Motiva : Jurnal Psikologi 2024. Vol 7. No 2, 101-111 KESEPIAN DAN CELEBRITY WORSHIP PADA PENGGEMAR K-POP DI TWITTER LONELINESS AND CELEBRITY WORSHIP AMONG K-POP FANS ON TWITTER Anis Kalimah. Husnul Khotimah. Aryudho Widyatno. Universitas Merdeka Malang. Universitas Negeri Malang. Email: 19090000177@student. , husnul. khotimah@unmer. , fppsi@um. Abstrak: Perkembangan K-Pop yang semakin pesat membuat aktivitas pemujaan terhadap idola mengalami peningkatan. Twitter menjadi salah satu media sosial yang menjadi wadah bagi penggemar K-Pop untuk menyalurkan kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas mereka dalam memggemari idolnya. Beberapa penggemar menunjukkan rasa cinta berlebihan terhada idolanya, hal ini disebut celebrity worship. Terdapat beberapa faktor yang memepengaruhi celebrity worship, salah satunya kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesepian terhadap celebrity worship pada penggemar K-Pop di twitter dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling sebanyak 100 subjek dari total populasi infinite. Pengumpulan data menggunakan skala kesepian dan skala celebrity worship. Analisis menggunakan korelasi product moment. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0. 000 < 0. 05, yang berarti terdapat korelasi yang signifikan antara kesepian terhadap celebrity worship dengan sumbangan efektif sebesar 0. Implikasi yang didapat dalam penelitian diharapkan dapat memberikan informasi kepada penggemar K-Pop terkait bagaimana kesepian memiliki hubungan terhadap peningkatan perilaku celebrity worship. Kata Kunci: celebrity worship, kesepian, penggemar K-Pop Abstract : The increasingly rapid development of K-Pop has caused idol worship activities to Twitter is a social media platform that is a forum for K-Pop fans to channel their activities related to loving their idols. Some fans show excessive love for their idols. this's called celebrity There are several factors that influence celebrity worship, one of which is loneliness. This research aims to determine the effect of loneliness on celebrity worship among K-Pop fans on Twitter using quantitative research methods with correlational approach. The sampling technique was purposive sampling of 100 subjects from total infinite population. Data collection use loneliness scale and celebrity worship scale. Analysis uses product moment correlation. The results of hypothesis testing show a significance value of 0. 000 < 0. 05, which means there is a significant correlation between loneliness and celebrity worship with an effective contribution of 0. It is hoped that the implications obtained in the research will provide information to K-Pop fans regarding how loneliness is related to increasing celebrity worship behavior. Keywords: celebrity worship. K-Pop fans, loneliness Motiva : Jurnal Psikologi 2024. Vol 7. No 2, 101-111 PENDAHULUAN Berkembangnya teknologi yang pesat menjadikan semua orang dapat dengan mudah mengakses informasi melalui sebuah media yang dinamakan internet (Setiyani, 2. Internet dipakai untuk mencari informasi dan juga dapat dipakai sebagai media untuk menghibur diri, salah satunya dengan mencari topik mengenai selebriti. Pada saat ini, selebriti yang sedang digandrungi banyak orang adalah selebriti atau idola asal Korea Selatan (Fatimah, 2. Fenomena industri budaya dan musik pop dari Korea Selatan (K-Po. sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia dan mencapai puncaknya saat memasuki abad ke21. Budaya K-Pop merupakan suatu budaya yang bersifat komersial, dimana budaya ini merupakan gabungan antara musik pop yang berkualitas ditambah dengan visual yang memanjakan mata, dimana selain video musik yang indah, akan tetapi para bintang K-Pop itu juga memancarkan keestetikaan sendiri (Lie dalam Lastriani, 2. Menurut data yang dihimpun oleh The Korean Times pada tahun 2017 terdapat peningkatan jumlah penggemar kebudayaan Korea di seluruh dunia (Jawa Pos. Budaya K-Pop sekarang ini dapat disebut sebagai salah satu budaya pop yang berpengaruh di kawasan Asia Timur dan semakin terkenal di dunia internasional termasuk di Indonesia (Sung dalam Lastriani. Indonesia termasuk ke dalam negara yang terkena dampak dari menyebarnya fenomena K-Pop ini. Hal ini terbukti dari hasil salah satu survei yang menjelaskan bahwa Indonesia menepati peringkat ke-2 dari keseluruhan jumlah viewers video konten KPop di Youtube (WowKeren, 2. Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian Jung . , yang menjelaskan bahwa negara di Asia Tenggara dengan perkembangan K-Pop tercepat salah satunya adalah Indonesia. Bukti bahwa masyarakat Indonesia mengalami peningkatan minat terhadap K-Pop yaitu negara posisi pertama dengan jumlah cuitan dan unique authors terbanyak yang membicarakan tentang K-Pop menurut data yang dirilis oleh twitter pada tahun 2021 ditempati oleh Indonesia (Yeonjong, 2. Selain itu, yang membuat musik K-Pop digemari banyak orang dikarenakan K-Pop memiliki style musik yang penuh semangat yang membuatnya memiliki kesan unik (KOCIS, 2. Semakin pesat perkembangan K-Pop Di Indonesia, semakin meningkat pula aktivitas pemujaan terhadap idola atau Penggemar K-Pop di mata masyarakat sering dianggap sebagai golongan orang-orang berlebihan dalam hal memberikan cinta untuk orang yang tidak dikenalnya atau biasa dikenal dengan cinta satu sisi. Beberapa orang enggan mendekati dan memulai K-pop dikarenakan image fanatik dan AugilaAy yang sudah tertanam di masyarakat tentang K-pop (Fatimah. Penggemar K-Pop yang merasa kehadirannya ditolak dan dikucilkan oleh lingkungannya membuat mereka menyalurkan rasa suka dan cintanya kepada idol atau selebriti favorit Akan tetapi, ketika perasaan yang diberikan tersebut sudah berlebihan, akan menimbulkan suatu pemujaan terhadap idola atau selebriti. Pemujaan berlebihan terhadap idola atau selebriti biasa dikenal dengan istilah celebrity worship. Maltby et al . menjelaskan celebrity worship merupakan suatu aktivitas pemujaan idola yang melebihi hubungan parasosial yang mana penggemar akan menjadi sangat obsesif terhadap satu atau lebih idola. Celebrity worship adalah suatu tingkah laku yang bersifat obsesi dan adiksi yang dilakukan penggemar sehingga terbawa sehari-hari dikarenakan mereka menempatkan dirinya pada setiap kehidupan idolanya (Maltby et al. Rasa cinta berlebihan yang diberikan oleh penggemar kepada idolanya membuatnya rela menghabiskan banyak waktu dan uang. Mereka rela membuang banyak waktu untuk menghadap laptop atau smartphone hanya untuk mengetahui bagaimana kabar ataupun kegiatan apa yang sedang dilakukan oleh Hal ini didukung oleh data yang dirilis oleh Kumparan . mengenai waktu yang dihabiskan oleh penggemar untuk mencari tahu mengenai apapun tentang Dari 100 orang yang menggemari KPop, 16% menghabiskan waktu kurang dari 1 jam, 56% menghabiskan waktu dari 1 hingga 5 jam, dan 28% menghabiskan waktu lebih dari 6 jam. Selain itu, ditemukan bahwa 57% dari Motiva : Jurnal Psikologi 2024. Vol 7. No 2, 101-111 responden berusia 12Ae20 tahun, 42% berusia 20Ae30 tahun, dan 1% berusia 30 tahun. Fenomena celebrity worship dapat dilihat dari perilaku penggemar K-Pop itu Menurut Khairil et al . , penggemar K-Pop sulit melepaskan diri dari media sosial dikarenakan kebutuhan akan informasi mengenai idolanya dan sarana untuk memberi dukungan untuk idolanya didapatkan dari media sosial ini. Perilaku yang ditunjukkan oleh penggemar K-Pop antara lain melakukan streaming video karya idolanya, membeli merchandise, album, membeli tiket konser, melakukan pembelian untuk konten berbayar, serta mengikuti projek tertentu, seperti mengikut projek ulang tahun dari Mereka tidak akan memperdulikan berapa uang yang mereka habiskan untuk idola Seorang penggemar tidak ingin tertinggal informasi apapun mengenai idolanya (Hasan, 2. Celebrity worship memiliki tiga aspek. Aspek pertama yaitu entertainment social value, dimana penggemar tertarik terhadap idol favoritnya dikarenakan idol tersebut memiliki kemampuan entertain . dan mengambil perhatian. Aspek kedua yaitu intense personal feeling, dimana penggemar mulai terobsesi terhadap idol favoritnya. Aspek ketiga yaitu borderline pathological, dimana penggemar akan dengan suka rela melakukan apapun demi idol favoritnya (Maltby et al. , 2. Ketiga aspek ini dapat dibuat menjadi tingkatan dalam celebrity Dimulai dari aspek entertainment social sebagai tingkatan paling normal hingga aspek borderline pathological tendency sebagai tingkatan paling parah yang dapat mengarah kepada perilaku kriminal (Darfiyanti & Putra, 2. Seorang penggemar sering kali ditemui sedang menggunakan hal-hal yang sama seperti idolanya, misalnya dalam segi pakaian, accessories, make up, hingga gaya Penggemar K-Pop terkenal dengan keloyalannya pada idolanya. ketika idola favorit mereka menjadi brand ambassador dari suatu produk, para penggemarnya akan menyerbu produk tersebut sebagai bentuk dukungan untuk idolanya (Hasan, 2. Perilaku celebrity worship ini lebih banyak dilakukan oleh perempuan (Lin & Lin, 2007 dalam Benu et al. , 2. Hal ini selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Poetri et al . , remaja perempuan di Jakarta Selatan menghabiskan sekitar 30-50% uang jajan mereka untuk berbelanja produk yang memiliki kaitan dengan idolanya. Selain itu, ketika idola mereka terkena suatu masalah mendukungnya, terlepas idola mereka benar atau salah (Hasan, 2. Dampak positif dan dampak negative dapat dihasilkan dari perilaku celebrity worship ini. Dampak positif dari celebrity worship ini salah satunya ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh Boon dan Lomore . alam Sheridan et al. , 2. yaitu dapat mempengaruhi sikap dan keyakinan penggemar untuk dapat mengejar apa yang mereka inginkan. Dalam hal ini contohnya dalam hal mengejar cita-cita dan impian. Untuk dampak negatifnya, dijelaskan dalam penelitian yang dilakukan oleh Cheung dan Yue . , bahwa celebrity worship kemampuan dalam bekerja dan belajar, mempunyai penghargaan diri . elf-estee. yang rendah, serta kesusahan dalam mencari konsep diri. Banyak faktor yang dapat memberikan pengaruh dalam seseorang melakukan celebrity worship, salah satunya yaitu faktor yang berkaitan dengan psikososial seperti ketentraman psikologis yang lemah (Maltby et , 2. , kesepian (Horton & Wohl, 1. , serta self-esteem yang rendah (North, et al. Kesepian merupakan perasaan yang terjadi karena terdapat harapan yang tidak sesuai sehinggan memunculkan suatu reaksi psikologis dari tidak munculnya jenis hubungan tertentu, serta tidak adanya kehidupan pribadinya, sehingga membuat orang tersebut merasa sendiri (Weiss, dalam Nabilla & Prakoso, 2. Kesepian memiliki tujuh aspek (Brehm et al, 2. Aspek perrtama yaitu isolasi, merupakan perasaan merasa disaingkan yg disebabkan oleh ketidakberhasilan dalam mencapai nilai dalam lingkungan sosial. Aspek kedua yaitu penolakan, merupakan kondisi tidak diterimanya individu dalam lingkunagn Aspek ketiga yaitu perasaan salah dimengerti, merupakan suatu kondisi dimana individu merasa terus disalahkan. Aspek keempat yaitu perasaan tidak dicintai, merupakan suatu kondisi dimana merasa tidak Motiva : Jurnal Psikologi 2024. Vol 7. No 2, 101-111 dibutuhkan oleh lingkungannya. Aspek kelima yaitu tidak memiliki teman, merupakan suatu kondisi dimana individu tidak memiliki seseorang untuk diajak berkeluh kesah. Aspek keenam yaitu jenuh, merupakan suatu kondisi dimana individu merasa bosan dengan apa yang dilakukannya. Aspek ketujuh yaitu gelisah, merupakan suatu kondisi dimana individu merasa kalut, risau, cemas terhadap Orang yang mengalami kesepian biasanya masuk dalam kategori kemampuan komunikasi yang rendah (Nuriandini, 2. Sehingga, orang yang merasa kesepian dan memilih idolanya sebagai teman pengisi kesepiannya, mereka tidak diharuskan melakukan komunikasi secara langsung karena mereka hanya bertemu melalui sebuah media seperti televisi, majalah, dan radio. Orang yang pemalu tidak perlu bersikap ramah dan berkomunikasi dengan selebritas yang sering mereka temui di televisi dan di bioskop. Hubungan parasosial dengan selebriti tidak memaksa orang yang pemalu dan kesepian untuk mengalami ketidaknyamanan yang menjadi ciri interaksi mereka dengan orang yang biasa temui secara langsung (Ashe dan McCutheon, 2. Individu akan lebih mudah mengalami menghilangkan rasa kesepian yang dimiliki, individu membuat hubungan dengan idol favoritnya yang mana hubungan tersebut dapat bertumbuh menjadi rasa obsesi. Akan tetapi, menurut penelitian yang dilakukan oleh Ashe & McCutcheon . memperlihatkan hasil bahwa antara shyness, loneliness dan celebrity worship memiliki hubungan yang rendah. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Perse & Rubin . bahwa kecenderungan menggunakan media yang menampilak visual seperti film dan televisi dilakukan oleh orang yang merasa kesepian. Hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa orang yang kesepian melakukan hal tersebut untuk mengisi waktu bukan untuk masuk ke dalam suatu hubungan antara idol dengan penggemarnya. Media sosial Twitter dipilih sebagai dikarenakan sesuai dengan data yang telah dirilis oleh Twitter sendiri pada tahun 2021 terdapat 7,5 miliar tweet yang membahas mengenai K-Pop. Dengan banyaknya cuitan tersebut, hal ini membuktikan bahwa penggunaan media sosial Twitter oleh penggemar K-Pop juga banyak. Dengan banyaknya fitur yang dimiliki oleh Twitter, membuat idola sering melakukan komunikasi agar selalu terhubung dengan penggemarnya dan membuat perasaan yang lebih dekat antara penggemar dengan idolanya (Gray et al. Penggemar K-Pop memanfaatkan media sosial twitter untuk mencari dan menerima informasi terkait idolanya, seperti kegiatan, event, ataupun kabar keseharian dari Twitter juga digunakan untuk berinteraksi dengan sesama penggemar, berdiskusi mengenai kegiatan idolanya, atau mengenai kegiatan fandom mereka, seperti membuat fan project, dan lainnya (Wardani & Kusuma, 2. Selain hal yang berkaitan dengan K-Pop. Twitter juga memiliki keterkaitan dengan Hal dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pittman . , yang ketertarikan subyek terhadap media sosial twitter dan instagram digunakan untuk mengurangi rasa kesepian yang mereka Berdasarkan pemaparan di atas, tujuan peneltian ini adalah untuk menjelaskan korelasi antara kesepian terhadap celebrity worship pada penggemar K-Pop di twitter. Hipotesis pada penelitian ini yaitu terdapat korelasi antara kesepian terhadap celebrity worship pada penggemar K-Pop di twitter. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui korelasi antara kesepian terhadap celebrity worship pada penggemar K-Pop di media sosial twitter. METODE Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Untuk variabel terikatnya adalah celebrity worship dan untuk variabel bebasnya adalah kesepian. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan memakai pendekatan korelasional. Populasi yang dipakai yaitu penggemar K-Pop di Indonesia dengan jumlah populasi yang tidak diketahui secara pasti . Adapun non probability sampling dengan purposive sampling sebagai metodenya merupakan Motiva : Jurnal Psikologi 2024. Vol 7. No 2, 101-111 teknik pengambilan sampel dengan kriteria sampel yaitu berjenis kelamin perempuan dan memiliki media sosial twitter. Sampel sebanyak 100 subjek. Instrument pengumpulan data memakai skala jenis Likert yang terdiri dari skala kesepian dan skala celebrity Skala kesepian dibuat berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Brehm et al . , meliputi isolasi, penolakan, perasaan salah dimengerti, perasaan tidak dicintai, tidak memiliki teman, jenuh, dan Skala celebrity worship dibuat berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Maltby et al . , meliputi entertainment social value, intense personal value, dan borderline pathological. Untuk uji hipotesis dilakukan dengan memakai uji korelasi product moment untuk melihat hubungan antara kesepian terhadap celebrity HASIL Data Demografis Setelah data penelitian berhasil dikumpulkan, dari 100 sampel penelitian didapatkan Gambaran subjek penelitian sebagai berikut. Tabel 1. Gambaran Subjek Penelitian Data Demografi Responden 11 Ae 13 14 Ae 16 Usia 17 Ae 19 20 Ae 30 31 Ae 65 Total Lama menggemari K-Pop Total Kurang dari 1 tahun 1 Ae 5 