JURNAL PENGABDIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 5. Nomor 1 Februari 2025 Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pengolahan Ikan Asap dan Ikan Kering di Desa Korleko Laily Fitriani Mulyani*1. Awan Dermawan2. Septiana Dwiyanti3. Yuliana Asri4 1Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram. Jl. Majapahit No. Gomong. Kec. Selaparang. Kota Mataram. Nusa Tenggara Barat. Indonesia *Alamat korespondensi : lailyfitriani@unram. Keyword : Abstrak : n, ibu rumah tangga, ikan asap, ikan kering. Desa Korleko Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga di Desa Korleko melalui pelatihan pengolahan ikan asap dan ikan kering. Desa Korleko memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan teknis dan manajerial dengan pendekatan partisipatif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam pengolahan hasil perikanan, serta potensi peningkatan pendapatan keluarga. Pelatihan ini juga mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama sebagai bentuk keberlanjutan program. Panduan Sitasi (APPA 7th editio. Mulyani. Dermawan. Dwiyanti. Asri. Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pengolahan Ikan Asap dan Ikan Kering di Desa Korleko. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 5. , 21-26. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. PENDAHULUAN Desa Korleko merupakan salah satu desa di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki potensi perikanan air laut dan air tawar. Letaknya yang strategis dekat dengan wilayah pesisir menjadikan desa ini memiliki ketersediaan ikan yang melimpah, baik hasil tangkapan nelayan maupun dari budidaya lokal (BPS Lombok Timur, 2. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, khususnya ibu rumah tangga, yang memiliki peran besar dalam ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Rendahnya keterampilan dalam pengolahan hasil perikanan menyebabkan ikan segar cepat rusak dan terbuang, yang pada akhirnya merugikan masyarakat secara Selain itu, kurangnya pengetahuan dalam pemasaran dan manajemen usaha juga menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha pengolahan ikan (Sutrisno, 2. Pemberdayaan ibu rumah tangga merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan perekonomian desa. Melalui pelatihan pengolahan ikan asap dan ikan kering, ibu rumah tangga diharapkan mampu mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk bernilai jual tinggi, memiliki masa simpan yang panjang, dan memenuhi standar kesehatan (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2. Kegiatan ini juga bertujuan membentuk kelompok usaha bersama agar peserta dapat bekerja secara kolektif, berbagi pengetahuan dan sumber daya, serta memperkuat daya tawar dalam pemasaran (Mardikanto, 2. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian dilakukan selama tiga bulan (Agustus - Oktober 2. dengan pendekatan partisipatif. Tim pelaksana terdiri dari dosen dan mahasiswa dari Program Studi Perikanan dan Kelautan Universitas Mataram yang berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur serta aparat Desa Korleko. Kolaborasi ini memperkuat pelaksanaan program melalui dukungan teknis, fasilitas, dan keterlibatan langsung dalam proses pelatihan dan monitoring. Kegiatan pengabdian dilakukan selama tiga bulan (Agustus - Oktober 2. dengan pendekatan partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi: Sosialisasi dan Identifikasi Kebutuhan - Dilakukan pertemuan awal dengan aparat desa, tokoh masyarakat, dan calon peserta - Survei dilakukan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat, potensi ikan yang tersedia, serta kebutuhan pelatihan. - Penetapan peserta sebanyak 25 ibu rumah tangga dari tiga dusun: Dusun Korleko Barat. Korleko Timur, dan Sambelia. Pelatihan Teknis Pengolahan Ikan - Materi pelatihan mencakup teknik pengasapan ikan dengan metode tradisional dan semi-modern, termasuk persiapan bahan baku, proses pengasapan, dan penyimpanan (Sari & Widodo, 2. - Teknik pengeringan ikan dengan menggunakan sinar matahari dan oven pengering, serta pemilihan ikan yang tepat. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. - Diberikan pula materi tambahan tentang higienitas, pengemasan, dan labelisasi produk (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2. Pelatihan Manajerial dan Pemasaran - Pengenalan prinsip kewirausahaan dan perencanaan usaha kecil. - Pelatihan pencatatan keuangan sederhana menggunakan buku kas. - Strategi pemasaran offline . asar tradisiona. dan online . elalui WhatsApp dan media sosia. - Simulasi pembentukan kelompok usaha bersama dan peran masing-masing anggota. Monitoring dan Evaluasi - Monitoring dilakukan selama dan sesudah pelatihan melalui kunjungan lapangan, observasi, dan diskusi kelompok. - Evaluasi kualitatif dilakukan melalui wawancara dan kuisioner kepada peserta untuk menilai pemahaman, penerapan keterampilan, dan dampak terhadap ekonomi HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan ini berhasil menjaring 25 peserta aktif dari kalangan ibu rumah tangga yang memiliki minat tinggi dalam kegiatan pengolahan hasil perikanan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, rata-rata peningkatan pemahaman peserta mencapai 75%, terutama pada aspek teknis pengolahan dan kebersihan produk. Sebanyak 20 peserta berhasil membuat produk ikan asap dan ikan kering secara mandiri dengan kualitas yang baik, sesuai dengan standar pengolahan pangan sederhana. Produk tersebut dikemas menggunakan plastik vakum sederhana dan diberi label lokal "Korleko Ikan Asap & Kering". Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berlangsung secara lancar, dokumentasi kegiatan pengabdian dapat dilihat pada Gambar 1. Beberapa peserta mulai memasarkan produk mereka ke pasar desa dan melalui platform digital seperti Facebook dan WhatsApp. Peningkatan penghasilan rata-rata peserta berkisar antara Rp 300. 000 hingga Rp 500. 000 per bulan, yang menjadi tambahan signifikan bagi ekonomi keluarga (Sutrisno, 2. Dari sisi sosial, terbentuk satu kelompok usaha bersama bernama "Korleko Fishpreneur" yang terdiri dari 15 orang anggota aktif. Kelompok ini telah menyusun struktur organisasi, menetapkan SOP produksi dan pembagian kerja, serta mulai mengajukan proposal bantuan alat ke dinas terkait (Mardikanto, 2. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Korleko Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah desa dalam bentuk fasilitas tempat produksi sementara dan rencana pengadaan alat pengasapan skala kecil. Dampak lain yang muncul dari kegiatan ini adalah meningkatnya rasa percaya diri ibu rumah tangga dalam mengambil peran sebagai pelaku usaha. Mereka mulai memiliki keberanian untuk mempresentasikan produk mereka di forum desa dan mengikuti bazar UMKM yang diadakan di kecamatan. Selain itu, adanya proses pelatihan yang berkelanjutan menciptakan semangat saling belajar di antara anggota kelompok. Proses ini memicu kreativitas baru, seperti penambahan varian rasa pada produk ikan asap, inovasi pengemasan, serta perencanaan kerja sama dengan koperasi desa. Kami sudah membuat logo untuk produk ikan asap dan ikan kering nya. Logo produk beserta produknya dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Foto Produk dan Logo Ikan asap dan Ikan Kering Tinjauan literatur juga menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis partisipatif sangat efektif dalam pemberdayaan masyarakat (Astuti & Permatasari, 2. Pemberdayaan perempuan di sektor perikanan berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan rumah tangga (Ramadhan, 2. Selain itu, keberhasilan pengolahan ikan di tingkat rumah tangga sangat bergantung pada kemampuan manajerial dan pemasaran produk (Handayani & Yusuf, 2. Dengan mengintegrasikan pelatihan teknis dan nonOpen access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. teknis, kegiatan ini sesuai dengan praktik terbaik yang direkomendasikan dalam literatur pembangunan komunitas dan ekonomi lokal (Lestari & Zulfikar, 2. Namun, beberapa tantangan masih ditemukan, seperti keterbatasan alat, bahan baku yang fluktuatif, serta ketergantungan pada pasar lokal. Untuk itu, dibutuhkan strategi keberlanjutan yang meliputi akses terhadap permodalan mikro, pelatihan lanjutan, serta kolaborasi dengan dinas terkait dan lembaga pendidikan. KESIMPULAN DAN SARAN Pelatihan pengolahan ikan asap dan ikan kering di Desa Korleko memberikan dampak yang nyata terhadap peningkatan kapasitas ibu rumah tangga, baik dari segi teknis, manajerial, maupun ekonomi. Produk olahan hasil pelatihan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga. Dukungan lanjutan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan program ini. Diperlukan pelatihan lanjutan terkait inovasi produk, digital marketing, serta fasilitasi perizinan produk seperti PIRT dan sertifikasi halal. Selain itu, perlu adanya pendampingan intensif dan dukungan modal usaha agar kelompok "Korleko Fishpreneur" dapat berkembang menjadi usaha mikro yang mandiri dan berdaya saing. DAFTAR PUSTAKA