Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 82-89, 2025 DOI: https://doi. org /10. 51352/jim. FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN EYESHADOW STICK DARI EKSTRAK KULIT BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav. ) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Submitted : 11 April 2025 Edited : 7 Mei 2025 Accepted : 28 Mei 2025 Habibie Deswilyaz Ghiffari1. Rastria Meilanda2. Larasati Dinda Meditha3 1,2,3 Institut Kesehatan Mitra Bunda. Batam. Kepualauan Riau Email: larasatidinda99@gmail. ABSTRAK Kulit buah terong belanda mempunyai kandungan senyawa antosianin yang berfungsi memberikan zat warna. Kulit terong belanda memiliki warna merah yang menarik pada bagian kulit buahnya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pewarna alami pada kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi dan mengetahui hasil uji evaluasi fisik sediaan eyeshadow stick dari ekstrak kulit buah terong belanda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental yaitu dengan cara membuat sediaan eyeshadow stick dalam 4 formula dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak kulit buah terong belanda yaitu F0 . %). F1 . %). F2 . %), dan F3 . %). Evaluasi fisik sediaan eyeshadow stick dilakukan setiap minggu selama 4 minggu penyimpanan di suhu ruang . AC) dengan parameter pengujian meliputi organoleptis, homogenitas, daya sebar, titik lebur, sedangkan untuk uji cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus selama 12 hari. Uji lainnya yaitu uji iritasi dan uji kesukaan terhadap 10 sukarelawan. Hasil penelitian menunjukkan organoleptis ketiga jenis sediaan berwarna pink muda, pink agak tua dan pink tua, serta basis berwarna putih, memiliki bau rose, dan memiliki bentuk semi padat. Daya sebar eyeshadow terdapat perbedaan yang signifikan . <0,. antara F0. F1. F2 dan F3 yang menyatakan semakin banyak penambahan ekstrak maka daya sebar semakin kecil dan telah berada pada rentang 5-7 cm. Hasil uji cycling test diperoleh semua formula stabil selama penyimpanan. Hasil uji iritasi diperoleh semua formula tidak menyebabkan kemerahan, gatal, ataupun bengkak. Formulasi terbaik yaitu pada F3 dengan konsentrasi ekstrak 24%. Kata Kunci : Kulit Buah Terong Belanda. Formulasi. Eyeshadow Stick. ABSTRACT The skin of the Dutch eggplant contains anthocyanin compounds that serve as colorants. The skin exhibits an attractive red color, making it a potential natural dye alternative in cosmetics. This study aims to formulate and evaluate the physical properties of an eyeshadow stick made from Dutch eggplant skin extract. An experimental research method was employed, creating four formulations of the eyeshadow stick by varying the concentration of the Dutch eggplant skin extract: F0 . %). F1 . %). F2 . %), and F3 . %). Physical evaluations of the eyeshadow stick were conducted weekly over four weeks at room temperature . AC), assessing parameters such as organoleptic properties, homogeneity, spreadability, and melting point. Additionally, a cycling test was performed over six cycles for 12 days, along with irritation tests and preference tests involving 10 volunteers. The results indicated that the organoleptic properties of the three formulations resulted in light pink, medium pink, and dark pink colors, with a white base, a rose scent, and a semi-solid form. There was a significant difference . < 0. in spreadability among F0. F1. F2, and F3, showing that as the extract concentration increased, spreadability decreased, falling within the range of 5-7 cm. All formulations remained stable during storage according to the cycling test results. The irritation tests revealed that none of the formulations caused redness, itching, or swelling. The best formulation was identified as F3 with a 24% extract concentration. Keywords : Skin of Dutch Eggplant. Formulation. Eyeshadow Stick. This open access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY-NC-SA) 4. 