MENGOKOHKAN DAKWAH SEBAGAI ILMU Harjani Hefni Abstrak Banyak kalangan yang mempertanyakan status keilmuan dakwah, apakah dakwah itu ilmu atau hanya sekedar pengetahuan. Jika dakwah itu ilmu, termasuk ilmu dalam paradigma yang mana; sebaliknya jika dakwah hanya pengetahuan, apakah termasuk pengetahuan yang telah memiliki sistematikanya atau hanya pengetahuan biasa yang tidak terstruktur dengan jelas. Bahkan sebagian kaum muslimin beranggapan bahwa dakwah hanyalah kegiatan memberikan peringatan, menyampaikan keutamaan Islam dan adab-adab dalam Islam kepada orang lain, bukan sebuah ilmu yang harus dipelajari dan tidak perlu spesialis yang professional untuk menyampaikan pesan-pesan agama. Tulisan ini bertujuan untuk menghilangkan keraguan kalangan yang mempertanyakan status keilmuan dakwah dengan pendekatan filsafat ilmu. Kata Kunci: Dakwah, ilmu Dakwah A. Pendahuluan sudah Dibandingkan keislaman lainnya, Ilmu mapan dalam ontologi, ilmu-ilmu epistemologi, dan aksiologinya, serta Dakwah memiliki teori-teori keilmuan dan memang dianggap masih muda dan referensi yang sangat banyak, maka sebagian Ilmu Dakwah masih terus berbenah diri bukan bahkan ilmu. menganggapnya Meminjam istilah menuju kepada kemapanan.1 al- Bayânuni, dalam rumpun ilmu-ilmu keislaman Ilmu Penulis Dakwah membahas di sini keilmuan tidak yang lagi masuk dikelompokkan dalam kategori minhāj, kategori millah dan shirʻah, tetapi lebih Akidah dan Uṣūluddin masuk dalam terfokus kategori untuk menjawab layak dan tidaknya millah, dikelompokkan shirʻah. Jika Uṣūluddin) dan dalam millah serta Shariah kelompok (Akidah shirʻah membahas Ilmu Dakwah ilmu dakwah, melahirkan tenaga atau (Syariah) 1 ﴾ 1 ﴿ Abu al-Fatḥ al-Bayānūnī, al- Madkhal ila ‘Ilmi alDaʻwah, h. 19. professional di bidangnya aksiologinya. Masih menurut beliau, berlandaskan kepada keilmuan yang ilmu ini bertolak dari kaidah-kaidah kokoh. ilmiah serta memiliki kriteria-kriteria syariat yang jelas. Ia adalah profesi B. Pendapat Dakwah Pakar Tentang Ilmu manusia paling mulia, yaitu Muhammad saw, dan begitu juga para Banyak kalangan mempertanyakan status yang rasul sebelumnya. Pendapat tersebut keilmuan beliau dukung dengan sejarah dakwah, apakah dakwah itu ilmu atau dakwah, hanya Jika aksiologi dari ilmu dakwah.2 Menurut dakwah itu ilmu, termasuk ilmu dalam beliau, ilmu dakwah adalah “kumpulan paradigma yang mana; sebaliknya jika kaedah dan dasar-dasar yang dapat dakwah hanya pengetahuan, apakah menghantarkan seseorang termasuk menyampaikan Islam, sekedar pengetahuan. pengetahuan yang telah terstruktur biasa dengan yang jelas. Bassām tidak dakwah hanyalah memberikan ”dakwah sudah menjadi ilmu yang berdiri sendiri. Ia memiliki tematema (mauḍūʻ/obyek kajian), kekhasan (khaṣā’iṣ), dan tujuan (ahdāf) yang hendak dicapai. Ilmu ini berjalan seiring dengan ilmu-ilmu keislaman yang lain, dia bisa memberikan kontribusi kepada disiplin ilmu yang lain dan mengambil manfaat dari ilmu yang lain, dan bersama-sama memberikan kontribusi buat 5 perkembangan Islam... kegiatan peringatan, adab-adab dalam Islam kepada orang lain, bukan sebuah ilmu yang harus dipelajari dan tidak perlu spesialis professional untuk menyampaikan pesan-pesan agama. Abu al-Fatḥ berpendapat secara al-Bayānūnī tegas bahwa 2 Abu al Fatḥ al- Bayānūnī, al- Madkhal ila ‘Ilmi alDaʻwah, h.19. 3 Abu al Fatḥ al Bayānūnī, h. 4. 4 Ahmad Ahmad Ghalwash pernah menjabat sebagai dekan fakultas dakwah al-Azhar dan menulis buku tentang ilmu dakwah yang beliau beri tema al-Da’wah al-Islāmiyyah, Uṣūluha wa Wasā’iluha (Dakwah Islam, kaedah dasar dan sarananya). Beliau dilahirkan di Mesir pada tahun 1936. 5 Bassām al-Ṣabbāgh, al-Daʻwah wa al-Duʻāt Baina alWāqiʻ wa al-Hadaf wa Mujtamaʻāt ‘Arabiyyah dakwah Islam adalah ilmu, bukan gerakan serampangan dan tidak sistemastis. Dakwah sejak generasi awal adalah amaliyah dalam gerakan serta ilmiah memiliki epistemologi, al-Ṣabbāgh mengutip mengatakan bahwa: menyampaikan keutamaan Islam dan yang mengajarkan Ahmad Ahmad Ghalwash (1936-...)4 Bahkan sebagian kaum muslimin beranggapan bahwa mampu serta mempraktekkannya sekaligus.3” memiliki sistematikanya atau hanya pengetahuan ontologi, epistemologi, dan dan kekhasan ontologi, dan ﴾ 2 ﴿ Amrullah Ahmad mengatakan: ”Ada dua pendapat yang berkembang tentang status keilmuan dakwah; kalangan yang mengatakan bahwa dakwah sudah menjadi ilmu, dan kalangan lain yang mengatakan bahwa dakwah bukan ilmu tetapi hanya pengetahuan. Menurut Amrullah, kelompok kedua ini tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat untuk menolak status keilmuan dakwah. Masih menurut Amrullah, kelompok pertama juga terpetakan dalam tiga golongan: pertama, pakar dakwah yang menyatakan bahwa dakwah adalah ilmu yang sedang mencari jatidiri, mengembangkan metodologi serta kerangka teorinya; kedua, pakar komunikasi yang menyatakan bahwa dakwah adalah ilmu lintas disiplin yang lebih dekat pada ilmu komunikasi dalam paradigma logis;6 ketiga, pakar sosiologi yang menyatakan bahwa dakwah adalah ilmu dalam kategori “ngelmu” 7 yaitu suatu perangkat kepercayaan yang memberikan pedoman kepada manusia bagaimana cara mengatur hubungan dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan dengan makhluk lainnya. 8 Menurut penulis, kategorisasi yang dibuat oleh Amrullah tahun 1999 ini, dengan perjalanan waktu, sudah agak kurang relevan. Peneliti sendiri cenderung mengategorikan ilmu dakwah saat ini masuk ke dalam kelompok ilmu yang sedang mengukuhkan jatidirinya dengan mematangkan metodologi serta kerangka teorinya, bukan ilmu yang sedang mencari mengembangkan jati dirinya, metodologi serta kerangka teorinya. Sebuah disiplin ilmu disebut layak untuk menjadi disiplin ilmu yang berdiri sendiri jika dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar ontologi, epistemologi, dan aksiologi dari filsafat ilmu. Ontologi ilmu berbicara tentang objek apa yang menjadi telaahan bidang ini dan bagaimana wujud hakiki dari objek itu. Adapun epistemologi berbicara tentang proses menimba ilmu itu, apa Muʻāṣirah (Dimasyq: Dār al-Ĩmān, 1420-2000), cet.1, h.13. 6 Jalaluddin Rakhmat sebagaimana yang ditulis oleh Salmadanis dalam makalahnya yang berjudul ‘Posisi Ilmu Dakwah dalam Keilmuan Lainnya’ mengatakan bahwa ilmu dakwah adalah arabisasi istilah-istilah yang ada dalam ilmu komunikasi (Makalah ini disampaikan pada seminar dan lokakarya nasional pengembangan keilmuan dakwah sebagai penguatan fakultas dan jurusan yang diselenggarakan di Padang, tgl.13-15 Juni 2006). 7 Pendapat Ilmu Dakwah sebanding dengan ngilmu di mana kepercayaan lebih kuat dibandingkan pemikiran dikemukakan oleh Selo Soemardjan dalam “Seminar Dakwah sebagai Ilmu” yang diselenggarakan Fakultas Dakwah IAIN Jakarta, 10-11 Agustus 1992. 