J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 PEMAHAMAN KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS TERHADAP KUALITAS KEROHANIAN JEMAAT Yoseph Renaldi. Ragil Kristiawan. Didasgil S. I Taneo (Mahasiswa Prodi Teologi STT Kristus Alfa Omega yosephhrenaldi@gmail. Dosen STT Alfa Omega ragil. kristiawan@gmail. didasgiltaneo1977@gmail. Abstract The study was conducted to learn how much the congregation understands the gifts of the Holy Spirit, the level of spiritual quality of the congregation, and the extent of understanding of the gifts of the Holy Spirit have on spiritual qualities. After researchers had done extensive research, congregation understanding had a value of 88% in an excellent category, the congregation's level of spiritual quality of 69% in good category, and the influence of understanding of the gifts of the Holy Spirit on a congregation's spiritual quality had a strong value of 0. Keywords: understanding, gifts of the holy spirit, quality spirituality PENDAHULUAN Kualitas kerohanian jemaat sangatlah penting bagi umat Kristen dalam menumbuhkan kesetiaan iman kepada Tuhan sekaligus mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-sehari. Dallas W mengatakan bahwa kehidupan rohani terdiri dari serangkaian aktivitas di mana orang-orang secara kooperatif berinteraksi dengan Allah dan dengan tatanan rohani yang berasal dari kepribadian dan tindakan Allah. 1 Mc Grath dalam bukunya mengatakan AuSpirituality is reflection on the whole Christian enterprise of achieving and sustaining a relationship with God, which includes both public worship and private devotion and the results of these in actual Christian life. Ay2 Bahwa kerohanian adalah refleksi secara keseluruhan usaha Kristen untuk mencapai dan mempertahankan hubungannya dengan Tuhan yang mencakup ibadah umum dan pengabdian pribadi dan hasil dari semua ini dalam kehidupan Kristen yang sebenarnya. Peneliti juga melakukan observasi secara langsung untuk kegiatan peribadahan yang ada. Pada tahun 2019, peneliti melihat bahwa dalam ibadah doa pagi yang hadir tidak lebih dari sepuluh jemaat, serta peneliti melakukan pengamatan bahwa jemaat kurang antusias atau semangat dalam mengikuti peribadahan yang ada. Kemudian dari hasil wawancara dengan jemaat kalangan remaja pada tahun 2021 didapati bahwa ibadah remaja sudah tidak aktif. Scheuneman memberikan definisi tentang karunia roh bahwa karunia-karunia roh dapat dinamakan pemberian-pemberian anugerah, karena kata charisma berakar pada kata charis yang berarti anugerah atau kasih karunia. 3 Sung Wook Chung dalam bukunya mengatakan bahwa karuniakarunia Roh Kudus adalah apa yang Allah berikan secara gratis kepada setiap orang yang percaya Dallas Williard. The Spirit of The Diciplines Membangkitkan Kembali Spirit Rohani. Cetakan Kelima (Surabaya: Literatur Perkantas, 2. , 89. Alister E. Mc Grath. Christian Spirituality (Blackwell Publishing, 1. Scheuneman. Sungai Air Hidup. Edisi Kedu. (Jakarta: Bpk Gunung Mulia, 1. , 90. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 demi kepentingan individu dan gereja. 4 Allah tidak bermaksud agar semua orang yang percaya atau setiap jemaat itu memiliki karunia-karunia Roh Kudus yang sama, tetapi karunia-karunia Roh Kudus diberikan sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Ronald W. Leigh menekankan bahwa pelayanan Kristen yang sejati selalu melibatkan Alkitab dan Roh Kudus, bila Roh Kudus tidak aktif, maka pelayanan itu tidak akan menghasilkan buah rohani. 5 Peneliti menduga bahwa banyak dari jemaat setempat kurang memahami karunia-karunia Roh Kudus. Hal ini terbukti dari wawancara yang dilakukan peneliti dalam bentuk pertanyaan kepada jemaat, sebagai contoh pertanyaan yakni apa yang jemaat ketahui mengenai karunia Roh Kudus, ada berapa jumlah karunia Roh Kudus, manfaat dari karunia Roh Kudus apalagi gembala jemaat telah mengajarkan kepada jemaat mengenai karunia-karunia Roh Kudus. Hipotesis dari penelitian ini yang pertama diduga tingkat pemahaman jemaat mengenai karunia-karunia Roh Kudus kurang dari 60%, kedua diduga tingkat kualitas kerohanian jemaat kurang dari 60%, ketiga diduga memiliki pengaruh yang sedang antara pemahaman karunia-karunia Roh Kudus terhadap kualitas kerohanian. Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memberikan suatu hasil data jemaat tentang tingkat pemahaman karunia-karunia Roh Kudus serta juga tingkat kualitas kerohanian, memberikan pengetahuan pemahaman mengenai karunia-karunia Roh Kudus dan juga manfaat dari pemahaman karunia-karunia Roh Kudus terhadap kualitas kerohanian jemaat. METODOLOGI Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kuantitatif. Sugiyono menjelaskan bahwa metode kuantitatif disebut sebagai metode konfirmatif yang berarti metode ini digunakan untuk melakukan pembuktian atau konfirmasi teori terhadap fakta empiris di lapangan. Metode penelitian kuantitatif juga adalah metode penelitian yang digunakan untuk data yang bersifat acak, yang dimaksud ialah untuk memilih dari sejumlah besar individu dalam populasi. 7 Jenis penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif korelasional berkaitan dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran atau penegasan suatu konsep atau gejala yang menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan status subjek penelitian pada saat ini dengan tujuan untuk menentukan ada tidaknya hubungan, dan seberapa jauh suatu hubungan antara dua variabel . ang dapat diuku. atau lebih. 8 Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jemaat yang berjumlah 45 orang. Sung Wook Chung. Belajar Teologi Sistematika Dengan Mudah (Visipress. , 2. , 126. Ronald W. Leigh. Melayani Dengan Efektif (Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 2. , 3. Sugiyono. Metode Penelitian Manajemen (Bandung: Alfa Beta, 2. , 35. Husaini dan Purnomo. Metodologi Penelitian Sosial (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 56. Sumanto. Pembahasan Terpadu Statistika Dan Metodologi Penelitian: Buku 1 (Yogyakarta: ANDI Offset. , 2. , 9. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Penelitian ini melakukan uji validitas yang telah dikembangkan. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui setiap item-item yang reliable atau tidak. Selanjutnya dilakukan analisis data. Adapun tahapan-tahapan analisis data deskriptif tersebut mendeskripsikan data untuk setiap variabel Deskriptif data setiap variabel meliputi: pembuatan distribusi frekuensi data, histogram data kelompok, perhitungan mean, median, modus, standar devisi, deskripsi setiap butir dan kecenderungan setiap variabel, tahap terakhir adalah dengan melakukan perhitungan uji hipotesis. Adapun butir pernyataan yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian, sebagai berikut: Kisi-kisi instrumen penelitian variabel X . emahaman karunia-karunia Roh Kudu. terdapat 8 Pertama, dapat membangun diri sendiri. Kedua, dapat membangun sesama dan menemukan karunia Roh. Ketiga, sumber dan tujuan karunia berkata-kata hikmat dan pengetahuan. Keempat, pandangan karunia iman dan menyembuhkan. Kelima, pandangan karunia mengadakan mujizat dan Keenam, pandangan dan tujuan karunia membedakan karunia Roh. Ketujuh, karakteristik karunia berbahasa Roh. Kedelapan, pandangan dan tujuan karunia menafsirkan bahasa Roh. Kisi-kisi instrumen penelitian variabel Y . ualitas kerohania. terdapat 4 indikator. Pertama, memiliki iman yang berkualitas. Kedua, memiliki kehidupan yang kudus. Ketiga, kerohanian