tahun Lebih dari 5 Frekuensi Persen Berdasarkan tabel 1, dapat diketahui bahwa subjek penelitian jika dilihat berdasarkan usia dibagi dalam 5 kategori atau fase yang dibuat berdasarkankan fase perkembangan pada manusia menurut Santrock . Dalam penelitian ini subjek di dominasi oleh dewasa awal dengan rentang usia 20-30 tahun sebanyak 63 responden. Untuk kategori remaja awal . -13 tahu. sebanyak 1 subjek, kategori remaja tengah . -16 tahu. sebanyak 6 subjek, kategori remaja akhir . -19 tahu. sebanyak 29 subjek, kategori dewasa tengah . -65 tahu. sebanyak 1 subjek, dan tidak ada subjek yang berada pada kategori dewas akhir . i atas 65 Tabel 1 juga mendeskripsikan subjek penelitian ini jika dilihat dari lamanya menggemari K-Pop, terdapat 3 kategori. Dalam penelitian ini didominasi oleh subjek yang sudah menggemari K-Pop selama lebih dari 5 tahun sebanyak 54 subjek. Untuk kategori penggemar K-Pop kurang dari 1 tahun sebanyak 2 subjek dan untuk kategori penggemar K-Pop 1-5 tahun sebanyak 44 Analisis Deskriptif Variabel Berdasarkan hasil analisis data statistic, diketahui bahwa skor hipotetik skala kesepian memiliki skor terendah sebesar 47, nilai tertinggi sebesar 188, nilai mean sebesar 5, dan nilai standar deviasi sebesar 23. Sementara itu, untuk skala celebrity worship dapat diketahui skor hipotetik memiliki skor terendah sebesar 40, nilai tertinggi sebesar 160, nilai mean sebesar 100, dan nilai standar deviasi sebesar 20. Untuk skor empiric pada skala kesepian memeiliki skor terendah sebesar 54, nilai tertinggi sebesar 166, nilai mean sebesar 110, dan nilai standar deviasi Untuk skor empiric pada skala celebrity worship memiliki skor terendah sebesar 69, nilai tertinggi sebesar 134, nilai mean sebesar 102, dan nilai standar deviasi Norma Kategorisasi Tabel 2. Hasil Kategorisasi Skor Standar Kategori Kesepian Celebrity Worship Tinggi Sedang Rendah Total Berdasarkan tabel 2 hasil kategorisasi skor standar, dapat dilihat bahwa pada variabel kesepian terdapat 17 subjek memperoleh skor tinggi, 68 subjek mendapatkan skor sedang, dan 15 subjek mendapatkan skor rendah. Adapun pada variabel celebrity worship terdapat 18 subjek memperoleh skor tinggi, 64 subjek mendapatkan skor sedang, dan 18 subjek mendapatkan skor rendah. Motiva : Jurnal Psikologi 2024. Vol 7. No 2, 101-111 Uji Asumsi Klasik signifikan terhadap variabel terikat, yaitu celebrity worship. Uji Normalitas Tabel 6. Nilai Korelasi antar Variabel Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Variabel Signifikansi Keterangan Kesepian 0,091 Normal Celebrity Worship Normal Berdasarkan tabel 3 hasil uji normalitas di atas, dapat diketahui bahwa kedua variabel penelitian, yaitu variabel kesepian dan variabel celebrity worship, memiliki distribusi yang normal. Hal ini dibuktikan dengan didapatkannya nilai signifikansi . yang lebih besar dari 0. yaitu sebesar 0. 091, sehingga sebaran data dapat dikatakan normal. Uji Linearitas Tabel 4. Hasil Uji Linearitas Variabel Bebas Variabel Terikat Kesepian Celebrity Linearity Deviation Sig. Ket. Sig. Linier Berdasarkan tabel 4 hasil uji linearitas di atas, dapat dilihat bahwa variabel kesepian dan variabel celebrity worship memiliki pengaruh yang linier. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan nilai signifikansi linearitas . 000, dimana ini memiliki arti memenuhi syarat suatu data penelitian memiliki hubungan yang linier . < 0. Selain itu, penentuan linearitas juga dapat dilihat dari nilai koefisien signifikansi deviation from linearity. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai koefisien signifikansi deviation from linearity sebesar 192, yang berarti bahwa data bersifat linier . > 0. Uji Hipotesis Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis Variabel Bebas Kesepian Variabel Terikat Celebrity Worship Koefisien Signifikansi . Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 5 di atas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi . 000, lebih kecil dari Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas, yakni kesepian, memiliki korelasi yang Variabel Bebas Variabel Terikat Kesepian Celebrity Worship Nilai Pearson Correlation Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 6 di atas, dapat diketahui bahwa nilai pearson correlation pada hubungan antara kesepian terhadap celebrity worship sebesar 353 dengan arah hubungan yang bersifat Hal ini berarti bahwa semakin tinggi kesepian yang dirasakan oleh penggemar KPop, maka semakin tinggi pula tingkat celebrity worship yang dialami. PEMBAHASAN Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat ada tidaknya korelasi antara kesepian terhadap celebrity worship pada penggemar K-Pop di media sosial Twitter. Hasil uji hipotesis pada penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi 000 (< 0. Hal ini menunjukkan kesepian, memiliki korelasi positif yang signifikan terhadap munculnya celebrity worship dengan nilai korelasi sebesar 0. Berdasarkan hasil yang sudah dijabarkan tersebut, maka hipotesis penelitian diajukan Hasil inipun selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Aufa et al . , yang menyebutkan bahwa kesepian memiliki peran positif terhadap celebrity Subjek penelitian ini berfokus kepada Perempuan penggemar K-Pop saja. Karena didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Syam . , memperlihatkan sebanyak 74% remaja perempuan memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap budaya Korea Selatan dibandingkan laki-laki. Hal ini dikarenakan hiburan yang diproduksi oleh Korea Selatan secara umum lebih menyentuh pada unsur Perempuan. Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh McCutcheon . yang menyatakan bahwa intensitas pemujaan idola lebih sering dilakukan oleh Perempuan. Berdasarkan hasil dari tingkat kategorisasi untuk variabel kesepian yang dialami oleh subjek berada pada tingkatan sedang dengan persentase sebanyak 68%. Hal ini memperlihatkan bahwa penggemar K-Pop Motiva : Jurnal Psikologi 2024. Vol 7. No 2, 101-111 di Twitter mengalami adanya ketidakpuasan mengenai hubungan sosialnya. Oleh karena itu, subjek yang mengalami kondisi ini akan mencari pelampiasan untuk menghindari perasaan tersebut, salah satunya dengan melakukan pengidolaan selebriti. Adapun hasil untuk kategorisasi celebrity worship yang dialami subjek paling banyak berada pada tingkat sedang dengan Hal memperlihatkan bahwa penggemar K-Pop di Twitter mengalami setiap dimensi yang ada pada celebrity worship itu sendiri. Misalnya, pada dimensi entertainment-social value, perilaku yang ditunjukkan subjek seperti selalu aktif mencari informasi mengenai idolanya. Pada dimensi intense-personal feelings, perilaku yang ditunjukkan dapat berupa adanya peningkatan perasaan secara intensif terhadap idolanya. Dan untuk dimensi yang borderline-pathological, perilaku yang ditunjukkan dapat berupa rela melakukan apapun untuk idolanya. Dilihat dari deskripsi gambaran subjek penelitian, dapat diketahui bahwa usia dewasa awal mendominasi penelitian ini dengan rentang usia 20 Ae 30 tahun. Karakteristik orang yang berada pada usia dewasa awal memiliki kecenderungan mengalami kesepian yang disebabakan adanya ketidaksesuaian dan tidak mampu dalam hal memberikan kepercayaan kepada orang lain, yang mana biasanya perasaan ini muncul karena ada hubungannya dengan pengalaman yang terjadi di masa kanak-kanak (Yusmanto, dalam Candra 2. Tugas perkembangan pada usia dewasa awal diantaranya adalah kuatnya konsep diri yang dimiliki, hubungan yang bersifat intim mulai dibangun dengan pasangannya, kemandirian diri dan ekonomi juga mulai dibangun, karir yang mulai dikembangkan, atau bahkan sudah mulai (Santrock. Sedangkan, menurut Erickson, fase dewasa awal masuk dalam tahap intimacy vs. dengan tugas utama perkembangan yaitu membangun hubungan yang bersifat intim dengan ciri-ciri memiliki kepercayaan, keterbukaan, komitmen, serta kepedulian (Liu. Jika orang dewasa muda tidak mampu berhubungan dengan orang lain, mereka akan mengalami krisis, atau isolasi, yang ditandai dengan munculnya rasa kesepian. (Santrock. Individu yang berada pada usia dewasa awal yang terjerumus dalam celebrity