ANALISIS COMPARATIF PROFITABILITAS PT ASTRA INTERNATIONAL TBK SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 Saudam 1. Imam Nazrudin Latif 2. Rina Masithoh Haryadi 3 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : Saudamtht@gmail. Keywords : Retrun On Assets. Retrun On Equity. Net Profit Margin. ABSTRACT Every company always needs adequate financial performance to find out whether the company's financial condition is good or bad, especially regarding profitability during the Covid 19 pandemic, if the implementation of financial performance is not done properly there will be imbalances so that the company eventually goes bankrupt. The purpose of this thesis research is to determine and analyze the profitability of PT. Astra International Tbk Before and During the Covid-19 Pandemic. On the basis of the theory of profitability in determining the results of calculations. Researchers conducted a comparative analysis of profitability at PT. Astra International Tbk using analytical techniques, namely by comparing the profitability ratio before the COVID-19 pandemic with the profitability ratio during the COVID-19 pandemic using the variables Retrun On Assets. Retrun On Equity, and Net Profit Margin. The result of the research states that the comparative analysis of the profitability of PT. Astra International Tbk before and during the COVID-19 pandemic experienced an increase in profits in the 3rd quarter compared to the 1st and 2nd quarters of 2020. Based on the above, it can be seen that the hypothesis proposed by the researchers was rejected, because the profitability of PT Astra International Tbk increased during the Covid 19 pandemic. PENDAHULUAN PT. Astra International Tbk didirikan pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, telah dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, sebagai perusahaan general trading yang berdomisili di Jakarta. Indonesia dimana awalnya tergabung dalam perdagangan agricultural. Saat ini Astra merupakan salah satu kesatuan kelompok bisnis yang terbesar di Indonesia, yang terbagi kedalam manufaktur dan distribusi automobile, komponen dan peralatan berat pada akhir tahun 1960-an. Dimana Astra memiliki sedikitnya enam divisi bisnis seperti: otomotif, pelayanan keuangan . inancial servic. , peralatan berat, agribisnis, teknologi informasi, dan infrastuktur. Astra memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain: Astra Argo Lestari Tbk (AAL). Astra Graphia Tbk (ASGR). Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan United Tractors Tbk (UT). Selain itu Astra juga memiliki satu perusahaan asosiasi yang juga tercatat di BEI, yaitu Bnak Permata Tbk (BNLI). PT Astra International Tbk mengalami tantangan bisnis sepanjang pandemi covid19 seperti adanya fenomena yang melanda di Indonesia yang membuat pangsa pasar astra melemah dikarenakan adanya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) selama pandemi covid-19 sehingga terjadi pelemahan ekonomi yang berdampak besar dengan merosotnya penjualan dan kualitas korporasi sehingga mengakibatkan penurunan kontribusi di semua segmen. Seharusnya itu diperlukan adannya pembanding yang bisa dipakai untuk melihat baik tidaknya angka yang dicapai oleh perusahaan pasca pandemi covid 19 dan sebelum pandemic covid 19 dengan menggunakan analisis rasio profitabilitas. Manajemen Keuangan Keuangan merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya semakin berkembang dan memperoleh laba yang diinginkan. Melalui kegiatan penjualan perusahaan, mengarahkan dan mengendalikan barang makanan yang dihasilkannya pada perusahaan suksesnya sangat tergantungn pada pengelolaan yang baik dan tepat dalam mengkoordinasi variabelvariabel yang berada didalamnya. Menurut