yang haus dan penuh antusias. Keempat, kepemimpinan yang melakukan pemberdayaan. PEMBAHASAN Karunia-Karunia Roh Kudus Pengertian Karunia-Karunia Roh Kudus Karunia adalah hal yang sering menjadi perbincangan secara umum, khususnya tentang karunia roh. Tidak jarang muncul masalah yang mengakibatkan perpecahan di dalam gereja, hanya karena perspektif yang berbeda. Istilah karunia umumnya diterjemahkan dari Bahasa Yunani: NAE (Charism. dengan kata dasar NAE (Chari. , menekankan hakikat pemberian yang diberikan secara cuma-cuma. Oswald Sanders mengartikan karunia-karunia roh berdasarkan pada dua kata Yunani yaitu kata AAIEUC (Pneumatiko. dalam 1 Korintus 12:1 dan juga kata NAEE (Charismat. dalam 1 Korintus 12:4. Oswald Sanders mengartikan bahwa kedua kata tersebut menandakan kuasa dan pemberian-pemberian Roh Kudus yang luar biasa yang dianugerahkan kepada orang percaya sebagai perlengkapan dalam pengabdiannya juga untuk meneguhkan iman gereja. 9 Menurut Donald Bridge dan David Phypers. Paulus menggunakan kata Oswald Sanders. Roh Kudus Penolong Kita (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2. , 135. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 AAIEU (Pneumatiko. untuk menggambarkan karunia-karunia Roh, walaupun arti secara harafiahnya adalah Auperkara-perkara rohaniAy10. Pentingnya Karunia-Karunia Roh Kudus Karunia-karunia roh adalah suatu kebenaran yang tidak kalah pentingnya dengan kebenaran-kebenaran yang lainnya dalam Alkitab, oleh karena itulah Allah melalui pekerjaan Roh Kudus menggerakkan para penulis Alkitab untuk memasukkan kebenaran tersebut dalam Alkitab. Peter Wagner mengatakan dalam bukunya yang berjudul Manfaat Karunia Roh Untuk Pertumbuhan Gereja bahwa pengetahuan tentang karunia-karunia roh itu menyumbangkan tenaga hidup kepada kehidupan keristiani. 11 Peter Wagner mengatakan juga bahwa ketidaktahuan akan karunia-karunia roh bisa jadi merupakan penyebab utama bagi keterbelakangan pertumbuhan gereja. Hal ini bisa terjadi jika karunia-karunia roh tidak diketahui maka pelayanan yang dilakukan di gereja tentu akan tidak tepat sasaran. Melvin Hodges dan Ralph William mengatakan bahwa jemaat telah dilengkapi oleh Allah sendiri dengan kemampuan yang perlu dan dengan karunia-karunia yang menyanggupkan untuk bertumbuh. 12 Dari beberapa pernyataan di atas peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa orang percaya telah diperlengkapi dengan karunia pada waktu ia menerima baptisan Roh Kudus di mana karunia yang dimiliki dapat membangun setiap orang percaya untuk bertumbuh. Karunia Roh Kudus sangatlah penting untuk dimiliki oleh setiap orang percaya karena dalam tulisan Paulus dan Petrus dapat ditemukan bahwa karunia berperan membangun setiap orang percaya atau setiap jemaat untuk bertumbuh dalam kehidupan kerohaniannya. Kualitas Kerohanian Definisi Francis Schaeffer memberikan pengamatan yang tajam dalam bukunya bahwa dari realitas di dalam yang positif ini, ada wujud luar yang juga positif. Kita bukan hanya mati bagi hal-hal tertentu, tetapi kita juga harus mengasihi Allah, kita hidup bagi Dia dan berkomunikasi dengan Dia. Selain itu, kita juga harus mengasihi manusia, hidup bagi manusia sebagai manusia, dan komunikasi dalam tataran yang pribadi dengan manusia. 13 Kerohanian adalah sebuah realitas lain. Pada faktanya, kerohanian bukan hanya berbicara mengenai komitmen maupun gaya hidup. David Beer mengatakan dalam bukunya bahwa pertumbuhan rohani dialami seseorang hingga menjadi dewasa rohani dalam Donald Bridge dan David Phypers. Karunia-Karunia Roh Dan Jemaat (Bandung: kalam hidup, 1. , 20. Peter Wagner. Manfaat Karunia Roh. Cetakan Kelima (Malang: Gandum Mas, 2. Melvin L. Hodges dan Ralph D. Williams. Sidang Jemaat Yang Berkembang (Malang: Gandum Mas, 1. , 17. Francis A Schaeffer. True Spirituality (Wheaton: Tyndale, 1. , 17. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 kurun waktu tertentu, kemudian mengambil bagian dalam pelayanan sehingga menjadi berdampak pada gereja tersebut. Faktor yang Terdapat Dalam Kualitas Kerohanian yang Baik Rick Warren mengatakan dalam pertumbuhan gereja ada dua aspek yang sangat diperhatikan yakni aspek pertumbuhan secara kuantitas dan aspek pertumbuhan secara kualitas. Pertumbuhan gereja secara kuantitas berbicara mengenai penambahan jumlah jiwa-jiwa baru dalam gereja tersebut, sedangkan mengenai pertumbuhan gereja secara kualitas ini merujuk kepada kedewasaan kerohanian dalam hidup dari jemaat yang terdapat dalam gereja tersebut. Christian Schwarz menyatakan bahwa terdapat satu faktor yang terpenting dalam kualitas kerohanian dari beberapa faktor dalam pertumbuhan gereja yang bertumbuh secara kualitas yaitu memiliki kerohanian yang haus dan penuh dengan antusias. Christian Schwarz mengatakan bahwa kerohanian yang haus akan tampak dari sikap seseorang yang mencari dengan gigih sampai berkorban untuk hal-hal yang rohani dan memiliki keinginan yang berkobar untuk bersekutu dengan Allah. 16 Orang yang percaya akan mengalami kerohanian yang haus dan penuh antusias ketika orang itu mengalami pertobatan sejati atau bertemu dengan Tuhan secara pribadi, sehingga kerohaniannya akan bertumbuh secara alami tanpa paksaan dari pihak siapapun. Hasil Uji Hipotesa Hasil Uji Hipotesis Pertama. Hipotesis pertama dalam penelitian ini merupakan hipotesis deskriptif sehingga uji hipoesisnya dengan menggunakan nilai hipotesis yang diperoleh dari skor empiris dibagi dengan skor ideal dikali dengan 100%. Dalam uji hipotesis yang pertama dan kedua, uji signifikansi . tidak berlaku karena penelitian ini merupakan penelitian populasi. Perhitungan dari uji hipotesis yang telah dilakukan menggunakan rumus: Nilai_ Hipotesis = Skor_Empiris y 100% Skor_Ideal Berdasarkan perbandingan nilai AA0 adalah 60% atau sama dengan 60, sedangkan mean skor empiris adalah 88. Dengan demikian diketahui bahwa nilai hipotesis (AA. 60% atau sama dengan 60. David Beer, 50 Cara Mmebuat Gereja Anda Bertumbuh (Yogyakarta: ANDI Offset. , 32. Rick Warren. Petumbuhan Gereja Masa Kini (Malang: Gandum Mas, 2. , 56-57. Christian A. Schwarz. Pertumbuhan Gereja Yang Alamiah (Jakarta: Metanoia, 1. , 11- J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 tidak sama dengan nilai skor empiris yaitu 88. Dengan arti lain nilai skor empiris terbukti lebih besar dari nilai hipotesis (AA. Jadi hipotesis yang berbunyi tingkat pemahaman jemaat tentang karuniakarunia Roh Kudus adalah kurang dari 60% dari nilai maksimum, tidak diterima atau tidak sama dengan 60%. Selanjutnya untuk mengetahui nilai variabel pemahaman karunia-karunia Roh Kudus dapat dilakukan dengan cara berikut: Oc Skor Empiris y 100% Harga % Variabel X = Oc Skor Ideal Keterangan: Total skor empiris = skor total data variabel = 3975 Toal skor ideal = 5y 20y 45 = . kor tertinggi tiap ite. umlah item variabel X) y . umlah responde. = 4500 Harga % Variabel X = . 5:4. y 100% =88% Persentase Makna Sangat Tidak Baik Tidak Baik Cukup Baik Sangat Baik Berdasarkan tabel di atas maka nilai yang diperoleh variabel pemahaman karunia-karunia Roh Kudus adalah 88% berada dalam kategori Sangat Baik . Hasil Uji Hipotesis Kedua Hipotesis pertama dalam penelitian ini merupakan hipotesis deskriptif sehingga uji hipotesisnya dengan menggunakan nilai hipotesis yang diperoleh dari skor empiris dibagi dengan skor ideal dikali dengan 100%. Dalam uji hipotesis yang pertama dan kedua uji signifikansi . tidak berlaku karena penelitian ini merupakan penelitian populasi. Perhitungan