ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Pengembangan Peran Asistensi Mengajar Mahasiswa dalam Peningkatan Mutu Pembentukan Siswa di UPT SPF SD Inpres Bung Sri Hastati1. Abdul Wahid2. Nur Afni3. Andi Putri Sari4. Nadia Latifatul Jannah5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Islam Makassar dty@uim-makassar. id1, abdulwahid@uim-makassar. dty@uim-makassar. id3, andiputrisari78@gmail. ndia78264@gmail. Abstrak Kualitas pendidikan dasar sangat ditentukan oleh lingkungan belajar yang kondusif dan pendampingan siswa yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kehadiran mahasiswa melalui program Asistensi Mengajar terhadap peningkatan mutu karakter dan suasana belajar di UPTD SPF Inpres Bung. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji aktivitas lima mahasiswa dalam mendampingi 150 siswa selama satu semester. Data diperoleh melalui observasi langsung di kelas, wawancara bersama guru, serta analisis catatan refleksi mahasiswa. Fokus utama penelitian ini adalah peran mahasiswa dalam membantu guru menyampaikan materi pembelajaran serta memberikan bimbingan individual bagi siswa yang mengalami hambatan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa mampu menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Terdapat peningkatan yang signifikan pada tingkat partisipasi dan kedisiplinan siswa, yang berkontribusi pada pencapaian standar perkembangan siswa secara menyeluruh. Selain membantu tugas guru, program ini berhasil memperkuat hubungan kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Kata kunci: Asistensi mengajar, mutu pembentukan siswa. Pendidikan Dasar. Abstract The quality of basic education is largely determined by a conducive learning environment and optimal student support. This study aims to analyze the influence of student attendance through the Teaching Assistance program on improving the character and learning atmosphere at the UPTD SPF Inpres Bung. Using a qualitative approach, this study examined the activities of five students mentoring 150 students over one semester. Data were obtained through direct classroom observations, interviews with teachers, and analysis of student reflection notes. The primary focus of this study was the role of students in assisting teachers in delivering learning materials and providing individual guidance to students experiencing learning difficulties. The results showed that student attendance created a more interactive and student-centered classroom environment. There was a significant increase in student participation and discipline, contributing to the achievement of overall student development standards. In addition to assisting teachers, this program successfully strengthened the collaborative relationship between universities and elementary schools in an effort to improve the quality of education. Keywords: Teaching assistance, student development quality. Elementary Education. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 PENDAHULUAN Peningkatan kualitas pembelajaran menjadi fokus utama dalam dunia pendidikan, terutama pada jenjang pendidikan dasar. Pendidikan sekolah dasar sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa, pengetahuan dasar, dan metode belajar (Imelda & Tulak, 2021. Tangkearung et al. , 2023. Tulak, 2. Namun demikian, pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa banyak lembaga pendidikan dasar terus menghadapi berbagai tantangan dalam upaya mewujudkan pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan sumber daya manusia, baik dari segi jumlah instruktur maupun dari segi menciptakan strategi pengajaran mutakhir yang sesuai dengan kebutuhan siswa (Iskandar 2. Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa proyek bersama telah dibuat, termasuk program asistensi mengajar yang melibatkan mahasiswa dari perguruan tinggi. Lebih dari sekadar menyediakan kesempatan pengabdian bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menandakan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Melalui pendampingan dalam kegiatan belajar mengajar, mahasiswa berperan aktif dalam membantu guru dalam proses pembelajaran, memberikan variasi pendekatan, serta menjadi mitra dalam mendampingi siswa selama kegiatan dikelas berlangsung (Zahara et al. Mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini memiliki peran strategis dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Tugas utama mereka meliputi: meningkatkan kemampuan numerasi siswa, . memperkuat kemampuan literasi, . memfasilitasi integrasi teknologi dalam kegiatan pembelajaran, serta . membantu pelaksanaan kegiatan administratif di lingkungan sekolah (Linda Novia Sari and Cholis Hidayati 2. Kegiatan penelitian ini memberikan pengalaman praktis kepada siswa dalam membangun keterampilan komunikasi, pedagogi, dan manajemen kelas mereka. Diharapkan upaya ini akan sangat meningkatkan kualitas pendidikan dasar di wilayah tersebut dan mendorong kerja sama antara sekolah dasar dan perguruan tinggi (Sipayung et al. Lebih jauh lagi, kehadiran mahasiswa asisten pengajar diharapkan mampu mengisi celah kebutuhan akan pendekatan pembelajaran yang lebih personal dan Dengan rasio jumlah guru dan siswa yang seringkali tidak seimbang, pendampingan mahasiswa memungkinkan setiap siswa mendapatkan perhatian yang lebih spesifik sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Integrasi antara semangat inovasi mahasiswa dan pengalaman profesional guru di sekolah mitra akan menciptakan atmosfer akademik yang lebih segar dan dinamis (Kaharuddin et al. , 2026. Tulak et al. , 2. Pada akhirnya, sinergi ini tidak hanya berdampak pada pencapaian nilai akademik semata, tetapi juga pada pembentukan kepercayaan diri dan kesiapan siswa dalam menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana program Asistensi Mengajar berkontribusi terhadap mutu pembentukan siswa (Helaluddin et al. , 2. Penelitian dilaksanakan di UPTD SPF Inpres Bung dengan melibatkan lima mahasiswa asisten pengajar dan 150 siswa sebagai subjek utama. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat mengamati secara langsung perubahan perilaku dan perkembangan belajar siswa dalam lingkungan sekolah yang sebenarnya. Data dikumpulkan melalui tiga cara utama untuk memastikan informasi yang didapat bersifat akurat. Pertama, dilakukan observasi langsung untuk melihat interaksi mahasiswa dalam mengajar serta respon siswa di dalam kelas. Kedua, dilakukan wawancara formal dengan guru kelas dan mahasiswa untuk mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan karakter siswa. Ketiga, peneliti mengumpulkan dokumen pendukung seperti jurnal harian dan hasil karya siswa sebagai bukti kemajuan belajar Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengelompokan informasi yang penting, penyajian data secara sistematis, dan penarikan kesimpulan. Peneliti memfokuskan analisis pada bagaimana bimbingan khusus dan metode mengajar yang kreatif dari mahasiswa dapat membantu mengatasi kesulitan belajar siswa. Melalui kerja sama yang erat dengan pihak sekolah. Diharapkan studi ini akan menyajikan gambaran yang jelas mengenai strategi pengajaran yang paling efektif untuk meningkatkan standar kualitas pendidikan dan karakter siswa di sekolah dasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pelaksanaan di mulai dari tahap observasi hingga evaluasi, yang dilakukan di UPTD SPF Inpres Bung selama satu semester, mahasiswa berperan aktif sebagai asisten tenaga pendidik dalam menyiapkan persiapan maupun teknik mengajar yang Mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi terkait kondisi lingkungan belajar, pada tahap ini hasil yang di dapatkan tenaga pendidik memiliki tingkat antusias yang tinggi dalam proses mengajar namun berbanding terbalik degan tingkat antusiasme murid yang relatif rendah. Pelaksanaan penelitian dilakukan berupa pendampingan yang di lakukan mahasiswa dalam membantu tenaga pendidik untuk melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan serta melakukan pendampingan siswa selama kegiatan belajar berlangsung. Mahasiswa membantu menyiapkan perangkat ajar seperti modul ajar, festival karya siswa, serta alat peraga sederhana, maupun progam-progam lain yang mendukung tenaga pendidik dalam mendidik siswa. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Gambar 1. Proses Belajar dan Mengajar Selain itu mahasiswa juga membantu pembuatan alat ajar sederhana seperti pembelajaran numerasi berupa pembelajaran berbasis permainan sederhana yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam kegiatan belajar, sehingga meningkatkan minat maupun merangsang pengetahuan siswa dalam belajar. Sumber daya pembelajaran ini dimaksudkan untuk membantu siswa sekolah dasar memahami ide-ide matematika abstrak dengan membuatnya lebih nyata dan mudah dipahami. Siswa telah berhasil menciptakan lingkungan kelas yang lebih menarik dan menyenangkan dengan memadukan bermain dan belajar, yang mengurangi stres dalam mempelajari angka. Inovasi ini juga mendorong siswa untuk berpikir kritis melalui penyelesaian tantangan dalam permainan, yang secara tidak langsung memperkuat fondasi kognitif dan ketekunan mereka dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran di sekolah. Gambar 2. Pembuatan Permainan Sederhana Selain kegiatan di dalam kelas, mahasiswa asisten mengajar juga berperan aktif dalam penyelenggaraan Festival Karya dan Karsa yang diadakan oleh pihak sekolah. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ruang ekspresi yang lebih luas bagi siswa dalam menyalurkan bakat dan minat mereka. Melalui pendampingan mahasiswa, siswa didorong untuk berani bereksperimen dan mengimplementasikan ide-ide kreatif mereka ke dalam bentuk karya nyata. Proses kreatif ini tidak hanya sekadar mengasah keterampilan teknis, tetapi juga secara efektif meningkatkan daya nalar dan pemahaman konseptual siswa terhadap materi yang telah Dengan adanya bimbingan intensif dari mahasiswa, siswa memperoleh kemampuan untuk berkolaborasi dalam kelompok dan memecahkan tantangan secara mandiri, yang pada akhirnya memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter serta peningkatan kualitas hasil belajar mereka secara keseluruhan. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Gambar 3. Festival Karya dan Karsa Selain itu mahasiswa juga ikut aktif dalam membantu peningkatan literasi siswa salah satunya berupa mading, mahasiswa juga membantu guru dalam pengelolaan kelas dan penanaman nilai karakter. Melalui proyek dan aktivitas kelompok, siswa belajar berkolaborasi, hormati pendapat satu sama lain dan bertanggung jawablah atas pekerjaan mereka. Nilai-nilai seperti disiplin, peduli, dan pantang menyerah juga di tanamkan melalui kegiatan refleksi di akhir pembelajaran, dimana mahasiswa dan guru memberikan umpan balik terhadap sikap dan partisipasi siswa (Maya et al. Upaya ini menciptakan budaya literasi yang lebih hidup di lingkungan sekolah, di mana mading menjadi media visual yang memotivasi siswa untuk berani menulis dan membaca karya sesama teman. Selain itu, pendampingan karakter yang dilakukan secara konsisten melalui interaksi sehari-hari membantu membentuk kepribadian siswa yang lebih santun dan teratur. Dengan adanya mahasiswa sebagai figur teladan baru di kelas, siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti aturan sekolah dan menunjukkan perubahan sikap yang positif, baik dalam hubungan sosial antar teman maupun dalam keseriusan mengikuti instruksi guru di dalam kelas. Pendampingan asistensi mengajar memiliki dampak positif yang nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pertama, guru mendapatkan dukungan dalam penyampaian materi, terlebih dalam penyiapan media pembelajaran yang lebih menarik dan efektif, sehingga membantu guru untuk lebih fokus dalam menjelaskan materi inti, sementara asistensi membantu dalam membimbing siswa secara individual maupun kelompok. Partisipasi siswa dalam proses pembelajaran meningkat secara Kehadiran asistensi menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis, siswa merasa lebih diperhatikan dan termotivasi untuk terlibat aktif dalam kegiatan kelas. Siswa juga lebih leluasa bertanya dan berdiskusi, karena adanya figur pendamping yang lebih dekat secara usia dan psikologis. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Gambar 4. Proses diskusi kelompok dalam kegiatan pembelajaran Pendamping juga membantu menjaga ketertiban dan mendampingi siswa yang membutuhkan perhatian khusus, sehingga proses belajar dapat terjadi dengan lebih sukses dan efisien. Guru merasa lebih terbantu dalam mengelola kelas, terutama dalam menghadapi siswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan belajar yang Selain itu, kehadiran mahasiswa pendamping memberikan ruang refleksi profesional bagi guru. Terjadi pertukaran pengalaman dan ide dalam perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran. Guru juga terdorong untuk lebih kreatif dan terbuka terhadap inovasi-inovasi baru yang dibawa oleh generasi pendidik muda. (Maya et al. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa program asistensi mengajar berperan sebagai katalisator yang efektif dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis dalam penyampaian materi, tetapi juga memberikan penyegaran melalui inovasi metode pengajaran yang lebih adaptif dan menyenangkan bagi siswa. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh kualitas kerja sama yang terjalin antara guru kelas dan mahasiswa pendamping, di mana terjadi proses pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang saling menguntungkan. Selain itu, dukungan penuh dari pihak sekolah dalam menciptakan iklim pembelajaran yang terbuka dan kolaboratif menjadi faktor kunci yang memungkinkan program ini berjalan optimal. Melalui sinergi yang kuat, program asistensi mengajar terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, memperkuat pembentukan karakter, dan menciptakan standar baru dalam efektivitas proses belajar mengajar di lapangan. PENUTUP Kegiatan pengabdian di UPTD SPF INPRES BUNG menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam membantu guru menciptakan lingkungan belajar yang baik. Melalui kegiatan-kegiatan kolaborasi antar mahasiswa dan tenaga pengajar serta pendampingan siswa, menjadikan suasana kelas menjadi interaktif, menyenangkan, dan kondusif. Tenaga pendidik merasa terbantu dalam mengelola pembelajaran, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam menerapkan teori pendidikan di lapangan. Secara keseluruhan mahasiswa berkontribusi nyata dalam mendukung guru, meningkatkan mutu pembentukan siswa, dan ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 mengukuhkan peranan strategis masyarakat kampus dalam pengembangan pendidikan Selain itu, keberadaan mahasiswa juga memberikan dampak pada meningkatnya motivasi belajar mandiri siswa melalui pendekatan personal yang lebih fleksibel. Program ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan di sekolah mampu menjawab tantangan pembelajaran yang kompleks secara lebih inovatif. Dengan adanya pendampingan yang berkelanjutan, sekolah tidak hanya mendapatkan bantuan tenaga pengajar tambahan, tetapi juga memperoleh inspirasi dalam pengembangan media pembelajaran yang kreatif. Hal ini menegaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan langkah konkret dalam melakukan akselerasi kualitas pendidikan nasional yang dimulai dari tingkat dasar. Saran Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar pihak sekolah terus memelihara iklim kolaboratif dengan mengadopsi berbagai inovasi pembelajaran kreatif yang telah diinisiasi oleh mahasiswa agar peningkatan mutu siswa dapat berlangsung secara berkelanjutan. Di sisi lain, perguruan tinggi perlu memberikan pembekalan yang lebih intensif terkait manajemen kelas dan penguatan karakter bagi mahasiswa sebelum terjun ke lapangan, guna memastikan kontribusi yang diberikan semakin optimal. Selain itu, diperlukan dukungan kebijakan yang lebih kuat untuk menjamin kontinuitas program asistensi mengajar ini, sehingga sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan dapat terus menjadi solusi nyata dalam mempercepat transformasi kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA