Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA) e-ISSN : 2963-9042 online: https://jurnal. id/index. php/JIKKA JUS TOMAT UNTUK MENGATASI NYERI AKUT PADA PENDERITA HIPERTENSI Devia ShavandhaA. Retno Lusmiati AnisahA. Tri Suraning WulandariA 1,2,3 Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung Email Korespondensi : shavandhad@gmail. ABSTRAK Latar belakang : Hipertensi merupakan suatu kondisi pada sistem peredaran darah yang menyebabkan peningkatan tekanan darah melebihi normal, yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi dapat menyebabkan nyeri pada penderitanya. Nyeri tersebut dapat diturunkan dengan pengobatan non farmakologis menggunakan pemberian jus tomat. Tujuan: penelitian ini untuk memberikan gambaran keefektifan jus tomat dalam menurunkan tingkat nyeri pada penderita hipertensi. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 2 orang lansia usia 50-60 tahun dengan tekanan darah >140/90 mmHg. Tiap sampel diberikan jus tomat sebanyak 150 gram dalam 100 ml air matang selama 7 hari. Tingkat nyeri diperiksa 1 kali sehari setelah pemberian jus tomat. Hasil: penelitian menunjukkan terjadi penurunan tingkat nyeri pada penderita hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pemberian jus tomat dapat menurunkan tingkat nyeri pada penderita hipertensi. Kata kunci : Hipertensi. Jus tomat. Nyeri akut Tomato Juice to Relieve Acute Pain in Hypertension Patients ABSTRACT Hypertension is a condition in the circulatory system that causes an increase in blood pressure beyond normal, which is more than 140/90 mmHg. Hypertension can cause pain in the sufferer. The pain can be reduced by non-pharmacological treatment using tomato juice. The purpose of this study was to describe the effectiveness of tomato juice in reducing the level of pain in patients with The research design used is a qualitative case study. The samples used were 2 elderly people aged 50-60 years with blood pressure> 140/90 mmHg. Each sample was given 150 grams of tomato juice in 100 ml of boiled water for 7 The pain level was checked once a day after giving tomato juice. The results showed a decrease in pain levels in hypertensive patients from scale 3 . to scale 5 . It is concluded from this study that the administration of tomato juice can reduce the intensity of pain in patients with hypertension. Keywords: Hypertension. Tomato juice. Acute pain PENDAHULUAN Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Setiap tahun, penderitaan semakin bertambah. Setiap tahunnya, prevalensi tekanan darah tinggi akan meningkat (Asresahegn et al. , 2. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2021 sekitar 1, 28 miliar hipertensi di seluruh dunia dan setiap tahunnya yang meninggal mencapai 10,44 juta orang dengan komplikasi (Kemenkes RI, 2018. Sinurat et al. , 2. Hipertensi meningkat dua kali lipat dari tahun 1990 hingga 2019 terjadi pada usia 30-79 tahun. Jumlah dari 331 juta wanita . nterval kepercayaan 95% 306Ae359 jut. menjadi 626 juta Wanita . -668 jut. dan 317 juta pria . Ae344 jut. menjadi 654 juta pria . -668 jut. (Zhou et al. , 2. Prevalensi hipertensi pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas pada tahun 2017Ae 2018 adalah 45,4%, dan lebih tinggi pada pria . ,0%) dibandingkan wanita . ,7%). Prevalensi tersebut adalah 22,4% di antara orang dewasa berusia 18Ae39 tahun dan meningkat menjadi 54,5% di antara mereka yang berusia 40Ae59 tahun, dan 74,5% di antara mereka yang berusia 60 tahun ke atas (Ostchega et al. , 2. Keadaan hipertensi saat ini sebanyak 34,1% mengalami kenaikan 25,8% dalam waktu 5 tahun terakhir dengan total jumlah sebanyak 8,3%. Hipertensi pada lansia dengan pravalensi 45,9% pada usia 50-60 tahun, pada usia > 75 tahun mencapai 63,8% (Kementerian Kesehatan RI, 2. Riskesdas 2018 dalam P2PTM Kemenkes menyebutkan hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun . ,6%), . ,3%). Berdasarkan data dinas Provinsi Jawa Tengah total penderita hipertensi sebanyak 57,10%. Sedangkan di Kabupaten Temanggung jumlah hipertensi sebanyak 177, 289 orang pada tahun 2022. Penderita hipertensi di Puskesmas Ngadirejo pada tahun 2022 mencapai 5. 