8 Dakwah Islam sebagai Ilmu, sebuah kajian epistemologi dan struktur keilmuan dakwah, Jurnal Dakwah, Vol. 1, no.1,1999. kriteria kebenarannya dan cara apa yang dipergunakan mendapatkan untuk pengetahuannya? Sedangkan aksiologi ilmu berbicara tentang bagaimana mempergunakan ﴾ 3 ﴿ ilmu kaitan cara ini dengan kaidah-kaidah moral dan apa manfaat Dari ilmu ini dalam kehidupan?.9 aspek pertanyaan Jika diterapkan kepada dakwah, epistemologi, utamanya adalah bagaimana caranya mendapatkan ilmu dalam bidang ontologi, kajian utama dan dari 10 mana sumber ilmu ini Al-Bayānūnī menyebut ada ilmu dakwah ada empat, yaitu: dai (dai didapat? atau menyampaikan empat sumber utama mendapatkan pesan), mad‘ū (orang yang menerima ilmu ini, yaitu al-Quran, al-hadits, sirah, pesan), dan pengalaman para dai. Dari sumber orang yang mauḍū‘ (tema yang disampaikan), dan wasā’il (media yang utama digunakan). Dai adalah orang yang dikembangkan.11 Dalam hal ini, ilmu menyampaikan dakwah beririsan langsung dengan pesan dan nilai dakwah. Mad‘ū terkait dengan audiens yang menerima teori-teori ilmu dakwah disiplin ilmu-ilmu keislaman lainnya. dakwah. Sedangkan aspek aksiologi, Ilmu Mauḍū‘ terkait dengan tema apa yang Dakwah dapat ditinjau dari kegunaan tepat Sedangkan teoritis dan kegunaan praktis. Secara wasāil berhubungan dengan sarana teoritis, ilmu dakwah berguna untuk dan media apa yang paling efektif agar membekali pesan dapat tersampaikan dengan dakwah. Sedangkan dalam tataran baik dan maksimal. Dari empat bidang praktisnya, ilmu dakwah berguna untuk kajian utama itu berkembang kajian- membantu kajian lainnya. Jika dilihat dari aspek terjun ke dunianya dengan landasan ontologinya, ilmu dakwah sangat dekat teori-teori yang kokoh. Dengan bekal dengan ilmu komunikasi, karena objek ilmu ini, diharapkan hasil dakwah lebih kajian komunikasi juga adalah sender dapat (sumber), message (pesan), channel yaitu perubahan ke arah yang lebih (media atau saluran komunikasi), dan baik. untuk receiver pesan ini audiens. (penerima dai dengan praktisi dirasakan teori-teori dakwah oleh untuk masyarakat, pesan). Dilihat dari aspek aksiologinya, Berdasarkan pendekatan inilah Andi ilmu dakwah memiliki hubungan erat Faisal Bakti berpendapat bahwa Ilmu Dakwah adalah Ilmu 10 Komunikasi Epistemologi dakwah dapat dirumuskan sebagai usaha seseorang untuk menelaah masalah-masalah objektivitas, metodologi, sumber, serta validitas pengetahuan secara mendalam dengan menggunakan dakwah sebagai subjek bahasan (titik tolak berpikir). Lihat, Suisyanto, Pengantar Filsafat Dakwah (Yogyakarta: Teras, 2006), cet.1, h. 69. 11 Al-Bayānūnī, al-Madkhal Ila ‘Ilm al-Daʻwah, h.120151. Islam. 9 Lihat, Jujun S.Suriasumantri, Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2000), cet.13, h. 63-253. ﴾ 4 ﴿ dengan ilmu-ilmu humaniora. sosial Yusuf dan sosiologi al-Qaraḍāwi menyebut bahwa memerlukan ilmu-ilmu seorang dai sosial dan karena aspek epistemologinya berbeda. Karena itu, saya lebih sepakat dengan al-Bayânûnî yang humaniora seperti psikologi, sosiologi, berpandangan bahwa ilmu dakwah filsafat, etika, dan ilmu pendidikan. adalah bagian dari ilmu-ilmu keislaman Selain itu dai juga memerlukan ilmu yang 12 fakta di atas, dalam rumpun penulis C. Ilmu Dakwah: Ilmu yang Sedang Mengukuhkan Jatidiri berpandangan bahwa ilmu dakwah bukan sekedar ilmu komunikasi an sich, bukan juga ilmu-ilmu tentang Usaha-usaha dari pemerhati ilmu kandungan ajaran Islam seperti Fiqh dakwah dan Tafsir, bukan juga ilmu sosiologi menguatkan murni, tetapi ilmu untuk mengantarkan bahwa ilmu ini sedang dalam tahap seorang sangat tampak untuk pandangan penulis dai agar mampu mengukuhkan jatidirinya. Usaha-usaha menyampaikan nilai-nilai keislaman tersebut tampak dari berbagai aspek, (bahasa langit) agar dipahami oleh di penduduk bumi dan bermanfaat buat diselenggarakannya berbagai seminar kehidupan mereka. tentang pengembangan ilmu dakwah; Ilmu dakwah memang sangat antaranya: kedua, terbitnya pertama, berbagai macam dekat dengan ilmu komunikasi dari jurnal dan literatur terkait dengan ilmu aspek bahasannya (ontologi), tetapi dakwah;ketiga, tidak bisa dimasukkan dalam kategori mendapatkan status pengakuan legal rumpun ilmu komunikasi karena cara formal dari Departemen Agama dan mendapatkan ilmu ini LIPI (epistemologinya) sangat jauh bahwa disiplin dengan ilmu sosiologi dari aspek dengan aksiologinya, tetapi dia tidak bisa lainnya. dalam rumpun upaya ilmu ini untuk layak untuk diterima dan diakui sebagai salah satu berbeda. Ilmu ini juga bersinggungan dimasukkan ilmu yang disiplin berdampingan ilmu keisalaman ilmu D. Seminar, Sarasehahan, Lokakarya Ilmu Dakwah 12 ilmu minhāj. bahasa dan sastra serta sejarah. Dari masuk Yusuf al-Qaraḍāwi, Thaqāfah al-Dāʻiyah (Kairo: Maktabah Wahbah, 1425-2004), cet.13, h. 88-112. ﴾ 5 ﴿ dan Seminar, simposium, sarasehan jurusan di IAIN Imam Bonjol Padang.14 tentang ilmu dakwah sudah cukup Seminar, lokakarya, dan berbagai jenis banyak diselenggarakan di Indonesia. pertemuan ilmiah di atas membuat Pada tahun 1977 diselenggarakan ilmu Sarasehan Nasional Ilmu Dakwah di melahirkan konsep-konsep perbaikan Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel yang berkelanjutan. Surabaya. Tahun 1980 nasional sudah lama ada di Indonesia, di tentang antaranya: Jurnal al-Hadharah yang Pengembangan Ilmu Dakwah. Tahun diterbitkan oleh oleh Fakultas Dakwah 1992 di Fakultas Dakwah IAIN Syarif diadakan tentang IAIN Antasari Banjarmasin, Jurnal Ilmu seminar Dakwah Dakwah yang diterbitkan oleh Fakultas sebagai Dakwah IAIN Walisongo,15 Jurnal Ilmu Disiplin Ilmu. Tahun 1993 diadakan seminar dan lokakarya Dakwah yang diterbitkan oleh Fakultas kurikulum Dakwah fakultas dakwah di Fakultas Dakwah IAIN Syarif Hidayatullah teori-teori sosial diadakan Surabaya, Fakultas yang Dakwah UIN Syarif Hidayatullah. Di Indonesia, buku-buku yang seminar secara terang-terangan menyebutkan nasional keilmuan dakwah dan prospek pengembangannya di antaranya Ilmu Daʻwah karya Toha Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Yahya Umar;16 Ilmu Dakwah karya Surabaya. 13 seminar dan lokakarya nasional pengembangan keilmuan dakwah sebagai 13 1999 Ampel Kemasyarakatan yang diterbitkan oleh dibutuhkan dalam dakwah di Bandung. Tahun Sunan Dakwah, Jurnal Kajian Dakwah dan Jakarta. Tahun 1998 diselenggarakan seminar tentang dan Jurnal ilmiah tentang ilmu dakwa Tahun 1990 kembali diselenggarakan nasional matang E. Jurnal dan Literatur Ilmu Dakwah sebagai Disiplin Ilmu di Bandung. Hidayatullah semakin diadakan sarasehan nasional tentang Dakwah seminar ini bahwa Tahun 2006 diadakan penguatan fakultas dan 14 dakwah adalah Amin,17 ilmu dan di Samsul Munir Ilmu Dakwah karya Moh. Ali Aziz. Buku Hasil Seminar dan Lokakarya Nasional Pengembangan Keilmuan Dakwah sebagai Penguatan Fakultas dan Jurusan, Padang, 13-15 Juni 2006. 15 Terbit Perdana pada bulan Mei 1980. 16 Diterbitkan oleh Widjaya Jakarta, cetakan pertama tahun 1967, sampai tahun 1992 sudah cetakan kelima. 17 Diterbitkan oleh Amzah, Jakarta. Cetakan pertama tahun 2009. Informasi secara lengkap tentang seminar dan lokakarya ilmu dakwah dapat dibaca dalam buku Ilmu Dakwah yang ditulis oleh Moh. Ali Aziz (Jakarta: Prenada Media,2009), cet.2, h.94-95. ﴾ 6 ﴿ yang disebut terakhir F. Fakultas dan Jurusan Menopang Keilmuan Dakwah cukup komprehensif mengkaji tentang Ilmu yang Dakwah.18 Lebih menukik lagi adalah Dakwah sebagai ilmu dikuatkan kajian tentang Desain Ilmu Dakwah, oleh berdirinya fakultas-fakultas dan Kajian Ontologis, Epistemologis, dan jurusan-jurusan dakwah di berbagai Aksiologis oleh Muhammad Sulthon.19 universitas. Fakultas Dakwah yang Buku lain yang memperkaya ilmu ini pertama adalah Pengantar Filsafat Dakwah Dakwah di al-Azhar Mesir dengan karya Suisyanto yang juga mengkaji nama Fakultas al-Waʻaẓ wa al-Irshād. tentang aspek epistemologi, ontologi Fakultas ini berdiri tahun 1918 dan dan aksiologi ilmu dakwah.20 Karena diketuai oleh Syeikh Ali Maḥfūẓ yang sudah ada menulis buku Hidāyat al-Murshidīn.24 Terbitlah Di Universitas Islam Madinah, Saudi buku Metodologi Penelitian Dakwah Arabia, Jurusan Dakwah dibuka tahun dengan pendekatan kualitatif karya 1966 dengan nama Kulliyyat al-Daʻwah menjadi metodologi Nurul ilmu, maka penelitiannya. Hidayati, 21 Metodologi adalah Uṣūluddīn.25 wa Ilmu berdiri Fakultas Universitas Dakwah karya Andi Dermawan dan Muhammad bin Su’ud Riyad membuka kawan-kawan.22 Wardi Bachtiar juga Kulliyyat menulis tentang Metodologi Penelitian (Jurusan Dakwah dan Komunikasi) 23 Ilmu Dakwah. Penulis al-Daʻwah wa al-Iʻlām tahun 1404 H. Tapi sebelum jurusan berkesimpulan bahwa ini didirikan, studi tentang dakwah dan ilmu dakwah sudah sangat memadai komunikasi sudah dimulai sejak tahun untuk dijadikan landasan berpijak buat 1396 H di al-Maʻhad al- Āli li al-Daʻwah orang-orang di Riyad.26 Sedangkan di Umm al- yang ingin terjun ke dalam profesi ini. Qura, Makkah al-Mukarramah, Kulliyyat al-Daʻwah wa-Uṣûluddīn 27 berdiri tahun 1401 H. Di Indonesia, Fakultas Dakwah tertua adalah Fakultas Dakwah di IAIN 18 Diterbitkan oleh Prenada Media Jakarta, Cetakan pertama terbit tahun 2004, dan edisi revisinya terbit tahun 2009. 19 Diterbitkan oleh Pustaka Pelajar bekerjasama dengan Walisongo Press. Cetakan pertama tahun 2003. 20 Diterbitkan oleh Teras, cetakan pertama tahun 2006. 21 Diterbitkan oleh UIN Jakarta Press, cetakan pertama tahun 2006. 22 Diterbitkan oleh LESFI, cetakan pertama tahun 2002. 23 Diterbitkan oleh Logos, cetakan pertama tahun 1997. al-Raniry Aceh, didirikan tahun 1968, 24 Ali Mahfūẓ, Hidāyat al-Murshidīn Ila Ṭuruq al-Waʻẓi wa al-Khiṭābah, h.7. 25 Dalīl al-Jāmiʻah al-Islāmiyyah bi al-Madīnah alMunawwarah 1393/1394 H, h.53. 26 http://www.imamu.edu.sa/colleg_instt/colleg/. 27 http://www.uqu.edu.sa/. ﴾ 7 ﴿ lima tahun setelah didirikan IAIN.28 buku-buku Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga keilmuan dakwah secara umum terkait berdiri pada tanggal 30 September dengan 1970 dengan Surat Keputusan Menteri fakultas atau jurusan tersebut. yang terbit tentang pemenuhan kebutuhan 29 Buku Syeikh Ali Mahfūẓ yang Ampel berjudul Hidāyat al-Murshidīn salah didirikan pada tahun 1970 berdasar satu tujuan penulisannya adalah untuk Keputusan Menteri Agama RI No. memenuhi kebutuhan para mahasiswa 256/1970 tanggal 30 September 1970 akan buku literatur dakwah. Dalam tentang Sunan pengantar bukunya beliau mengatakan Ampel.30 Di UIN Syarif Hidayatullah bahwa buku ini ditulis sesuai dengan Jakarta, Fakultas Dakwah berdiri tahun silabus mata kuliah al-Waʻẓu wa al- 1989. Sebelumnya Irshād Agama Nomor 254 tahun 1970. Fakultas Dakwah Sunan Organisasi IAIN dakwah adalah Uṣūluddīn jurusan dan menginduk di jurusan Ushuluddin selama 25 tahun. di 31 32 Jurusan Dakwah dan Universitas al-Azhar al- Al-Bayānuni dalam pengantar Syarif. Fakultas Dakwah yang disebutkan di bukunya al-Madkhal ila ‘Ilmi al-Daʻwah atas hanya sekedar contoh bahwa ilmu juga mengatakan dakwah ditulis untuk sudah dikaji di berbagai fakultas dan jurusan di seluruh dunia mahasiswa sejak Dakwah lama. Dari fakultas-fakultas bahwa bahan yang Madinah kuliah bukunya ajar buat di Kuliah al-Munawwarah. tersebut pasti melahirkan hasil-hasil Buku ini menurut beliau adalah hasil karya ilmiah yang sangat berguna diskusi bertahun-tahun dengan para untuk mengukuhkan jatidiri ilmu ini dan dosen melahirkan praktisi-praktisi dan mahasiswa pasca 33 yang sarjana. berbasis teori keilmuan dakwah yang Selain kokoh. buku-buku ajar yang ditulis oleh para dosen, skripsi, tesis Berdirinya fakultas dan jurusan dan disertasi mahasiswa juga sangat dakwah mengharuskan fakultas dan membantu memperkokoh keilmuan ini. jurusan merumuskan Karya-karya dakwah yang kurikulum berlatarbelakang ilmiah di Universitas- universitas Timur Tengah umpamanya keilmuan yang mumpuni. Karena itu, 32 Lihat pengantar buku Hidāyat al-Murshidīn ila Ṭuruq al-Waʻẓi wa al-Khiṭābah karya Syeikh Ali Mahfūẓ terbitan Dār al-Iʻtiṣām. 33 Lihat pengantar buku al-Madkhal Ila ‘Ilmi al-Daʻwah h.6-7, terbitan Muassasah al-Risālah. 28 http://ar-raniry.freehosting.net/sekilas.htm. 29 http://www.uin suka.info/. 30 http://www.sunan-ampel.ac.id/profile/. 31 http://www.uinjkt.ac.id/index.php/fakultas/fdk.html. ﴾ 8 ﴿ memiliki kekhasan di bidang penelitian dalam Lingkungan Perguruan Tinggi pustaka. Sebagai contoh, karya-karya Agama Islam tertanggal 2 Oktober ilmiah mahasiswa di Universitas Imam 1982, secara resmi menetapkan Ilmu bin Muhammad Suʻud, terutama tesis Dakwah sebagai sub disiplin dari dan disiplin dakwah dalam bidang Dakwah disertasi kecenderungan Islamiyyah.35 umumnya mengangkat tema tentang dakwah Rasulullah, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Sejak itu, Ilmu Dakwah menjadi Utsmāniyyah, ilmu yang wajib diajarkan kepada ʻAbbāsiyyah, dan metode dakwah para mahasiswa di fakultas dan jurusan tokoh Islam yang terkenal.34 Selain dakwah. Tahun 1988 berdasarkan SK mengangkat tokoh, penelitian yang Menteri juga sangat diminati adalah kajian No.122 tahun 1988, Ilmu Dakwah tentang dakwah dalam Alquran dan dipilah menjadi dua bagian, yaitu Ilmu hadis. membantu Dakwah Pengantar dan Ilmu Dakwah mengokohkan dasar keilmuan dakwah, Metodologi. Sedangkan SK menteri karena meskipun buku-buku tentang Agama Tarmizi Taher No.27 tahun ilmu 1995 Hal ini dakwah sangat tidak dikenal dalam Agama Munawir menempatkan Syadzali Ilmu Dakwah bentuknya yang ditulis ilmiah seperti sebagai pengantar di seluruh jurusan sekarang, tetapi pada prinsipnya Nabi, dakwah. para Khulafa’urâsyidîn, dan tokoh- Keputusan Menteri Agama Tarmizi tokoh terkenal Islam sudah berdakwah Taher No.383 Tahun 1997 tentang dengan kaidah-kaidah baku yang bisa Kurikulum Nasional Program Sarjana dijadikan pijakan untuk merancang (S1) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) sebuah ilmu dakwah yang kokoh. yang disempurnakan dan Kurikulum Nasional Dan berdasarkan Program Sarjana Surat (S1) G. Status Pengakuan Legal Formal dari Departemen Agama 35 Berdasarkan SK No.110 Tahun 1982 tentang Pembidangan 34 Ilmu Penetapan Agama Islam Di antara judul-judul yang diangkat adalah: Iḥtisāb Amīr al-Mu’minīn Umar bin Khaṭṭāb/Dakwah Umar bin Khattab (Disertasi), al-Iḥtisāb ʻala al-Nisā’ fi al‘Aṣr al-Nabawi wa-‘aṣr al- khulafā’ alRāshidīn/dakwah kepada perempuan pada masa Nabi dan khulafā‟ al-Rāshidīn (disertasi). ﴾ 9 ﴿ Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah (Jakarta: Prenada Media, 2009), h.91. Departemen Agama RI sendiri bersama LIPI melalui keputusan Nomor 110 Tahun 1982 telah menetapkan apa yang kemudian dikenal sebagai Pembidangan Ilmu Agama Islam. Dalam amar keputusan tersebut dinyatakan bahwa area pembidangan ilmu agama Islam meliputi delapan area utama, yaitu:1) sumber ajaran Islam;2) pemikiran dasar Islam; 3) Bahasa dan sastra Islam; 4) Sejarah dan peradaban Islam; 5) Pranata sosial Islam;6) Pendidikan Islam; 7) Dakwah Islam; dan 8). perkembangan modern dalam Islam (Lihat: http://www.umy.ac.id/fakultas-agama-islam/profilfakultas/research-area/). Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri mustajiddah (ilmu-ilmu modern dan (STAIN) tertanggal 30 Juni 1997, Ilmu sarana-sarana mutakhir)”38. Dakwah dimasukkan dalam komponen Sejalan dengan M. Yasri Ibrahim, 36 jurusan. H. Hubungan Ilmu Dakwah Ilmu Keislaman Lainnya Mengenai dengan hubungan Yusuf al-Qaraḍāwi39 bahwa seorang menguasai berpandangan dai ilmu seharusnya Alquran, Tafsir Alquran, Sunnah Nabawiyyah, Fiqh, Uṣūl ilmu al-Fiqh, Akidah, Tasawwuf, dakwah dengan ilmu lainnya secara Sistem Islam, Sejarah, Sastra dan umum, M.Yasri Ibrahim (1966-…)37 Bahasa, ilmu-ilmu Humaniora yang mengatakan: meliputi Psikologi, Sosiologi, Filsafat, ”Dakwah sebagai ilmu tidak Akhlak, Tarbiyah, ilmu umum, dan wawasan kekinian.40 mungkin terlepas dari disiplin keilmuan yang lain, baik ilmu-ilmu keislaman Pakar ilmu dakwah yang lain, maupun ilmu-ilmu sosial dan sains Abu al-Fatḥ al-Bayānuni (1940-...)41 lainnya. Bahkan keterkaitan yang erat menyebut bahwa ilmu dakwah tidak dengan ilmu-ilmu yang lain merupakan ciri khas dari ilmu dakwah. Di antara ilmu bantu yang seharusnya dimiliki dai adalah ilmu al-īmān (ilmu tentang keimanan), ilmu al-akhlāq wa al-sulūk wa al–tarbiyah (ilmu akhlak, etika, dan pendidikan), ilmu al-aḥkām (illmu hukum), ilmu sīrah wa al-tārīkh (ilmu biografi dan sejarah), tajārib al-du‘āt wa taṣarrufāt al-‘ulamā’ (pengalaman para dai dan sepak terjang para ulama), ‘ulūm al-‘aṣr wa al-wasā’il al36 Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah (Jakarta: Prenada Media,2009), h.92 37 M.Yasri Ibrahim adalah seorang ulama asal Mesir yang mampu menggabungkan dua bidang keilmuan secara baik, ilmu kauni beliau tekuni di S1, S2, S3 jurusan Rekayasa Kimia (Handasah Kimia‟iyyah) . Sedangkan ilmu agamanya beliau studi S1 dan S2 di al-Azhar. Di antara tulisan beliau tentang dakwah adalah Maʻālim fi Uṣūl al-Daʻwah dan Uṣūl alDaʻwah, Dirāsat ta’ṣīliyyah. 38 Dr..M. Yasri, Mabādi’ ‘Ilm Uṣūl al-Da‘wah, h.5. Lahir di sebuah desa kecil di Mesir bernama Shafṭ Turāb di tengah Delta pada 9 September 1926. Usia 10 tahun, ia sudah hafal al-Quran. Menamatkan pendidikan di Maʻhad Ṭanṭa dan Maʻhad Thanawi, Qaraḍāwi terus melanjutkan ke Universitas al-Azhar, Fakultas Uṣuluddin, lulus tahun 1952. Gelar doktornya baru dia peroleh pada tahun 1972 dengan disertasi "Zakat dan Dampaknya Dalam Penanggulangan Kemiskinan," yang kemudian di sempurnakan menjadi Fiqh Zakat. Sebuah buku yang sangat konprehensif membahas persoalan zakat dengan nuansa modern. Beliau memiliki perhatian besar terhadap permasalahan dakwah kontemporer dan menulis banyak buku tentang dakwah. Di antara buku yang spesifik membahas tentang keilmuan di bidang dakwah adalah buku Thaqāfah al-Dāʻiyah (Wawasan seorang dai). Buku ini diterbitkan oleh Maktabah Wahbah Kairo. 40 Lihat Yusuf al-Qaraḍāwi, Tsaqāfah al-Dāʻiyah (Kairo: Maktabah Wahbah, 1425-2004). Seluruh isi buku beliau membicarakan tentang ilmu yang seharusnya dikuasai oleh seorang dai. 41 Muhammad Abu al-Fatḥ al-Bayānuni lahir di Kota Halb Suriah tahun 1359H (1940 M). Pandangan tentang dakwah sebagai ilmu beliau ungkapkan dalam bukunya al-Madkhal ila ‘ilm al-Daʻwah (Pengantar Ilmu Dakwah) ketika menjadi dosen di al-Maʻhad al„Āli li-al-Daʻwah al-Islāmiyyah yang lebih dikenal dengan nama Kuliyyat al-Daʻwah di Madinah alMunawwarah dari tahun 1980-1994. 