Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol. Nomor 02. April 2026 DOI http://dx. org/10. 36722/jpm. p-ISSN: 2655-6227 e-ISSN: 2656-8144 Penguatan Kompetensi Guru SMP di Kota Yogyakarta dalam Merancang Perangkat Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Deep Learning Maman Suryaman1. Firstya Evi Dianastiti1*. Titis Kusumaningrum Witdaryadi Putri1. Ruli Nur Safitri1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa. Seni, dan Budaya,Universitas Negeri Yogyakarta. Jalan Colombo No. Karang Malang. Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281. Email Penulis Korespondensi: firstyaevidianastiti@uny. Abstract Implementing a deep learning approach currently complements the implementation of the Independent Curriculum. However, implementing the deep learning approach in junior high schools in Yogyakarta City still faces several challenges that must be addressed for optimal implementation. Based on an analysis of these obstacles, the main obstacles are a lack of teacher preparedness, suboptimal development of teaching modules, and limited reading materials that encourage problem-solving. Intensive training and mentoring are needed for Indonesian language teachers in junior high schools in Yogyakarta City to address these issues. This teacher training and mentoring will include an understanding of meaningful, mindful, and joyful learning strategies and their application in teaching The workshop was conducted in collaboration with the MGMP Bahasa Indonesia Yogyakarta City and was attended by 25 teachers. The training was carried out in stages: socialization, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and program sustainability. Post-test results showed an increase in teachers' pedagogical and professional competencies regarding the deep learning approach in Indonesian language subjects. After a series of training programs, 87. 2% of teachers correctly answered all questions in the post-test. Based on the program evaluation questionnaire, one of the results obtained was that 78% of participants strongly agreed that this training increased teacher readiness to implement deep learning-based Indonesian language learning tools in Keywords: teacher competency, learning tools. Indonesian, deep learning Abstrak Pemberlakukan Kurikulum Merdeka saat ini ditambahkan dengan pengimplementasian pendekatan deep learning. Namun, implementasi pendekatan deep learning di SMP Kota Yogyakarta masih menghadapi sejumlah permasalahan yang perlu diatasi agar dapat diterapkan secara optimal. Berdasarkan analisis terhadap berbagai kendala tersebut, terlihat bahwa kurangnya kesiapan guru, belum optimalnya penyusunan modul ajar, serta terbatasnya bahan bacaan yang mendorong pemecahan masalah menjadi hambatan utama. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pelatihan dan pendampingan intensif bagi guru-guru Bahasa Indonesia SMP di Kota Yogyakarta. Pelatihan dan pendampingan guru ini mencakup pemahaman terkait strategi meaningful, mindful, dan joyful learning, serta penerapannya dalam modul ajar. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui kerja sama dengan MGMP Bahasa Indonesia Kota Yogyakarta dan diikuti oleh 25 guru. Pelatihan dilaksanakan dengan tahapan yang meliputi: sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru terhadap pendekatan deep learning dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah serangkaian program pelatihan, sebanyak 87,2% guru telah menjawab dengan benar keseluruhan soal dalam post-test. Berdasarkan angket evaluasi program salah satunya diperoleh hasil sebanyak 78% Maman Suryaman. Firstya Evi Dianastiti. Titis Kusumaningrum Witdaryadi Putri. Ruli Nur Safitri peserta sangat setuju bahwa pelatihan ini meningkatkan kesiapan guru untuk mengimplementasikan perangkat pembalajaran Bahasa Indonesia berbasis deep learning di sekolah. Kata kunci: Kompetensi Guru. Perangkat Pembelajaran. Bahasa Indonesia. Deep Learning. PENDAHULUAN untuk memahami teks secara lebih mendalam, mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam menganalisis isi bacaan. Dalam kerangka deep learning, proses pemaknaan yang mendalam tersebut diperkuat melalui mindful learning, yang menekankan kesadaran penuh dalam aktivitas membaca. Dengan adanya kesadaran terhadap proses berpikir dan pemahaman diri saat membaca, siswa tidak hanya belajar secara bermakna, tetapi juga mampu mengarahkan perhatian dan refleksi mereka secara sadar. Dengan demikian, meaningful learning dan mindful learning saling melengkapi, yaitu meaningful learning menekankan keterhubungan makna, sedangkan mindful learning menegaskan kesadaran dalam proses belajar sehingga keduanya bersama-sama membentuk fondasi pembelajaran yang mendalam dan berkelanjutan serta mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan (Rhoder, 2. Sinergi antara meaningful dan mindful learning membentuk dasar pembelajaran yang kuat secara kognitif dan afektif. Namun, agar berkelanjutan dan menumbuhkan motivasi intrinsik siswa, diperlukan penerapan joyful learning yang menghadirkan kegembiraan dalam belajar. Pendekatan ini telah terbukti memberikan manfaat yang signifikan dalam pengajaran membaca dan keterampilan Dengan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menarik, joyful learning memperbaiki hasil belajar siswa secara (Waterworth. Jadi, pendekatan deep learning dapat membantu siswa menjadi pembelajar yang lebih mandiri, memiliki kesadaran terhadap proses belajar, serta menikmati pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna. Pada pendekatan deep learning di SMP Kota Yogyakarta masih menghadapi sejumlah permasalahan yang perlu diatasi agar dapat diterapkan secara optimal. Permasalahan tersebut antara lain dapat diuraikan sebagai Pendekatan deep learning dalam pendidikan menitikberatkan pada pengalaman belajar yang bermakna . , penuh kesadaran . , dan menyenangkan . sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, partisipasi aktif, serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran (Suwandi Pendekatan pembelajaran ini tidak hanya berorientasi pada hafalan atau pemahaman permukaan, tetapi lebih pada pemrosesan informasi secara mendalam, pengaitan dengan pengalaman pribadi, serta eksplorasi makna yang lebih luas dalam setiap materi yang dipelajari. Pembelajaran dengan suasana santai, bebas stress, aman dan menarik, sehingga dapat meningkatkan minat belajar (Mil et al. , 2. Pada konteks pembelajaran membaca, deep . embelajaran menekankan pentingnya pendekatan pengajaran yang memungkinkan siswa membangun pemahaman yang mendalam dan terstruktur. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga menganalisis hubungan antarteks, serta mengembangkan pola pikir kritis. Dengan membentuk struktur pengetahuan yang koheren, siswa dapat lebih mudah menginternalisasi materi, memahami makna yang lebih dalam, dan menerapkan wawasan yang diperoleh pada berbagai konteks pembelajaran lainnya (Jin. Oleh karena itu, peran guru sangat krusial dalam membimbing siswa untuk menyusun informasi secara sistematis, mengaitkan ide-ide utama, serta mendorong refleksi yang berkelanjutan guna memperkuat pemahaman terhadap bacaan. Penerapan deep learning dilaksanakan dengan mengintegrasikan meaningful, mindful, dan joy learning. Meaningful learning terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional (Mubarok et al. , 2. Kondisi tersebut disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang bermakna mendorong siswa Penguatan Kompetensi Guru SMP di Kota Yogyakarta dalam Merancang Perangkat Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Deep Learning Pertama, kurangnya kesiapan tenaga Beberapa guru masih belum memahami konsep deep learning secara menyeluruh, sehingga penerapannya dalam pembelajaran di kelas masih terbatas. Sebagian besar guru masih terbiasa dengan metode ceramah dan masih berpusat pada guru, sehingga kesulitan mengadaptasi pendekatan yang dapat mendorong eksplorasi makna dan analisis yang lebih mendalam. Kedua, sebagian guru masih belum memiliki pemahaman yang mendalam dan aplikatif terkait dengan pendekatan deep learning. Modul ajar yang disusun masih cenderung berorientasi pada penguasaan materi secara informatif sehingga eksplorasi kritis, kreativitas, serta pengalaman belajar yang mendalam belum terlaksana secara Selain itu, masih terdapat guru yang berfokus pada metode ceramah atau teacher centered sehingga keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran membaca masih kurang. Akibatnya, aktivitas-aktivitas dalam modul ajar masih bersifat repetitif dan berorientasi pada hafalan, bukan pemecahan masalah dan refleksi Ketiga, masih terbatasnya materi bacaan yang dirancang khusus untuk mendorong eksplorasi, refleksi mendalam, serta pengembangan keterampilan berpikir tingkat Sebagian besar materi yang digunakan pada pembelajaran membaca di SMP masih berbasis buku teks konvensional yang lebih menekankan pada penyampaian informasi secara langsung daripada proses berpikir kritis dan analitis. Berdasarkan analisis lapangan terhadap berbagai kendala dalam implementasi deep learning di SMP Kota Yogyakarta, terlihat bahwa kurangnya kesiapan guru, belum optimalnya penyusunan modul ajar, serta terbatasnya bahan bacaan yang mendorong pemecahan masalah menjadi hambatan utama dalam menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam, reflektif, dan inovatif. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pelatihan dan pendampingan intensif bagi guruguru Bahasa Indonesia SMP di Kota Yogyakarta. Pelatihan dan pendampingan guru ini mencakup pemahaman terkait strategi meaningful, mindful, dan joyful learning, serta penerapannya dalam modul ajar. Dengan upaya tersebut, integrasi deep learning dalam pembelajaran membaca di SMP Kota Yogyakarta dapat berjalan lebih optimal. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan berpikir kritis, reflektif, dan adaptif yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di era digital dan globalisasi. METODE Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui kerja sama dengan MGMP Bahasa Indonesia Kota Yogyakarta dan diikuti oleh 25 guru. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran dengan metode partisipatif, yakni metode yang mengarahkan keikutsertaan atau keterlibatan seseorang dalam suatu kegiatan tertentu (Djauhari et al. , 2. Metode ini dipilih agar menjadi solusi bagi guru dalam menerapkan pembelajaran deep learning sebab pendekatan ini menempatkan peserta sebagai subjek aktif dalam proses pelatihan, bukan sekadar penerima informasi yang pasif. Dengan metode pengetahuan terkait pembelajaran deep learning dan dapat membuat perangkat pembelajaran yang baik. Tahapan pelatihan dilakukan dengan identifikasi kebutuhan, perencanaan kolaboratif, pelaksanaan partisipatif, refleksi dan evaluasi, serta tindak lanjut. Tahap identifikasi kebutuhan dan perencanaan kolaboratif dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait hal-hal yang berkaitan dengan perangkat pembelajaran deep Pada tahap ini juga digunakan untuk mengetahui kebutuhan mitra terkait perangkat pembelajaran sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan Selain itu, persiapan kegiatan berupa penyusunan materi pelatihan sesuai kebutuhan serta waktu dan tempat pelaksanaan juga dilakukan di tahap ini. Adapun indikator keberhasilan program terdapat pada Tabel 1. Tabel 1. Indikator Keberhasilan Program No. Indikator Sebelum Sesudah Pengetahuan Kurang >50% guru mitra PKM dapat memahami dan menjelaskan kembali memahami ihwal pendekatan deep learning dan langkah implementasi-nya dalam pendekatan deep perangkat pembelajaran Maman Suryaman. Firstya Evi Dianastiti. Titis Kusumaningrum Witdaryadi Putri. Ruli Nur Safitri No. Indikator Keterampilan pendekatan deep Sebelum Sesudah Kurang Hasil post-test menunjuk-kan adanya peningkatan keterampilan guru dari sebelum pelaksaan PkM, yaitu adanya perbaikan pada perangkat pembelajaran yang disusun. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan pada rentang waktu bulan Mei hingga Juli 2025. Pertemuan pertama berupa sosialisasi dan penyamaan persepsi terkait program pelatihan yang dilaksanakan pada hari Senin, 19 Mei 2025 secara daring. Pada pertemuan ini juga dilakukan pre-test perihal komptensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia pendekatan deep learning. Selanjutnya, pertemuan kedua dilaksanakan secara luring di Ruang Seminar Gedung WS Rendra. FBSB. Universitas Negeri Yogyakarta pada hari Selasa, 27 Mei 2025. Setelah pelaksanaan sesi pelatihan kedua, peserta melakukan penyusunan perangkat melakukan pembimbingan terstruktur secara Melalui model daring, kegiatan pembimbingan dapat dilakukan secara fleksibel tanpa keterbatasan jarak dan waktu, sehingga berpartisipasi aktif dan produktif dalam proses penyusunan perangkat pembelajaran. Pertemuan ketiga berupa presentasi dan evaluasi yang dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Juni 2025 di Ruang Multimedia SMP Negeri 1 Yogyakarta. Pada kelompok hasil perangkat pembelajaran dan post-test perihal kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia pendekataan deep learning. Kemudian, dilanjutkan dengan pembimbingan terstruktur secara daring untuk melakukan finalisasi perangkat pembelajaraan Bahasa Indonesia SMP dengan pendekatan deep learning hingga peserta pelatihan siap mengumpulkan perangkat pembelajaran pada tanggal 15 Juli 2025. Adapun Jadwal PkM terdapat pada Tabel 2. Tabel 2. Jadwal PkM No. Kegiatan Waktu Sesi pertama 19 Mei 2025 . dentifikasi Sesi kedua 27 Mei 2025 (Pelaksanaan Pendampingan 28 Mei 2025 Ae 11 Juni 2025 Sesi ketiga 12 Juni 2025 (Refleksi dan Evaluas. Pengumpulan 15 Juli 2025 (Tindak lanju. Alat dan Bahan Pengabdian Masyarakat menggunakan IPTEKS berupa pendekatan deep learning dalam pembelajaran. Pendekatan deep learning dalam pembelajaran memiliki hipotesis, yaitu dalam rangka peralihan dasar tindakan dari struktur bawaan ke pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, manusia mengembangkan proses dan mekanisme kognitif yang memungkinkan individu untuk menekan pengalaman dan mengesampingkan keharusannya untuk bertindak (Ohlsson, 2. Berdasarkan hipotesis tersebut kemudian dirumuskan menjadi diagram lingkar konsep deep learning yang tersaji dalam Gambar 1. Gambar 1 merepresentasikan siklus kognitif dalam kerangka deep learning yang pengetahuan melalui interaksi dinamis antara elementary representations sebagai dasar Penguatan Kompetensi Guru SMP di Kota Yogyakarta dalam Merancang Perangkat Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Deep Learning konsep deep learning, penyusunan modul ajar, pemilihan bahan ajar, dan penyusunan asesmen Pada kegiatan sosialisasi, tim juga menginformasikan perihal luaran yang akan dihasilkan dalam PkM ini, yakni perangkat pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis pendekatan deep learning. pemahaman awal, kemudian berkembang melalui combinatorial generation dan higherorder kemampuan berpikir analitis, reflektif, serta Tahapan tersebut berlanjut pada proses pengambilan keputusan . ecision makin. yang diwujudkan melalui tindakan nyata . otor actio. dan menghasilkan perubahan pada konteks lingkungan belajar. Selanjutnya, . utcome perceptio. eedback propagatio. yang berperan dalam memperkuat atau merevisi pemahaman sebelumnya. Dalam konteks pembelajaran di sekolah, siklus ini menegaskan bahwa penerapan deep learning menuntut keterpaduan antara meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning, sehingga proses belajar tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan kesadaran, refleksi, dan motivasi intrinsik peserta didik secara berkelanjutan. Pelaksanaan Partisipatif Tahap pelaksanaan yakni memberikan pelatihan kepada para guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia Kota Yogyakarta Tahap ini diawali dengan pembukaan yang berisi penjelasan tujuan dari diadakannya pelatihan dan pendampingan terkait konsep deep learning. Guru diharapkan memiliki pemahaman yang mendalam mengenai konsep meaningful, mindful, dan joyful learning serta mampu mengintegrasikannya ke dalam Pendampingan Tahap selanjutnya yaitu pendampingan. Setelah pendampingan secara langsung ataupun secara daring untuk membantu guru dalam membuat berbasis deep learning. Pendampingan dilakukan secara individu ataupun kelompok untuk menyelesaikan hambatan yang dialami guru dalam membuat perangkat pembelajaran. Refleksi dan Evaluasi Tahap terakhir yaitu tahap evaluasi kegiatan. Kegiatan evaluasi dilakukan untuk mengetahui pemahaman guru mengenai konsep meaningful, mindful, dan joyful learning. Selanjutnya, pada aspek keterampilan diukur melalui kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pendekatan deep Setelah kegiatan evaluasi guru akan diberikan umpan balik terhadap pemahaman dan pembuatan perangkat pembelajaran membaca berbasis deep learning yang meliputi pemilihan strategi pembelajaran berbasis meaningful, mindful, dan joyful learning dalam pembelajaran Evaluasi PkM dilakukan dengan pre-test dan post-test. Kisi-kisi evaluasi pada Tabel 3. Gambar 1. Diagram Lingkar Konsep Deep Learning (Ohlsson, 2011:. Langkah Pelaksanaan