Kasmir . Manajemen keuangan adalah AuSegala aktfitas yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana untuk membiayai usahanya, mengelola dana tersebut sehingga tujuan perusahaan tercapai, dan pengelolaan asset yang dimiliki secara efektif dan efesienAy. Laporan keuangan Manajemen keuangan tidak bisa terlepas dari laporan keuangan, oleh karena itu perlu pembahasan singkat mengenai laporan keuangan. Agar memperoleh gamba yang jelas mengenai laporan keuangan. Rasio Profitabilitas Profitabilitas adalah kegiatan analisis laporan keuangan meliputi perhitungan dan interpretasi rasio keuangan yang memberikan informasi secara terinci terhadap hasil interpretasi mengenai prestasi yang dicapai perusahaa, serta masalah yang mungkin terjadi dalam perusahaan. Rasio profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan. Kinerja Keuangan Menurut Bastian (Handayani, 2013:. AuKinerja adalah gambaran tingkat pencapaian pelaksanan suatu kegiatan,program dan kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan skema strategi . trategic plannin. suatu organisasiAy. METODE Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui 2 ( Dua ) tahap yaitu tahap pertama studi pustaka berupa pengumpulan data seperti dari PT BURSA EFEK INDONESIA lewat situs link : w. id dan laporan yang dipublikasikan. Tahap kedua adalah mengumpulkan data-data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini. Alat Analisis Berdasarkan pada kerangka pikir dan model analisis dalam penelitian ini maka kemudian data yang akan diuji dengan dengan teknik analisis kuantitatif yang jika dimasukan dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas PT. Astra International Tbk. Dengan menggunakan metode perhitungan (ROA. ROE. NPM ). Menurut Hery . 6:193-. :AyRasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat asset yang tertentu, untuk memperoleh rasio tersebut digunakan rumus berikut ini : Menurut Hery . 6:194-. :Ay Rasio ini mengkaji sejauh mana suatu perusahaan mempergunakan sumber daya yang dimiliki untuk mampu memberikan laba atas untuk memperoleh rasio tersebut digunakan dengan rumus berikut ini: Adapun rumus untuk mencari Net Profit Margin menurut Hery . Pengujian Hipotesis Pengujian Hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Hipotesis diterima apabila kinerja keuangan PT. Astra International Tbk ditinjau dari profitabilitas mengalami penurunan selama pandemi covid-19. Hipotesis ditolak apabila kinerja keuangan PT. Astra International Tbk ditinjau dari profitabilitas mengalami kenaikan selama pandemi covid-19. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Retrun On Assets Retrun On Assets . engembalian ase. Menurut Hery . 6:193-. :AyRasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat asset yang tertentu. Tabel. 1 : Analisis Retrun On Assets Data triwulan ROA sebelum pandemi covid 19 tahun 2019: ROA Tahun Triwulan 1 Triwulan 2 Triwulan 3 Sumber : Data diolah, 2020 Tabel. 2 : Analisis Retrun On Assets Data triwulan ROA selama pandemi covid 19 tahun 2020: ROA Tahun Triwulan 1 Triwulan 2 Triwulan 3 Sumber Data: Data diolah, 2021 Berdasarkan perbandingan diatas hasil analisis Return On Assets untuk triwulan 1 pada tahun 2020 lebih besar dibanding triwulan 2 pada tahun 2020 sehingga dapat dikatakan bahwa PT Astra International Tbk mengalami penurunan pada triwulan 2 pada Sedangkan Return On Assets pada triwulan 3 tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 6. 62% dibanding triwulan 2 pada tahun 2020 sebesar 5. 25%, sehingga dapat dikatakan PT Astra International Tbk pada triwulan 3 di tahun 2020 mengalami Analisis Retrun On Equity Retrun On Equity Menurut Hery . adalah kemampuan perusahaan dalam mengahasilkan laba bersih dari modal pemegang saham perusahaan. Tabel. 3 : Analisis Retrun On Equity Data triwulan ROE sebelum pandemi covid 19 tahun 2019: ROE Tahun Triwulan 1 Triwulan 2 Triwulan 3 Sumber : Data diolah, 2021 Tabel. 4 : Analisis Retrun On Equity Data triwulan ROE selama pandemi covid 19 tahun 2020: ROE Tahun Triwulan 1 Triwulan 2 Triwulan 3 Sumber : Data diolah, 2021 Berdasarkan perbandingan diatas hasil analisis Return On Equity untuk triwulan 1 lebih besar dibanding triwulan 2 pada tahun 2020 sehingga dapat dikatakan bahwa PT Astra International Tbk mengalami penurunan pada triwulan 2 ditahun 2020. Sedangkan Return On Assets pada triwulan 3 tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 11. dibanding triwulan 2 pada tahun 2020 sebesar 9. 83%, sehingga dapat dikatakan PT Astra International Tbk pada triwulan 3 di tahun 2020 mengalami kenaikan Analisis Net Profit Margin Net Profit Margin (NPM) Menurut Brigham dan Houston . adalah mengukur besarnya laba bersih perusahaan dibandingkan dengan penjualannya. Tabel. 5 : Analisis Net Profit Margin Data triwulan NPM sebelum pandemi covid 19 tahun 2019: NPM Tahun Triwulan 1 Triwulan 2 Triwulan 3 Sumber : Data diolah, 2021 Tabel. 6 : Analisis Net Profit Margin Data triwulan NPM selama pandemi covid 19 tahun 2020: NPM Tahun Triwulan 1 Triwulan 2 Triwulan 3 Sumber : Data diolah, 2021 Berdasarkan perbandingan diatas hasil analisis Net Profit Margin untuk triwulan 1 pada tahun 2020 lebih kecil dibanding triwulan 2 pada tahun 2020 sehingga dapat dikatakan bahwa PT Astra International Tbk mengalami kenaikan pada triwulan 2 pada Sedangkan Return On Assets pada triwulan 3 tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 25. 3% dibanding triwulan 2 pada tahun 2020 sebesar 35. 6%, sehingga dapat dikatakan PT Astra International Tbk pada triwulan 3 di tahun 2020 mengalami Pembahasan Berdasarkan hasil analisis perbandingan sebelum dan selama pandemi covid 19 yang telah di paparkan sebelumnya, maka selanjutnya akan dilakukan pembahasan sampai sejauh mana perolehan keuntungan PT Astra International Tbk. Sebagai berikut: Profitabilitas (ROA) selama pandemi covid 19 tahun 2020 lebih tinggi dari sebelum pandami covid 19 tahun 2019 pada PT Astra International Tbk. Retrun On Assets digunakan untuk mengetahui kinerja perusahaan berdasarkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan jumlah aset yang Semakin besar ROA maka semakin baik keadaan perusahaan karena menunjukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang tersedia bagi para pemegang saham dengan seluruh aset yang dimiliki oleh perusahaan. Rumus ROA yaitu laba bersih dibagi jumlah Aset. Laba bersih . aba tahun berjala. adalah laba sebelum pajak pengahsilan serta dikurangi dengan beban pajak penghasilan. Jumlah aset yaitu aset lancar ditambah dengan aset tidak lancar. Berdasarkan hasil perbandingan pasar statistik rasio keuangan menunjukan bahwa ROA sebelum dan selama pandemi covid 19 mengalami peningkatan ditriwulan 3 dibanding triwulan 2, dilihat dari kinerja Grup PT Astra International Tbk (Gru. selama sembilan bulan pertama tahun 2020 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama akibat dari pandemi COVID-19 dan kinerja PT Astra International Tbk pada triwulan ketiga menunjukkan beberapa perbaikan dibandingkan dengan kinerja pada triwulan Kesatu dan kedua karena sebagian pembatasan terkait pandemi mulai dilonggarkan. Langkah Ae Langkah yang diambil oleh pihak PT Astra International Tbk dalam Meningkatkan laba perusahaan dengan melakukan beberapa strategi marketing disetiap anak perusahaan yang berada di Grup PT Astra International Tbk. Nilai aset bersih per saham pada 30 September 2020 sebesar Rp3. meningkat 5% dari nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, mencapai Rp4,4 triliun pada 30 September 2020, dibandingkan utang bersih sebesar Rp22,2 triliun pada akhir tahun 2019, setelah diterimanya hasil penjualan saham Bank Permata pada bulan Mei 2020. Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup menurun dari Rp45,8 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp43,0 triliun pada 30 September 2020. Laba bersih Grup pada triwulan ketiga tahun 2020 meningkat dibandingkan dengan triwulan kedua, didukung oleh segmen Otomotif dan Agribisnis. Namun demikian, kinerja operasional dari sebagian besar segmen bisnis masih tertekan secara signifikan. Profitabilitas (ROE) selama pandemi covid 19 tahun 2020 lebih tinggi dari sebelum pandemi covid 19 tahun 2019 pada PT Astra International Tbk. Retrun On Equity laba bersih setelah pajak terhadap modal sendiri yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bagi pemegang saham perusahaan. Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham. Tetapi pada rasio ini terdapat kelemahan yaitu tidak memperhitungkan adanya deviden maupun capital gain untuk pemegang saham. Rumus ROE yaitu laba bersih dibagi jumlah eakuitas. Jumlah ekuitas yaitu ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas induk ditambah dengan kepentingan non pengendali . aporan yang menggabungkan induk dan semua anak perusahaan yang dikendalikan oleh indu. Berdasarkan hasil perbandingan pasar statistik rasio keuangan menunjukan bahwa ROE sebelum dan selama pandemic covid 19 mengalami peningkatan ditriwulan 3 dibanding triwulan 2, dilihat dari kinerja Grup PT Astra International Tbk (Gru. selama sembilan bulan pertama tahun 2020 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama akibat dari pandemi COVID-19 dan kinerja PT Astra International Tbk pada triwulan ketiga menunjukkan beberapa perbaikan dibandingkan dengan kinerja pada triwulan Kesatu dan kedua karena sebagian pembatasan terkait pandemi mulai dilonggarkan. Langkah Ae Langkah yang diambil oleh pihak PT Astra International Tbk dalam Meningkatkan laba perusahaan dengan melakukan beberapa strategi marketing disetiap anak perusahaan yang berada di Grup PT Astra International Tbk. Laba bersih Grup pada triwulan ketiga tahun 2020 meningkat dibandingkan dengan triwulan kedua, didukung oleh segmen Otomotif dan Agribisnis. Namun demikian, kinerja operasional dari sebagian besar segmen bisnis masih tertekan secara signifikan. Profitabilitas (NPM) selama pandemi covid 19 tahun 2020 lebih rendah dari sebelum pandemic covid 19 tahun 2019 pada PT Astra International Tbk. Net Profit Margin (NPM) adalah perhitungan rasio yang digunakan untuk melihat persentase laba bersih terhadap penjualan sehingga dapat diketahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada periode Net Profit Margin (NPM) adalah perbandingan rasio antara laba bersih dengan total penjualan. Rasio ini sangat penting diketahui karena berhubungan dengan strategi yang akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan kinerja Berdasarkan hasil perbandingan pasar statistik rasio keuangan menunjukan bahwa NPM sebelum dan selama pandemi covid 19 mengalami penurunan ditriwulan 3 dibanding triwulan 2, dilihat dari kinerja Grup PT Astra International Tbk (Gru. selama sembilan bulan pertama tahun 2020 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama akibat dari pandemi COVID-19 dan kinerja PT Astra International Tbk mengalami fluktuasi di tahun 2020. Langkah Ae Langkah yang diambil oleh pihak PT Astra International Tbk dalam Meningkatkan laba perusahaan dengan melakukan beberapa strategi marketing disetiap anak perusahaan yang berada di Grup PT Astra International Tbk. Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada sembilan bulan pertama tahun 2020 sebesar Rp130,3 triliun, menurun 26% dibandingkan dengan ssperiode yang sama tahun lalu. Laba bersih, setelah memasukkan keuntungan dari penjualan saham Bank Permata, sebesar Rp14,0 triliun, menurun 12% dibandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun 2019. Tanpa memasukkan keuntungan dari penjualan tersebut, laba bersih Grup menurun 49% menjadi Rp8,2 triliun, terutama karena penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan, yang disebabkan oleh dampak pandemi COVID-19 dan penerapan langkah-langkah penanggulangannya, serta penurunan harga batu bara. Laba bersih segmen otomotif Grup menurun 70% menjadi Rp1,8 triliun, yang mencerminkan penurunan volume penjualan yang signifikan. Segmen otomotif Grup kembali mencatatkan keuntungan pada triwulan ketiga setelah mengalami kerugian bersih pada triwulan kedua, akibat dari peningkatan volume penjualan menyusul pelonggaran penerapan langkah- langkah penanggulangan pandemi yang menyebabkan penutupan sementara pabrik dan dealer pada triwulan Berikut adalah ikhtisarnya: Penjualan mobil nasional menurun 51% menjadi 372. 000 unit pada sembilan bulan pertama tahun 2020 . umber: Gaikind. Penjualan mobil Astra pada periode tersebut menurun 51% menjadi 192. 400 unit, dengan pangsa pasar stabil sebesar 52%. Pada triwulan ketiga tahun 2020, penjualan mobil Astra meningkat menjadi 53. 000 unit, dari 9. 700 unit pada triwulan kedua. 13 model baru dan 15 model revamped telah diluncurkan pada periode sembilan bulan pertama tahun 2020. Penjualan sepeda motor secara nasional menurun 42% menjadi 2,9 juta unit pada sembilan bulan pertama tahun 2020 . umber: Kementerian Perindustria. Penjualan Astra atas sepeda motor Honda menurun 38% menjadi 2,3 juta unit. Pada triwulan ketiga tahun 2020, penjualan sepeda motor Astra meningkat menjadi 849. 000 unit, dari 244. 000 unit pada triwulan kedua. 4 model baru dan 9 model revamped telah diluncurkan pada periode sembilan bulan pertama tahun 2020. Bisnis komponen otomotif Grup dengan kepemilikan 80%. PT Astra Otoparts Tbk (AOP), mencatatkan rugi bersih sebesar Rp243 miliar dibandingkan laba bersih sebesar Rp512 miliar pada periode yang sama tahun lalu, terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen pabrikan (OEM/original equipment manufacture. , pasar suku cadang pengganti (REM/replacement marke. dan segmen ekspor. Laba bersih bisnis jasa keuangan Grup menurun 36% menjadi Rp2,8 triliun selama periode ini, terutama disebabkan oleh peningkatan provisi guna menutupi peningkatan kerugian kredit bermasalah pada bisnis pembiayaan konsumen dan alat berat. Berikut adalah ikhtisarnya: Bisnis pembiayaan konsumen Grup mengalami penurunan nilai pembiayaan baru sebesar 21% menjadi Rp50,7 triliun. Kontribusi laba bersih dari Grup perusahaan yang fokus pada pembiayaan mobil menurun 39% menjadi Rp669 miliar, sementara kontribusi laba bersih dari PT Federal International Finance (FIF) yang fokus pada pembiayaan sepeda motor menurun 37% menjadi Rp1,2 triliun. Kedua penurunan tersebut disebabkan oleh provisi kerugian pinjaman yang lebih tinggi, karena peningkatan kredit bermasalah. Total pembiayaan baru yang disalurkan oleh unit usaha Grup yang fokus pada pembiayaan alat berat turun sebesar 15% menjadi Rp2,7 triliun. Kontribusi laba bersih dari segmen ini menurun 54% menjadi Rp35 miliar. PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astr. , perusahaan asuransi umum Grup, mencatat penurunan laba bersih sebesar 3% menjadi Rp785 miliar, disebabkan penurunan underwriting income. Perusahaan patungan asuransi jiwa Grup. PT Astra Aviva Life (Astra Lif. menambah lebih dari 1. 000 nasabah baru asuransi jiwa perorangan dan 55. 000 nasabah baru asuransi program kesejahteraan karyawan selama periode ini. Laba bersih Grup dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi menurun sebesar 40% menjadi Rp3,1 triliun, terutama disebabkan oleh penjualan alat berat dan volume kontrak penambangan yang lebih rendah, akibat melemahnya harga batu bara. Berikut adalah ikhtisarnya: PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan penurunan laba bersih sebesar 38% menjadi Rp5,3 triliun. Penjualan alat berat Komatsu menurun 54% menjadi 1. 191 unit. Pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan juga menurun. Bisnis kontraktor penambangan. PT Pamapersada Nusantara (PAMA), mencatat penurunan volume pengupasan lapisan tanah . verburden remova. sebesar 16% menjadi 631 juta bank cubic metres dan penurunan produksi batu bara sebesar 12% menjadi 85 juta ton. Anak perusahaan UT di bidang pertambangan melaporkan peningkatan penjualan batu bara sebesar 11% menjadi 7,1 juta ton, termasuk penjualan 1,2 juta ton coking coal. Namun, kinerja bisnis ini juga terdampak harga batu bara yang lebih rendah. PT Agincourt Resources, anak perusahaan yang 95% sahamnya dimiliki UT, melaporkan penurunan penjualan emas sebesar 16% menjadi 256. 000 ons. Perusahaan kontraktor umum yang 64,8% sahamnya dimiliki UT. PT Acset Indonusa Tbk (Acse. , melaporkan rugi bersih sebesar Rp753 miliar terutama karena perlambatan penyelesaian beberapa proyek yang sedang berjalan dan berkurangnya pekerjaan konstruksi proyek selama masa pandemi COVID-19. Pada bulan September 2020. Acset memperoleh dana sebesar Rp1,5 triliun dari rights issue untuk mengurangi pinjaman dan memperkuat struktur permodalannya. Sesudah rights issue, kepemilikan UT di Acset meningkat dari 50,1% menjadi 64,8%. Laba bersih dari segmen agribisnis Grup mencapai Rp464 miliar, meningkat secara signifikan dibandingkan laba bersih pada sembilan bulan pertama tahun 2019, terutama karena harga minyak kelapa sawit yang lebih tinggi. Berikut adalah ikhtisarnya: PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL) yang 79,7% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan peningkatan laba bersih dari Rp111 miliar menjadi Rp583 miliar, terutama disebabkan oleh meningkatnya harga minyak kelapa sawit sebesar 27% menjadi Rp8. 194/kg. Volume penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya menurun sebesar 12% menjadi 1,5 juta ton. Berdasarkan pembahasan dan penelitian diatas maka hipotesis dapat dinyatakan ditolak. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Profitabilitas dilihat dari Return On Assets. Return On Equity, dan Net Profit Margin bahwa tingkat kinerja keuangan pada PT Astra International Tbk mengalami peningkatan selama pandemi covid 19 dikarnakan adanya pelonggaran pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) oleh pemerintah, seperti memberi kesempatan terhadap PT Astra International Tbk untuk melakukan pergerakan dalam menekan penurunan laba selama pandemi covid 19 dengan memberi penawaran yang sangat bagus sehingga membuat konsumen tertarik untuk membeli produk PT Astra International Tbk. Maka dapat dikatakan bahwa Hipotesis dinyatakan ditolak. Saran Berdasarkan simpulan pada analisis comparatif profitabilitas PT. Astra International Tbk sebelum dan selama pandemi covid 19, maka peneliti menyarankan: Bagi Perusahaan : Perusahaan harus lebih meningkatkan kinerja keuangan agar dapat mencapai target yang diinginkan, sebaliknya jika perusahaan mempunyai kinerja keuangan yang buruk maka akan beresiko bagi perusahaan itu sendiri. Bagi Peneliti Selanjutnya : Diharapkan peneliti selanjutnya yang menggunakan peneliti yang sama disarankan untuk menambah variabel-variabel lain dan juga memperpanjang tahun periode pengamatan penelitian, sehingga data yang diolah lebih mewakilkan perbedaan yang didapat perusahaan. REFERENCES