Yuniwati et al. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu A Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam deteksi dini komplikasi dengan kepatuhan antenatal care The relationship knowledge and attitudes of pregnant women in early detection of complications with compliance antenatal care Cut Yuniwati1*. Yusnaini2. Kartina Zahri3. Iin Fitraniar4 1*-4Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh *E-mail: cut. yuniwati@poltekkesaceh. A R T I C L E IN F O ABSTRAK Kata Kunci : Antenatal Pengetahuan. Ibu Hamil Latar Belakang: Tingginya angka kematian ibu salah satu penyebabnya dikarenakan ibu hamil tidak melakukan antenatal care, sehingga tidak terdeteksi secara dini komplikasi yang terjadi pada ibu dan janin selama kehamilan. Kurangnya pengetahuan dan sikap ibu mengenai deteksi dini komplikasi kehamilan dapat mempengaruhi kepatuhan ibu dalam kunjungan antenatal care. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam deteksi dini komplikasi dengan kepatuhan antenatal Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester i di Puskesmas Langsa Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil uji statistik didapat nilai p value sebesar 0,002 dan 0,001 (> 0,. , yang berarti bahwa pengetahuan dan sikap dalam detensi dini komplikasi berhubungan dengan kepatuhan antenatal Kesimpulan : Pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam deteksi dini komplikasi dengan kepatuhan antenatal care. Sikap. Keywords : Antenatal care. Knowledge. Attitude. Pregnant Women History: Submited 24/10/2024 Revised 28/11/2024 Accepted 29/11/2024 Published 02/12/2024 Penerbit ABSTRACT Background: One of the causes of the high maternal mortality rate is because pregnant women do not receive antenatal care, so complications that occur in the mother and fetus are not detected early during pregnancy. Lack of maternal knowledge and attitudes regarding early detection of pregnancy complications can influence maternal compliance with antenatal care visits. Objective: To determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women in early detection of complications with compliance with antenatal care. Method: This type of research is analytical with a cross sectional approach. The sample in this study was third trimester pregnant women at the East Langsa Community Health Center. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi square test. Results: The results of statistical tests obtained p values of 0. 002 and 0. 001 (> 0. , which means that knowledge and attitudes in early detention for complications are related to compliance with antenatal care. Conclusion: Knowledge and attitudes of pregnant women in early detection of complications with compliance with antenatal care. FJK. Vol. 4 No. 2 Juli- Desember 2024 Yuniwati et al. PENDAHULUAN Angka berdasarkan data dari Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), sistem pencatatan kematian ibu Kementerian Kesehatan, jumlah kematian ibu pada tahun 2022 005 dan di tahun 2023 meningkat menjadi 4. ibu salah satunya pada masa kehamilan, kurangnya kunjungan selama masa kehamilan berdampak pada tidak terdektesi komplikasi yang terjadi pada ibu dan janin selama kehamilan yang berakibat pada kematian ibu (Kementian Kesehatan RI, 2. Antenatal Care (ANC) memastikan bahwa ibu serta janin dalam kondisi sehat selama masa Antenatal pencegahan komplikasi kehamilan, kesehatan (Afdila & Saputra, 2023. Dinas Kesehatan Banjarmasin. Tujuan antenatal care adalah mempersiapkan ibu hamil, fisik, menyusui serta mengupayakan bayi yang dilahirkan sehat, kesiapan kehamilan dan menanggulanginya. Sedini selama hamil dapat ditangani Penyimpangan dan komplikasi yang terjadi selama kehamilan jika tidak tertangani dengan segera akan FJK. Vol. 4 No. 2 Juli- Desember 2024 Hubungan pengetahuan dan sikap ibu A berdampak kematian pada ibu (Azizah Kondamaru et al. , 2. Kehamilan perubahan fisiologis dan psikologis. Perubahan fisiologis diantaranya perubahan organ reproduksi, sistem kardiovaskuler, pernafasan, ginjal. Perubahan