STRATEGI PEMBELAJARAN MEMBACA AL QURAN DENGAN METODE SOROGAN PADA SISWA KELAS 6 SD NEGERI 2 GONDANG. KECAMATAN PURWANTORO. KABUPATEN WONOGIRI LEARNING STRATEGY TO READ THE QURAN USING THE SOROGAN METHOD FOR STUDENTS OF GRADE 6 OF STATE ELEMENTARY SCHOOL 2 GONDANG, PURWANTORO DISTRICT. WONOGIRI REGENCY Muhammad Yunus1. Septia Parwiyanti2 SD Negeri 2 Gondang, 2SMP Negeri 4 Purwantoro Email : yunmuh1@gmail. Diterima : 20 April 2025 Direvisi : 20 Mei 2025 Disetujui : 26 Mei 2025 ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Quran. Metode sorogan merupakan metode pengajaran di mana ditekankan siswa harus lebih aktif menghadap kepada guru satu persatu secara bergantian dengan membaca buku atau kitab yang telah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca Al-Quran siswa meningkat secara signifikan. Dari 16 siswa kelas 6: . 6 siswa . ,5%) yang awalnya belum lancar menjadi cukup lancar dalam 4 bulan penerapan metode. 8 siswa . %) mengalami peningkatan pada aspek tajwid dan makhraj. 2 siswa . ,5%) sudah mampu membaca dengan tartil dan menjadi rujukan teman-temannya. Kata kunci : membaca al-quran, metode sorogan, strategi pembelajaran PAI ABSTRACT The purpose of this study was to improve students' ability to read the Quran. The sorogan method is a teaching method in which students are emphasized to be more active in facing the teacher one by one in turns by reading a book or scripture that has been determined. The method used in this study is a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques used observation, interview, and documentation techniques. The results of the study showed that students' ability to read the Quran increased significantly. Of the 16 6th grade students: . 6 students . who were initially not fluent became quite fluent in 4 months of implementing the method. 8 students . %) experienced improvements in the aspects of tajwid and makhraj. 2 students . 5%) were able to read with tartil and became references for their friends. Keywords : reading the Quran, sorogan method. Islamic Religious Education learning strategies PENDAHULUAN Pendidikan agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di sekolah dasar yang bertujuan untuk membentuk moral, akhlak, dan etika siswa Hal ini menjadi harapan dan fondasi utama untuk membuat siswa paham tentang agama. Pendidikan agama Islam adalah suatu proses yang dilakukan guna menciptakan manusia yang seutuhnya, manusia beriman, dan manusia bertakwa kepada Allah Swt. Dalam artian pendidikan agama Islam merupakan suatu proses penciptaan manusia yang memiliki kepribadian dan berakhlak mulia sebagai makhluk di muka bumi ini. Dengan kata lain, pendidikan agama Islam adalah upaya sadar serta terencana untuk bertakwa serta berakhlak mulia dalam Islam. Sedangkan sumber utama dari pendidikan agama Islam yaitu berupa kitab suci alQuran dan al-Hadist. Pendidikan agama Islam juga berusaha untuk menjaga nilai-nilai terkandung di al-Quran dan al-sunnah Strategi Pembelajaran Membaca Al-Quran. Muhammad Yunus. Septia Parwiyanti sebagai sumber utama ajaran dalam pendidikan agama Islam. SD Negeri 2 Gondang. Kecamatan Purwantoro merupakan sekolah yang di dalam pembelajarannya menekankan siswa agar dapat membaca al-Quran dengan benar dan lancar. Berdasarkan hasil pengamatan selama mengajar masih banyak ditemukan siswa yang mengalami kesulitan membaca al-Quran. Dari pengamatan tersebut juga didapatkan data sekitar 40% anak masih mengalami kesulitan dalam hal membaca alQuran. Kesulitan membaca al-Quran yang dialami siswa di SD Negeri 2 Gondang seperti siswa yang mengalami kesulitan membedakan huruf hijaiyah atau belum mengenal huruf hijaiyah, kesulitan dalam penerapan tajwid dan lain-lain. Hal ini tentu