Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. Asatiza :Jurnal Pendidikan P-ISSN: 2721-0723 | E-ISSN: 2716-3202 https://ejournal. stai-tbh. id/index. php/asatiza Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa Pandemi Covid-19 Rahmat Rifai Lubis1,a. Indah Widya Jaya Putri Nasution2,b. Vira Audilla3,c. Rizki Hasanah4,d. Wimbi Achmad Sauqi Zainal Abidin5,e STAI Sumatera. Medan. Indonesia 2, 3,4,5, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia pailubis8@gmail. com, b indahwidyajayaputri@gmail. com, c viraaudilla101@gmail. hasanahrizki586@gmail. com, e wimbiahmad30@gmail. Abstract INFORMASI This study aimed at finding out the implementation of character education ARTIKEL through Islamic Religious Education during the Covid-19 period at Darul Histori Artikel: Ilmi Murni Private Junior High School. The study focused on three Diterima : 23/12/2021 domains, namely planning, implementing, and evaluating the character Direvisi : 11/01/2022 education in Islamic Religious Education learning during the Covid-19 Disetujui : 12/01/2022 This research was qualitative. The subjects were principals and Diterbitkan : 31/01/2022 PAI teachers. The data were collected using observation, documentation, and in-depth interviews. The results indicated that in the planning process Keywords: for character education during the COVID-19 pandemic, an educator is Character Education, required to prepare an attractive lesson plan. While in the implementation Covid-19 Pandemic, of character education, educators instill character values with the method Islamic Religious of inquiry, discussion, question and answer, lectures, giving advice, and Education the Al-Quran Tahfidz program. Meanwhile, the evaluation aspect is carried out through communication and assessment sheets. Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Pandemi Covid-19. Pendidikan Agama Islam DOI: https://doi. org/10. *Correspondence Author: pailubis8@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada masa Covid-19 di SMP Swasta Darul Ilmi Murni yang difokuskan kepada tiga ranah yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada masa covid19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru PAI dan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses perencanaan pendidikan karakter di masa pandemi covid-19 seorang pendidik dituntut untuk menyusun RPP yang menarik. Sedangkan pada pelaksanaan pendidikan karakter, pendidik menanamkan nilai-nilai karakter dengan metode inquiry, diskusi, tanya jawab dan ceramah, pemberian nasehat dan program tahfidz Al-Quran. Sementara itu pada aspek evaluasi dilakukan melalui komunikasi dan lembar penilaian. Cara mensitasi artikel: Lubis. Nasution. Audilla. Hasanah. , & Abidin. Implementasi pendidikan karakter melalui mata pelajaran pendidikan agama Islam pada masa Pandemi covid-19. Asatiza: Jurnal Pendidikan, 3. , 33-47. https://doi. org/10. 46963/asatiza. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan, setiap manusia pasti membutuhkan pendidikan sepanjang masa dan di mana pun ia berada, karena tanpa adanya pendidikan maka kita sebagai manusia sulit untuk berkembang dan akan menjadi Editorial Address: Kampus STAI Auliaurrasyidin Tembilahan Jl. Gerilya No. 12 Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213 Mail: asatiza@stai-tbh. | 33 Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa AA Rahmat Rifai Lubis, dkk. yang terbelakang. (Hariyanto & Anjaryati. Melalui pendidikan dapat mencapai suatu cita-cita, karena orang yang berpendidikan dapat mengubah hidupnya menjadi yang lebih baik lagi, dapat menilai baik buruknya sesuatu hal yang dapat ditanamkan dalam dirinya, sehingga tidak mudah ditipu daya oleh seseorang. Dengan demikian kita sebagai manusia benar-benar mengajarkan agar dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Dalam hal ini berkualitas maksudnya adalah manusiamanusia yang mampu bersaing, dan bermanfaat untuk banyak orang dan yang paling penting adalah memiliki akhlak dan karakter yang baik. Tertanamnya karakter yang baik dalam diri peserta didik jika dibekali oleh ajaran-ajaran dan bimbingan yang baik Dalam penanaman suatu karakter yang baik, maka sangat penting memberikan contoh, melatih, menegur, menasihati, memotivasi serta peraturan yang mengikat peserta didik untuk menaatinya sehingga dapat mengubah karakter peserta didik ke arah yang lebih baik. (Sugiana & Sofyan. Pada akhir 2019, virus covid-19 menyerang negara Indonesia yang menyebabkan berubahnya kehidupan masyarakat baik dari segi sosial, ekonomi maupun bidang pendidikan, yang dilaksanakan di rumah yaitu proses menggunakan teknologi sebagai alat dalam kelangsungan proses pembelajaran sesuai dengan surat edaran menteri | 34 pendidikan dan kebudayaan nomor 4 (Ilmiah, 2. Mewabahnya virus