0 International license. Copyright . 2025 Jurnal Ilmiah Manuntung How to Cite . SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA Ghiffari HD. Meilanda R. Meditha LD. FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN EYESHADOW STICK DARI EKSTRAK KULIT BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav. ) SEBAGAI PEWARNA ALAMI. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan. : 82Ae89. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 82-89, 2025 PENDAHULUAN Kosmetika merupakan sediaan yang penggunaannya untuk bagian luar tubuh manusia seperti epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar, atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan memperbaiki bau badan atau melindungi serta memelihara tubuh. Saat ini produk kosmetik semakin banyak digunakan, baik kalangan wanita maupun laki-laki. Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi serta kesadaran individu akan penampilan diri yang menarik, dan sehat. Salah satu produk kosmetik yang sering digunakan para wanita yaitu eyeshadow. Eyeshadow atau perona mata adalah sediaan kosmetik yang berfungsi untuk memberikan warna pada area kelopak mata dan memberikan nilai estetika dari segi tata rias sehingga mata terlihat lebih menarik. Perkembangan ilmu serta industri kosmetik semakin berkembang pesat sehingga memunculkan ide untuk membuat formula kosmetik dalam bentuk yang bervariasi seperti stick, powder ball, dan gel. Eyeshadow dalam bentuk stick memiliki tekstur creamy yang sesuai untuk seluruh tipe kulit. Tidak seperti bubuk tabur yang mudah sirna, eyeshadow jenis stick ini mudah digunakan sebab dikemas menggunakan bentuk botol putar. Dalam khususnya eyeshadow, pewarna memegang peranan penting sebagai faktor penentu daya tarik produk bagi konsumen. Pewarna terbagi menjadi dua, yaitu pewarna alami dan sintetis. Apabila menggunakan kosmetik dengan bahan pewarna sintetis dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu kesehatan karena bahan tersebut bersifat Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pewarna yang lebih aman, yaitu pewarna alami yang berasal dari berbagai bagian tumbuhan, seperti akar, kulit batang, daun, bunga, kulit buah, dan biji. Salah satunya yaitu terong belanda yang banyak mengandung antosianin, sehingga dapat memberikan warna merah keunguan pada kulit dan daging buah. Potensi antosianin dari berbagai jenis kulit terong telah diteliti, baik sebagai pewarna makanan maupun sebagai pewarna non pangan. Dalam kulit buah terong belanda terdapat antosianin sebesar 23,78 mg/100g. dan hasil lainnya menyatakan bahwa ekstrak cair kulit buah terong belanda terdapat senyawa antosianin yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna ekstrak pada uji fitokimia. Penelitian sebelumnya juga menyatakan bahwa konsentrasi antosianin pada ekstrak kulit terong belanda memiliki konsentrasi terbaik pada sediaan lip cream pada konsentrasi ekstrak 8%. Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian studi formulasi sediaan eyeshadow stick dari ekstrak kulit buah terong belanda (Solanum betaceum Ca. sebagai pewarna alami, dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak dan kemudian dilakukan evaluasi fisik dari eyeshadow stick tersebut selama 28 hari penyimpanan. METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lumpang dan stamper, sudip, bejana maserasi, waterbath (Smi. A, jangka sorong (TricleBran. A, cawan porselen, gelas ukur (Pyre. A, beaker gelas (Pyre. A, wadah stick, timbangan analitik (Kenk. A, oven, blender, rotary evaporation (HeidolpA), ayakan 100 mesh, kaca objek (Pyre. A, anak timbangan, batang pengaduk, penggaris, kaca arloji, spatula, cawan petri, kertas perkamen, cawan petri (Pyre. A, pot salep, mikroskop, pipet tetes dan aluminium foil. Bahan yang digunakan yaitu ekstrak kulit buah terong belanda, gliserin, lanolin, kaolin, talcum, carnauba wax beeswax, tween 80, zinc oxide, metil paraben, propil paraben, oleum rosae, paraffin cair, etanol 96%. Prosedur Penelitian Identifikasi Sampel Buah terong belanda terlebih dahulu dilakukan determinasi di Herbarium Andalas. Universitas Andalas. Padang. Pembuatan Simplisia Terong Belanda Buah terong belanda dicuci dan ditiriskan, dikeringkan di suhu ruangan, lalu buah dipotong dan dikeluarkan bagian lendir dan bijinya, sehingga didapat kulit buah terong belanda. Diambil kulit buah terong belanda sebanyak 946 gram dirajang kecilkecil dan diekstraksi. Pembuatan Ekstak Kulit Terong Belanda Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, yang diawali dengan memasukkan sebanyak 946 g kulit buah terong belanda merah (Solanum betaceum Cav. ) ke dalam Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 82-89, 2025 bejana kaca, direndam dengan etanol 96% dan asam sitrat 10% dengan perbandingan volume 9 : 1 sebanyak 4000 mL. Maserasi dilakukan selama 1 x 24 jam sambil sesekali diaduk dan terlindung cahaya matahari, kemudian disaring dan ekstraknya ditampung. Ekstraksi dilakukan sampai seluruh ampas pada kulit buah terong belanda merah tidak berwarna Selanjutnya maserat yang diperoleh disaring dan filtrat yang diperoleh kemudian diuapkan dengan rotary evaporator pada suhu 40AC sampai diperoleh ekstrak kental. pengulangan hingga diperoleh berat yang konstan. Penetapan Kadar Abu Ekstrak ditimbang sebanyak 2 gram lalu dimasukkan ke dalam krus porselin yang sebelumnya sudah dipanaskan pada suhu 105AC selama 30 menit. Setelah itu, krus porselin dimasukkan ke dalam furnance lalu dipijarkan pada suhu 600AC 7 jam, lalu dikeluarkan dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang kembali. Penetapan Kadar Air Cawan porselin dipanaskan dalam oven selama 15 menit pada suhu 105 AC, kemudian didinginkan dalam desikator selama 30 menit dan ditimbang beratnya. Ditimbang sampel sebanyak 2 gram di letakkan dalam cawan porselin yang telah diketahui beratnya. Kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 100-105 AC selama 3 jam, didinginkan di dalam desikator selama 15 menit lalu Lakukan pengulangan hingga diperoleh berat yang konstan. Karakteristik Ekstrak Organoleptis Dilakukan identifikasi secara fisik dengan panca indera meliputi tekstur, warna, bau dan rasa. Penetapan Susut Pengeringan Ekstrak kental ditimbang sebanyak 2 gram lalu dimasukkan ke dalam krus porselin yang sebelumnya sudah dipanaskan pada suhu 105AC selama 30 menit. Setelah itu, krus porselin dimasukkan kedalam oven dalam keadaan tutup krus yang terbuka lalu dikeringkan pada suhu 105AC selama 30 menit, kemudian dikeluarkan dan didinginkan dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang kembali. Lakukan Pembuatan Formulasi Eyeshadow Stick Formula eyeshadow stick dibuat dengan mengikuti penelitian sebelumnya yang telah dimodifikasi . Formula dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Formulasi Sediaan Eyeshadow Stick Bahan Ekstrak Kulit Buah Terong Belanda Gliserin Zinc Oxide Talcum Caunauba wax Beeswax Kaolin Lanolin Tween 80 Metil Paraben Propil Paraben Oleum rosae Paraffin liquid ad Konsentrasi (%) 0,18 0,02 0,18 0,02 0,18 0,02 0,18 0,02 Dalam pembuatan eyeshadow stick dibagi menjadi 2 fase. Fase I . arnauba wax, beeswax, tween 80, lanolin, gliserin propil paraben, dan paraffin liqui. di lebur diatas penangas air dengan suhu 80AC. Fase Fungsi Zat Aktif Humektan Pigment Pengisi Pengeras Pengeras Texturizer Emollient Emulgator Pengawet Pengawet Pewangi Pengikat II . inc oxide dan talcum yang telah diayak, kaolin, dan metil parabe. digerus homogen. Kemudian fase I dan II dicampur hingga Setelah bahan setengah mengental, ditambahkan ekstrak kulit buah terong Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 82-89, 2025 Uji Kesukaan Dilakukan secara visual terhadap 10 orang panelis yang berjenis kelamin perempuan berusia 20 tahun ke atas mengenai kesukaan atau ketidaksukaan terhadap warna, bau, dan tekstur pada saat diaplikasikan. Uji kesukaan dilakukan dengan cara disiapkan 4 sediaan yang konsentrasinya berbeda pada setiap responden, setiap responden harus mencoba satu-persatu sediaan eyeshadow stick dan memilih sediaan yang paling disukai responden. Kemudian dihitung persentase kesukaan terhadap masing-masing sediaan. belanda, dan oleum rosae digerus hingga homogen dan dipindahkan ke dalam wadah eyeshadow stick, lalu dilakukan uji evaluasi. Uji stabilitas Fisik Pengujian stabilitas dilakukan dengan menyimpan sediaan pada suhu 25AC selama 4 minggu dan dilakukan pengamatan setiap 0 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Uji Organoleptis Dilakukan dengan mengamati warna, bau dan adanya pemisahan fase pada sediaan eyeshadow stick yang dibuat. Uji Homogenitas Dilakukan dengan menggunakan kaca Sediaan dioleskan pada sekeping kaca, sediaan harus menunjukkan susunan yang homogen dan tidak terlihat adanya butiran kasar. Uji Iritasi Uji ini dilakukan dengan cara mengoleskan sedikit sediaan di lengan bawah pada 10 orang panelis dan dibiarkan terbuka lalu diamati, dari 10 orang tersebut apakah ada reaksi iritasi seperti menyebabkan rasa nyeri, gatal, panas dan kemerahan. Uji Titik Lebur Timbang sediaan eyeshadow 1 gram, kemudian letakkan pada cawan, lalu masukan ke dalam oven suhu awal 37AC selama 15 menit, amatilah terjadi peleburan atau tidak, lalu suhu dinaikkan 1AC setiap 15 menit. Tahap akhir amati pada suhu berapa lip balm mulai melebur. Analisis Data Hasil yang diperoleh dari pengamatan stabilitas fisik sediaan krim dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) one way SPSS 25. Data hasil uji daya sebar dan uji viskositas terlebih dahulu diuji normalitasnya dengan uji ShapiroWilk untuk mengetahui apakah data telah terdistribusi normal, ditandai dengan nilai signifikansi >0,05. Bila data terdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji statistik parametrik analisis varian (ANOVA). Uji Daya sebar Sebanyak 1 gram eyeshadow stick diletakkan diatas alat uji daya sebar berupa lempengan kaca lalu tutup menggunakan kaca pasangannya selama 1 menit, area sediaan dihitung. Kemudian diberi beban masing-masing 125 gram, dibiarkan selama 60 detik dan kemudian dihitung luas area sediaan yang dihasilkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembuatan Ekstrak Kulit Terong Belanda Pembuatan dengan menggunakan metode maserasi. Metode maserasi dipilih karena alat dan cara pengerjaannya sangat sederhana dan mudah yaitu dengan merendam sampel ke dalam pelarut, serta tidak membutuhkan pengawasan secara intensif. Hasil ekstrak kental yang diperoleh sebanyak 144,580 gr. Uji Cycling Dilakukan beberapa waktu pada suhu yang lebih tinggi dari normal. Siklus pertama, sediaan disimpan pada suhu 4AC selama 24 jam, lalu dikeluarkan dan diletakkan pada suhu A40AC selama 24 jam. Percobaan diulang sebanyak 6 Diamati perubahan fisik sediaan yang dibandingkan dengan sediaan sebelumnya. Apabila selama proses cycling menunjukkan sediaan stabil, dapat diartikan produk stabil selama proses distribusi. Karakteristik Ekstrak Hasil yang diperoleh dari karakteristik ekstrak kulit buah terong belanda (Solanum Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 82-89, 2025 Uji Titik Lebur betaceum Cav. ) menunjukkan warna merah tua, berbentuk kental, berbau khas buah, dan memiliki rasa pahit. Pengujian dilakukan untuk memberi batasan maksimal besarnya senyawa yang hilang pada proses Pada ekstrak kulit buah terong belanda didapatkan hasil susut pengeringan yaitu 9,7%. Pengujian kadar abu dilakukan untuk memberikan gambaran kandungan mineral internal dan eksternal yang berasal dari proses awal sampai terbentuknya ekstrak. Pada ekstrak kulit buah terong belanda didapatkan hasil kadar abu yaitu 8%. Pengujian kadar air dilakukan untuk memberi batasan minimal atau rentang tentang besarnya kandungan air di dalam Kadar air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba yang dapat menurunkan stabilitas ekstrak. Pada ekstrak kulit buah terong belanda didapatkan hasil kadar air yaitu 7%. Tabel 2. Hasil Uji Titik Lebur Formulasi Titik Lebur . C) Formula 0 (Basi. Formula 1 Formula 2 Formula 3 Berdasarkan tabel, hasil uji titik lebur eyeshadow stick menunjukkan bahwa sediaan eyeshadow stick pada F0. F1. F2 dan F3 adalah 60AC. Suhu lebur eyeshadow berdasarkan SNI 16-5769-1998 yaitu 5070AC. Suhu lebur eyeshadow dibuat lebih tinggi, yaitu berkisar 55-75AC agar tidak meleleh apabila disimpan pada suhu ruang dan mempertahankan bentuknya selama proses distribusi, penyimpanan dan pemakaian. Uji Daya Sebar Hasil pengujian keempat formula eyeshadow stick rata-rata daya sebar terendah 5,08 A 0,027 untuk diameter dan 20,28 A 0,259 untuk luas permukaan, sedangkan yang tertinggi 5,93 A 0,047 untuk diameter dan 27,58 A 0,466 untuk luas permukaan. Uji Stabilitas Fisik Uji Organoleptis Pada menunjukkan pada hari ke- 0 bahwa formula 0 menghasilkan warna putih, aroma rose dengan tekstur setengah padat, formula 1 menghasilkan warna pink muda aroma rose dengan tekstur setengah padat, formula 2 menghasilkan warna pink agak tua , aroma rose dengan tekstur setengah padat, sedangkan formula 3 menghasilkan warna pink tua, aroma rose dengan tekstur setengah padat. Selanjutnya pada hari ke7 sampai dengan ke- 28 keempat formula tidak mengalami perubahan warna, bau dan Hal ini menunjukkan bahwa sediaan eyeshadow stick stabil. Tabel 3. Hasil Uji Daya Sebar Formula Daya Sebar Rata-Rata A SD Diameter 5,93 A 0,047 Luas Permukaan 27,58 A 0,466 Diameter 5,72 A 0,045 Luas Permukaan 25,64 A 0,410 Diameter 5,30 A 0,034 Luas Permukaan 21,97 A 0,303 Diameter 5,08 A 0,027 Luas Permukaan 20,28 A 0,259 Hasil uji One-Way ANOVA . <0,. yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antar formulasi, disebabkan variasi konsentrasi ekstrak mempengaruhi daya sebar eyeshadow stick yang dihasilkan, semakin meningkat konsentrasi ekstrak maka semakin kecil daya sebarnya. Uji Homogenitas Hasil pengamatan homogenitas pada semua formula yang disimpan selama 4 minggu menunjukkan hasil yang homogen. Hal ini ditandai dengan tidak adanya butiranbutiran kasar ketika sediaan dioleskan pada kaca objek. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 82-89, 2025 Uji Cycling Hasil yang didapat semua sediaan tidak mengalami perubahan secara fisik, yaitu warna maupun aroma. Pada uji daya sebar cycling selama 6 siklus, bertujuan untuk mengetahui luas area sediaan yang dapat menyebar dan merata pada saat digunakan. Semakin besar daya sebar yang diberikan, maka kemampuan zat aktif untuk menyebar dan kontak dengan kulit semakin luas. Berdasarkan hasil uji hedonik, diperoleh hasil uji kesukaan aroma yaitu F0 dan F1 80% sedangkan F2 dan F3 84% yang menandakan sediaan memiliki aroma yang hampir sama. Hal ini dikarenakan setiap formulasi menggunakan aroma yang sama yaitu oleum rosae. Berdasarkan hasil uji kesukaan warna diperoleh formula 3 paling banyak disukai dengan nilai persentase sebesar 92% kemudian disusul dengan F2 74%. F1 56%, dan F0 32%. Hal ini dikarenakan ekstrak kulit buah terong belanda pada sediaan dihasilkan berwarna pink sehingga semakin banyak konsentrasi ekstrak kulit buah terong belanda yang digunakan maka warna sediaan akan semakin pekat. Sedangkan uji kesukaan tekstur, tekstur yang paling banyak disukai oleh panelis yaitu F3 sebesar 94% dan F2 92%, dibandingkan dengan F0 dan F1 dengan nilai persentase yang sama yaitu sebesar 86 Hal ini dikarenakan pada formulasi F0 dan F1 didapatkan hasil pada formulasi sedikit berminyak dibandingkan pada formulasi F2 dan F3. Dari ketiga hasil uji hedonic dapat disimpulkan formulasi yang paling disukai oleh panelis yaitu formula 3. Tabel 4. Hasil Uji Cycling Daya Sebar Formula Rata-Rata A SD Diameter 5,95 A 0,047 Luas Permukaan 27,81 A 0,468 Diameter 5,73 A 0,047 Luas Permukaan 25,74 A 0,420 Diameter 5,29 A 0,024 Luas Permukaan 21,99 A 0,201 Diameter 5,07 A 0,030 Luas Permukaan 20,09 A 0,242 Hasil pengujian daya sebar formula eyeshadow stick selama 6 siklus didapat rata-rata daya sebar terkecil 5,07 A 0,030 untuk diameter, 20,09 A 0,242 untuk luas permukaan dan yang tertinggi 5,95 A 0,047 untuk diameter, 27,81 A 0,468 untuk luas Hasil uji One-Way ANOVA . <0,. disebabkan variasi konsentrasi ekstrak mempengaruhi daya sebar eyeshadow yang dihasilkan, semakin meningkat konsentrasi ekstrak maka semakin kecil daya Keempat formula selama 6 siklus memenuhi syarat karena berada pada rentang 5 Ae 7 cm. Uji Iritasi Hasil yang didapat pada uji iritasi sediaan lip balm memberikan hasil tidak mengiritasi atau kulit sukarelawan tidak mengalami kemerahan, gatal ataupun SIMPULAN Ekstrak kulit buah terong belanda (Solanum Cav. diformulasikan menjadi bentuk sediaan eyeshadow Stick. Stabilitas fisik sediaan eyeshadow stick kulit buah terong belanda (Solanum betaceum Cav. ) pada penyimpanan suhu 25AC selama 0,7,14,21, dan 28 hari yang diamati organoleptis, homogenitas, uji titik lebur, dan uji daya sebar, didapatkan sediaan yang stabil dan telah memenuhi standar parameter uji. Formula yang paling baik adalah formula i dengan konsentrasi ekstrak kulit buah terong belanda 24%. Uji Kesukaan Gambar 1. Hasil Persentase Uji Kesukaan (Hedoni. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 11 No. Hal. 82-89, 2025 DAFTAR PUSTAKA