Volume 6 Nomor 2 Oktober 2021 P ISSN : 2541-1179. E-ISSN : 2581-1711 Ojs :http://journal. uin-alauddin. id/index. php/instek/index Email : instek@uin-alauddin. IDENTIFIKASI KETEBALAN CAT DIES FRAME SPEAKER METODE PENGUKURAN DIMENSI AFTER & BEFORE MOCHAMMAD MUCHID1. NAVIK KHOLILI2. KRISNADHI HARIYANTO3 Prodi Teknik Mesin. Universitas Wijaya Putra. Jl. Pd. Benowo Indah No. 1-3, Benowo. Kec. Pakal. Kota Surabaya. Jawa Timur 60293 Prodi Teknik Industri, 3Universitas Wijaya Putra. Jl. Raya Benowo Jl. Pd. Benowo Indah No. Benowo. Kec. Pakal. Kota Surabaya. Jawa Timur Email: muchid@uwp. id, navikkholili@uwp. id, 3krisnadi@uwp. ABSTRAK Seiring dengan kemajuan teknologi kegagalan produk diakibatkan tampilan sebuah produk yang elegan akan menimbulkan permasalahn baru berdasarkan standart painting perusahaan tidak ada dan perubahan harga akan mempengaruhi material dimensi dan komposisi didalam pembuatannya menggunakan proses dies, salah satunya adalah speaker dimana dalam komponen partnya menggunakan sistem dies dan pelaisan cat pada frame. Pada frame 4 inch diperoleh hasil pengukuran menggunakan digimatic caliper sesudah dan sebelum dilakukan painting. Standart ketebalan cat pada perusahaan adalah 40 60 micron yang dikonversi menjadi 0. 12 mm dan hasil pengukuran berdasarkan 40 60 micron adalah 0. 08 dan 10 mm menunjukan hasil distribusi pelaspisan cat tercapai dengan baik dan untuk hasil pengukuran 40 60 micron adalah 0. 15 mm menunjukan hasil distribusi pelapisan cat dan 10 30 adalah sebesar 0. 07over jadi ada masalah dengan teknik pengukuran serta dimensi dies dan punch Kata Kunci: Dimensi. Material . Moulding. Pelapisan. Proses Produksi. Speaker PENDAHULUAN Speaker adalah perangkat keras yang dapat mengungah sinyal elektrik ke frekuensi audio melalui penggetar komponen berbentuk seperti membran atau conepaper . yang berfungsi menggetarkan udara sehingga mampu terdengar oleh gendang telinga kita. Komponen speaker mempunyai peranan masing-masing ada yang menggunakan material plastic injection, paper, aluminium dicast dari semua material komponen speaker perlu adanya penampilan yang elegan sehingga membutuhkan warna dengan adanya penambahan material yaitu dengan adanya pelapisan cat, pelapisan cat ini ketebalannya bervarian diantaranya 15 100, dan berikut ini susunan komponen yang ada didalam speaker. Volume 6 Nomor 2 Oktober 2021 P ISSN : 2541-1179. E-ISSN : 2581-1711 Ojs :http://journal. uin-alauddin. id/index. php/instek/index Email : instek@uin-alauddin. Gambar 1. Komponen Speaker Frame merupakan part speaker yang berfungsi sebagai tumpuan/landasan yang menyatukan semua part speaker dan sebagai part yang memberikan bentuk desain speaker, material yang digunakan adalah, besi, plastic injection atau aluminium, conepaer merupakan part speaker yang berfungsi sebagai penghasil suara speaker, material yang digunakan adalah kebanyakan dari paper, plastic injection atau dust cap merupakan part speaker yang berfungsi sebagai penutup bagian voice coil dan magnetic gap speaker agar benda asing tidak bisa masuk, material yang digunakan adalah paper, plastic injection, atau aluminium, spider merupakan part speaker yang berfungsi sebagai suspensi voice coil dan menjaga recone kit pada posisi tengan, material yang digunakan adalah cotton, nomex, polycotton, top plate merupakan part speaker yang berfungsi menyalurkan medan magnet dari magnet ke magnetic gap material yang digunakan adalah besi, magnet merupakan part speaker yang berfungsi sebagai medan magnet permanen pada speaker, material yang digunakan adalah ferrite atau neodyum, voice coil merupakan part speaker yang berfungsi menggerakan conepaper akibat beban electomagnetic, yoke merupakan part speaker yang berfungsi sebagai tumpuan atau landasan magnet, material yang digunakan adalah besi yang diproses dengan metode hot forging. Pada produk speaker pada umumnya menjual dalam bentuk Volume 6 Nomor 2 Oktober 2021 P ISSN : 2541-1179. E-ISSN : 2581-1711 Ojs :http://journal. uin-alauddin. id/index. php/instek/index Email : instek@uin-alauddin. komponen/part, speaker serta dalam bentuk terpasang di dalam box kayu, pada penjualan speaker tampilan menjadi point penting, dikarenakan semakin produk mempunyai tingkat kepresisian yang tinggi maka semakin pula produk akan dinyatakan sempurna. Produk yang bagus adalah produk yang sudah diberikan warna dengan proses painting dengan tujuan produk menjadi elegan dan menjadikan produk tahan dengan adanya proses karat, tetapi pada aktualnya setiap perusahaan tidak memiliki standart ketebalan cat serta toleransi digunakan. Pada pemasangan komponen frame dengan conepaper memiliki dimensi yang berbeda pada frame untuk bagian yang berhubungan dengan diameter dalam conepaper memilik dimensi 0 A0. 50 mm yang artinya batas atas 50, pada conepaper diameter luar atas adalah 50 dan batas bawah 50 dan batas 0A0. 50 mm yang artinya batas Gambar 2. Gap Toleransi antara Frame dengan Conepaper Dari penjelasan toleransi diatas dikhawatirkan bertemunya toleransi batas bawah pada frame 50 dengan toleransi batas atas pada conepaper 50 ini menyebabkan pada proses pemasangan conepaper menjadi sulit dikarenakan conepaper tidak masuk dalam frame, dan membuat proses produksi terhambat dikarenakan operator harus menekan conepaper sehingga mengakibatkan kerugian . oss tim. Proses pembuatan frame speaker ini menggunakan proses tooling yang terdiri dari dua bagian yaitu punch & die keduanya memiliki kekerasaan yang sama yaitu A58-62 Hrc, pembuatan frame menggunakan material plat lembaran dibentuk dan dipotong pada bagian dalam dan memotong pada bagian luar, dan dilanjutkan dengan proses yang lainnya sehinga membutuhkan mesin yang lainnya juga Volume 6 Nomor 2 Oktober 2021 P ISSN : 2541-1179. E-ISSN : 2581-1711 Ojs :http://journal. uin-alauddin. id/index. php/instek/index Email : instek@uin-alauddin. didalam proses tooling, dikarenakan pada mesin press yang ada selama ini hanya menggunakan pergerakan dari atas kebawah, dan berikut dibawah ini penjelasan proses pembuatan frame mulai dari material plat di potong terlebih dahulu Gambar 3. Proses Pembuatan Frame pada Dies Pada proses pembuatan frame speaker pada gambar A adalah proses cetak dan plong material, plat dipotong dengan bentuk kotak terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan proses pembentukan frame pada bagian dalam dan luar, pembentukan pada bagian luar terbentuk pada bagian tooling yang berwarna biru atau yang disebut dies yang mana didalamnya ada lubang screw berjumlah 4 pcs dan pembentukan bagian dalam pada bagian tooling yang berwarna merah atau disebut sebagai punch yang berfungsi menekan plat dan plong lubang dengan hasil produk sudah terbentuk dan lubang bagian bawah sudah terbentuk, tetapi lubang bagian dinding, lubang atas dan bibir frame masih berbentuk rectangle, maka dibutuhkan proses selanjutnya. Pada proses pembuatan frame speaker pada gambar B adalah proses plong/memotong, setelah proses cetak dan plong maka dilanjutkan dengan proses plong pada bagian screw dan plong bibir frame dimana bentuk Volume 6 Nomor 2 Oktober 2021 P ISSN : 2541-1179. E-ISSN : 2581-1711 Ojs :http://journal. uin-alauddin. id/index. php/instek/index Email : instek@uin-alauddin. tooling harus berubah nampak terlihat pada gambar yang berwarna biru adalah tempat menopang frame dan digunakan sebagai tempat plong lubang screw, pada bagian atas disebut juga sebagai punch berwarna merah yang berfungsi sebagai pemotong lubang screw dan bibir frame dengan hasil terbentuk bibir frame berbentuk circle dan lubang screw pada bagian atas. Pada proses pembuatan frame speaker pada gambar C adalah proses plong pada dinding, proses plong dinding frame ditopang dengan dies yang berwarna biru dan punch berwarna merah hasil dinding frame sudah terbentuk sesuai yang diharapkan, proses plong dinding membutuhkan proses lanjutan dikarenakan bentuknya berbeda dikarenakan adanya tempat terminal. Menurut Arsip Teknik, 2018 menyebudkan bahwa: Dies set adalah suatu alat potong juga bisa sebagai pembentuk atau alat untuk memotong atau membentuk dengan proses penekanan, sebagai contoh misalnya suatu plat lembaran . heet meta. dipotong/dibentuk sesuai yang diinginkan. Dalam operasional nya biasanya digerakkan oleh suatu alat atau mesin press . ress mekanik atau manua. Menurut Pamuji, 2018 Press tool berfungsi memproduksi ratusan atau bahkan ribuan dari komponen yang sama dalam waktu yang relatif singkat. Dies set digunakan untuk membuat komponen secara masal dengan ukuran dan bentuk yang sama dengan waktu yang relatif singkat, menghemat waktu pekerjaan, menghemat biaya produksi klasifikasi pekerjaan adalah simple tool dalam satu proses pengerjaan terdapat satu tooling. Pada proses tooling dipengerahui oleh ketebalan plat yang digunakan serta kemampuan mesin, pembelian material plat yang ada selama ini juga sering tidak sesuai harapan seiring dengan melonjaknya harga material plat tersebut sehingga berpengaruh terhadap komposisi material dan dimensi material lebih berkurang, sehingga mempengaruhi proses tooling dan hasil produk yang tidak sesuai serta proses pewarnaan pada produk tidak menggunakan satu jasa perusahaan yang akan mengakibatkan variasi ketebalan dan toleransi tooling tidak, pada penelitian ini menggunakan proses tooling. Didalam penelitian ini merumuskan permasalahan yaitu: berapakah dimensi produk yang sesungguhnya setelah dan sebelum Volume 6 Nomor 2 Oktober 2021 P ISSN : 2541-1179. E-ISSN : 2581-1711 Ojs :http://journal. uin-alauddin. id/index. php/instek/index Email : instek@uin-alauddin. dilakukan proses painting, berapakah dimensi tooling dan toleransi yang tepat sebelum dilakukan proses painting. VI. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan bentuk flowchart yang akan disajikan sebagai berikut dibawah ini Gambar 4. Flowchart Penelitian Berdasarkan diagram flowchart diatas untuk menentukan metode penelitian berdasarkan rumusan permasalahan penelitian maka diperlakukan langkah sebagai Volume 6 Nomor 2 Oktober 2021 P ISSN : 2541-1179. E-ISSN : 2581-1711 Ojs :http://journal. uin-alauddin. id/index. php/instek/index Email : instek@uin-alauddin. Pengukuran produk frame sesudah dilakukan proses cat dan pengukuran produk sebelum dilakukan proses cat yaitu dengan melakukan kegiatan membersihkan cat dari frame terlebih dahulu serta dilanjutkan pengukuran dengan letak dan bagian yang di ukur Desain produk frame yaitu kegiatan untuk melakukan sketsa pemodelan dari hasil pengukuran Analisa toleransi batas atas dan bawah yaitu melakukan kegiatan analisa dimensi frame dengan dipasangkan terhadap conepaper untuk didapatkan nilai penyimpangan dari dimensi tersebut dilanjutkan dengan pengolahan data dimensi pembuatan formula toleransi batas atas dan bawah Aplikasi formula dengan 2D drawing tooling membuktikan kebenaran dari analisa tersebut dengan assembly komponen Kesimpulan VII. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengukuran Produk Frame Sesudah dilakukan Proses Painting dan Sebelum Painting Speaker 4 Inch Pengukuran frame sebelum dan sesudah di painting . enggunakan proses celu. ini dilakukan menggunakan digimatic caliper digital 200 mm, jumlah sample yang diukur sebanyak 1 psc dengan melakukan pengukuran frame yang sudah dipainting terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan dengan menghilangkan bagian painting/dibersihkan dilanjutkan dengan pengukuran, dan berikut ini akan dijelaskan pada tabel sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Pengukuran Produk Sebelum dan Sesudah di Painting Nama Bagian yang Diameter luar frame Diameter lubang screw pada bibir frame Pcd lubang screw pada bibir frame Diameter dalam frame dengan conepaper Hasil Pengukuran Sesudah di Painting Hasil Pengukuran Sebelum di Painting Volume 6 Nomor 2 Oktober 2021 P ISSN : 2541-1179. E-ISSN : 2581-1711 Ojs :http://journal. uin-alauddin. id/index. php/instek/index Email : instek@uin-alauddin. Ketinggian total Ketinggian effektif Diameter dudukan pada Diameter lubang pada top plate Pcd lubang screw pada bibir frame Ketebalan Plat Berdasarkan data diatas maka dapat diketahui bahwa dimensi tooling pada diameter luar frame mendapatkan hasil sebesar 02 mm, diameter lubang screw pada bibir frame mendapatkan hasil sebesar 10 mm, diameter dalam frame yang bersinggungan dengan conepaper mendapatkan hasil sebesar 60 mm, ketingginan total frame mendapatkan hasil sebesar 33. 05 mm, diameter dudukan spider mendapatkan hasil sebesar 60 mm, diameter lubang pada top plate mendapatkan hasil sebesar 4. 15 mm dan ketebalan plat sebesar mendapatkan hasil 60 mm Hasil Desain Produk Frame Speaker 4 Inch Berdasarkan identifikasi pengukuran diatas maka dapat diperoleh dimensi produk yang seharusnya yaitu dimensi produk sebelum dilakukan proses painting, dan berikut dibawah ini hasil desain produk frame speaker 4 inch Gambar 5. Hasil Desain Produk Frame Speaker 4 Inch Volume 6 Nomor 2 Oktober 2021 P ISSN : 2541-1179. E-ISSN : 2581-1711 Ojs :http://journal. uin-alauddin. id/index. php/instek/index Email : instek@uin-alauddin. Pada gambar diatas dimensi produk sudah menyesuaikan hasil pengukuran setelah produk dibersihkan dari painting. Hasil Analisa Dimensi Produk Frame Speaker 4 Inch Berdasarkan pada data diatas maka dapat dipastikan penggunaan ketebalan cat pada produk adalah sebagai berikut dibawah ini: Ketebalan Cat untuk pada bagian diameter adalah menggunakan formula sebagai Didapatkan hasil dari diameter luar frame dengan ketebalan cat adalah = 50 Tabel 2. Hasil Analisa Dimensi Produk Frame Speaker 4 Inch Hasil Pengukuran Sesudah di Painting Diameter luar frame Diameter screw pada bibir Pcd lubang screw pada bibir frame Diameter dengan conepaper Ketinggian total Ketinggian effektif Diameter dudukan pada spider Diameter pada top plate Pcd lubang screw pada bibir frame Ketebalan Plat Nama Bagian yang diukur Hasil Pengukuran Sebelum di Painting Hasil Ketebalan Painting Hasil Konversi Volume 6 Nomor 2 Oktober 2021 P ISSN : 2541-1179. E-ISSN : 2581-1711 Ojs :http://journal. uin-alauddin. id/index. php/instek/index Email : instek@uin-alauddin. Vi. KESIMPULAN Berdasarkan standart painting pada perusahaan menggunakan sistem celup 60 micron atau sebesar 0. 12 mm. Berdasarkan tabel hasil analisa dimensi diatas point nomer 1, 2, 3, 6, 9 hasil pengukuran selisih 0. 10 mm itu artinya proses celup painting sudah tercapai dengan baik Pada point nomer 4 dan 8 hasil pengukuran selesih 0. 15 - 0. 20 mm yang artinya ketebalan cat melebihi dari standart maka bisa dipastikan bahwa terjadi kesalahan dimensi pada dies atau salah pengukuran dimensi dan Pada point nomer 5 hasil pengukuran selisih 0. 05 mm, itu artinya ketebalan cat dimensi pada punch/dies tidak tercapai DAFTAR PUSTAKA