covid-19 sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan dan merubah secara total proses pembelajaran yang awalnya luring menjadi daring. Hingga saat ini proses pembelajaran masih bersifat terbatas dan belum sepenuhnya dilakukan secara tatap Oleh sebab itu, peserta didik masih memanfaatkan teknologi sebagai alat dalam proses pembelajaran. dipungkiri keseharian peserta didik menggunakan handpone menyebabkan peserta didik ketergantungan dengan Jika orang tua dapat membatasi penggunaan handpone di rumah dan mengawasi proses pembelajaran anak di rumah, maka anak tidak terjerumus dengan pergaulan yang bebas yang Tetapi jika orang tua tidak membatasi penggunaan handpone di rumah maka anak akan ketergantungan dengan handpone dan menggunakan gadget pada hal-hal yang kurang bermanfaat dan berdampak negatif terhadap pembentukan karakter anak. (Siahaan, 2. Maka dari itu, orang tua sangat penting dalam hal mengawasi proses pembelajaran anak di rumah, mengingat dalam proses pembelajaran keberadaan internet dan teknologi tidak pernah terlepas dalam kesehariannya, tidak hanya efek positif yang diperoleh dari media sosial yaitu menambah wawasan tetapi terdapat efek negatifnya yaitu anak malas dalam proses pembelajaran, sehingga jika tidak dibimbing dan diawasi akan Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa A Rahmat Rifai Lubis, dkk berdampak buruk pada anak yaitu kecanduan dan pembentukan karakter yang tidak baik. (Risalah. Ibad. Maghfiroh. M I Azza, & Ulfayati, 2. Memasuki masa remaja merupakan masa di mana anak masih bersifat labil, memiliki emosi yang tinggi, mudah terpengaruh dan terbebasnya anak dari masa kekanak-kanakan menuju masa (Marwoko, 2. Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat, proses pembelajaran yang sepenuhnya belum dilaksanakan secara tatap muka dan terbatas dan memanfaatkan gadget sebagai alat dalam keberlangsungan proses pembelajaran, tidak menutup kemungkinan akan berdampak kepada karakter anak jika tidak diawasi dalam proses pembelajaran, maka anak akan memiliki karakter yang buruk nilai-nilai pendidikan karakter yang baik. Misalnya saja akibat proses pembelajaran yang dilakukan secara daring sangat berdampak pada proses pembelajaran peserta didik, terlihat di lokasi penelitian bahwasanya setelah proses pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka, anak merasa malas belajar dan berkurangnya rasa disiplin pada siswa sehingga banyak peserta didik yang terlambat dan masih terdapat siswa yang tidak memenuhi tanggung jawab yang di Penanaman nilai-nilai pendidikan karakter tidak sepenuhnya dilakukan oleh guru dalam proses pembentukannya, melainkan orang tua juga harus mampu membina dan mendidik anak dengan memberikan pembelajaran dan mengawasi menempatkan anak di lingkungan yang baik, agar tertanam dalam diri anak karakter yang baik. Pendidikan karakter menurut Khan harus dilaksanakan secara sadar dan terencana untuk membimbing peserta (Khan, 2. Proses pembentukan nilai-nilai karakter dapat dilakukan menggunakan metode pembelajaran yang baik sehingga menumbuhkan karakter yang baik dalam jiwa peserta didik. Pendidikan Karakter pandangan Muchlas Samani & Haryanto adalah proses pemberian tuntutan dan menjadikan manusia yang berkarakter dalam dimensi akal, budi, raga, rasa dan (Hariyanto & Samani, 2. Pendidikan karakter merupakan sesuatu yang sangat penting ditanamkan kepada peserta didik. Dikarenakan supaya dapat berperilaku dan berkata yang baik di lingkungan masyarakat dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan sekolah seorang guru menanamkan pendidikan karakter yang baik kepada peserta didik. Menurut Asmani, seorang guru harus dapat memberikan keteladanan kepada peserta didik, memberikan motivasi serta bimbingan dalam hal mengarahkan peserta didik ke arah yang lebih baik, maka dari itu seorang guru memberikan contoh yang baik, karena guru merupakan panutan bagi siswa ketika berada di sekolah, dengan begitu dapat melahirkan peserta didik Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 35 Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa AA Rahmat Rifai Lubis, dkk. yang memiliki karakter yang baik. (Jamal & Asmani. , 2. Orang yang bersikap baik, sopan santun, dan tertanam karakter yang baik dalam dirinya berarti orang yang memiliki kepribadian, perilaku serta berwatak yang menempatkan dirinya terhadap sesuatu yang dipandang baik maupun buruk, bisa dikatakan orang yang mengetahui mana yang baik dan tidak baik dilakukan. Penanaman pendidikan karakter bukan hanya dilakukan secara dengan memberikan teori kepada peserta didik. Melainkan peran seorang guru dalam lembaga sekolah sangat penting untuk memberikan contoh kepada peserta didik, dengan begitu peserta didik dapat menirunya dan menerapkannya dalam sehari-hari membentuk karakter yang baik dalam diri peserta didik dengan ajaran dan contoh yang diberikan. Dalam penanaman pendidikan karakter kepada peserta didik sangat baik dilakukan melalui pembelajaran PAI. dikarenakan melalui pembelajaran PAI dapat menjadikan seseorang menjadi muslim yang taat kepada Allah yang mengetahui apa kewajiban yang harus dilaksanakan serta menjauhi apa yang telah dilarang dan mengamalkan ajaranajaran agama dalam kehidupan sehari-hari (Rosyad & Zuchdi, 2. Oleh sebab itu, pentingnya anak ditanami dengan pembelajaran pendidikan agama Islam, supaya tertanam dalam diri anak karakter yang baik, semenjak proses pembelajaran dilakukan secara daring, anak menjadi ketergantungan dengan | 36 handpone dan muda terpengaruh dengan hal-hal yang tidak baik, dikarenakan keaktifan mereka bersosial media membuat mereka lupa diri bahkan membuang waktu dengan sia-sia. Dalam Al-Quran disebutkan orang yang tidak menggunakan waktunya dengan baik teramasuk dalam orang-orang yang Allah SWT berfirman dalam AlQuran tepatnya pada Surah Al-Asr: 1-3 (Nurasih. Rasidin, & Witro, 2. yang AuDemi Masam Sebetulnya manusia itu betul-betul dalam merugi kecuali orang-orang yang beriman kepada kebaikan dan nasehat menasihati biar menasihati agar menetapi kesabaranAy. Pendidikan agama Islam dapat menjadi banteng dalam hal memperbaiki karakter seseorang menjadi lebih baik. Dikarenakan pendidikan agama Islam akan diajarkan mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang ditinggal untuk menguatkan iman dalam perbuatan sehari-hari agar (Ahmad, 2. menyatakan bahwa Perilaku yang buruk yang banyak ditemukan di kalangan remaja akibat memiliki karakter yang buruk dan kurangnya perhatian dari orang tua dengan pembekalan agama Islam maka akan terdampak pada pergaulannya, misalnya tawuran antar pelajar, terjerumus ke narkoba, buka situs porno, berbicara yang tidak sopan baik itu di dunia maya dan dunia nyata. Bahkan tidak jarang juga kita temui banyak siswa yang hamil di luar Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka perlu sekali siswa belajar pendidikan agama Islam untuk Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa A Rahmat Rifai Lubis, dkk membentengi diri mereka agar mengetahui mana yang baik dilakukan dan tidak, karena seyogianya di masa pandemi ini, proses pembelajaran yang bersifat terbatas, peran orang tua dan guru sangat penting dalam hal membimbing proses pembelajaran anak terutama dalam pemberian contoh dan ajaran agama Islam ke anak, agar tertanam karakter yang baik dalam diri anak. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan di SMP Darul Ilmi Murni Medan untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran PAI di masa covid-19, yang tujuannya untuk memberikan gambaran karakter melalui pendidikan agama Islam dimasa pandemi Covid-19 dan serta ingin pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam dan bagaimana hasil evaluasi pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam pada masa covid-19. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menekankan pada penggunaan analisis dan bersifat deskriptif untuk memaparkan fenomena yang terjadi di lapangan sesuai dengan subjek penelitian yang dipaparkan dalam bentuk kata-kata. (Zakariah, 2. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran PAI di masa covid-19 yang kemudian di deskripsikan secara sistematis berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMP Darul Ilmi Medan. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data adalah dengan melaksanakan observasi, interview . awancara Pada dasarnya observasi yang dicoba dalam penelitian ini adalah implementasi pendidikan karakter lewat mata pelajaran pendidikan agama Islam di masa covid-19 pada sekolah tersebut. Wawancara memperoleh data yang akurat dan sumber data yang tepat untuk menjaring informasi yang berkaitan dengan berbagai ketentuan pengimplementasian pendidikan karakter disekolah Darul Ilmi. Dalam penelitian ini, kami mewawancarai 2 orang informan yang terdiri dari kepala sekolah dan guru PAI Darul Ilmi. Sebagaimana kami melontarkan pertanyaan dan narasumber yang akan memberikan jawaban terhadap judul yang kami teliti. Sedangkan dokumentasi digunakan dalam penelitian ini untuk memperkuat analisis penelitian kami yang berhubungan dengan implementasi pendidikan karakter melalui RPP guru PAI dan kegiatan rutin sekolah dalam mencari informasi tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran PAI di Masa Covid-19 Proses pembelajaran yang masih bersifat terbatas dan belum sepenuhnya dilakukan tatap muka, pada praktiknya penerapan pendidikan karakter terlebih dahulu dilakukan seorang guru dengan merancang RPP yang merupakan tahap awal yang harus dipersiapkan seorang guru sebelum memulai pembelajaran. seorang guru sangat dituntut untuk Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 37 Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa AA Rahmat Rifai Lubis, dkk. menguasai dan kreatif dalam pembuatan RPP, agar pembelajaran berlangsung secara menyenangkan dan menantang dan peserta didik mudah memahami materi pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya dapat tercapai. (Lestari. Dalam pendidikan karakter, berdasarkan hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa sekolah SMP Darul Ilmi Murni Medan nilai-nilai karakter dengan menjadikan Rasulullah sebagai panutan dalam perbuatan maupun perkataan yang ditanamkan melalui proses pembelajaran yang tertuang dalam RPP. Silabus maupun program sekolah dalam membentuk karakter yang baik kepada peserta didik di masa Covid-19. Adapun nilai-nilai pendidikan karakter yang dikembangkan seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar yaitu: Pertama, nilai kejujuran. Seorang guru selalu memberikan nasehat kepada pembelajarannya bahwa sangat penting menanamkan sifat jujur dalam diri dikarenakan setiap perbuatan dan perkataan yang kita lakukan ada malaikat yang selalu mencatat amal baik dan buruk kita dalam kehidupan sehari-hari. Dan untuk membentuk sifat jujur dalam diri anak, guru meminta kepada orang tua anak pembelajaran anak di rumah dan memberikan nasehat kepada anak pentingnya bersikap jujur dalam hal apa Kedua, nilai kedisiplinan. Seorang guru membuat peraturan agar siswa | 38 memiliki sikap disiplin melihat proses pembelajaran yang belum sepenuhnya dilakukan secara tatap muka, maka peraturan yang dibuat lebih ketat agar tertanam dalam diri siswa sifat takut dan disiplin, seorang guru memberikan punisment maupun reward untuk membuat siswa lebih disiplin dalam proses Ketiga, nilai kerja sama. Dalam menumbuhkan sikap kerja sama dalam diri siswa, di masa pembelajaran yang masih menerapkan proses pembelajaran dengan cara berdiskusi, dengan begitu siswa dapat menumbuhkan sikap kerja sama dalam hal memecahkan suatu permasalahan dan Keempat, nilai tanggung jawab. Dalam menanamkan nilai tanggung jawab dalam diri siswa, seorang guru memberikan tugas baik tugas berbentuk individu maupun kelompok agar siswa dapat tertanam dalam dirinya sifat tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dan memberikan punisment terhadap siswa yang tidak dapat menyelesaikannya agar terlatih sifat tanggung jawab dalam dirinya. Kelima, nilai hormat. Dalam menanamkan nilai hormat dalam diri siswa, seorang guru memberikan nasehat dan melatih peserta didik bagaimana hormat kepada orang yang lebih tua, baik kepada orang tua, guru maupun teman sehingga dengan diberikan nasehat tertanam dalam diri siswa akhlak yang baik dan menjadikan Rasulullah sebagai panutan dalam hal perkataan maupun perbuatan di kehidupan sehari-hari. Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa A Rahmat Rifai Lubis, dkk Keenam. Nilai religius. Dalam menanamkan nilai religius kepada peserta didik seorang guru memberikan nasehat ketika dalam proses pembelajaran agar lebih mendekatkan diri kepada Allah diperintahkan dan apa yang dilarang dalam agama Islam, dan menanamkan kepada peserta didik cinta terhadap AlQuran. Ketujuh, nilai demokrasi. Dalam menanamkan nilai demokrasi kepada peserta didik, seorang guru memberikan menghargai pendapat orang dalam memberikan suatu masukan terhadap permasalahan yang ingin dipecahkan dan terbuka menerima masukan orang lain. Dengan proses pembelajaran yang dilakukan dengan berdiskusi dapat menumbuhkan nilai demokrasi dalam diri seorang siswa. Kedelapan, nilai peduli sosial. Dalam menanamkan nilai peduli sosial kepada peserta didik, seorang guru mengajarkan dan memberikan nasehat bahwa pentingnya membantu orang yang kesusahan dalam hal kebaikan, karena setiap kebaikan yang dilakukan akan diberikan ganjaran yang setimpal oleh Allah. Dan kerja sama dengan orang tua menjadi faktor keberhasilan dalam penanaman nilai peduli sosial dalam diri Nilai-nilai ditanamkan guru PAI SMP Darul Ilmi Murni Medan dalam proses pembelajaran di masa covid-19 yang masih bersifat terbatas dan belum sepenuhnya tatap Penanaman nilai-nilai karakter dilakukan oleh seorang guru melainkan bekerja sama dengan orang tua agar membantu dalam menanamkan karakter yang baik dengan memberikan pelajaran dan pengawasan di rumah dalam proses Tidak nilai-nilai karakter diaplikasikan, melainkan sekolah Darul Ilmi Murni Medan memiliki program menghafal Al-Quran dalam menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik. Dalam program tersebut siswa dituntut untuk menghafal Al-Quran dengan target yang telah ditentukan. Untuk tingkat kelas VII ditargetkan hafal 1 juz, tingkat kelas Vi ditargetkan hafal 2 juz, dan untuk tingkat kelas IX ditargetkan hafal 3 juz. Dengan adanya program tersebut dapat menanamkan