Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Revitalisasi Lingkungan Pesisir Melalui Aksi Generasi Muda Dalam Pengolahan Sampah dan Penghijauan Di Kelurahan Malabro Lorenza Dwi Yanzi1. Muhammad Rafli Ulil Amri2. Lundi Nadita3. Muhammad Reza Iqbal4. Diah Putri Amanda5. Sonya Grise Veronika6*. Heni Nopianti7 1,2,3,4,5,6,7 Program Studi Sosiologi. Universitas Bengkulu Email: sonyaferonikha@gmail. com 6* Abstrak Lingkungan pesisir mempunyai peran penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan ekologi Namun, meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan pesisir menyebabkan permasalahan lingkungan, seperti pencemaran sampah dan berkurangnya penghijauan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi anak muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pelatihan daur ulang sampah dan penghijauan. Metode yang digunakan dalam keiatan ini adalah Metode Pelatihan dan Pendampingan dalam mengolah sampah dan menanam pohon di lingkungan pesisir, sehingga kelompok remaja dan pemuda dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yang diikuti sebanyak 30 orang peserta terdiri dari remaja dan pemuda kegiatan ini meliputi koordinasi dan diskusi bersama Ketua RT setempat untuk persiapan kegiatan, penyuluhan materi, pelatihan mendaur ulang sampah, dan pendampingan kepada peserta generasi muda dalam Hasil kegiatan menunjukkan antusias peserta dalam partisipasi kegiatan pelatihan daur ulang dan pendampingan penghijauan. Mereka mampu mempraktikkan pembuatan kerajinan dari sampah dan aktif dalam penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian dalam pemulihan lingkungan. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran dan kepedulian generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan pesisir berkelanjutan. Keywords: Generasi muda. Lingkungan pesisir. Revitalisasi lingkungan PENDAHULUAN Lingkungan pesisir merupakan wilayah yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat baik itu dalam aspek sosial, ekonomi, dan ekologi. Wilayah pesisir yang berkaitan dan identik dengan laut, hal ini menyebabkan kawasan pesisir banyak dijumpai kegiatan nelayan, wisatawan, serta para pedagang baik itu menjual dari hasil laut maupun menjual sesuatu yang berasal dari luar laut. Wilayah pesisir tidak hanya dipadati oleh banyaknya pengunjung ataupun akvtivitas masyarakat, tetapi juga pertumbuhan penduduk dalam masyarakat yang tinggal disekitar wilayah pesisir terebut yang semakin berjalannya waktu semakin meningkat dan bertambah. Namun, dengan padatnya dan pesatnya warga penduduk setempat dan aktivitas masyarakat dalam maupun luar wilayah pesisir membuat kondisi lingkungan pesisir tersebut dapat menyebabakan berbagai masalah lingkungan, salah satunya adalah pencemaran sampah. Sampah dapat berasal dari aktivitas di darat maupun aktivitas di laut, dan semuanya akan tiba di pesisir dan laut. Sampah yang ada di laut disebut sebagai sampah laut. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pembuangan sampah ke wilayah laut didasarkan pada pemikiran bahwa laut memiliki luasan yang besar, sehingga sampah yang dibuang atau bermuara ke wilayah laut dapat tidak akan mempengaruhi wilayah tersebut. Sampah yang berada di wilayah pesisir dan laut dihasilkan dari aktivitas manusia di darat yang terbawa melalui aliran sungai, maupun yang dibuang langsung ke wilayah laut. Begitupun penduduk yang bertempat tinggal di lingkungan pesisir tersebut membuang sampah rumah tangga dengan sembarangan tanpa mempertimbangkan resiko untuk kedepannya. Hal ini juga dikarenakan laut telah dianggap sebagai tempat pembuangan sampah karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang dampak sampah laut bagi sumber daya yang ada di laut (Tuahatu. Manuputty and Tuhumury, 2. Masalah tersebut juga terjadi di pantai Kota Bengkulu yang merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi wisata dan perikanan. Kunjungan wisata didominasi oleh wisatawan yang berdomisili dari Kota Bengkulu dan wisatawan lokal dari daerah-daerah dalam satu Provinsi Bengkulu. Namun, belum mampu menarik wisatawan dari luar Provinsi Bengkulu dan dari mancanegara. Salah satu faktor penyebabnya disinyalir dari belum terkelolanya lingkungan pantai dari sampah baik yang berasal dari pedagang, wisatawan maupun sampah rumah tangga kelurahan sekitar kawasan wisata. Sampah berserakan dan menumpuk di beberapa titik kawasan pantai. Persentase timbulan sampah tertinggi adalah yang berasal dari sungai sebesar 60,61%, mengingat lokasi pantai pariwisata Kota Bengkulu dimuarai sungai besar antara lain, sungai Bangkahulu, sungai Hutan Cemara Jengalu. Diduga hal ini akibat kebiasaan masyarakat setempat membuang sampah ke aliran sungai atau ke pinggir pantai (Satmaidi et al. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu mencatat lonjakan volume sampah yang signifikan selama libur Idulfitri 1446 Hijriah sebesar 80 persen jika dibandingkan dengan hari biasanya. Ia menyebutkan, meningkatnya volume sampah selama libur lebaran salah satunya berasal dari sampah di objek wisata yang ada di Kota Bengkulu terutama pada objek wisata. TRIBUNBENGKULU. COM, juga menjelaskan bahwa kenaikan jumlah sampah ini besar berasal dari limbah sisa makanan dan kemasan, seperti, kardus, dan berbagai material non-organik lainnya. Permasalahan yang terjadi tidak hanya tentang sampah yang masih banyak berserakan, namun, penghijauan juga haruslah mendapat perhatian khusus bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir, penghijauan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan secara teratur karena dengan penghijauan dapat menangani krisis lingkungan terutamaa lingkungan pesisir pantai. Karena mengingat juga saat ini lingkungan pesisir pantai terdapat pembangunan-pembangunan yang dibuat oleh masyarakat baik untuk Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 tempat wisata, atau tempat mata pencaharian masyarakat setempat yang membuat berkurangnya tanaman pohon di lingkungan pesisir pasar. Menurut penelitian Salida et al, . Penghijauan adalah aktivitas menanam berbagai jenis tanaman keras di lahan kosong di luar kawasan hutan, khususnya pada tanah milik masyarakat. Tanaman yang ditanam dapat berupa pohon hutan, pohon buah-buahan, tanaman perkebunan, tanaman penahan erosi, tanaman penutup tanah, serta rumput untuk pakan ternak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memulihkan, menjaga, dan meningkatkan kembali kesuburan tanah agar lahan tersebut tetap produktif dan berfungsi dengan baik. Maka dari itu, pentingnya bagi masyarakat memiliki kesadaran untuk kembali memulihkan lingkungan terutama lingkungan pesisir yang hijau untuk mempertahankan keseimbangan air laut dan mengurangi erosi serta pengikisan yang terjadi di lingkungan pesisir. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh tim pengabdian menunjukkan bahwa kelurahan Malebro terdapat generasi muda dari anak usia remaja sampai pemuda yang masih begitu sedikit untuk memiliki kesadaran dalam melakukan pelestarian lingkungan disekitar. Melalui kegiatan pengabdian ini yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Pesisir dengan cara melakukan pelatihan mengenai penghijauan dan sampah yaitu, mendaur ulang dengan membuat kerajinan dari sampah serta melakukan penghijauan dengan menanam Kiranya generasi muda yang diharapkan dapat menjadi agen of change ditengahtengah krisis wilayah terutama di wilayah pesisir. Kurangnya pemahaman dalam mengelola sampah di sekitar lingkungan pesisir membuat sampah semakin berserakan dan menyebabkan dampak yang tidak sedikit merugikan, sampah yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran air dapat berakibat terjadinya banjir, maka dari itu perlu adanya pengelolahan sampah untuk mengurangi sampah yang ada, tidak hanya itu, melakukan penghijauan juga dapat mengurangi terjadinya kerusakan lingkungan pesisir. Sebagaimana uraian mengenai analisis situasi di atas, maka aksi Generasi Muda Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara menjadi salah satu bagian penting yang dapat menjadi sasaran dalan kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Pesisir. Oleh karena itu kegiatan pelatihan dan pendampingan yang akan diselenggarakan diarahkan bagi seluruh Generasi Muda Kelurahan Malabero sebagai upaya dalam menciptakan revitalisasi lingkungan pesisir. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan meningkatkan kesadaran para remaja/pemuda dalam menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan sekitar melalui aksi nyata mendorong partisipatif aktif remaja/pemuda dalam kegiatan pengolahan sampah dan penghijauan sebagai bentuk kontribusi dalam yang berkelanjutan dan mengurangi volume sampah melalui kegiatan Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 pengolahan sampah dan mengembalikan fungsi ekologis lingkungan melalui kegiatan METODE KEGIATAN Pengabdian Kepada Masyarakat ini berlokasi di Kelurahan Malabro. Kecamatan Teluk Segara. Kota Bengkulu yang merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi wisata dan Kunjungan wisata didominasi oleh wisatawan yang berdomisili dari Kota Bengkulu dan wisatawan lokal dari daerah-daerah dalam satu Provinsi Bengkulu. Namun, belum mampu menarik wisatawan dari luar Provinsi Bengkulu dan dari mancanegara. Salah satu faktor penyebabnya disinyalir dari belum terkelolanya lingkungan pantai dari sampah baik yang berasal dari pedagang, wisatawan maupun sampah rumah tangga kelurahan sekitar kawasan wisata. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Minggu, 11 Mei 2025 yang dimulai pukul 15. 30WIB dan dilanjutkan pada hari Senin tanggal 12 Mei 2025 yang dimulai pada pukul 16. 00 WIB. Peserta kegiatan ini berjumlah 30-an para kaum muda dengan usia remaja dari 10-15 tahun dan para pemuda dari usia 19-23 tahun. Penentuan peserta berdasarkan keterlibatan kaum pemuda dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat pesisir. Dalam mengatasi permasalahan yang terjadi sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya, maka dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini terdapat beberapa metode pendekatan yaitu. Metode Pelatihan dan Pendampingan. Metode pelatihan merupakan merupakan suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir dimana masyarakat mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk meningkatkan kualitas kerja, meningkatkan sikap moral dan semangat kerja, dan meningkatkan rangsangan agar masyarakat peka terhadap kebersihan lingkungan(Yulianti. Dan Tim Pengabdian juga menggunakan metode pendampingan yaitu proses pembinaan yang berkelanjutan setelah pelatihan, bertujuan untuk memastikan bahwa ilmu dan keterampilan yang telah diberikan dapat diterapkan secara nyata dan konsisten(Djohani. HASIL DAN PEMBAHASAN Komunikasi dan Koordinasi Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan langkah koordinasi antar anggota tim sebagai upaya persiapan kegiatan dengan mengunjungi Ketua RT kelurahan Malabero. Setelah berbicara dan mengutarakan maksud kedatangan tim pengabdian masyarakat pesisir. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 pak RT menyambut dengan baik rencana dan selanjutnya meminta tim pengabdian untuk langsung berkoordinasi dengan anak-anak muda Kelurahan Malabero untuk mengajak mereka berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebelumnya Pak RT sudah terlebih dahulu menjelaskan bahwa anak-anak muda di kelurahan Malebro tidak terlalu banyak yang aktif dalam kegiatankegiatan seperti belajar bersama karena mengingat saat ini banyak anak muda yang lebih memilih untuk bermain hp dibandingkan mengikuti sebuah kegiatan. Namun, pak RT tetap akan berusaha untuk mendorong para anak muda di kelurahan Malebro untuk dapat mengikuti kegiatan ini, karena baginya generasi muda adalah generasi penerus, dengan adanya kegiatan ini dapat melatih para generasi muda untuk belajar menjadi agen perubahan terutama dalam masalah lingkungan yang seringkali dapat menghambat kegiatan dan mempengaruhi kehiddupan masyarakat setempat. Setelah beberapa jam berbicara dan melakukan koordinasi bersama pak RT, beliau pun menyetujui kegiatan yang akan tim pengabdian senggelarakan. Kemudian, tim mendiskusikan mengenai waktu dan tempat lokasi untuk diselenggarakannya kegiatan. Pak RT dan Tim Pengabdian pun menyepakati bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan, yaitu pada hari minggu tanggal 11 Mei dan hari senin tanggal 12 Mei 2025 yang pada saat itu hari senin merupakan tanggal merah memperingai hari besar Waisak. Setelah beberapa hari tim pengabdian kembali menghubungi pak RT untuk melakukan koordinasi perihal tempat kegiatan, kemudian pak RT pun memberi arahan bahwa kegiatan tersebut dapat dilakukan di dua tempat, tempat yang pertama untuk kegitan pelatihan dan pendampingan pembuatan kerajianan dari sampah bertempat di kantor Kelurahan, sedangkan tempat kedua untuk kegiatan pendampingan dan pelatihan menanam pohon bertempat di kawasan pinggiran pantai. Setelah membuat kesepakatan bersama dengan pak RT. Tim pengabdian pun mulai melakukan persiapan perihal kegiatan yang akan dilakukan, untuk kegiatan pengolahan sampah dan penghijauan. Tim membagi menjadi dua kelompok karena berhubung peserta pada kegiatan ini terdiri dari para remaja yaitu, siswa/i yang sedang duduk di bangku SD-SMP dan kemudian ada juga yang terdiri dari mahasiswa/I serta sudah bekerja. Maka dari itu. Tim membagi kelompok pertama yaitu, anak-anak muda yang masih menjadi siswa/I untuk mengikuti kegiatan pengolahan sampah yang dilaksanakan pada hari pertama sedangkan untuk anak-anak muda yang terdiri dari mahasiswa/I dan yang sudah bekerja mengikuti kegiatan penghijauan/menanam pohon. Tim pengabdian juga mulai menentukan dan mempertimbangkan konsep, alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat saat ini. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pelatihan Kerajinan Pertemuan pertama diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 11 Mei 2025 yang dimulai pukul 15. 30WIB dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang anak remaja. Tim Pengabdian Masyarakat dengan terlebih dahulu memberikan penyuluhan materi yang bertema Revitalisasi Lingkungan Pesisir melalui Aksi Generasi muda dalam Pengolahan Sampah dan Penghijauan yang bertujuan untuk menjelaskan tujuan dan gambaran mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Materi disampaikan oleh salah satu anggota dari Tim Pengabdian yaitu. Sonya Grise Veronika. Materi disampaikan selama 30 menit. Dalam materi ini disampaikan tentang peran para generasi muda sebagai Agen Of Change atau agen perubahan yang memiliki ide, keterampilan, serta energi yang aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan yang semakin hari semakin memprihatinkan. Materi yang disampaikan juga menjelaskan pentingnya pengolahan sampah terutama sampah plastik yang banyak berserakan di sekitaran pantai dengan cara mendaur ulang menjadi barang yang bermanfaat, tidak hanya mengenai sampah materi yang disampaikan juga mengenai pentingnya aksi dalam melakukan penghijauan disekitar pantai supaya dapat mengurangi abrasi dan membuat lingkungan menjadi lebih asri dan sejuk. Pemaparan materi direspon sangat baik dan antusias oleh para kaum muda yang menjadi peserta dalam kegiatan pengabdian ini. Mengenai hal kegiatan pengolahan sampah yang akan diikuti oleh para remaja. Tim Pengabdian merencanakan untuk melakukan pendampingan dan pelatihan kepada remaja dengan membuat kerajinan dari bahan sampah yang mudah untuk diikuti oleh mereka. Tim pengabdian memutuskan untuk membuat bunga hias dan tempat pensil dari bahan botol plastik minuman bekas, pipet bekas, dan sendok plastik bekas. Alasan memilih kerajinan dari daur ulang sampah ini adalah yang Pertama. Kerajinan ini memanfaatkan barang-barang bekas yang sulit terurai di lingkungan seperti botol plastik, pipet, dan sendok plastik. Kedua. Bermanfaat dan Fungsional seperti Tempat pensil bisa digunakan untuk menyimpan alat tulis, sementara bunga hias bisa mempercantik ruangan. Kedua hasil kerajinan ini tidak hanya menarik tapi juga berguna. Ketiga. Bahan-bahan utama sangat mudah ditemukan karena berasal dari limbah rumah tangga sehari-hari, sehingga tidak memerlukan biaya besar untuk Kegiatan ini difokuskan untuk mengarahkan dan mengajak para generasi muda agar berperan aktif dalam melestarikan lingkungan sekitar dengan memahami tentang pengolahan sampah sehingga dapat dimanfaatkan kembali dan memahami bahwa pentingnya aksi menanam pohon atau penghijauan untuk menjaga lingkungan pesisir tetap terjaga kelestarian, ketahanan dan keasriannya. Sehingga Tim Pengabdian berharap kegiatan yang Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 disampaikan dan dilakukan dapat dimanfaatkan para generasi muda untuk merevitalisasi lingkungan yang berkelanjutan. Gambar 1. Peserta Sedang Praktik Membuat Bunga Hias Dari Tutup Botol Gambar 2. Peserta Sedang Praktik Membuat Bunga Hias Dari Tutup Botol Didampingi Oleh Tim Pengabdian Pendampingan Penanaman Pohon Pertemuan kedua diselenggarakan pada hari Senin tanggal 12 Mei 2025 yang dimulai pada pukul 16. 00 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang yang terdiri dari mahasiswa/I dan ada yang sudah bekerja. Tim Pengabdian Masyarakat memulai dengan melakukan koordinasi kembali dengan salah satu anak muda di kelurahan setempat untuk memastikan kembali pemetaan titik lokasi yang akan ditanami pohon. Pemetaan pun dilakukan dengan masing-masing tempat berada di pinggiran pantai sesuai arahan salah satu anak muda setempat. Pemetaan tempat yang berada di pinggiran pantai memiliki alasan karena menurut observasi yang dilakukan oleh Tim Pengabdian serta hasil wawancara yang dilakukan oleh Tim pengabdian kepada salah satu warga setempat, lokasi tersebut masih banyak terdapat tempat-tempat yang kosong yang belum dan perlu untuk ditanami pohon, menurut penuturan salah satu warga setempt terdapat banyak lembaga atau pihak-pihak tertentu yang juga melakukan kegiatan penanaman pohon, tetapi mereka tidak melakukan proses berkelanjuan dengan cara merawat serta mengevaluasi pohon-pohon yang sudah ditanam sehingga banyak terdapat pohon-pohon yang akhirnya mati. Maka dari itu, kegiatan ini Tim pengabdian berharap terdapat adanya proses keberlanjutan baik dari pihak pemuda setempat maupun dari Tim pengabdian sendiri, dengan cara melakukan pengecekan, merawat bahkan menambah jumlah tanaman pohon yang berjenis sama maupun beda yang tujuannya dapat membuat tempat tersebut menjadi lebih hijau dan asri. Setelah melakukan pemetaan. Tim Pengabdian memberi arahan kepada para peserta yaitu yang terdiri dari para mahasiswa/I dan yang sudah bekerja sebanyak 8 orang dan memberikan penjelasan mengenai alasan menanam pohon dengan 2 jenis pohon yang terdiri dari pohon cemara dan ketapang. Tim pengabdian memutuskan untuk memilih 2 jenis pohon yang akan ditanam, yaitu pohon ketapang dan cemara dengan alasan akar pohon ketapang dan cemara dapat membantu Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 menahan tanah dan pasir, sehingga dapat mencegah erosi dan abrasi pantai akibat gelombang laut dan angin. Pohon Ketapang dan cemara merupakan jenis pohon yang tahan terhadap kondisi pantai seperti angin kencang, tanah berpasir, dan kadar garam yang tinggi. Hal ini membuat mereka cocok tumbuh di kawasan pesisir. Tim pengabdian pun mempersiapkan bibit dari kedua pohon yang akan ditanam, bibit yang dipersiapkan sebanyak 20 buah bibit pohon ketapang dan cemara. Pohon cemara dengan jumlah 10 batang dan pohon ketapang berjumlah 10 batang Pada pertemuan kedua tersebut, peserta kegiatan didampingi dan dilatih untuk melakukan penghijauan atau menanam pohon. Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan penghijauan ini meliputi, cangkul dan bibit pohon yang akan ditanam. Gambar 3. Peserta Sedang Melakukan Penghijaun Dengan Menanam Pohon Ketapang Gambar 4. Peserta Sedang Melakukan Penghijaun Dengan Menanam Pohon Cemara Rancangan Evaluasi Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana dengan baik dan berhasl melibatkan 30 orang peserta dari kalangan generasi muda di Kelurahan Malabero. Dalam kegiatan penghijauan ini, terdapat 20 batang pohon yang terdiri dari pohon ketapang dan cemara telah berhasil ditanam di sekitar lingkungan pesisir pantai yang juga sudah diarahkan oleh masyarakat setempat, peserta juga terlibat langsung dalam kegiatan penghijauan sebanyak 10 orang yang terdiri dari para mahasiswa/I dan ada yang sudah bekerja, peserta tidak hanya melakukan penanaman saja tetapi mereka juga memahami manfaat dari Berdasarkan pemantauan langsung yang dilakukan oleh tim pengabdian satu minggu setelah kegiatan, seluruh pohon yang ditanam masih hidup dan menunjukkan tandatanda adaptasi lingkungan yang baik. Tim pengabdian melakukan evaluasi pada kegiatan pertama dan kedua dengan cara melakukan visit lanjutan dengan mengunjungi lokasi kegiatan seminggu setelah pelaksanaan kegiatan serta melakukan observasi secara langsung di tempat lokasi kegiatan. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Tabel 1. Evaluasi Kegiatan Pengolahan Sampah Indikator Evaluasi Pemahaman pengolahan sampah Sebelum Kegiatan Sudah cukup paham pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan tetapi belum terlalu Keterampilan Belum banyak yang membuat kerajinan memiliki keterampilan dari sampah membuat kerajinan dari disiapkan oleh Tim Kreativitas dalam Belum muncul karena pembuatan produk belum ada arahan untuk membuat kerajinan yang lebih menarik Partisipasi Sesudah Kegiatan Semakin materi dari tim Keterangan Dapat aktifnya respon peserta Peserta jenis kerajinan dari bahan daur ulang Dapat produk kerajinan yang sesuai dengan yang diarahkan oleh Tim Dapat bentuk-bentuk dengan berbagai variasi dari hasil kreativitas seluruh Dapat kehadiran para remaja yang cukup banyak pada berlangsung serta Muncul variasi bentuk, warna, dan fungsi produk kerajinan yang lebih menarik dan Cukup baik, masyarakat Semakin dalam terbuka terhadap terutama para remaja kegiatan lingkungan dan menunjukkan Gambar 5. Hasil Karya Dari Olahan Sampah Tabel 2. Evaluasi Penanaman Pohon Indikator Evaluasi Sebelum Kegiatan Kondisi lokasi Masih terdapat tempat atau lahan yang kosong, dan masih banyak tempat yang minim vegetasi dan pohon untuk berteduh Keterlibatan pemuda Kurang aktif dan kurang minat Intensitas Perawatan Tidak ada masyarakat yang membantu untuk memelihara Sesudah Kegiatan Lebih hijau dan mulai terdapat calon tempat untuk berteduh Lebih aktif dan mulai berminat untuk merawat serta memelihara pohon yang sudah ditanam Terdapat beberapa masyarakat yang ikut memelihara serta mengawasi pohon yang telah diatanam Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Gambar 6. Hasil Penanaman Pohon Ketapang Gambar 7. Hasil Penanaman Pohon Cemara KESIMPULAN Kegiatan pengabdian ini berfokus pada dua aspek utama, yaitu edukasi dan pelatihan pengolahan sampah menjadi produk kerajinan, serta penghijauan kawasan pesisir melalui penanaman pohon. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan generasi muda dalam kegiatan daur ulang sampah mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Produk-produk kerajinan seperti kotak pensil dan bunga hias yang dihasilkan tidak hanya menunjukkan kreativitas peserta, namun juga menjadi bukti bahwa sampah dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat. Selanjutnya, kegiatan penghijauan dengan menanam pohon ketapang dan cemara di sekitar wilayah pesisir berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi dampak abrasi pantai. Pemilihan jenis pohon tersebut mempertimbangkan ketahanan terhadap kondisi lingkungan pesisir, serta kemampuannya dalam menjaga kestabilan tanah dan memperindah Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan partisipasi dan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan, serta memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi aktif dan antuasias para generasi muda terlibat langsung dalam menanam pohon serta memelihara yang sudah ditanam, dari hasil evaluasi pohon yang ditanam tumbuh dan menunjukkan tanda-tanda adaptasi lingkungan yang baik. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat terus dikembangkan dan menjadi model implementasi pengabdian masyarakat yang efektif dan berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesejahteraan sosial masyarakat sekitar terutama di wilayah pesisir yang sangat rentan daan butuh adanya kegiatan aksi nyata yang dilakukan oleh masyarakat terutama para generasi muda dalam merevitalisasi Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 UCAPAN TERIMAKASIH Tim pengabdian mengucapkan terimakasih kepada Ibu Heni Nopianti S. Sos. Si. selaku dosen pengampu mata kuliah Sosiologi Masyarakat Pesisir atas bimbingan dan arahannya, kepada Ketua RT 10 Kelurahan Malabero yang telah menerima kami dengan terbuka dan membantu kelancaran pelaksanaan di lapangan, para peserta dari kalangan generasi muda yang telah antusias terlibat dalam setiap rangkaian kegiatan, serta semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk dalam bentuk bantuan dana, sehingga kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik. DAFTAR PUSTAKA