AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 PENGARUH MODAL DAN BAHAN BAKU TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PADA PEDAGANG MAKANAN DI KECAMATAN TONDANO TIMUR Aprilia Feyang Moningkey1. Tinneke E. M Sumual2. Miryam P. Lonto3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Manado1,2,3 feyang22@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal dan bahan baku terhadap pendapatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada pedagang makanan di Kecamatan Tondano Timur. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan populasi UMKM kuliner 628 unit dan sampel 35 respondent di pilih dengan purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner yang kemudian di analisis menggunakan regresi linear berganda dengan uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan bahan baku berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, modal dan bahan baku berpengaruh signifikan terhadap pendapatan dengan kontribusi sebesar 57,2%, sementara sisanya di pengaruhi oleh aspek lainnya diluar pengkajian. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan bahan baku yang efektif sebagai faktor kunci keberhasilan UMKM di sektor kuliner. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu manajemen UMKM dengan memberikan bukti empiris mengenai peran faktor produksi dalam peningkatan pendapatan usaha kecil, serta dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan daya saing UMKM. Kata kunci : Bahan Baku. Kuliner. Modal. Pendapatan. Umkm Abstract This study aims to analyze the effect of capital and raw materials on the income of micro, small, and medium enterprises (MSME. in the food sector in East Tondano District. Research employed quantitative method with a populations of 1,628 culinary MSMEs and a sample of 35 respondents selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with t-test. F-test, and the coefficient of determination. The finding reveal thats capital doess not significant affect income, while raw material have a positiv and signifficant effect. Simultaneously, capital and raw materials significantly influence income, contributing 57. 2%, while the remaining 42. 8% is explained by other factors not included in this study. These results highlight the critical role of effective raw material managements a key factor inthe succes of culinary MSMEs. This research contributes to MSME management studies by providing empirical evidence of production factors in income improvement and serves as a reference for practitioners and policymakers in enhancing MSME competitiveness. Keywords: Raw Materials. Culinary. Capital. Income. MSMEs PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran sentral dalam menopang perekonomian nasional. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 mendefinisikan UMKM sebagai usaha produktif yang dijalankan secara perorangan maupun badan usaha dengan skala kecil hingga menengah. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2017 ada 60 juta lebih dari UMKM Indonesia, yang mencakup 99,99% struktur bisnis nasional, sementara usaha besar hanya mencakup 0,01% (Kompas, 2. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Dominasi tersebut menegaskan bahwa keberlangsungan UMKM merupakan pilar penting bagi stabilitas ekonomi Indonesia, terutama dalam konteks daerah. Salah satu indikator penting dalam keberhasilan UMKM adalah pendapatan, yang merefleksikan kinerja usaha serta menentukan keberlanjutan bisnis. Pendapatan dapat dipahami sebagai penghasilan yang diperoleh dari kegiatan usaha dalam kurun waktu tertentu (Tuturoong et al. , 2. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak UMKM menghadapi permasalahan pendapatan yang tidak stabil. Hal ini juga terjadi pada UMKM di Kecamatan Tondano Timur, di mana pelaku usaha mengalami penurunan pendapatan akibat tingginya tingkat persaingan, keterbatasan modal, serta kenaikan harga bahan baku yang memengaruhi kelancaran produksi. Modal menjadi faktor fundamental dalam pengembangan usaha karena berfungsi sebagai landasan untuk memenuhi kebutuhan operasional, investasi, dan ekspansi. Ketersediaan modal yang memadai dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas, sedangkan keterbatasan modal justru menghambat perkembangan usaha (Kase, 2020 dan Alamri & Sumual, 2. Beberapa studi mengonfirmasi adanya pengaruh positif modal terhadap pendapatan (Cahyani et al. , 2023. Arumsari, 2022. Puspa, 2. Namun, temuan lain menunjukkan hasil yang berbeda dengan menjabarkan dimana modal tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (Mboko et al. , 2023. Jalaliah et al. , 2. Selain modal, ketersediaan bahan baku juga berperan penting dalam menjaga keberlangsungan produksi UMKM. Bahan baku yang stabil dan terjangkau memungkinkan kelancaran proses produksi, khususnya di sektor kuliner. Akan tetapi, keterbatasan dan kenaikan harga bahan baku seringkali menjadi kendala serius bagi pelaku usaha. Beberapa penelitian terdahulu menyatakan bahan baku berpengaruh positif terhadap pendapatan (Jalaliah et al. , 2022. Puspa 2. , sementara penelitian lain justru menemukan tidak ada pengaruh signifikan (Cahyani et al. , 2023. Vera et al. , 2. Perbedaan temuan tersebut menunjukkan adanya research gap yang penting untuk dikaji lebih mendalam. Oleh karenanya, kajian ini dijalankan untuk menguji kembali pengaruh modal serta bahan baku atas pendapatan UMKM, dengan fokus kepada pedagang makanan pada Kecamatan Tondano Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi beberapa aspek penting terkait dengan pertumbuhan UMKM di Kecamatan Tondano Timur. Secara spesifik, penelitian ini mempunyai tiga tujuan dasar. Pertama, untuk menganalisis secara mendalam bagaimana modal memengaruhi pendapatan UMKM. Kedua, penelitian ini akan mengkaji pengaruh bahan baku terhadap pendapatan UMKM, untuk memahami sejauh mana ketersediaan dan kualitas bahan baku berperan dalam keberhasilan finansial mereka. Terakhir, penelitian ini akan menganalisis pengaruh simultan atau gabungan dari modal dan bahan baku terhadap pendapatan UMKM, menyuguhkan penjabaran yang lebih komprehensif mengenai aspek-aspek kunci yang secara bersamaan mendorong pertumbuhan pendapatan di sektor UMKM. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Secara teoretis, kajian ini bertujuan bisa memperkaya literasi mengenai aspekaspek yang memengaruhi pendapatan UMKM, kususnya dalam konteks daerah. Secara praktis, hasil kajian mampu menjadi masukan bagi pelaku usaha dalam mengelola modal dan bahan baku secara efektif, serta menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pemberdayaan UMKM yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan. TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS Teori Resource-Based View (RBV) Penelitian ini berlandaskan pada Resource Based View (RBV) yang dijelaskan oleh Wernerfelt . Teori ini menjelaskan bahwa sumber daya internal yang dikuasai entitas bisa menjadi dasar keunggulan kompetitif yang berkesinanbungan. Dalam konteks UMKM, sumber daya internal yang dimaksud adalah modal dan bahan baku. (Barney et , 2. menyatakan bahwa agar suatu sumber daya menjadi keunggulan kompetitif berkelanjutan, maka harus memenuhi empat kriteria VRIN: . Valuable . , yaitu mampu meningkatkan efisiensi atau efektivitas usaha. Rare . , tidak dimiliki oleh banyak pesaing. Inimitable . ulit ditir. Non-substitutable . idak tergantikan oleh sumber daya lai. Dalam penelitian ini, modal dianggap sebagai sumber daya yang valuable karena dapat membantu UMKM meningkatkan kinerja dan pendapatan, sedangkan bahan baku dianggap sebagai sumber daya yang rare karena akses terhadap bahan baku tertentu tidak dimiliki oleh semua pelaku usaha. Dengan demikian, teori RBV menjelaskan bahwa modal dan bahan baku merupakan sumber daya penting yang berpotensi memengaruhi pendapatan UMKM. Ketersediaan modal yang memadai dapat mendukung investasi dan ekspansi usaha, sementara bahan baku yang berkualitas dan stabil menjadi penentu kelancaran produksi serta kepuasan pelanggan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan. UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. UMKM bisa diartikan dalam berbagai penerapan yang beragam oleh beberapa Menurut (Sutrisni, 2. UMKM merupakan bentuk bisnis yang mempunyai aset,omset,dan tenaga kerja yang terbatas, tetapi memainkan peran penting dalam perekonomian nasional dan perekonomian global, karena pentingnya peran dari UMKM maka setiap tanggal 27 juni diperingati sebagai Hari UMKM yang secara resmi di deklarasikan oleh Majelis Umum PBB. Penetapan hari UMKM ini menunjukkan betapa besarnya kontribusi UMKM dalam mendukung perekonomian nasional maupun global (Laheba & Bacilius, 2. UMKM adalah perusahaan produktif yang memiliki karyawan atau mitra usaha yang memenuhi persyaratan untuk dapat dikategorikan sebagai usaha mikro. UU No. 20 Tahun 2008 secara rinci memuat informasi tentang UMKM. Berdasarkan undang-undang tersebut. UMKM terbagi atas tiga bagian: mikro, kecil, serta menengah (Kompas, 2. Modal Menurut KBBI. Modal yaitu jenis mata uang yang dapat dipergunakan sebagai alat ataupun pokok untuk bisnis, transfer uang, dan keperluan lainnya. Menurut Lestari . , modal adalah segala jenis kekayaan yang digunakan untuk meningkatkan output yang digunakan secara perlahan atau tidak digunakan sama sekali selama proses produksi. Modal bisnis menjadi satu aspek terpenting dalam strategi bisnis UMKM karena AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 perusahaan tidak bisa berjalan tanpa modal yang memadai. Modalitas bisnis besar atau kecil berdampak pada keberhasilan bisnis karena merupakan langkah pertama dalam memulai bisnis. Modal dalam bisnis dapat dilihat dalam berbagai cara, termasuk modal mengawali bisnis, modal menjalankan kebutuhan bisnis, serta modal untuk melaksanakan tugas sehari-hari (Agustina, 2. Modal adalah alat untuk memenuhi kebutuhan produksi, kebutuhan bahan bangunan, persyaratan pembayaran tempat kerja, dan kebutuhan lainnya. Bahan Baku Bahan baku . aw materi. didefinisikan sebagai sesuatu yang dipergunakan didalam proses produksi dan menjadi bagian yang terlihat pada produk akhir. Menurut (Jayatmaja, 2. , bahan baku ialah dasar yang dipakai didalam kegiatan produksi yang sedang berjalan. Umumnya. UMKM memperoleh bahan baku dari pembelian lokal, impor, atau bahkan mengelola sendiri. Mengutip (Sudarsono, 2. , bahan baku di kelompokkan atas dua jenis: bahan baku langsung, yaitu komponen yang menjadi cakupan dari produk akhir. dan bahan baku tidak langsung, ialah bahan yang mempunyai peran didalam proses produksi namun tidak terlihat dalam produk jadi, seperti bahan bakar atau pelumas. Pendapatan Financial Accounting Standard Board atau disebut FASB dalam Yusra . menjelaskan bahwa pendapatan merupakan arus kas masuk atau pertambahan harta yang memiliki tujuan untuk memberikan layanan dan sebagainya. Menurut Tuturoong et al. Pendapatan adalah aliran masuk aktiva yang muncul dari satu kegiatan yang dikerjakan selama kurun waktu tertemtu. Pendapatan yang didapat berupa uang, yangmana uang adalah media pembayaran ataupun bertransaksi. Pendapatan didalam kajian ini ialah pendapatan usaha yang didapatkan dari penghasilan penjualan makanan yang di kurangi total pengeluaran yang di keluarkan didalam tiap aktivitas produksi dan dinyatakan didalam rupiah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert kepada 35 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasi UMKM kuliner di Kecamatan Tondano Timur. Variabel penelitian terdiri atas variabel bebas yaitu modal (X. dan bahan baku (X. , serta variabel terikat yaitu pendapatan (Y). Definisi operasional variabel ditetapkan untuk mempermudah pengukuran, yakni modal diukur melalui kecukupan, akses, dan penggunaan modal. bahan baku diukur melalui ketersediaan, kualitas, serta stabilitas harga. dan pendapatan diukur melalui tingkat penjualan, keuntungan bersih, serta stabilitas pendapatan. Model penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan persamaan Y=b0 b1X1 b2X2 e, di mana Y adalah pendapatan. X1 modal. X2 bahan baku, dan e adalah error. Analisis data dilakukan melalui uji statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisita. , analisis regresi linear berganda, serta uji hipotesis yang meliputi uji F . , uji t . , dan koefisien determinasi (RA) untuk mengetahui sejauh mana modal serta bahan baku mempengaruhi pendapatan UMKM. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kajian ini mempunyai tujuan agar menjawab pertanyaan penelitian mengenai pengaruh modal serta bahan baku aatas pendapatan UMKM makanan pada Kecamatan Tondano Timur. Analisis data dilakukan melalui tahapan uji statistik, yaitu dari uji kualitas data, uji asumsi klasik serta uji hipotesis. setelah pengujian terlaksana maka data didalam kajian ini sudah memenuhi atau lulus pengujiam kualitas data dan juga pengujian asumsi klasik, sehingga bisa diteruskan ke pengujian selanjutnya. Karakteristik Responden penelitian ini terdiri atas 35 pelaku UMKM kuliner. Mayoritas responden adalah perempuan . %), berusia 40Ae49 tahun . %), dengan tingkat pendidikan terakhir SMP . %). Sebagian besar usaha telah berjalan 3Ae6 tahun . %) dengan kepemilikan usaha sendiri . %) dan pendapatan usaha berkisar Rp500. 000AeRp1. %). Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Variabel Minimum Maximum Mean Std. Deviation Modal (X. 21,00 42,00 33,09 4,88 Bahan Baku 35 (X. 11,00 28,00 23,42 4,57 Sumber: Hasil Olah Data . Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata modal (X. sebesar 33,09 dan bahan baku (X. sebesar 23,42 dengan variasi data yang relatif homogen . ihat Tabel . Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata responden memiliki kecukupan modal dan bahan baku yang cukup stabil dalam menjalankan usaha kuliner. Tabel 2. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Koefesien (B) t-hitung Sig. Keterangan Konstanta 5,296 Ae Ae Modal (X. 0,389 1,758 0,088 Tidak Signifikan Bahan (X. 0,851 2,815 0,008 Baku Signifikan Sumber: Hasil Olah Data . Hasil regresi (Tabel . menampilkan dimana modal memiliki koefisien positif sebesar 0,389 tetapi tidak signifikan terhadap pendapatan (Sig. = 0,088 > 0,. Sebaliknya, bahan baku (X. berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan dengan koefisien sebesar 0,851 (Sign. = 0,008<0,. Ini menyatakan bahwa kualitas dan ketersediaan bahan baku lebih menentukan pendapatan UMKM dibandingkan dengan besarnya modal. Tabel 3. Hasil Uji F dan Koefisien Determinasi Uji Nilai Sig. F-hitung 21,357 0,000 Model signifikan RA 0,572 Ae Sumber: Hasil Olah Data . Interpretasi Variasi pendapatan 57,2% AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Berdasarkan uji F, modal dan bahan baku secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM (F-hitung = 21,357 > F-tabel = 3,29. Sig. = 0,. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,572 menunjukkan bahwa 57,2% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh modal dan bahan baku, sedangkan 42,8% dipengaruhi faktor lain seperti lokasi, tenaga kerja, dan strategi pemasaran. Gambar 1. Hubungan Bahan Baku terhadap Pendapatan UMKM Hubungan antara bahan baku dan pendapatan divisualisasikan pada Gambar 1. Terlihat bahwa peningkatan bahan baku cenderung diikuti peningkatan pendapatan, yang memperkuat hasil regresi bahwa bahan baku merupakan faktor dominan bagi keberhasilan UMKM kuliner. Pembahasan Hasil penelitian ini memberikan beberapa temuan penting terkait aspek-aspek yang memengaruhi pendapatan UMKM kuliner pada Kecamatan Tondano Timur. Pertama, variabel modal tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Secara teoretis, modal sering dipandang sebagai faktor utama dalam mendorong pertumbuhan usaha karena menjadi sumber daya untuk membeli peralatan, menambah stok barang, maupun memperluas jaringan distribusi (Barney et al. , 2. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya modal yang dimiliki tidak otomatis meningkatkan pendapatan apabila tidak disertai kemampuan manajerial dan strategi penggunaan modal yang tepat. Kondisi ini didukung oleh penelitian Mboko et al. yang menemukan bahwa modal tidak selalu menjadi faktor dominan dalam meningkatkan kinerja UMKM, melainkan lebih ditentukan oleh efisiensi penggunaan modal tersebut. Demikian pula, penelitian Jalaliah et al. , . dan Ferdiani & Widiastuti . menegaskan bahwa modal tanpa diimbangi dengan kemampuan pengelolaan cenderung tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan. Kedua, variabel bahan baku terbukti berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Hasil ini memperlihatkan bahwa ketersediaan, kualitas, serta stabilitas harga bahan baku menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan UMKM. Apabila bahan baku mudah diperoleh, berkualitas baik, dan harganya stabil, maka UMKM dapat memproduksi makanan dengan konsisten dan menjaga kepuasan konsumen, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan. Temuan ini sejalan dengan teori Resource-Based AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 View yang menekankan bahwa keunggulan bersaing ditentukan oleh sumber daya yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak tergantikan (Barney et al. , 2. Penelitian Puspa . dan Prahastiwi & Balafif et al. juga menunjukkan bahwa bahan baku berkorelasi positif dengan pendapatan UMKM kuliner, karena konsumen semakin selektif dalam memilih produk makanan yang berkualitas. Dengan demikian, pengelolaan bahan baku menjadi faktor kunci yang tidak bisa diabaikan dalam pengembangan UMKM. Ketiga, secara simultan, modal dan bahan baku berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM, meskipun secara parsial hanya bahan baku yang berpengaruh. Hal ini menunjukkan adanya keterpaduan antar faktor produksi. Artinya, meskipun modal tidak signifikan secara sendiri-sendiri, keberadaannya tetap penting ketika dikombinasikan dengan bahan baku. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian Cahyani et al. Habriyanto et al. , dan Jalaliah et al. yang menegaskan bahwa pendapatan UMKM ditentukan oleh sinergi antar faktor produksi, bukan oleh satu faktor tunggal. Secara praktis, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pelaku UMKM di Kecamatan Tondano Timur sebaiknya lebih memprioritaskan strategi pengelolaan bahan baku, misalnya dengan membangun jaringan pemasok yang stabil, menjaga kualitas, serta melakukan inovasi produk agar tetap kompetitif. Modal memang penting, tetapi tanpa pengelolaan bahan baku yang efektif, pendapatan UMKM tidak akan meningkat secara Dengan kata lain, bahan baku menjadi faktor strategis yang dapat dijadikan pijakan utama dalam pengembangan UMKM kuliner di daerah tersebut. KESIMPULAN. SARAN DAN KETERBATASAN Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM kuliner di Kecamatan Tondano Timur. Hal tersebut mencerminkan bahwa besar atau kecilnya modal tidak serta merta menentukan tingkat pendapatan, yang kemungkinan disebabkan oleh faktor efisiensi penggunaan modal dan kemampuan manajerial pelaku usaha. Sebaliknya, bahan baku terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Semakin baik ketersediaan, kualitas, serta pengelolaan bahan baku, semakin besar pula peluang UMKM untuk meningkatkan pendapatan. Selain itu, modal dan bahan baku secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, yang berarti kombinasi keduanya tetap penting dalam menunjang keberhasilan usaha. Keterbatasan Dan Saran Kajian ini mempunyai keterbatasan dikarenakan hanya mengungkap dua variabel independen serta ruang lingkup yang terbatas pada UMKM kuliner di Kecamatan Tondano Timur. Oleh karenanya, peneliti berikutnya disarankan supaya menambahkan variabel lainnya, seperti strategi pemasaran, tenaga kerja, atau digitalisasi usaha, agar hasilnya lebih komprehensif dan dapat digeneralisasi ke wilayah yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA