Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QURAoAN DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH BALO GESIKAN Kuni Barorotul Lovenida. Mustajab Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen E-mail: barorotul200301@gmail. Abstract The background of this research is to see the importance of effective learning of Al-Qur'an tahfidz in order to improve the quality of memorizers both in terms of reading and the fluency of their memorization. The purpose of this research is to find out the tahfidz AlQur'an learning activities, the effectiveness of tahfidz Al-Qur'an learning, and the obstacles experienced during the learning process and their solutions. The research method used is descriptive qualitative research method using data analysis model of Milles and Huberman. The results of this study are . Learning tahfidz Al-Qur'an at the Al-Falah Balo boarding school is divided into two levels, namely: the bin Nadzri level and the bil Hifdzi level. The learning method used is the sorogan method. The learning activities are grouped into three, namely daily, weekly and monthly activities. The learning of tahfidz Al-Qur'an at the Al-Falah Balo Islamic boarding school has been effective, marked by the achievement of predetermined learning indicators, namely: reading the Qur'an with tartil and mujawad, memorization must be smooth, and can be . Obstacles that are often experienced during learning such as: drowsiness, laziness, lack of time sharing, illness, and the opposite sex. Solutions that can be done are: setting time for rest, reciting the Koran, and doing other activities, as well as reducing interaction with the opposite sex. Keywords: Effectiveness. Learning. Tahfidz Al-QurAoan Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi dengan melihat pentingnya pembelajaran tahfidz AlQurAoan yang efektif guna meningkatkan kualitas para penghafal baik dari segi bacaan maupun kelancaran hafalannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kegiatan pembelajaran tahfidz Al-QurAoan, efektivitas pembelajaran tahfidz Al-QurAoan, dan hambatan yang dialami selama proses pembelajaran dan solusinya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisa data model Milles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah . Pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok pesantren Al-Falah Balo dibagi menjadi dua tingkatan, yaitu : tingkat bin Nadzri dan tingkat bil Hifdzi. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode sorogan. Adapun kegiatan pembelajaran dikelompokkan menjadi tiga, yaitu kegiatan harian, mingguan dan bulanan. Pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok pesantren Al-Falah Balo sudah efektif dengan ditandai tercapainya indikator pembelajaran yang sudah ditentukan yaitu: membaca Al-QurAoan dengan tartil dan mujawad, setoran hafalan harus lancar, dan bisa disimaAo hafalannya. Hambatan yang Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. sering dialami selama pembelajaran seperti: mengantuk, malas, kurang bisa membagi waktu, sakit, dan lawan jenis. Solusi yang dapat dilakukan yaitu : mengatur waktu untuk istirahat, mengaji, dan melakukan aktivitas lainnya, serta mengurangi interaksi dengan lawan jenis. Kata kunci: Efektivitas. Pembelajaran. Tahfidz Al-QurAoan PENDAHULUAN Menghafal Al-QurAoan merupakan kegiatan membaca ayat Al-QurAoan secara berulang-ulang agar tersimpan dalam memori otak dan dapat dilafadzkan dengan tanpa melihat mushaf. Allah Swt. telah memberikan kemudahan kepada orang-orang yang ingin menghafalkan Al-QurAoan. Siapa saja orang yang berusaha menghafalkannya, maka ia akan diberi pertolongan dan kemudahan oleh Allah Swt. 1 Menghafalkan Al-QurAoan merupakan perbuatan yang sangat terpuji dan mulia. Banyak sekali hadits-hadits Rasulullah yang menjelaskan keutamaan-keutamaan orang yang belajar, membaca, dan menghafalkan Al-QurAoan. Orang yang mempelajari, membaca, atau menghafalkan AlQurAoan merupakan orang-orang pilihan yang sudah dipilih oleh Allah Swt. pewaris kitab suci yang mulia itu. 2 Tidak sembarang orang mampu menghafal Al-QurAoan karena dalam menghafalkan Al-QurAoan diperlukan niat dan tekad yang kuat untuk bisa istiqomah dengan Al-QurAoan dalam sepanjang hidupnya. Selama proses menghafalkan Al-QurAoan selain membutuhkan niat dan tekad yang kuat juga didukung oleh adanya sistem menghafal dan lingkungan yang baik. Sistem menghafal terdiri dari bagaimana cara seseorang menghafal, berapa banyak target yang dihafal dalam sehari, kapan waktu untuk menyetor hafalan dan murojaAoah . engulang hafala. , dan sebagainya. 3 Adapun lingkungan yang baik maksudnya adalah lingkungan yang memang dapat mendukung proses hafalan, seperti pondok pesantren, rumah tahfidz, sekolah yang menerapkan program tahfidzul QurAoan, rumah yang terdiri dari para ahli Miftah Habibie. Efektivitas Sistem Pembelajaran Tahfizh Al-QurAoan di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul QurAoan Tangerang. Skripsi,( Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2. Ibid. , 3-4. Soodiqoh. Muhibbatun. Siti Fatimah, and Faisal Faisal. "Meningkatkan Motivasi Menghafal Al Quran Melalui Metode Halaqoh di MTs Buluspesantren. " Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2, no. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. QurAoan, dan sebagainya. 4 Hal ini sangat mempengaruhi hafalan seseorang karena dalam proses menghafal memerlukan tingkat fokus yang tinggi dan tidak banyak diselingi kegiatan diluar Al-QurAoan. Program menghafal . Al-QurAoan merupakan program yang digemari oleh semua kalangan pada masa kini. Banyak lembaga pendidikan baik formal maupun non formal yang menerapakan program tahfidzul QurAoan sebagai program unggulan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi QurAoani bagi para penerus bangsa agar Al-QurAoan tetap terjaga dan tertanam dalam hati mereka sehingga dapat diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain diadakannya program tahfidzul QurAoan tidak terlepas juga didukung oleh sistem pembelajaran yang baik yang akan membantu seseorang dalam mencapai target hafalan sampai selesai 30 juz secara maksimal. Sistem pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di setiap lembaga pendidikan secara umum adalah sama yaitu setoran hafalan yang sudah dihafal kepada pembina dan mengulang hafalan untuk memperkuat hafalan yang sudah dihafal. Namun, di setiap lembaga pendidikan juga memiliki sistem pembelajaran yang berbeda yang menjadi ciri khasnya masing-masing, contohnya pada pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan. Pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan merupakan salah satu pondok pesantren tahfidz AlQurAoan yang berada di kabupaten Kebumen. Pondok tersebut memiliki kurang lebih 70 santri yang terdiri dari santri putra dan santri putri. Sistem pembelajaran tahfidz AlQurAoan di pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan ini masih dikategorikan sederhana karena metode yang digunakan tidak terlalu banyak dan masih bersifat umum. Sistem pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan ini meliputi : setoran ziyadah, setoran murojaAoah, deresan jam 9, simaAoan malam selasa, tashih 10 juz 20 juz dan 30 juz. Di pondok pesantren tersebut pembelajaran tahfidz Al-QurAoan berjalan belum Adanya sistem pembelajaran yang efektif diharapkan menjadi jalan untuk memudahkan santriwan dan santriwati dalam menghafal Al-QurAoan secara maksimal. Jejak Pendidikan. Al-QurAoan, http://w. com/2017/01/faktor-pendukung-dalam-pelaksanaan. html?m=1# diakses pada tanggal 10 Maret 2023 Wawancara dengan Septi, di kantor pondok pesantren Al-Falah Balo, pada tanggal 20 Juni 2023 