut globalisasi, pada revolusi industri kita dapat merasakan tidak ada pembatas atau sanggahan yang akurat dan gamblang antar negara kita dengan negara Oleh sebab itu, untuk menghadapi era globalisasi tepatnya era revolusi industri perlunya aspek dari Pancasila yang gunanya sebagai upaya menghadapi era zaman now baik dampak negatif maupun dampak positif pada era sekarang yang meliputi segala aspek kehidupan salah satunya dengan cara memilah atau mengelola dampak budaya luar melalui penerapan Pendidikan Pancasila dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa juga bernegara. Melalui pendidikan inilah kita mampu menjadikan pegangan dan ketentuan yang paling dasar serta sebagai arahan yang bernilai positif dalam usaha menghadapi krisis dan juga disintegrasi bangsa dan negara dimasa sekarang yaitu pada era sekarang (Vania et al. , 2. Inilah pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa, menumbuhkan rasa cinta kepada anggota keluarga, menumbuhkan rasa cinta dan hormat kepada orang tua dan orang yang lebih tua, mengembangkan sikap adil terhadap sesame, menumbuhkan rasa dan sikap toleransi, menumbuhkan rasa dan sikap gotong royong dan kerjasama. , menumbuhkan sikap tenggang rasa, menumbuhkan rasa cinta kasih kepada setiap manusia dan tidak membeda-bedakan, menumbuhkan rasa cinta musyawarah untuk mufakat, menumbuhkan rasa cinta kasih dan suka menolong orang lain yang sedang kesusahan, mengedepankan rasa persaudaraan, serta berorientasi pada masa depan dan menghargai perubahan dan kemajuan (Kewarganegaraan et al. , 2. Menurut Srinanda . , pendidikan karakter merupakan penguatan dari upaya untuk membangun generasi muda atau generasi milenial yang berkualitas akan pola pikir, pola laku maupun tutur kata, dengan mempunyai karakter inilah maka generasi penerus bangsa yang baik memiliki akhlak yang baik juga, tentunya sesuai dengan nilai Ae nilai yang terkandung dalam Pancasila. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam penguatan pendidikan karakter, khususnya pada nilai keagamaan, tidak curang, murah hati, disiplin, pantang menyerah, inovatif, independen, demokratis, keingintahuan, semangat kebangsaan, cinta tanah air, komunikatif, cinta, peduli lingkungan atau alam sekitar, peduli sosial, serta bertanggung jawab. Hal ini yang dapat ditanamkan dari nilai-nilai pancasila dalam globalisasi yang terjadi di era modern ini. Upaya Dalam Menghadapi Globalisasi Pancasila Di Era Revolusi Industri Pada penelitian yang dilakukan Sakinah et al. , . , zaman sekarang ini, nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila seakan-akan hilang dari karakter keperibadian masyarakat khususnya anak bangsa. Generasi muda lebih cenderung pada gaya orang luar karena aliran globalisasi. Generasi muda sekarang lebih memilih meniru pola pikir idealis dan radikalis. Sekarang generasi milenial menganggap hal yang biasa di negara lain, biasa pula di Indonesia yang terkadang hal-hal tersebut yang dulunya dilarang sekarang malah menjadi tabu di Seperti kasus pembullyan, cara berpakaiannya minim atau terbuka, bahkan sampai pada tahap yang lebih serius seperti narkoba, minum minuman beralkohol, tidak adanya kesopanan ketika menyikapi orang yang lebih tua seperti bersikap pada sesama hingga tidak adanya ikatan pernikahan tetapi melakukan hubungan suami Hal Ini yang perlu kita jauhi dan perlu ditindak lebih lanjut. Karena Hal inilah yang menjadi bahaya bagi generasi kita. Selain rusaknya karakter pancasila, juga dapat merusak moral ataupun etika pada generasi muda. Upaya utama yang dapat kita lakukan dan cara paling efektif adalah dengan mengingatkan dan menanamkan kembali nilai-nilai pancasila dalam diri generasi muda. Dengan membiasakan kembali kebiasaan orang timur, menanamkan sikap cinta tanah air, menanamkan sikap nasionalisme, dan membudayakan nilai pancasila ini dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, niscaya generasi muda dapat lebih mencintai bangsa dan negaranya yang juga berkarakter pancasila. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3344 Systematic Literature Review: Revolusi Pancasila dalam Globalisasi di Era Industri Ae Nabilla Suci Ramadhani. Usiono DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Pembentukan karakter atau kepribadian pada anak bangsa merupakan pelajaran yang mampu berjalan secara berdampingan dengan media informasi dan teknologi yang mengalami perkembangan semakin pesat dari waktu ke waktu. Maka dapat dikatakan bahwa membentuk karakter generasi muda penerus bangsa merupakan suatu langkah yang baik dimana kita dapat mencegah dampak-dampak negatif dari perkembangan globalisasi dari berbagai aspek kehidupan. Menurut Oktari & Dewi, . , banyak hal yang mempengaruhi karakter generasi penerus bangsa, generasi ini menjadi acuh tak acuh terhadap bangsa dan negara yang seharusnya memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme, hal ini tidak