ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Kerangka Sistem Terintegrasi dengan Analisis Siklus Hidup untuk Remediasi Lahan Terkontaminasi pada Lapangan Migas X: Studi Kasus dan Simulasi Biaya-Manfaat An Integrated System Framework with Life Cycle Assessment for Contaminated Land Remediation in Oil & Gas Field X: A Case Study and Cost-Benefit Simulation Muhammad Azhar Zaidan1* 1Teknik Perminyakan. STT MIGAS Balikpapan 1zidanspj90@gmail. Abstract This research develops and tests an integrated system framework for the remediation of crude oil-contaminated land in oil and gas operational areas, aiming to address the main research gap: the lack of a unified model that simultaneously quantifies technical, circular economic, and ecological sustainability aspects. We conducted a real case study at Oil & Gas Field X in Indonesia, contaminated with C10-C40 hydrocarbons . nitial concentration 15,000 mg/k. The methodology includes: . Detailed site characterization, . Design and simulation of a treatment train strategy combining electrokinetic r emediation (EKR) for pollutant mobilization and biostimulation using indigenous microbial consortia and local nutrients, . Life Cycle Costing (LCC) modeling and circularity analysis with scenarios for utilizing treated soil as controlled fill material . ngineered fil. on-site, and . Development of a decision-support flowchart for technology selection based on site-specific parameters. Simulation and analysis results show: The EKR and biostimulation combination can achieve remediation targets (<1,000 mg/k. within 14 months, 25% faster than conventional methods. The circular scheme with material reuse reduces waste volume for transport by up to 60%, translating to direct cost savings of 22-28% of total project costs based on LCC modeling. The main innovation of this framework lies in its integrated decision algorithm that directly links geochemical characterization data with technology choices, circular economy analysis, and SDGs indicators . , 12, . within a single evaluation platform. The framework, proposed and validated through this case study, provides a numerically proven engineering solution, improving cost-time efficiency, closing the material loop on-site, and offering an adaptive protocol for the Indonesian oil and gas industry's sustainable transition. This research has produced a draft technical manual ready for adoption. Keywords: integrated remediation, life cycle costing, electrokinetic, biostimulation, circular economy, oil-contaminated soil Abstrak Penelitian ini mengembangkan dan menguji sebuah kerangka sistem terintegrasi untuk remediasi lahan terkontaminasi minyak mentah di area operasi migas, dengan tujuan mengatasi research gap utama yaitu kurangnya model terpadu yang mengkuantifikasi aspek teknis, ekonomi sirkular, dan keberlanjutan ekologis secara simultan. Kami melakukan studi kasus riil di Lapangan Migas X di Indonesia yang terkontaminasi hidrokarbon C10-C40 . onsentrasi awal 15. 000 mg/k. Metodologi yang dijalankan meliputi: . Karakterisasi site secara detail, . Perancangan dan simulasi strategi treatment train yang menggabungkan electrokinetic remediation (EKR) untuk mobilisasi polutan dan biostimulasi menggunakan konsorsium mikroba indigenous serta nutrisi lokal, . Pemodelan Life Cycle Costing (LCC) dan analisis sirkularitas dengan skenario pemanfaatan treated soil sebagai bahan timbunan terkendali . ngineered fil. di lokasi yang sama, serta . Pengembangan decision-support flowchart untuk pemilihan teknologi berbasis parameter site-spesifik. Hasil simulasi dan analisis menunjukkan: Kombinasi EKR dan biostimulasi dapat mencapai target remediasi (<1. 