JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp. 57Ae 63 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. n page 1 http://journal. id/index. php/kompak Analisis Pengelolaan Keuangan Pada Kinerja UMKM Tempe Ardi Firman Syah1. Yuniarto Rahmad Satato2* . Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang. Indonesia e-mail: must. satatoe@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 26 September 2024 Received in revised form 2 Oktober 2024 Accepted 22 November 2023 Available online 1 Desember 2024 ABSTRACT Dalam mengembangkan sebuah bisnis, penting untuk memiliki manajemen keuangan yang efektif. Namun, masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan dengan baik. Praktik manajemen keuangan merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kegagalan bisnis skala kecil dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik pengelolaan keuangan yang diterapkan oleh industri Tempe Bima Sakti Raya Suruhan Di Kecamatan Ungaran Barat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa manajemen keuangan di usaha tempe masih belum sepenuhnya mengadopsi prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang meliputi perencanaan, pencatatan . adang-kadang tercatat dan kadang-kadang tida. , pelaporan . anya melaporkan hasil pemasukan dan pengeluaran secara manua. , dan pengendalian, para pengelola usaha tempe merasa percaya diri dengan pengetahuan yang mereka miliki, meskipun terbatas, dan merasa tidak perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang laporan keuangan. Keywords: Biaya . pengelolaan keuangan . UMKM. Introduction Salah satu hal yang sangat vital dalam menjalankan bisnis adalah mendapatkan keuntungan atau laba (Hakim & Kunaifi, 2018. Levitan et al. , 2018. Tauber et al. , 2. Tujuan ini memiliki peran krusial dalam menjaga kemajuan bisnis, terutama di masa kini yang ditandai dengan persaingan yang ketat sebagai akibat dari perekonomian global yang dinamis(Figueroa et al. , 2021. Irawan et al. , 2022. Raharjo et al. , 2022. Wang et al. , 2. , usaha-usaha kecil yang dijalankan oleh masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara di masa depan dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka untuk dapat bersaing dengan industri berskala Peran industri, baik besar maupun kecil, dalam perekonomian Indonesia semakin terlihat besar dan penting(Ardiansyah et al. , 2022. Mali, 2023. Munawar et al. , 2. Industri kecil memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan daerah dan membantu dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, bahkan saat negara mengalami krisis(Fathah & Widyaningtyas, 2020. Septiana & Novitasari, 2. Lee et al. , . Magdalena & Prasetya . , dan Vikaliana et , . menjelaskan industri kecil dipandang memiliki potensi dalam memberikan kontribusi positif dalam pemulihan ekonomi nasional, baik dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi maupun menyerap tenaga kerja untuk membantu mengatasi masalah pengangguran. Received September 17, 2024. Revised Oktober 14, 2024. Accepted November 22, 2024 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Namun, industri kecil di Indonesia juga menghadapi tantangan, seperti kurangnya kemampuan dalam mengembangkan pengelolaan usaha dan akses terbatas terhadap sumber daya yang produktif (Baidlowi, 2022. Poddala & Alimuddin, 2023. Samanto et al. , 2. Hal ini menyebabkan industri kecil harus berjuang untuk bertahan dari waktu ke waktu, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan seperti tata cara pengelolaan usaha, terutama dalam hal mengelola keuangan. Tidak heran jika banyak industri kecil yang mengalami kesulitan dalam bersaing dengan industri besar (W. Dewi & EDT, 2023. Putri et al. , 2. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku usaha kecil untuk memperhatikan dengan serius cara mengatur keuangan dengan baik. Pengelolaan keuangan menjadi sangat penting dan harus diterapkan secara efektif dalam usaha kecil. Menurut Endiraras . , bisnis kecil yang mampu mengelola keuangannya dengan transparan akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan bisnis mereka sendiri. Dampak positif dari pengelolaan keuangan ini menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan usaha kecil dan dapat digunakan untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis mereka. Kabupaten Semarang menjadi salah satu daerah yang mempunya banyak usaha kecil, berdasarkan data BPS Kabupaten Semarang tahun 2023. Kabupaten Semarang tercatat memiliki 040 jenis Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang industri pengolahan . ttps://semarangkab. id/publication/2023/02/28/4e140e19709658c1f072c620/kabupatensemarang-dalam-angka-2023. , industri tempe Bima Sakti Raya Suruhan di Kecamatan Ungaran Barat menjadi salah satu dari industri tersebut. Kondisi atau tingkat pengetahuan pelaku industri tempe Bima Sakti Raya Suruhan di Kecamatan Ungaran Barat masih belum mampu mengikuti standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia, maka penelitian tentang cara pengelolaan keuangan yang tepat bagi pengelola industri, untuk menjadi bahan evaluasi kinerja dan keberlangsungan industri dimasa mendatang. Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul " Analisis Pengelolaan Keuangan Pada Kinerja UMKM Tempe". Research Method Usaha Mikro Kecil dan Menengah Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah secara umum dijelaskan sebagai berikut (Barusman et al. Diyani et al. , 2023. Septiana & Novitasari, 2. Usaha Mikro : Merupakan usaha produktif yang dimiliki oleh individu atau badan usaha Usaha Kecil : Adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh individu atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang dari Usaha Menengah atau Usaha Besar. Usaha Menengah : Merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh individu atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang dari Usaha Kecil atau Usaha Besar. Pengelolaan Keuangan Menurut Setyowati & Dwiantari . & Sitinjak et al. , . , manajemen keuangan atau pengelolaan keuangan adalah pengaturan kegiatan keuangan dalam suatu organisasi. Fokus utama dari manajemen keuangan ini adalah mengatur keuangan dalam usaha berukuran kecil, yang mencakup aspek-aspek seperti pendanaan, manajemen kas, dan kebutuhan untuk pengembangan Dalam konteks internal perusahaan, laporan keuangan menjadi penting sebagai alat evaluasi kinerja (Hidayatullah et al. , 2. Laporan keuangan membantu dalam pengambilan keputusan internal, seperti mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan dan merencanakan langkah-langkah strategis ke depan(Santiara & Sinarwati, 2023. Umami, 2. Selain itu, laporan keuangan juga diperlukan sebagai syarat pengajuan kredit ke Bank atau Kreditor. Bank atau kreditor akan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 57 Ae 63 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 menggunakan informasi dari laporan keuangan untuk menilai kelayakan perusahaan dalam memperoleh pinjaman atau kredit. Di sisi lain, kebutuhan eksternal perusahaan terhadap laporan keuangan meliputi pertanggungjawaban terhadap calon investor atau kreditor(Alfionita & Estiningrum, 2. Calon investor atau kreditor memerlukan laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai potensi investasi atau pinjaman mereka. Selain itu, laporan keuangan juga menjadi bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada masyarakat secara umum, menunjukkan transparansi dan kredibilitas perusahaan dalam menjalankan operasinya. Dengan demikian, laporan keuangan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan internal dan eksternal perusahaan serta dalam membangun hubungan yang sehat dengan pemangku kepentingan(Dewi & Kurniawan, 2019. Putri et al. Astuty dan Henny . mengemukakan bahwa pengelolaan keuangan pada dasarnya adalah proses merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang efektif dan efisien. Efektivitas pengelolaan keuangan diukur dari sejauh mana perusahaan mampu mencapai target yang telah ditetapkan. Ini mencakup kemampuan perusahaan dalam meraih tujuan keuangan yang telah ditentukan sebelumnya(Mosteanu & Faccia, 2020. Sabiq Hilal Al Falih et al. Wiralestari & Friyani, 2. Di sisi lain, efisiensi pengelolaan keuangan tercermin dari kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan pemasukan dan pengeluaran. Dengan kata lain, penilaian efisiensi melibatkan evaluasi terhadap seberapa baik perusahaan dapat memanfaatkan sumber daya finansial yang Proses pengelolaan keuangan yang efisien menekankan pada penggunaan yang bijaksana terhadap dana perusahaan, sehingga mampu menghasilkan output yang optimal dengan biaya yang minimal(S. Dewi, 2023. Journal et al. , 2023. Pondrinal & Sari, 2. Dengan demikian, penilaian efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan menjadi kunci dalam menilai kinerja keuangan suatu perusahaan. Kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sambil memanfaatkan sumber daya secara optimal akan menjadi indikator keberhasilan dalam pengelolaan keuangan. Assanniyah & Setyorini . Libraeni et al. , . Supriyono et al. , . & Tanan & Dhamayanti . menjelaskan fungsi utama pengelolaan keuangan mencakup beberapa aspek kunci, antara lain: Perencanaan Keuangan : Meliputi perencanaan arus kas dan rugi laba. Tujuannya adalah untuk merencanakan pengeluaran dan penerimaan keuangan secara terperinci, memungkinkan perusahaan untuk mengelola sumber daya finansialnya dengan lebih efektif. Anggaran : Melibatkan perencanaan penerimaan dan pengalokasian anggaran biaya dengan efisien, serta memaksimalkan penggunaan dana yang tersedia. Anggaran membantu dalam mengarahkan aktivitas operasional perusahaan sesuai dengan sasaran keuangan yang telah Pengendalian Keuangan : Melibatkan evaluasi dan perbaikan terhadap keuangan serta sistem keuangan perusahaan. Tujuannya adalah untuk memantau kinerja keuangan secara berkala, mengidentifikasi potensi masalah, dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan. Pemeriksaan Keuangan : Melibatkan audit internal atas keuangan perusahaan untuk memastikan kesesuaian dengan standar akuntansi yang berlaku dan mencegah terjadinya penyimpangan. Audit internal juga membantu dalam mengevaluasi efektivitas kontrol internal yang ada. Pelaporan Keuangan : Melibatkan penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan serta analisis rasio laporan keuangan. Pelaporan keuangan memungkinkan pemangku kepentingan, seperti pemilik, investor, dan pihak eksternal lainnya, untuk memahami kinerja keuangan perusahaan dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi tersebut. Research Method Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif ini biasanya mempelajari interaksi antar variabel penelitian dengan tujuan memahami peristiwa yang diamati. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 57 Ae 63 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 seringkali melalui studi kasus berdasarkan teori tertentu. Dengan demikian, peneliti dapat mengumpulkan data yang objektif terkait pengelolaan keuangan usaha tempe Bima Sakti Raya Suruhan di Kecamatan Ungaran Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari pengelola usaha tempe Bima Sakti Raya Suruhan di Kecamatan Ungaran Barat. Data primer ini mencakup proses usaha, karakteristik usaha, serta informasi terkait pengelolaan keuangan, yang diperoleh melalui wawancara dengan pemilik atau pengelola usaha tempe Bima Sakti Raya Suruhan di Kecamatan Ungaran Barat. Results and Analysis Usaha Tempe Bima Sakti Raya Suruhan yang dijalankan sejak tahun 2014 tidak membuat pencatatan mengenai pengelolaan keuangan dikarenakan keterbatasan waktu yang dimiliki untuk membuat pencatatan mengenai pengelolaan keuangan dan, membuat pembukuan dianggap Narasumber menyatakan bahwa hanya melihat jumlah stok yang ada, pengelola akan membuat atau membeli bahan untuk pembuatan tempe yang kemudian dijual atau dipasarkan. Keuntungan yang diperoleh tidak dapat dipastikan karena uang hasil penjualan langsung digunakan sebagai modal untuk menjalankan usahanya . odel uang berputa. Hal utama yang membuat mereka tidak membuat pembukuan atau pencatatan dikarenakan tidak adanya waktu yang dimiliki untuk membuat pembukuan, banyaknya waktu yang digunakan dalam proses pembuatan tempe. Alasan lain yaitu karena usaha tempe yang dijalankan adalah usaha milik sendiri sehingga pembukuan dianggap tidak diperlukan karena tidak ada pihak lain yang Hanya pencatatan berupa nota yang kadang dibuat dan nota tersebut dibuat jika pelanggan mereka meminta nota tersebut. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Whella Hertadiani & Lestari . dimana hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penerapan pengelolaan keuangan dengan pencatatan, penggunaan anggaran, dan pelaporan akan membantu kinerja usaha. Pertama, terlihat bahwa prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang meliputi perencanaan, pencatatan, pelaporan, dan pengendalian masih belum sepenuhnya diadopsi dengan baik dalam operasional usaha tersebut. Pencatatan keuangan terkadang dilakukan, namun tidak konsisten, yang mengindikasikan adanya ketidakstabilan dalam proses pencatatan keuangan. Kedua, dari analisis ini, tampak bahwa para pengelola usaha tempe merasa cukup percaya diri dengan pengetahuan yang mereka miliki, meskipun terbatas. Pengelola cenderung merasa puas dengan pengetahuan yang dimiliki dan tidak melihat perlunya peningkatan pemahaman tentang laporan keuangan. Ini mengisyaratkan bahwa kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih baik masih kurang dalam lingkungan usaha tersebut. Ketiga, keterbatasan dalam pengelolaan keuangan ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pendidikan formal tentang laporan keuangan. Para pengelola usaha tempe mungkin tidak memiliki akses yang cukup terhadap pelatihan atau pendidikan yang memadai dalam hal pengelolaan keuangan. Selain itu, pengelola merasa bahwa waktu yang tersedia tidak cukup untuk mempelajari pentingnya laporan keuangan dalam pengembangan bisnis. Ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan akan pendekatan yang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu atau usaha kecil dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang manajemen keuangan. Keempat, fokus utama para pengelola usaha tempe cenderung lebih pada kemampuan untuk memproduksi dan menjual produk yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tanpa memperhatikan dampak dari laporan keuangan terhadap pertumbuhan bisnis mereka. Hal ini menggambarkan kurangnya kesadaran akan pentingnya informasi keuangan dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan strategi pengembangan bisnis yang lebih efektif. Secara keseluruhan, simpulan dari analisis ini menunjukkan bahwa terdapat potensi besar untuk peningkatan dalam pengelolaan keuangan di usaha tempe Bima Sakti Raya Suruhan di Kecamatan Ungaran Barat. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang manajemen keuangan, serta pengembangan keterampilan dalam pencatatan, pelaporan, dan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 57 Ae 63 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 analisis keuangan guna mendukung pertumbuhan dan keberlangsungan bisnis mereka di masa Conclusion Dari analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa manajemen keuangan di usaha tempe Bima Sakti Raya Suruhan di Kecamatan Ungaran Barat masih belum sepenuhnya mengadopsi prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang meliputi perencanaan, pencatatan . adang-kadang tercatat dan kadang-kadang tida. , pelaporan . anya melaporkan hasil pemasukan dan pengeluaran secara manua. , dan pengendalian. Dari temuan tersebut, terungkap bahwa para pengelola usaha tempe merasa percaya diri dengan pengetahuan yang mereka miliki, meskipun terbatas, dan merasa tidak perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang laporan keuangan. Keterbatasan ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pendidikan formal tentang laporan keuangan, dan mereka merasa bahwa waktu yang tersedia tidak cukup untuk mempelajari pentingnya laporan keuangan dalam pengembangan usaha mereka. Mereka lebih menekankan pada kemampuan untuk memproduksi dan menjual produk yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, tanpa memperhatikan dampak dari laporan keuangan terhadap pertumbuhan bisnis mereka. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pengelola usaha tempe Bima Sakti Raya Suruhan di Kecamatan Ungaran Barat menerapkan sistem pembukuan sederhana dengan mencatat setiap transaksi pembelian bahan baku dan penjualan produk. Hal ini akan memberikan gambaran jelas mengenai arus kas masuk dan keluar dalam bisnis mereka, membantu menganalisis kinerja usaha secara keseluruhan, seperti memantau perkembangan penjualan, mengidentifikasi periode puncak dan rendah, serta mengevaluasi efisiensi biaya operasional. Pembukuan yang teratur juga memudahkan penyusunan laporan keuangan untuk keperluan perpajakan atau pengajuan pinjaman modal, serta meningkatkan kredibilitas usaha di mata pemangku kepentingan eksternal. Meskipun mungkin terlihat rumit pada awalnya, penerapan pembukuan sederhana sebenarnya tidak terlalu sulit dan dapat disesuaikan dengan skala usaha, serta memberikan manfaat besar bagi perkembangan usaha tempe mereka di masa depan References