terlepas dari peran lingkungan dan pendidikan. Generasi muda yang memiliki sikap nasionalisme, patriotisme, dan berpotensi akan mampu memenuhi potensinya, mampu menghadapi segala tantangan, dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapinya, namun ada juga generasi muda yang justru melakukan hal-hal yang memperburuk keadaan negara ini, dan hal tersebut sudah banyak Fakta menunjukkan bahwa generasi muda terlibat dalam berbagai peristiwa, seperti kriminalitas, narkoba, miras, pergaulan bebas, pelecehan seksual, dan tawuran pelajar, situasi ini sangat mengkhawatirkan. Hasil dari berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa generasi muda kurang memperhatikan nasib negaranya, dan seperti apa masa depan bangsa dan negara Indonesia. Tantangan serta permasalahan yang ada saling berkaitan satu sama lain sehingga tidak mampu dihadapi oleh generasi kita, oleh karena itu mewujudkan cita-cita kemajuan bangsa hanya tinggal bayang-bayang saja. Damanhuri et al. , . melakukan penelitian dengan menjabarkan bahwa Pancasila merupakan hal yang sangat penting sebagai acuan maupun pedoman mengenai bagaimana warga negara dapat berperilaku dengan baik di dalam berkehidupan sosial. Dengan penerapan nilai- nilai Pancasila tersebut diharapkan dapat memberikan pengajaran terhadap masyarakat mengenai cara berpikir dan bertindak agar sesuai dengan nilainilai pancasila serta tidak berlawanan dengan nilai moral yang ada. Ada beberapa gambaran dalam merubah generasi yang akan datang yaitu dengan mempelajari pendidikan terutama di bidang kewarganegaraan ataupun mata kuliah pancasila, budaya luar yang masuk ke Negara kita harus tersaring agar budaya leluhur kita tidak pudar, memperkuat dan memperdalam nilai religius, memperkokoh persatuan dalam menghadapi berbagai perbedaan mulai dari agama, adat istiadat, keberagaman suku, serta kebudayaan. Sebagai generasi muda kita sudah seharusnya mengenalkan budaya kita ke orang luar bukan malah memilih budaya luar dan meninggalkan budaya Negara sendiri. Di era globalisasi inilah generasi muda dengan memanfaatkan teknologi dengan efektif dan bijak dengan menjadikan budaya luar sebagai acuan dan motivasi dalam menciptakan dan menghadirkan aspirasi serta inovasi untuk mencapai Negara yang akan berkembang dan maju di era yang akan datang. KESIMPULAN Revolusi Pancasila merupakan perubahan yang terjadi pada bangsa Indonesia yaitu pada masa terdahulu. Pada masa sekarang revolusi pancasila digantikan sebagai revolusi industri yang mengarah pada globalisasi di era modern ini yang dimana Indonesia telah mengalami sebuah perubahan yang sangat besar dalam segala aspek-aspek kehidupan, globalisasi di era revolusi industri khususnya. Segala sesuatu yang dilakukan akan berkaitan dengan teknologi modern, internet, pola laku , pola pikir, dan kemajuan wawasan dari setiap manusia. Karena bukannya tidak menutup kemungkinan, semakin teknologinya canggih, maka semakin memudahkan pula pengaksesan suatu internet, dan semakin bebas pula masuknya pengaruh budaya dari negara luar yang dapat melunturkan kebudayaan dan kebiasaan negara kita, sehingga masyarakat negara kita khususnya generasi muda lupa terhadap nilai-nilai pancasila. Nilai tersebut akan membangun suatu karakter sebuah bangsa pada diri setiap generasi muda dan membatasi diri dari suatu kebiasaan ataupun kebudayaan luar mau dari hal apapun itu yang tidak sesuai dengan pancasila. Dan tidak menutup kemungkinan juga generasi muda di masa depan memiliki karakter yang bebas, apatis dan individualis. Maka dari itu kita sebagai generasi muda harus menyikapi masalah ini dengan bijak. Apalagi modal awal sebuah negara untuk melakukan suatu perubahan di masa yang akan datang adalah generasi muda. Generasi muda merupakan generasi yang paling berpotensial Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3345 Systematic Literature Review: Revolusi Pancasila dalam Globalisasi di Era Industri Ae Nabilla Suci Ramadhani. Usiono DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. untuk menjadi suatu perubahan dengan selalu memunculkan sebuah pemikiran atau ide-ide terbaru bagi segala aspek-aspek dalam kehidupan. Yang dimulai dari pemanfaatan sumber daya alam, pembuatan suatu teknologi yang baru, dan juga sering mengelola hal yang sudah ada menjadi hal yang mempunyai nilai kegunaan yang lebih tinggi. Segala hal yang telah memiliki tujuan dan telah diatur dengan sedemikian rupa hasilnya tidak akan sia-sia. Maka dari itu, kita sebagai generasi muda harus membangkitkan dan meningkatkan rasa bela negara dan cinta akan tanah air dengan cara menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan juga menyikapi revolusi pancasila yang telah terjadi dengan membawa perubahan besar pada globalisasi, salah satunya pada era revolusi industri ini. Era yang dimana membawa suatu perubahan yang besar bagi masyarakat, bangsa, dan Negara kita. DAFTAR PUSTAKA