JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp. p-ISSN :1979-116X. e-ISSN :2621-6248. DOI: 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Ekonomi Khusnul Ashar1. Fariza Hanum Azriana2 farizahanum@student. id*1 , ashar@ub. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Brawijaya. Malang. Indonesia Jl. MT. Haryono No. Ketawanggede. Kec. Lowokwaru. Kota Malang. Jawa Timur 65300 ARTICLE INFO Article history: Received 30 Agustus 2024 Received in revised form 2 Oktober 2024 Accepted 10 November 2024 Available online 1 Desember 2024 ABSTRACT Good financial management is an important aspect of student life, especially for those studying economics. Economics students are expected to have a deep understanding of personal financial management and long-term financial planning. However, not all students have the same ability to manage This research aims to analyze the factors that influence the financial management patterns of students at the Faculty of Economics and Business. Brawijaya University. This research uses a quantitative research method with a cross-sectional survey design, namely, data was collected from 50 students through a structured questionnaire. The research results from this method show that the factors that influence the financial management of economics students are monthly income, knowledge about finance, attitudes toward financial management, experience in financial management, social support, and personal financial needs and goals. Suggestions that can be given to university is to provide guidance to their students include holding regular training on financial management, inviting financial experts to give seminars or guest lectures, and holding student financial counseling. Keywords: Financial management, financial education, financial independence. Pendahuluan Pengelolaan keuangan yang baik merupakan kunci penting dalam kehidupan mahasiswa, terutama bagi mereka yang belajar di bidang ekonomi. Mahasiswa ekonomi sering kali diharapkan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang manajemen keuangan pribadi dan perencanaan keuangan jangka panjang. Namun, realitas menunjukkan bahwa tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan yang sama dalam mengelola keuangan mereka dengan baik. Pengelolaan keuangan yang baik merupakan aspek krusial dalam kehidupan mahasiswa, tidak hanya untuk menjaga stabilitas finansial saat ini tetapi juga untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Studi menunjukkan bahwa literasi keuangan yang baik tidak hanya bermanfaat untuk perencanaan pensiun tetapi juga penting dalam mengelola keuangan sehari-hari (Lusardi & Mitchell, 2. Kemampuan mahasiswa untuk mengelola pendapatan mereka dengan bijaksana, mengatur pengeluaran, serta merencanakan tabungan dan investasi jangka panjang sangat menentukan untuk mencapai kemandirian finansial. Menurut Mandell dan Klein . , program pendidikan keuangan di perguruan tinggi membantu meningkatkan literasi keuangan mahasiswa, yang kemudian berkontribusi pada kemampuan mereka dalam membuat keputusan keuangan yang cerdas dan efektif. Pengetahuan keuangan, sikap terhadap risiko, pengalaman keluarga, dan pendidikan keuangan di perguruan tinggi merupakan faktor utama yang memengaruhi pola pengelolaan keuangan mahasiswa (O'Neill & Xiao, 2. Mahasiswa yang memiliki pengetahuan keuangan Received Oktober 23, 2024. Revised Oktober 2, 2024. November 22, 2024 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n yang lebih baik cenderung lebih mampu mengelola keuangan mereka dengan efektif dan mengurangi risiko terkait stres keuangan. Pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya mengurangi stres finansial dan meningkatkan kesejahteraan psikologis, tetapi juga memberikan mahasiswa kepercayaan diri dan kemandirian finansial di masa depan. Studi yang dilakukan oleh Lusardi dan Mitchell . menunjukkan bahwa literasi keuangan yang tinggi berkorelasi positif dengan kesejahteraan finansial dalam jangka panjang. Dalam rangka mencapai kemandirian finansial dan stabilitas keuangan jangka panjang, pengelolaan keuangan yang baik adalah kunci utama bagi mahasiswa. Dengan memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang baik, mahasiswa dapat membangun pondasi yang kokoh untuk masa depan yang lebih stabil dan lebih sukses secara Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pola pengelolaan keuangan mahasiswa fakultas ekonomi. Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan dapat ditemukan strategi atau rekomendasi untuk meningkatkan pemahaman dan praktik pengelolaan keuangan mahasiswa. Penelitian ini penting karena pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya mempengaruhi kehidupan pribadi mahasiswa saat ini, tetapi juga membentuk kebiasaan yang akan berdampak jangka panjang pada keuangan mereka setelah lulus. Metode Penelitian Desain Penelitian Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei lintas-seksi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada 50 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya program Studi Ekonomi Keuangan dan Perbankan. Populasi dan Sampel Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa aktif semester genap. Sampel dipilih Instrumen Pengumpulan Data Kuesioner terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data tentang profil demografis, pengetahuan keuangan, sikap terhadap risiko, dan praktik pengelolaan Hasil dan Analisis Deskripsi Responden Kegiatan Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan responden sebanyak 50 mahasiswa. Dari total 50 orang responden, sebanyak 62% atau 31 orang adalah perempuan, sedangkan 38% atau 19 orang adalah laki-laki. Tabel 1. Responden Menurut Jenis Kelamin Jawaban Jumlah (Oran. Prosentase Laki Laki Perempuan Total Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Ekonomi (Khusnul Asha. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Gambar 1. Prosentase Responden Menurut Jenis Kelamin Dari data responden tersebut, penelitian dilanjutkan dengan pengambilan data tentang penerimaan pendapatan per bulan responden. Dari data kuisioner yang didapat, diketahui untuk Tingkat pendapatan responden adalah sebagai berikut: Tabel 2 Responden Menurut Penerimaan Pendapatan Bulanan Penerimaan Bulanan (R. Kurang dari 1 juta Rupiah Satu Juta Rupiah sampai dengan 3 Juta Rupiah Tiga Juta Ruliah sampai Dengan 5 Juta Ruliah Lebih dari 5 juta Rupiah Total Jumlah Prosentase Gambar 2 Prosentase Responden Menurut Penerimaan Pendapatan Bulanan Kurang dari 1 juta Rupiah Satu Juta Rupiah sampai dengan 3 Juta Rupiah Tiga Juta Ruliah sampai Dengan 5 Juta Ruliah Lebih dari 5 juta Rupiah Data yang disajikan dalam tabel dan gambar tersebut menunjukkan distribusi penerimaan pendapatan bulanan dari sekelompok 50 responden. Mayoritas responden, yaitu 64% atau 32 orang. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 374 Ae 387 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n memiliki pendapatan bulanan antara satu juta hingga tiga juta Rupiah. Sebanyak 28% atau 14 orang responden mendapatkan pendapatan kurang dari satu juta Rupiah per bulan, sedangkan 8% atau 4 orang responden memiliki pendapatan bulanan antara tiga juta hingga lima juta Rupiah. Tidak ada responden yang melaporkan memiliki pendapatan lebih dari lima juta Rupiah. Dengan demikian, pada penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa sebagian besar responden memiliki pendapatan di angka satu juta rupiah hingga 3 juta rupiah. Profil responden dengan rentang mayoritas berpendapatan 1 juta hingga 3 juta rupiah ini, juga di representasikan oleh hasil penelitian mengenai Jumlah Responden Menurut Jenis dan Jumlah Kendaraan yang dimiliki. Data dan gambar di bawah ini menunjukkan jumlah responden berdasarkan kepemilikan kendaraan. Tabel 3. Responden Menurut Jenis dan Jumlah Kendaraan yang dimiliki Alat Transportasi Sepeda Motor Sepeda Motor dan Mobil 1 Sepeda Motor dan Mobil lebih dari 1 Total Jumlah Prosentase Gambar 3 Responden Menurut Jenis dan Jumlah Kendaraan yang Sepeda Motor Sepeda Motor dan Mobil 1 Sepeda Motor dan Mobil lebih dari 1 Tabel dan gambar diatas menampilkan jenis dan jumlah kendaraan yang dimiliki oleh responden. Dari total 50 responden, mayoritas, yaitu 52% . , memiliki kombinasi sepeda motor dan satu mobil. Sebanyak 32% . hanya memiliki sepeda motor, sementara 16% . memiliki sepeda motor dan lebih dari satu mobil. Data ini menggambarkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki lebih dari satu jenis kendaraan, yang menunjukkan preferensi atau kebutuhan untuk fleksibilitas dalam moda transportasi. Selain dari jenis kendaraan yang dimiliki, profil responden juga di representasikan dalam data akomodasi responden di malang. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Ekonomi (Khusnul Asha. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Tabel 4. Responden Menurut Akomodasi di Malang Akomodasi Jumlah Prosentase Tinggal dengan orang tua Kost Kontrak Rumah sharing Total Gambar 4 Prosentase Responden Menurut Akomodasi di Malang Tinggal dengan orang tua Kost Kontrak Rumah sharing Tabel tersebut menunjukkan distribusi jenis tempat tinggal dari 50 responden di Malang. Sebagian besar responden, atau sebanyak 66% . , tinggal di kost. Sekitar 30% . tinggal bersama orang tua mereka, yang menunjukkan kecenderungan untuk tinggal di rumah keluarga mungkin karena alasan ekonomi atau kenyamanan. Sementara itu, hanya 4% . yang melakukan kontrak rumah secara bersama-sama atau sharing, yang menunjukkan pilihan yang kurang populer di kalangan responden. Data ini mengindikasikan preferensi yang kuat terhadap tinggal di kost di kalangan responden di Malang, yang mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti independensi, ketersediaan, dan lokasi yang strategis dekat dengan universitas atau tempat Data deskripsi responden tersebut juga dilengkapi dengan data Responden yang Kost menurut harga sewa kamarnya per bulan. Berdasarkan penelitian yang sudah di lakukan, diketahui bahwa data responden adalah sebagai berikut: Tabel 4. Responden yang Kost menurut harga sewa kamarnya per bulan Harga sewa kamar per bulan (R. Jumlah Prosentase Lebih dari 1000000 Jumlah mahasiswa yang kost JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 374 Ae 387 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Gambar 4 Responden yang Kost menurut harga sewa kamarnya per bulan Lebih dari 1000000 Tabel dan gambar ini menampilkan informasi tentang biaya sewa kamar per bulan untuk 35 responden yang tinggal di kost. Data menunjukkan bahwa tidak ada responden yang membayar sewa di bawah 400. 000 Rupiah. Hanya satu orang . %) yang membayar antara 401. 000 sampai 000 Rupiah per bulan. Sebagian besar responden, atau 34% . , membayar dalam 000 hingga 750. 000 Rupiah. Sementara itu, sebanyak 31% . masing-masing membayar dalam kisaran 751. 000 hingga 1. 000 Rupiah, dan lebih dari 1. 000 Rupiah. Analisis ini menunjukkan bahwa mayoritas responden membayar sewa yang relatif tinggi untuk kost mereka, dengan sekitar 62% responden membayar lebih dari 750. 000 Rupiah per bulan. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa kost-kostan di area tersebut mungkin menawarkan fasilitas yang lebih baik atau berada di lokasi yang lebih strategis, yang menjadikan harga sewa menjadi lebih tinggi. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pola Pengelolaan Keuangan Mengacu pada tinjauan Pustaka mengenai pola pengelolaan keuangan mahasiswa ekonomi, faktor faktor yang mempengaruhi pola pengelolaan keuangan ini antara lain adalah pengetahuan keuangan, sikap terhadap risiko, stabilitas tingkat pendapatan dan pengeluaran, pengalaman keluarga dan faktor-faktor psikologis. Data mengenai Pengetahuan Keuangan Responden, berdasarkan penilian responden terhadap faktor faktor yang mempengaruhi pola pengelolaan keuangan tersaji pada tabel dan gambar berikut ini: Tabel 5. Prosentase Jumlah Responden Menurut Penilaiannya Terhadap faktor faktor yang mempengaruhi pola pengelolaan keuangan Sangat Tidak Penting Tidak Penting Netral Penting Sangat Penting Total Penghasilan Bulanan Pengetahuan tentang Keuangan Sikap terhadap Pengelolaan Keuangan Pengalaman dengan Pengelolaan Keuangan Dukungan Sosial . ari keluarga, teman, atau mentor Kebutuhan dan Tujuan Keuangan Pribadi Faktor Faktor Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Ekonomi (Khusnul Asha. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Tabel 5 Prosentase Jumlah Responden Menurut Penilaiannya Terhadap faktor faktor yang mempengaruhi pola pengelolaan Sangat Tidak Penting Tidak Penting Netral Penting Sangat Penting Total Penghasilan Bulanan Pengetahuan tentang Keuangan Sikap terhadap Pengelolaan Keuangan Pengalaman dengan Pengelolaan Keuangan Dukungan Sosial . ari keluarga, teman, atau mentor Kebutuhan dan Tujuan Keuangan Pribadi Tabel ini menunjukkan penilaian responden terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pola pengelolaan keuangan Responden. Data menunjukkan bahwa penghasilan bulanan adalah faktor yang dianggap paling penting, dengan 62% responden menilai hal ini sebagai sangat penting dan 36% sebagai penting. Pengetahuan tentang keuangan juga dianggap penting dengan 58% responden menilai sangat penting. Selain itu, kebutuhan dan tujuan keuangan pribadi dianggap sangat penting oleh 68% responden. Sikap terhadap pengelolaan keuangan juga mendapat perhatian, dengan 38% menilainya sebagai netral dan 56% sebagai penting. Dukungan sosial dari keluarga, teman, atau mentor memiliki variasi dalam penilaian dengan 32% merasa netral dan 34% menilai penting. Grafik batang menyajikan visualisasi yang jelas dari penilaian ini, dengan bar-bar yang menunjukkan distribusi penilaian dari 'Sangat Tidak Penting' hingga 'Sangat Penting' untuk masing-masing faktor. Sementara itu, faktor pengetahuan keuangan pada Analisis faktor faktor yang mempengaruhi pola pengelolaan keuangan mahasiswa ekonomi tertuang pada data table dan gambar berikut: Tabel 6. Pengetahuan Responden tentang Konsep Dasar Pengelolaan Keuangan Pribadi Jawaban Jumlah (Oran. Prosentase Tidak Total JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 374 Ae 387 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Gambar 6 Pengetahuan Responden tentang Konsep Dasar Pengelolaan Keuangan Pribadi Tidak Tabel dan gambar ini menunjukkan seberapa banyak responden yang merasa memiliki pengetahuan yang cukup tentang konsep dasar pengelolaan keuangan pribadi. Dari total 50 responden, sebagian besar, yaitu 78% atau 39 orang, merasa bahwa mereka memiliki pengetahuan yang cukup. Sementara itu, 22% atau 11 orang merasa bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang konsep dasar ini. Dengan demikian pada penelitian ini, sebagian besar responden merasa memiliki pengetahuan yang cukup mengenai konsep dasar pengelolaan keuangan pribadi. Faktor lain yang berpengaruh pada pola pengelolaan keuangan mahasiswa ekonomi adalah pernah tidaknya responden mengikuti pelatihan pelatihan atau seminar tentang pengelolaan keuangan. Tabel 7. Apakah Responden Pernah mengikuti pelatihan atau seminar tentang pengelolaan Jawaban Jumlah (Oran. Prosentase Tidak Total Gambar 7 Apakah Responden Pernah mengikuti pelatihan atau seminar tentang pengelolaan keuangan Tidak Total Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Ekonomi (Khusnul Asha. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Tabel dan Grafik tersebut menunjukkan, dari total 50 responden, hanya 20 orang atau 40% yang mengatakan bahwa responden pernah mengikuti pelatihan atau seminar tentang pengelolaan Sementara itu, 30 orang atau 60% dari responden menyatakan bahwa mereka belum pernah mengikuti pelatihan atau seminar. Grafik pie yang disajikan porsi yang lebih besar untuk responden yang belum pernah mengikuti pelatihan . %) dibandingkan dengan yang sudah pernah . %). Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pentingnya pengetahuan keuangan, masih terdapat sejumlah besar individu yang belum mendapatkan pelatihan formal dalam pengelolaan keuangan. Tabel 8. Tingkat Efektifitas Pola pengelolaan Keuangan Responden Dalam Mencapai Tujuan Keuangan Jawaban Jumlah Prosentase Sangat Tidak Efektif Tidak Efektif Netral Efektif Sangat Efektif Total Gambar 8 Tingkat efektifitas Pola Pengelolaan Keuangan Responden dalam mencapai Tujuan Keuangan Sangat Tidak Efektif Tidak Efektif Netral Efektif Sangat Efektif Total Tabel 18 Tingkat Efektifitas Pola pengelolaan Keuangan Responden Dalam Mencapai Tujuan Keuangan Jumlah Tabel 18 Tingkat Efektifitas Pola pengelolaan Keuangan Responden Dalam Mencapai Tujuan Keuangan Prosentase Tabel dan grafik tersebut menunjukkan persepsi responden tentang efektivitas pengelolaan keuangan mereka dalam mencapai tujuan keuangan. Dari total 50 responden, hanya 1 orang atau 2% yang merasa pengelolaan keuangannya "Sangat Tidak Efektif. " Sejumlah 8 orang atau 16% menganggapnya "Tidak Efektif", dan sebagian besar, yaitu 21 orang atau 42%, memberikan penilaian "Netral", menunjukkan bahwa mereka tidak yakin akan efektivitas atau tidaknya pengelolaan keuangan mereka. Lebih lanjut, 17 responden atau 34% merasa pengelolaan keuangannya "Efektif", dan hanya 3 orang atau 6% yang merasa bahwa pengelolaan keuangan mereka "Sangat Efektif" dalam mencapai tujuan keuangan. Ini mengindikasikan bahwa walaupun sebagian besar responden merasa cukup JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 374 Ae 387 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n berhasil, masih ada ruang yang cukup besar untuk peningkatan dalam pengelolaan keuangan yang bisa membantu mereka mencapai tujuan keuangan dengan lebih baik. Tabel 9. Seberapa mudah Responden merasa memahami dan menggunakan anggaran bulanan atau rencana keuangan yang telah disusun Jawaban Jumlah Sangat Sulit Sulit Netral Mudah Sangat Mudah Total Prosentase Gambar 9 Seberapa mudah Responden merasa memahami dan menggunakan anggaran bulanan atau rencana keuangan yang telah disusun Sangat Mudah. Sangat Sulit, 0% Sulit, 10% Sangat Sulit Sulit Netral Mudah, 42% Netral, 38% Mudah Sangat Mudah Tabel dan gambar 19 mengilustrasikan persepsi responden mengenai kemudahan dalam memahami dan menggunakan anggaran bulanan atau rencana keuangan yang telah mereka susun. Dari data yang ditampilkan, sebagian besar responden, yaitu 42%, menyatakan bahwa mereka merasa "Mudah" dalam menggunakan anggaran. Sementara itu, 38% responden memberikan penilaian "Netral", yang menunjukkan bahwa mereka tidak merasa sulit namun juga tidak merasa sangat mudah dalam menggunakan anggaran. Persentase yang lebih kecil, yaitu 10%, merasa bahwa menggunakan anggaran adalah "Sulit" dan hanya 10% yang merasa sangat mudah, menyatakan "Sangat Mudah". Tidak ada responden yang merasa bahwa menggunakan anggaran sangat sulit, hal ini menunjukkan bahwa kebanyakan responden memiliki pemahaman yang cukup baik tentang anggaran keuangan mereka atau bahwa anggaran yang disusun sudah cukup mudah dipahami. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Ekonomi (Khusnul Asha. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Tabel 10. Seberapa sering Responden berhasil mematuhi anggaran bulanan atau rencana keuangan yang Telah disusun Jawaban Jarang Sekali Kadang Kadang Sering Hampir Selalu Selalu Total Jumlah Prosentase Gambar 10. Seberapa Sering Responden Berhasil Mematuhi Anggaran Bulanan Atau Rencana Keuangan Yang Telah Disusun Selalu, 6% Hampir Selalu, 30% Jarang Sekali. Kadang Kadang, 36% Sering, 24% Data pada gambar diatas menunjukkan tingkat kepatuhan responden terhadap anggaran bulanan atau rencana keuangan yang mereka susun. Dari 50 responden, sebagian besar, atau 36%, menyatakan bahwa mereka "Kadang Kadang" berhasil mematuhi anggaran, hal ini menunjukkan adanya ketidakstabilan dalam pengelolaan keuangan mereka. Hasil data tersebut diikuti oleh 24% responden yang menyatakan "Sering" berhasil mematuhi anggaran, dan 30% mengatakan "Hampir Selalu" berhasil. Di sisi lain, hanya 6% dari responden yang menyatakan bahwa mereka "Selalu" mematuhi anggaran, menunjukkan tingkat disiplin keuangan yang sangat tinggi. Namun, masih terdapat 4% yang "Jarang Sekali" berhasil mematuhi anggaran. Hal ini menandakan bahwa beberapa individu masih kesulitan dalam mengikuti rencana keuangan yang telah ditetapkan. Grafik pie yang disajikan mengilustrasikan persentase tersebut dengan jelas, data tersebut menekankan bahwa meskipun banyak responden berhasil mematuhi anggaran secara periodik, namun sebagian besar belum dapat secara konsisten mengikuti rencana keuangan mereka dengan Tabel 11. Seberapa sering Responden mencapai tujuan keuangan yang telah tetapkan untuk diri sendiri Jawaban Jumlah Prosentase Jarang Sekali Kadang Kadang Sering Hampir Selalu Selalu Total JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 374 Ae 387 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Gambar 11. Seberapa Sering Responden Mencapai Tujuan Keuangan Yang Telah Tetapkan Untuk Diri Sendiri Selalu Selalu, 12% Hampir Selalu. Hampir Selalu Sering Sering, 34% Kadang Kadang. Kadang Kadang Jarang Sekali Jarang Sekali, 0% Tabel 21 Seberapa sering Responden mencapai tujuan keuangan yang telah tetapkan untuk diri sendiri Prosentase Grafik dan tabel tersebut menunjukkan frekuensi responden dalam mencapai tujuan keuangan yang telah ditetapkan untuk diri sendiri. Dari total 50 responden, sebagian besar, yaitu 38% atau 19 orang, menyatakan bahwa mereka "Kadang Kadang" mencapai tujuan keuangan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun beberapa tujuan keuangan telah tercapai, namun masih ada ketidakstabilan atau tantangan yang dihadapi. Sebanyak 34%, atau 17 responden, mengatakan bahwa mereka "Sering" mencapai tujuan keuangan mereka, hal ini menunjukkan bahwa mereka cukup berhasil dalam mengelola keuangan untuk mencapai tujuan yang lebih sering daripada tidak. Selanjutnya, 16% atau 8 responden menyatakan "Hampir Selalu" mencapai tujuan mereka, sedangkan 12% atau 6 responden menyatakan bahwa mereka "Selalu" berhasil mencapai tujuan keuangan, menunjukkan tingkat kesuksesan yang tinggi dan konsisten dalam pengelolaan keuangan. Menariknya, tidak ada responden yang menyatakan "Jarang Sekali" berhasil mencapai tujuan keuangan mereka, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beberapa tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan keuangan yang mereka tetapkan. Grafik batang horizontal yang disajikan secara visual menunjukkan "Kadang Kadang" dan "Sering" sebagai jawaban yang paling umum. Hal ini menggaris bawahi bahwa, meskipun banyak responden yang membuat kemajuan terhadap tujuan keuangan mereka, beberapa responden masih membutuhkan panduan untuk meningkatkan konsistensi dan efektivitas pengelolaan keuangan. Tabel 12. Apakah Responden merasa pola pengelolaan keuangan membantu mengurangi stres atau kecemasan terkait keuangan Jawaban Jumlah Prosentase Tidak Sama Sekali Sedikit Netral Cukup Sangat Membantu Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Ekonomi (Khusnul Asha. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Total Gambar 12. Apakah Responden merasa pola pengelolaan keuangan membantu mengurangi stres atau kecemasan terkait keuangan Prosentase Sangat Membantu Cukup Netral Sedikit Tidak Sama Sekali Gambar dan tabel yang disajikan menggambarkan pandangan responden terhadap efektivitas pola pengelolaan keuangan mereka dalam mengurangi stres atau kecemasan keuangan. Dari total 50 responden, tidak ada responden yang merasa bahwa pengelolaan keuangan mereka "Tidak Sama Sekali" membantu mengurangi stres, hal ini menunjukkan bahwa setiap responden mendapatkan manfaat, meskipun bervariasi, dari pengelolaan keuangan mereka. Sebanyak 9 responden, atau 18%, merasa bahwa pengelolaan keuangan mereka "Sedikit" membantu mengurangi stres, sementara 13 responden, atau 26%, merasa "Netral" tentang efek pengelolaan keuangan terhadap tingkat stres mereka. Angka prosentase ini mungkin menunjukkan bahwa mereka belum melihat pengaruh signifikan atau memiliki faktor stres lain yang tidak sepenuhnya ditangani oleh pengelolaan keuangan saja. Pola pengelolaan keuangan dianggap "Cukup" membantu oleh 19 responden, atau 38%, yang merupakan mayoritas, menunjukkan bahwa sejumlah besar individu melihat manfaat konkret dari pengelolaan keuangan yang baik terhadap kestabilan emosional mereka. Selain itu, 9 responden, atau 18%, merasa sangat terbantu dan menganggap pengelolaan keuangan mereka sebagai "Sangat Membantu" dalam mengurangi stres keuangan. Grafik batang menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasakan manfaat dari pengelolaan keuangan yang baik, dengan hanya sejumlah kecil yang merasa manfaat tersebut minimal. Hal ini menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang efektif sebagai alat untuk memperbaiki kesehatan mental terkait stres keuangan. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola pengelolaan keuangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Dari 50 responden yang terlibat, mayoritas adalah perempuan . %) dan memiliki pendapatan bulanan antara satu juta hingga tiga juta Rupiah . %). Sebagian besar dari mereka tinggal di kost . %) dengan biaya sewa yang bervariasi antara 501. 000 hingga lebih dari satu juta Rupiah per bulan. Sebagian besar responden merasa memiliki pengetahuan yang cukup tentang konsep dasar pengelolaan keuangan pribadi . %), namun hanya 40% yang pernah mengikuti pelatihan atau seminar tentang pengelolaan keuangan. Dalam hal efektivitas pengelolaan keuangan untuk mencapai tujuan keuangan, mayoritas responden memberikan penilaian netral . %), dan hanya sebagian kecil yang merasa sangat efektif . %). Faktor yang paling mempengaruhi pola pengelolaan keuangan mereka adalah penghasilan bulanan dan pengetahuan tentang keuangan, diikuti oleh sikap terhadap pengelolaan keuangan dan dukungan sosial dari keluarga, teman, atau mentor. Selain itu. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 374 Ae 387 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n pengelolaan keuangan yang baik dianggap cukup membantu dalam mengurangi stres atau kecemasan terkait keuangan oleh sebagian besar responden . %). Saran Untuk meningkatkan pengelolaan keuangan mahasiswa, universitas perlu memperkuat program pendidikan keuangan dengan menyediakan pelatihan, seminar, dan kursus yang lebih intensif dan terstruktur, sehingga mahasiswa dapat meningkatkan literasi keuangan mereka. Mahasiswa juga perlu diajarkan keterampilan praktis dalam pengelolaan keuangan, seperti pembuatan anggaran, perencanaan keuangan jangka panjang, dan investasi, untuk membantu mereka mengelola keuangan secara lebih efektif dan konsisten. Selain itu, menyediakan layanan konseling keuangan yang personal dapat membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan Universitas juga dapat menyediakan lebih banyak sumber daya keuangan, seperti beasiswa dan dana bantuan, serta layanan konsultasi untuk mendukung mahasiswa. Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang baik melalui kampanye dan kegiatan edukatif juga dapat membantu mengubah sikap dan perilaku mahasiswa terhadap keuangan. Dengan langkahlangkah ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan pengelolaan keuangan yang lebih baik, mencapai kemandirian finansial, dan mengurangi stres serta kecemasan terkait keuangan, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih stabil dan sukses secara finansial. References