ke dalam diri peserta didik cinta terhadap AlQuran dan nilai-nilai karakter yang baik, bagaimana semangatnya siswa menghafal Al-Quran dan kemudian menyetorkannya kepada pembimbing sehingga dengan begitu tertanam nilai-nilai karakter yang baik kepada peserta didik, baik nilai kejujuran, tanggung jawab dan lain Program menghafal Al-Quran tersebut di masa pandemi covid-19 masih tetap dilaksanakan walaupun proses dikarenakan merupakan salah satu ciri khas dari sekolah tersebut, yaitu lulus dengan memiliki hafalan. Pelaksanaan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran PAI di Masa Covid-19 SMP Darul Ilmu Murni Medan yang berlokasi di Jalan Karya Jaya Ujung. Kec. Namo Rambe. Kabupaten Deli Serdang Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 39 Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa AA Rahmat Rifai Lubis, dkk. dengan akreditasi sekolah A, memiliki mewujudkan SMP Darul Ilmi Murni menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan terpadu untuk menghasilkan AuQurAoani GenerationAy. Sedangkan misinya yaitu: . membentuk siswa yang takwa dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan maupun masyarakat sosial, . membentuk siswa yang berkarakter, memiliki jati diri, sehat jasmani dan rohani serta berakhlakul karimah, . berprestasi dalam ilmu pengetahuan maupun teknologi, . mengoptimalkan siswa untuk sekali responsif serta mahir di bidang ICT dan multimedia. Dalam proses pembelajaran saat ini. SMP Darul Ilmi Murni Medan masih melakukan proses pembelajaran secara terbatas dan belum sepenuhnya dilakukan secara tatap muka, walaupun sekolah tersebut berada di zona hijau. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka dimulai ketika kepala sekolah mendapatkan perintah dari dinas pendidikan yang mana setiap memperbolehkan pelaksanaan tatap muka, jika SK tersebut tidak memperbolehkan sekolah tersebut belajar secara tatap muka, pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan beralih menjadi daring. Keputusan tidak hanya dari SK dinas pendidikan saja yang memperbolehkan peserta didik untuk belajar secara tatap muka, melainkan keputusan orang tua juga berlaku dalam hal memperbolehkan anak belajar secara daring, karena tidak semuanya siswa bertempat tinggal di zona hijau, sehingga pihak sekolah memperbolehkan siswa tidak belajar secara luring jika orang tua | 40 tidak memperbolehkan dengan alasan masih berada di zona merah. Oleh sebab itu, proses pembelajaran di SMP Darul Ilmi Murni Medan ada yang dilakukan secara daring dan ada juga secara tatap muka dengan waktu yang terbatas, yaitu 40 menit pada setiap satu Untuk pembelajaran yang tatap muka siswa dibagi menjadi dua shift, shift pertama dimulai dari pukul 08. 20, dan untuk shift kedua dimulai dari pukul 13. dan dilaksanakan setiap harinya, dan untuk siswa yang tidak bisa mengikuti proses pembelajaran tatap muka, terhitung sebanya 3 siswa, maka mengikuti jadwal pembelajaran tatap muka yang dilakukan pada shift pertama. Dalam pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah SMP Darul Ilmi Murni Medan, metode pembelajaran yang digunakan oleh guru PAI adalah metode inquiry, diskusi, tanya jawab dan ceramah. Melalui metode inquiry diharapkan siswa dapat berpikir secara kritis dalam menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan dan memiliki rasa ingin tahu besar dan mengasah kemampuan berpikir siswa. Melalui metode diskusi diharapkan peserta didik dapat bekerja sama dalam hal memutuskan jawaban terhadap masalah yang ingin dipecahkan dan melatih peserta didik berani mengemukakan pendapat dan membentuk rasa solidaritas antar peserta Melalui metode tanya jawab diharapkan peserta didik lebih aktif dalam hal bertanya, tidak hanya sebagai pendengar, tetapi adanya komunikasi terhadap sesuatu yang tidak dipahami dan menumbuhkan keberanian dalam hal Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa A Rahmat Rifai Lubis, dkk mengemukakan pendapat. Melalui metode ceramah diharapkan peserta didik dapat memahami materi yang disampaikan secara dalam dikarenakan pendidik memberikan wawasan yang luas terhadap materi yang dibahas. Pada dasarnya penggunaan metodemetode tersebut tidak selalu dapat berjalan dengan lancar, baik diterapkan dalam kondisi daring maupun luring, disinilah seorang guru dituntut untuk dapat menggunakan metode pembelajaran yang membangkitkan semangat belajar siswa dan materi yang disampaikan mudah Dalam hal memilih metode pembelajaran yang baik ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan seorang guru yaitu: seorang guru harus menetapkan apa tujuan yang ingin dicapai peserta didik, selain itu seorang guru harus memperhatikan kemampuan peserta didik dan penguasaan guru terhadap pemakaian metode tersebut atau dikatakan memiliki menyesuaikan dengan sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah. Sehingga dengan memperhatikan hal ini proses pembelajaran dapat berjalan secara baik dan efektif dan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan (Ulfa & Saifuddin, 2. Setelah observasi dan wawancara bahwasanya pelaksanaan pendidikan karakter melalui pembelajaran PAI di SMP Darul Ilmi Murni Medan tidak hanya melalui metode pembelajaran yang digunakan oleh pendidik tetapi terdapat nilai-nilai pendidikan yang pendidik tanamkan kepada peserta didik melalui kegiatan belajar mengajar yaitu: . nilai karakter kejujuran, yaitu tidak berbohong dalam hal perkataan maupun perbuatan, tidak menyontek tugas teman. nilai karakter kedisiplinan, yaitu seorang guru membuat peraturan dengan memberikan punisment terhadap siswa yang terlambat sekolah dan tidak mengikuti peraturan, sehingga dengan adanya punisment dapat membuat peserta didik lebih disiplin dan takut akan . nilai karakter kerja sama, yaitu setalah pendidik selesai menjelaskan materi pembelajaran, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan suatu masalah yang akan dipecahkan sehingga dengan begitu tertanam dalam diri peserta menyelesaikan suatu masalah. nilai karakter tanggung jawab, yaitu setelah guru menyampaikan bahan ajarnya, guru memberikan tugas untuk melihat pemahaman peserta didik terhadap materi yang dijelaskan, sehingga dengan begitu peserta didik diajarkan bagaimana mengemban bentuk tanggung jawab yang harus dipenuhi dan memberikan nasehat kepada peserta didik apa yang harus dilakukan di rumah sebagai bentuk hormat kepada kedua orang tua untuk selalu menghormati dan menyayanginya. nilai karakter rasa hormat, yaitu pendidik selalu memberikan nasehat dan mengajarkan peserta didik bagaimana hormat kepada orang tua, guru dengan patuh dan taat terhadap tugas yang diberikan, dan tidak . nilai karakter religius, pembelajaran dengan membaca surah menanamkan kepada peserta didik jangan pernah tinggalkan Shalat di mana pun kita Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 41 Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa AA Rahmat Rifai Lubis, dkk. berada, dan selalu menaati apa pun yang Allah meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah. nilai karakter demokrasi, yaitu dalam memutuskan sesuatu guru selalu mengajak siswa untuk memutuskannya secara bersama baik masalah tugas dan lain sebagainya, sehingga dapat melatih peserta didik dalam memberikan pendapat dan menghargai suatu pendapat, artinya guru memberikan ruang kepada siswa untuk berdialog dalam memutuskan sesuatu yang terbaik. nilai karakter peduli sosial, yaitu pendidik selalu mengajarkan peserta didik pentingnya menanamkan sikap tolong menolong yaitu membatu orang yang kesusahan dan jangan pelit akan suatu ilmu. Pelaksanaan penanaman pendidikan karakter lainnya yang diterapkan oleh sekolah SMP Darul Ilmi Murni Medan melalui program Tahfidz Quran yaitu menanamkan kepada peserta didik cinta terhadap Al-Quran sehingga tertanamnya akhlak yang baik dalam berperilaku. Program ini menekankan peserta didik untuk menghafal Al-Quran sesuai dengan target yang telah ditentukan untuk setiap jenjangnya, dan setiap peserta didik pembimbing yang telah ditentukan. Ketika proses pembelajaran tatap muka, kegiatan menyetor hafalan dilakukan secara tatap muka dengan menghampiri pembimbing dan kemudian menyetorkan hafalannya, dan setelah selesai hafalan tersebut disetor maka pembimbing menuliskan jumlah ayat yang disetor di buku hafalan yang kemudian menandatanganinya, dan ketika proses pembelajaran dilakukan secara daring, maka setoran hafalan dilakukan | 42 secara daring melalui aplikasi zoom dengan mata peserta didik ditutup dengan kain agar siswa tidak dapat melihatnya. Dengan adanya program ini dapat menanamkan akhlak yang baik kepada peserta didik dengan terbentuknya nilai kejujuran, tanggung jawab dan cinta terhadap Al-Quran dan mendorong peserta didik agar selalu dekat kepada sang Evaluasi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran PAI di Masa Covid-19 Evaluasi pendidikan karakter di sekolah SMP Darul Ilmi Murni Medan merupakan bagian berarti yang tidak boleh sebab untuk menanamkan pendidikan karakter disekolah ini terlebih dimasa pandemi seperti ini pasti tidaklah Guru telah melaksanakan seluruh upaya untuk menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik di waktu pandemi ini, penilaian inilah yang jadi perlengkapan ukur buat melihat sepanjang mana keterlaksanaan dan seberapa berhasil program pendidikan karakter yang sudah diterapkan. Penilaian menyelenggarakan pendidikan karakter yang lebih unggul. Di dalam kelas, guru tidak hanya pelaksanaan pembelajaran tetapi juga melakukan evaluasi. evaluasi pendidikan karakter ini di dilaksanakan di dalam kelas dengan melakukan pemantauan terhadap tingkah laku peserta didiknya, entah itu sikapnya dengan sesama teman ataupun dengan gurunya. Dengan itu terlebih dahulu guru PAI tersebut menjalin ikatan dengan mereka seperti mengenal namanya terlebih dahulu, seperti apa mereka di Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa A Rahmat Rifai Lubis, dkk rumah, seperti apa temannya dan Tingkat karakter yang pertama itu adalah di rumah, karna di rumah evaluasi karakter melibatkan siswanya, orang tuanya bahkan lingkungan sekitarnya sendiri. Pada penilaian karakter ini, orang tua bisa pergi ke sekolah untuk melakukan diskusi kecil/ wawancara dengan guru atau kepala sekolah . awancara tatap muk. Lalu, dalam penilaian pendidikan karakter, tingkat evaluasi kedua adalah yang mana disekolah inilah siswa akan bercengkerama dengan temantemannya tidak hanya dengan temannya saja melainkan dengan guru-guru lainnya termasuklah kepala sekolah, tata usaha . enaga administrasi sekola. , penjaga sekolah, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja , peserta didik ini akan berjumpa dengan seluruh komunitas sekolah dengan kapasitas yang amat banyak dibandingkan di dalam kelas. Sehingga dengan ini memungkinkan guru untuk memantau kegiatan siswa tersebut untuk berinteraksi dengan lingkungan sekolah. Jadi segala sesuatu itu berproses, tak ada yang langsung jadi, sedangkan yang instan saja juga ada prosesnya. Menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab terhadap siswa , apalagi mengingat daring ini banyak siswa yang tidak disiplin cara guru PAI tersebut menerapkan disiplin lebih cenderung dengan cara mencontohkan menerapkan masuk tepat waktu dikelas Berdasarkan contoh nyata, siswa cukup melakukan dalam keterbatasan saat ini, seperti halnya jika akalnya yang kosong maka isilah ia dengan ilmu yang bermanfaat, dan jika hatinya yang kosong isilah dia dengan zikir. Karena kesatuan pola pikir dan zikir inilah yang akan membentuk pribadi yang ulul albab Memberikan contoh teladan pada setiap perilaku juga akan membiasakan siswa dengan sikap dan perilakunya yang ulul sehingga akan merasa berbahagia, dan mudah diterima ketika memupuk nilai-nilai karakter. (Cahyaningrum. Sudaryanti, & Purwanto, 2. Semua komponen, termasuk siswa, guru, dan panutan dari orang yang sangat percaya diri dalam melakukan yang terbaik. Sama halnya ketika kita sudah menemukan potensi tapi tidak pernah diasah dan dikembangkan pasti akan hilang dengan sia-sia bak pedang yang sangat tajam kalau tidak pernah diasah dan dipakai pasti lama kelamaan ketajamannya akan hilang. Keteladanan adalah tahapan yang penting dalam kembangkan karakter pada masa pandemi seperti ini. Pendidikan karakter dianggap sebagai bentuk kepribadian yang harus dijalankan dalam kehidupan yang real. Kita harus belajar untuk lebih peduli pada hal-hal yang kita anggap biasa saja karena biasanya akan terlihat berharga pada saat kita kehilangan untuk memilikinya lagi. Jadi unsur keteladanan ini adalah modal pendidikan karakter yang lebih baik lagi. Tidak hanya harus berbicara, tetapi juga keteladanan yang dilaksanakan oleh semua pihak. Seluruh komponen sekolah dan orang tua harus terus bersinergi untuk menciptakan pola perilaku yang bercirikan kepribadian bangsa Indonesia di tengah Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 43 Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa AA Rahmat Rifai Lubis, dkk. pandemi covid-19. Semua anggota sekolah harus bekerja sama untuk membiasakan diri dengan budaya Jadi pendidikan karakter merupakan salah satu bentuk pendidikan bersama yang harus dilaksanakan oleh semua pihak yang terlibat, tidak hanya semata-mata harus diserahkan kepada guru atau sekolah saja. Sebagaimana yang dikatakan guru PAI Darul Ilmi Murni harus tetap menjalin kerja sama antar orang tua untuk salin mengerjakan tugas, mengerjakan ibadah, penggunaan gadget dibatasi dan aktif mengkomunikasikan dengan orang tua untuk tetap memperhatikan anaknya agar tahu mana yang baik dan buruk serta tetap menasihati tentang hal negatif yang sedang terjadi di luar sana. Pada dasarnya penilaian pendidikan karakter berfokus pada penanaman pendidikan nilai-nilai positif kepada seseorang dan membiasakan perilaku yang baik dalam sehari-hari tidak boleh lelah, perlu menjaga semangat dan berupaya meningkatkan kepribadian dan tingkah laku yang berlandaskan nilai-nilai (Agung, 2. Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh guru PAI bahwa nilai2 pendidikan yang diimplementasikan kepada siswa ke dalam proses pembelajaran ia tetap mengingatkan kepada mereka untuk tetap mengerjakan Shalat dan tidak meninggalkannya karena Shalat itulah yang akan mencegah perbuatan keji dan mungkar, jadi itu yang sering diingatkan walaupun dalam keadaan sibuk dan dikomunikasikan kepada orang tua supaya diperhatikan | 44 shalat anaknya di rumah. Dan mengingat di zaman sekarang ini pengaruh luar ataupun pengaruh teknologi ada beberapa anak yang tidak mematuhi . kepada orang tuanya jadi selalu menanamkan kepada mereka nilai kesopanan dan menghargai orang tua, dan jaga silaturahmi ketika ada masalah kepada teman atau saudara jangan sampai berlarut-larut, jadi ada 3 poin penting yaitu menjaga salat, hormati dan sayangi orang tua, serta menjaga silaturahmi. Tidak hanya itu saja, evaluasi disekolah Darul Ilmi menggunakan sistem poin di mana ada reward dan punishment berupa sanksi yang diberikan Guru PAI terhadap siswa yang bersangkutan. ada tugas yang harus diselesaikan beliau memberikan reward sehingga mereka terpancing untuk mengerjakan tugas atau aktif dikelas, lalu diberikan nasehat atau diberikan sedikit punishment seperti ancaman mengurangi nilai jika tidak mengerjakan tugas atau tidak disiplin. beliau yang lebih aktif dikelas tersebut, dengan menyampaikan materi tersebut sambil berjalan keliling dan sesekali meninggikan nada bicara agar tidak ada yang mengantuk ketika jam pelajaran, disampaikan pertanyaan dilemparkan kepada anak-anak dengan kuis agar terpancing untuk mengikutinya dan supaya ada nilainya. Jadi setiap siswa itu diberikan pertanyaan agar siswa itu berpikir atau sesekali dibuat kerja kelompok agar mereka saling bertukar pikiran dengan kelompoknya terkait materi yang diberikan jadi tidak hanya gurunya saja yang menjelaskan. Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa A Rahmat Rifai Lubis, dkk Jadi, berdasarkan hasil observasi, wawancara, serta dokumentasi evaluasi guru terhadap pendidikan karakter dilakukan melalui beberapa kategori: Pertama, melalui interaksi yang baik, artinya guru dan orang tua harus menggunakan kata-kata yang baik jika seorang anak mengalami suatu kesalahan, jangan sampai anak tersinggung dan membenci atas ucapan yang diutarakan dan orang tua sebaiknya memperhatikan proses pembelajaran anak, agar anak bersemangat dalam belajar dan membekali dengan ajaran-ajaran agama sehingga tertanam karakter yang baik. Kedua, melalui lembar penilaian yang telah disiapkan oleh guru. data tersebut berasal dari aktivitas belajar siswa, hasil tugas. Guru menyiapkan angket secara online untuk diisi siswa secara sebenar-benarnya tanpa ada unsur tidak nyata . dan pemberian hukuman dan hadiah berupa nilai atas aktifnya siswa menggerakkan serangkaian aktivitas aktif Evaluasi karakter disekolah SMP Darul Ilmi Murni sudah tersusun dan berjalan dengan baik walaupun dalam keadaan pandemi. Hal ini bisa dilihat dengan adanya aturan yang telah ditetapkan sekolah terkait apa saja yang dilakukan siswa, perkembangannya dan kegiatannya selama disekolah maupun di luar sekolah atas kerja sama dengan orang tua. SIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat ditarik bahwa perencanaan pendidikan karakter melalui pembelajaran PAI di masa Covid-19 yaitu seorang guru dituntut untuk menyusun RPP yang menarik dalam hal proses pembelajaran. penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yaitu: nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, hormat, religius, demokrasi, dan peduli sosial. Selain itu, sekolah ini memiliki program menghafal Al-Quran yang mana siswa dituntut untuk menghafal Al-Quran dengan batas yang telah ditetapkan. Untuk tingkat kelas VII ditargetkan hafal 1 juz, tingkat kelas Vi ditargetkan hafal 2 juz, dan untuk tingkat kelas IX ditargetkan hafal 3 juz. Sedangkan pelaksanaan pendidikan karakter melalui pembelajaran PAI di Masa Covid-19, yaitu dalam proses pembelajaran seorang guru menggunakan metode pembelajaran seperti metode inquiry, diskusi, tanya jawab dan ceramah. Dan seorang guru juga menanamkan nilainilai pendidikan karakter kepada peserta didik, seperti: nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai kerja sama, nilai tanggung jawab, nilai hormat, nilai religius, nilai demokrasi, nilai peduli sosial, yang dilakukan secara daring dan ada juga secara tatap muka dengan waktu yang terbatas, yaitu 40 menit pada setiap satu mata pelajaran. Untuk yang tatap muka siswa dibagi menjadi dua shift, dimulai dari pukul 08. 20, dan shift kedua pada pukul 13. Evaluasi melalui pembelajaran PAI di masa Covid19 dilaksanakan melalui beberapa aspek yaitu: Pertama, melalui komunikasi yang baik antara guru dengan orang tua. Kedua, melalui lembar penilaian yang telah disiapkan oleh guru seperti dari aktivitas Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 45 Implementasi Pendidikan Karakter melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa AA Rahmat Rifai Lubis, dkk. belajar siswa, hasil tugas, maupun hasil partisipasi dalam pembelajaran, dan memberikan sedikit punishment dan reward atas kegiatan aktifnya siswa untuk serangkaian aktivitas aktif lainnya. REFERENSI