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Mengenai target hafalan di pondok ini tidak ditentukan, tetapi kebanyakan santri menyelesaikan setoran hafalan selama empat tahun. Disamping itu, dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari santri sering bermalas-malasan dan kurang bisa membagi waktu terutama untuk mengulang hafalan. Padahal dalam proses menghafal adanya manajemen waktu sangat penting dilakukan agar tercapai suatu tujuan pembelajaran. Berdasarkan pernyataan di atas dapat diketahui bahwasanya dalam suatu pondok pesantren meskipun sudah terdapat sistem pembelajaran yang baik tetap berpotensi mengalami beberapa hambatan yang mungkin dapat mempengaruhi keefektifan kegiatan Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam terkait pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan dengan judul AuEfektivitas pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan di pondok pesantren Al-Falah Balo GesikanAy. Pada penelitian ini, penulis menentukan tiga rumusan masalah yaitu bagaimana pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-QurAoan, efektivitas pembelajaran tahfidz Al-QurAoan dan hambatan yang dialami selama proses pembelajaran beserta solusinya. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pembelajaran tahfidz AlQurAoan, efektivitas pembelajaran tahfidz Al-QurAoan, dan hambatan yang sering di alami selama proses pembelajaran di pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan beserta METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif yakni dimaksudkan untuk memberikan penjelasan terhadap orang tertentu, kelompok atau keadaan tertentu. 6 Sumber data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dan observasi peneliti ke lapangan. Adapun subjek penelitian ini yaitu ustadz/ ustadzah pondok pesantren, santri pondok pesantren dan alumni pondok pesantren AlFalah Balo Gesikan Kebumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi terkait pembelajaran di pondok Al-falah Balo. Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. Hal. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Adapun analisis data menggunakan model interaktif Milles dan Huberman. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Efektivitas Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Al-Falah Balo Gesikan Kata efektivitas berasal dari kata dasar efektif. Dalam bahasa Inggris kata effective berarti berhasil, tepat, atau manjur. 7 Adapun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata efektif berarti ada efeknya . kibatnya, pengaruhnya, kesanny. , manjur atau mujarab, atau membawa hasil : berhasil guna. 8 Kata efektivitas sendiri berarti keefektifan, keberhasilan, atau kebergunaan. Kata efektivitas menurut Mulyasa adalah adanya kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang telah ditujukan dan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan baik dalam usaha mewujudkan tujuan operasional. Sedangkan pembelajaran adalah suatu proses interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik dalam suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan 10 Menurut Dimyati dan Mudjiono, pembelajaran merupakan aktivitas pendidik atau guru secara terprogram melalui desain instruksional agar peserta didik dapat belajar secara aktif dan lebih menekankan pada sumber belajar yang telah Meninjau dari beberapa pengertian efektivitas dan pengertian pembelajaran diatas dapat diambil kesimpulan bahwa efektivitas pembelajaran adalah suatu ukuran keberhasilan dari suatu proses interaksi antara siswa dengan siswa, maupun antara siswa dengan guru dalam situasi belajar guna mencapai tujuan pembelajaran. Efektivitas dalam pembelajaran sangat dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana John M. Echols dan Hasan Shadily. Kamus Inggris Indonesia. Cet. XXIX, (Jakarta: Gramedia, 2. , 207. Tim Redaksi Kamus Pusat Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ed. Cet. Ke-2, (Jakarta: Balai Pustaka, 2. , 284. Mulyasa. Manajemen Berbasis Sekolah, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2. , 82. Tutik Rachmawati. Daryanto. Teori Belajar dan Proses Pembelajaran yang Mendidik, (Yogyakarta: Gava Media, 2. , 141. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. suatu pembelajaran telah mencapai target sesuai dengan capaian kualitas, kuantitas dan waktu. Dalam penelitian ini efektivitas terfokus pada pembelajaran Tahfidz AlQurAoan di Pondok Pesantren Al-Falah Balo Gesikan. Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan agar tercapai pembelajaran yang efektif :11 Penguasaan bahan pembelajaran Cinta kepada yang diajarkan Pengalaman pribadi dan pengetahuan yang dimilki siswa Variasi metode Seorang guru harus selalu menambah ilmunya untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya Guru harus selalu memberikan pengetahuan yang aktual, untuk menciptakan rangsangan yang efektif bagi belajar siswa Guru harus memberikan pujian pada siswa karena pujian yang diberikan dengan tepat dapat memotivasi belajar siswa Guru harus kreatif dalam membangun semangat belajar siswa. Adapun kata tahfidz berasal dari bahasa Arab hafidza Ae yahfadzu Ae hifdzan yang berarti menghafal, menjaga, memelihara atau melindungi. 12 Kata Tahfidz merupakan bentuk mashdar dari hafidza yang berarti penghafalan dan bermakna proses Tahfidz adalah proses menghafal atau pengulangan terhadap sesuatu kedalam ingatan, baik dengan membaca maupun dengan mendengarkan sehingga dapat diucapkan diluar kepala dengan metode tertentu. Adapun orang yang hafal AlQurAoan disebut hafidz/ hafidzah Al-QurAoan. Berdasarkan observasi penulis, pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan berlangsung setiap hari, dimulai dari baAoda subuh Miftah Habibie. Efektivitas Sistem Pembelajaran Tahfizh Al-QurAoan di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul QurAoan Tangerang. Skripsi,( Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2. , 15-16. Saifurrahman, dkk. Pedoman Menghafal Al-QurAoan, (Wonosobo: PPTQ BAD Offset, 2. , 10. Mohamad Soim. Metode tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Tahfidz anak YanbuAoul QurAoan Tersobo Prembun Kebumen. Skripsi, (Kebumen: IAINU, 2. , 29. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. sampai jam 10 malam dan diampu langsung oleh pak kyai dan bu nyai. Proses pembelajaran tahfidz Al-QurAoan bertempat di ndalem khusus santri putra dan bertempat di aula pondok putri khusus santri putri. Kegiatan pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok tersebut meliputi, setoran ziyadah, deresan jam sembilan, setoran deresan, simaAoan malam selasa, dan tashih 10/20/30 juz. Seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok tersebut diikuti oleh seluruh santri pondok pesantren. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibu Nyai Nur Rohmah. AuMetode dan model pembelajaran tahfidz Al-QurAoan yang digunakan di pondok ini sebenarnya sama dengan pondok tahfidz lain. Kegiatannya meliputi setoran tambah, setoran deresan, simaAoan malam selasa, dan tashih 10/20/30 juz. Namun, di pondok ini ada kegiatan yang menjadi pembeda dengan pondok lain yaitu adanya kegiatan deresan jam sembilan pagi. Adapun seluruh kegiatan diikuti oleh semua santri pondok pesantren. Ay14 Metode pembelajaran tahfidz yang digunakan di pondok tersebut yaitu metode Metode sorogan adalah metode pembelajaran kitab dimana setiap santri menghadap kepada kyai guna membaca, menjelaskan, dan atau menghafal pelajaran yang diberikan sebelumnya. Selanjutnya, pembelajaran tahfidz Al-QurAoan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Selain itu, juga ada pembagian tingkatan belajar yang masing-masing dimaknai dengan proses