972 (Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung. Pasien mengungkapkan keluhan vokal ketidaknyamanan yang berhubungan dengan rasa sakit bersama dengan reaksi emosional termasuk menangis, meratap, dan mengerutkan kening (Sulistyo. Rasa masalah keperawatan nyeri akut. Nyeri akut . berhubungan dengan agen pencedera fisiologis . eningkatan tekanan darah vaskuler Jika tekanan darah turun maka nyeri pada kepala juga Nyeri akut adalah pengalaman yang bersifat sensorik atau emosional dan berhubungan dengan cedera jaringan nyata atau fungsional dan yang dimulai secara tiba-tiba atau berkembang kemudian dan berlangsung kurang dari 3 bulan (PPNI, 2. Metode farmakologis non-farmakologis hipertensi, terutama pada kasus ketidaknyamanan yang parah. Salah satu metode non-farmakologis adalah dengan pemberian jus tomat. Tomat membantu menurunkan tekanan darah dan menghentikan kenaikan tekanan darah sistolik dan diastolik. Tomat juga memiliki kandungan kalium yang tinggi . mg/100 . , rendah natrium, dan rendah lemak (Widyarani, 2. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Basri et al. , 2023, rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 625 mmHg dengan p = 0,000, sedangkan rata-rata penurunan tekanan darah diastolik p = 0,003. Artinya ada perbedaan rata-rata tekanan darah sistole dan diastole setelah diberikan jus tomat pada pasien hipertensi. Berdasarkan masih tingginya kejadian hipertensi di masyarakat, dan ada beberapa masyarakat yang tidak tahu tentang khasiat tomat untuk hipertensi, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan desain pendekatan studi kasus, yaitu dengan menggambarkan sesuai keadaan fakta sesuai dengan keadaan sebenarnya. Selanjutnya menganalisis dan diinterpretasikan data yang ada untuk mengetahui efektifitas pemberian jus tomat untuk mengatasi nyeri akut pada hipertensi (Notoatmodjo, 2018. Nursalam. Sutriyawan, 2. Fokus penelitian ini adalah upaya penyelesaian nyeri akut pada . emberian jus toma. Tindakan ini dilakukan di wilayah binaan Puskesmas Ngadirejo pada bulan April 2024 selama 7 hari, durasi pemberian sehari 2x pagi dan sore, dengan menggunakan 2 subjek studi kasus yang sesuai dengan kriteria Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tensimeter digital dan stetoskop, lembar pengkajian nyeri akut, lembar pengkajian keluhan Nyeri (PQRST) dilengkapi dengan skala nyeri Numerik Rating Scale . , dan lembar kriteria luaran tingkat nyeri. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Studi kasus ini menggunakan 2 responden hipertensi dengan masalah nyeri akut. Tindakan dilakukan selama 7 hari pada masing-masing responden, yaitu Ny. S dimulai tanggal 3-9 April dan Ny. R dimulai tanggal 4-10 April 2024. Tabel 1 Hasil Pengkajian Hipertensi Pernyataan Sakit kepala bagian belakang Penglihatan kabur Rasa berat dibagian tengkuk kepala Sulit tidur Mudah lelah Lemah Tekanan darah meningkat Ny. Ny. Ya Tidak Ya Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa pada pengkajian hipertensi dari kedua pasien yaitu Ny. S 100% terdapat masalah dan pada Ny. R terdapat masalah 100%. sehingga dapat dikatakan bahwa Ny. S dan Ny. R mengalami masalah hipertensi. Adapun hasil pengkajian keluhan nyeri dengan PQRST, dijelaskan pada tabel 2 Tabel 2 Hasil Pengkajian Keluhan Nyeri dengan PQRST Keterangan P (Provokes/ Palliativ. Q (Qualit. R (Radiate. S (Severit. Data Ny. Ny. Klien nyeri Klien mengatakan ketika nyeri meningkat ketika kelelahan akibat tekanan darah tinggi lebih setelah aktvitas berat dari 140/90 mmHg Nyeri seperti ditusuk tusuk Nyeri seperti ditusuk tusuk Nyeri tumpul Nyeri tumpul Skala 4 Skala 5 T (Tim. Nyeri kadang kadang waktu Nyeri terus menerus tekanan darah meningkat lebih dari 140/90 mmHg Hasil pengkajian masalah keperawatan nyeri akut, dijelaskan pada tabel 3 Tabel 3 Hasil Pengkajian Masalah Keperawatan Nyeri Akut Pernyataan Mengeluh Nyeri Perubahan Pola napas Bersikap protektif . osisi menghindari nyer. Gelisah Frekuensi nadi meningkat Sulit tidur Ny. Ny. Ya Tidak Ya Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa Tanda gejala nyeri pada Ny. S dan Ny. R sudah memenuhi kriteria 85% untuk menegakkan masalah keperawatan Nyeri Akut. Pada Ny. S frekuensi nadi sebanyak 86x/menit, pada Ny. R frekuensi nadi sebanyak 79x/menit artinya kedua subjek studi kasus tidak mengalami peningkatan frekuensi nadi, selanjutnya pada Ny. R mengalami perubahan pola napas dengan