000 mg/k. dalam 14 bulan, 25% lebih cepat dari metode konvensional. Skema sirkular dengan reuse material mengurangi volume limbah yang harus diangkut hingga 60%, yang diterjemahkan menjadi penghematan biaya langsung sebesar 22-28% dari total proyek berdasarkan pemodelan LCC. Inovasi utama kerangka ini terletak pada algoritma keputusan terintegrasi yang Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 menghubungkan data karakterisasi geokimia secara langsung dengan pilihan teknologi, analisis ekonomi sirkular, dan indikator SDGs . , 12, . dalam satu platform evaluasi. Kerangka yang diusulkan dan divalidasi dengan studi kasus ini memberikan solusi rekayasa yang terbukti secara numerik, meningkatkan efisiensi biaya-waktu, menutup rantai material di lokasi, dan menawarkan protokol yang adaptif bagi industri migas Indonesia untuk transisi berkelanjutan. Penelitian ini telah menghasilkan draft manual teknis yang siap Kata kunci: remediasi terintegrasi, life cycle costing, elektrokinetik, biostimulasi, ekonomi sirkular, tanah terkontaminasi minyak Pendahuluan Aktivitas eksplorasi dan produksi migas tidak terelakkan berpotensi menyebabkan kontaminasi tanah oleh hidrokarbon, baik akibat spill, kebocoran pipa, maupun produced water . Di Indonesia, lahan terkontaminasi pada lapangan migas tua . merupakan tantangan lingkungan dan finansial yang signifikan, dengan potensi biaya remediasi konvensional yang tinggi dan dampak ekologi jangka panjang . Remediasi konvensional seperti landfarming atau landfilling seringkali bersifat end-of-pipe, berbiaya tinggi, tidak mempertimbangkan nilai sisa material, dan dapat meninggalkan jejak karbon yang besar akibat transportasi . State of the art dalam remediasi terkini menunjukkan pergeseran menuju teknologi green dan sustainable remediation (SR) yang mempertimbangkan jejak lingkungan total . Teknologi seperti electrokinetic remediation (EKR) telah terbukti efektif untuk mobilisasi polutan dalam tanah bertekstur halus seperti lempung . , sementara biostimulation dengan nutrisi lokal merupakan pendekatan low-cost untuk degradasi hidrokarbon . Namun, research gap utama yang teridentifikasi adalah kurangnya kerangka kerja terintegrasi yang mampu secara simultan: . mengombinasikan teknologi treatment train secara optimal berdasarkan karakteristik site, . melakukan analisis biaya siklus hidup (Life Cycle Costing/LCC) yang memasukkan nilai ekonomi sirkular . ircular valu. dari material yang diremediasi, dan . memetakan kontribusi langsung terhadap indikator Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitas. , 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawa. , dan 15 (Ekosistem Darata. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak industri migas Indonesia akan protokol remediasi yang efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung operasi yang ramah lingkungan dan memenuhi komitmen ESG (Environmental. Social, and Governanc. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah: . Mengembangkan kerangka sistem terintegrasi untuk remediasi lahan terkontaminasi migas yang mencakup aspek tekno-ekonomi dan keberlanjutan. Menerapkan kerangka tersebut pada studi kasus riil di Lapangan Migas X. Memodelkan dan mensimulasikan kinerja teknikal serta analisis biaya-manfaat . ost-benefi. dengan skenario ekonomi sirkular. Menghasilkan algoritma keputusan . ecision-support flowchar. dan draf manual teknis yang dapat diadopsi oleh industri. Novelty penelitian terletak pada integrasi multidisiplin antara teknik perminyakan, teknik lingkungan, ekonomi sirkular, dan analisis kebijakan keberlanjutan dalam satu model kuantitatif yang kohesif. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan studi kasus dan simulasi berbasis data riil Lapangan Migas X di Sumatera. Ruang lingkup penelitian mencakup area terkontaminasi seluas 0. 5 hektar dengan kedalaman kontaminasi 0-2 meter. Desain penelitian terdiri dari empat tahap utama: Karakterisasi Site dan Identifikasi Polutan: Dilakukan pengambilan sampel tanah secara komposit dan grid. Analisis di laboratorium meliputi penentuan konsentrasi Total Petroleum Hydrocarbons (TPH) C10-C40 dengan metode GC-FID, karakteristik fisika-kimia tanah . ekstur, pH. CEC, kandungan organi. , serta identifikasi dan uji aktivitas konsorsium mikroba indigenous . Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Perancangan dan Simulasi Treatment Train Terintegrasi: Strategi remediasi dirancang sebagai treatment train dua tahap. Tahap pertama adalah aplikasi EKR menggunakan rangkaian elektroda graphite dengan gradien voltase 1. 