Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Volume 5 No. Juli 2022, 60-69 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan http://ejournal. id/index. php/ciencias/index Pengaruh Pergaulan Terhadap Pemilihan Karir Siswa SMA Negeri 1 Amarasi Ferdinan Leonadus Lopoa. Wilhelmina Oloka. Yulinda Taebenua. Gregorius Gordianus Jadoa Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, lopoferdinan@gmail. Info Artikel Abstrak ________________ Sejarah Artikel: ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pergaulan terhadap pemilihan karir siswa Kelas X SMA Negeri 1 Amarasi. Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 1 Amarasi. Kabupaten Kupang. Propinsi Nusa Tenggara TimurAy. Dengan jumlah populasi sebanyak 137 siswa. Populasi lebih dari 100, sampel yang diambil sebaiknya minimal 10% dari populasi yang ada. Jadi sampel dalam penelitian ini 30 siswa, . % x 137 = 30. 14, dengan demikian dibulatkan menjadi Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian adalah pergaulan pengaruh terhadap pemilihan karir siswa kelas X SMA Negeri 1 Amarasi. Karena berdasarkan hasil penelitian. F tabel 0. 05 = 3. 316 < F 05 = 15189,072, maka hipotesis Ha ada pengaruh yang signifikan antara pergaulan dengan pemilihan karir siswa. Dengan adanya pengaruh pergaulan terhadap pemilihan karir siswa. Berdasarkan perhitungan statistik F hitung > F tabel. Hal ini berarti membuktikan bahwa dengan pergaulan dapat berdampak pada pemilihan karir siswa. Diterima: 02 Mei 2022 Direvisi: 06 Juni 2022 Disetujui: 10 Juli 2022 ________________ Keywords: pergaulan, pemilihan, karir, ____________________ Abstract This study aims to determine how the influence of association on the career choice of Class X students of SMA Negeri 1 Amarasi. This research is located in SMA Negeri 1 Amarasi. Kupang Regency. East Nusa Tenggara ProvinceAy. The total population is 137 students, meanwhile the sampling are 30 students, the sample should be taken at least 10% of the existing population. So the sample in this study was 30 students, . % x 137 = 30. 14, thus rounded to . The data collection technique which is used in this study was a questionnaire and the data analysis technique was simple linear regression. The result of the research is the association with the career choice of class X students of SMA Negeri 1 Amarasi. Based on the results of the study. F table is 0. 05 = 3. 316 < F count 0. 05 = 15189,072, the hypothesis is that there is a significant influence between association and student career choice. There is an influence of association on the selection with student careers, based on the calculation of F count > F table. Thus, this means proving that socializing can have an impact on students' career choices. Alamat korespondensi: Kampus FKIP. Jl. Perintis Kemerdekaan i/40. Kota Kupang E-mail: fkip. j3p@gmail. p-ISSN: 2621-3087 e-ISSN: 2621-5721 Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan | Volume 5. No. Juli 2022, 60-69 PENDAHULUAN Dewasa ini kita semua ketahui bahwa pengaruh lingkungan dalam pembentukan dan kepribadian anak sangatlah besar artinya. Banyak faktor dalam lingkungan yang ikut berpengaruh dalam proses perkembangan anak, salah satu faktor dalam lingkungan yang pembentukan kepribadian adalah pola Pola pergaulan merupakan acuan atau sesuatu hal yang di contohi dalam hubungan antar individu yang didalamnya menyangkut tingkah laku, perasaan, dan jati Pola pergaulan mempunyai dua macam yakni pola pergaulan terarah dan pola pergaulan tidak terarah atau pergaulan bebas. Lingkungan juga memfasilitasi atau memberikan peluang terhadap anak secara positif, maka anak akan mencapai perkembangan sosial secara matang. Lalu apabila lingkungan sosial memberikan peluang secara negatif terhadap anak, maka perkembangan sosial anak akan terhambat. Pengaruh lingkungan diawali dengan pergaulan dengan teman. Pada usia 9-15 tahun hubungan perkawanan merupakan hubungan yang akrab yang diikat oleh minat yang sama, kepentingan bersama, dan saling membagi perasaan, saling tolong menolong untuk lingkungan juga akan membentuk sikap anak dalam menentukan pola kehidupan, yang pada saatnya dapat mempengaruhi pemikirannya dalam menentukan jenis pendidikan dan karir yang diidamkan. Setiap individu dihadapkan dengan berbagai pilihan yang akan dijalani, menopang, mempertahankan, kesejahtraan Pada dasarnya manusia ingin menyenangkan dan terhindar dari segala kehidupan yang membuat dirinya menderita. Dengan demikian setiap individu berusaha untuk mencapai kehidupan yang layak secara ekonomis yaitu tercukupi kebutuhankebituhan primer terutama makan minum maupun perumahan hal ini harus diwujudkan dengan pemilihan karir yang memberikan harapan masa depan secara ekonomis Dalam proses pemilihan karir, setiap individu akan selalu mempertimbangkan segala potensi, bakat/minat, kecerdasan maupun harapan yang akan dicapainya. Pilihan karir merupakan suatu proses atau aktifitas individu dalam mempersiapkan diri untuk memasuki karir yang berhubungan dengan pekerjaan melalui suatu rangkaian proses kegiatan yang terarah dan sistematis, sehingga mampu memilih karir sesuai dengan yang diinginkan. Siswa SMA Negeri 1 Amarasi berasal dari latar belakang keluarga yang berbedabeda, baik itu latar belakang orang tua, kedudukan sosial ekonomi orang tua di masyarakat, lingkungan tempat tinggal serta pola pergaulan yang secara tidak langsung mempengaruhi pemilihan karir siswa. Belum nampaknya bentuk pemilihan karir yang akan dipilih oleh siswa yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan yang dimiliki. Siswa SMA Negeri 1 Amarasi menghadapi kenyataan begitu banyak pilihan dalam dunia pasar kerja. Bisa dipahami dengan melihat kenyataan tersebut siswa mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan karirnya, apakah karir yang dipilih sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. Disinilah tampak peran seorang guru bimbingan dan konseling dalam usaha memberikan arahan, pemahaman dan petunjuk kepada siswa dalam pemilihan karir yang sesuai dengan bakat, minat dan Rumuasan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada pengaruh pergaulan terhadap pemilihan karir siswa SMA Negeri 1 Amarasi, dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pergaulan terhadap pemilihan karir siswa Kelas X SMA Negeri 1 Amarasi. KAJIAN PUSTAKA Pergaulan Pergaulan menurut kamus besar bahasa Indonesia pencampuran dalam persahabatan (Depdiknas 2002: . Selanjutnya Ghozally . 7 : . berpendapat bahwa pergaulan biasa diartikan sebagai hubungan antar individu yang didalamnya menyangkut tingkah laku, perasaan, dan jati diri. Pengertian pergaulan sama halnya dengan interaksi sosial. Basrowi . 5: . interaksi sosial adalah suatu hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok maupun orang dengan kelompok. Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan | Volume 5. No. Juli 2022, 60-69 Sedangkan menurut Hadi dan Haryono . adalah AuPergaulan memungkinkan terjadinya pendidikan, pergaulan merupakan sarana mawas diri, pergaulan dapat menimbulkan cita-cita, pergaulan itu memberi pengaruh secara diam-diam. Mitra Pergaulan Siswa Teman Sebaya Dalam Indonesia. teman sebaya diartikan sebagai Sahabat atau orang yang sama-sama bekerja atau berbuat Anomin, . 2:1. Sementara MuAotadin menjelaskan bahwa teman sebaya adalah kelompok orang-orang yang seumur dan mempunyai kelompok sosial yang sama, seperti teman sekolah atau teman sekerja. Teman sebaya . sebagai sebuah kelompok sosial sering didefinisikan sebagai semua orang yang nemiliki kesamaan ciri-ciri seperti kesamaan tingkat usia. Hartup dalam Santrock . Mengatakan bahwa teman sebaya . adalah anak-anak atau remaja yang tingkat usia atau kedewasaan yang sama. Lewis dan Resenblun dalam Samsunuwiyati . , menjelaskan teman sebaya lebih ditekankan pada kesamaan tingka laku atau psikologis. Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa teman sebaya sebagai interaksi individu pada anak-anak atau remaja dengan tingkat usia yang sama serta melibatkan keakraban yang relatif besar diantara kelomponya. Teman Bergaul Interaksi sosial merupakan hubunganhubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang serorangan dengan kelompok manusia Gillin dan Gillin dalam (Soekanto, 2006:. Hal tersebut mengindikasikan bahwa dalam hidup, seseorang membutuhkan teman. Teman, dalam Papalia . 9:513-. , diartikan sebagai seseorang yang mana anak merasakan afeksi, nyaman dengannya, suka melakukan hal-hal dengannya, serta dapat berbagi perasaan dan rahasia dengannya. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa . , teman berarti kawan, sahabat, orang yang bersama-sama bekerja, yang menjadi pelengkap dan Teman Bergaul sendiri diartikan sebagai hidup berteman, bersahabat. Jadi, teman bergaul dapat disimpulkan sebagai kawan atau sahabat yang saling melengkapi satu sama lain, sering melakukan hal-hal secara bersama, saling berbagi rahasia dan dapat merasa nyaman serta mengerti satu sama Sebagai makhluk sosial setiap manusia harus bergaul. Dalam pergaulan terdapat dua maksud utama yaitu bahwa manusia harus bergaul, harus berkomunikasi demi kelanjutan kehidupannya dan bermotif untuk menambah variasi hidup (Sarumpaet, 1996:. Syafei . 6:20-. mengatakan bahwa dengan bergaul dengan teman dan masyarakat, anak memperoleh kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri dan anak memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan apa yang Teman bergaul yang wajar, memberikan kesempatan kepada anak untuk menyerap dan mencerna semua pengalaman sesuai dengan pilihan kesukaannya tanpa merasa dipaksa. Dengan adanya teman bergaul dapat memberikan keuntungan dan Dikatakan baik bila sikap, ucapan, dan perbuatan yang diserap dan dicerna oleh anak dari teman bergaulnya adalah sikap, ucapan dan perbuatan yang baik dan bersusila karena akan berpengaruh baik bagi perkembangan anak. Dikatakan tidak baik bila sikap, ucapan dan perbuatan yang diserap dan dicerna anak merupakan sikap, ucapan dan perbuatan yang tidak baik karena tidak akan menguntungkan bagi perkembangan anak. Seorang anak akan bergaul dengan siapa saja terutama dengan teman sebayanya. Teman bergaul yang dimiliki oleh seorang anak dapat merupakan sahabat maupun bukan Namun sahabat bagi seorang anak pastilah seorang teman bergaul bagi anak. Fungsi persahabatan, menurut Gottman dan Parker dalam Dariyo . 4: 102-. , yaitu sebagai berikut: Sebagai teman Teman bergaul akan memberikan kesempatan kepada remaja untuk menjadi seorang teman yang siap menyertai atau menemani dalam berbagai aktivitas bersama sepanjang waktu. Sebagai orang yang merasakan hal yang Ketika seorang sahabat sedang mengalami suatu kegagalan atau dalam suasana kesedihan. Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan | Volume 5. No. Juli 2022, 60-69 maka remaja dapat berperan sebagai pendorong dan membantu memberi jalan keluar pemecahan masalah, sehingga dapat lepas dari kesedihan. Seorang teman bergaul yang sejati, akan dapat membangkitkan semangat untukmenghadapi permasalahannya dengan tabah dan dapat menyelesaikannya dengan berhasil. Memberikan dukungan secara fisik Dengan adanya teman bergaul, seseorang mau mengorbankan waktu, tenaga dan bantuan materiil-moril teman-temannya. Bahkan ia akan hadir secara fisik ketika teman dekatnya sedang mengalam kesedihan. Dengan kehadiran fisik dari teman dekatnya, maka seseorang dapat merasakan perhatian dan pertolongan secara tulus. Memberikan dukungan ego Seorang teman bergaul akan memberikan dukungan yang memnbangkitkan semangat berani, menumbuhkan perasaan diri berharga . , merasa diri menarik perhatian orang lain. Sebagai pembanding sosial Teman bergaul memberi kesempatan dan informasi penting tentang pribadi, karakter, sifat-sifat, minat-bakat, dan kemampuan yang dimiliki oleh orang lain. Dengan mengetahui hal itu, individu dapat merefleksikan ke dalam diri, guna mengetahui atau mengevaluasi kemampuan dan kelemahan diri sendiri, sehingga