Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. Penerapan Teknologi Pengendalian Terpadu untuk Penyakit Tanaman Hortikultura di Desa Tapak Gedung. Kabupaten Kepahiang. Bengkulu Application of Integrated Control Technology for Horticultural Crop Diseases in Tapak Gedung Village. Kepahiang Regency. Bengkulu Hendri BustamamA. Yenny SariasihA*. Mimi SutrawatiA. Dewi HandayaniA. AlimansyahA Adelia Putri Khaila4. Apri Fajar Susmiati4 AProgram Studi Proteksi Tanaman. Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu Program Studi Pendidikan Kimia. FKIP. Universitas Bengkulu Program Studi Administrasi Publik . FISIP. Universitas Bengkulu Mahasiswa Proteksi Tanaman 2023. Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu *Corespondent Author: yennysariasih@unib. How to Cite : Bustamam. ,Sariasih. Sutrawati. Handayani. Alimansyah. Khaila. Susmiati. Penerapan Teknologi Pengendalian Terpadu untuk Penyakit Tanaman Hortikultura di Desa Tapak Gedung. Kabupaten Kepahiang. Bengkulu. Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian Masyarakat Bidang Eksakt. Vol 6. No. 2 page 77Ae84. DOI : https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. ARTICLE HISTORY Received . November 2. Revised . November 2. Accepted . December 2. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Permasalahan utama budidaya hortikultura di Desa Tapak Gedung. Kabupaten Kepahiang. Bengkulu adalah tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida sintetis serta rendahnya kemampuan petani dalam mendiagnosis penyakit tanaman secara Kondisi tersebut berdampak pada tingginya biaya produksi, risiko kesehatan, serta potensi kerusakan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam diagnosis awal penyakit tanaman hortikultura serta penerapan teknologi pengendalian hama dan penyakit terpadu berbasis agens hayati. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan pembuatan demplot budidaya bawang merah dengan aplikasi agens antagonis Trichoderma dan Streptomyces sp. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan posttest, observasi partisipatif, serta keberhasilan demplot. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani mengenai perbedaan penyakit biotik dan abiotik, kemampuan petani dalam memperbanyak dan mengaplikasikan agens hayati, serta keberhasilan penerapan pengendalian hama dan penyakit terpadu pada demplot bawang merah dengan hasil panen yang sehat dan baik. Kegiatan ini berkontribusi pada penerapan pertanian hortikultura berkelanjutan yang ramah lingkungan dan berbasis hasil riset perguruan tinggi. Kata kunci: agen hayati. Streptomyces. Trichoderma ABSTRACT The main problems in horticultural cultivation in Tapak Gedung Village. Kepahiang Regency. Bengkulu, are the high dependence of farmers on synthetic fertilizers and pesticides and their limited ability to accurately diagnose plant diseases. These conditions result in high production PADAMU NEGERI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Eksakta Vol 6 No 2 2025 page : 77Ae . 77 Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. costs, health risks, and potential environmental damage. This community service activity aimed to improve farmersAo knowledge and skills in the early diagnosis of horticultural crop diseases and in the application of integrated pest and disease management technologies based on biological control agents. The implementation methods included extension activities, training, mentoring, and the establishment of shallot demonstration plots with the application of antagonistic agents Trichoderma sp. and Streptomyces sp. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, participatory observation, and the performance of the demonstration plots. The results showed an improvement in farmersAo understanding of the differences between biotic and abiotic diseases, their ability to propagate and apply biological agents, and the successful implementation of integrated pest and disease management in the shallot demonstration plots, resulting in healthy and satisfactory yields. This activity contributes to the implementation of environmentally friendly and sustainable horticultural farming based on university research outcomes. Keywords: biological agent, horticulture, integrated management. Streptomyces. Trichoderma PENDAHULUAN Desa Tapak Gedung merupakan salah satu desa agraris di Kabupaten Kepahiang. Provinsi Bengkulu, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Selain kopi sebagai komoditas utama, masyarakat juga membudidayakan berbagai tanaman hortikultura seperti sawi, selada, cabai, terung, bawang daun, dan bawang merah. Kondisi agroekologi dataran tinggi dengan tanah yang subur mendukung pengembangan hortikultura, namun serangan hama dan penyakit tanaman menjadi faktor pembatas utama produksi. Praktik pengendalian hama dan penyakit tanaman hortikultura di desa ini masih didominasi penggunaan pestisida sintetis. Penggunaan pestisida secara terus-menerus tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga berpotensi menimbulkan resistensi patogen, resurgensi hama, serta pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan bagi petani dan konsumen. Selain itu, rendahnya kemampuan petani dalam membedakan penyakit akibat faktor biotik dan abiotik sering menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan pengendalian. Pemanfaatan agens hayati seperti Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. merupakan alternatif pengendalian penyakit tanaman yang ramah lingkungan dan Hasil-hasil riset sebelumnya menunjukkan bahwa agens antagonis tersebut efektif menekan patogen tular tanah dan meningkatkan pertumbuhan Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mentransfer hasil riset tersebut kepada petani melalui pelatihan dan pendampingan penerapan pengendalian hama dan penyakit terpadu pada tanaman II. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tapak Gedung. Kecamatan Tebat Karai. Kabupaten Kepahiang. Bengkulu, pada bulan JuniAeDesember 2025. Kegiatan ini bekerja sama dengan mitra kelompok tani Harapan Maju dan Andalas Muda. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan PADAMU NEGERI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Eksakta Vol 6 No 2 2025 page : 77Ae . 78 Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. dengan pendekatan yang terstruktur melalui beberapa tahapan yang meliputi persiapan, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Semua tahapan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola tanaman bawang merah, khususnya dalam pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Pada tahap pertama, persiapan kegiatan dilakukan dengan koordinasi yang intensif bersama pemerintah desa dan kelompok tani mitra. Kegiatan ini dimulai dengan penentuan waktu dan tempat yang sesuai, serta penyediaan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pelatihan dan pembuatan demplot. Selain itu, tim pengabdian juga menyiapkan bahan ajar yang meliputi buku saku serta kuesioner evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur hasil kegiatan di akhir program. Tahap kedua, yaitu penyuluhan dan pelatihan, dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai pentingnya kesehatan tanah, perbedaan antara penyakit tanaman yang disebabkan oleh faktor biotik dan abiotik, serta konsep pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Setelah penyuluhan, pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan yang mencakup diagnosis awal penyakit tanaman serta pembuatan dan perbanyakan agensia hayati Trichoderma dan Streptomyces sp. untuk digunakan dalam pengendalian hama dan penyakit Pada tahap pendampingan, petani mitra dibimbing dalam pembuatan demplot budidaya bawang merah dengan penerapan metode pengendalian hama dan penyakit terpadu. Aplikasi agensia hayati dilakukan pada saat tanam dan pada fase pertumbuhan vegetatif tanaman. Pendampingan ini juga melibatkan petani secara aktif dalam merawat dan mengamati tanaman yang sedang tumbuh. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada petani dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama penyuluhan dan pelatihan. Tahap terakhir adalah evaluasi, yang dilakukan dengan menggunakan pre-test dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan petani. Selain itu, evaluasi juga dilakukan dengan mengamati keterampilan praktik petani serta keberhasilan demplot berdasarkan kondisi pertumbuhan tanaman dan hasil panen yang dihasilkan. i HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil iptek dilakukan sesuai dengan tahaoan dalam metode pelaksanaan, yaitu persiapan kegiatan, penyuluhan dan pelatihan, pendampingan dan demplot, serta evaluasi diakhir Secara detail, pelaksanaan tersebut akan dibahas dalam subbab berikut. Persiapan kegiatan Persiapan dilakukan oleh tim pengabdian dengan perangkat Desa Tapak Gedung, yang meliputi waktu dan tempat kegiatan, yaitu pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025 berlokasi di Balai Desa Tapak gedung. Tim pengabdi menyiapkan undangan untuk peserta kegiatan dan perangkat desa menyebarkan undangan ke masyarakat sasaran. Kemudian tim pengabdi menyiapkan semua alat dan bahan untuk pelatihan dan demplot. Tim pengabdian juga menyiapkan materi pelatihan PADAMU NEGERI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Eksakta Vol 6 No 2 2025 page : 77Ae . 79 Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. dalam bentuk power point, buku saku tentang perbanyakan mikroba bermanfaat, serta kuesioner untuk evaluasi. Penyuluhan dan Pelatihan Kegiatan pengabdian dilakukan di Balai Desa Tapak Gedung. Kabupaten Kepahiang dan diikuti oleh 29 peserta yang terdiri atas perangkat desa dan anggota kelompok tani. Kegiatan dimulai dengan pemaparan atau penyuluhan tentang pemanfaatan agensia hayati sebagai pengganti pestisida sintetik, dan manfaatnya yang baik bagi tanah demi pertanian yang berkelanjutan. Kegiatan penyuluhan dimulai pukul 10. 00 WIB dan berlangsung selama dua jam karena dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara tim pengabdi dengan masyarakat yang hadir. Seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya kepada tim pengabdian. Materi yang disampaikan juga menarik perhatian para peserta, karena bersentuhan langsung dengan aktivitas keseharian masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Pelaksaanaan kegiatan ini ditampilkan pada Gambar 1. Gambar 1. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Balai Desa Tapak Gedung. Kabupaten Kepahiang Pada pertemuan pertama, tim PPM menyampaikan materi dan membimbing para peserta terkait teknik pengendalian penyakit pada tanaman hortikultura dan metodeperbanyakanagenpengendali hayati Trichoderma dan Streptomyces. Kemudian pada pertemuan kedua dilakukan pemanenan isolat Trichoderma yang diperbanyak dengan media beras yang siap digunakan pada lahan budidaya seperti bawang merah. Proses pelatihan pembuatan dan perbanyakan agenpengendali hayati Trichoderma dan Streptomyces ditampilkan pada Gambar 2. PADAMU NEGERI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Eksakta Vol 6 No 2 2025 page : 77Ae . 80 Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. Gambar 2. Pelatihan pembuatan dan perbanyakan agen pengendali hayati Trichoderma dan Streptomyces Pendampingan dan Demplot Tim pengabdian melakukan pendampingan dan pembuatan demplot tanam setelah kegiatan pelatihan selesai. Pembuatan demplot dilakukan pada lahan milik sekretaris desa. Lahan disiapkan terlebih dahulu dengan proses pengolahan tanah dan pemupukan. Pupuk yang diaplikasikan adalah pupuk kandang dan agensia hayati hasil perbanyakan pada saat pelatihan sebelumnya. Lahan dibuat bedengan dan dipasang mulsa perak serta dilubangi dengan menggunakan kaleng panas. Bedengan ditanam dengan bibit bawang merah sebanyak 22 kg yang sudah diberi perlakuan Trichoderma hasil perbanyakan petani mitra. Demplot penanaman bawang merah ditampilkan pada Gambar 3. Gambar 3. Demplot penanaman bawang merah yang diberi perlakuan Trichoderma. Selanjutnya petani melakukan pemeliharaan, yang meliputi pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar lahan dan pemberian pestisida jika diperlukan. Bibit bawang merah tumbuh dengan subur dan saat didatangi oleh tim pengabdian, bawang merah sudah menjelang untuk bisa dipanen oleh petani mitra. PADAMU NEGERI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Eksakta Vol 6 No 2 2025 page : 77Ae . 81 Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. Evaluasi Pada bagian evaluasi dilakukan pembagian kuisioner di awal kegiatan . dan di akhir kegiatan . ost-tes. Setiap peserta mengisi kuisionernya masingmasing. Sebaran responden yang mengisi kuisioner dan lama mereka menjadi petani ditampilkan pada Gambar 4. Gambar 4. Umur responden dan lamanya menjadi petani di Desa Tapak Gedung. Sebagian besar responden berada pada usia produktif dengan pengalaman bertani yang cukup panjang. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hampir seluruh petani masih sangat bergantung pada pestisida sintetis, yang mengindikasikan rendahnya adopsi alternatif pengendalian hayati sebelum kegiatan pengabdian Hasil kuisioner juga menunjukkan bahwa pada kondisi awal (Pre-tes. lebih dari 80% responden menyatakan masih mengandalkan pestisida kimia untuk pengendalian penyakit, sekitar 60% belum pernah menggunakan cara lain seperti Hanya sebagian kecil (A40%) yang sudah mengenal Trichoderma, dan lebih sedikit lagi yang pernah menggunakannya. Namun demikian, sebagian besar . %) menyatakan tertarik untuk membuat dan menggunakan agen hayati jika diberikan pelatihan. Kemudian setelah kegiatan pengabdian diketahui bawah 90% petani menyatakan memahami cara pembuatan Trichoderma dan biopestisida setelah pelatihan, 85% menyatakan paham cara aplikasinya di lapangan, dan hampir seluruh peserta menilai penggunaan biopestisida mudah dan dapat dipraktikkan secara mandiri. Petani juga mengusulkan kegiatan lanjutan berupa pelatihan pengendalian hama dengan insektisida nabati dan manajemen tanaman sehat. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa penggunaan pestisida oleh petani memiliki implikasi signifikan terhadap kesehatan dan lingkungan (Prajawahyudo et al. , 2022. Efendi et al. , 2. serta bahwa pemanfaatan pendekatan pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dapat meningkatkan sikap dan pengetahuan petani (Jamin et al. , 2. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap pengurangan ketergantungan pestisida kimia serta mendukung pertanian berkelanjutan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman petani mengenai diagnosis penyakit tanaman dan konsep pengendalian hama dan PADAMU NEGERI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Eksakta Vol 6 No 2 2025 page : 77Ae . 82 Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. penyakit terpadu. Petani mampu mempraktikkan perbanyakan agens hayati Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. secara mandiri menggunakan bahan yang mudah diperoleh. Pada demplot bawang merah seluas A200 mA, penerapan teknologi pengendalian terpadu meliputi pengolahan tanah, pemupukan organik, aplikasi agens hayati, pemeliharaan tanaman, dan monitoring hama penyakit. Hasil pengamatan menunjukkan tanaman tumbuh sehat tanpa serangan hama dan penyakit yang berarti hingga panen. Produktivitas bawang merah tergolong baik, dan petani memperoleh pengalaman langsung mengenai manfaat penggunaan agens hayati sebagai bagian dari sistem pengendalian terpadu. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa buku saku, video dokumentasi, dan publikasi media. IV. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani hortikultura di Desa Tapak Gedung dalam mendiagnosis penyakit tanaman serta menerapkan pengendalian hama dan penyakit terpadu berbasis agens hayati. Petani mampu memperbanyak dan mengaplikasikan Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. secara mandiri, serta berhasil menerapkannya pada demplot bawang merah dengan hasil panen yang sehat dan baik. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut pada komoditas hortikultura lainnya sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah UCAPAN TERIMA KASIH Tim pengabdian mengucapkan terima kasih kepada LPPM Universitas Bengkulu nomor : Nomor Kontrak : 3412/UN30. 15/PM/2025 tanggal 30 Juni 2025, pendanaan DIPA UNIB tahun 2025 DAFTAR PUSTAKA