Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia Volume 05. Nomor 01. Jan-Jun 2022 pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 HUBUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH DADI MAKAASAR THE RELATIONSHIP OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH WITH THE EFFORT TO PREVENT THE SPREAD OF THE COVID-19 VIRUS IN THE DADI MAKAASAR REGIONAL SPECIAL HOSPITAL Mangindara1 dan Nurul Tasya Hidayah2 1,2 Department of Hospital Administration. IIK Pelamonia Makassar. Indonesia E-mail: mangindaraakk@gmail. com, nurultasya2545@gmail. ABSTRAK Penyebaran Virus Covid-19 bisa tertular Virus diakibatkan dari faktor manusia (Personi. di mana saat kontak dekat dengan menyentuh atau jabat tangan atau percikan saat batuk dan bersin melalui dari hidung atau mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional, dengan jumlah responden sebanyak 251 Karyawan Rumah Sakit. Pengumpulan datanya dilakukan melalui pembagian kuesioner secara langsung kepada responden. Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan uji chis Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna dengan pencegahan penyebaran yaitu diantaranya pengendalian risiko p= 0,000, komunikasi risiko p=0,010, pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif p=0,000 dengan pencegahan penyebaran Virus Covid-19 sedangkan tidak terdapat hubungan assessment risiko pekerjaan dengan nilai p=0,128 dengan penyebaran virus covid-19. Disarankan kepada Rumah Sakit supaya lebih memperhatikan pencegahan Virus pada para karyawan untuk memberikan kenyamanan yang baik para karyawan disaat bekerja. Kata Kunci: Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Virus. Rumah Sakit ABSTRACT The spread of the Covid-19 Virus can be infected with the Virus caused by human factors . where during close personal contact . ouching or shaking hand. or splashes when coughing and sneezing through the nose or This research aims to Knowing the relationship between occupational safety and health and efforts to prevent the spread of the Covid-19 Virus in Indonesia Regional Special Hospital Dadi Makassar in 2021. The type of research used is quantitative research with a cross sectional research design, with the number of respondents as many as 251 hospital workers. The data was collected through the distribution of questionnaires directly to the Data analysis is done by using the chis square test. The results showed that there was a significant relationship with prevention of spread, including risk control p = 0. 000, risk communication p = 0. 010, proactive worker health monitoring p = 0. 000 with preventing the spread of the Covid-19 Virus, while there was no relationship between occupational risk assessment and p value = 0. 128 with the spread of the Covid-19 Virus. It is recommended to hospitals to pay more attention to virus prevention for workers to provide good comfort for workers at work. Keywords: Occupational Health and Safety. Virus. Hospital PENDAHULUAN World Health Organization (WHO) pada Januari 2020, menyatakan bahwa wabah penyakit baru Virus Corona yang terjadi di Provinsi Hubei. Cina sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang merupakan Keprihatinan Internasional. Penyakit Virus Corona (COVID-. ini adalah penyakit menular yang disebabkan oleh adanya Virus Corona yang baru ini ditemukan dan dikenal sebagai sindrom pernapasan akut parah yaitu Virus Corona 2 (SARS-CoV-. Kemudian kasus manusia pertama Covid-19 ini diidentifikasi di Kota Wuhan, di Cina pada bulan Desember tahun 2019 (WHO, 2. Penyebaran Virus Corona ini menyeluruh secara global dan masih terus bertambah dari hari ke harinya. Bahkan total kasus Covid-19 di dunia kini terkonfirmasi sebanyak 127,321,712 . Dan dari jumlah tersebut, ada sebanyak 102,601,873 . kasus yang telah dinyatakan sembuh, dan 2,790,280 kasus yang dinyatakan meninggal dunia. Bahkan kasus aktif hingga saat ini tercatat dengan sebanyak 21,929,559 dengan rincian 21,836,236 kasus yang di mana dengan kondisi ringan dan juga 102. 596 dalam kondisi serius (Worldometer, 2. Mangindara, dkk: Hubungan Keselamatan danA. JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Berdasarkan data yang dimiliki oleh penanggulangan Covid-19 Kota Makassar terdapat tersebanyak 29,051 kasus , di mana data tersebut ada sebanyak 28,522 yang telah dinyatakan sembuh, dan adapun data kasus sebanyak 529 yang telah dinyatakan meninggal dunia. Adapun jumlah data kasus yang ada di Sulawesi-Selatan yaitu terdapat 59,351 kasus terkonfirmasi, yang dimana sebanyak 57,007 kasus dinyatakan sembuh dan juga data sebanyak 909 kasus yang dinyatakan meninggal dunia (Makassar, 2. Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar merupakan rumah sakit rujukan penyakit Covid-19 yang di mana hingga pada Desember 2020, terdapat ada pasien jiwa yang terpapar akibat Covid-19 yaitu ada 80 pasien jiwa yang terpapar Covid-19 di mana pasien jiwa tersebut merupakan orang tanpa gejala (OTG), diketahui pasien jiwa terpapar dikarenakan Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar menerima pasien jiwa dari daerah lain, dan kemudian pasien jiwa yang terpapar telah (Hasanuddin, 2. Dimensi pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Rumah Sakit juga tidak hanya terletak pada bagian karyawan di Rumah Sakit saja, namun paparan risiko pada pekerjaan Rumah Sakit bisa juga menjangkau pada masyarakat dan lingkungan Risiko-risiko tersebut pada kondisi darurat seperti pandemi Covid-19 ini menunjukkan bahwa pentingnya penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja di fasilitas layanan kesehatan terutama pada di Rumah Sakit (Sholikin dan Herawati, 2. Sistem manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja International Organization For Standardization (ISO:45. membantu organisasi dalam menentukan tindakan yang akan diambil sebagai upaya pencegahan dari bahaya penyakit Covid-19, dengan melakukan upaya untuk mengurangi risiko bencana akibat Coronavirus Disease Upaya mengurangi risiko bencana Covid-19 ini dilakukan sebagai panduan dan terlaksananya pencegahan pada penularan Virus ini. Mencegah atau membatasi penularan infeksi di organisasi memerlukan beberapa penerapan prosedur dan protokol yang disebut sebagai AupengendalianAy. Dengan secara hirarki maka hal ini telah di tata sesuai dengan efektivitas Pencegahan dan juga penularan infeksi, yang meliputi dengan pengendalian administratif, pengendalian, rekayasa lingkungan serta Alat Pelindung Diri (Utami, 2. Tempat kerja merupakan salah satu tempat penyebaran Virus Covid-19 dikarenakan beberapa tempat kerja terkadang tidak mematuhi dengan protokol kesehatan. Sehingga, untuk membentuk lingkungan kerja yang aman maka diperlukan pelaksanaan K3 dengan melakukan pencegahan dan mitigasi di tempat kerja dilakukan assessment risiko pekerjaan terhadap paparan Covid-19 tergantung pada kontak erat . ibawah 1 mete. atau sering berkontak dengan orang-orang yang mungkin terinveksi Covid-19 dan melalui juga dengan permukaan benda-benda di tempat kerja yang terkontaminasi Virus. Adapun komunikasi risiko yang ditujukan ke unit pekerjaan untuk memberikan edukasi dan pertukaran informasi di lingkungan Selanjutnya, menciptakan lingkungan kerja yang aman dari penyebaran Virus Covid-19 di mana pemantauan kesehatan pada karyawan dilihat atau dipantau dari kondisi saat bekerja apakah karyawan tidak sedang sakit saat bekerja dan tidak menimbulkan gejala demam ataupun flu. Berdasarkan Observasi awal di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar pada bulan November 2020 dengan petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit di dapatkan bahwa kegiatan pada kegiatan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja tidak berjalan dengan baik, dikarenakan pada saat itu terdapat ada hambatan yang di mana pada bangunan Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar yang sementara masih dalam proses perbaikan sehingga para karyawan berpindah-pindah melakukan pekerjaanya, sehingga hal ini dapat menyebabkan rentangnya penyebaran Virus Corona sebab Rumah Sakit Khusus Daerah adalah Rumah Sakit rujukan Covid-19, yang Virus ini bisa menempel dipermukaan pada benda-benda yang tidak tanpa disengaja disentuh oleh para karyawan, dan juga tindakan inspeksi safety patrol . eliling disetiap area rumah saki. yang tidak dilakukan pada petugas K3 hal ini disebabkan karena pada jumlah karyawan yang sebanyak 672 orang dan sedangkan petugas K3 yang hanya berjumlah hanya satu orang. Berdasarkan uraian di atas, peneliti memilih untuk analisis hubungan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K. dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar. METODE Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian ini bertujuan untuk Keselamatan Kesehatan Kerja dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar. Penelitian ini dilakukan di di RSKD Dadi Provinsi Sul-Sel yang berlokasi di di Jl. Lanto Daeng Pasewang No. Maricaya selatan. Kota Makassar. Penelitian dilaksanakan pada tahun Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di RSKD Dadi Makassar. Sampel dalam penelitian ini merupakan karyawan di RSKD Dadi Makassar sebanyak 251 responden. Untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berupa pertanyaan disebarkan kepada responden sesuai memperoleh data yang berupa pernyataan keselamatan dan kesehatan kerja dengan upaya pencegahan penyebaran virus covid-19. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Statistic Product and Service Solution (SPSS). HASIL Mangindara, dkk: Hubungan Keselamatan danA. JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Menurut Ghozali . , uji validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu kuesioner, angket dalam mengumpulkan data yang dilakukan dengan rumus korelasi bivariate dengan menggunakan SPSS yang dimana dikatakan valid jika rhitung > rtabel pada nilai signifikan 5%. Sebaliknya jika dikatakan tidak valid apabila rhitung < rtabel pada nilai signifikan 5%. Berikut hasil uji validitas data dalam tabel yaitu: rtabel 5% . Keterangan 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid Sumber : Data Primer Berdasarkan table 3 di atas dapat diketahui bahwa semua item pernyataan untuk variabel komunikasi risiko bersifat valid dan dapat digunakan untuk melanjutkan uji reliabilitas. Tabel 1. Assessment Risiko Pekerja Tabel 4. Pemantauan Kesehatan Pekerja Secara Proaktif 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid rtabel 5% . Keterangan 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid Sumber : Data Primer Berdasarkan table 1 di atas dapat diketahui bahwa semua item pernyataan untuk variabel assessment risiko pekerjaan bersifat valid dan dapat digunakan untuk melanjutkan uji reliabilitas. Sumber : Data Primer Berdasarkan table 4 di atas dapat diketahui bahwa semua item pernyataan untuk variabel pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif bersifat valid dan dapat digunakan untuk melanjutkan uji reliabilitas. Tabel 2. Pengendalian Risiko rtabel 5% . Keterangan 0,138 Valid Tabel 5. Pencegahan Virus Covid-19 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 rtabel 5% . Keterangan 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid 0,138 Valid Valid Sumber : Data Primer Berdasarkan table 2 di atas dapat diketahui bahwa semua item pernyataan untuk variabel pengendalian risiko bersifat valid dan dapat digunakan untuk melanjutkan uji reliabilitas. Sumber : Data Primer Berdasarkan table 5 di atas dapat diketahui bahwa semua item pernyataan untuk variabel pencegahan Virus Covid-19 bersifat valid dan dapat digunakan untuk melanjutkan uji reliabilitas. Tabel 3. Komunikasi Risiko Uji Reliabilitas rtabel 5% . Keterangan 0,138 Valid Menurut Sumadi Suryabrata . reliabilitas menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran dengan alat tersebut dapat dipercaya JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Mangindara, dkk: Hubungan Keselamatan danA. menggunakan rumus alpha. Uji signifikan dilakukan pada taraf a=0,05. Instrumen dapat dilakukan reliabel jika nilai alpha lebih dari rtabel . Berdasarkan tabel 8 di atas terdapat distribusi responden berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi yaitu pada kategori perempuan sebanyak 141 responden . %) , dan yang terendah ada pada kategori laki-laki sebanyak 110 responden . %). Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Variabel rtabel 5% . Keterangan 0,432 0,138 Reliabel 0,465 0,138 Reliabel 0,623 0,138 Reliabel 0,413 0,138 Reliabel 0,541 0,138 Reliabel Tabel 9. Pendidikan Terakhir Tabel 10. Jabatan Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh karakteristik responden karyawan di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar yang menjadi responden dalam penelitian ini. Variabel tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 7. Umur Dewasa Awal . Dewasa Akhir . Lansia Awal . Total Sumber : Data Primer Berdasarkan Depkes tahun 2009 pada tabel 7 di atas terdapat distribusi berdasarkan umur yang tertinggi yaitu pada kategori dewasa awal sebanyak 119 responden . %), sedangkan yang terendah ada pada kategori lansia awal sebanyak 24 responden . %) . Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Jabatan Responden Perawat Kepala Unit Apoteker Asisten Apoteker Tenaga Teknisi Staf Bidan Bendahara Driver Security Cleaning Service Nutrisionis Pengadaan Kasub. Mobilisasi Verifikasi Juru Bayar Pj Lab Pranata Labkes Fisikawan Medik Radiographer Perekam Medis Pencucian Linen Administrasi Fisioterapis Total Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 10 di atas terdapat distribusi responden berdasarkan Jabatan yang tertinggi yaitu pada kategori Perawat sebanyak 93 responden . ,1%) , dan yang terendah ada pada kategori Kasub. mobilisasi Verifikasi sebanyak 1 responden . ,4%). Juru Bayar sebanyak 1 responden . ,4%). PJ Lab sebanyak 1 responden . ,4%). Fisikawan Medik sebanyak 1 responden . ,4%), dan pencucian linen sebanyak 1 responden . ,4%). Tabel 8. Jenis Kelamin Berdasarkan tabel 9 di atas terdapat distribusi responden berdasarkan terakhir yang tertinggi yaitu pada kategori D3 sebanyak 90 responden . %) , dan yang terendah ada pada kategori D4 sebanyak 5 responden . %), dan S2 Sebanyak 5 responden . %) . Berdasarkan tabel 6 hasil uji reliabilitas diperoleh nilai koefisien reliabilitas angket X1 Sebesar 0,432, angket X2 sebesar 0,465, angket X3 sebesar 0,623, angket X4 sebesar 0,413, angket Y sebesar 0,541. Umur Remaja Akhir . Sumber : Data Primer Sumber : Data Primer Pendidikan Terakhir SMA/Sederajat Ners Total Sumber : Data Primer JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Mangindara, dkk: Hubungan Keselamatan danA. Tabel 11. Ruangan Ruangan Responden Tidak Menetap Kamar Operasi ICU Gelatik Farmasi Kasub Bagian Umum/Perlengkapan Kamar Bersalin Bedah Sentral Kordik Kasih Sayang IGD Pos Security IPSRS Gizi CSSD Kesehatan lingkungan Komite K3 Logistik Kabag. Keuangan Laboratorium Radiologi Admission RI Rekam Medik Laundry Fisioterapi Kasubag. RM & Informasi Bidang Keperawatan Kasubag Kepegawaian Beringin Ketapang Sawit Nyiur Kenari Meranti Flamboyan Total Berdasarkan tabel 12 di atas terdapat distribusi berdasarkan yang tertinggi yaitu ada pada kategori PNS sebanyak 150 responden . %) dan yang terendah ada pada kategori Non PNS sebanyak 101 responden . %). Analisis Univariat Tabel 13. Assessment Risiko Pekerjaan Assessment Risiko Pekerjaan Baik Kurang Baik Total Sumber : Data Primer Dari tabel 13 di atas menunjukkan bahwa dari 251 responden terdapat 238 responden . %) dengan upaya assessment risiko pekerjaan yang baik, sedangkan responden dengan upaya assessment risiko pekerjaan kurang baik terdapat sebanyak 13 responden . %). Tabel 14. Pengendalian Risiko Pengendalian Risiko Baik Kurang Baik Total Sumber : Data Primer Dari tabel 14 di atas menunjukkan bahwa dari 251 responden terdapat 241 responden . %) dengan upaya pengendalian risiko yang baik, sedangkan responden dengan upaya pengendalian risiko kurang baik terdapat sebanyak 10 responden . %). Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 11 di atas terdapat distribusi berdasarkan yang tertinggi yaitu ada pada Tidak Menetap sebanyak 14 responden . ,6%). Kamar Operasi sebanyak 14 responden . ,6%), dan yang terendah ada pada kategori Bedah Sentral sebanyak 1 responden . ,4%). Komite K3 sebanyak 1 responden . ,4%), dan Logistik sebanyak 1 responden . ,4%). Tabel 15. Komunikasi Risiko Komunikasi Risiko Baik Kurang Baik Total Sumber : Data Primer Tabel 12. Status Karyawan Status Karyawan PNS Non PNS Total Dari tabel 15 di atas menunjukkan bahwa dari 251 responden terdapat 236 responden . %) dengan upaya komunikasi risiko yang baik, sedangkan responden dengan upaya komunikasi risiko yang kurang baik terdapat sebanyak 15 responden . %). Sumber : Data Primer JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Mangindara, dkk: Hubungan Keselamatan danA. Tabel 16. Pemantauan Kesehatan Pekerja Secara Proaktif Tabel 17. Pencegahan Virus Covid-19 Pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif Baik Kurang Baik Total Pencegahan Virus Covid-19 Mencegah Kurang Mencegah Total Sumber : Data Primer Sumber : Data Primer Dari tabel 17 di atas menunjukkan bahwa dari 251 responden terdapat 226 responden . %) dengan upaya pencegahan Virus Covid-19 yang mencegah, sedangkan responden dengan upaya pencegahan Virus Covid-19 yang menyatakan kurang mencegah terdapat sebanyak 25 responden . %). Dari tabel 16 di atas menunjukkan bahwa dari 251 responden terdapat 241 responden . %) dengan upaya pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif yang baik, sedangkan responden dengan upaya pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif yang menyatakan kurang baik terdapat sebanyak 10 responden . %). Analisis Bivariat Tabel 18. Hubungan Assessment Risiko Pekerjaan Dengan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Assessment Risiko Pekerjaan Baik Kurang Baik Total Mencegah Kurang Mencegah Total p Value 0,128 Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 18 menunjukkan bahwa dari 251 responden yang penilaian assessment risiko pekerjaan yang baik dan melakukan pencegahan terdapat 216 responden dengan persentase 90,8%, kemudian yang penilaian assessment risiko pekerjaan baik tapi kurang pencegahan sebanyak 22 responden dengan persentase 9,2%, sedangkan yang penilaian assessment risiko pekerjaan kurang baik tapi melakukan pencegahan terdapat 10 responden dengan persentase 76,9% dan yang penilaian assessment risiko pekerjaan kurang baik dan kurang pencegahan terdapat 3 responden dengan persentase 23,1%. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value = 0,128 atau > 0,05. Dengan demikian Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan signifikan assessment risiko pekerjaan dengan upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar. Tabel 19. Hubungan Pengendalian Risiko Dengan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Pengendalian Risiko Baik Kurang Baik Total Mencegah Kurang Mencegah Total p Value 0,000 Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 19 menunjukkan bahwa dari 251 responden yang penilaian pengendalian risiko yang baik dan melakukan pencegahan terdapat 224 responden dengan persentase 92,9%, kemudian yang penilaian pengendalian risiko yang baik tapi kurang pencegahan sebanyak 17 responden dengan persentase 7,1%, sedangkan yang penilaian pengendalian risiko kurang baik tapi melakukan pencegahan terdapat 2 responden JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Mangindara, dkk: Hubungan Keselamatan danA. dengan persentase 20,0% dan yang penilaian pengendalian risiko kurang baik dan kurang pencegahan terdapat 8 responden dengan persentase 80,0%. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value = 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian Ha diterima yang berarti ada hubungan signifikan pengendalian risiko dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar. Tabel 20. Hubungan Komunikasi Risiko Dengan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Pencegahan PenyebaranVirus Covid-19 Komunikasi Risiko Baik Kurang Baik Total Mencegah Kurang Mencegah Total p Value Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 20 menunjukkan bahwa dari 251 responden yang penilaian komunikasi risiko yang baik dan melakukan pencegahan terdapat 216 responden dengan persentase 91,5%, kemudian yang penilaian komunikasi risiko yang baik tapi kurang pencegahan sebanyak 20 responden dengan persentase 8,5%, sedangkan yang penilaian komunikasi risiko kurang baik tapi melakukan pencegahan terdapat 10 responden dengan persentase 66,7% dan yang penilaian komunikasi risiko kurang baik dan kurang pencegahan terdapat 5 responden dengan persentase 33,3%. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value = 0,010 atau < 0,05. Dengan demikian Ha diterima yang berarti ada hubungan signifikan komunikasi risiko dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar. Tabel 21. Hubungan Pemantauan Kesehatan Pekerja Secara Proaktif Dengan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Pemantauan Kesehatan Pekerja Secara Proaktif Baik Kurang Baik Total Kurang Mencegah Mencegah Total p Value 0,000 Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 21 menunjukkan bahwa dari 251 responden yang penilaian pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif yang baik dan melakukan pencegahan terdapat 222 responden dengan persentase 92,1%, kemudian yang menilai pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif yang baik tapi kurang pencegahan sebanyak 19 responden dengan persentase 7,9%, sedangkan yang penilaian pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif kurang baik tapi melakukan pencegahan terdapat 4 responden dengan persentase 40,0% dan yang menilai pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif kurang baik dan kurang pencegahan terdapat 6 responden dengan persentase 60,0%. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value = 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian Ha diterima yang berarti ada hubungan signifikan pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar. PEMBAHASAN Hubungan Assessment Risiko Pekerjaan Dengan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Assessment pandangan secara menyeluruh di lingkungan tempat kerja untuk identifikasi situasi serta proses yang dapat menyebabkan kerugian terutama bagi sumber daya manusia. Yang dimana proses risiko secara personil ini merupakan langkah mendasar dalam suatu proses manajemen risiko K3. Hasil pembahasan dalam penelitian ini Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan upaya pencegahan Virus Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar dengan jumlah responden Mangindara, dkk: Hubungan Keselamatan danA. JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Berdasarkan pernyataan yang diberikan responden melalui kuesioner diperoleh informasi bahwa responden menyatakan pengendalian risiko baik karena menurut responden selalu memakai masker ketika berada di lingkungan kerja serta responden juga menjaga kebersihan serta mengontrol tangan untuk tidak menyentuh area penyebaran Virus yang dimana Virus Covid-19 masuk kedalam tubuh manusia melalui mata, hidung, dan mulut. Selain menyatakan kategori pengendalian risiko kurang baik meskipun responden menjaga kebersihan serta mengontrol tangan untuk tidak mencegah area wajah tetapi sebagian unit kerja tidak menjaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan para karyawan lainnya, terlebih jika orang tersebut sedang sakit ataupun yang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19, yang dimana karyawan yang ada di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar tidak semua unit kerja tidak memakai marka lantai meningkatkan jarak di saat bekerja. Namun dalam penelitian sekarang ini, untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 belum ada penelitian yang membahasa secara Hasil penelitian dengan menggunakan analisis uji chis-quare dimana nilai P Value 0,0128 > 0,05 maka dapat dikatakan tidak signifikan assessment . risiko pekerjaan dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19. Berdasarkan pernyataan yang diberikan kepada responden melalui kuesioner diperoleh informasi bahwa responden menyatakan assesment risiko baik karena setiap area masing-masing unit kerja telah menyediakan tempat cuci tangan, sabun cair, dan air mengalir hal ini dapat dilakukan melakukan pembersihan tangan sebelum dan sesudah menyentuh alat-alat kerja. Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi berupaya untuk memberikan keamanan dan kenyaman pada semua karyawan yang sedang memanfaatkan penyediaan tersebut dengan menjaga kebersihan tangan termasuk juga terhindar dari Virus-Virus yang tanpa tidak disengaja disentuh oleh karyawan dipermukaan benda. Meskipun penyediaan tempat cuci tangan telah disediakan para karyawan masih ada yang tidak memanfaatkan, akan tetapi karyawan juga sering melakukan sterilisasi di ruang unit kerja masing-masing. Adapun responden yang menyatakan bahwa kategori assessment risiko kurang baik akan tetapi melakukan pencegahan bahwa adapun karyawan masih melakukan kontak fisik langsung sesama rekan kerja seperti berjabat tangan, duduk berdampingan sehingga karyawan kurang nyaman sebab hal ini dapat terjadinya penyebaran Virus Covid-19, walaupun karyawan masih ada yang melakukan kontak fisik langsung yang dimana karyawan khawatir dengan hal ini, tapi Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar mendistribusikan keseluruh unit kerja yang sangat mendukung untuk dibagikan handsanitizer dan digunakan oleh seluruh para karyawan fungsi handsanitizer dapat meminimalisirkan Virus pada tangan dan dapat juga dipakai setelah dan sesudah menyentuh fasilitas di luar unit kerja maupun setelah melakukan berjabat tangan. Namun dalam penelitian sekarang ini, untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 belum ada penelitian yang membahasa secara Hubungan Komunikasi Risiko Dengan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Komunikasi Risiko digunakan untuk menyampaikan pesan ataupun informasi diberbagai media, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, komunikasi ini untuk mendorong suatu perubahan perilaku, sehingga para pekerja termotivasi untuk bekerja dengan selamat. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis uji chis-quare dimana nilai P Value 0,010 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada hubungan signifikan komunikasi risiko dengan upaya pencegahan Virus Covid-19. Berdasarkan pernyataan yang diberikan kepada responden melalui kuesioner menyatakan bahwa yang pada kategori komunikasi responden dikategorikan baik karena responden telah banyak mengetahui informasi terkait dengan Virus Covid-19 yang sehingga para karyawan dapat mengetahui tata cara mencegah penularan Virus saat melakukan aktivitas ketika bekerja dimana kesalahan dalam mendapatkan informasi mengenai Covid-19 dapat menyebabkan salah pengertian informasi yang tidak sesuai dapat membuat kepanikan. Adapun responden yang menyatakan komunikasi berada pada kategori kurang baik karena masih ada pula responden yang melakukan perkumpulan di lingkungan kerja misalkan saat bekerja karyawan tidak melakukan jaga jarak, selain itu juga beberapa karyawan tidak mengikuti pelatihan pencegahan penyebaran yang mengikuti pelatihan hanya tenaga medis, maka hal ini penyebaran dapat disebabkan karena kurangnya pelatihan pada karyawan yang bukan non Hubungan Pengendalian Risiko Dengan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Pengendalian Risiko pengendalian potensi bahaya yang ditemukan di tempat kerja dengan pengendalian risiko ini bisa berupa pencegahan pajanan dengan mendesain tempat kerja, peralatan, cara kerja, penanganan dukungan dari pimpinan puncak. pencegahan kebakaran. program penanggulangan keadaan darurat. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis uji chis-quare dimana nilai P Value 0,000 < 0,05 maka Ha diterima, yang berarti ada hubungan signifikan pengendalian risiko dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19. Hal ini berarti semakin baik pengendalian maka semakin tinggi karyawan yang mencegah untuk pencegahan penyebaran Virus. Mangindara, dkk: Hubungan Keselamatan danA. JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Namun dalam penelitian sekarang ini, untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 belum ada penelitian yang membahasa secara Hubungan Pemantauan Kesehatan Pekerja Secara Proaktif Dengan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Pemantauan Kesehatan Pekerja Secara Proaktif ini yaitu dalam menangani pencegahan penyebaran Virus Covid-19 ini petugas K3 sebelum memasuki area tempat kerja seluruh para pekerja untuk memastikan pekerja yang akan masuk bekerja dalam kondisi yang tidak terjangkit Covid-19, melaporkan apabila ada yang mengalami sakit seperti merasa demam, sakit tengorokan/batuk/pilek selama bekerja dan pekerja diwajibkan melakukan karantina mandiri di rumah dan pemantauan mandiri dilakukan selama 14 hari terhadap gejala yang timbul dan serta mengukur suhu 2 kali sehari. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis uji chi-square dimana nilai P Value 0,000 < 0,05 maka Ha diterima, yang berarti ada hubungan signifikan pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19. Berdasarkan pernyataan yang diberikan kepada responden melalui kuesioner menyatakan bahwa pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif baik karena responden memastikan sebelum memasuki area lingkungan kerja responden sudah memastikan dalam kondisi sehat dan tidak terjangkit Covid-19. Selain menyatakan pemantauan kesehatan secara proaktif berada pada kategori kurang baik karena meskipun para karyawan telah memastikan kondisi tubuhnya sehat sebelum memasuki area lingkungan kerja namun responden tidak meningkatkan pengawasan bagi karyawan untuk tindakan preventif penyebaran Virus Covid-19 yang salah satu upaya yang tidak dilakukan dengan melakukan pengecekan suhu tubuh setiap orang yang masuk dalam lingkungan kerja dimana hal ini dapat berisiko infeksi Covid-19, mengidentifikasi apakah orang tersebut sehat atau Namun dalam penelitian sekarang ini, untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 belum ada penelitian yang membahasa secara Di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar. Ada hubungan komunikasi risiko dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 Di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar. Ada hubungan pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 Di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar. Saran Pihak Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar agar lebih meningkatkan lagi dari segi pengendalian risiko yaitu dengan melakukan pembatasan pada area kerja seperti jenis penghalang di dalam satu unit kerja untuk meningkatkan jarak dan terhindar dari penyebaran Virus. Pihak Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar agar lebih meningkatkan lagi dari menginformasikan dan memperketat kepada seluruh para karyawan agar tidak melakukan perkumpulan di dalam ruang kerja bersama. Pihak Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar agar lebih meningkatkan lagi dari segi pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif yaitu dengan melakukan pengecekan suhu tubuh ketika memasuki lingkungan kerja sehingga dapat mengetahui kesehatan para DAFTAR PUSTAKA