persiapan sebelum menghafal dan proses saat menghafal. Berikut penjelasannya : Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Al-Falah Balo Pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok Al-Falah Balo Gesikan dibagi menjadi dua tingkatan, yaitu : tingkat bin nadzri dan bil hifdzi. Tingkatan tersebut merupakan tahap persiapan sebelum menghafal dan tahap pada saat Berikut penjelasan dari masing-masing tingkatan : Tingkat Bin Nadzri Mengaji Al-QurAoan secara bin nadzri adalah mengaji Al-QurAoan dengan cara melihat atau membuka mushaf dalam membacanya yang bertujuan untuk Wawancara dengan Ibu Nyai Nur Rohmah, di Ndalem, pada tanggal 21 Juni 2023 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. membaguskan dan memperlancar bacaan agar sesuai dengan kaidah tajwid yang baik dan benar. Tingkat Bil Hifdzi Mengaji secara bil hifdzi yaitu mengaji Al-QurAoan dengan menghafal ayatayatnya dan disetorkan kepada ustadz/ ustadzah. Pada tingkat bil hifdzi santri mulai menghafal ayat-ayat Al-QurAoan namun diarahkan untuk mulai menghafal dari juz 30 . uz amm. terlebih dahulu, setelah selesai dilanjut menghafal surat penting yang berjumlah 12 surat pilihan. Kemudian menghafal Al-quran mulai dari juz 1 sampai dengan selesai. Metode Menghafal dan Tempat Menghafal Santri di Pondok Al-Falah Balo Metode menghafal yang sering dipakai santri pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan yaitu sebagai berikut : Bin nadzor, yaitu membaca ayat-ayat Al-QurAoan yang akan dihafal secara tartil dengan melihat mushaf dan dibaca secara berulang kali 5-20 kali bacaan yang bertujuan untuk merekam bacaan dalam pikiran agar mudah untuk dihafal. Metode Wahdah, yaitu menghafal satu per satu ayat yang hendak dihafalnya dengan dibaca berulang-ulang sehingga terbentuk gerak reflek pada lisan. Setelah ayat tersebut benar-benar sudah dihafal dilanjut menghafal ayat . Metode Talaqqi, yaitu memperdengarkan atau menyetorkan hafalan yang baru dihafal kepada seorang ustadz/ ustadzah. Metode Takrir, yaitu mengulang hafalan yang sudah pernah dihafal secara individu maupun berjamaAoah atau bersama ustadz bertujuan untuk menjaga dan memperbaiki hafalan agar tetap baik dan tidak mudah lupa. Metode TasmiAo, yaitu memperdengarkan hafalan kepada orang lain baik perseorangan maupun orang banyak . amaAoa. Berdasarkan hasil wawancara penulis, selain metode menghafal juga dibutuhkan adanya tempat yang strategis untuk menghafal. Tempat menghafal yang sering digunakan para santri yaitu di depan gedung, di masjid, di kamar, di belakang Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. ndalem, di depan KSM. Waktu Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Al-Falah Pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan dikelompokkan menjadi 3, yaitu kegiatan harian, mingguan, dan Kegiatan harian dan mingguan meliputi kegiatan pokok yang dilaksanakan pada waktu dan tempat tertentu. Adapun kegiatan bulanan meliputi kegiatan pokok yang waktu pelaksanaannya tidak ditentukan dan sifatnya per Demikian penjelasan terkait pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, santri di pondok tersebut mayoritas dapat menyelesaikan setoran hafalan Al-QurAoan selama 3-4 tahun. Proses tersebut dimulai dari awal pembelajaran yaitu tingkat bin nadzri selama kurang lebih satu tahun dan dilanjut tingkat bil hifdzi selama tiga tahun. Hal ini di dukung adanya pembelajaran yang sudah tertata dan adanya ketelatenan pengasuh dalam membimbing dan mengajar para santri sehingga meningkatkan semangat santri untuk mengaji dan menghafal Al-QurAoan. Kemudian mengenai efektivitas pada pelaksanaan pembelajaran tahfidz di pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan memiliki indikator keberhasilan sendiri. Secara garis besar indikator yang sudah ditentukan sama dengan indikator pembelajran tahfidz