Ulfa Afriyani1. Yeni Karneli2 COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling 3 . : 8-15 PENGARUH COPING STRESS TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI FKIP UHAMKA Ulfa Afriyani1. Yeni Karneli2 Universitas Negeri Padang Email:ulfaafriyani72@gmail. Info Artikel ____________ Riwayat Artikel Diterima: 2 Juni 2021 Disetujui: 7 Oktober 2021 Publikasi: 28 Juni 2022 ____________ Abstrak ____________________________________________________ Mahasiswa memiliki tugas dan tanggung jawab dibidang akademik maupun non akademik. Tugas akademik seorang mahasiswa tidak lepas dari kewajibannya dalam menyelesaikan semua tugas perkuliahan. Pada kenyataannya, tidak semua mahasiswa dapat menyelesaikan tugas perkuliahan secara benar dan tepat waktu. Terdapat beberapa mahasiswa masih terlambat atau menunda-nunda mengumpulkan tugas, salah satunya dalam menyelesaikan tugas skripsi. Penundaan tugas ini disebut dengan prokrastinasi akademik. Mahasiswa yang menyusun skripsi akan mengalami beberapa gejala stres ringan. Dalam kondisi tersebut, setiap mahasiswa harus memiliki strategi dalam mengatasi stresnya. Strategi yang digunakan oleh individu dalam mengatasi stres disebut coping stress. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menemukan pengaruh coping stress terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa BK yang sedang menyusun skripsi tahun ajaran 2020-2021, di kampus FKIP Uhamka. Populasi penelitian ini berjumlah 110 mahasiswa, dengan 53 mahasiswa terpilih sebagai sampel Teknik sampling menggunakan simple random sampling melalui perhitungan sesuai dengan rumus Slovin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Setelah data dianalisis melalui uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian dilakukan uji hipotesis. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh skor t senilai 26,388 dengan sig. sebesar 0,000. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa H1 di terima. Coping stress memberikan pengaruh sebesar 26,38 % terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa BK yang sedang menyusun skripsi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh signifikan secara negative antara coping stress terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa BK yang sedang menyusun skripsi. Maknanya adalah semakin rendah coping stress yang dimiliki akan semakin tinggi kecenderungan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi untuk melakukan prokrastinasi akademik. Kata kunci : Coping Stress. Prokrastinasi Akademik. Mahasiswa. Abstract Students have duties and responsibilities in academic and non-academic fields. The academic task of a student cannot be separated from his obligation to complete all lecture assignments. In fact, not all students can complete lecture assignments correctly and on time. There are some students who are still late or procrastinating in collecting assignments, one of which is in completing thesis assignments. This procrastination is called academic procrastination. Students who compose a thesis will experience some symptoms of mild stress. In these conditions, every student must have a strategy in dealing with stress. The strategy used by individuals in dealing with stress is called coping stress. The purpose of this study was to find out the effect of coping stress on academic procrastination in BK students who are preparing a thesis for the 2020-2021 academic year, at the FKIP Uhamka campus. The population of this study amounted to 110 students, with 53 students selected as the research sample. The sampling technique uses simple random sampling through calculations according to the Slovin formula. This study uses a quantitative approach with the ex post facto method. After the data was analyzed through the normality test and homogeneity test, then the hypothesis was tested. Based on the calculation results, obtained a t-score of 26,388 with sig. Thus, it can be stated that H1 is accepted. Coping stress has an effect of 26. 38% on academic procrastination in BK students who are preparing thesis. Therefore, it can be concluded that there is a significant negative effect between coping stress on academic procrastination in BK students who are writing a thesis. The meaning is that the lower the coping stress, the higher the tendency of students who are preparing their thesis to do academic procrastination. Keywords: Coping Stress. Academic Procrastination. BK Students who are preparing a Thesis A 2022 Universitas Tunas Pembangun Surakarta ISSN: 2746-3532 (Onlin. ISSN: 2807-2235 (Prin. Ulfa Afriyani1. Yeni Karneli2 COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling 3 . : 8-15 PENDAHULUAN Mahasiswa adalah siswa yang belajar pada perguruan tinggi, memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. Mahasiswa memiliki kewajiban, salah satunya mengikuti perkuliahan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Menjadi mahasiswa di perguruan tinggi selalu memiliki tugas dan tanggung jawab dibidang akademik maupun non akademik. Tugas akademik seorang mahasiswa tidak lepas dari kewajibannya untuk menyelesaikan semua tugas perkuliahan yang telah diberikan oleh dosen (Zahri. Yusuf, & Neviyarni, 2. Pada kenyataannya, tidak semua mahasiswa dapat menyelesaikan tugas perkuliahan secara benar dan tepat waktu, terutama dalam bidang akademik. Terdapat beberapa mahasiswa masih terlambat atau menunda-nunda mengumpulkan tugas, salah satunya dalam menyelesaikan tugas skripsi. Penundaan tugas ini yang sering disebut dengan prokrastinasi akademik (Kagan, dkk 2. Prokrastinasi merupakan tindakan sia-sia menunda tugas sampai menimbulkan ketidaknyamanan (Atmoko, 2. Prokrastinasi akademik memberikan dampak negatif bagi para mahasiswa, yaitu banyaknya waktu yang terbuang tanpa menghasilkan sesuatu yang berguna (Damri, dkk. Kecemasan atas kekhawatiran pada tugas akan menyebabkan seorang mahasiswa menjadi seorang prokrastinator atau seseorang yang melakukan prokrastinasi dalam kegiatan akademik, terutama dalam menyelesaikan penulisan skripsi. Ada beberapa faktor sebagai pemicu terjadinya prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Kondisi fisik, psikologis, lingkungan dan keluarga dapat menjadi pemicu bagi seorang mahasiswa memungkinkan untuk melakukan prokrastinasi akademik. Pada umumnya, mahasiswa yang menyusun skripsi akan mengalami beberapa gejala stres ringan. Timbulnya stres ringan dapat diakibatkan adanya kesulitan dalam pengerjaan penyusunan skripsi. Kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa, seperti mencari judul skripsi, perumusan masalah, hingga mencari literatur yang berkaitan dengan materi skripsi. Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian Rizki, 2014 bahwa perolehan hasil penelitian menunjukkan ada beberapa faktor penyebab prokrastinasi akademik, salah satunya yakni Stress and fatigue . Salah satu faktor ini, dapat menyebabkan mahasiswa menunda menulis skripsi hingga memutuskan untuk tidak menyelesaikan skripsinya. Dalam kondisi tersebut, setiap mahasiswa harus memiliki strategi dalam mengatasi stresnya. Strategi yang digunakan oleh individu dalam mengatasi stres inilah yang disebut coping stress (Juli, 2. Coping adalah respon individu terhadap situasi yang dapat mengancam dirinya, baik secara fisik maupun psikologis. Coping stress merupakan sebutan untuk upaya dalam mengatasi stres. Tujuan dari coping yang dilakukan adalah untuk mengurangi rasa stres yang dialaminya, upaya-upaya tersebut akan mempengaruhi langsung terhadap penyelesaian masalah . atau hanya sekedar upaya individu mengalihkan masalah yang dialaminya. Coping stress ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan, perkembangan usia, dan status sosial ekonomi (Wiari, 2. Mahasiswa perlu melakukan Coping Stress dengan baik pada dirinya, agar mampu mengendalikan kecemasan yang sedang dirasakan, terutama dalam menyusun skripsi. Dengan begitu, mahasiswa akan mampu mengendalikan dirinya terhadap permasalahan ataupun kecemasan yang sedang dirasakan, terutama pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsin. Bersadarkan survei singkat yang telah dilakukan oleh peneliti, bahwa beberapa mahasiswa Bimbingan Konseling cenderung menunda Ae nunda dalam pengajuan proposal Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa BK angkatan 2020 yang sedang menyusun skripsi. Ulfa Afriyani1. Yeni Karneli2 COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling 3 . : 8-15 METODE Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, yaitu data penelitian disajikan menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap suatu data penelitian serta penampilan hasilnya. Bentuk pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif atau penelitian asosiasi kausal. Penelitian asosiasi kausal merupakan hubungan yang bersifat sebab akibat. Informasi yang disampaikan dalam penelitian akan disampaikan dalam bentuk angka dan dianalisis berdasarkan analisis Populasi yang digunakan merupakan mahasiswa BK Uhamka angkatan 2020 yang sedang menyusun Skripsi, terdiri dari Kelas A. Kelas B. Kelas C, dan Kelas D dengan jumlah sebanyak 110 mahasiswa. Gambaran tentang populasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 1. Populasi mahasiswa BK Uhamka angkatan 2020 yang sedang menyusun Skripsi No. Kelas Jumlah 27 mahasiswa 30 mahasiswa 28 mahasiswa Jumlah 25 mahasiswa 110 mahasiswa Sampel penelitian menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling. Teknik simple random sampling merupakan pengolahan sampel yang diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi, sehingga masing-masing individu dalam populasi mendapatkan peluang yang sama untuk terpilih sebagai subjek penelitian. Cara perolehan jumlah sampel yang akan terpilih peneliti menggunakan rumus Slovin. Dari perhitungan tersebut, diperoleh hasil senilai 52,38. Hasil dibulatkan ke atas maka sampel ditentukan menjadi 53 responden. Pengambilan data variabel menggunakan instrumen berupa angket, yang akan disebar melalui google docs. /form. Isi instrumen merupakan sekumpulan pernyataan yang mewakili tiap-tiap indikator tertentu pada masing-masing variabel guna didapatkan informasi dari Pernyataan yang disajikan berupa pernyataan tertutup, yakni telah disediakan jawaban alternatif oleh peneliti, sehingga memudahkan responden untuk memilih jawaban yang sesuai dengan kondisi dirinya. Jawaban alternatif sekaligus pemberian skor yang diberikan oleh peneliti mengacu pada skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur Pengujian persyaratan analisis data melalui dua tahap yakni. Uji Normalitas One Sample Kolmogorov Ae Smirnov Test dan Uji Homogenitas. Kedua uji ini akan dianalisis menggunakan software IBM SPSS 21. 0 for windows. Setelah itu, dilakukan pengujian hipotesis menggunakan Analisis Uji T-Test. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian disajikan dalam bentuk data untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Jumlah sampel atau responden sebanyak 53 dari keseluruhan populasi sebanyak 110 mahasiswa BK angkatan 2020 yang sedang menyusun Skripsi. Hasil perolehan data angket yang telah disebarkan melalui google docs. /form dapat dilihat pada tabel 2. Ulfa Afriyani1. Yeni Karneli2 COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling 3 . : 8-15 No. Nama LDG UFM USH DSO YLI END AFN ADL ADP Tabel 2. Perolehan Skor Responden Perolehan skor responden pada skala Coping stress . dan prokrastinasi . No. Nama CHA SBY ANN ANF NSS ARY SFO NML WSK NAS YPS NDY SVN FDR FWN NDR TOTAL Setelah dilakukan penyebaran angket kepada 53 mahasiswa BK angkatan 2020, diperoleh skor coping dan prokrastinasi pada setiap responden. Selanjutnya, skor akan diinterpretasikan menggunakan skala yang terdapat pada tabel 3. Tabel 3. Kategorisasi Interpretasi Variabel Skala Coping Stress Skala Prokrastinasi Akademik 40 Ae 80 Rendah 31 Ae 62 Rendah 81 Ae 120 Sedang 63 Ae 93 Sedang 121 Ae 160 Tinggi 94 Ae 124 Tinggi Rata - rata Tinggi Rata Ae rata Sedang Hasil analisis korelasi menunjukkan, bahwa terdapat pengaruh antara coping stress terhadap prokrastinasi akademik. Coping stress merupakan sebutan untuk upaya dalam mengatasi stres. Sedangkan, prokrastinasi akademik merupakan upaya seorang individu untuk melakukan penundaan dari tugas akademik yang harus diselesaikan. Hasil penelitian pada variabel prokrastinasi akademik, diketahui bahwa mahasiswa BK angkatan 2020 melakukan prokrastinasi akademik di kategorisasi sedang. Diperoleh presentase sebanyak 32% melakukan prokrastinasi functional procrastination . rokrastinasi yang bertujua. , dan 68% melakukan dysfunctional procrastination . rokrastinasi tidak Di mana, persentase tertinggi pada indikator kesenjangan waktu antara rencana dengan kinerja aktual sebesar 33% dan skor terendah pada indikator melakukan aktivitas lain senilai 12%. Jenis Prokrastinasi dapat dibedakan melalui fungsinya. Ferrari, 2000 membagi prokrastinasi menjadi dua jenis, yakni pertama functional procrastination, yaitu perilaku yang Ulfa Afriyani1. Yeni Karneli2 COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling 3 . : 8-15 memiliki peluang pasti dan memiliki tujuan untuk menunda, namun membutuhkan penyelesaian segera. Menunda yang dimaksud disini, yaitu menunda mengerjakan tugas untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat. Kedua, disfunction procrastination yaitu perilaku yang memiliki peluang besar untuk menunda dalam penyelesaian, namun tidak memiliki alasan dan tujuan yang masuk akal terhadap upaya penyelesaian (Ghufron dan Rini. Faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik, antara lain faktor internal maupun Faktor penyebab proktastinasi pada kondisi internal individu yaitu, terdapat stress . dan kondisi psikologisnya. Stres merupakan fenomena individual dan menunjukkan respons individu terhadap tuntutan lingkungan (Namora. Individu yang menderita stress atau fatigue akan cenderung melakukan prokrastinasi lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang tidak menderita stress. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hanifah, 2015 bahwa penyebab prokrastinasi akademik pada mahasiswa adalah faktor fisik, di mana mahasiswa merasa lelah . , ngantuk dan capek karena berbagai aktivitas yang dilakukan dapat menimbulkan rasa malas, serta kurangnya motivasi mengerjakan tugas kuliah. Selain itu. Macini 2008 menyatakan faktor lingkungan dapat mempengaruhi seseorang dalam pengelolaan waktu. Faktor lingkungan yang dapat mempegaruhi antara lain, pengaruh teman sebaya, dukungan sosial, serta pola asuh orang tua. Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi prokrastinasi akademik, seperti gaya asuh orang tua dan kondisi lingkungan. Mahasiswa yang mengalami stres tugas akan melakukan coping untuk mengurangi tekanan yang dialaminya. Faktor faktor yang dapat menyebabkan stres, seperti adanya konflik, tekanan, hingga ancaman. Individu yang tidak mampu mengatasi keadaan emosi yang tidak stabil akan mudah terkena distress, tetapi individu yang mampu mengatasinya akan terhindar dari stres tersebut (Namora, 2. Oleh karena itu, setiap mahasiswa perlu melakukan coping . pada dirinya. Berdasarkan perolehan skor responden (Tabel . dan kategorisasi interpretasi variabel (Tabel . , bahwa mahasiswa BK angkatan 2020 yang sedang menyusun skripsi memiliki tingkat coping stress yang tinggi. Ada dua tipe coping stress, yaitu problem-solving focused coping dan , emotion-focused coping. Emotion-focused coping . oping terpusat emos. , di mana individu lebih menekankan pada usaha menurunkan emosi negatif yang dirasakan ketika menghadapi masalah atau tekanan (Juli, 2. Contohnya, dengan mengalihkan perhatian dari masalah, melakukan relaksasi, atau mencari rasa nyaman dari orang lain. Sedangkan, problemsolving focused coping . oping terpusat masala. , di mana individu secara langsung mengambil tindakan untuk memecahkan masalah atau mencari informasi yang berguna untuk membantu pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukan, bahwa persentase tertinggi pada variabel coping stress adalah sebanyak 73% pada bentuk strategi coping emotional problem solving dan 27% yang melakukan coping dengan bentuk strategi focus problem coping. Akan tetapi, menurut Taylor, 2006 menyatakan strategi coping dengan focus problem solving lebih efisien dibandingkan dengan strategi coping emotion focus coping karena problem focus coping dipercaya dapat bekerja lebih baik untuk mengatasi stressor. Secara keseluruhan, diperoleh persentase tertinggi pada indikator posstitive reappraisal dengan nilai 19% dan terendah adalah indikator planful problem solving dengan perolehan senilai 7%. Positive reappraisal merupakan suatu respon dengan cara menciptakan makna positif dalam diri sendiri yang tujuannya untuk mengembangkan diri termasuk melibatkan hal-hal yang bersifat religius. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, membuktikan bahwa mahasiswa BK angkatan 2020 yang sedang menyusun skripsi sudah cukup baik dalam melakukan coping stress dengan merespon secara positif. Respon positif tersebut dapat dilihat dengan adanya aktivitas yang bersifat religius meskipun melakukan coping stress dengan strategi emotional problem solving. Menurut Basri, 2017 mengatakan pengaruh perilaku prokrastinasi akademik Ulfa Afriyani1. Yeni Karneli2 COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling 3 . : 8-15 pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh dimensi religious belief yakni, keyakinan seseorang dalam meyakini kebenaran ajaran agamanya, seperti keyakinannya terhadap tuhan. Hal ini yang menyebabkan mahasiswa BK tidak mudah untuk melakukan prokrastinasi akademik, sehingga kecil kemungkinan mahasiswa untuk mengabaikan tugas-tugas akademiknya. Planfull problem solving merupakan di mana individu membuat rencana untuk mengatasi keadaan dan berusaha menjalankan rencananya. Contohnya adalah belajar menyelesaikan berbagai tugas dalam satu semester sehingga mengurangi tekanan pada akhir Perolehan persentase coping stress yang rendah pada indikator planful problem solving memiliki arah yang berlawanan dengan kesenjangan waktu antara rencana dengan kinerja aktual. Hal ini dibuktikan dengan hasil perolehan persentase 7% pada planful problem solving, dan 33% pada kesenjangan waktu antara rencana dengan kinerja aktual. Mahasiswa BK yang tidak mampu melakukan coping stress dengan planful problem solving akan melakukan prokrastinasi akademik yakni, ketidaksesuaian antara waktu yang direncanakan dengan tindakan atau kinerja yang aktual. Dengan kata lain, mahasiswa BK tidak memiliki manajemen waktu yang baik, sehingga tindakan untuk melakukan prokrastinasi akademik akan cenderung lebih tinggi. Hasil penelitian ini didukung dalam pernyataan Nur, 2014 bahwa prokrastinator mempunyai kesulitan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya dan variabel manajemen waktu memberikan sumbangan efektif sebesar 45% dalam mempengaruhi prokrastinasi penyusunan skripsi. Penelitian serupa juga pernah dilakukan oleh Nindya, 2008 mengenai strategi coping menghadapi stress dalam penyusunan tugas akhir skripsi pada mahasiswa program S1 fakultas ilmu pendidikan. Hasil penelitian yang didapatkan, bahwa secara umum mahasiswa FIP angkatan 2008 mengalami stress dalam penyusunan skripsi. Sumber stress yang paling dominan yaitu frustasi, dan psikologis. Berdasarkan analisa hasil uji hipotesis dengan T-Test Paired diperoleh nilai sig. = 0,025 < 0,05 dengan taraf maklumat kesalahan nilai 5%, diperoleh nilai korelasi senilai -0,308. Sumbangan efektif yang dihasilkan senilai 30,8%. Hal ini menunjukkan, bahwa adanya pengaruh siginifikan secara negatif antara coping stress terhadap prokrastinasi akademik. Semakin rendah coping stress yang dimiliki oleh mahasiswa maka semakin tinggi kecenderungan mahasiswa untuk melakukan prokrastinasi akademik. Begitu pun sebaliknya, semakin tinggi coping stress yang dimiliki maka semakin rendah kecenderungan mahasiswa BK yang sedang menyusun skripsi untuk melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi berkorelasi dengan kepercayaan diri yang rendah, pengendalian diri yang rendah . ow of self contro. , disfungsional impulsit, depresi dan kecemasan (Ferrari, 2. Pernyataan tersebut didukung oleh Regar, dkk 2013 yang melakukan korelasi self-control dan prokrastinasi skripsi yang semula diatas 0. 500, langsung anjlok menjadi tidak signifikan secara statistik, ketika mengendalikan peran prokrastinasi umum dalam korelasi kedua variabel Hal ini mengisyaratkan bahwa self-control memiliki korelasi yang lebih kuat dan menetap dengan prokrastinasi secara umum . rokrastinasi sebagai sifa. dan bukan hanya pada prokrastinasi pengerjaan tugas tertentu, misalnya prokrastinasi pengerjaan skripsi. PENUTUP Hasil analisis yang telah diperoleh, terdapat pengaruh yang signifikan secara negatif antara coping stress dengan prokrastinasi akademik yang dilakukan oleh mahasiswa BK Uhamka angkatan 2020 dalam menyusun skripsi. Mahasiswa BK angkatan 2020 melakukan coping stress dengan cara emotional problem solving sehingga mahasiswa BK cenderung melakukan prokrastinasi akademik. Semakin rendah coping stress yang dimiliki, maka akan semakin tinggi kecenderungan untuk melakukan prokrastinasi akademik. Sebaliknya, semakin tinggi coping stress yang dimiliki maka akan semakin rendah kecenderungan untuk melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik tinggi dipengaruhi oleh planful problem Ulfa Afriyani1. Yeni Karneli2 COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling 3 . : 8-15 solving . erencanaan terhadap solusi permasalaha. yang rendah. Hal ini menyebabkan mahasiswa BK yang sedang menyusun skripsi mengalami kesenjangan waktu antara yang direnacakan dengan kinerja aktual, sehingga cenderung mengalami kesulitan dalam manajemen waktu. Sedangkan, prokrastinasi akademik rendah dipengaruhi oleh possitive reappraisal yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang disajikan, dengan ini peneliti memberikan beberapa saran, yakni pentingnya melakukan strategi coping stress, diperlukan seminar penangan stresfull untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa dan diadakannya pelatihan ataupun seminar tentang strategi manajemen waktu. DAFTAR PUSTAKA