worship merupakan individu yang mengalami rasa tidak percaya diri serta putus asa terhadap kelekatan dan relative tidak mampu menjaga batas antara kehidupan nyata dan dunia maya secara layak. Erikson . alam Feist & Feist, 2. memaparkan bahwa pada masa remaja yang biasanya mengalami perasaan tergila-gila akan seseorang bukanlah keintiman yang sebenarnya ketika individu memasuki usia dewasa awal sebab individu mulai mengalami suatu krisis psikososial, yaitu intimasi versus Matangnya keintiman memiliki arti kemampuan dan kemauan untuk saling berbagi rasa percaya yang timbal balik dengan menyertakan pengorbanan, kompromi, serta komitmen, dalam hubungan dua orang yang Berdasarkan pengertian celebrity worship yang dikemukakan oleh Maltby et al . , menjelaskan bahwa celebrity worship merupakan hubungan yang dibangun oleh penggemar dengan selebriti idolanya yang bersifat parasosial. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini juga selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Nabilla & Prakoso . yang menyebutkan bahwa adanya peningkatan dalam hubungan parasosial dipengaruhi oleh Hasil penelitian lain juga membuktikan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kesepian dengan interaksi parasosial (Firdausa et al, 2. Analisis lebih lanjut mengenai hasil penelitian ini yang membahas tentang pengaruh kesepian terhadap celebrity worship pada penggemar K-Pop di Twitter khususnya pada penggemar perempuan. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Poetri et al . yang menjelaskan bahwa remaja perempuan di Jakarta Selatan dengan mudahnya menghabiskan 30-50% uang sakunya untuk membeli produk-produk yang memiliki kaitan dengan idolanya. Selain itu, perempuan juga lebih rentan mengalami kesepian dibandingkan laki-laki. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Mahargyaningrum . alam Septiningsih & Naimah, 2. mengenai adanya hubungan signifikan antara kesepian dengan jenis Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kesepian lebih sering dialami oleh Motiva : Jurnal Psikologi 2024. Vol 7. No 2, 101-111 perempuan dibandingkan dengan laki-laki karena laki-laki lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Individu yang mengalami perasaan kesepian biasanya memiliki kemampuan berkomunikasi yang rendah (Nuriandini. Hal ini selaras dengan hasil penelitian Brehm et al . yang menyatakan bahwa individu yang mengalami kesepian memiliki kecenderungan terhambatnya keterampilan menyampaikan pendapat di muka umum, kurang responsif dan sensitif secara sosial. Sehingga kecenderungan orang yang kesepian akan melakukan hubungan parasosial dan memilih idolanya sebagai teman untuk mengisi kesepiannya. Hal tersebut dilakukan karena mereka tidak harus melakukan komunikasi secara langsung dan hanya bertemu dengan idolanya melalui sebuah KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat korelasi positif antara kesepian terhadap celebrity worship pada penggemar K-Pop di Twitter dengan nilai korelasi sebesar 0. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu subjek penelitian didominasi oleh usia dewasa awal, yang mana pada usia remaja juga memiliki kemungkinan mengalami kesepian dan kecenderungan celebrity worship. Adanya keterbatasan-keterbatasan inilah yang bisa dijadikan perhatian untuk peneliti selanjutnya ketika memutuskan untuk meneliti topik yang Adapun saran yang dapat diberikan yaitu kepada pemerintah terkait agar lebih banyak memberikan ruang terbuka sebagai tempat yang dapat digunakan untuk banyak komunitas melakukan kegiatannya sehingga dapat memunculkan ketertarikan bagi para individu untuk dapat bergabung dan saling berinteraksi satu sama lain. Bergabung dengan suatu komintas dan melakukan banyak munculnya rasa kesepian. Minimnya rasa kesepian yang muncul juga dapat mencegah terjadinya celebrity worship pada penggemar K-Pop. Implikasi yang didapat pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada penggemar K-Pop terkait bagaimana kesepian dapat memiliki hubungan terhadap peningkatan perilaku celebrity worship. DAFTAR PUSTAKA