AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 ANALISIS PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) TERHADAP EFISIENSI DAN PENDAPATAN UMKM DI KOTA KOTAMOBAGU Aprilia Pingkan Victoria Saroinsong1. Nikolas Fajar Wuryaningrat2. Pebisitona Mesajaya Purba3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Manado1,2,3 21304018@unima. Abstrak Kemajuan teknologi digital telah mendorong perubahan pola transaksi keuangan pada usaha kecil, termasuk di sektor UMKM. Salah satu inovasi yang banyak digunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan keamanan transaksi. Studi ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh penggunaan QRIS terhadap efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan UMKM di Kota Kotamobagu. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada tujuh pelaku UMKM sektor kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS mempercepat transaksi, mempermudah pencatatan keuangan, serta mengurangi risiko kesalahan dan kehilangan uang tunai. Selain itu. QRIS mendorong peningkatan pendapatan melalui perluasan jangkauan konsumen, peningkatan transaksi, dan membangun citra profesionalisme usaha. Temuan ini menegaskan bahwa QRIS berperan penting dalam mendukung transformasi digital UMKM dan meningkatkan daya saing di era ekonomi digital. Kata Kunci: QRIS. UMKM. Efisiensi Operasional. Pendapatan. Transaksi Digital Abstract The significant advancement of digital technology has transformed financial transaction patterns among small business, particularly Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. One widely adopted innovation is the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), which provide convenience, speed, and security in transactions. The purpose of this study aims to analyze the impact of using QRIS on operational efficiency and revenue growth of MSMEs in Kotamobagu City. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation among seven culinary sector MSMEs. The results of the study indicate that QRIS accelerates transactions, simplifies financial recording-keeping, and reduces the risk of errors and cash loss. Additionally. QRIS drives income growth through expanded customer reach, increased transactions, and the establishment of a professional business image. These findings confirm that QRIS plays a crucial role in supporting the digital transformation of MSMEs and enhancing their competitiveness in the digital economy era. Key words: QRIS. MSMEs. Operational Efficiency. Revenue. Digital Transactions AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 PENDAHULUAN Kemajuan tekonologi digital membawa perubahan besar dalam sistem transaksi keuangan, termasuk pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu inovasi penting yang banyak digunakan adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sebuah standar pembayaran berbasis QR yang dikembangkan Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). QRIS memudahkan transaksi dengan mengintegrasikan berbagai layanan transaksi keuangan ke dalam satu kode QR, sehingga lebih praktik, cepat, aman, dan efisien. Sejak diluncurkan pada 2019, penggunaan QRIS tumbuh pesat. Data Bank Indonesia . mencatat sebanyak 26,7 juta merchant/pelaku usaha telah menggunakan QRIS yang mayoritas, yaitu 91,4% berasal dari UMKM. Jumlah transaksi mencapai 1,03 miliar pada tahun 2022, meningkat 86% dibandingkan tahun Di Sulawesi Utara, jumlah merchant QRIS mencapai 307. 700 dan pengguna QRIS sekitar 489. 133 orang (BI Sulawesi Utara, 2. Angka ini menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi instrumen penting dalam digitalisasi transaksi, terutama bagi UMKM. Bagi UMKM, pengguna QRIS tidak hanya mempercepat transaksi dan meningkatkan keamanan, tetapi juga mendukung pencatatan keuangan digital dan memperluas akses pasar. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat daya saing UMKM yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, yakni sekitar 60% terhadap PDB dan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar (Kemenkop UKM, 2. Di Kota Kotamobagu, jumlah UMKM mencapai 6. 720 unit pada tahun 2024 dengan dominasi sektor kuliner, kerajinan, fashion, dan jasa (Disdagkop-UKM Kotamobag. Hasil observasi awal menunjukkan sebagian pelaku UMKM sudah menggunakan QRIS, meskipun penerapannya belum merata karena keterbatasan literasi digital dan masih kuatnya preferensi pembayaran tunai. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi sekaligus tantangan dalam pemanfaatan QRIS sebagai instrument peningkatan efisiensi operasional dan pendapatan UMKM. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan QRIS dapat meningkatkan efisiensi operasional UMKM di Kota Kotamobagu, khususnya dalam hal percepatan transaksi, penghematan biaya, pencatatan keuangan yang lebih teratur, serta pengurangan risiko kesalahan dan kehilangan uang tunai. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai sejauh mana penggunaan QRIS berdampak terhadap peningkatan pendapatan UMKM, baik dari sisi nilai transaksi maupun perluasan jangkauan konsumen. Studi ini diharapkan dapat menyumbangkan perspektif teoritis bagi pengembangan literatur ilmiah mengenai transformasi digital UMKM melalui sistem pembayaran non-tunai, kontribusi praktis berupa rekomendasi strategis bagi pelaku usaha dalam mengoptimalkan pemanfaatan QRIS guna meningkatkan efisiensi dan pendapatan, serta kontribusi kebijakan sebagai masukan bagi pemerintah daerah dan regulator dalam memperkuat program digitalisasi transaksi dan pendampingan UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 TINJAUAN TEORITOS DAN HIPOTESIS Akuntansi Akuntansi dipandang sebagai suatu rangkaian sistem informasi yang berperang penting dalam dunia usaha karena dapat mencatat, mengolah, dan menyajikan data keuangan menjadi informasi yang bermanfaat. Menurut Walter . dalam Afif, . , akuntansi berfungsi untuk memantau kegiatan bisnis, mengubah data menjadi laporan, serta mengomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang membutuhkan sebagai dasar pengambilan keputusan yang memengaruhi jalan usahanya. Sejalan dengan hal tersebut. Warren, dkk. dalam Afif . menjelaskan bahwa akuntansi adalah sistem informasi yang menyajikan laporan kepada para pemangku kepentingan mengenai aktivitas dan kondisi keuangan suatu entitas. Dengan demikian, akuntansi tidak hanya sebatas pencatatan transaksi, melainkan juga mencakup penyajian informasi yang akurat agar dapat digunakan dalam pengendalian dan perencanaan usaha. Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan ringkasan dari proses akuntansi yang menyajikan informasi mengenai kondisi keuangan, hasil usaha, serta perubahan posisi ekonomi suatu entitas dalam periode tertentu. Menurut Munawir . dalam Dharma et al. , laporan keuangan berfungsi sebagai media penyampaian informasi bagi pihak yang membutuhkan data keuangan. Sementara itu. Kasmir . dalam Mulyati et al. , menegaskan bahwa tujuan laporan keuangan adalah memberikan gambaran mengenai aset, kewajiban, modal, pendapatan, dan beban yang dimiliki perusahaan. Pada umumnya, laporan keuangan mencakup laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan. Komponen-komponen ini menyajikan informasi yang saling melengkapi, mulai dari kinerja usaha, pergerakan modal, hingga aliran kas yang terjadi. Bagi pelaku UMKM, laporan keuangan tidak hanya menjadi dasar dalam menilai kinerja usaha, tetapi juga penting untuk mendukung perencanaan bisnis, pengambilan keputusan, dan pemenuhan kewajiban perpajakan. Akuntansi dan Pencatatan Keuangan UMKM Menurut Muljanto . , akuntansi adalah proses terstruktur untuk menyajikan informasi keuangan yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Bagi UMKM, akuntansi bermanfaat untuk mengetahui kinerja usaha, memisahkan harta pribadi dan usaha, menyusun anggaran, menghitung pajak, serta memantau arus kas. Pencatatan keuangan merupakan bagian yang penting dari akuntansi. Dengan pencatatan yang rapi. UMKM dapat menyusun laporan sederhana seperti laba rugi, neraca, dan arus kas sebagai dasar evaluasi kinerja. Dalam praktiknya, pencatatan UMKM masih sederhana, namun tetap harus berlandaskan prinsip dasar akuntansi. Hadirnya sistem pembayaran digital seperti QRIS membantu pencatatan keuangan, karena setiap transaksi otomatis tercatat dalam aplikasi. UMKM UMKM atau Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah merupakan bentuk usaha yang bertujuan untuk menghasilkan laba melalui pengendalian proses usaha yang dinamis. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 baik dijalankan secara perorangan ataupun berkelompok menggunakan jumlah modal yang telah ditetapkan (Wijaya . dalam Darea et al. , . Sektor ini dikenal berperan penting terhadap perekonomian Indonesia berkat perannya dalam menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong distribusi pendapatan, serta menjadi fondasi ketahanan ekonomi masyarakat. Sesuai dengan (Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Kemudahan. Pelindungan. Dan Pemberdayaan Koperasi Dan Usaha Mikro. Kecil. Dan Menengah, usaha ini dikategorikan ke dalam tiga jenis, yaitu usaha mikro, kecil, dan Usaha mikro merupakan usaha produktif berskala perorangan dengan modal usaha kecil adalah entitas ekonomi yang berdiri sendiri dan tidak berafilasi langsung dengan usaha yang lebih besar. sementara usaha menengah memiliki kapasitas yang lebih besar baik dari segi aset maupun omzet tahunan. Pembagian ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam memberikan dukungan dan kebijakan yang sesuai untuk pengembangan UMKM. Teknologi Keuangan (Financial Technolog. Bank Indonesia dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial, mendefinisikan teknologi finansial sebagai penggunaan teknologi dalam sistem keuangan yang menghasilkan produk, layanan, teknologi, dan/atau model bisnis baru yang dapat berdampak pada stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, serta efisiensi, kelancaran, keamanan, dan keandalan sistem pembayaran. Financial Technology (Fintec. merupakan penggabungan antara sistem keuangan dan teknologi yang menghadirkan berbagai inovasi dalam layanan keuangan, baik sebagai sarana pembayaran, penyimpanan uang, maupun layanan pinjaman. Perkembangan fintech di Indonesia ditandai dengan semakin menjamurnya aplikasi layanan keuangan digital yang menunjukkan peralihan masyarakat dari sistem keuangan tradisional menuju sistem berbasis teknologi. Pergeseran ini didorong oleh faktor kecepatan, kemudahan akses, serta efisiensi yang ditawarkan fintech dalam memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat (Safitri, 2. Sistem Pembayaran Digital/Non Tunai Menurut Bank Indonesia . , transaksi pembayaran non-tunai adalah jenis transaksi yang dilakukan menggunakan alat pembayaran digital dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan keamanan sistem keuangan. Sistem pembayaran non-tunai dilakukan secara digital tanpa menggunakan uang fisik, sehingga masyarakat dapat bertransaksi setiap waktu, di berbagai tempat, serta dengan berbagai pihak lewat uang Kesadaran masyarakat dan pemerintah terhadap risiko transaksi tunai seperti pencurian, peredaran uang palsu, dan perampokan semakin meningkat, sehingga mendorong peralihan ke metode pembayaran digital. Auliya et al. , . menambahkan bahwa perubahan ini juga mendukung pemerintah dalam memantau serta mengawasi arus transaksi keuangan secara lebih efisien melalui sistem berbasis internet. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan acuan kode QR pembayaran yang diberlakukan oleh Bank Indonesia serta secara resmi diluncurkan tanggal 17 Agustus 2019. QRIS dikembangkan bersama Asosiasi Sistem Pembayaran AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Indonesia (ASPI) agar proses transaski dengan QR code dapat lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH). ((Bank Indonesi. Menurut ASPI. QRIS terdiri dari dua kategori utama, yaitu QRIS Merchant dan QRIS Customer. A QRIS Merchant ditujukan bagi pemilik usaha (UMKM, toko, restoran, dan penyedia layanan lainny. agar dapat menerima pembayaran digital menggunakan kode QR standar QRIS. Merchant dapat menerima transaksi dari berbagai dompet digital seperti GoPay. OVO. DANA. LinkAja, maupun bank yang mendukung sistem pembayaran QR. QRIS Merchant terbagi lagi menjadi: QR Statis, yaitu kode QR yang dicetak dan dapat digunakan berulang tanpa perlu dibuat ulang. Jenis ini umum digunakan oleh usaha mikro dan kecil, di mana konsumen cukup memindai QR, memasukkan nominal, lalu melakukan pembayaran. QR Dinamis, yaitu kode QR yang secara otomatis mencantumkan nilai transaksi, sehingga pelanggan tidak perlu memasukkan nominal secara Jenis ini ideal untuk usaha menengah dan besar dengan volume tranaksi tinggi. QR Merchant-Presented Mode (MPM) Crossborder, yaitu QRIS yang memungkinkan turis mancanegara melakukan pembayaran di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran asal negaranya. Sebaliknya, turis Indonesia juga dapat berbelanja di negara lain seperti Thailand. Malaysia, dan Singapura dengan memindai kode QR. QR Customer Presented Mode (CPM) digunakan ketika kode QR ditampilkan dari aplikasi pembayaran milik konsumen. Dalam hal ini, konsumen menunjukkan kode QR dari aplikasinya, lalu merchant melakukan input data transaksi dan memindai kode QR konsumen untuk menyelesaikan pembayaran (Lintang et al. , 2. Selain jenisnya. QRIS juga memberikan berbagai manfaat. Menurut Bank Indonesia. QRIS memberikan keuntungan baik bagi pelaku usaha . maupun Dari sisi merchany. QRIS memungkinkan peningkatan penjualan karena dapat menerima berbagai jenis pembayaran berbasis QR dari semua penyedia layanan. Selain itu. QRIS membantu meningkatkan citra dan identitas usaha, menyesuaikan dengan tren digital, serta lebih efisien karena hanya membutuhkan satu kode QR. QRIS juga mengurangi kebutuhan uang tunai, meminimalisasi risiko menerima uang palsu, menghilangkan keperluan menyediakan uang kembalian, serta mencatat transaksi secara otomatis yang dapat dipantau kapan saja. Lebih lanjut. QRIS membantu pemisahan keuangan usaha dan pribadi, mempermudah proses rekonsiliasi, mencegah kecurangan dalam pembukuan manual, sekaligus membangun profil kredit yang lebih terpercaya sehingga memudahkan akses pembiayaan di masa depan. Dari sisi konsumen. QRIS memberikan proses pembayaran yang efisien, modern, dan tanpa biaya tambahan. Transaksi dapat dilakukan tanpa membawa uang fisik, serta terlindungi karena seluruh penyedia jasa pembayaran QRIS diawasi oleh Bank Indonesia. Efisiensi Operasional Efisiensi operasional merujuk pada kemampuan suatu entitas dalam memanfaatkan sumber daya secara optimal untuk memperoleh hasil yang maksimal. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Menurut Mulyadi dalam Iqbal et al. , . , efisiensi adalah ketepatan cara dalam menjalankan suatu kegiatan dengan meminimalkan penggunan waktu, tenaga, dan Dalam konteks usaha, efisiensi berarti kemampuan pelaku usaha untuk mengurangi pengeluaran sehingga dapat memperoleh hasil usaha yang optimal. Pendapatan Pendapatan merupakan indikator utama dalam menilai kinerja usaha. Dalam akuntansi, pendapatan didefinisikan sebagai arus masuk kas atau peningkatan aktiva yang berasal dari penyerahan barang atau jasa selama suatu periode, yang merupakan aktivitas utama suatu entitas (Kieso et al. , . dalam Windyanita et al. , . Bagi UMKM, pendapatan tidak hanya mencerminkan hasil penjualan, tetapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan, evaluasi kinerja, serta perencanaan pengembangan usaha. Adetia . dalam Alifia et al. , . , menekankan bahwa pendapatan memiliki fungsi penting dalam kegiatan bisnis perdagangan karena pemilik usaha perlu mengetahui jumlah pendapatan yang dihasilkan guna menilai tingkat keberhasilan Hal ini sejalan dengan Khaeria . dalam Pesak et al. , . yang mendefinisikan pendapatan UMKM sebagai total penerimaan