dari uji hipotesis yang telah dilakukan menggunakan rumus: Nilai_ Hipotesis = Skor_Empiris y 100% Skor_Ideal J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Berdasarkan perbandingan nilai AA0 adalah 60% atau sama dengan 30, sedangkan mean skor empiris adalah 34. Dengan demikian diketahui bahwa nilai hipotesis (AA. 60% atau sama dengan 30, tidak sama dengan nilai skor empiris yaitu 34. Dengan arti lain nilai skor empiris terbukti lebih besar dari nilai hipotesis (AA. Jadi hipotesis yang berbunyi tingkat kualitas kerohanian jemaat kurang dari 60% dari nilai maksimum, tidak diterima atau tidak sama dengan 60%. Selanjutnya untuk mengetahui nilai variabel kualitas kerohanian jemaat dapat dilakukan dengan cara berikut: Harga % Variabel Y = Keterangan: Oc Skor Empiris Oc Skor Ideal y 100% Total skor empiris = skor total data variabel = 1550 Toal skor ideal = . kor tertinggi tiap ite. umlah item variabel Y) y . umlah responde. = 5y 10y 45 = 2250 Harga % Variabel Y = . 0:2. y 100% = 69% Persentase Makna Sangat Tidak Baik Tidak Baik Cukup Baik Sangat Baik Berdasarkan tabel di atas maka nilai yang diperoleh variabel kualitas kerohanian jemaat adalah 69% berada dalam kategori Baik . Hasil Uji Hipotesis Ketiga Hipotesis ketiga dalam penelitian ini merupakan hipotesis asosiatif atau korelasional . elihat pengaruh hubungan antara variabel independen dengan depende. sehingga uji hipotesisnya akan dilakukan dengan menggunakan korelasi Product Moment dengan menggunakan aplikasi SPSS 17. Correlations Total_X Total_X Pearson Correlation Sig. -taile. Total_Y Pearson Correlation Sig. -taile. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Correlations Total_X Total_X Pearson Correlation Sig. -taile. Total_Y Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Interval Koefisien 0,00 - 0,199 0,20 - 0,399 0,40 - 0,599 0,60 - 0,799 0,80 Ae 100 Tingkat Hubungan Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Berdasarkan uji korelasional Pearson Product Moment diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,742 dengan nilai signifikansi (P-valu. sebesar 0,01 dan arah hubungannya adalah positif. Jadi nilai hubungan variabel pemahaman karunia-karunia Roh Kudus terhadap kualitas kerohanian jemaat adalah 0,742. Berdasarkan tabel interpretasi koefisien korelasi, dapat disimpulkan bahwa hubungan variabel pemahaman karunia-karunia Roh Kudus berdasarkan 1 Korintus 12:1-11 terhadap kualitas kerohanian jemaat adalah 0,742 atau kuat. KESIMPULAN Pemimpin gereja dari Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia Filadelfia Suro. Jawa Tengah telah mampu membawa jemaat untuk memiliki pemahaman mengenai karunia-karunia Roh Kudus di angka 88% yang artinya masuk dalam kategori sangat baik. Pemimpin gereja masih perlu melakukan upaya-upaya untuk memaksimalkan dengan memberikan pemahaman karunia-karunia Roh Kudus kepada jemaat seperti mengkhotbahkan, membuat seminar atau workshop yang membahas mengenai pemahaman karunia-karunia Roh Kudus. Meskipun kualitas kerohanian jemaat juga berada pada ketogori baik yaitu di angka 69%, pemimpin gereja perlu melakukan upaya-upaya untuk memaksimalkan dari kualitas kerohanian yang dimiliki oleh jemaat dengan mendorong setiap jemaat untuk lebih lagi membangun hubungan pribadi dengan Tuhan seperti rajin membaca Firman Tuhan, rajin untuk beribadah. Jemaat juga perlu untuk mengetahui karunia apa yang dimilikinya sehingga jemaat dapat mengembangkan dan menggunakan karunia yang dimiliki dengan efektif. Karuniakarunia Roh Kudus adalah faktor yang dominan yang mempengaruhi kualitas kerohanian jemaat di Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia Filadelfia Suro Jawa Tengah. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 DAFTAR PUSTAKA