merupakan respon emosional yang terjadi akibat perubahan organ tubuh dan peningkatan tanggung jawab menghadapi kehamilan dan masa perawatan anak selanjutnya (Veri et al. , 2. Komplikasi kehamilan adalah masalah kesehatan yang sering terjadi selama kehamilan dan berdampak pada kesehatan ibu, kesehatan bayi saat dilahirkan. Masalah kesehatan ibu dapat terjadi kehamilan dan pada komplikasi pada masa kehamilan, pada masa kehamilaan memerlukan selanjutnya, untuk menghadapi persiapan yang dilakukan yaitu dengan aktif melakukan kunjungan dilakukan deteksi dini (Hardaniyati et al. , 2021. Vianti et al. , 2. Pemeriksaan ibu hamil ini harus dilakukan berkala minimal sebanyak 6 kali selama kehamilan. Untuk kunjungan kesehatan yang pernah dilakukan oleh ibu hamil dapat indikator cakupan K1 dan K4 (Zaen & Ramadani, 2. K1 yaitu Yuniwati et al. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu A jumlah ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pelayanan antenatal care pertama sedangkan K4 yaitu jumlah ibu hamilyang telah melakukan pelayanan antenatal care sesuai dengan standar yang sudah di tentukan standar paling sedikit empat kali (Kolantung et al. Program dilakukan dengan mempromosikan kesehatan ibu yang berfokus pada pengetahuan dan perilaku dengan memberikan pendidikan kesehatan pelayanan antenatal care sehingga rendahnya cakupan K4 dapat teratasi dan tercapainya pelayanan ANC ditentukan (Firdaus et al. , 2021. Lorensa et al. , 2. Salah satu faktor yang kurang pemahaman ibu hamil. Kepatuhan dalam kunjungan ANC bertujuan untuk memantau keadaan ibu dan janin, untuk mendeteksi masalah tindakan atau intervensi yang tepat, dan mengetahui jika ada komplikasi pada kehamilan (Hardaniyati et al. Penelitian yang dilakukan oleh Megalina Limoy, . , menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan kunjungan kehamilan di Puskesmas Banjar Serasan Pontianak. Berdasarkan peneliti tertarik meneliti tentang hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam deteksi dini antenatal care. FJK. Vol. 4 No. 2 Juli- Desember 2024 METODE Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross Populasi penelitian ini seluruh ibu hamil trimester i yang di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Timur sebanyak 83 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel (Firdaus & Zamzam, 2. Pengumpulan berisikan biodata dan pertanyaan tentanyaan tentang pengetahuan, sikap dan kepatuhan antenatal care. Untuk setiap pertanyaan variabel pengetahuan dan sikap dilakukan Pengujian validitas menggunakan . earson produk mome. dan untuk pengujian reliabilitas menggunakan Uji Cronchbach Alpha (Firdaus & Zamzam, 2. Uji validitas Telah dilaksankan dengan 20 responden. Setelah dilakukan pegujian validitas pada setiap pertanyaan di kuesioner penelitian didapatkan hasil nilai rTabel variabel . O dari nilai rHitung, maka setiap pertanyaan di katakan valid. Dari hasil uji reliabilitas didapatkan nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel . , maka untuk variabel pengetahuaan dan sikap dinyatakan reliabel . ,771 dan 0,. Analisa data digunakan untuk menggunakan uji chi-square. Yuniwati et al. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu A HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Karakteristik Responden Pendidikan Pada Ibu Hamil Karakteristik Usia < 20Tahun 20-35 Tahun >35 Tahun Pendidikan SMA/SMK D3/S1 Paritas Primigrafida Multigravida Grande Multigravida Berdasakan diketahui bawa, pada karakteristik berdasarkan usia sebahagian besar usia ibu berada pada 20-35 tahun sebanyak 71 orang . 5%). Pada karakteristik paritas sebahagian Berdasarkan Usia. Paritas sebanyak 50 orang . 3%). Pada karakteristik pendidikan sebahagian besar ibu berpendidikan SMA sebanyak 53 orang . 9%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pengetahuan. Sikap. Dukungan Keluarga. Peran Petugas Kesehatan dan Kepatuhan Antenatal Care Variabel Pengetahuan Kurang Baik Sikap Negatif Positif Kepatuhan Antenatal Care Patuh Tidak patuh Berdasarkan diketahui bahwa, pada variable pengetahuan ibu sebahagian besar ibu perpengetahuan baik sebesar 79,5%. Pada variabel sikap ibu FJK. Vol. 4 No. 2 Juli- Desember 2024 bersikap positif tentang kunjungan kehamilan sebesar 75,9% dan pada sebesar 85,5%. Yuniwati et al. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu A Tabel 3. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dengan Kepatuhan Antenatal Care Variabel Kepatuhan Antenatal Care Tidak Patuh Patuh Pengetahuan Kurang Baik Sikap Negatif Positif Total Sig. Berdasarkan diketahui bahwa, pada variabel pengetahuan dari 66 orang ibu yang berpengetahuan baik sebahagian besar kunjungan kehamilan ibu sesuai sebanyak 61 orang . 4%). Setelah dilakukan uji statistik didapatkan nilai sig. 0,002, yang pengetahuan ibu dengan kunjungan Pada variabel sikap ibu, dari 63 orang yang bersikap positif tentang kunjungan kehamilan sebahagian besar ibu sesuai dalam melakukan kunjungan kehamilan sebanyak 59 orang . ,7%). Setelah dilakukan uji statistic didapatkan niai sig. 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara sikap ibu dengan kunjungan kehamilan. Hubungan dengan kepatuhan antenatal Hasil pengetahuan berhubungan dengan kunjungan kehamilan pada ibu trimester i. Dimana semakin baik kunjungan kehamilan maka ibu kondisi ibu dan janin. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Merdikawati et al. , 2. , dimana hasil penelitiannya menunjukan tingkat pengetahuan berhubungan ANC selama pandemic Covid-19. Dari dilakukan oleh (Purbaningrum et berpengaruh terhadap kunjungan ANC pada ibu Hamil. Penelitian yang dilakukan oleh (Orboi et al. , 2. tentang the factors that influence K4 in Sanggeng Health primary Center. Manokwari Regency. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil yang berjumlah 86 orang. Hasil yang didapat terdapat hubungan faktor . , sikap . , dukungan . , fasilitas kesehatan . FJK. Vol. 4 No. 2 Juli- Desember 2024 Yuniwati et al. Manfaat ANC dan pengetahuan penting bagi ibu hamil. Wanita hamil yang tidak memahami konsep ini cenderung memiliki frekuensi kunjungan ANC yang lebih rendah dibandingkan ibu yang sudah Pengetahuan informasi, sehingga peningkatan Komunikasi. Akses informasi yang mudah, informasi yang jelas, dan penyampaian informasi yang baik meningkatkan pengetahuan ibu Ibu-ibu yang berilmu tinggi kesehatannya sehingga terdorong untuk melakukan ANC lengkap (Nsibu et al. , 2. Hasil penelitian ini semakin baik pengetahuan ibu maka semakin ibu patuh untuk melakukan ANC. Hal ini disebabkan, karena ibu telah paham dan mengetahui pentingnya mengetahui dan mendeteksi dini komplikasi yang tejadi pada dirinya dan kehamilannya. Sehingga ibu akan mendapatkan pertolongan segera dari kondisi ibu. Hubungan kepatuhan antenatal care Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap ibu berhubungan dengan kunjungan kehamilan pada ibu trimester i. Menurut Notoatmodjo, sikap merupakan tindakan, persepsi, atau pola pikir yang dilakukan dalam FJK. Vol. 4 No. 2 Juli- Desember 2024 Hubungan pengetahuan dan sikap ibu A menghadapi suatu objek atau situasi (Notoatmodjo, 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Asmin et al. , . , dimana sikap ibu hamil berhubungan antenatal care. Sikap ibu yang kehamilan akan memotivasi ibu Penelitian yang dilakukan oleh Nurfitriyani & Puspitasari, . , hasil penelitiannya menunjukan terhadap hubungan antara sikap bu terhadap kunjungan ANC dimasa pandemic covid-19. Pada penelitian ini mayoritas ibu hamil yang memiliki sikap positif tentang deteksi dini komplikasi dengan kunjungan kehamilan. Ibu hamil dengan sikap yang positif melakukan kunjunga kehamilan karena ibu lebih paham bagaimana menjaga dan mendeteksi secara dini komplikasi yang akan terjadi pada ibu dan janinny. Maka dengan rutin kunjungan kehamilan ibu dapat kesehatan ibu dan janin. KESIMPULAN DAN SARAN Pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil. Bagi ibu hamil harus melakukan ANC yang sesuai dengan yang telah ditetapkan, agar dapat mengetahui kondisi ibu dan janin. DAFTAR PUSTAKA