Pelatihan dilakukan sesuai sintakmatik metode partisipatif, yaitu identifikasi kebutuhan, partisipatif, refleksi dan evaluasi, serta tindak Identifikasi Kebutuhan dan Perencanaan Tahap merencanakan kegiatan kolaboratif dengan cara memberikan sosialisasi materi terkait dengan Maman Suryaman. Firstya Evi Dianastiti. Titis Kusumaningrum Witdaryadi Putri. Ruli Nur Safitri Tabel 3. Pertanyaan Pre-Test dan Post-Test No. Pertanyaan pre-test dan post-test Integrasi dan dukungan teknologi pada perangkat pembelajaran dengan pendekatan deep learning. Hakikat dan prinsip utama deep learning. Karakteristik perangkat pembelajaran berorientasi pendekatan deep learning. Peran guru dalam deep learning. Asesmen dalam deep learning. Tindak Lanjut Tindak lanjut program dilakukan dengan menggunakan strategi yang berorientasi pada penguatan praktik pembelajaran, pendampingan berkelanjutan, serta diseminasi hasil perogram. Pada PkM ini, tindak lanjut diwujudkan dalam buku yang berisi kumpulan modul ajar hasil karya peserta pelatihan yang diterbitkan dan digunakan oleh para guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia Kota Yogyakarta. dilaksanakan secara daring. Dalam pertemuan tersebut dilakukan pre-test pemahaman guru terhadap pendekatan deep learning dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil pre-test divisualisasikan sebagai berikut. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran membaca berbasis pendekatan deep learning bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru Bahasa Indonesia SMP di Kota Yogyakarta. Berdasarkan analisis kebutuhan yang disampaikan oleh para guru, tim pengabdian kepada masyarakat kemudian menyusun materi dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut. Tabel 4. Materi dan Jam Pelaksanaan (J. No. Materi Konsep deep learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Penyusunan modul ajar berdasarkan deep learning Pemilihan bahan ajar berdasarkan deep learning Penyusunan asesmen berdasarkan deep learning Praktik terbimbing pembuatan modul ajar berdasarkan deep Presentasi hasil pembuatan modul ajar berdasarkan deep learning Evaluasi dan refleksi pembuatan modul ajar berdasarkan deep Total Gambar 2. Hasil Pre-test Peserta Berdasarkan visualisasi dalam Gambar 2 diketahui bahwa 52% peserta pelatihan telah memahami konsep deep learning secara umum, sedangkan 48% peserta lainnya belum memahaminya dengan baik. Oleh karena itu, konsep pelatihan akan dilaksanakan dengan diskusi kelompok agar terjadi transfer pengetahuan secara maksimal. Setelah pelaksanaan pre-test, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai konsep deep learning, penyusunan modul ajar, pemilihan bahan ajar, serta sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 3. Identifikasi Kebutuhan dan Perencanaan Kolaboratif secara Daring Identifikasi Kebutuhan dan Perencanaan Kolaboratif Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan dan perencanaan kolaboratif yang Penguatan Kompetensi Guru SMP di Kota Yogyakarta dalam Merancang Perangkat Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Deep Learning Pelaksanaan Partisipatif Pertemuan dilaksanakan secara luring. Dalam pertemuan kedua, pelatihan dirancang dengan diskusi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis deep learning, dapat dilihat pada gambar 4. Selanjutnya, pembelajaran dilakukan dengan praktik terbimbing dan mempresentasikannya pada pertemuan ketiga. Pertemuan ketiga, dilakukan secara luring dengan agenda presentasi kelompok hasil perangkat pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pendekatan deep learning yang telah disusun oleh setiap kelompok terlihat pada gambar 5, serta dilanjutkan dengan penguatan. Setelah melakukan presentasi . , dilakukan diskusi tanya jawab dan penguatan perihal perangkat pembelajaran yang telah Gambar 6. Presentasi Kelompok dan Penguatan Gambar 4. Pelatihan Penyusunan Pembelajaran secara Luring Pada pertemuan ketiga, dilakukan uji posttest untuk mengetahui peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru terhadap pendekatan deep learning. Pelaksanaan post-test dilakukan dengan kuis berbasis gamifikasi. Hasil post-test peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru terhadap pendekatan deep learning dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah serangkaian program pelatihan, sebanyak 87,2% guru telah menjawab dengan benar keseluruhan soal dalam post-test. Hasil post-test dapat dilihat pada gambar 7. Perangkat Gambar 7. Hasil Post-tes Peserta Refleksi dan Evaluasi Setelah pelaksanaan PkM, dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil kuesioner pada gambar 8, sebanyak 83% peserta menyatakan sangat setuju bahwa materi Gambar 5. Hasil Perangkat Pembelajaran yang disusun Peserta PkM Maman Suryaman. Firstya Evi Dianastiti. Titis Kusumaningrum Witdaryadi Putri. Ruli Nur Safitri pelatihan sesuai dengan kebutuhan sebagai guru. Kemudian, 87% peserta mengaku sangat setuju bahwa pelatihan ini memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkolaborasi antar-peserta . perangkat pembelajaran deep learning dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dari hasil angket tersebut . , sebanyak 78% peserta sangat setuju bahwa penerapan konsep deep learning dalam pelatihan relevan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Selanjutnya, pada Gambar 11 dengan persentase yang sama sebanyak 78% peserta juga sangat setuju bahwa pelatihan ini meningkatkan kesiapan guru untuk mengimplementasikan perangkat pembalajaran Bahasa Indonesia berbasis deep learning di sekolah. Hasil pelatihan ini relevan dengan program pelatihan serupa yang telah dilaksanakan Saat ini, pembelajaran dengan diimplementasikan dan dilatihkan kepada para Salah satu pengabdian yang telah dilakukan yakni peningkatan kemampuan pedagogik guru berkaitan dengan deep learning. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa sebanyak 20 guru SD di Surakarta menunjukkan peningkatan kemampuan pedagogik meningkat sebesar 45% dalam merancang dan menerapkan strategi deep learning yang berfokus pada berpikir kritis, kreatif, dan joyful learning (Atmojo et al. , 2. Pengabdian kepada Masyarakat lainnya pernah pula dilakukan pelatihan intensif bagi guru-guru SMK-PPI berupa pengenalan teknologi deep learning dan pengembangan strategi pembelajaran yang inklusif dengan fokus pada personalisasi pembelajaran dan penggunaan teknologi untuk memenuhi kebutuhan individu siswa (Rahman et al. , 2. Pendekatan deep learning tidak dapat dipisahkan dari integrasi teknologi digital (Adriana, 2021. Siregar et al. , 2. Perkembangan teknologi digital juga membawa implikasi terhadap kebutuhan guru akan pelatihan artificial intelligence sebagai media pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka (Fauziah et al. , 2. Implementasi memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas pendidikan, antara lain peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta peningkatan kesejahteraan emosional dan pengurangan stres (Diputera, 2. Penelitian lainnya mengkaji tentang gamifikasi sebagai media dalam perangkat pembelajaran deep learning. Temuan menarik dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara kepuasan siswa dalam pembelajaran dengan perubahan perilaku terkait Gambar 8. Angket Kesesuaian Materi dalam Pelaksanaan PkM Gambar 9. Angket Kesempatan Berkolaborasi dalam Pelaksanaan PkM Gambar 10. Angket Penerapan Konsep Deep Learning dalam Pelaksanaan PkM Gambar 11. Angket Pengimplementasian Deep Learning dalam Pelaksanaan PkM Angket Penguatan Kompetensi Guru SMP di Kota Yogyakarta dalam Merancang Perangkat Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Deep Learning strategi deep learning (Aguiar-Castillo et al. Saat ini, para siswa di sekolah semakin beragam secara akademis, sehingga menjadi tantangan bagi guru untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran (Tomlinson et , 2. Berdasarkan hasil pelaksanaan PkM ini, tantangan tersebut dapat diatasi salah satunya dengan mengimplementasikan deep learning dalam pembelajaran. Salah satu penelitian menyimpulkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan pembelajaran deep learning tersebut berhasil meningkatkan keterlibatan siswa, aksesibilitas, dan hasil belajar (Rahman et , 2. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Direktorat Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Negeri Yogyakarta, yang telah memberikan pendanaan terhadap program ini melalui skim PkM Dosen berkegiatan di Luar Kampus (DLK) tahun 2025 dengan SK Nomor T/31/UN34. 18/PT. 03/2025. DAFTAR PUSTAKA