5 V/cm untuk memobilisasi hidrokarbon terdorong secara elektro-osmotik dan elektroforetik . Simulasi menggunakan software COMSOL MultiphysicsA dilakukan untuk memprediksi distribusi medan listrik, laju migrasi polutan, dan waktu optimal. Tahap kedua adalah biostimulation dengan penambahan nutrien berbasis pupuk kandang lokal dan moisture control untuk meningkatkan biodegradasi oleh mikroba indigenous . Model kinetika degradasi orde pertama dimodelkan menggunakan data laboratorium. Pemodelan Life Cycle Costing (LCC) dan Analisis Sirkularitas: Analisis biaya mencakup seluruh siklus proyek . radle-to-grav. , meliputi biaya investasi, operasi . istrik, nutrien, tenaga kerj. , pemantauan, dan closure . Dua skenario dibandingkan: (A) Skema linier . andfilling off-sit. dan (B) Skema sirkular . n-site reuse sebagai engineered fill untuk jalan operas. Keuntungan sirkular seperti pengurangan biaya pembelian material timbunan baru dan biaya transportasi/disposal limbah Analisis sensitivitas terhadap fluktuasi harga energi dan material dilakukan. Pengembangan Decision-Support Framework dan Validasi: Berasis hasil simulasi dan analisis, dikembangkan algoritma keputusan berbentuk flowchart untuk pemilihan strategi remediasi berdasarkan parameter input kunci . onsentrasi TPH, tekstur tanah, kedalaman kontaminasi, regulasi loka. Validasi dilakukan melalui diskusi dengan pakar . xpert judgmen. dari kalangan industri dan regulator. Hasil dan Pembahasan Karakterisasi Awal dan Kinerja Treatment Train Hasil karakterisasi menunjukkan konsentrasi TPH C10-C40 rata-rata 15. 000 mg/kg, dengan dominasi fraksi berat (C25-C. Tanah bertekstur lempung berlanau . lay loa. , pH 5. 8, mendukung aplikasi EKR. Konsorsium mikroba indigenous menunjukkan potensi degradasi dengan penambahan nutrien. Simulasi COMSOL memprediksi EKR dapat mengurangi konsentrasi TPH menjadi 6. 500 mg/kg dalam 6 bulan. Pemodelan kinetika biodegradasi tahap kedua memprediksi penurunan TPH di bawah baku mutu 1. mg/kg dalam 8 bulan berikutnya, sehingga total waktu remediasi menjadi 14 bulan. Waktu ini 25% lebih cepat dibandingkan simulasi untuk landfarming konvensional yang membutuhkan 18. 5 bulan untuk target yang sama pada kondisi tanah serupa . , sebagaimana perbandingan dalam Tabel 1. Analisis Ekonomi dan Sirkularitas Pemodelan LCC menghasilkan estimasi biaya total untuk skema linier (A) sebesar Rp 3. 2 miliar, yang didominasi oleh biaya pengangkutan dan tipping fee di landfill pihak ketiga . %). Skema sirkular (B) yang mengaplikasikan treated soil di lokasi berhasil mengurangi volume limbah keluar hingga 60%. Hal ini menghemat biaya transportasi/disposal dan mengimbangi biaya pembelian material timbunan, menghasilkan total penghematan bersih 22-28% (Rp 700-900 jut. Skema sirkular juga mengurangi emisi karbon dari transportasi truk sebesar setara 65 ton CO2 . Gambar 1 berikut mengilustrasikan perbandingan aliran material . aterial flo. dan biaya antara kedua skema. Kerangka Keputusan Terintegrasi dan Kaitannya dengan SDGs Berdasarkan temuan, dikembangkan decision-support flowchart yang mengintegrasikan parameter teknis (TPH, tekstu. , kapasitas on-site, dan regulasi menjadi rekomendasi strategi. Kerangka ini secara eksplisit memetakan hasil ke dalam indikator SDGs: . Pengolahan tanah terkontaminasi berkontribusi pada SDG 6. eningkatkan kualitas air dengan mencegah leachin. , . Efisiensi sumber daya dan waste-to-resource selaras dengan SDG 12. engelolaan bahan kimia dan limba. engurangan limba. , serta . Restorasi fungsi lahan mendukung SDG 15. emerangi desertifikasi dan memulihkan lahan terdegradas. Integrasi kuantitatif ini menjawab gap dalam literatur yang seringkali hanya membahas aspek teknis atau keberlanjutan secara terpisah . Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Kombinasi EKR dan biostimulasi terbukti secara simulasi dapat mengatasi kelemahan masing-masing EKR mempercepat fase awal remediasi di tanah liat yang sulit, sementara biostimulasi melanjutkan degradasi dengan biaya operasi rendah . Keberhasilan model sangat bergantung pada akurasi data karakterisasi awal, yang menekankan pentingnya tahap investigasi yang komprehensif. Analisis LCC dan sirkularitas menunjukkan bahwa pendekatan ekonomi konvensional sering mengabaikan nilai laten dalam limbah yang ditangani. Dengan mempertimbangkan on-site reuse, proyek remediasi berubah dari cost center menjadi investasi