ia dapat belajar dengan baik secara langsung maupun tidak langsung tentang orang itu untuk meningkatkan kemampuannya agar menjadi lebih baik. Memberikan suasana keakraban Suasana penerimaan diri individu secara tulus hanya akan ditemukan dalam teman sepergaulannya. Setiap interaksi pergaulan yang intens dengan seorang teman akan membawa pengaruh karena sifat, sikap, tingkah laku jika bersentuhan dengan pribadi seseorang maka akan memberikan dampak bagi orang tersebut. Perilaku yang buruk akan lebih cepat menular kepada pembentukan kepribadian seseorang. Ibarat penyakit menular yang akan dengan mudah menjangkiti siapapun yang berada di Pemilihan Karir Super dalam Sukardi . karir adalah sebagai suatu rangkaian pekerjaanpekerjaan, jabatan-jabatan dan kedudukan yang mengarah pada kehidupan dalam dunia Sedangkan Munandir . karir adalah pengambilan keputusan kerja itu proses developmental dan pekerjaan itu suatu proses yang panjang serta pekerjaan itu sendiri berkembang. Dapat disimpulkan karir sebagai suatu rangkaian pekerjaan, jabatan dan kedudukan yang mengarah pada kehidupan dalam dunia kerja dan mengambil keputusan menyangkut pekerjaan tersebut merupakan suatu proses yang panjang serta pekerjaan itu sendiri berkembang walaupun dalam pekerjaan yang Pemilihan karier merupakan suatu proses pemilihan jabatan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis, sosiologis, kultural geografis, pendidikan, fisik ekonomis, dan kesempatan terbuka yang bersama-sama membentuk jabatan seseorang (Winkel, 1991:. Sedangkan menurut Sukardi . pemilihan karir adalah suatu tindakan ekspresif yang memantulkan motivasi, pengetahuan, kepribadian, dan kemampuan Menurut Gati dan Asher . 1:14. pemilihan karir bertujuan untuk menemukan alternatif yang paling sesuai dengan keinginan dan kemampuan individu terhadap karir. Proses Pemilihan Karir Proses pemilihan karir oleh Holland dalam Sopacua . proses pemilihan karir individu meliputi : . orang secara langsung mengorientasikan dirinya kepada kelompok besar klasifikasi karir, selama perkembangan individu melakukan seleksi atau penjajakan karir-karir kecenderungan terhadap klasifikasi jabatan tertentu sebagai punjak dari pilihannya, . pilihan dari sekelompok karir-karir dimana individu akan melaksanakan seleksi atau penjajakan terhadap karir atau jabatan dan merupakan fungsi dari penilaian diri dan . membuat pilihan yang memadahi dengan lingkungan pekerjaannya, . lebih lanjut Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan | Volume 5. No. Juli 2022, 60-69 dikatakan dalam proses pemilihan karir atau pekerjaan disertai dengan sejumlah faktorfaktor internal individu, meliputi pengetahuan tentang individu . elf-kwonledg. , evaluasi diri . elf evaluatio. , dan pengetahuan tentang jenis pekerjaan dalam hal, arah dan luasnya lingkungan pekerjaan serta perbedaan antara dua dalam lingkungan pekerjaan, tingkat herarki-hierarki perkembangan dan sejumlah faktor-faktor lingkungan meliputi luasnya potensi lingkungan, tekanan sosial yang bersumber dari keluarga dan teman-tema, pembatasan-pembatasan yang berasal dari sumber sosial-ekonomi dan lingkungan fisik. Pergaulan dan Pemilihan Karir Pemilihyan karir merupakan suatu bagian dari perjalanan hidup seseorang untuk menentukan pilihan atau jabatan yang akan dijalaninya melalui suatu proses panjang dalam kehidupannya. Namun dalam karir seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa bakat, minat, dan lain sebagainya. Sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, dan sebagainya. Dalam lingkungan tersebut terjadinya suatu interaksi sosial atau bisa diartikan sebagai pergaulan. Interaksi sosial adalah suatu hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok maupun orang dengan kelompok. Basrowi . 5: . Karangka Berpikir Mengacu pada teoritis yang ada, maka dapat digambarkan karangka berpikir bahwa pergaulan merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari dan merupkan hal yang penting dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga untuk memilih suatu pekerjaan bisa dipengaruhi oleh pergaulan tersebut. Karena dalam pergaulan terdapat orang-orang . eman sebaya, orang dewasa, anak-anak dan lain sebagainy. yang memberi motivasi/dorongan akan karir yang sesuai dengan minat dan bakat Berikut ini adalah kerangka berpikir: Pergaulan (X) Pemilihan Karir (Y) Gambar 1. Kerangka Berpikir Hipotesis Penelitian Hipotesis suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul dan kebenarannya masih perlu di uji. Rikunto . Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan teoritis di atas maka dapat dirumuskan hipitesis sebagai berikut : Ha : Ada pengaruh antara pergaulan terhadap pemilihan karir siswa kelas X SMA Negeri 1 Amarasi. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 1 Amarasi. Kabupaten Kupang. Propinsi NTT. Waktu Penelitian dilaksanakan OktoberNovember 2021. Populasi dan Sampel Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Arikunto . Dalam penelitian populasi yang diambil adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Amarasi yang terdiri dari 6 kelas dan jumlah 137 siswa, yang terdiri dari : kelas A dengan jumlah 22 siswa, kelas B dengan jumlah 23 siswa, kelas C dengan jumlah 23 siswa, kelas D dengan jumlah 23 siswa, kelas E dengan jumlah 23 siswa, dan kelas F dengan jumlah 23 siswa. Sampel Sampel adalah proses pemilihan sejumlah individu suatu penelitian sedemikian rupa individu-individu merupakan perwakilan kelompok yang lebih besar pada nama orang yang dipilih. Darmadi . Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 30 siswa. Pengambilan sampel ini berdasarkan pendapat dari Arikunto . bahwa populasi lebih dari 100, sampel yang diambil sebaiknya minimal 10% dari populasi yang ada. Jadi sampel dalam Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan | Volume 5. No. Juli 2022, 60-69 penelitian ini 30 siswa, . % x 137 = 30. dengan demikian dibulatkan menjadi . Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan angket/kuesioner. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui Suharsimin . Angket ini digunakan untuk mengetahui tanggapan responden terdap pertanyaan yang Dengan angket ini responden mudah memberikan jawaban alternatif jawaban sudah disediakan dan membutuhkan waktu singkat dalam menjawabnya. Teknik ini digunakan untuk mengetahui pengaruh pergaulan terhadap pemilihan karier siswa kelas X SMA Negeri 1 Amarasi. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner tertutup, artinya kuesioner diberikan langsung kepada responden kemudia responden tinggal memilih alternatif jawaban yang sudah Suharsimin . 2: . Adapun alternatif responden terdiri dari empat Untuk angket pergaulan berkategori (Sangat Setuju. Setuju. Tidak Setuju. Sangat Tidak Setuj. begitu pula dengan angket pemilihan karier menggunakan kategori yang HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Asumsi Dasar Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji data yang diperoleh terdistribusi secara normal atau tidak. Apa bila data terdistribusi normal, maka dalam pengujian hipotesis penelitian ini dapat digunakan statistik parametrik yaitu analisi regresi, sebaliknya apabila tidak terdistribusi normal dapat digunakan statistik non parametrik. Tabel 1. Uji Normalitas Dari hasil di atas kita lihat pada kolom kolmogorov-smirnova dan dapat diketahui bahwa nilai signifikansi untuk Pemilihan Karier 0,194. dan untuk Pergaulan sebesar 0,135. Karena signifikansi untuk seluruh variabel lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data pada variabel pergaulan dan pemilihan karier berdistribusi Uji Linearitas Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Uji ini biasa digunakan sebagai prasarat dalam analisis korelasi atau regresi linear. Pengujian pada SPSS dengan menggunakan Test for linearity pada taraf 0. dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear bila signifikan . kurang dari 0. Tabel 2. Hasil Uji Linearitas Dari hasil output di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada linearity sebesar Karena signifikan kurang dari 0. maka dapat disimpulkan bahwa antar variabel pergaulan dengan pemilihan karir dapat berhubungan yang linear. Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan | Volume 5. No. Juli 2022, 60-69 Tekni Analisis Data . Persamaan Regresi Linear Sederhana Garis regresi denagn satu variabel bebas memiliki persamaan sebagai berikut : Untuk mengetahui garis regresi pengaruh Pergaulan (X) dan Pemilihan Karir (Y) Y = a bX. (Sugiyono, 2009:. Keterangan: Y = Pemilihan Karir a = Konstan b = Koefisien Regresi X = Pergaulan Berdasarkan tabel tabulasi . ampiran 2 dan . maka dapat di analisis dengan bantuan program SPSS 17. 0 (Statistical Product and Service Sulatio. menghasilkan data sebagai Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana korelasi produk momen pearson karena jumlah variabel bebas hanya satu R = r. Dan untuk mengetahui presentase sumbangan variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan analisis determinasi (RA). Menurut Sugionao . dalam Priyatno . pedoman untuk memberikan inten prestasi koefisien korelasi sebagai berikut : 0,00 Ae 0,199 = sangat rendah 0,20 Ae 0,399 = rendah 0,40 Ae 0,599 = cukup kuat 0,60 Ae 0. 799 = kuat 0,80 Ae 1,000 = sangat kuat Pengaruh Pergaulan (X) terhadap pemilihan karir (Y) (Priyatno,2. Dari hasil analisis regresi, lihat pada output model summary dan disajikan sabagai Tabel 4. Analisis Korelasi Sederhana Dengan demikian terbukti persamaan: Y=a bX Y = 0,278 2,235 Angka-angka ini dapat di artikan sebagai . Konstanta sebesar 0. artinya jika Pergaulan (X) nilainya 0, maka Pemilihan Karir (Y) nilainya posetif yaitu 0. Koefisien regresi variabel jika Pergaulan (X) sebesar 2,235 . artinya jika Pergaulan mengalami kenaikan 1%, maka Pemilihan Karir mengalami peningkatan 2,235. Koefisien posetif artinya terjadi hubungan posetif antara pergaulan dengan pemilihan karir, semakin meningkat pergaulan maka semakin mempengaruhi Pemilihan karir yang diperoleh. Koefisien Korelasi Sederhana (R) Kekuatan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat atau nilai R pada analisis regresi linear sederhana dengan mudah dapat diketahui berdasarkan nilai r hasil analisis Berdasarkan tabel di atas diperoleh angka R sebesar 0,999. Hal ini menunjukan bahwa hasil analisis korelasi sederhana . didapat korelasi antara pengaruh pergaulan (Variabel X) dengan pemilihan karir (Y) adalah 0,999. Hal ini menunjukan bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat pengaruh pergaulan (Variabel X) dengan pemilihan karir (Y). Dan koefisien determinasi (R Square (R. ) = 0,998, maka setelah dikonversikan ke dalam presentase dapat diketahui bahwa besarnya kontribusi pengaruh pergaulan (Variabel X) dengan pemilihan karir (Y) sebesar 98 %. di pengaruhi oleh faktor lain. Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan | Volume 5. No. Juli 2022, 60-69 Uji Hipotesis Pengujian hipotesis digunakan uji F yaitu untuk mengetahui apakah variabel independen (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Signifikan berarti hubungan yang terjadi dapat berlaku untuk populasi . apat digeneralisasika. F hitung dapat dicari dengan rumus sebagai berikut: Pergaulan (Variabel X) terhadap Pemilihan karir siswa (Y) (Priyatno,2008:. Keterangan : R12 = Koefisien determinasi n = Jumlah data atau kasus k= Jumlah Variabel Independen Dari hasil output analisis regresi dapat diketahiu nilai F seperti pada tabel. Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana (F hitun. Nilai F Hitung = 15189,072 tersebut selanjutnya dikonsultasikan dengan nilai F tabel pada derajat kebebasannya . ternyata F tabel . f1 = M. 1 df2 = N-M-1 = 190. a = 0,. = 3,316 karena F hitung > F tabel maka pengaruh pergaulan (Variabel X) terhadap pemilihan karir (Variabel Y) adalah terbukti signifikan kepercayaan 95%. PEMBAHASAN Pergaulan pengaruh terhadap pemilihan karir siswa kelas X SMA Negeri 1 Amarasi. Karena berdasarkan hasil penelitian. F tabel 05 = 3. 