39 ﴾ 10 ﴿ mungkin berpisah dengan ilmu-ilmu Berdasarkan tiga pandangan keislaman yang lain. Tentang kaitan pakar di atas, peneliti berpendapat ilmu bahwa dakwah keislaman dengan lainnya, ilmu-ilmu Al-Bayānuni dai adalah ulama yang menguasai ilmu-ilmu induk keislaman, menjelaskan sebagai berikut: mengenal karakter manusia, mengenal ”Orang yang menaruh perhatian kondisi sosial mereka, dan memiliki terhadap kemampuan menyampaikan ilmu-ilmu karakter perkembangan dasar dan disiplin ilmu-ilmu keislaman dengan baik. keislaman akan menemukan bahwa seluruh ilmu keislaman Dari ketiga pendapat di atas juga bisa dapat ditarik kesimpulan bahwa dikelompokkan dalam tiga kategori lembaga pendidikan yang melahirkan besar, yaitu: millah, syariah, dan para dai tidak harus berasal dari manhaj...Millah semua Nabi adalah fakultas dan jurusan dakwah, tetapi satu, dan semua jurusan dalam disiplin ilmu-ilmu di keislaman, baik yang masuk kategori universitas-universitas Islam dikaji millah, shariah dan minhaj adalah di jurusan akidah. Syariah dikaji jurusan-jurusan yang bisa mencetak dalam para dai dan bergabung dalam profesi sedangkan manhaj syariah berbeda-beda...Millah beberapa jurusan, di antaranya jurusan Alquran Hadis dai, serta Uṣūl. diajarkan ilmu dakwah dan teknik jurusan Fiqh dan dengan syarat mahasiswanya Sedangkan manhaj termasuk berdakwah dengan standar yang telah spesialisasi ilmu dakwah. ditetapkan. Orang-orang yang belajar Karenanya, memisahkan secara di fakultas dan jurusan dakwah juga ekstrim disiplin keilmuan di atas, tidak atau hanya mengkaji satu bidang dakwah dan skill berdakwah, tetapi keilmuan dengan mengabaikan harus bidang keilmuan yang keislaman lain, cukup mengandalkan menguasai seperti ilmu ilmu-ilmu induk Ulumul Quran, dianggap memutus bagian-bagian Ulumul Hadis, Tafsir, Hadis, Fiqh, Uṣul yang saling terkait. Agama tidak Fiqh, dan Bahasa Arab. sempurna kecuali dengan saling mengaitkan di antara semua disiplin I. Penutup 42 keilmuan Islam tersebut... ”. Sudah tidak relevan lagi untuk membahas tentang status keilmuan Ilmu Dakwah. Pekerjaan paling penting 42 Al Bayānuni, h..25-28. ﴾ 11 ﴿ saat ini adalah melakukan penelitian keilmuan dakwah, Jurnal Dakwah, dan kajian lebih mendalam tentang Vol. 1, no.1,1999. dakwah yang usianya sama dengan Dalīl al-Jāmiʻah al-Islāmiyyah usia manusia. Kajian itu diharapkan Madīnah melahirkan 1393/1394 H. untuk teori-teori dijadikan penelitian di yang kokoh landasan dalam bidang dakwah bi al- al-Munawwarah Jalaluddin Rakhmat, ‘Posisi Ilmu Dakwah dalam Keilmuan Lainnya’, Seminar ini dimasa yang akan datang. dan lokakarya nasional pengembangan keilmuan dakwah J. Daftar Pustaka sebagai penguatan fakultas dan Abu al-Fatḥ al-Bayānūnī, al- Madkhal ila jurusan yang diselenggarakan di Padang, tgl.13-15 Juni 2006). ‘Ilmi al- Daʻwah, Muassasah alJujun Risalah Sebuah Ahmad Ahmad Ghalwash, al-Da’wah al- Moh. Ali Aziz, Populer Ilmu Dakwah, (Jakarta: Prenada Media,2009), cet.2. Ali Mahfūẓ, Hidāyat al-Murshidīn Ila Ṭuruq Dār al- Pengantar Ilmu, 2000), cet.13. (Dakwah Islam, kaedah dasar dan sarananya). . Filsafat (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, Islāmiyyah, Uṣūluha wa Wasā’iluha al-Waʻẓi wa al-Khiṭābah. S.Suriasumantri, Selo Soemardjan Dakwah Iʻtiṣām dalam sebagai “Seminar Ilmu” yang diselenggarakan Fakultas Dakwah Bassām al-Ṣabbāgh, al-Daʻwah wa al- IAIN Jakarta, 10-11 Agustus 1992. Duʻāt Baina al-Wāqiʻ wa al-Hadaf wa Mujtamaʻāt ‘Arabiyyah Muʻāṣirah Suisyanto, Pengantar Filsafat Dakwah (Dimasyq: Dār al-Ĩmān, 1420-2000), (Yogyakarta: Teras, 2006), cet.1, h. 69. cet.1 Dakwah Islam sebagai Ilmu, sebuah Yusuf al-Qaraḍāwi, Thaqāfah al-Dāʻiyah kajian epistemologi dan struktur (Kairo: Maktabah Wahbah, 14252004), ﴾ 12 ﴿ cet.13.