lainnya. Indikator keberhasilan pembelajaran tahfidz di pondok pesantren AlFalah Balo Gesikan sebagai berikut :15 Bacaan tartil dan mujawwad, yaitu santri mampu membaca Al-QurAoan secara pelan dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid pada kegiatan setoran, deresan dan Setiap setoran harus lancar, yaitu santri mampu menyetorkan hafalan kepada pengasuh dengan lancar. Pada kegiatan setoran indikator lancar ditinjau dari bacaan santri yang tidak banyak mengalami kesalahan dan tidak perlu dipancing/ Wawancara dengan Ibu Nyai Nur Rohmah di Ndalem, pada tanggal 21 Juni 2023 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Dapat disimaAo hafalannya, yaitu santri mampu di simaAo . hafalannya oleh pengasuh atau temannya tanpa membuka mushaf . il ghoi. Proses santri disimaAo hafalannya terfokus pada kegiatan setoran deresan dan Berdasarkan temuan penelitian mengenai indikator pertama yaitu bacaan AlQurAoan tartil dan mujawwad di pondok pesantren Al-Falah Balo sudah berjalan dengan efektif. Hal ini disampaikan oleh Muyas bahwasanya bacaan tartil dan mujawad sudah menjadi kebiasaan para santri dalam mengaji. Hal tersebut di dukung adanya kegiatan deresan jam sembilan yang dipandu oleh Ibu Nyai Nur Rohmah dimana dalam proses deresan bacaan Al-QurAoan dilantunkan dengan cara tartil dan Oleh karena itu, santri sudah terlatih dan terbiasa dengan bacaan secara tartil dan mujawad di setiap nderesnya ataupun mengajinya. Selanjutnya mengenai indikator yang kedua yaitu setoran harus lancar. Menurut Ibu Nyai Nur Rohmah mayoritas santri sudah mampu menyetorkan hafalan dengan Beliau selalu mengingatkan dan menganjurkan kepada para santri untuk saling menyimak sebelum setor kepada pengasuh karena akan membantu melancarkan hafalan santri terutama saat setoran kepada beliau. Alhasil dari adanya kegiatan saling menyimak santri dapat menyetorkan hafalan dengan lancar. Meninjau dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa indikator kedua sudah berjalan dengan efektif. Berdasarkan temuan penelitian, indikator ketiga yaitu dapat di simaAo hafalannya sudah berjalan dengan efektif. Menurut Farihah selaku alumni pondok menyampaikan bahwa santri pondok Al-Falah Balo sudah mampu untuk disimaAo Hal ini dilihat dari kelancaran dan bacaan santri yang disimaAo. Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Uli bahwasanya santri sudah bisa disimaAo hafalannya dalam kegiatan simak-menyimak mandiri maupun kegiatan Wawancara dengan Muyas di gedung bawah PP Al-Falah Balo Gesikan, pada tanggal 8 Agustus Wawancara dengan Farihah . lumni PP Al-Falah Bal. di gedung atas, pada tanggal 14 Agustus Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Menurutnya santri sudah mampu disimaAo hafalannya karena sudah terbiasa melafadzkan hafalannya tanpa melihat mushaf. Hal ini dilakukan pada saat kegiatan deresan jam sembilan yang sebelumnya para santri sudah menyiapkan deresannya terlebih dahulu. Berdasarkan beberapa penjelasan mengenai indikator pembelajaran tahfidz AlQurAoan yang sudah dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok pesantren Al-Falah Balo Gesikan sudah efektif. Ditinjau dari tercapainya beberapa indikator pembelajaran yang sudah ditetapkan oleh pondok Hambatan yang dialami Selama Proses Pembelajaran Tahfidz dan Solusinya Selama proses menghafal Al-QurAoan mustahil jika tidak terdapat beberapa Adanya hambatan bukanlah penghalang bagi para penghafal, namun tetap membutuhkan niat yang kuat dan juga keistiqomahan dalam menghafal agar dapat mengatasi hambatan yang ada sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. Berikut beberapa hambatan yang sering di alami oleh santri selama proses . Mengantuk Mengantuk sering disebabkan karena kurangnya waktu istirahat dimana santri sering begadang untuk menyiapkan ziyadah hafalannya. Malas Rasa malas biasanya muncul karena kurangnya motivasi pada diri atau adanya aktivitas yang monoton. Rasa malas yang sering dialami santri berupa malas untuk menghafal dan malas untuk mengulang hafalan . Kurang bisa membagi waktu Masih banyak santri yang belum bisa membagi waktu, baik untuk melakukan kegiatan pokok di pondok, untuk menghafal maupun mengulang hafalan . Seperti yang diungkapkan oleh Muyas bahwa : Wawancara dengan Uli di gedung atas PP Al-Falah Balo Gesikan, pada tanggal 8 Agustus 2023. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Aukarena saya belum bisa membagi waktu untuk nderes, menambah hafalan dan juga mengikuti kegiatan pondok lainnya jadi terkadang keteteran dan tidak maksimal ketika setoran pagi dan malamAy19 . Sakit Adanya musibah sakit menjadi salah satu penghambat santri dalam menghafal, karena tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik . Lawan jenis Bagi para penghafal adanya seorang lawan jenis dapat mengganggu konsentrasi penghafal sehingga tidak dapat melakukan proses menghafal dengan baik, seperti yang diungkapkan oleh Omah Omela bahwa : Aumenurut saya penghambat paling berat yaitu lawan jenis karena sangat mengganggu konsentrasi pikiran seorang penghafal sehingga tidak bisa menghafal dengan baik sesuai target. Ay20 Solusi Mengatasi Hambatan dalam Menghafal Al-QurAoan di Pondok Pesantren AlFalah Balo Gesikan Adanya beberapa hambatan pada saat menghafal dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas pembelajaran tahfidz. Meninjau hal tersebut perlu adanya solusi untuk mengurangi dan mencegah terjadinya hambatan yang ada. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi beberapa hambatan dalam menghafal diantaranya : Menguatkan niat yang baik dalam menghafal . Mengatur waktu dengan baik. Santri harus bisa mengatur waktu istirahatnya, waktu untuk nderes, dan waktu kegiatan lainnya agar tidak berbenturan dan dapat mengikuti pembelajaran dengan maksimal. Melatih diri untuk istiqomah dengan Al-QurAoan. Istiqomah yaitu konsisten dalam suatu hal yang baik. Menghindari segala sesuatu yang dapat mengganggu hafalan. Wawancara dengan Muyas di gedung bawah PP Al-Falah Balo Gesikan, pada tanggal 24 Juli Wawancara dengan Omah omela di tempat selfie PP Al-Falah Balo Gesikan, pada tanggal 25 Juli Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 87-100 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Demikian beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh santri yang sedang menghafal khususnya agar bisa efektif dalam mengikuti pembelajaran. Motivasi dan bimbingan dari pengasuh sangat membantu dalam menciptakan lingkungan belajar yang baik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tahfidz Al-QurAoan di pondok pesantren Al-Falah Balo sudah berjalan dengan efektif ditandai dengan tercapainya semua indikator pembelajaran yang sebelumnya telah Tercapainya indikator pembelajaran didukung adanya kegiatan yang sudah tertata dengan baik dan ketelatenan pembimbing dalam mengajar dan membimbing para Kegiatan pembelajaran dimulai dari tahap persiapan yaitu tingkat bin nadzri yang bertujuan untuk melancarkan dan membaguskan bacaan dan dilanjut pada tahap menghafal yaitu tingkat bil hifdzi. Metode yang digunakan selama pembelajaran yaitu metode sorogan dimana santri dapat berinteraksi langsung dengan ustadz/ ustadzahnya. Adapun pelaksanaan pembelajaran di kelompokkan menjadi tiga yaitu, kegiatan harian, kegiatan mingguan dan kegiatan bulanan. Hambatan yang sering dialami selama proses pembelajaran seperti : mengantuk, malas, kurang bisa membagi waktu, sakit, dan lawan Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut yaitu menguatkan niat yang baik dalam menghafal, mengatur waktu dengan baik, melatih diri untuk istiqomah dengan Al-QurAoan, dan menghindari segala sesuatu yang dapat mengganggu hafalan. DAFTAR PUSTAKA