frekuensi respirasi 25x/menit. Pengkajian untuk menentukan kriteria inklusi tertera pada tabel Tabel 4 Hasil Pengkajian Kriteria Inklusi Keterangan Lansia yang mengalami hipertensi Lansia dengan masalah nyeri akut Lansia dengan TD sistole >140/90 dan diastole >90 mmhg Lansia berusia 50-60 tahun Lansia dapat berkomunikasi dengan baik Lansia bersedia menjadi responden dalam studi kasus Ny. Ny. Dari keterangan di tabel 4 kriteria inklusi yang digunakan, menunjukkan hasil bahwa Ny. S dan Ny. R 100% bisa dijadikan sebagai subjek studi kasus. Tabel 5 Hasil Evaluasi Luaran Tingkat Nyeri Data Ny. Hari ke 3 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Ny. Hari ke 3 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 6 7 1 2 Pola napas 5 5 3 3 Keluhan nyeri 5 5 3 3 Sikap protektif 5 5 3 3 Gelisah 5 5 3 3 Keterangan : 1 = Meningkat. 2= Cukup meningkat. 3= Sedang. 4= Cukup Menurun. 5= Menurun Frekuensi nadi 3 3 4 4 4 5 5 3 3 4 4 4 Sulit tidur 3 3 3 4 4 5 5 3 3 4 4 4 4 Tekanan darah 3 3 4 4 4 5 5 3 3 4 4 4 5 Keterangan : 1 = Memburuk. 2= Cukup Memburuk. 3= Sedang. 4= Cukup Membaik. 5= Membaik Dari keterangan tabel 5 evaluasi luaran tingkat nyeri diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua subjek studi kasus mengalami penurunan tingkat nyeri, serta mengalami penurunan tekanan darah setelah diberian tindakan jus tomat. PEMBAHASAN Subjek studi kasus Ny. S dan Ny. R tampak meringis, bersikap protektif, gelisah, frekuensi nadi dan TD meningkat, serta sulit tidur. Tanda gejala nyeri pada Ny. S dan Ny. sudah memenuhi kriteria 85% untuk menegakkan masalah keperawatan Nyeri Akut, sesuai Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI). Pemberian tindakan jus tomat untuk mengurangi nyeri akut pada pasien dengan hipertensi ini diberikan selama 7 hari berturut-turut dengan frekuensi pemberian sehari sebanyak 2 x padi dan sore hari. Pembuatan jus tomat dengan menggunakan tomat sebanyak 4 buah yang sudah dicuci lalu diblender. Potasium membantu tubuh menghilangkan natrium berlebih melalui urine dan melemaskan dinding pembuluh mengurangi tekanan darah. Beta karoten, enzim fitoena, yang berfungsi sebagai antioksidan yang tinggi untuk mengikat radikal bebas yang ada dalam tomat, membantu menurunkan tekanan darah secara efektif (Hariyono, 2. Sesuai dengan artikel hasil penelitian Astuti tahun 2017 dan Nugraha tahun 2018 bahwa dengan dilakukan tindakan pemberian jus tomat mampu membantu menurunkan tekanan darah serta membantu menurunkan nyeri secara signifikan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan setelah diberikan jus tomat selama 7 hari berturut turut, frekuensi pemberian 2x pagi dan sore, skala nyeri pada kedua responden menurun tekanan darah kedua responden membaik. Pada Ny. sebelum diberikan tindakan tekanan darah awal : 146/88 mmHg setelah diberikan tindakan tekanan darah membaik menjadi 140/80 mmHg. pada Ny. S tekanan darah awal 150/106 mmHg setelah dilakukan tindakan menjadi 154/90 mmHg. Skala nyeri pada Ny. R dengan skala awal 3 . menjadi skala 5 . Pada Ny. S skala nyeri awal 3 . menjadi skala 5 . Evaluasi tingkat nyeri kedua subjek mendapati data tampak meringis menurun, sikap protektif menurun, gelisah menurun, frekuensi nadi membaik, sulit tidur membaik. Adrian. , & Tommy. Hipertensi esensial: diagnosis dan tatalaksana terbaru pada Cermin Dunia Kedokteran, 46. , 172Ae178. Annisya. , & Joice. Pengaruh pijat kaki terhadap Jurnal Kesehatan, 8. Asresahegn. Tadesse. , & Beyene. Prevalence and associated factors of hypertension among adults in Ethiopia: a community based cross-sectional study. BMC Research Notes, 10. , 629. https://doi. org/10. 1186/s13104017-2966-1 Astuti. Pemberian Jus Tomat Memengaruhi Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Tambak Asri RT 17 RW 06 Surabaya. Jurnal Keperawatan, 6, 1Ae8. Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung. Data Kesehatan Kabupaten Temanggung. Temanggung: Dinkes Kab. Temanggung. Fadilatur. Pengaruh Jus Semangka Dan Jus Tomat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. STIKes Ngudia Husada Madura. Diambil https://repository. d/id/eprint/650 Hariyono. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Sistem Cardiovaskuler Untuk Profesi Ners: Buku Ajar Cardio. Jombang: ICME Press DAFTAR PUSTAKA