316 < F hitung 0. 05 = 15189,072, maka hipotesis Ha ada pengaruh yang signifikan antara pergaulan dengan pemilihan karir siswa. Dengan adanya pengaruh pergaulan terhadap pemilihan karir siswa. Berdasarkan perhitungan statistik F hitung > F tabel. Hal ini berarti membuktikan bahwa dengan pergaulan dapat berdampak pada pemilihan karir siswa. Dengan demikian teman sangat dominan terhadap adanya pengaruh pergaulan terhadap pemilihan karir. Hal tersebut senada dengan ungkapan Syafei . 6:20-. mengatakan bahwa dengan bergaul dengan teman dan masyarakat, anak memperoleh kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri dan anak mengekspresikan apa yang dihayatinya. Teman bergaul yang wajar, memberikan kesempatan kepada anak untuk menyerap dan mencerna semua pengalaman sesuai dengan pilihan kesukaannya tanpa merasa dipaksa. Dengan adanya teman bergaul dapat memberikan keuntungan dan kerugian. Dikatakan baik bila sikap, ucapan, dan perbuatan yang diserap dan dicerna oleh anak dari teman bergaulnya adalah sikap, ucapan dan perbuatan yang baik dan bersusila karena akan berpengaruh baik bagi perkembangan Dikatakan tidak baik bila sikap, ucapan dan perbuatan yang diserap dan dicerna anak merupakan sikap, ucapan dan perbuatan yang tidak baik karena tidak akan menguntungkan bagi perkembangan anak. Seorang anak akan bergaul dengan siapa saja terutama dengan teman sebayanya. Hasil penelitian ini mendukung pendapat di atas bahwa teman bergaul, teman sebagaya dan masyarakat sangat penting untuk pemilihan karir siswa. Pengaruh teman bergaul, teman sebagaya dan masyarakat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk menyerap dan mencerna semua pengalaman sesuai dengan pilihan kesukaannya tanpa merasa dipaksa. SIMPULAN Hasil laporan penelitian telah ditemukan data, pengelolaan data dan analisis data dengan Pengaruh pergaulan terhadap pemilihan karir siswa kelas X SMA Negeri 1 Amarasi. Hasil analisis data dengan pengujian hipotesis dapat dikemukakan kesimpulan bahwa ada pengaruh pergaulan terhadap pemilihan karir siswa kelas X SMA Negeri 1 Amarasi. Hal ini membuktikan berdasarkan Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan | Volume 5. No. Juli 2022, 60-69 hasil penelitian F tabel 0,05 = 3,316 F hitung < 15189,072, maka hipotesis Ha ada pengaruh ysng signifikan antara pergaulan dengan pemilihan karir siswa SARAN Dengan melihat hasil penelitian yang pergaulan dengan pemilihan karir siswa kelas X SMA Negeri 1 Amarasi. Maka penulis akan memberikan sumbangan pemikiran berupa saran-saran sebagai berikut: Orang tua harus bisa menanamkan mulai sejak dini dan mengontrol pergaulan anak, karena pergaulan bisa membuat anak melakukan halhal di luar keinginan orang tua. Sekolah dapat mengarahkan siswanya dan memotivasi agar lebih giat dalam menentukan masa depan Bagi masyarakat harus membuat aturan berupa sangsi bagi anak yang pergaulannya diluar norma aturan Bagi peneliti selanjutnya topik yang sama dengan skripsi ini. Penulis kegiatan apa saja yang di lakukan siswa ketika bersama dengan temantemann bergaul atau sebaya selain pemilihan karir. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Teman Sebaya. Bandung. Sinar Baru Algesindo. Anonim. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta. Gramedia. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta. Rineka Cipta. Arikunto. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta. Rineka Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Basrowi. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Ghalia Indonesia. Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi i. Jakarta. Balai Pustaka. Darmadi. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta. Dariyo. Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor: Ghalia Indonesia. Gani. Bimbingan Karir. Bandung: Angkasa. Ghozally. Memahami Perkembangan Psikologi Remaja. Jakarta. Prestasi Pustaka. Hadi. , & Haryono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia