Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarifBaturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Original Article SELF-EFFICACY AND DIETARY ADHERENCE IN PATIENT WITH DIABETES MELLITUS: A CROSS SECTIONAL STUDY Efikasi Diri Dan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Mellitus: Sebuah Studi Cross Sectional Serli Kause1. Theodehild M. Theresia Dee2. Priska K. Lette3 Program Studi Ilmu Keperawatan. STIKES Maranatha Kupang 1,2,3 *Corresponding Author: Theodehild M. Theresia Dee Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Maranatha Kupang Email: ersidee@gmail. Keyword: Diabetes Mellitus. Dietary Adherence. Self Efficacy Kata Kunci: Diabetes Mellitus. Efikasi Diri. Kepatuhan Diet AThe Author. 2025 Abstract Diabetes mellitus is a non-communicable disease with a steadily increasing prevalence. Diet management plays an pivotal role in controlling blood glucose and preventing complications, but patient compliance still varies. Self-efficacy is a major factor that influences the success of diet management. The purpose of this study is to investigate the correlation between self-efficacy and dietary management in individuals with diabetes A descriptive cross-sectional study was conducted from March to April 2024 involving 181 respondents within the working area of Pasie Panjang Public Health Center. Data were analyzed using the Spearmen rank correlation test. The finding showed that 5% of patients had moderate self-efficacy, while 51. 4% had high dietary compliance. There was a significant relationship between self-efficacy and diet adherence . =0. r=0. , indicating a strong correlation. Individuals with high self-efficacy tended to be more compliant in following their diet, while low self-efficacy was associated with low diet Thus, increasing self-efficacy needs to be a focus in interventions to improve diet compliance in individuals with diabetes mellitus. Abstrak Article Info: Received : August 25, 2025 Revised : September 3, 2025 Accepted : September 17, 2025 Cendekia Medika: Jurnal STIKes AlMaAoarif Baturaja e-ISSN : 2620-5424 p-ISSN : 2503-1392 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. Diabetes mellitus adalah penyakit tidak menular dengan angka kejadian yang terus Manajemen diet berperan penting dalam pengendalian glukosa darah dan pencegahan komplikasi, namun kepatuhan pasien masih bervariasi. Efikasi diri menjadi faktor utama yang memengaruhi keberhasilan penatalaksanaan diet. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara efikasi diri dengan penatalaksanaan diet pada pasien diabetes mellitus menggunakan desain cross sectional deskriptif dengan 181 responden di wilayah kerja Puskesmas Pasir Panjang. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2024. Analisis statistik menggunakan uji spearman rank 5% pasien memiliki efikasi diri sedang, sedangkan 51. 4% memiliki kepatuhan diet tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara efikasi diri dan kepatuhan diet . =0. r=0. , yang menunjukan korelasi yang sangat kuat. Pasien dengan efikasi diri tinggi cenderung lebih patuh dalam menjalankan diet, sedangkan efikasi diri rendah berhubungan dengan kepatuhan diet rendah. Dengan demikian, peningkatan efikasi diri perlu menjadi perhatian dalam intervensi untuk mendukung kepatuhan diet pasien diabetes mellitus. PENDAHULUAN Angka kematian akibat diabetes mellitus (DM), suatu penyakit kronis tidak menular, terus meningkat setiap tahun. Masalah ini tidak hanya menjadi fokus perhatian di Indonesia tetapi juga secara global. Secara International Diabetes Federation . menunjukkan bahwa pada tahun 2021 prevalensi diabetes mellitus mencapai 537 juta orang dewasa. Berdasarkan hasil pengukuran glukosa darah dalam Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 Auprevalensi diabetes mellitus pada usia lebih dari 15 tahun mencapai 11,7 %Ay. Data Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggra Timur menunjukkan pada tahun 2018, terdapat 74. 867 penderita DM. Kota Kupang merupakan wilayah dengan prevalensi DM terbanyak di Nusa Tenggara Timur yaitu mencapai 29. 242 orang. Diabetes mellitus (DM) menjadi faktor utama penyebab kebutaan, gagal ginjal, penyakit jantung, stroke, juga amputasi . https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarifBaturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Angka kematian akibat diabetes mellitus mencapai 6,5 juta kematian . Tatalaksana diabetes mellitus diperlukan untuk mengontrol angka kesakitan dan angka kematian akibat diabetes mellitus. Dalam proses perawatannya, pasien diabetes mellitus harus menjalankan program terapi yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Penatalaksanaan nutrisi merupakan salah satu pilar tatalaksana diabetes mellitus. Pasien DM perlu memperhatikan jadwal makan, jenis dan jumlah kalori. Tatalaksana nutrisi bertujuan mengendalikan glukosa darah dan mencegah komplikasi pada penderita DM. Penelitian menemukan bahwa Auterdapat hubungan antara kepatuhan diet dan kontrol glikemik pada pasien diabetes mellitusAy. Pasien DM yang patuh dalam menjalankan diet yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan memiliki kontrol glikemik yang baik . Diet yang tepat terbukti efektif mengontrol glukosa darah pada pasien DM, namun kepatuhan pasien masih rendah. Sebuah Aurendahnya kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitusAy. Beragam faktor memengaruhi penatalaksanaan diet pada pasien DM, psikologis, serta dukungan keluarga yang berkaitan dengan kepatuhan diet. Selain faktor-faktor tersebut, hasil penelitian menemukan bahwa Auefikasi diri memiliki hubungan dengan kepatuhan manajemen diri pada pasien diabetes mellitusAy. Menurut Bandura et al. Auefikasi diri merupakan keyakinan seseorang akan kemampuan dirinya dalam melakukan tindakan atau tugas tertentuAy. Individu berefikasi diri tinggi cenderung termotivasi mencapai tujuan, sedangkan yang rendah mudah menyerah dan gagal. Jabbar . dalam penelitiannya menemukan adanya kontribusi faktor efikas diri terhadap kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus . Junaidin . juga menemukan hasil yang sama yaitu adanya keterlibatan efikasi diri dalam kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus . Faktor efikasi diri memiliki peranan penting dalam penatalaksanaan diet pasien diabetes Oleh karena itu eksplorasi lebih lanjut mengenai hubungannya dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus perlu dilakukan guna memberikan acuan dalam pengembangan intervensi yang bertujuan meningkatkan kepatuhan diet pasien diabetes mellitus. Data studi pendahuluan menunjukkan bahwa dalam 10 bulan terakhir (Januari sampai Oktober 2. terdapat 327 pasien diabetes mellitus di Puskesmas Pasir Panjang. Pada 5 orang pasien yang diwawancara, mereka mengungkapkan telah mengetahui tentang tatalaksana diet yang perlu dilakukan oleh pasien DM namun mereka sendiri tidak bisa melakukannya. Berdasarkan ulasan sebelumnya, maka keterkaitan antara efikasi diri dengan kepatuhan diet pada pasien DM. METODE Penelitian ini dilaksanakan pada MaretAe April observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel yang diteliti meliputi efikasi diri serta kepatuhan diet pada 181 pasien DM di Puskesmas Pasir Panjang. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling. Adapun kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasien dengan DM berdasarkan diagnosis dokter lebih dari 6 bulan, pasien DM berusia lebih dari 15 tahun dan merupakan pasien yang menjalani perawatan rutin di Puskesmas Pasir Panjang. Kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah pasien DM yang mengalami gangguan jiwa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yaitu Diabetes Management Self Efficacy Scale (DSMES) digunakan untuk menilai efikasi diri pasien. Kuesioner Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ) untuk mengukur kepatuhan penatalaksanaan diet pasien diabetes mellitus. Pengisian https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarifBaturaja Volume 10 Number 2: September 2025 kuesioner dilakukan oleh pasien dan didampingi oleh peneliti. Setelah data menggunakan uji spearman rank dengan SPPS software. Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan kaidah etik penelitian yaitu anonimity, informed kebermanfaatan dan tidak merugikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian telah disajikan dalam tabel 1 dan 2. Tabel 1 Data Karakteristik Responden Data Karakteristik responden 36-45 tahun . ewasa menenga. 46-59 tahun . ewasa akhi. 60-69 tahun . oung ol. 70-79 tahun . iddle ol. Laki-laki Perempuan Pendidikan dasar Pendidikan menengah Pendidikan tinggi < 5 tahun 6-10 tahun >10 tahun OHO Insulin Kombinasi Total Usia Jenis kelamin Tingkat pendidikan Lama menderita diabetes mellitus Jenis obat yang dikonsumsi Tabel responden dari usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama menderita diabetes mellitus dan jenis obat yang dikonsumsi. Hasil menunjukkan bahwa Aupaling banyak responden berada pada rentang usia 60-69 tahun . ,6%)Ay. Meyoritas responden berjenis kelamin perempuan . %), memiliki tingkat pendidikan dasar . %), lama menderita DM < 5 tahun . ,5%), jenis obat yang dikonsumsi adalah kombinasi OHO dan insulin . ,7%). https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarifBaturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Tabel 2 Hubungan Efikasi Diri dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Kepatuhan Diet Rendah Tinggi Efikasi Diri Rendah Sedang Tinggi Total Tabel 2 menunjukkan 66 . ,5 %) pasien DM berefikasi diri dalam kategori sedang serta mayoritas responden mempunyai kepatuhan diet yang tinggi yaitu 93 responden . ,4 %). Hasil analisis menunjukan p=0. O0. , koefisien 785 . Analisis menunjukkan adanya korelasi yang sangat kuat dan bermakna antara efikasi diri juga penatalaksanaan diet pasien DM di Puskesmas Pasir Panjang dimana memiliki korelasi yang sangat kuat dan hubungan searah dimana semakin tinggi efikasi diri maka kepatuhan diet pasien pun semakin Efikasi Diri Mellitus Pada Pasien Diabetes Data menunjukan sebagian responden berefikasi diri sedang . ,5 %). Hasil penelitian dari Walia et al. menemukan bahwa Auterdapat 57,6 % dari 92 pasien diabetes mellitus memiliki efikasi diri yang rendahAy. Didukung penelitian di Saudi Arabia dimana sekitar 53 % pasien DM berefikasi diri rendah . StudiLo et al. menunjukan Aupasien diabetes mellitus masih memiliki efikasi diri yang rendahAy. Hambatan yang dialami pasien DM sering menurunkan kepercayaan diri dalam melakukan perawatan diri. Efikasi diri merupakan keyakinan individu pada kemampuannya mencapai hasil positif melalui proses kognitif, motivasional, afektif, serta seleksi. Terbentuknya efikasi diri dipengaruhi pengalaman langsung individu tentang kesuksesan atau kegagalan di masa lalu, pengalaman tidak langsung yang berasal dari orang lain dan persuasi verbal . Sebuah Total p-value Koefisien Korelasi faktor jenis kelamin dan pendidikan mempengaruhi efikasi diri pasien diabetes Pasien diabetes mellitus laki-laki berefikasi diri lebih tinggi dibandingkan Pasien DM berpendidikan tinggi cenderung memiliki efikasi diri lebih . Pasien diabetes mellitus dengan tingkat pendidikan tinggi umumnya memiliki literasi kesehatan yang baik sehingga mereka lebih mampu untuk mengelola informasi, memahami saran dan efek positif dari instruksi yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Efikasi diri mempengaruhi kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas tertentu dengan tujuan yang baik. Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Mellitus Terdapat 181 orang pasien DM yang menjadi responden penelitian dan 51,4 % diantaranya memiliki kepatuhan diet yang Penelitian yang dilakukan di sebuah klinik penyakit dalam pada Rumah Sakit di Serang. Indonesia menemukan bahwa 88,9 % kepatuhan diet yang baik. Pasien diabetes mellitus membatasi konsumsi makanan berlemak dan karbohidrat, bahan makanan dan minum dengan kadar gula yang tinggi. Pasien mengkonsumsi buah, sayuran dan makanan tinggi serat . Hasil berbedaditunjukan penelitian pada 204 pasien DM, dimana hanya 15,7 % yang patuh terhadap diet rekomendasi tenaga kesehatan . Selaras dengan temuan Atosona et al. dimana Aupasien diabetes mellitus memiliki kepatuhan diet yang tinggiAy. Faktor usia dan tingkat pendidikan turut mempengaruhi https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarifBaturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Semakin bertambahnya usia, maka kepatuhan terhadap diet semakin menurun. Pasien dengan pendidikan menengah lebih patuh menjalani diet dibandingkan mereka tanpa pendidikan formal. peran efikasi diri dalam perilaku perawatan diri pasien DM. Efikasi diri memengaruhi perawatan diri pasien DM, meliputi terapi obat, kontrol glukosa, nutrisi, aktivitas fisik, dan perawatan kaki. efikasi diri tinggi meningkatkan kualitas perawatan diri. Perilaku kepatuhan diet dipengaruhi oleh Pertambahan penurunan proses metabolisme, penurunan nafsu makan dan fungsi pengecapan. Oleh karena itu seseorang lanjut usia bisa saja tidak mematuhi aturan diet yang diberikan. Fungsi kognitif juga mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Individu cenderung tidak bisa mengingat saran diet yang diberikan tenaga kesehatan , sehingga tidak dapat menjalankannya. Keterbatasan fisik pada pasien usia lanjut juga menjadi faktor penghambat bagi pasien dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Hasil penelitian ini tidak berbeda dengan penelitian sebelumnya, dan semakin memperkuat bukti keterlibatan atau kontribusi faktor psikologis yaitu efikasi diri terhadap kepatuhan diet pasien diabetes Hal ini telah dijelaskan oleh Bandura yaitu efikasi diri merupakan faktor determinan perilaku kesehatan. Efikasi diri menjadi faktor penting dalam keberhasilan penatalaksanaan diet pada pasien DM, di mana efikasi diri tinggi mencerminkan keyakinan individu mampu melaksanakan tindakan sesuai tujuan. Pasien DM dengan memecahkan masalah, termotivasi, dan mengatasi hambatan dalam mengikuti diet sesuai anjuran tenaga kesehatan. Keyakinan pasien akan kemampuan dirinya dalam mengatur pola makan, memilih jenis makan dan keteraturan dalam menjalani diet yang tepat merupakan unsur penting dalam manajemen diri pasien diabetes mellitus. Aspek psikologis seperti efikasi diri dapat meningkatkan kepatuhan diet pasien diabetes mellitus dimana kedepannya pengembangan intervensi dapat difokuskan pada peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri pasien DM dalam melaksanakan diet sesuai anjuran. Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Mellitus Penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara efikasi diri dan kepatuhan diet pada pasien DM, dengan koefisien korelasi 0,785 yang menandakan hubungan sangat kuat. Penelitian terdahulu juga menemukan hasil dimana Auterdapat hubungan positif yang sangat kuat antara efikasi diri dengan perilaku perawatan diri pada pasien diabetes mellitus dengan koefisien korelasi Pearson sebesar 0. 84Ay. Penelitian He et . juga menemukan Auterdapat hubungan yang positif antara efikasi diri dan perilaku manajemen diri pasien diabetes mellitus yang meliputi diet, aktvitas fisik dan perawatan kakiAy. Penelitian yang berfokus pada pasien diabetes mellitus usia dewasa ini menemukan bahwa pasien diabetes mellitus dengan usia dewasa cenderung lebih percaya diri dalam melakukan perawatan diri dibanding dengan lanjut Penelitian yang dilakukan pada individu usia lanjut juga menunjukkan KESIMPULAN Adanya korelasi yang sangat kuat dan bermakna antara efikasi diri dan kepatuhan diet pasien diabetes mellitus. Semakin tinggi efikasi diri, semakin tinggi pula kepatuhan diet pasien diabetes mellitus. SARAN Penelitian mengeksplorasi kontribusi faktor-faktor lain seperti sosiodemografi, psikologis dan https://jurnal. id/index. php/cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarifBaturaja Volume 10 Number 2: September 2025 penatalaksanaan diet pasien diabetes Selain itu, intervensi guna meningkatkan efikasi diri dapat diterapkan sebagai strategi meningkatkan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus. DAFTAR PUSTAKA