Oleh karena itu, dalam rangka mengatasi kesulitan membaca al-Quran pada siswa, diperlukan upaya-upaya dari guru untuk mengatasi kesulitan dalam hal al-Quran. Guru menggunakan metode yang tepat untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa, salah satunya, yaitu dengan menggunakan metode sorogan. Metode sorogan adalah salah satu metode pembelajaran yang populer digunakan dalam dunia pendidikan Kata sorogan sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Jawa . yang memiliki makna menyodorkan kitab ke hadapan guru. Salah satu metode tradisional yang masih relevan dan banyak digunakan dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan adalah metode sorogan. Metode ini menekankan pada pendekatan individual antara guru dan murid, di mana siswa membaca secara langsung di hadapan guru untuk mendapatkan koreksi dan bimbingan secara personal. Meskipun metode sorogan merupakan metode klasik yang banyak diterapkan di pesantren, implementasinya dalam lingkungan sekolah dasar negeri menjadi menarik untuk dikaji, terutama dalam konteks meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan secara efektif. Pendidikan agama Islam di tingkat sekolah dasar memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan akhlak mulia siswa sejak dini. Salah satu aspek utama dari pendidikan agama adalah kemampuan membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar. Kemampuan ini tidak hanya menjadi bagian dari kompetensi spiritual, tetapi juga menjadi landasan untuk memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa di sekolah dasar, termasuk di SD Negeri 2 Gondang, yang belum mampu membaca AlQurAoan dengan lancar dan sesuai kaidah Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain minimnya waktu pembelajaran agama di sekolah, kurangnya perhatian terhadap praktik membaca AlQurAoan secara langsung, serta metode pembelajaran yang kurang sesuai dengan kebutuhan siswa. Di tengah tantangan tersebut, metode tradisional yang telah lama diterapkan di pesantren-pesantren seperti metode sorogan mulai dilirik kembali. Metode sorogan adalah metode pembelajaran individual, di mana siswa membaca langsung di hadapan guru dan mendapatkan koreksi secara Dalam konteks pembelajaran membaca Al-QurAoan, metode ini memiliki keunggulan dalam hal ketepatan koreksi bacaan, kedekatan emosional antara guru dan murid, serta pemantauan perkembangan siswa secara menyeluruh. Penggunaan metode sorogan dalam setting sekolah formal seperti SD Negeri 2 Gondang menjadi menarik untuk diteliti, karena bisa menjadi alternatif strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-QurAoan siswa, terutama di kelas akhir seperti kelas 6 yang diharapkan telah mampu membaca dengan lancar. Strategi yang tepat dalam penerapan metode ini menjadi kunci keberhasilannya, karena guru dituntut untuk kelompok, serta memberikan perhatian merata kepada semua siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, penting untuk melakukan penelitian tentang strategi pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan metode sorogan pada siswa kelas 6 Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 SD Negeri 2 Gondang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode ini diterapkan, apa saja kendala yang dihadapi, serta bagaimana dampaknya terhadap kemampuan membaca Al-QurAoan LANDASAN TEORI Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Pembelajaran Al-QurAoan merupakan bagian dari pendidikan agama Islam yang bertujuan untuk menanamkan kemampuan dasar membaca huruf-huruf Arab, memahami makna kandungan AlQurAoan, serta membentuk akhlak yang Menurut Ramayulis . , pembelajaran Al-QurAoan tidak hanya ditujukan pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik, terutama dalam pelafalan huruf dan penerapan tajwid yang Dalam konteks sekolah dasar, pembelajaran membaca Al-QurAoan harus disesuaikan dengan usia perkembangan Guru dituntut untuk menggunakan metode yang variatif, komunikatif, dan mampu meningkatkan minat siswa dalam membaca Al-QurAoan secara berkelanjutan. Metode Sorogan Metode sorogan adalah metode pembelajaran tradisional yang berkembang di lingkungan pesantren. Dalam metode ini, siswa membaca kitab . alam hal ini AlQurAoa. secara langsung di hadapan guru, dan guru akan memberikan koreksi serta penjelasan secara langsung dan personal. Menurut Zuhairini dkk. , metode sorogan bersifat individual dan bersandar pada hubungan guru dan murid yang dekat, sehingga memungkinkan proses bimbingan berjalan intensif. Ciri khas metode ini adalah pendekatan tatap muka satu-satu antara guru dan siswa, serta penekanan pada akurasi bacaan dan penguasaan materi secara Meskipun bersifat tradisional, metode sorogan terbukti efektif dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan, terutama dalam memperbaiki kesalahan tajwid dan makhraj huruf. Strategi Pembelajaran Strategi perencanaan menyeluruh yang meliputi pendekatan, metode, dan teknik yang digunakan guru dalam proses mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Gagne . pembelajaran mencakup cara penyajian materi, keterlibatan siswa, serta cara guru mengevaluasi keberhasilan belajar. Dalam konteks pembelajaran AlQurAoan, strategi yang digunakan harus memperhatikan karakteristik siswa, kondisi pembelajaran itu sendiri. Strategi yang seperti metode sorogan dapat menjadi alternatif efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar bertujuan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Dalam Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013, pembelajaran PAI mencakup aspek keimanan, ibadah, akhlak, dan pengenalan terhadap Al-QurAoan. Menurut Departemen Agama RI . , pembelajaran PAI harus mampu nilai-nilai Islam melalui pendekatan yang kontekstual dan Oleh karena itu, metode pembelajaran seperti sorogan yang bersifat humanistik dan interaktif bisa menjadi strategi yang sesuai dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca AlQuran siswa sekolah dasar. Penelitian yang Relevan Arifin . dalam penelitiannya yang berjudul AuImplementasi Metode Sorogan dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Quran Siswa di SMP MaAoarif 5 Strategi Pembelajaran Membaca Al-Quran. Muhammad Yunus. Septia Parwiyanti Ngrupit PonorogoAy menyatakan bahwa metode sorogan memberikan dampak positif bagi siswa di SMP MaAoarif Ngrupit Ponorogo. Dengan adanya metode sorogan al-Quran tersebut membuat guru menjadi lebih memperhatikan siswa dalam hal mengaji al-Quran karena dalam proses penerapannya metode sorogan ini disimak langsung oleh guru secara individu. Selain itu kegiatan sorogan al-Quran ini dapat membantu untuk mengatasi kesulitan membaca al-Quran dan membuat siswa lebih bersemangat dalam mengaji al-Quran. Untuk dampak penerapan metode sorogan al-Quran di SMP MaAoarif 5 Ngrupit Ponorogo bagi siswa yang mengalamai kesulitan makharijul huruf bisa dikatakan berdampak baik karena dapat membantu siswa untuk lebih menekankan mkharijul huruf dalam membaca. Persamaan penelitian Arifin dengan penelitian ini adalah penggunaan metode sorogan dalam membaca Al-Quran. Penelitian Arifin menyimpulkan bahwa metode sorogan memberikan dampak positif baik bagi guru maupun bagi siswa dalam pembelajaran Al-Quran. Hal menjadi penguat penelitian ini yang menggunakan pembelajaran membaca Al-Quran. Adapun perbedaan penelitian Arifin dengan penelitian ini terletak pada subjek Dalam penelitian Arifin subjek penelitian ditujukan untuk siswa SMP sedangkan penelitian ini subjek penelitian ditujukan untuk siswa SD. Murtafiah . dalam jurnal An Nida yang berjudul AuEfektivitas Penerapan Metode Sorogan Kitab Al Jurumiyah Dalam Menigkatkan Kemampuan Membaca Kitab KuningAy menyimpulkan berdasarkan hasil penelitian di mana terlihat dari 30 santri terdapat 22 santri yang dapat membaca kitab kuning dengan sangat baik dan juga terdapat 3 santri yang dapat membaca kitab kuning dengan cukup bagus serta ditemukan 5 santri yang memiliki kemampuan kurang bagus dalam penerapannya membaca kitab Maka dapat dilihat santri pondok pesantren yang dikatakan aktif pada memakai metode sorogan meningkat kemampuannya dari segi ketepatan pada bacaan serta pemahaman dalam isi makna bacaan juga didapat oleh peneliti dari hasil observasi terlihat ada beberapa santri yang kurang bagus pada kegiatan membaca kitab kuning hal tersebut dikarenakan para santri tidak rajin atau aktif mengikuti pembelajaran membaca kitab kuning. Relevansi penelitian Murtafiah dengan penelitian ini adalah hasil penelitian yang dipeoreh dapat dikatakan efektif setelah penggunaan metode sorogan. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa kemampuan membaca Al-Quran siswa meningkat secara signifikan. Dari 16 siswa kelas 6: . 6 siswa . ,5%) yang awalnya belum lancar menjadi cukup lancar dalam 4 bulan penerapan metode. 8 siswa . %) mengalami peningkatan pada aspek tajwid dan makhraj. 2 siswa . ,5%) sudah mampu membaca dengan tartil dan menjadi rujukan teman-temannya. Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Murtafiah adalah variabel peneltian yang digunakan, khususnya variabel terikat. Dalam penelitian Murtafiah berfokus pada efektivitas penerapan metode sorogan dalam membaca Kitab Kuning, sedangkan penelitian ini berfokus pada motode sorogan sebagai strategi pembelajaran membaca AlQuran. Najah dan Bashri . dalam jurnal jendela pendidikan yang berjudul AuEfektivitas Metode Pembelajaran Sorogan Pada Pembelajaran Hidayatus Shibyan Santri Madrasah Diniyah Kelas 1 Nurul Jadid Blumbang Pragaan Daya SumenepAy diperoleh temuan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan santri lebih memahami dan mendalami tentang kitab Hidayatuts Shibyan, terbukti dengan Ketika para santri disuruh untuk membaca Al_QurAoan oleh guru mata pelajaran. Mereka sangat lancar dan sangat memahami perilahal hukum bacaan yang ada dalam ayat-ayat Al-QurAoan. Seorang Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 santri yang bernama Angga Raditya mengatakan ke peneliti bahwasanya dia sangat senang dan lebih faham setelah belajar menggunakan metode pembelajaran sorogan, dia bisa membaca Al-QurAoan dengan sangat lancar, dan Ketika ditanya tentang hukum bacaannya dia menjawab dengan baik. Relevansi penelitian yang dilakukan oleh Najah dan Bashri dengan penelitian ini adalah penggunaan metode sorogan. Dalam penelitian Najah dan Bashri diperoleh hasil yang cukup efektif dalam penggunaan metode sorogan. Dibuktikan dengan santri yang sangat lancar dan memahami perihal hukum bacaan yang ada dalam ayat-ayat AlQurAoan. Hal ini menjadi penguat atau kajian Pustaka untuk melakukan penelitian ini. Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Najah dan Basri terletak pada pembelajaran Hidayatus Shibyan. Pembelajaran Hidayatus Shibyan hanya terdapat pada Madrasah Diniyah dan tidak ditemukan di bangku sekolah dasar, khusunya di SDN 2 Gondang. Hasanah. dalam Al-Din Jurnal Dakwah dan Keagamaan yang AuPeningkatan Kemampuan Membaca Al-Quran Melalui Pengenalan Makhorijul Huruf pada Anak Menggunakan Metode SoroganAy diperoleh hasil bahwa penerapan metode sorogan dilaksanakan dengan cara berkelompok dan peserta didik membaca Al-Quran melalui pengenalan makhorijul huruf melalui metode sorogan. Penelitian ini berdampak pada peningkatan kemampuan peserta didik dalam membaca Al- Quran. Peserta didik belajar membaca Al - Quran dengan mudah melalui metode Persamaan dilakukan oleh Hasanah. dkk dengan penelitian ini adalah penggunaan metode yang sama yaitu sorogan. Dalam penelitian Hasanah. dkk diperoleh hasil yang cukup efektif dalam penggunaan metode sorogan. Dibuktikan dengan siswa yang sangat lancar dan memahami perihal hukum bacaan yang ada dalam ayat-ayat Al-QurAoan. Selain itu ustadz akan lebih mudah mengetahui dimana letak kesalahan bacaan anak sebab metode sorogan berhadapan, sehingga ustadz akan lebih mudah membenarkan bacaan anak-anak yang kurang benar secara langsung Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasanah. dkk terletak pada pembelajaran. Yaitu dalam metode ini Hasanah. Participatory Action Research, yaitu suatu tindakan suatu kelompok sosial untuk melakukan studi ilmiah dalam rangka mengarahkan, memperbaiki, dan mengevaluasi tindakan mereka sendiri secara berulang-ulang dengan melibatkan semua pihak yang ada dalam kelompok tersebut untuk ikut berpartisipasi dalam tindakan mereka. sedangankan penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskripsi kualitatif yang bagaimana strategi pembelajaran membaca Al-Quran diterapkan serta dampaknya terhadap siswa kelas 6 SD Negeri 2 Gondang METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara pembelajaran membaca Al-Quran dengan metode sorogan diterapkan serta dampaknya terhadap siswa kelas 6 SD Negeri 2 Gondang. Subjek dan Objek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas 6 SD Negeri 2 Gondang. Objek penelitian adalah strategi pembelajaran membaca Al-Quran Variabel Penelitian Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode sorogan. Variabel Terikat Strategi Pembelajaran Membaca Al-Quran. Muhammad Yunus. Septia Parwiyanti Variabel terikat dalam penelitian ini adalah membaca Al-Quran. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di SD Negeri 2 Gondang. Kecamatan Purwantoro. Kabupaten Wonogiri, selama bulan JuliNovember 2024. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dengan beberapa teknik berikut: Observasi: Untuk mengetahui secara langsung proses pelaksanaan pembelajaran membaca Al-Quran dengan metode sorogan di kelas. Wawancara: Dilakukan terhadap siswa untuk menggali informasi mengenai strategi, kendala, dan efektivitas metode sorogan. Dokumentasi: Mengumpulkan data berupa jadwal pembelajaran, daftar hadir, catatan hasil belajar, dan foto Teknik Analisis Data Analisis deskriptif kualitatif dengan langkahlangkah sebagai berikut: Reduksi data: Menyaring dan memilih data yang relevan dengan fokus penelitian. Penyajian data: Menyusun data dalam bentuk narasi deskriptif. Penarikan Menyimpulkan temuan untuk menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian. Uji Keabsahan Data Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi, yaitu dengan membandingkan data hasil HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Pembelajaran Membaca AlQurAoan Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan siswa, strategi pembelajaran membaca Al-Quran di SD Negeri 2 Gondang disusun secara sistematis, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru membaca Al-Quran sebanyak dua kali dalam seminggu di luar jam pelajaran utama, khususnya untuk kelas 6 yang dianggap perlu persiapan lebih menjelang kelulusan. Guru juga mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan membaca: lancar, sedang, dan belum lancar. Dalam tahap pelaksanaan, guru menerapkan metode sorogan secara Siswa satu per satu membaca Al-Quran di hadapan guru, dimulai dari surat-surat pendek Juz AoAmma dan beberapa surat dari Juz 30 yang lebih panjang. Guru memberikan koreksi secara langsung pada makhraj, tajwid, dan kelancaran bacaan. Strategi ini dibarengi dengan pendekatan afektif, yaitu membangun hubungan personal antara guru dan siswa agar siswa merasa nyaman saat Guru memberikan motivasi berupa pujian dan reward sederhana seperti kalimat Mumtaz. Pada tahap evaluasi, guru mencatat perkembangan setiap siswa dalam buku pemantauan harian dan memberikan evaluasi lisan setiap akhir Gambar 1. Persiapan Sorogan yang Diawali oleh Pimpinan Sekolah Penerapan Metode Sorogan Hasil observasi menunjukkan bahwa metode sorogan sangat sesuai diterapkan untuk siswa kelas 6. Metode Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 ini memungkinkan guru untuk fokus pada kesalahan individu, terutama dalam pelafalan huruf dan tajwid. Karena dilakukan secara langsung, siswa menjadi lebih perhatian dan merasa bertanggung jawab atas hasil bacaan mereka. Dari hasil wawancara, siswa merasa lebih percaya diri dan terbantu dengan bimbingan langsung. Meskipun metode ini membutuhkan waktu lebih banyak, hasilnya dianggap lebih maksimal, terutama untuk siswa yang belum lancar. Guru menyebutkan bahwa tantangan dalam penerapan metode ini adalah keterbatasan waktu dan agenda kegitan sekolah yang lain. Untuk mengatasi hal ini, guru meminta bantuan dari siswa yang sudah lancar untuk membantu teman-teman mereka dalam bentuk tutor sebaya . sebelum jadwal sorogan dimulai. Dampak Metode Sorogan terhadap Kemampuan Membaca Al-Quran Hasil pengamatan perkembangan siswa menunjukkan bahwa membaca Al-Quran siswa meningkat secara signifikan. Dari 16 siswa kelas 6: 6 siswa . ,5%) yang awalnya belum lancar menjadi cukup lancar dalam 4 bulan penerapan metode. peningkatan pada aspek tajwid dan 2 siswa . ,5%) sudah mampu membaca dengan tartil dan menjadi rujukan teman-temannya. Diagram Hasil Analisis Data Penggunaan Metode Sorogan sebagai Strategi Pembelajaran Al-Quran Cukup Lancar Tajwid dan Makhraj Tartil dan Menjadi Rujukan Teman Gambar 2. Penerapan Metode Sorogan di Masjid Gambar 3. Penerapan Metode Sorogan di Halaman Sekolah Gambar 4. Diagram Lingkaran Diagram Hasil Analisis Data Penggunaan Metode Sorogan sebagai Strategi Pembelajaran AlQuran Penerapan metode sorogan juga berpengaruh positif terhadap sikap siswa terhadap pembelajaran Al-QurAoan. Siswa menjadi lebih antusias dan tidak lagi merasa bosan saat belajar membaca. Hal ini menunjukkan bahwa metode sorogan tidak hanya efektif dalam aspek teknis pembacaan, tetapi juga dalam membentuk sikap positif terhadap Al-Quran. Strategi Pembelajaran Membaca Al-Quran. Muhammad Yunus. Septia Parwiyanti KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Strategi pembelajaran membaca AlQuran dengan metode sorogan yang diterapkan oleh guru PAI di SD Negeri 2 Gondang dilakukan secara terencana dan sistematis. Strategi ini meliputi perencanaan jadwal, pengelompokan kemampuan siswa, serta pendekatan individual yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta Metode sorogan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran siswa kelas 6, terutama dalam aspek pelafalan makhraj, penerapan tajwid, dan kelancaran membaca. Pendekatan ini juga mendorong interaksi yang intensif antara guru dan terjadinya perbaikan bacaan secara Dampak dari penerapan metode sorogan tidak hanya terlihat dalam peningkatan kemampuan teknis membaca Al-Quran, tetapi juga dalam perubahan sikap siswa pembelajaran agama. Siswa menjadi lebih antusias, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam proses belajar membaca Al-Quran. Dengan demikian, metode sorogan membaca Al-Quran di tingkat sekolah dasar, khususnya bagi siswa yang masih mengalami kesulitan dalam membaca Al-Quran secara baik dan benar. DAFTAR PUSTAKA