1303 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Analisis Potensi Pertanian Desa Rantih Melalui Pendataan dan Pemetaan terpadu untuk mendorong Pengembangan Ekonomi Lokal Yanti Nopita1. Arifah Husnah2. Intan Kuntum Khaira3. Muhammad Ridho Fadly4. Robellio Suhanda5. Yulia Angreini6 Keperawatan. Fakultas Psikologi dan Kesehatan. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. Pendidikan Agama Islam. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. Komunikasi Visual. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. Teknik Pertambangan. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Padang. Indonesia. Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. Pendidikan Seni Rupa. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. E-mail: arifahhusnah02@gmail. com1, intankuntumkhairaxmm@gmail. com2, m. ridhofadly25@gmail. 04@gmail. com4, yuliaang224@gmail. com5, yantinopita@unp. Article History: Received: 19 Mei 2025 Revised: 21 Juli 2025 Accepted: 01 Agustus 2025 Keywords: Potensi pertanian, pemetaan terpadu Abstract: Desa Rantih memiliki potensi pertanian yang besar, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan data dan pemetaan yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pertanian di Desa Rantih melalui pendekatan pendataan dan pemetaan terpadu guna mendorong pengembangan ekonomi lokal. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, wawancara dengan petani,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Rantih Desa Rantih memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan keberagaman jenis tanaman dan luas lahan pertanian yang mencapai 70% dari total wilayahnya. Komoditas utama meliputi padi, jagung, sayur-sayuran, kelapa, kakao, pinang, pisang, petai, jengkol, dan karet. Namun, petani menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses pasar, kurangnya pelatihan teknologi pertanian, dan minimnya keterlibatan generasi Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa strategi yang diusulkan mencakup peningkatan akses pasar, edukasi petani, penguatan infrastruktur, optimalisasi peran GAPOKTAN, pemanfaatan teknologi digital, serta diversifikasi produk Dengan implementasi strategi tersebut, sektor pertanian di Desa Rantih diharapkan dapat kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan sangat bergantung pada optimalisasi potensi sumber daya desa, terutama sektor pertanian. Sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi desa karena menyediakan lapangan kerja, pangan, dan sumber pendapatan utama bagi masyarakat (Todaro. , & Smith, 2. Sektor ini mencakup berbagai aktivitas seperti budidaya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan, yang semuanya memerlukan pengelolaan berbasis data untuk mencapai efisiensi dan produktivitas Salah satu pendekatan strategis untuk mengelola sektor ini adalah melalui pemetaan. Pemetaan adalah proses menggambarkan suatu objek atau fenomena ke dalam bentuk visual . dengan memanfaatkan teknologi geospasial. Dalam konteks pembangunan desa, pemetaan berfungsi untuk mengidentifikasi dan merepresentasikan kondisi nyata suatu wilayah, termasuk jenis penggunaan lahan, sebaran komoditas, serta keterkaitan antar potensi. (Wicaksono. , & Widodo, 2. Desa Rantih, salah satu dari 11 desa di Kecamatan Talawi, memiliki luas terkecil yakni 6,22 kmA dari total wilayah 99,39 kmA Kecamatan Talawi. Meskipun demikian. Desa Rantih memiliki peluang besar dalam sektor pertanian jika potensi yang ada diidentifikasi secara tepat. Berdasarkan data terbaru, sebagian besar lahan di Kecamatan Talawi digunakan untuk hutan . %), kebun campuran . %), dan kantor/industri . %), sedangkan lahan sawah hanya sekitar Ini menunjukkan perlunya strategi intensifikasi dan diversifikasi pertanian yang berbasis data dan spasial. Pemanfaatan potensi pertanian sebagai penggerak ekonomi lokal juga sejalan dengan kebijakan nasional terkait pembangunan desa berbasis potensi unggulan lokal (Badan pusat statistik kota sawahlunto, 2. Penguatan sektor ini berimplikasi langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta pengentasan kemiskinan di tingkat desa (Hidayati. , & Kurniawan, 2. Dalam konteks Desa Rantih, pendekatan ini bukan hanya menjadi strategi teknokratis, tetapi juga instrumen sosial untuk membangun kemandirian desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pertanian Desa Rantih melalui pendekatan pendataan dan pemetaan terpadu, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi lokal yang berbasis pertanian. Melalui pemetaan potensi, wilayah-wilayah tertentu di Desa Rantih dapat diklasifikasikan berdasarkan kesesuaian lahannya terhadap jenis usaha tani tertentu. Misalnya, lahan miring yang kurang cocok untuk padi dapat dialihkan untuk tanaman tahunan atau tanaman keras. Pemetaan ini juga membuka peluang untuk mengidentifikasi keterkaitan antar sumber daya, seperti lokasi air, akses jalan, hingga jarak distribusi ke pasar. Sebagai salah satu desa di Kecamatan Talawi. Desa Rantih memiliki potensi pertanian yang signifikan namun belum sepenuhnya teridentifikasi dan dimanfaatkan secara optimal(Susanti. , & Wibowo, 2. Oleh karena itu, upaya pemetaan potensi pertanian berbasis data spasial menjadi sangat krusial untuk menentukan strategi pengembangan ekonomi lokal yang lebih efektif (Rizky. , & Anggraini, 2. Dengan Pemanfaatan potensi pertanian sebagai penggerak ekonomi lokal juga sejalan dengan kebijakan nasional terkait pembangunan desa berbasis potensi unggulan lokal(Badan pusat statistik kota sawahlunto, 2. Penguatan sektor ini berimplikasi langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta pengentasan kemiskinan di tingkat desa ((Hidayati. , & Kurniawan, 2. Dalam konteks Desa Rantih, pendekatan ini a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 bukan hanya menjadi strategi teknokratis, tetapi juga instrumen sosial untuk membangun kemandirian desa. Dalam konteks pengembangan pertanian berbasis data spasial, pemetaan tidak hanya sekadar menggambarkan kondisi lahan, tetapi juga berfungsi sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi kesesuaian lahan, ketersediaan sumber daya, dan peluang diversifikasi usaha tani(Pratama. , 2. Pemetaan berbasis data spasial memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih akurat, termasuk dalam perencanaan tata ruang pertanian yang berkelanjutan (Suryani, , & Aditya, 2. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk memahami pengembangan ekonomi lokal. Penelitian pemetaan dan pendataan melalui wawancara atau observasi. Pemetaan dan pendataan ini dilakukan di Desa Rantih. Kecamatan Talawi. Kota Sawahlunto. Waktu penelitian direncanakan berlangsung selama satu bulan, dari bulan januari hingga februari 2025. Penelitian pemtaan dan pendataan ini adalah seluruh Masyarakat yang ada Desa Rantih melibatkan 222 warga yang dilakukan pendataan ke rumah masing-masing. Data dikumpulkan dengan beberapa Teknik, yaitu Observasi: Mengamati kondisi pertanian dan perekonomian melalui pendataan penduduk desa rantih Wawancara: Mengajukan bebrapa pertanyaan kepada Masyarakat desa rantih tentang hasil panen desa dan juga luas lahan serta jenis-jenis tanaman Dokumentasi: Mengumpulkan data sekunder dari laporan desa, dokumen pemerintah terkait pendataan dan hasil data. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Rantih merupakan wilayah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, yang menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian besar penduduknya. Berdasarkan pendataan dan pemetaan yang telah dilakukan, diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kekuatan dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sektor ini. Salah satu kekuatan utama Desa Rantih terletak pada keberagaman komoditas pertanian yang dibudidayakan masyarakat, antara lain padi, jagung, sayur-sayuran, pisang, kelapa, pinang, jengkol, petai, kakao, dan karet. Keanekaragaman ini tidak hanya mencerminkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki desa, tetapi juga menjadi dasar yang kuat dalam mendukung ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas melalui pengembangan komoditas bernilai jual tinggi. Tanaman-tanaman ini, baik yang bersifat konsumsi langsung maupun yang memiliki potensi sebagai produk olahan, dapat memberikan hasil berkelanjutan sepanjang tahun dan meningkatkan keberagaman serta stabilitas pendapatan petani. Dari sisi luas lahan, sekitar 70% dari total wilayah Desa Rantih terdiri dari lahan pertanian, baik berupa sawah maupun ladang. Ini memberikan ruang yang sangat besar untuk pengembangan pertanian secara intensif dan berkelanjutan. Namun demikian, produktivitas pertanian saat ini masih belum optimal karena keterbatasan dalam penerapan teknologi pertanian modern, sistem irigasi yang belum memadai, serta terbatasnya pelatihan dan akses informasi yang diterima oleh petani. Keberadaan kelompok tani, khususnya Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) AuSuko MajuAy, menjadi elemen penting dalam mendukung efisiensi produksi dan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 pengelolaan distribusi hasil pertanian. Akan tetapi. GAPOKTAN ini masih membutuhkan penguatan kapasitas dalam hal manajemen, pemasaran, serta akses ke modal usaha. Selain itu, tantangan signifikan lainnya yang dihadapi oleh petani Desa Rantih adalah terbatasnya akses terhadap pasar. Hasil panen kerap kali hanya dipasarkan secara lokal dengan harga rendah, bahkan ada yang tidak terjual. Hal ini diperparah oleh minimnya fasilitas pengolahan hasil panen seperti tempat penyimpanan atau penggilingan padi . , serta kurangnya inovasi dalam pengolahan produk pertanian menjadi barang bernilai tambah. Keterlibatan generasi muda dalam sektor ini juga masih sangat rendah, padahal mereka berpotensi besar dalam membawa inovasi dan teknologi ke bidang pertanian. Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, diperlukan strategi pengembangan yang Beberapa solusi utama meliputi peningkatan akses pasar melalui digitalisasi dan kerja sama dengan mitra dagang di tingkat regional atau nasional, penyediaan pelatihan pertanian modern bagi petani, penguatan infrastruktur pertanian dan pengolahan hasil panen, serta pengembangan program kewirausahaan agribisnis yang melibatkan generasi muda. GAPOKTAN "Suko Maju" juga perlu dioptimalkan perannya melalui pelatihan manajemen dan akses permodalan, agar dapat menjadi penggerak utama dalam manajemen produksi dan pemasaran hasil tani. Di samping itu, diversifikasi produk melalui pengolahan hasil panen seperti keripik pisang, minyak kelapa, atau briket dari tempurung kelapa dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal. Pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran online dan pengelolaan distribusi hasil pertanian juga akan sangat membantu efisiensi dan daya saing pertanian Desa Rantih di masa mendatang. Dengan penerapan strategi-strategi tersebut secara kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, kelompok tani, dan generasi muda. Desa Rantih memiliki potensi besar untuk menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian desa yang lebih modern, mandiri, dan Optimalisasi potensi yang ada tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara lebih merata dan berdaya saing KESIMPULAN Hasil pendataan dan pemetaan yang dilakukan di Desa Rantih menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan potensi utama yang dapat menjadi penggerak ekonomi desa. Keanekaragaman komoditas pertanian seperti padi, jagung, sayuran, pisang, kelapa, kakao, jengkol, petai, dan karet mencerminkan kekayaan sumber daya alam serta ketahanan pangan yang kuat di wilayah ini. Sekitar 70% wilayah desa merupakan lahan pertanian, yang memberikan peluang besar untuk pengembangan sektor ini secara berkelanjutan. Namun demikian, sektor pertanian di Desa Rantih masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya produktivitas akibat minimnya penerapan teknologi pertanian modern, keterbatasan fasilitas pengolahan hasil panen, terbatasnya akses pasar, serta kurangnya keterlibatan generasi muda dalam dunia pertanian. Keberadaan GAPOKTAN AuSuko MajuAy menjadi potensi kelembagaan yang perlu diperkuat agar mampu berperan lebih strategis dalam peningkatan produksi, distribusi, dan pemasaran hasil pertanian. Dengan penguatan teknologi, pelatihan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur pertanian, dan keterlibatan aktif generasi muda, sektor pertanian di Desa Rantih memiliki peluang besar a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 untuk dikembangkan menjadi lebih produktif, efisien, dan bernilai ekonomi tinggi. Strategi pengolahan hasil pertanian menjadi produk olahan juga menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar. Jika semua potensi dan solusi tersebut dikelola secara optimal, sektor pertanian dapat menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan. DAFTAR REFERENSI Badan pusat statistik kota sawahlunto. Kecamatan talawi dalam angka. Hidayati. , & Kurniawan. Analisis Potensi Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian untuk Peningkatan Pendapatan Desa. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan,. , 89Ae101. Pratama. , et al. Implementasi Sistem Pemetaan Berbasis Data Spasial. Jurnal Teknologi Pertanian, 45-56. Rizky. , & Anggraini. Optimalisasi Potensi Pertanian. Suryani. , & Aditya. Analisis Penggunaan Pemetaan untuk Optimalisasi Lahan Pertanian. Jurnal Teknologi Informasi, 9. , 77Ae85. Susanti. , & Wibowo. Identifikasi Potensi Pertanian Berbasis Lahan. Jurnal Ekonomi Desa, 10. , 34-42. Todaro. , & Smith. No Title. Wicaksono. , & Widodo. No Title. Model Perencanaan Pembangunan Desa Berbasis Potensi Dan Spasial. , 210Ae222. ISSN : 2828-5700 .