yang memberikan nilai tambah melalui penghematan material dan kepatuhan terhadap prinsip ekonomi sirkular . Meskipun memerlukan investasi awal lebih tinggi untuk sistem EKR, payback period dari skema sirkular lebih cepat. Tabel 1 Perbandingan Kinerja Teknologi Remediasi Berdasarkan Simulasi Parameter Treatment Train (EKR Biosti. Landfarming Konvensional Bioremediation Waktu Capai Target . Estimasi Efisiensi Removal Konsumsi Energi Utama >24 >93% 87% 80% Listrik (EKR) Minimal Kesesuaian Tanah Liat Sangat Baik Diesel . engolahan Sedang Baik Kesimpulan Penelitian ini berhasil mengembangkan dan menguji kerangka sistem terintegrasi untuk remediasi lahan terkontaminasi migas yang secara simultan memadukan aspek teknikal, ekonomi sirkular, dan keberlanjutan. Studi kasus dan simulasi di Lapangan Migas X membuktikan bahwa strategi treatment train gabungan electrokinetic remediation (EKR) dan biostimulasi mampu mencapai target remediasi lebih cepat . dibanding metode konvensional. Analisis Life Cycle Costing (LCC) mengungkap bahwa penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan treated soil sebagai engineered fill di lokasi yang sama dapat mengurangi volume limbah keluar hingga 60% dan menghasilkan penghematan biaya langsung sebesar 2228%. Inovasi utama penelitian berupa algoritma keputusan terintegrasi yang secara kuantitatif menghubungkan data lapangan dengan pilihan teknologi optimal dan kontribusi terhadap SDGs 6, 12, dan Kerangka kerja yang telah divalidasi ini menawarkan solusi rekayasa yang lebih efisien, berbiaya-efektif, dan berkelanjutan bagi industri migas Indonesia, sekaligus berkontribusi pada transisi menuju operasi yang lebih hijau. Penelitian ini telah menghasilkan draf manual teknis yang dapat menjadi panduan awal. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan uji pilot scale di lapangan guna memvalidasi hasil simulasi, serta memperluas analisis untuk memasukkan dampak sosial . ocial life cycle assessmen. dari proyek remediasi. Daftar Rujukan . Urum. Pekdemir, and S. yNopur, "Remediation of petroleum contaminated soils by soil was hing process," Pet. Sci. Eng. , vol. 195, p. 107591, 2020, doi: 10. 1016/j. Kementerian ESDM RI. Buku Panduan Pengelolaan Lingkungan Kegiatan Hulu Migas. Jakarta: Dirjen Migas, 2019. Al-Ghouti. Al-Kaabi. Ashfaq, and D. DaAona, "Produced water characteristics, treatment and reuse: A review," J. Water Process Eng. , vol. 28, pp. 222Ae239, 2019, doi: 10. 1016/j. Ribeiro. Neta, and F. Neto, "Sustainable remediation: Integrating risk, science, and sustainability principles," Sci. Total Environ. , vol. 802, p. 149601, 2022, doi: 10. 1016/j. Acar and A. Alshawabkeh, "Principles of electrokinetic remediation," Environ. Sci. Technol. , vol. 27, no. 13, pp. 2638Ae2647, 1993, doi: 10. 1021/es00049a002. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 . Atlas and T. Hazen, "Oil biodegradation and bioremediation: A tale of the two worst spills in U. Environ. Sci. Technol. , vol. 45, no. 16, pp. 6709Ae6715, 2011, doi: 10. 1021/es2013227. United Nations. The Sustainable Development Goals Report 2022. New York: UN, 2022. SKK Migas. Pedoman Penerapan Environment. Social, and Governance (ESG) pada Kegiatan Usaha Hulu Migas. Jakarta: SKK Migas, 2021. USEPA. Method 8015D: Nonhalogenated Organics by Gas Chromatography. Washington. DC: U. Environmental Protection Agency, 2018. Sanscartier. Zeeb, and K. Reimer, "Bioremediation of diesel-contaminated soil by heated and humidified biopile system in cold climates," Cold Reg. Sci. Technol. , vol. 55, no. 1, pp. 167Ae173, 2009, doi: 1016/j. IPCC, 2019 Refinement to the 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. Geneva: IPCC, . DaAona, "Integrated approaches for the remediation of oil-contaminated sites: A review," Environ. Technol. Innov. , vol. 24, p. 101878, 2021, doi: 10. 1016/j. Cameselle and S. Gouveia, "Electrokinetic remediation for the removal of organic contaminants in soils," Curr. Opin. Electrochem. , vol. 27, p. 100687, 2021, doi: 10. 1016/j. Ellen MacArthur Foundation. Completing the Picture: How the Circular Economy Tackles Climate Change. Cowes. UK: Ellen MacArthur Foundation, 2021. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026