dari hasil penjualan barang atau jasa dalam suatu periode tertentu, yang pada akhirnya menjadi sumber penghasilan dan tambahan kekayaan bagi pelaku usaha. METODE PENELITIAN Penelitian ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam pengalaman pelaku UMKM dalam menggunakan QRIS, khususnya terkait dampaknya terhadap efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan. Penelitian kualitatif deskriptif menekankan pada penyajian data dalam bentuk narasi, sehingga hasil penelitian lebih berfokus pada pemahaman makna daripada angka-angka statistik. Dalam penelitian ini digunakan data primer dan data sekunder sebagai sumber Sumber data primer didapatkan langsung melalui wawancata semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik atau pengelola UMKM di Kota Kotamobagu yang menggunakan QRIS. Adapun data sekunder dikumpulkan melalui laporan Bank Indonesia, catatan pemerintah daerah, tulisan ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan Wawancara dilakukan kepada tujuh informan yang merupakan pelaku UMKM sektor kuliner yang telah menggunakan QRIS minimal satu tahun. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung aktivitas transaksi menggunakan QRIS di lokasi usaha. Selain itu, dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan berbagai catatan transaksi digital, laporan keuangan, maupun regulasi terkait penerapan QRIS. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengikuti tahapan menurut Miles dan Huberman . Tahapan tersebut meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Reduksi data dilakukan dengan menyaring dan memilih data yang relevan sesuai fokus penelitian. Setelah itu, data yang telah direduksi disajikan dalam bentuk narasi sehingga lebih mudah dipahami. Langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi, yaitu dengan melakukan interpretasi data untuk menemukan makna dan menarik kesimpulan yang valid. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu membandingkan data dari berbagai sumber, teknik, dan waktu guna memastikan konsistensi serta kebenaran informasi yang diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Penggunaan QRIS Terhadap Efisiensi Operasional UMKM Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QRIS mampu meningkatkan efisiensi operasional UMKM di Kota Kotamobagu. Pertama, proses transaksi menjadi lebih cepat karena pelanggan cukup melakukan pemindaian kode QR tanpa perlu menunggu perhitungan uang tunai dan kembalian. Hal ini mengurangi antrean, meningkatkan kapasitas pelayanan, serta berdampak positif terhadap kepuasan Kedua, penggunaan QRIS menurunkan kebutuhan uang kas kecil. Sebelum adanya QRIS, pelaku usaha harus menukar uang pecahan setiap hari, namun kini semakin berkurang seiring meningkatnya transaksi non-tunai. Selain lebih praktis, kondisi ini juga menekan risiko kehilangan uang tunai. Ketiga, sistem QRIS mendukung pencatatan transaksi secara otomatis. Setiap pembayaran tercatat dalam aplikasi secara real-time, sehingga mempermudah pelaku usaha memantau pendapatan harian hingga bulanan. Hal ini membantu pelaku UMKM beralih dari pencatatan manual menuju sistem yang lebih tertata, akurat, dan transparan. Keempat. QRIS meningkatkan keamanan transaksi karena dana langsung masuk ke rekening usaha dan dapat dipantau melalui aplikasi. Dengan demikian. QRIS tidak hanya mempercepat proses pembayaran, tetapi juga memperkuat pengelolaan kas dan pengendalian internal usaha. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan QRIS mengurangi potensi kecurangan . dalam transaksi, karena setiap pembayaran terekam secara Hal ini menciptakan rasa aman bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Beberapa pelaku UMKM juga menyatakan bahwa dengan QRIS, mereka lebih mudah menyesuaikan sistem usaha dengan tren digital, sehingga operasional menjadi lebih modern dan relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Penggunaan QRIS Terhadap Peningkatan Pendapatan UMKM Penerapan QRIS turut berkontribusi pada peningkatan pendapatan UMKM. Metode pembayaran digital ini memperluas jangkauan konsumen, khususnya kalangan muda yang lebih terbiasa dengan pembayaran non-tunai melalui dompet digital dan mobile banking. Dengan adanya QRIS. UMKM dapat melayani berbagai kelompok konsumen tanpa lagi terbatas pada ketersediaan uang tunai, sehingga jumlah pelanggan yang bertransaksi meningkat. Selain meningkatkan jumlah pelanggan. QRIS juga mendorong kenaikan nilai Konsumen tidak lagi dibatasi oleh jumlah uang tunai yang mereka bawa, melainkan dapat membayar sesuai kebutuhan melalui saldo digital atau rekening bank. Kondisi ini membuat rata-rata transaksi cenderung lebih besar dibandingkan ketika pembayaran hanya dilakukan secara tunai. Dari sisi citra usaha, penggunaan QRIS memberikan kesan profesional dan Konsumen menilai pelaku usaha yang menyediakan QRIS lebih terpercaya, aman dan mengikuti perkembangan teknologi. Hal ini memperkuat loyalitas pelanggan dan mendorong mereka untuk berulang kali melakukan pembelian. Dampaknya tidak AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 hanya terlihat pada peningkatan pendapatan periode singkat, melainkan turut mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Selain itu. QRIS juga mendukung strategi pemasaran digital. Beberapa pelaku UMKM di Kota Kotamobagu mengintegrasikan promosi di media sosial dengan kemudahan pembayaran menggunakan QRIS, sehingga konsumen dapat langsung melakukan transaksi tanpa hambatan metode pembayaran. Integrasi ini memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan ekspor produk, dan secara tidak langsung menambah volume penjualan. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM mengalami peningkatan omzet setelah menggunakan QRIS. Meskipun kenaikan ini bervariasi, rata-rata pelaku usaha menyatakan bahwa transaksi digital menyumbang porsi yang semakin signifikan dalam total penjualan harian mereka. Dengan demikian. QRIS bukan hanya sekadar alat pembayaran, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan daya saing UMKM di era ekonomi Perbandingan Pendapatan Sebelum dan Sesudah Menggunakan QRIS Hasil wawancara menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pendapatan dan laba bersih setelah penerapan QRIS. Tabel 1. Perbandingan Laporan Keuangan Harian Sebelum dan Sesudah Menggunakan QRIS Keterangan Sebelum Menggunakan Sesudah Menggunakan QRIS . April 2. QRIS . Juni 2. Pendapatan Penjualan Harga Pokok Penjualan . (HPP) Laba Kotor Biaya Operasional: - Gas & Listrik . - Perlengkapan . Usaha Total Biaya Operasional . Laba Bersih Berdasarkan tabel 1, terlihat adanya peningkatan yang cukup signifikan pada kinerja keuangan UMKM setelah menggunakan QRIS. Pendapatan penjualan harian meningkat sebesar Rp650. 000 atau sekitar 76,5% dari sebelumnya Rp850. 000 menjadi Rp1. Laba bersih juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yaitu sebesar Rp430. 000 atau sekitar 91,5% dari Rp470. 000 menjadi Rp900. Meskipun terdapat kenaikan biaya operasional sebesar Rp20. 000, hal tersebut relatif kecil dibandingkan dengan tambahan pendapatan dan keuntungan yang diperoleh. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan QRIS tidak hanya memberikan efisiensi dalam proses transaksi, tetapi juga secara nyata meningkatkan profitabilitas UMKM. Konsumen yang terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital merasa lebih praktis dan nyaman ketika bertransaksi, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah pembelian serta frekuensi transaksi harian. Dengan demikian. QRIS berperan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 penting sebagai instrumen yang mendukung pertumbuhan pendapatan dan daya saing UMKM di era digital. Tantangan Penggunaan QRIS Meskipun QRIS terbukti memberikan kemudahan dan efisiensi, pelaku UMKM di Kota Kotamobagu masih menghadapi beberapa kendala dalam penerapannya. Pertama, masalah sinyal dan jaringan internet masih menjadi hambatan utama. Karena sistem QRIS berbasis internet, kualitas jaringan sangat memengaruhi kelancaran Beberapa informan menyebutkan bahwa transaksi sering tertunda atau gagal ketika koneksi melemah. Hal ini menimbulkan keraguan baik dari sisi penjual maupun pembeli, bahkan dapat menurunkan kepercayaan pelanggan terhadap QRIS. Kedua, terdapat kendala berupa notifikasi pembayaran yang tertunda. Idealnya, konfirmasi pembayaran muncul secara otomatis, namun dalam praktiknya pelaku usaha sering harus membuka aplikasi secara manual untuk memastikan dana masuk. Kondisi ini memperlambat pelayanan, terutama saat usaha sedang ramai, dan dapat menurunkan kepuasan pelanggan. Ketiga, terdapat keterbatasan literasi digital konsumen, khususnya pada kelompok usia lanjut atau konsumen yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Beberapa pelanggan masih mengalami kesulitan dalam memindai kode QR atau bahkan tidak memiliki aplikasi dompet digital. Akibatnya, proses pembayaran menjadi lambat dan terkadang kembali menggunakan uang tunai. Dengan demikian, tantangan penggunaan QRIS tidak hanya terkait dengan faktor teknis seperti jaringan dan sistem aplikasi, tetapi juga menyangkut kesiapan konsumen dalam beradaptasi dengan sistem pembayaran digital. Oleh karena itu, dukungan infrastruktur serta edukasi literasi digital masyarakat menjadi faktor penting untuk memaksimalkan manfaat QRIS bagi UMKM. Sintesis Hasil Secara keseluruhan, penggunaan QRIS terbukti memberikan manfaat signifikan bagi UMKM di Kota Kotamobagu, baik dari sisi efisiensi operasional maupun peningkatan pendapatan. Meskipun masih terdapat kendala teknis dan keterbatasan literasi digital konsumen. QRIS mampu menjadi instrumen penting dalam transformasi digital UMKM. Temuan ini mendukung Technology Acceptance Model (TAM), di mana penerimaan teknologi dipengaruhi oleh persepsi kemudahan dan manfaat yang dirasakan pengguna. Dengan demikian, implementasi QRIS tidak hanya berdampak pada kelancaran transaksi, tetapi juga pada peningkatan daya saing UMKM di era ekonomi digital. PENUTUP Simpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan QRIS pada UMKM di Kota Kotamobagu memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan Dari sisi efisiensi. QRIS mempermudah proses transaksi, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, serta mendukung pencatatan keuangan digital yang lebih tertata dan aman. Dari sisi pendapatan. QRIS memperluas jangkauan konsumen, meningkatkan volume serta nilai transaksi, dan memperkuat citra usaha yang modern dan profesional. Meskipun masih terdapat kendala seperti jaringan internet yang tidak stabil, notifikasi pembayaran yang tertunda, dan keterbatasan literasi digital sebagian AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 konsumen, secara keseluruhan QRIS terbukti berperan sebagai instrumen strategis dalam mendorong transformasi digital dan peningkatan daya saing UMKM di era ekonomi digital. Saran Bagi UMKM, disarankan untuk memanfaatkan QRIS secara konsisten dalam kegiatan operasional sekaligus mengintegrasikannya dengan pencatatan keuangan sederhana. Data transaksi digital dari QRIS sebaiknya digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan agar pengelolaan usaha lebih tertib dan keputusan bisnis lebih tepat. Bagi Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia, perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan yang lebih intensif mengenai manfaat QRIS, tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai sarana pencatatan dan efisiensi usaha. Dukungan berupa edukasi, insentif, serta peningkatan infrastruktur jaringan internet akan memperkuat daya saing UMKM. Bagi masyarakat dan peneliti selanjutnya, masyarakat diharapkan semakin terbiasa menggunakan QRIS dalam transaksi sehari-hari agar manfaatnya lebih Sementara itu, penelitian mendatang dapat memperluas cakupan wilayah atau menggunakan pendekatan kuantitatif untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak QRIS terhadap UMKM. REFERENSI